Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) Di SMA Negeri 12 Surabaya Dhani Cahya Saputra; Arini Nur Rofidah; Amalia Wulan Mahardika Putri; Ardhea Dwi Ananda; Ima Widiyanah
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (Oktober - Desember 2025)
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpkn.v3i4.2848

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerapan pendekatan Deep Learning di SMA Negeri 12 Surabaya sebagai respons atas perubahan kebijakan kurikulum nasional. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan guru, siswa, serta wakil kepala sekolah bagian kurikulum. Analisis penelitian difokuskan pada kesiapan sekolah, pelatihan guru, praktik pembelajaran, serta dampak penerapan prinsip mindful, meaningful, dan joyful learning dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah mempersiapkan diri dengan baik melalui pelatihan intensif bagi guru dan kegiatan berbagi praktik di lingkungan internal sekolah. Guru mampu mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek dan penyelidikan yang mendorong keterlibatan siswa, kemampuan berpikir kritis, serta koneksi antara materi pelajaran dan kehidupan nyata. Implementasi Deep Learning juga meningkatkan partisipasi belajar dan memperkuat sikap kolaboratif serta kreatif siswa. Meskipun terdapat hambatan seperti perbedaan kemampuan literasi digital dan adaptasi terhadap pola belajar baru, pendekatan ini terbukti memberikan kontribusi positif terhadap kualitas pembelajaran dan perkembangan karakter siswa. Secara keseluruhan, penerapan Deep Learning di SMA Negeri 12 Surabaya mendukung pembelajaran yang lebih bermakna, relevan, dan berpusat pada peserta didik.
Implementasi Strategi Kurikulum Inovatif di SD Labschool UNESA 2 Lidah Wetan Surabaya Raka Praseyo Nurhaddi; Masita Nur Hayati; Ira Diana Anggraini; Diana Widyati; Bachtiar Syaiful Bachri; Ima Widiyanah
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2730

Abstract

Pengelolaan kurikulum secara inovatif di sekolah dasar menjadi kunci peningkatan kualitas pendidikan. SD Labschool UNESA 2 Surabaya sebagai sekolah laboratorium telah mengembangkan manajemen kurikulum yang mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PBL), kurikulum inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus, pemanfaatan teknologi digital (Chromebook dan Learning Management System), partisipasi aktif komite sekolah, serta manajemen guru yang profesional. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi kelima komponen tersebut dalam manajemen kurikulum inovatif di SD Labschool UNESA 2. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, siswa, komite sekolah dan direktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL diterapkan melalui proyek kreatif yang meningkatkan keterlibatan dan kompetensi siswa. Implementasu kurikulum inklusif melalui pendampingan Guru Pendamping Khusus siswa ABK sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam pembelajaran. Integrasi teknologi ditandai oleh penggunaan Chromebook dan LMS yang mendukung pembelajaran interaktif serta memudahkan pemantauan oleh guru dan orang tua. Komite sekolah berperan aktif sebagai mitra kolaboratif dalam perencanaan dan evaluasi kurikulum. Manajemen guru dilaksanakan melalui rekrutmen guru berkualitas, pengembangan kompetensi berkelanjutan, serta evaluasi rutin (rapat koordinasi mingguan dan pemantauan kinerja). Manajemen kurikulum inovatif di SD Labschool UNESA 2 Surabaya berjalan efektif dan berkontribusi positif terhadap peningkatan mutu pembelajaran melalui sinergi kelima aspek tersebut.
Analisis Penerapan Pendekatan Pembelajaran Mendalam Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di SD Muhammadiyah 1 Menganti Rosyadatus Sabilah; Maharani Desita Eka Cahyani; Azizatur rohmah; Amrih Dwi Wulandari; Ima Widiyanah
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 (2025): Desember
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v4i1.1192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran mendalam dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SD Muhammadiyah 1 Menganti yang sebelumnya masih cenderung berfokus pada hafalan dan kurang menstimulasi pemahaman konsep serta kreativitas siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru kelas dan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran berbasis proyek pemanfaatan teknologi digital wawancara dengan guru kelas dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum serta studi dokumentasi berupa RPP hasil proyek dan catatan kegiatan pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kualitas pembelajaran ditinjau melalui indikator pemahaman konsep kemampuan berpikir kritis keberanian menyampaikan pendapat serta keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran mendalam mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa mendorong berpikir kritis serta meningkatkan partisipasi dan keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat. Selain itu pembelajaran mendalam mendorong guru mengembangkan pembelajaran berbasis proyek sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan tidak lagi berpusat pada guru. Dengan demikian pembelajaran mendalam efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan layak diterapkan secara berkelanjutan di sekolah dasar
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN (SIMPEG) DI MADRASAH DALAM MEWUJUDKAN TATA KELOLA PEGAWAI (STUDI MULTI KASUS DI MTS NEGERI 1 DAN MTS NEGERI 3 KOTA SURABAYA) Kamelia Musa’ad; Kaniati Amalia; Ayu Wulandari; Muffarihul Hazin; Ima Widiyanah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42516

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Personnel Management Information System (SIMPEG) at MTs Negeri 1 and MTs Negeri 3 Surabaya using a qualitative approach with a multi-case study design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and their validity was tested using source and technique triangulation. The findings show that the implementation of SIMPEG in both madrasahs has gone through the stages of execution and evaluation. The implementation of SIMPEG has proven to accelerate personnel services, although it still requires technical assistance and simplification of workflows to enhance user-friendliness. Meanwhile, periodic evaluations are utilized to improve procedures, enhance data quality, and serve as a basis for structuring teachers’ ranks, grades, and positions. SIMPEG has a positive impact on teacher professionalism through the availability of performance data, training histories, self-development records, as well as the strengthening of orderly administrative culture and work discipline. At the same time, it reinforces data-based teacher governance, minimizes misunderstandings in personnel services, and supports leadership decision-making related to assignments and career development. Supporting factors for SIMPEG implementation include policy support from the Ministry of Religious Affairs and madrasah leaders, the availability of ICT facilities and internet networks, the presence of competent operators, and a culture of mutual assistance among teachers. In contrast, inhibiting factors include limited information technology skills among some teachers, heavy teaching workloads, technical system and network constraints that are not always accompanied by detailed technical guidelines. The implications of this study emphasize that optimizing SIMPEG requires strengthened continuous assistance, improved digital literacy, reorganization of administrative workloads, and consistent data updating so that SIMPEG truly functions as a strategic instrument in personnel governance and teacher professional development.
Analisis Kurikulum Deep Learning di SMA Islam Shafta Surabaya Rachel Hamdan Al Kahfi; Atta Yusli Salsabil; Diva Aprinita Hardiyanti; Saskia Erliana Fitiawanti; Ima Widiyanah
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.2560

Abstract

Kurikulum menjadi suatu hal yang penting dalam pendidikan, sehingga harus menyesuaikan dengan kondisi zaman agar lulusan nantinya mampu menjawab dan memenuhi kebutuhan zaman yang ada. Namun, di sisi lain pendidikan juga mempunyai permasalahan mulai dari sumber daya guru, sarana prasarana yang belum merata padahal secara sistem kebijakan sama dari pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kurikulum Deep Learning di SMA Islam Shafta Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi, serta analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA Islam Shafta Surabaya telah menerapkan kurikulum Deep Learning yang berfokus pada tiga aspek utama, yaitu joyful learning, meaningful learning, dan mindful learning. Aspek joyful learning terlihat dari kegiatan belajar yang menyenangkan dan mendorong keaktifan siswa, meaningful learning tampak dari pembelajaran yang dikaitkan dengan kehidupan nyata, sedangkan mindful learning tercermin dari upaya sekolah menumbuhkan pola pikir kritis dan kesadaran diri siswa. Meskipun penerapannya sudah berjalan, implementasi kurikulum Deep Learning belum merata di seluruh mata pelajaran, sehingga perlu pengembangan lebih lanjut agar dapat dioptimalkan secara menyeluruh.
Implementasi Kebijakan Pendidikan Dengan Sistem Zonasi Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 2 Buduran Azimatul Af’idah; Wahyu Rahmawati; Karwanto Karwanto; Ima Widiyanah
Jurnal Penelitian Vol. 10 No. 3 (2025): Jurnal Penelitian September 2025
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46491/jp.v10i3.2138

Abstract

Education is a fundamental right of every Indonesian citizen guaranteed by the 1945 Constitution and strengthened by Law No. 20/2003 on the National Education System. One of the strategic policies in equalizing access to education in Indonesia is the implementation of the zoning system in the Admission of New Learners (PPDB), as regulated in Permendikbud No 17 of 2017 and refined through Permendikbud No 14 of 2018. This study aims to describe the implementation of the zoning system policy in PPDB at the junior secondary school level, especially at SMPN 2 Buduran, Sidoarjo Regency. The method used is a qualitative case study approach with data collection techniques in the form of observation, in-depth interviews, and documentation. The results showed that in general, the implementation of the zoning system at SMPN 2 Buduran went according to the provisions, including the stages of planning, team formation, technical implementation, and evaluation. However, there are still challenges such as quality gaps between schools, limited capacity, and dissatisfaction of some communitie. due to restrictions on school choices. The policy evaluation shows the need for synergy between local governments, schools and communities to improve the effectiveness of zoning implementation and ensure equity and equitable quality of education. This research contributes to policymaking at the local level to improve the zoning system in the future.
Implementasi Kepemimpinan Kepala Sekolah SMPN 61 Surabaya dalam Transformasi Menjadi Sekolah Wisata Edupark dan Inovasi Kepemimpinan Indri Ribbut Aprilla; Marselina Nango; Ima Widiyanah; Karwanto Karwanto
Jurnal Penelitian Vol. 10 No. 3 (2025): Jurnal Penelitian September 2025
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46491/jp.v10i3.2139

Abstract

Educational transformation in the modern era requires adaptive, innovative, and visionary school leadership. SMPN 61 Surabaya introduces a new paradigm through its initiative to transform into an Edupark Tourism School, integrating the concept of edutourism into the formal educational environment. This article aims to examine the implementation of school leadership in this transformation process, focusing on the innovative strategies applied, the challenges faced, and their impact on school culture and student learning. This study employs a descriptive qualitative approach using in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The research sample consists of 1 principal (Mr. Darto), 7 teachers across subjects, and 5 students actively involved in the Educational Tourism Park School activities. The results of the study indicate that the implementation of school leadership in this transformation is effective, with the main characteristics of transformational leadership, namely providing inspiration (85%), intellectual stimulation (80%), individual attention (75%), and ideal influence (90%). The principal's managerial skills were highly rated by teachers (82%) in terms of programme planning, activity organisation, and management of partnerships with external parties. Meanwhile, the use of leadership power, such as referent power (88%) and expert power (84%), was proven to increase the active participation of teachers and students. In the context of leadership politics, the principal successfully built consensus and united the various interests of the school community with an effectiveness rate of 79%. Overall, the principal's leadership demonstrated a strategic role in transforming the school into a creative, collaborative, and contextual learning space. This transformation not only strengthened the character of the students but also opened up space for more meaningful learning innovations. These findings are expected to serve as practical and theoretical references for other educational institutions seeking to implement a similar model.
Strategi Manajemen Humas dalam Meningkatkan Citra Sekolah Di SMPN 16 Surabaya Ita Sri; Lailatul Fitriyah; Dwi Cahyo Kurniawan; Ima Widiyanah; Karwanto Karwanto
Jurnal Penelitian Vol. 10 No. 3 (2025): Jurnal Penelitian September 2025
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46491/jp.v19i3.2140

Abstract

To improve the image of the school, the role of the community and society is very important in achieving the school's programme. In addition, implementing public relations management in educational institutions serves as a communication bridge or an extension of information in building a positive image of the school. The research conducted at SMPN 16 Surabaya aims to explain the public relations strategies used to build the image of SMPN 16 Surabaya as a school worthy of being a reference for parents amid technological developments to become one of the educational institutions for their children to attend. Data for this descriptive qualitative research was collected using interview techniques, observation, and document analysis. The research targets were the community of SMP Negeri 16 Surabaya (accredited A, score 92), including public relations, the principal, teachers, and students