Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Bimbingan Family Education Sebagai Upaya Menjaga Keharmonisan Keluarga Karyawan Teknik di SMP Al Hikmah Surabaya Shodiqin, Muhammad; Zakki, Muhammad; Farid, Mohamad; Evendi, Wakid; Darajaatul Aliyah, Nelud
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 7 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i7.32428

Abstract

Keluarga merupakan satuan yang terkecil dalam masyarakat, yang dibentuk dan disiapkan melalui pernikahan yang sah sesuai dengan maksud dan tujuan syariat pernikahan, tentunya akan menghasilkan kebaikan dan kenyamanan dalam berkeluarga yang satu sama lain saling terjaga keharmonisannya yang dipengaruhi oleh kesejahteraan, emosional, sosial, dan bahkan faktor psikologi. Keluarga yang kokoh akan menghadirkan lingkungan keluarga yang positif, nyaman dan bahagia bagi semua anggota keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bimbingan Family Education Sebagai Upaya Menjaga Keharmonisan Keluarga Karyawan Teknik Di SMP Al Hikmah Surabaya. PKM ini mengambil lokasi di SMP Al Hikmah Surabaya, karena sekolah ini adalah salah satu sekolah islam yang terbaik di Surabaya, sehingga civitas akademika didalmnya harus tampil prima dan berkinerja positif, tanpa terkecuali apalagi karyawan-karyawan tehnik yang ada didalamnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah Asset-Based Community Development (ABCD) merupakan metode pemberdayaan berkelanjutan yang dilandaskan pada aset, kekuatan, dan potensi Masyarakat dengan melihat aspek kapasitas, asosiasi dan institusi atau kelembagaan dengan meningkatkan dan menggali kekuatan yang sudah ada di lembaga ini memberikan cara baru yang dimiliki oleh para karyawan tehnik di SMP Al Hikmah mengedepankan pada pendekatan internalisasi nilainilai agama, moral sosial dan psikologi keluarga. Adapun hasil yang didapat dari kegiatan PKM ini membekali dengan meningkatkan dan menggali kekuatan yang sudah ada di lembaga ini memberikan cara baru yang dimiliki oleh para karyawan tehnik di SMP Al Hikmah ini untuk dapat menyelesaikan permasalah-permasalahan dalam keluarga melalui upaya pembimbingan dan pelayanan pendampingan dalam family education dalam menjaga keharmonisan kepada para keluarga masing-masing dengan mengedepankan pada pendekatan internalisasi nilai-nilai agama, moral sosial dan psikologi keluarga.Dukungan para pihak di managemen SMP Al Hikmah Surabaya sangat dibutuhkan dalam membantu mereka dalam menyelesaikan perkara dalam keluarga sehingga keluarga tidak menjadi problem dalam meningkatkan kinerja dan semangat kerja di lembanga ini, serta mereka cakap dalam menyelesaikan permasalahan secara mandiri.
Inheritance Law in Indonesia: Challenges, Solutions, and the Role of Culture and Religion Aliyah, Nelud Darajaatul; Evendi, Wakid
Bulletin of Science, Technology and Society Vol. 2 No. 2 (2023): Bulletin of Science, Technology and Society (August)
Publisher : Metromedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The law of inheritance, known as faraid or mawaris in Islamic law, is a rule governing the transfer of ownership of the heir's property to the heir after the testator's death. In Indonesia, the inheritance law system is related to kinship and various cultures and religions influence its understanding and implementation. Conflicts often arise due to the variety of settlement systems, including Islamic law, customary, and civil law. This article highlights the need for a better understanding of inheritance law at all levels of society to reduce conflict and proposes solutions to improve understanding of inheritance in Indonesia's diverse context. The research method uses a qualitative-descriptive approach with data from various literature sources, including law, research, journals, and interviews with legal experts and scholars. This study aims to explore aspects of inheritance law in Indonesia, including cultural and religious implications as well as potential conflicts that can arise. Proposed measures to address inheritance law issues in Indonesia involve legal reform, education, promotion of gender equality, legal aid, dispute mediation, legal oversight, cross-sector collaboration, and accurate data collection. Just legal change and better understanding will help achieve fairness in inheritance sharing and promote harmony in Indonesia's diverse society. In conclusion, a good understanding of inheritance law, legal reform, education, and cross-sector cooperation are essential to overcome inheritance law problems in Indonesia (Basyir, 2001). This joint effort will have a positive impact on justice, gender equality, and the well-being of the Indonesian people.
Membentuk Generasi Religius Melalui Pelatihan Seni Hadrah Al Banjari dan Pembacaan Sholawat Maulid Diba’ Bayhaqi, Hasmi Nur; Nurdiansah, Iszanul Dani; Sidqi, Mochammad Hasan; Majid, Amir Bandar Abdul; El-Yunusi, M. Yusron Maulana; Juaini, Ahmad; Masnawati, Eli; Haniyah; Bashor, Muhammad; Evendi, Wakid; Khayru, Rafadi Khan
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2024): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v5i3.44404

Abstract

Kemerosotan moral, penurunan jati diri bangsa dan hilangnya nilai-nilai luhur di kalangan pemuda merupakan tantangan yang mendesak. Pola pikir, sikap, dan perilaku generasi muda sangat dipengaruhi oleh arus informasi global yang didominasi oleh budaya asing. Generasi muda, sebagai penerus bangsa, sering kali terpapar pada berbagai pengaruh negatif yang dapat mengikis akhlak dan karakter religius mereka. Maka, usaha untuk peningkatan karakter religius pada anak usia muda yang menjadi generasi penerus sangat penting dilakukan. Seni al-banjari atau dikenal juga dengan sebutan habsyi merupakan salah satu seni tradisi Islam. Kesenian al-banjari ini meliputi lantunan syair, nasyid, dan pembacaan sholawat-sholawat kepada nabi disertai bunyi gendang atau rebana yang terdengar. Puisi dalam seni al-banjari memuat sholawat atau ucapan syukur yang ditujukan kepada nabi Muhammad SAW. Kesenian al-banjari biasanya ditampilkan pada saat hari raya Islam, antara lain tabligh akbar dan peringatan maulid nabi. Pelaksana melihat adanya potensi yang dimiliki santri, masyarakat, anak-anak dan remaja di sekitar dalam majelis dan pelatihan hadrah. Santri yang tergolong masih dalam jenjang sekolah dasar terlihat antusias untuk bermain banjari. Oleh karena itu, mereka perlu dibimbing agar meningkatkan seni religius, cinta pada Rosulullah serta bisa bermain banjari dengan benar yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup sesuai dengan yang diajarkan oleh Rosulullah SAW.
Analisis Problematika Hukum Anak Hasil Hubungan di Luar Nikah:: Studi Kasus di Wilayah Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan Taufiq, Umar; Evendi, Wakid; Farid, Muhammad
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2238

Abstract

Kecamatan Turi, dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak ini menghadapi tantangan signifikan dalam pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan emosional. Stigma sosial menghambat akses mereka ke pendidikan, meningkatkan diskriminasi, serta mengurangi rasa percaya diri. Dalam aspek kesehatan, keterbatasan layanan menyebabkan mereka rentan terhadap masalah fisik dan mental. Tekanan emosional juga muncul akibat ketidakstabilan keluarga dan sosial. Keamanan dan lingkungan tempat tinggal anak-anak tersebut juga menjadi perhatian penting, mengingat tingginya risiko kekerasan dan eksploitasi. Solusi yang diusulkan meliputi penghapusan stigma sosial, peningkatan akses layanan kesehatan dan pendidikan, serta dukungan emosional. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi non-pemerintah sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif, sehingga anak-anak dari hubungan di luar nikah dapat berkembang secara optimal.
Pemalsuan Identitas dalam Perspektif Hukum Islam:: Studi Yuridis Putusan Hakim Pengadilan Agama Sidoarjo Nomor 1203/PDT.G/2018/PA.SDA Yusron, Farid; Evendi, Wakid; Huda, Misbahul
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i2.2264

Abstract

Pernikahan merupakan institusi yang diatur dalam berbagai perspektif, termasuk hukum Islam, sosiologi, dan hukum negara. Dalam hukum Islam, pernikahan dianggap sebagai akad yang kuat (mitssaqan ghalidzan) yang memberikan hak dan kewajiban kepada pasangan suami istri. Pernikahan juga dipandang sebagai ibadah yang harus dijalankan sesuai dengan perintah Allah SWT dan sunnah Nabi Muhammad SAW. Dari perspektif sosiologi, pernikahan adalah proses pertukaran hak dan kewajiban yang hanya dapat terjadi atas dasar kesepakatan kedua belah pihak. Secara yuridis, pernikahan diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan berbagai regulasi terkait, seperti Kompilasi Hukum Islam. Landasan filosofis, yuridis, dan sosiologis menjadi dasar dalam perumusan hukum perkawinan di Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara turut berperan dalam pembentukan hukum perkawinan agar selaras dengan nilai-nilai moral dan sosial masyarakat. Pengadilan memiliki kewenangan untuk membatalkan pernikahan jika terjadi pelanggaran terhadap syarat, asas, atau prinsip perkawinan yang ditetapkan dalam hukum Islam maupun hukum negara. Dengan memahami berbagai landasan tersebut, diharapkan hukum perkawinan dapat diterapkan secara adil dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
INTEGRASI VIDEO LEARNING DAN PRAKTIK PADA PEMBELAJARAN WUDHU UNTUK MEMBANGUN PONDASI KEAGAMAAN USIA DINI Yuliastutik; Izzati Irawan, Alfiatul; Hariani, Mila; Mardikaningsih, Rahayu; Issalillah, Fayola; Khan Khayru, Rafadi; Darmawan, Didit; Evendi, Wakid
Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (NALA)
Publisher : Jurnal Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Integrasi video learning dan praktik dalam pembelajaran wudhu berperan penting dalam membangun pondasi keagamaan pada anak usia dini di TK Darul Hikmah, Desa Kemasaan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Pembelajaran agama di usia dini berfungsi untuk menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual yang diperlukan untuk perkembangan karakter anak. Wudhu sebagai ibadah yang memiliki makna penting dalam Islam, diajarkan dengan cara yang menarik melalui media video, lalu diikuti dengan praktik langsung. Metode ini mengedepankan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dengan memanfaatkan potensi guru dan sarana prasarana sekolah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan anak dalam melaksanakan wudhu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan dalam pemahaman anak mengenai tata cara wudhu, sekaligus menanamkan nilai kebersihan dan kedisiplinan. Penggunaan video learning yang interaktif terbukti efektif dalam menarik perhatian anak dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran. Penyerapan materi pembelajaran menjadi lebih baik melalui kombinasi teori dan praktik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran yang diterapkan di lembaga pendidikan lain untuk memperkuat dasar keagamaan anak-anak.  
Kegiatan Bersih Kampus oleh Mahasiswa Universitas Sunan Giri Surabaya dengan Kepedulian Lingkungan yang Sehat Dirgantara, Febrian; Mustaqim, Diego Fathqurahman; Hardyansah, Rommy; Darmawan, Didit; Evendi, Wakid
Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): January
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/nuras.v6i1.1060

Abstract

This study aims to analyze the strategies implemented by the Environmental Awareness Student Association in fostering environmentally responsible character among students at Universitas Sunan Giri Surabaya. The research employs a descriptive qualitative approach within the framework of Participatory Action Research (PAR), as character formation requires active involvement between researchers and organizational members in planning, implementing, observing, and reflecting on each action. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation consisting of photos, activity notes, and environmental program archives. The data were analyzed through stages of reduction, data display, and conclusion drawing, following the continuous PAR cycle. The results indicate that the strategies for developing environmentally responsible character are carried out through several approaches: (1) strengthening solidarity among members; (2) modeling environmentally responsible behavior; (3) providing systematic education on the importance of environmental stewardship; and (4) organizing work programs focused on environmental care. The findings also show that the cognitive aspect of members improved through scheduled educational activities, although the modeling aspect in daily practice particularly within the secretariat remained less optimal. Meanwhile, members demonstrated strong motivation during field programs and outdoor activities. Overall, the study emphasizes that sustainable strategies based on PAR can effectively support the development of environmentally responsible character when reinforced by consistent exemplary practices and a supportive organizational environment.
Program Kebersihan Lingkungan Kampus untuk Menciptakan Hidup Sehat dan Nyaman Evendi, Wakid; Azzania, Milda; Hardyansah, Rommy; El-Yunusi, Muhammad Yusron Maulana; Darmawan, Didit
Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): January
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/nuras.v6i1.1065

Abstract

The environmental cleanliness program around the campus is an important effort to maintain the comfort and beauty of the environment for the entire local community. This activity aims to encourage the community to work together in cleaning the surrounding environment. The program is carried out using the Participatory Action Research (PAR) approach, a collaborative model that places the community as active participants in every stage of the activity, starting from identifying problems, designing plans, implementing programs, to conducting evaluations. The cleanliness program carried out in success serves as concrete evidence that collaboration between the community and various campus stakeholders can produce significant outcomes in maintaining environmental cleanliness and comfort. The existence of this environmental cleanliness initiative has also increased public awareness and concern for protecting their environment. Furthermore, the program contributes to creating a healthy and comfortable environment for all local residents. The desired positive changes can be achieved as expected, and the spirit of cooperation will continue to grow and become a habit that brings long-term benefits for the health and comfort of the surrounding community.
Peningkatan Kesadaran Mahasiswa dan Masyarakat dalam Menjaga Kebersihan Kawasan Sekitar Kampus Zakki, Muhammad; Dardiri, Dendi Maulana; Farid, Mohamad; Evendi, Wakid; Suwito, Suwito
Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): January
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/nuras.v6i1.1085

Abstract

This article discusses efforts to increase student and community awareness in maintaining the cleanliness of the area around the Sunan Giri University Surabaya campus. Low initiative and collective responsibility were identified as the main problem in sanitation management in the campus buffer area, which resulted in the accumulation of waste in rivers, riverbanks, and the campus area. This community service activity used the Participatory Action Research (PAR) method, which was carried out in a collaborative cycle including problem mapping, action planning, activity implementation, and reflection. A total of 82 students, working together with the local community and Environmental Agency officers, were actively involved in river cleaning activities, removing water hyacinth, collecting organic and non-organic waste, and arranging the campus area. The results of the activities showed an increase in collective awareness of participants, characterized by the emergence of initiative, concern, and a sense of ownership of the environment. This improvement had a direct impact on the physical cleanliness of the area significantly, thus creating a healthier, more comfortable, and aesthetic environment. This community service activity concluded that the Participatory Action Research (PAR) method was effective in empowering communities, fostering a culture of environmental awareness, and developing sustainable hygiene habits. These findings provide an intervention model that can be replicated in other educational institutions to increase environmental awareness among the younger generation.