Claim Missing Document
Check
Articles

Adab-Adab Membaca Dan Mempelajari Al-Qur’an Serta Imbalan Bagi Yang Mengajarkannya Halimatussa‘diah; Anisa Maulidya
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 11 (2024): November
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai adab-adab seseorang dalam tilawah Al-Qur’an, hukum mempelajarinya dan penerimaan imbalan bagi pengajarnya. Tujuan penelitian ini agar pembaca atau penghafal Al-Qur’an lebih memperhatikan adab-adab tilawah, mengetahui hukum mempelajari Al-Qur’an, menjelaskan pendapat ulama tentang boleh atau tidaknya menerima upah bagi pengajar Al-Quran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian library research. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adab-adab tilawah yang perlu diperhatikan diantaranya menjaga kebersihan mulut, membaca dalam kondisi suci, membaca di tempat yang suci, memulai bacaan dengan ta’awudz dan lain sebagainya. Menghafal Al-Qur’an termasuk dari mempelajarinya dan hukum asalnya adalah fardhu kifayah. Adapun hukum pengambilan upah terhadap murid terdapat ikhtilaf ulama dalam pembahasannya.
Sistematika Ikhtilaf Ulama Mengenai Ayat Pertama Dan Ayat Terakhir Turun Dalam Al-Qur’an Amelia Suciyanti; Anisa Maulidya
urn:multiple://2988-7828multiple.v2i128
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis ini membahas mengenai ayat pertama dan terakhir turun dalam Al-Qur’an. Tujuan analisis ini, agar pembaca mengetahui ayat pertama yang turun dan ayat yang terakhir yang turun. Selain itu, penelitian ini juga membahas perbedaan pendapat para ulama mengenai ayat yang pertama kali turun dan ayat yang terakhir turun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian Studi Kepustakaan (library research). Hasil analisis ini, didapati bahwa surat Al-‘Alaq ayat satu sampai lima adalah yang pertama yang turun, dan surat Al-Baqarah ayat dua ratus tujuh puluh delapan sampai dua ratus delapan puluh dua adalah ayat yang terakhir turun, ini adalah pen dapat yang rajih dikalangan ulama.
Makkiyah dan Madaniyyah: Jendela Spiritual Menuju Pemahaman Yang Mendalam Ainun Mardiyah; Anisa Maulidya
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i2.2701

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengupas secara mendalam tentang konsep makkiyah dan madaniyyah dalam Al quran, dengan fokus pada definisi, ciri-ciri, dan implikasinya dalam konteks pemahaman ajaran Islam. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan desain pustaka, dan hasil penelitian melihatkan tentang manfaat mengetahui makkiyah dan madaniyyah mulai dari pengertiannya, kraterianya, dan cara mengetahui kategorinya. Melalui pendekatan analisis tekstual dan historis, penelitian ini menggali karakteristik unik dari ayat-ayat makkiyah yang menekankan aspek akidah dan moralitas, serta ayat-ayat madaniyyah yang lebih terfokus pada tatanan sosial dan hukum. Ayat-ayat makkiyah, yang sering kali ditujukan untuk memperkuat iman, sangat relevan dalam menjawab tantangan yang dihadapi oleh umat Islam di masa awal, sementara ayat-ayat madaniyyah menawarkan pedoman praktis yang diperlukan untuk membangun masyarakat Muslim yang harmonis.
JAM’UL QUR’AN: DINAMIKA PENGUMPULAN DAN PELESTARIAN TEKS SUCI DALAM ULUMUL QUR’AN Liyyu Lathifa; Anisa Maulidya
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i2.2845

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis sejarah pengumpulan Al-Qur’an, dengan fokus pada upaya menjaga keaslian teks dan keseragaman bacaan di kalangan umat Islam. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan historis-deskriptif dengan mengkaji tahapan pengumpulan Al-Qur'an sejak masa Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam hingga era Khulafaur Rasyidin, serta dampak dari proses tersebut terhadap disiplin ilmu keislaman. Data dikumpulkan melalui studi literatur terhadap referensi utama dan pendukung, termasuk analisis teks Al-Qur'an dan catatan sejarah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengumpulan Al-Qur'an melalui proses yang sistematis dan hati-hati di bawah pengawasan para sahabat, khususnya Khalifah Abu Bakar As-Siddiq dan juga Utsman bin Affan, telah menghasilkan mushaf standar yang diterima hingga saat ini. Penetapan mushaf standar ini berhasil mengatasi perbedaan bacaan di kalangan umat dan berperan penting dalam menjaga kesatuan umat Islam. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa proses kodifikasi Al-Qur’an berkontribusi besar pada kemajuan ilmu-ilmu keislaman, seperti qira’at, tafsir, dan filologi. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa isu kontemporer, seperti digitalisasi Al-Qur'an, pendidikan Al-Qur'an, dan tantangan dalam melindungi keaslian serta kesatuan pemahaman di tengah keberagaman masyarakat. Abstract This study aims to analyze the history of the compilation of the Qur'an, focusing on efforts to preserve the authenticity of the text and the uniformity of recitation among Muslims. This qualitative research employs a historical-descriptive approach, examining the stages of Qur'anic compilation from the time of the Prophet Muhammad (peace be upon him) to the era of the Rightly Guided Caliphs, as well as the impact of this process on Islamic disciplines. Data were collected through literature review of primary and secondary references, including an analysis of the Qur'anic text and related historical records. The findings of this study show that the compilation of the Qur'an, through a systematic and meticulous process under the supervision of the companions, especially Caliphs Abu Bakr As-Siddiq and Uthman ibn Affan, resulted in the standard mushaf that is accepted to this day. The establishment of this standard mushaf successfully addressed differences in recitation among the community and played a significant role in preserving the unity of the Muslim ummah. Furthermore, this study found that the codification of the Qur'an greatly contributed to the advancement of Islamic sciences, such as qira’at, tafsir, and philology. The research also identifies several contemporary issues, such as the digitalization of the Qur'an, Qur'anic education, and the challenges of preserving authenticity and unity of understanding amidst the diversity of society.
Menghidupkan Adab Membaca Alquran: Perspektif Etika dan Nilai-nilai Qurani Zahratumina; Anisa Maulidya
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i2.2966

Abstract

Abstak Membaca Al-Qur'an adalah ibadah mulia yang memerlukan pemahaman dan penerapan adab-adab sesuai ajaran Islam untuk menjadikannya lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menggali adab membaca Al-Qur'an, termasuk niat ikhlas, menjaga kebersihan diri dan tempat, membaca dengan tartil, serta merenungkan makna ayat yang dibaca. Metode yang digunakan adalah kombinasi studi literatur, analisis isi, dan pendekatan kualitatif, yang memungkinkan pemahaman yang mendalam tentang etika membaca Al-Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adab membaca, termasuk mendengarkan dengan perhatian, berdoa sebelum dan sesudah membaca, serta menjaga suasana yang tenang, dapat meningkatkan kualitas ibadah. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa adab membaca Al-Qur'an membawa manfaat besar, baik di dunia maupun di akhirat, seperti keberkahan hidup, ketenangan jiwa, dan pahala abadi. Kesimpulannya, menerapkan adab-adab membaca Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari sangat penting untuk memperkuat hubungan dengan Allah, membentuk karakter yang baik, dan memperoleh keberkahan di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, umat Islam perlu menjaga adab-adab ini agar ibadah membaca Al-Qur'an menjadi lebih bermakna dan memberikan dampak positif dalam kehidupan. Abstract Reading the Qur'an is a noble act of worship that requires understanding and applying the proper etiquettes in accordance with Islamic teachings to make it more meaningful. This study aims to explore the etiquettes of reading the Qur'an, including sincere intention, maintaining cleanliness of oneself and the place, reading with tartil, and reflecting on the meaning of the verses. The methods used include a combination of literature review, content analysis, and a qualitative approach, which enables a deeper understanding of the ethics of reading the Qur'an. The findings show that the etiquettes of reading, such as listening attentively, praying before and after reading, and maintaining a peaceful atmosphere, can enhance the quality of worship. This study also reveals that applying the etiquettes of reading the Qur'an brings great benefits in both this world and the hereafter, such as blessings in life, tranquility of the soul, and eternal reward. In conclusion, implementing the etiquettes of reading the Qur'an in daily life is essential for strengthening one's relationship with Allah, shaping good character, and gaining blessings in both this world and the hereafter. Therefore, Muslims must maintain these etiquettes so that the act of reading the Qur'an becomes more meaningful and positively impacts their lives.
Adab-Adab Membaca Alquran dan Pengaruh Alquran dalam Pembentukan Karakter Muslim Mutia Frawina; Anisa Maulidya
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i2.2982

Abstract

Abstrak Adab dalam membaca Alquran memiliki peranan yang sangat penting dalam membuka hati dan pikiran seorang Muslim untuk memahami pesan-pesan Ilahi yang terkandung di dalamnya. Adab ini meliputi bersuci (wudhu), menjaga kebersihan hati, membaca dengan tartil, serta merenungi makna setiap ayat yang dibaca dengan penuh kekhusyukan. Dengan menjaga adab yang benar dalam membaca, seorang Muslim dapat lebih mudah menerima dan menghayati ajaran-ajaran Alquran yang berisi petunjuk hidup, moral, dan akhlak. Pengaruh Alquran dalam pembentukan karakter sangatlah signifikan karena nilai-nilai yang terkandung dalamnya, seperti kejujuran, kesabaran, keadilan, dan kasih sayang, akan membentuk pribadi yang lebih baik. Ketika seorang Muslim membaca Alquran dengan adab yang tepat, pesan-pesan moral dan etika yang ada dalam Alquran dapat secara langsung membentuk akhlaknya dan memengaruhi perilaku sehari-harinya. Oleh karena itu, adab dalam membaca Alquran bukan hanya berfungsi untuk memperbaiki cara membaca, tetapi juga memperkuat pengaruh Alquran dalam membentuk karakter dan kepribadian seorang Muslim yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih bertanggung jawab dalam hidupnya. Abstract The etiquette of reading the Qur’an plays a crucial role in opening the heart and mind of a Muslim to better understand the divine messages contained within it. This etiquette includes being in a state of ritual purity (wudu), maintaining a clean heart, reciting the Qur'an with proper pronunciation (tartil), and reflecting deeply on the meaning of each verse with full attention and reverence. By adhering to these etiquettes, a Muslim is better able to receive and internalize the teachings of the Qur'an, which provide guidance on life, morality, and ethics. The impact of the Qur'an on character development is profound, as the values embedded in its verses such as honesty, patience, justice, and compassion help shape a person’s character. When a Muslim reads the Qur'an with the proper etiquette, the moral and ethical teachings of the Qur'an directly influence their behavior and daily life. Therefore, the etiquette of reading the Qur'an not only improves the manner of recitation but also strengthens the Qur'an's influence in shaping a Muslim's character, making them more virtuous, patient, and responsible in their life.
Analisis Susunan Surah dan Ayat dalam Al-Quran Fannia Masrur Aini; Anisa Maulidya
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i2.2983

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana susunan surah dan ayat dalam Alquran dirancang. Metode yang digunakan adalah library research, di mana peneliti menelaah berbagai literatur yang relevan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa susunan surah dan ayat dalam Alquran bukanlah acak, melainkan memiliki pola yang sangat membantu dalam memahami pesan dan konteks kitab suci ini. Struktur ini tidak hanya memudahkan pembacaan dan hafalan, tetapi juga memainkan peran penting dalam penafsiran makna ayat-ayat. Penelitian ini mengungkap bagaimana struktur sistematis dari surah dan ayat mendukung penyampaian pesan-pesan penting dalam Alquran serta memberikan wawasan yang lebih dalam tentang konteks historis dan teologis yang melatarbelakangi penulisannya.
Analysis of Asbabun Nuzul Education Verses in Surah Luqman Simbolon, Nur Rafidah Mahdiyyah; Asha, Asha; Sakinah, Fitri; Maulidya, Anisa; Ediz, M. Hidayat; Yanti, Novia
El-Rusyd Vol. 8 No. 2 (2023): December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/elrusyd.v8i2.153

Abstract

Asbabun nuzul is the process of the revelation of the Quran at certain times, the cause of its revelation was based on an event that occurred, or the revelation was caused by questions from the Arabs to the Prophet. This research discusses the benefits asbabun nuzul, the concept of education, as one of the story teaching methods applied by the Prophet. So the method used in this research uses library research methods which include book sources, journals and historical stories. The results of research studies on the relevance of the causes of the revelation and Islamic law can improve student learning outcomes effectively and build moral character and exemplary attitudes among students, accompanied by an analysis of the asbabun nuzul verses on education in Surah Al-Luqman verses 12-19 which contain them. Islamic faith and sharia education.
Fenomena Qira'at di Dunia Islam dalam Perkembangan dan Tantangannya di Era Teknologi Ghina Andini Putri; Anisa Maulidya
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i1.2624

Abstract

Artikel ini mengkaji qiraat sabah, yaitu tujuh variasi bacaan Alquran yang memiliki kedudukan penting dalam tradisi Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sejarah, metodologi, dan kontribusi masing-masing qiraat dalam mempertahankan keaslian dan keindahan bacaan Alquran. Dengan menggunakan pendekatan kuantatif, data dikumpulkan melalui kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap qiraat memiliki ciri khas, baik dari segi fonetik maupun makna, yang memperkaya pemahaman terhadap teks suci (Alquran). Selain itu, artikel ini membahas tentang biografi dari masing-masing imam qiraah, bagaimana syarat diterimanya qiraah dan bentuk-bentuk perbedaan cara baca antara imam-imam qiraah dan tantangan yang dihadapai selama perkembangan ilmu qiraat. Penekanan juga diberikan  pada pentingnya metode pengajaran yang efektif untuk mendidik generasi muda agar memahami dan menghargai keragaman bacaan Alquran. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai keberagaman bacaan Alquran dan kontribusinya terhadap pengembangan ilmu tajwid serta qiraat.
ASBAB AN-NUZUL Khairani Ulfa; Anisa Maulidya
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i1.2771

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang kajian asbab an-nuzul  sebagai ilmu pengetahuan yang mengungkapkan keterkaitan teks ayat Alquran yang diturunkan dengan sebab-sebab tertentu. Tujuan penelitian ini untuk memudahkan dalam memahami kandungan ayat Alquran beserta asbabun nuzul ayat tersebut dan juga untuk mengetahui latar belakang atau peristiwa dibalik turunnya ayat. Secara skema penulisan yang ada pada artikel ini tergolong pada sebuah kajian dengan pendekatan kualitatif, deskriptif, yang merupakan jalan kajian atau penelitian keperpustakaan. Hasil dari artikel ini bahwa kajian asbab an-nuzul ini merujuk pada peristiwa khusus yang menyebabkan diturunkannya ayat-ayat tertentu dalam Alquran. Pemahaman tentang abab an-nuzul sangat penting dalam tafsir Alquran karena membantu dalam menafsirkan ayat sesuai dengan sejarah dan masyarakat ketika ayat tersebut diwahyukan tidak boleh diabaikan dan di anggap remeh, karena kajian tentang asbabun nuzul memudahkan bagi para mufassirin untuk memahaminya dengan baik dan mendapatkan jawaban yang benar.