Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Optimasi Sinkronisasi Kebijakan Pertahanan dan Kebijakan Publik terhadap Perang Hibrida demi Kepentingan Nasional Harsono, Cecilia; Supriyadi, Adang; Harefa, Faonaso; Purwanto, Ignatius Joko
Lebah Vol. 18 No. 4 (2025): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i4.336

Abstract

Ancaman perang hibrida yang bersifat dinamis dan multidimensi memadukan instrumen militer dan non-militer seperti disinformasi, perang siber, perang tarif, serta hegemoni negara kuat di berbagai kawasan menuntut integrasi kebijakan pertahanan dan publik secara sistemik dan adaptif di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh dimensi operasional non-militer terhadap persepsi publik mengenai kesiapan Indonesia dalam menghadapi hybrid warfare, serta merumuskan urgensi strategi sinkronisasi kebijakan guna memperkuat ketahanan nasional. Metode yang digunakan adalah mixed methods, dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan pakar dan analisis kebijakan, serta pendekatan kuantitatif menggunakan regresi linear untuk mengukur persepsi publik. Hasil kualitatif menunjukkan pentingnya sinergi lintas kelembagaan pemerintah, penguatan penguasaan teknologi digital, dan tata kelola informasi yang responsif. Temuan kuantitatif mendukung hasil tersebut, dengan nilai determinasi yang sangat tinggi (R² = 0,965), menunjukkan bahwa kesiapan nasional Indonesia sangat dipengaruhi oleh efektivitas koordinasi antarlembaga, ketahanan sosial, dan kapasitas pemerintah dalam mengelola disinformasi. Novelty dari penelitian ini terletak pada penggabungan tiga perspektif teoritis Asymmetric Conflict, Security Governance, dan Resilienceke dalam satu kerangka model integrasi kebijakan pertahanan dan publik dalam konteks menghadapi perang hibrida. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur mengenai perang hibrida di Indonesia dengan menawarkan model kebijakan berbasis pendekatan whole-of-government dan whole-of-society. Implikasinya, strategi pertahanan masa depan perlu memperkuat adaptasi kelembagaan dan partisipasi publik di seluruh wilayah Indonesia guna meningkatkan resiliensi terhadap ancaman hibrida yang terus berkembang dalam berbagai bentuk.
Optimalisasi Peran Satgas TNI AL di Wilayah Papua Mendukung Kebijakan Pemerintah dan Keutuhan NKRI Novrianto, Ricky; Harefa, Faonaso; Almufaridun, Moch
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji optimalisasi peran Satgas TNI AL di wilayah Papua dalam mendukung kebijakan pemerintah dan memelihara keutuhan NKRI. Papua, sebagai wilayah yang memiliki kompleksitas politik, sosial, dan ekonomi yang tinggi, memerlukan peran aktif dan efektif dari Satgas TNI AL dalam menjaga keamanan, stabilitas, dan kedaulatan negara. Dalam konteks ini, penelitian ini akan mengeksplorasi upaya-upaya yang dilakukan oleh Satgas TNI AL dalam mengimplementasikan kebijakan pemerintah untuk memastikan keamanan dan kedamaian di Papua serta memelihara integritas wilayah Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis kebijakan, studi kasus, dan pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan anggota Satgas TNI AL di lapangan, sementara data sekunder diperoleh dari dokumen resmi, laporan, dan literatur terkait. Analisis dilakukan secara holistik untuk memahami tantangan, keberhasilan, dan hambatan yang dihadapi oleh Satgas TNI AL dalam menjalankan tugas mereka di Papua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi peran Satgas TNI AL di Papua sangat penting dalam mendukung kebijakan pemerintah dan memelihara keutuhan NKRI. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Satgas TNI AL, termasuk penyelarasan kebijakan, pembinaan kekuatan, penguatan kepemimpinan, dan peningkatan citra TNI di mata masyarakat. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti isu pelanggaran HAM, ketidakseimbangan sosial-ekonomi, dan dugaan keterlibatan negara asing. Dalam kesimpulan, penelitian ini menekankan pentingnya peran Satgas TNI AL di Papua sebagai bagian integral dari strategi pemerintah dalam memelihara keutuhan NKRI. Diperlukan sinergi antara berbagai pihak, termasuk TNI AL, pemerintah, dan masyarakat Papua, untuk mencapai tujuan bersama dalam menjaga kedaulatan dan kesejahteraan wilayah Papua serta menjaga keutuhan negara Indonesia.
An Integrated Risk Analysis Approach in Military Hospitals: Implications for Public Health Preparedness and Resilience Harefa, Faonaso; Yahdiana Harahap; Dian Andriani Ratna Dewi; R.M. Tjahya Nurrobi; Sutanto Sutanto; Cecilia F. Harsono
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 9 No. 1: JANUARY 2026 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v9i1.8697

Abstract

Introduction: Military hospitals perform a dual function by providing healthcare services for soldiers and their families while also supporting public health needs during crises. This dual role generates complex hazards spanning biological, chemical, physical, and psychological dimensions, thereby requiring a comprehensive risk analysis framework. The objective of this study is to develop an integrated risk analysis approach comprising risk assessment, risk management, and risk communicationto strengthen occupational safety in military hospitals, with broader relevance for public health and global health security. Methods: A mixed methods design was applied. Data were collected through direct observation and in-depth interviews with healthcare personnel, complemented by a structured survey using standardized questionnaires. Qualitative analysis was conducted using NVivo 12 and quantitative analysis using SEM PLS-4. The study involved 100 respondents comprising medical personnel, health workers, and staff at Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) and Pusat Kesehatan TNI, selected through random sampling. Results: Qualitative findings derived from NVivo 12 analysis revealed a multidimensional hazard spectrum characterized by weak cross sectoral coordination, limited personnel capacity, and insufficient integration among risk analysis components. Quantitative analysis using SEM PLS-4 further confirmed that Integrated Risk Analysis has a positive and statistically significant effect on Public Health Preparedness and Community Resilience (T-statistic = 11.046 > 1.96; p-value < 0.05); and F-square (0.18- efect moderat). Conclusion: This study concludes that Integrated Risk Analysis exerts a significant influence on public health preparedness and community resilience in military hospitals. The findings underscore the necessity of strengthening management, integration, and cross sectoral communication. Nonetheless, the contextual limitations regarding research setting and sample size suggest the need for future studies with broader scope and institutional diversity to reinforce the generalizability of the findings.