Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : LEBAH

Optimalisasi literasi informasi respons bencana di daerah pedesaan guna meningkatkan pertahanan negara Harefa, Faonaso; Mardamsyah, Adam; Yusman, Faisal; Linus, Linus; Taufik, Robby M.; Iswadi, Iswadi
Lebah Vol. 18 No. 3 (2025): May: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i3.326

Abstract

Optimalisasi literasi informasi tanggap bencana di wilayah pedesaan Cipelang Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia, merupakan tantangan khusus dalam membangun ketahanan masyarakat sebagai kontribusi terhadap pertahanan negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab, pola, dan hubungan antara literasi informasi dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana alam, mengingat wilayah ini memiliki kerentanan tinggi terhadap tanah longsor dan banjir akibat deforestasi, alih fungsi lahan, serta buruknya pengelolaan sumber daya air. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan metode Fishbone Analysis, NVivo 12, dan SEM-PLS 4. Hasil analisis mengidentifikasi enam faktor utama yang memengaruhi ketahanan masyarakat, yaitu masyarakat, informasi, budaya, pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), infrastruktur, serta koordinasi. Literasi informasi terbukti berpengaruh signifikan terhadap ketahanan masyarakat (β = 0,729; p < 0,001). Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan literasi informasi yang berbasis kearifan lokal serta mencakup dimensi ekologi, sosial, dan kebijakan publik. Konsep pertahanan negara semesta tercermin melalui peran aktif masyarakat desa dalam mitigasi bencana secara kolektif, menjadikan literasi informasi sebagai fondasi ketangguhan komunitas yang berkelanjutan. Kontribusi penelitian ini meliputi perlunya penegakan hukum dan penertiban terhadap aktivitas yang masih berlangsung, seperti penebangan liar, pembangunan vila yang tidak ramah lingkungan, pengelolaan sampah yang buruk, serta pengambilan air tanah secara berlebihan yang tidak memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Bogor.
Model integrasi kebijakan pertahanan dan kebijakan publik mengatasi ancaman perang hibrida guna meningkatkan pertahanan negara Wijanarko, Trias; Supriyadi, Asep Adang; Saputro, Guntur Eko; Harefa, Faonaso; Kartiningsih, Yuli; Mardamsyah, Adam
Lebah Vol. 18 No. 3 (2025): May: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i3.327

Abstract

Dalam era globalisasi yang kompleks, ancaman terhadap keamanan nasional tidak lagi bersifat konvensional, melainkan cenderung mengarah pada bentuk hybrid warfare yang menggabungkan aspek militer, siber, ekonomi, sosial, dan politik. Penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi antara kebijakan pertahanan dan kebijakan publik sebagai respons strategis terhadap dinamika ancaman tersebut. Globalisasi telah menciptakan jaringan ketergantungan antarnegara, sehingga kebijakan pertahanan tidak dapat lagi berdiri sendiri, melainkan harus bersinergi dengan kebijakan publik yang mampu menjawab akar masalah seperti ketimpangan sosial dan ketidakpuasan politik. Selain itu, kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan, sistem drone, dan serangan siber turut membentuk ulang strategi pertahanan, sehingga menuntut adanya kebijakan yang adaptif, etis, dan terintegrasi. Kerja sama internasional dan keterlibatan masyarakat sipil menjadi komponen penting dalam menyusun kebijakan yang legitimatif dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kegiatan brainstorming dalam pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa doktoral Universitas Pertahanan, untuk menggali pandangan para pemangku kepentingan terkait integrasi kebijakan. Temuan ini merekomendasikan strategi kolaboratif, partisipatif, dan berbasis inovasi untuk membangun sistem keamanan nasional yang tangguh dalam menghadapi ancaman hybrid warfare yang terus berkembang. 
Transformation of the research and development agency become a defense policy and technology development agency Purwanto, Ignatius Eko Djoko; Harsono, Cecilia F.; Harefa, Faonaso; Siagian, Sapta Baralaska Utama
Lebah Vol. 18 No. 3 (2025): May: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i3.330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penentu efektivitas riset pengembangan kebijakan dan teknologi pertahanan di Badan Pengembangan Kebijakan dan Teknologi Pertahanan (Batekhan) Kementerian Pertahanan, serta merumuskan kontribusi masing-masing faktor terhadap optimalisasi kinerja satuan ke depan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis Fishbone dan perangkat lunak NVivo 12 untuk analisis tematik. Hasil analisis Fishbone menemukan 6 faktor utama yang memengaruhi efektivitas Batekhan, yaitu; manusia, metode, material, mesin, pengukuran, dan lingkungan dan pentingnya hilirisasi hasil riset, kompetensi personel, dan tata kelola riset yang unggul. Sementara itu, hasil NVivo 12 menemukan dominasi tema “manpower, goal, dan environment” yang menjadi kunci keberhasilan transformasi kelembagaan Batekhan unggul. Temuan sejalan dengan teori manajemen strategis, inovasi teknologi, dan pendekatan sistemik dalam perumusan kebijakan riset pertahanan. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dan teoritis dalam mendukung transformasi kelembagaan riset yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap tantangan teknologi pertahanan masa depan. Implikasi penelitian ini adalah diperlukan optimalisasi dan peningkatan kompetensi sumber daya guna mewujudkan  Badan Pengembangan Kebijakan dan Teknologi Pertahanan yang unggul dan kompetitif dalam memberikan kontribusi signifikan dalam sektor pertahanan nasional guna menghadapi tantangan lingkungan strategis domoestik, regional dan global yang dinamis dan multidimensi.
General Ulysses S. Grant's Civil War Leadership: A Model for Indonesia's Sishankamrata Defense System Octaviana, Shoraya Lolyta; Suadnyana, I Nyoman; Widjayanto, Joni; Harefa, Faonaso; Djoko Purwanto, Ignatius Eko
Lebah Vol. 18 No. 4 (2025): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i4.331

Abstract

This study was motivated by interest in reviewing the combat experience of military figures General Ulysses S. Grant During the United States Civil War and its Devoted to Strengthening the System and Defense Doctrine Models in Indonesia that already exist; Sishankamrata. This study uses a mixed methods approach. The results showed that General Grant's combat experience in civil war in the United States had a significant influence on its success in winning the Mexican war, with a very strong correlation (R = 0.979). This finding can be interpreted that experience in the battlefield contributes greatly to forming strategic intuition, the effectiveness of decision making, and the ability of individual military leadership. The novelty of this study lies in the use of the Mixed Methods approach which integratively examines the relationship between combat experience and the development of military strategies in a historical and contemporary perspective. This study made an important contribution as a reference to the strengthening of the doctrine and implementation of the defense and security system of the people's universe (Sishankamrata) in Indonesia. The implications of this finding underline the importance of integration of experience -based learning in education and training in military leadership, the need to build military strategic leadership capacity that is not only based on theory, but the importance of empirical experience, both through military training, learning from war history, and combat operation experience. Suggestions for further research are that similar studies are carried out on more military figures from various so as to get a more comprehensive picture of how individual combat experiences can form adaptive military strategies so that it can be useful for strengthening the SishanKamrata model in Indonesia.
Quad vs. China: Strategic implications of Indo-Pacific rivalry against Indonesia Harefa, Faonaso; Supriyadi, Asep Adang; Irwanto, Bambang; Saputro, Guntur Eko; Suadnyana, I Nyoman; F.Harsono, Cecilia
Lebah Vol. 18 No. 4 (2025): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i4.346

Abstract

Rivalitas antara Quadrilateral Security Dialogue dan China di kawasan Indo-Pasifik semakin menguat dan membentuk arsitektur geopolitik baru yang berdampak langsung terhadap kepentingan strategis Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Bagaimana implikasi multidimensi dari rivalitas Quad dan China terhadap posisi strategis Indonesia di kawasan Indo-Pasifik, khususnya dalam aspek keamanan, ekonomi, politik luar negeri, serta pertahanan dan kepentingan nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis analisis dokumen, studi ini menemukan bahwa posisi strategis Indonesia di kawasan menjadikannya rentan terhadap dinamika militerisasi di Laut China Selatan, ketergantungan ekonomi terhadap Belt and Road Initiative, dan tekanan diplomatik dari kekuatan besar dunia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia harus merespons rivalitas ini melalui penguatan diplomasi aktif, modernisasi pertahanan, peningkatan kapasitas intelijen strategis, dan diversifikasi mitra kerja sama. Temuan ini juga menegaskan pentingnya Indonesia memosisikan diri sebagai kekuatan penyeimbang di tengah rivalitas global, agar tidak hanya menjadi objek kontestasi geopolitik, melainkan juga aktor strategis yang dapat berperan dalam menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan Indo-Pasifik. Penelitian ini memperkaya teori hubungan internasional Indonesia dan memberi kerangka analisis strategis bagi kebijakan luar negeri. Ke depan, disarankan pendekatan kuantitatif atau mixed-method untuk mengukur dampak rivalitas Quad dan China secara lebih terstruktur..
National defense policy based on readiness against non-military threat Susanto, Setyo Hani; Supriyadi, Asep Adang; Harefa, Faonaso
Lebah Vol. 18 No. 4 (2025): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i4.361

Abstract

Penelitian ini membahas urgensi implementasi dan penerapan sistem pertahanan rakyat semesta sebagai pendekatan adaptif dan strategis dalam memperkuat ketahanan nasional Indonesia di tengah ancaman multidimensi yang semakin kompleks dan dinamis. Ancaman terhadap keamanan negara saat ini tidak hanya berasal dari aspek militer yang bersifat fisik, tetapi juga mencakup serangan siber, disinformasi, pandemi, sabotase ekonomi, dan perubahan iklim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka terhadap literatur ilmiah, dokumen kebijakan pertahanan negara, serta praktik internasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi pertahanan rakyat semesta di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti lemahnya koordinasi lintas sektor, tumpang tindih regulasi, keterbatasan anggaran, dan rendahnya literasi pertahanan masyarakat. Keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif seluruh elemen Mengingat bahwa bangsa terdiri atas elemen pemerintah, sektor swasta, komunitas akademik, dan masyarakat sipil, maka penguatan sistem pertahanan nasional memerlukan pendekatan kolaboratif lintas sektor. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini merekomendasikan lima langkah strategis yang saling melengkapi. Pertama, diperlukan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan pertahanan guna menciptakan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap dinamika ancaman kontemporer. Kedua, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi prasyarat utama melalui pendidikan, pelatihan, serta rekrutmen berbasis kompetensi. Ketiga, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam aktivitas operasional sehari-hari diharapkan dapat mempercepat proses pengambilan keputusan dan meningkatkan efisiensi sistem pertahanan. Keempat, transformasi budaya kerja harus dilakukan melalui pengurangan struktur hierarki yang berlebihan serta penerapan sistem merit dalam pembinaan karier aparatur pertahanan. Kelima, penguatan dukungan anggaran dan komitmen politik yang proporsional setara dengan negara-negara lainmerupakan landasan keberlanjutan pembangunan pertahanan jangka panjang.
Burkina Faso's military strategy faces extremism: Implications for Indonesia Harefa, Faonaso; Harsono, Cecilia F.
Lebah Vol. 18 No. 4 (2025): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i4.362

Abstract

Penelitian ini dilandasi kebutuhan memahami strategi militer Burkina Faso dalam menghadapi ekstremisme pascakudeta militer tahun 2022, dan  relevansinya sebagai bahan pembelajaran bagi Indonesia. Meskipun memiliki perbedaan konteks geografis dan politik, Indonesia tetap menghadapi potensi munculnya kembali kelompok ekstremisme, terutama di wilayah yang pernah menjadi pusat aktivitas radikal. Hasil penelitian, ditemukan bahwa aspek militer, stabilitas politik, dan penguasaan wilayah merupakan titik krusial yang menunjukkan kelemahan signifikan dalam sistem keamanan Burkina Faso dan keterlibatan aktor eksternal  Rusia yang memanfaatkan kekosongan pengaruh Barat di kawasan Sahel. Pendekatan respons yang bersifat sektoral dan terlalu menekankan pada kekuatan militer terbukti tidak memadai dalam merespons dinamika ancaman ekstremisme yang kompleks dan transnasional. Penggunaan kerangka DIME–PMESII dalam penelitian ini memberikan gambaran yang komprehensif terkait kondisi internal dan kapasitas respons negara, dengan mengidentifikasi ketimpangan antara urgensi ancaman dan kesiapan sektor strategis. Sementara itu, metode forecasting berbasis pembobotan memperkuat kapasitas prediktif dalam perumusan kebijakan, sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih berbasis bukti dan responsif terhadap dinamika jangka menengah hingga panjang.Bagi Indonesia, temuan ini menegaskan pentingnya penguatan sistem keamanan nasional secara multidimensional. Fokus perlu diarahkan pada pengembangan sistem deteksi dini, pengelolaan wilayah perbatasan, dan peningkatan koordinasi antar lembaga terkait dalam rangka mencegah berkembangnya ekstremisme. Pendekatan ini relevan dengan penerapan Complex Adaptive Systems Theory, National Resilience Theory, dan Human Security Theory, yang menempatkan kesejahteraan dan perlindungan warga negara sebagai bagian integral dari sistem pertahanan. Kasus Burkina Faso, Indonesia dapat merumuskan strategi yang lebih komprehensif dan adaptif dalam menghadapi ancaman ideologis transnasional.
Essequibo regional dispute dynamics and their impact on regional stability Harefa, Faonaso; Harsono, Cecilia F.; Djoko Purwanto, Ignatius Eko
Lebah Vol. 18 No. 4 (2025): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i4.363

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika transformasi sengketa wilayah Essequibo antara Venezuela dan Guyana dari isu perbatasan historis menjadi persoalan geopolitik strategis yang memiliki implikasi signifikan terhadap stabilitas kawasan Amerika Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, serta dianalisis melalui kerangka DIME–PMESII dan pendekatan teoretis Realisme dan Liberalisme Institusional. Temuan menunjukkan bahwa konflik ini telah bereskalasi menjadi permasalahan multidimensi yang melibatkan aktor regional maupun global. Dimensi diplomatik menjadi sangat menonjol, tercermin dari keterlibatan Mahkamah Internasional serta dukungan terbuka lembaga kawasan seperti Caribbean Community (CARICOM) dan Organization of American States (OAS) terhadap posisi Guyana. Sementara itu, dimensi ekonomi memperkuat kompleksitas konflik, seiring dengan eksplorasi sumber daya migas strategis di wilayah pesisir Essequibo yang menjadi objek kepentingan nasional bagi kedua negara. Keterlibatan aktor eksternal, termasuk Amerika Serikat, China, dan korporasi multinasional, menambah dinamika konflik serta memperluas spektrum kontestasi geopolitik. Meskipun belum terdapat indikasi konfrontasi bersenjata terbuka, temuan ini menekankan urgensi penyelesaian melalui mekanisme hukum internasional serta perlunya penguatan tata kelola regional untuk mencegah fragmentasi politik dan menjamin stabilitas kawasan.Penelitian ini memberikan kontribusi akademik dengan mengkaji dinamika sengketa regional Essequibo dan dampaknya terhadap stabilitas kawasan, serta menawarkan implikasi teoretis terkait eskalasi konflik, geopolitik perbatasan, dan peran mekanisme hukum internasional dalam menjaga perdamaian.
The use of statistical applications in defense Susetyo, Eko; Supriyadi, Adang Asep; Harefa, Faonaso
Lebah Vol. 18 No. 4 (2025): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i4.364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran aplikasi statistik dalam mendukung efektivitas sistem pertahanan dan militer di era modern. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas strategis bahwa dalam era kontemporer, yang ditandai dengan meningkatnya kompleksitas ancaman dan percepatan perkembangan teknologi, kebutuhan akan data yang akurat serta analisis yang tepat menjadi elemen krusial dalam penyelenggaraan fungsi pertahanan negara. Di sisi lain, pemanfaatan aplikasi statistik dalam sistem pertahanan dan militer Indonesia masih belum mencapai tingkat optimal, sehingga diperlukan kajian yang lebih mendalam untuk memahami kontribusinya secara komprehensif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi penerapan metode statistik dalam berbagai aspek pertahanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan statistik telah berkembang melampaui fungsi deskriptif dan kini menjadi instrumen analitik utama dalam deteksi ancaman siber, pengambilan keputusan operasional, evaluasi mutu pendidikan militer, serta pengujian sistem informasi digital. Metode statistik seperti design of experiments, decision theory, regresi moderasi, analisis bibliometrik, dan hidden Markov model telah digunakan secara luas dalam menghadapi kompleksitas multidomain secara sistematis dan berbasis data. Temuan ini konsisten dengan sejumlah teori relevan, termasuk Teori Statistik dalam Pertahanan, Teori Probabilitas dan Distribusi, Teori Desain Eksperimen, serta pendekatan Explainable Artificial Intelligence (XAI). Secara konseptual dan praktis, penelitian ini menegaskan pentingnya institusionalisasi aplikasi statistik sebagai bagian integral dari transformasi manajemen pertahanan yang berbasis data
Analysis of the synergy of public policy and defense to improve state security management Octaviana, Shoraya Lolyta; Supriyadi, Adang Asep; Harefa, Faonaso
Lebah Vol. 18 No. 4 (2025): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i4.380

Abstract

Kebijakan publik dan pertahanan negara memiliki hubungan erat dalam pengelolaan wilayah pertahanan, yang tercermin dalam strategi keamanan nasional. Artikel ini menganalisis bagaimana kebijakan publik memengaruhi strategi pertahanan, terutama dalam konteks pengelolaan wilayah pertahanan di Indonesia, dengan mempertimbangkan dinamika lingkungan strategis dan ancaman keamanan yang terus berkembang. Keamanan suatu negara dipengaruhi oleh berbagai variabel, termasuk ekonomi, politik, hukum, sosial-budaya, ideologi, geografi, demografi, dan sumber daya alam, sehingga pertahanan negara tidak hanya bergantung pada tindakan keamanan konvensional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menguji implementasi strategi keamanan siber nasional dan tantangan yang dihadapi, serta memberikan rekomendasi untuk peningkatan strategi di masa depan. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis peran Indonesia dalam mempromosikan stabilitas regional melalui Pandangan ASEAN tentang Indo-Pasifik, yang mencerminkan upaya kolektif untuk menyeimbangkan pengaruh kekuatan-kekuatan besar di kawasan ini. Oleh karena itu, diperlukan kajian mendalam mengenai evolusi kebijakan publik pertahanan Indonesia untuk meningkatkan pertahanan negara di masa depan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengelolaan wilayah pertahanan dan penguatan keamanan nasional memerlukan pendekatan yang komprehensif dan beragam, tidak hanya pada tingkat permukaan. Kebijakan publik dan strategi pertahanan nasional harus dikoordinasikan dengan cermat dan diintegrasikan secara mulus, dengan mempertimbangkan kondisi, tantangan, dan kemampuan unik dari setiap wilayah pertahanan. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis komprehensif tentang pengaruh kebijakan publik terhadap efektivitas pengelolaan wilayah pertahanan dan strategi keamanan nasional, dengan fokus pada adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan dalam lingkungan strategis