Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pemikiran Pendidikan Islam Zainuddin Labay El-Yunusy dan Relevansinya di Era Digital Muhamad Rahman Selvarian; Djefrin E. Hulawa; Alwizar
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i3.1351

Abstract

Sistem pendidikan Islam tradisional di Indonesia, khususnya yang berbasis surau di Minangkabau, dinilai tidak lagi memadai dalam menjawab tantangan modernisasi dan perkembangan zaman. Untuk menjawab persoalan ini, Zainuddin Labay El-Yunusy memperkenalkan pembaruan pendidikan melalui pendirian Madrasah Diniyah pada tahun 1915 yang mengintegrasikan sistem klasikal, kurikulum terpadu, dan manajemen kelas yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran pendidikan Islam Zainuddin Labay El-Yunusy serta menganalisis relevansinya dalam konteks pendidikan di era digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Zainuddin tentang sistem pendidikan terorganisir, integrasi ilmu agama dan umum, serta adaptasi terhadap teknologi memiliki relevansi tinggi dengan kebutuhan pendidikan Islam kontemporer. Implikasi dari kajian ini menegaskan pentingnya menjadikan pemikiran Zainuddin sebagai pijakan dalam merancang sistem pendidikan Islam yang modern, adaptif, dan berakar pada nilai-nilai keislaman
Perkembangan Analisis Perkembangan Pemikiran Pendidikan Islam Perspektif Ibnu Sahnun Fahriah, Fathia Saidah; Alwizar; Hulawa, Djeprin E.
Wibawa : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Wibawa
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/wib.v5i2.388

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moral peserta didik agar sejalan dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis. Pemikiran Ibnu Sahnun menjadi salah satu landasan historis dalam perkembangan pendidikan Islam, terutama dalam menekankan pentingnya etika, akhlak, dan tanggung jawab sosial dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran pendidikan Islam Ibnu Sahnun serta relevansinya terhadap sistem pendidikan Islam modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui penelaahan sumber primer seperti karya Ibnu Sahnun, serta literatur sekunder yang relevan. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif-analitis menggunakan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Ibnu Sahnun menekankan tiga aspek utama pendidikan, yaitu (1) tanggung jawab moral dan profesionalitas guru, (2) pentingnya kurikulum yang mengintegrasikan ilmu agama dan umum, serta (3) tujuan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan akhlak mulia, kedisiplinan, dan keimanan. Relevansi pemikiran Ibnu Sahnun terhadap pendidikan Islam masa kini terlihat pada upaya integrasi nilai-nilai spiritual dan rasional dalam sistem pendidikan modern yang berkarakter dan humanis.
Konsep Double Movement Fazlur Rahman dalam Rekonstruksi Pendidikan Islam Kontekstual di Era Modern Nursima, Nini; Hulawa, Djeprin E.; Alwizar
Wibawa : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Wibawa
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/wib.v5i2.485

Abstract

Pendidikan Islam menghadapi tantangan untuk tetap relevan di tengah arus modernisasi dan globalisasi yang menuntut integrasi antara nilai-nilai keagamaan dan realitas sosial. Salah satu pendekatan yang dapat menjawab persoalan tersebut adalah teori Double Movement yang dikembangkan oleh Fazlur Rahman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Double Movement dan relevansinya dalam rekonstruksi pendidikan Islam yang kontekstual di era modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi kepustakaan (library research), yang berfokus pada analisis karya-karya primer Fazlur Rahman serta kajian sekunder dari literatur pendidikan Islam kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori Double Movement yang terdiri atas dua gerakan hermeneutic pemahaman teks wahyu dalam konteks historis dan aktualisasi nilai-nilainya dalam kehidupan modern dapat menjadi dasar pengembangan pendidikan Islam yang kontekstual, humanis, dan transformatif. Konsep ini mampu menjembatani antara idealitas ajaran Al-Qur’an dan realitas sosial dengan menekankan dimensi moral, etika, dan rasionalitas. Namun demikian, implementasinya menghadapi tantangan berupa resistensi terhadap pendekatan hermeneutik dan keterbatasan pemahaman guru terhadap integrasi nilai-nilai Qur’ani dalam kurikulum. Oleh karena itu, diperlukan reformulasi kurikulum, pelatihan pendidik, serta penguatan paradigma pendidikan Islam yang berbasis nilai dan relevan dengan perkembangan zaman
Kaedah Tafsir Mantuq dan Mafhum dalam Memahami Hukum Islam Idham Kholis; Alwizar
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini membahas metode penafsiran mantuq dan mafhum, dua konsep penting dalam ushul fikih yang menjadi dasar utama dalam menafsirkan teks-teks hukum Islam. Mantuq mengacu pada makna eksplisit yang dapat dipahami secara langsung dari teks, sementara mafhum melibatkan pemahaman implisit melalui penalaran logis. Penelitian ini menyajikan pembagian mantuq (nas, zahir, mu'awwal) dan mafhum (muwafaqah dan mukhalafah) beserta contoh-contoh penerapannya. Kesimpulannya menunjukkan bahwa pemahaman terhadap kedua metode ini sangat penting untuk menghasilkan hukum Islam yang kontekstual dan komprehensif.
Manusia Dalam Perspektif Al-Quran Rivaldianslih Lubis; Alwizar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemahaman tentang hakikat manusia dalam perspektif Al-Quran melalui pendekatan kualitatif. Berdasarkan kajian teks Al-Quran, manusia dipandang sebagai makhluk yang sempurna, diciptakan oleh Allah dengan unsur jasmani dan rohani. Dalam perspektif ini, manusia dilengkapi dengan akal dan nafsu yang menjadi faktor penting dalam menjalani peran sebagai khalifah dan hamba Allah. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk menganalisis ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan penciptaan dan tujuan hidup manusia, serta untuk memahami perbedaan pandangan Al-Quran dengan konsep hakikat manusia dalam ilmu pengetahuan Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Al-Quran, manusia memiliki kedudukan yang tinggi di hadapan Allah dengan tujuan hidup yang mulia, yaitu menjadi khalifah di bumi dan mengabdi kepada-Nya. Penelitian ini juga mengungkapkan perbedaan mendasar antara pandangan Islam dan pandangan Barat mengenai hakikat manusia, khususnya dalam aspek spiritual dan fisik. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang pandangan Islam terhadap eksistensi manusia dan relevansinya dalam kehidupan kontemporer
MANUSIA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Rahmi Maldini Efendi; Alwizar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang manusia dalam perspektif Al-Qur'an, dengan fokus pada terminologi seperti al-insan, al-basyar, dan Bani Adam yang masing-masing memiliki makna tersendiri. Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk memahami terminologi, proses penciptaan, serta tujuan manusia diciptakan sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber literatur, termasuk kitab tafsir, jurnal ilmiah, dan buku-buku referensi, untuk memperluas wawasan mengenai konsep kemanusiaan dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manusia menurut Al-Qur'an, memiliki kedudukan istimewa sebagai khalifah di bumi, bertugas memakmurkan dunia sesuai dengan syariat Allah. Proses penciptaan manusia diuraikan secara rinci melalui delapan fase yang dimulai dari tanah hingga peniupan ruh, menegaskan keteraturan dan kebesaran ciptaan-Nya. Selain itu, penelitian ini menekankan bahwa tujuan utama penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah, baik melalui ibadah mahdhah maupun aktivitas duniawi yang membawa maslahat. Temuan ini memberikan landasan teologis yang mendalam mengenai hubungan manusia dengan Pencipta, sesama makhluk, dan lingkungan, sekaligus menggarisbawahi tanggung jawab besar yang harus dipikul oleh manusia dalam menjalankan amanahnya sebagai hamba dan khalifah.
Kaedah Tafsir : Kaedah Nasakh Dan Mansukh Afima, Oby Ara; Alwizar
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3291

Abstract

Artikel ini membahas kaedah tafsir nasakh dalam Al-Qur’an, yaitu penghapusan atau penggantian hukum syar’i dengan hukum syar’i lain yang datang kemudian. Nasakh menjadi salah satu kajian penting dalam ilmu tafsir dan ushul fiqh karena berkaitan dengan pemahaman ayat-ayat yang tampak bertentangan secara zahir. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah literatur klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa mayoritas ulama menerima konsep nasakh berdasarkan dalil Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 106, QS. An-Nahl: 101) dan hadis Nabi, meskipun terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama seperti Abu Muslim al-Asfahani yang menolak keberadaan nasakh dalam Al-Qur’an. Syarat-syarat nasakh antara lain hukum yang dihapus harus hukum syar’i, dalil penghapus harus datang kemudian, serta tidak terbatas pada waktu tertentu. Kajian ini menegaskan pentingnya memahami nasikh dan mansukh agar tidak terjadi kekeliruan dalam penetapan hukum, serta menunjukkan bahwa nasakh merupakan bentuk rahmat Allah dalam menyesuaikan syariat dengan kebutuhan umat manusia di setiap zaman.
Principles of Education in the Perspective of the Qur'an: Theoretical Studies and its Development in the Modern Era Novita, Vina; Arfizeah, Nurul Habibah; Alwizar
Taqaddumi: Journal of Quran and Hadith Studies Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/taqaddumi.v5i2.15102

Abstract

Islamic education is fundamentally oriented toward the formation of a complete human being (insān kāmil) who is faithful, knowledgeable, and has noble character. This study aims to examine the principles of Qur'anic education and their relevance to the modern education system. This study uses a qualitative approach with library research methods through thematic analysis of Qur'anic verses, tafsir books, and contemporary academic literature. The results show that the principles of Qur'anic education encompass the values of monotheism, knowledge ('ilm), morals, tazkiyyah (purification of the soul), balance (tawāzun), and insan kamil. These six principles emphasize the balance between intellectual, spiritual, and moral development of humans. The concept of tazkiyyah occupies a primary position because it is the foundation for the blessings of knowledge and morals, while tarbiyyah and ta'līm emphasize the process of comprehensive growth and teaching. The relevance of Qur'anic education to modern education lies in its shared orientation toward character formation, moral literacy, and the holistic development of human potential. The integration of revealed values and modern rationality results in an educational paradigm oriented toward a balance between knowledge, faith, and good deeds. Thus, Qur'anic educational principles contribute significantly to the renewal of the modern educational paradigm, particularly in strengthening the spiritual, moral, and humanistic dimensions amidst the global values crisis.
Paradigma Pendidikan dalam Al-Qur`an: Telaah Tafsir Tematik Tentang Tujuan dan Materi Pendidikan Rayfansyah, Muhammad; Alwizar
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED) in Press
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v6i2.1044

Abstract

Education in Islam has a strong philosophical foundation derived from the Qur’an as the sacred scripture of Muslims. This study aims to examine in depth the terminology, objectives, and educational content from the Qur’anic perspective. The methodology used is a literature review with a thematic tafsir approach to Qur’anic verses related to education. The findings show that the Qur’an employs various educational terms such as tarbiyah, ta’lim, and ta’dib, each having its own meaning and dimension. The objectives of education in the Qur’an include the formation of a faithful and pious personality, the development of intellectual potential and knowledge, as well as the cultivation of noble character. Meanwhile, the content of education encompasses the teaching of tawhid, worship, ethics, knowledge of the universe, and social skills. This study provides an important contribution to understanding a comprehensive and holistic concept of Islamic education based on the primary source of Islamic teachings.