Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Inheritance Law in Indonesia: Challenges, Solutions, and the Role of Culture and Religion Aliyah, Nelud Darajaatul; Evendi, Wakid
Bulletin of Science, Technology and Society Vol. 2 No. 2 (2023): Bulletin of Science, Technology and Society (August)
Publisher : Metromedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The law of inheritance, known as faraid or mawaris in Islamic law, is a rule governing the transfer of ownership of the heir's property to the heir after the testator's death. In Indonesia, the inheritance law system is related to kinship and various cultures and religions influence its understanding and implementation. Conflicts often arise due to the variety of settlement systems, including Islamic law, customary, and civil law. This article highlights the need for a better understanding of inheritance law at all levels of society to reduce conflict and proposes solutions to improve understanding of inheritance in Indonesia's diverse context. The research method uses a qualitative-descriptive approach with data from various literature sources, including law, research, journals, and interviews with legal experts and scholars. This study aims to explore aspects of inheritance law in Indonesia, including cultural and religious implications as well as potential conflicts that can arise. Proposed measures to address inheritance law issues in Indonesia involve legal reform, education, promotion of gender equality, legal aid, dispute mediation, legal oversight, cross-sector collaboration, and accurate data collection. Just legal change and better understanding will help achieve fairness in inheritance sharing and promote harmony in Indonesia's diverse society. In conclusion, a good understanding of inheritance law, legal reform, education, and cross-sector cooperation are essential to overcome inheritance law problems in Indonesia (Basyir, 2001). This joint effort will have a positive impact on justice, gender equality, and the well-being of the Indonesian people.
Membentuk Generasi Religius Melalui Pelatihan Seni Hadrah Al Banjari dan Pembacaan Sholawat Maulid Diba’ Bayhaqi, Hasmi Nur; Nurdiansah, Iszanul Dani; Sidqi, Mochammad Hasan; Majid, Amir Bandar Abdul; El-Yunusi, M. Yusron Maulana; Juaini, Ahmad; Masnawati, Eli; Haniyah; Bashor, Muhammad; Evendi, Wakid; Khayru, Rafadi Khan
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2024): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v5i3.44404

Abstract

Kemerosotan moral, penurunan jati diri bangsa dan hilangnya nilai-nilai luhur di kalangan pemuda merupakan tantangan yang mendesak. Pola pikir, sikap, dan perilaku generasi muda sangat dipengaruhi oleh arus informasi global yang didominasi oleh budaya asing. Generasi muda, sebagai penerus bangsa, sering kali terpapar pada berbagai pengaruh negatif yang dapat mengikis akhlak dan karakter religius mereka. Maka, usaha untuk peningkatan karakter religius pada anak usia muda yang menjadi generasi penerus sangat penting dilakukan. Seni al-banjari atau dikenal juga dengan sebutan habsyi merupakan salah satu seni tradisi Islam. Kesenian al-banjari ini meliputi lantunan syair, nasyid, dan pembacaan sholawat-sholawat kepada nabi disertai bunyi gendang atau rebana yang terdengar. Puisi dalam seni al-banjari memuat sholawat atau ucapan syukur yang ditujukan kepada nabi Muhammad SAW. Kesenian al-banjari biasanya ditampilkan pada saat hari raya Islam, antara lain tabligh akbar dan peringatan maulid nabi. Pelaksana melihat adanya potensi yang dimiliki santri, masyarakat, anak-anak dan remaja di sekitar dalam majelis dan pelatihan hadrah. Santri yang tergolong masih dalam jenjang sekolah dasar terlihat antusias untuk bermain banjari. Oleh karena itu, mereka perlu dibimbing agar meningkatkan seni religius, cinta pada Rosulullah serta bisa bermain banjari dengan benar yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup sesuai dengan yang diajarkan oleh Rosulullah SAW.
Analisis Problematika Hukum Anak Hasil Hubungan di Luar Nikah:: Studi Kasus di Wilayah Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan Taufiq, Umar; Evendi, Wakid; Farid, Muhammad
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2238

Abstract

Kecamatan Turi, dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak ini menghadapi tantangan signifikan dalam pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan emosional. Stigma sosial menghambat akses mereka ke pendidikan, meningkatkan diskriminasi, serta mengurangi rasa percaya diri. Dalam aspek kesehatan, keterbatasan layanan menyebabkan mereka rentan terhadap masalah fisik dan mental. Tekanan emosional juga muncul akibat ketidakstabilan keluarga dan sosial. Keamanan dan lingkungan tempat tinggal anak-anak tersebut juga menjadi perhatian penting, mengingat tingginya risiko kekerasan dan eksploitasi. Solusi yang diusulkan meliputi penghapusan stigma sosial, peningkatan akses layanan kesehatan dan pendidikan, serta dukungan emosional. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi non-pemerintah sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif, sehingga anak-anak dari hubungan di luar nikah dapat berkembang secara optimal.
Pemalsuan Identitas dalam Perspektif Hukum Islam:: Studi Yuridis Putusan Hakim Pengadilan Agama Sidoarjo Nomor 1203/PDT.G/2018/PA.SDA Yusron, Farid; Evendi, Wakid; Huda, Misbahul
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i2.2264

Abstract

Pernikahan merupakan institusi yang diatur dalam berbagai perspektif, termasuk hukum Islam, sosiologi, dan hukum negara. Dalam hukum Islam, pernikahan dianggap sebagai akad yang kuat (mitssaqan ghalidzan) yang memberikan hak dan kewajiban kepada pasangan suami istri. Pernikahan juga dipandang sebagai ibadah yang harus dijalankan sesuai dengan perintah Allah SWT dan sunnah Nabi Muhammad SAW. Dari perspektif sosiologi, pernikahan adalah proses pertukaran hak dan kewajiban yang hanya dapat terjadi atas dasar kesepakatan kedua belah pihak. Secara yuridis, pernikahan diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan berbagai regulasi terkait, seperti Kompilasi Hukum Islam. Landasan filosofis, yuridis, dan sosiologis menjadi dasar dalam perumusan hukum perkawinan di Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara turut berperan dalam pembentukan hukum perkawinan agar selaras dengan nilai-nilai moral dan sosial masyarakat. Pengadilan memiliki kewenangan untuk membatalkan pernikahan jika terjadi pelanggaran terhadap syarat, asas, atau prinsip perkawinan yang ditetapkan dalam hukum Islam maupun hukum negara. Dengan memahami berbagai landasan tersebut, diharapkan hukum perkawinan dapat diterapkan secara adil dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.