Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

TRANSFORMATION OF EAST KALIMANTAN BATIK INTO READY-TO-WEAR FASHION WITH AUGMENTED REALITY FOR CREATIVE ECONOMY IKN Hesti Rosita Dwi Putri; Sasferi Yendra; Eko Agung Syaputra
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The uniqueness of East Kalimantan batik lai in its motifs and colors which are influenced by motif designs inspired by the Dayak tribe, local flora, and fauna.  The transformation of East Kalimantan batik into ready-to-wear fashion is a strategic initiative to combine cultural heritage with modern design trends, and contribute to the creative economy in Indonesia's new capital city. This research explores the development of batik from a traditional fabric into a contemporary fashion product, with the aim of strengthening local identity so as to expand market reach. Augmented reality technology is used to enhance the consumer experience through a virtual try-on feature, allowing users to view batik clothing in real time. The problem formulation in this research is how the transformation process of East Kalimantan Batik into ready-to-wear fashion products, and how the use of Augmented Reality technology can provide solutions to improve user experience in trying and deciding product purchases effectively. The method used is the Design Thinking method which is carried out with 4 stages namely discover, define, develop and deliver. The results obtained Augmented Reality  in the promotion of ready-to-wear batik not only supports the preservation of local culture, but also strengthens the competitiveness of batik products in the modern era. This is an important step in making batik a highly competitive ready-to-wear fashion product in supporting IKN's creative economy.
PEMBERDAYAAN KEBUN MELON SUMBER BERKAH SEBAGAI SARANA EDUKASI ANAK DI BALIKPAPAN : Empowering the Sumber Berkah Melon Farm as A Means of Education for Children in Balikpapan Putri, Hesti Rosita Dwi; Hijriah
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v3i2.198

Abstract

Kegiatan Program Mahasiswa Mengabdi Desa (PMMD) merupakan program yang dilaksanakan oleh mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan di Kebun Melon Sumber Berkah, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memberdayakan Kebun Melon Sumber Berkah sebagai sarana edukasi anak. Kebun Melon Sumber Berkah merupakan perkebunan yang menghasilkan berbagai hasil pertanian seperti melon, semangka, jagung dan sayuran lainnya. Selain sebagai lahan pertanian, kebun ini memiliki daya tarik sebagai sarana edukatif seperti pertanian, praktik menanam, dan pengenalan proses budidaya melon bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan, kemandirian, dan pemahaman dasar tentang pertanian sejak usia dini. Namun potensi tersebut belum dikembangkan secara optimal dan hanya dikenal oleh masyarakat sekitar saja. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif yaitu mahasiswa melaksanakan upaya pemberdayaan kebun melon Sumber Berkah sebagai sarana edukasi anak seperti membuat desain brosur kebun melon Sumber Berkah sebagai wisata edukasi dan mengajak anak-anak terlibat langsung dalam proses penanaman bibit dan pemeliharaan tanaman. Hasil Kegiatan menunjukan adanya peningkatan antusiasme anak-anak terhadap kegiatan pertanian serta kesadaran pentingnya edukasi berbasis lingkungan. Program ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan kawasan wisata edukatif yang berkelanjutan di wilayah urban.
Platform Visualisasi 3d Imersif Untuk Pelestarian Berkelanjutan Warisan Budaya Di Kalimantan Timur Syaputra, Eko Agung; Paninggalih, Ramadhan; Putri, Hesti Rosita Dwi; Rossalina, Novianti
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 8, No 1 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v8i1.16016

Abstract

Perkembangan teknologi imersif telah mengubah cara pelestarian dan diseminasi warisan budaya, memungkinkan museum menghadirkan pengalaman interaktif dan personal di luar batas ruang dan waktu. Penelitian ini memperkenalkan serta mengevaluasi Lamiang Nusantara, sebuah platform visualisasi 3D imersif yang dirancang untuk melestarikan dan mempromosikan warisan budaya Kalimantan Timur melalui representasi digital yang dinamis. Dengan menggunakan metode design sprint yang mengintegrasikan prototyping iteratif dan keterlibatan pemangku kepentingan, penelitian ini berfokus pada peningkatan akurasi render, responsivitas sistem, dan interaktivitas pengguna. Uji kinerja komparatif menunjukkan bahwa Luma AI memberikan fidelitas visual tertinggi dengan nilai RMS serendah 0,00063, jauh lebih unggul dibandingkan Polycam (0,01275) dan LiDAR (0,05245). Meskipun LiDAR kurang sesuai untuk digitalisasi artefak detail karena tingkat error yang tinggi (CMDM 0,378595), metode ini tetap efektif untuk pemetaan ruang berskala besar. Sementara itu, Polycam menawarkan keseimbangan optimal antara kualitas dan aksesibilitas sehingga praktis untuk digitalisasi massal. Evaluasi pengguna menghasilkan skor rata-rata 2,317 pada kategori “sangat setuju”, yang menegaskan bahwa visualisasi 3D imersif mampu meningkatkan pemahaman artefak budaya sekaligus kesadaran terhadap pelestarian warisan budaya. Hasil ini menegaskan signifikansi ilmiah dan praktis teknologi imersif dalam memperluas akses publik serta mendorong pelestarian budaya berkelanjutan di Kalimantan Timur.
Transformation of East Kalimantan Batik into Ready-to-Wear Fashion with Augmented Reality for Creative Economy IKN Putri, Hesti Rosita Dwi; Yendra, Sasferi; Syaputra, Eko Agung
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The uniqueness of East Kalimantan batik lai in its motifs and colors which are influenced by motif designs inspired by the Dayak tribe, local flora, and fauna.  The transformation of East Kalimantan batik into ready-to-wear fashion is a strategic initiative to combine cultural heritage with modern design trends, and contribute to the creative economy in Indonesia's new capital city. This research explores the development of batik from a traditional fabric into a contemporary fashion product, with the aim of strengthening local identity so as to expand market reach. Augmented reality technology is used to enhance the consumer experience through a virtual try-on feature, allowing users to view batik clothing in real time. The problem formulation in this research is how the transformation process of East Kalimantan Batik into ready-to-wear fashion products, and how the use of Augmented Reality technology can provide solutions to improve user experience in trying and deciding product purchases effectively. The method used is the Design Thinking method which is carried out with 4 stages namely discover, define, develop and deliver. The results obtained Augmented Reality  in the promotion of ready-to-wear batik not only supports the preservation of local culture, but also strengthens the competitiveness of batik products in the modern era. This is an important step in making batik a highly competitive ready-to-wear fashion product in supporting IKN's creative economy.
Program keterampilan menjahit bagi kelompok ibu rumah tangga sebagai perwujudan pemberdayaan perempuan Putri, Hesti Rosita Dwi; Hijriah; Amir, Supratiwi
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v4i4.20812

Abstract

Pemberdayaan Perempuan melalui keterampilan menjahit dilaksanakan pada RT 16 Kelurahan Karang Joang KM. 12 Balikpapan Utara, Kalimantan Timur. Pada dasarnya pemberdayaan perempuan ini bertujuan untuk membuat setiap perempuan menjadi seorang yang mandiri yang tidak menggantungkan hidupnya pada keluarganya maupun orang lain. Metode pengabdian menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang kegiatan dilakukan dengan melibatkan Masyarakat dalam mengikuti pelatihan keterampilan menjahit dimulai dari berdiskusi awal, merumuskan permasalah, merancang rencana kegiatan, melaksanakan pelatihan hingga evaluasi akhir. Manfaat kegiatan ini yaitu meningkatkan keinginan ibu rumah tangga untuk memiliki keterampilan khususnya menjahit. Hasil evaluasi dilakukan dengan pengisian kuisioner pada awal dan akhir kegiatan sehingga didapat perkembangan yang cukup signifikan pada pengetahuan alat dan teknik jahit, kemudian tahapan yang paling sulit pada proses pembuatan pola dan yang paling disenangi yaitu menjahit dan mengobras, serta kemampuan peserta pelatihan meningkat 90 % dari yang awalnya belum perna menjahit hingga mampu menyelesaikan blus masing-masing pada akhir kegiatan. Kelanjutan kegiatan ini yaitu melakukan pelatihan lanjutan dalam meningkatkan kreativitas keterampilan menjahit pada penerapan berbagai produk yang memiliki nilai jual dimasyarakat.
Eksplorasi Visual Cerita Rakyat Pesut Mahakam Pada Media Batik Putri, Hesti Rosita Dwi; Anggita, Adinda Erin Nur; Syakirah, Haur Nahdah; Nuraini, Nada Fathi; Kinasih, Sekar
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11227

Abstract

Cerita rakyat merupakan salah satu bentuk budaya di Indonesia yang kini mulai dilupakan.Penelitian ini memiliki peran dalam melestarikan cerita rakyat dengan menjadikannya sumberinspirasi untuk membuat motif batik. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kesadaranmasyarakat terhadap sumber daya dan warisan budaya lokal. Cerita rakyat yang diangkat menjadiinspirasi motif batik dalam penelitian ini berasal dari Kalimantan Timur yang berjudul LegendaPesut Mahakam. Cerita ini mengisahkan tentang seorang ayah, Pak Pung, yang setelah kehilanganistri dan menikah lagi, anak-anaknya disiksa oleh istri barunya, hingga akhirnya, kedua anaktersebut berubah menjadi ikan pesut. Metode penelitian yang diterapkan dalam menciptakandesain batik menggunakan Metode Desain Thinking. Di era modern ini, pembuatan batik tidakhanya bergantung pada keterampilan manusia, tetapi juga dapat dilakukan oleh mesin CNC(Computer Numerical Control) . Teknologi ini memungkinkan pembuatan desain motif batik yangkompleks tanpa khawatir tentang cara mengaplikasikannya ke kain. Hasil penelitian inimenampilkan hasil eksplorasi visual dari cerita rakyat pesut Mahakam dengan menggunakanmedia batik CNC.
STRATEGI PENGUATAN EKONOMI KREATIF IKN MELALUI PELATIHAN DIGITALISASI DAN INOVASI PRODUK BATIK Putri, Hesti Rosita Dwi; Syaputra, Eko Agung; Purba, Arini Anestesia; Khairunnisa, Shopy Farras; Rizqi, Muhammad; Lukito, Kanaya Anada; Senduk, Arishty Cicilia Calista
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35952

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemandirian Komunitas Batik Tiga Zaman, yang terdiri dari 14 pengrajin batik di Balikpapan dan Penajam Paser Utara, dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan inovasi produk. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan kemampuan digitalisasi desain, kurangnya inovasi produk sesuai tren pasar, serta rendahnya literasi digital dan kewirausahaan kreatif di kalangan anggota yang sebagian besar ibu rumah tangga. Melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), program ini memanfaatkan potensi lokal seperti keterampilan membatik dan jejaring sosial untuk pengembangan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan, di mana sekitar 75% peserta naik dari pemahaman rendah menjadi tinggi dalam penggunaan Generative AI untuk desain batik, 20% stabil pada tingkat baik, dan hanya 5% masih rendah. Program ini terbukti efektif dalam memperkuat literasi digital dan inovasi desain batik berbasis teknologi.Kata kunci: Batik; Generative AI; digitalisasi; inovasi produk; ABCD. ABSTRACTThis Community Service Program (PkM) aims to improve the capacity and independence of the Tiga Zaman Batik Community, which consists of 14 batik artisans in Balikpapan and Penajam Paser Utara, in facing the challenges of digitization and product innovation. The main issues faced by partners include limited digital design capabilities, a lack of product innovation in line with market trends, and low digital literacy and creative entrepreneurship among members, most of whom are housewives. Through an Asset-Based Community Development (ABCD) approach, this program utilizes local potential such as batik skills and social networks for sustainable development. Activity results show significant improvement, with approximately 75% of participants advancing from low to high proficiency in using Generative AI for batik design, 20% remaining at a good level, and only 5% still at a low level. The program has proven effective in strengthening digital literacy and technology-based batik design innovation.Keywords: Batik; Generative AI; digitization; product innovation; ABCD.
Pemberdayaan Perempuan: Menjahit, Membuat Kemasan dan Foto Produk sebagai Upaya peningkatan kerampilan di Kelurahan Karang Joang Balikpapan Utara Hijriah Hijriah; Hesti Rosita Dwi Putri; Supratiwi Amir Amir
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/psnpm.v1.96

Abstract

Karang Joang merupakan Kelurahan yang berada pada wilayah Balikpapan Utara Kalimantan Timur. Mayoritas mata pencarian kepala keluarga yaitu sebagai petani kebun singkong. Adapun kegiatan utama dari kaum perempuan adalah bekerja sebagai ibu rumah tangga, sehingga penghasilan digantungkan kepada kepala keluarga. Jumlah penduduk laki-laki dan perempuan hampir berimbang sehingga jika kaum perempuan di Karang Joang memiliki keterampilan maka dapat meningkatkan perekonomian keluarga. Keterampilan yang dimiliki juga dapat dikerjakan dirumah sembari tetap mengurus keluarga sehingga berdasarkan hal tersebut dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan menjahit, pembuatan kemasan dan foto produk. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah praktik langsung. Jumlah peserta pelatihan terdiri dari 10 orang yang mayoritas sebagai ibu rumah tangga. Pada awal kegiatan perserta pelatihan dilakukan pretest berupa kuisioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan kemampuan dalam teknik menjahit, pembuatan kemasan dan foto produk. Berdasarkan hasil kuisioner diperoleh bahwa peserta pelatihan belum memiliki kemampuan awal baik dalam penggunaan mesin jahit, pemotongan kain, pembuatan paperbag hingga pemanfaatan smartphone sebagai alat foto produk yang dapat menghasilan pemasukan. Setelah dilakukan pelatihan maka peserta memperoleh peningkatan keterampilan mengenai pembuatan pakaian, membuat paperbag dan foto produk dari hasil jahitannya sebesar 90%.
PENGUATAN BRAND IDENTITY TANJUNG GADING MELALUI PEMBANGUNAN GAPURA CAMPING GROUND DAN PLATFORM DIGITAL WISATA BERBASIS KOMUNITAS Tajri M, Fulkha; Putri, Hesti Rosita Dwi; Huldiansyah, Denny; Firmansyah, Wahyu; Sofyan, Azzah Nafisah; Pratama, Surya Abdi; Savitri, Elycha Rahmah
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36106

Abstract

ABSTRAK                                                                            Tanjung Gading di Kelurahan Karang Joang, Kota Balikpapan, merupakan destinasi wisata potensial dengan karakter lanskap alam, budaya lokal, serta keberadaan camping ground yang unik. Namun, kawasan ini belum berkembang optimal akibat beberapa permasalahan utama, yaitu ketiadaan infrastruktur visual penanda kawasan, rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam promosi wisata, serta terbatasnya kapasitas masyarakat dalam produksi dan pengelolaan konten. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat identitas visual destinasi, meningkatkan literasi digital masyarakat, dan memperluas jangkauan promosi wisata berbasis teknologi. Program dilaksanakan melalui lima tahapan: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan strategi keberlanjutan. Mitra sasaran adalah Pokdarwis Wisata Tanjung Gading yang beranggotakan masyarakat lokal, dengan total 19 peserta aktif terlibat dalam pelatihan dan proses produksi konten digital. Intervensi utama dalam kegiatan ini meliputi pembangunan gapura camping ground sebagai identitas visual kawasan, pengembangan website resmi yang terintegrasi dengan virtual tour 360°, serta pelatihan konten digital mencakup fotografi, videografi, storytelling, dan pengelolaan media sosial. Hasil awal kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam penguatan branding destinasi. Gapura yang telah selesai dibangun kini menjadi landmark baru sekaligus meningkatkan visibilitas kawasan. Website wisata dan virtual tour yang sedang dikembangkan terbukti membuka akses informasi yang lebih luas bagi calon wisatawan. Selain itu, pelatihan konten digital berhasil meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam menghasilkan materi promosi yang lebih menarik, konsisten, dan relevan. Kolaborasi antara akademisi dan Pokdarwis mendorong terbentuknya kemandirian komunitas dalam pengelolaan wisata berbasis digital, sehingga program ini berpotensi memberikan dampak berkelanjutan bagi pengembangan Tanjung Gading sebagai destinasi wisata berbasis komunitas. Kata Kunci: Gapura Camping Ground; Digitalisasi Wisata; Virtual Tour; Brand Identity; Pemberdayaan Masyarakat ABSTRACTTanjung Gading, located in Karang Joang Village, Balikpapan City, is a potential tourism destination characterized by its distinctive natural landscape, local cultural atmosphere, and unique camping-ground access. However, the area has not been optimally developed due to several key challenges, including the absence of visual infrastructure to mark the tourism zone, limited utilization of digital technology for promotional activities, and insufficient community capacity in producing and managing digital content. This community engagement program aims to strengthen the destination’s visual identity, enhance digital literacy among local residents, and expand tourism promotion through technology-based interventions. The program was implemented through five stages: socialization, training, technology deployment, mentoring, and sustainability reinforcement. The primary partner of this initiative is the Tanjung Gading Tourism Awareness Group (Pokdarwis), involving a total of 19 active participants in training sessions and content production activities. Core interventions include the construction of a landmark gate for the camping-ground area, the development of an official tourism website integrated with a 360-degree virtual tour, and digital content training covering photography, videography, storytelling, and social media management. Initial results indicate a significant improvement in destination branding efforts. The newly constructed gate has become a recognizable landmark that enhances the visibility and identity of the tourism area. The ongoing development of the website and virtual tour has opened broader access to information for potential visitors. Moreover, the digital content training has successfully improved the community’s ability to create promotional materials that are visually appealing, consistent, and contextually relevant. The collaborative work between academics and the Pokdarwis contributes to building community independence in managing digitally driven tourism promotion, positioning the program to deliver sustainable impact on the development of Tanjung Gading as a community-based tourism destination.Keywords: Gapura Camping Ground; Tourism Digitalization; Virtual Tour; Brand Identity; Community Empowerment
PENDEKATAN DESAIN BERKELANJUTAN PADA PLATFORM 3D IMERSIF UNTUK MENDUKUNG KONSERVASI WARISAN BUDAYA KALIMANTAN TIMUR Syaputra, Eko Agung; Paninggalih, Ramadhan; Putri, Hesti Rosita Dwi; Rossalina, Novianti
Tanra: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 12, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tanra.v12i3.76937

Abstract

Perkembangan teknologi imersif telah membuka peluang baru dalam pelestarian dan diseminasi warisan budaya, memungkinkan pengalaman museum yang interaktif dan inklusif melampaui batas ruang dan waktu. Penelitian ini mengusulkan dan mengevaluasi pendekatan desain berkelanjutan melalui pengembangan platform museum digital Lamiang Nusantara, yang mengintegrasikan metodologi design sprint dan evaluasi kinerja kuantitatif. Fokus penelitian mencakup perbandingan tiga teknik pemodelan 3D — Luma AI berbasis NeRF, fotogrametri Polycam, dan pemindaian LiDAR — untuk menilai akurasi representasi artefak, ketajaman tekstur, dan kesesuaian untuk konservasi budaya. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa Luma AI menghasilkan fidelitas visual tertinggi, Polycam menawarkan kompromi optimal antara kualitas dan aksesibilitas untuk digitalisasi massal, sedangkan LiDAR lebih cocok untuk pemetaan ruang berskala besar daripada detail artefak. Uji coba pengguna yang melibatkan 50 responden menghasilkan tingkat kepuasan rata-rata 2.317 pada kategori “sangat setuju”, menegaskan efektivitas platform dalam meningkatkan pemahaman dan keterlibatan budaya. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan model visualisasi imersif yang dapat diskalakan dan mendukung tujuan pelestarian budaya digital serta strategi Smart City. Namun, keterbatasan penelitian mencakup jumlah artefak yang terbatas, ketergantungan pada perangkat pemindaian berbasis ponsel, dan pemrosesan berbasis cloud. Studi selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan artefak, mengintegrasikan teknologi pemindaian yang lebih canggih, serta mengeksplorasi real-time rendering untuk meningkatkan autentisitas dan keberlanjutan platform.