Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

??????? ??? ????? ????? ?????? ?????? ??? ?????? ???? ????? ?? ??????? ???????? ????? ?????? ???? ??? ????? The Relationship of Self-Concept Profile and Speaking Skill Proficiency on the First-Grade Female Student in Secondary School at Imam Muslim Sei Rampah Anisa Maulidya
El-Jaudah : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol. 4 No. 2 (2023): El-Jaudah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Department of Arabic Education of State Collage for Islamic Studies of Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/ej.v4i2.1408

Abstract

Abstract: This study aims to know the self-concept profile and speaking skill proficiency and a relationship between both of them on the first-grade female students in secondary school at Imam Muslim Sei Rampah. The research methodology used is a quantitative correlational method using statistical data with the Spearman rank formula to obtain the research results. The result of this research is known the level of self-concept among the first-grade female students in secondary school at Imam Muslim Sei Rampah is classified as good, with a percentage of 43%, which means 13 students. The level of speaking skill proficiency among first-grade female students in secondary school at Imam Muslim Sei Rampah is classified as good, with a percentage of 50%, which means 15 students. There is a significant positive relationship between self-concept and speaking skill proficiency among the first-grade female students in secondary school at Imam Muslim Sei Rampah, with a correlation coefficient of 0.693, representing 69%, indicating a moderate and positive correlation. Key words: Self-Concept, Speaking Skill, Arabic Speaking Skills. ?????? ?????: ???? ??? ????? ?????? ???? ????? ????? ????? ??? ????? ?????? ?????? ?????? ??? ?????? ???? ????? ?? ??????? ???????? ????? ?????? ???? ??? ?????. ??????? ??????? ?????? ?????? ????? ?????? ??????? ?? ????? ????? ???????? ????????? ?????? ????? (spearman rank) . ?????? ????? ??? ??? ?? ????? ????? ??????? ???? ????? ?? ??????? ???????? ????? ?????? ???? ??? ????? ?? ??? ??? ??????? 43% ???? 13 ?????? ????? ????? ?????? ????? ?? ??? ??? ??????? 50% ???? 15 ?????? ?????? ??? ????? ????? ?????? ?????? ????? ????? ???????? 0,693 ??????? 69% ???????? ?????? ?????? ??????. ??????? ???????? : ????? ?????? ????? ??????? ????? ?????? ?????? ???????.
Analisis Komprehensif Komunikasi Organisasi: Studi Lapangan tentang Jenis, Prinsip, Gaya, dan Proses Maulidya, Anisa; Tambak, Sonia Purba; Kesuma Ningsih, Euis Indah; Royyani, Miftah; Mesiono, Mesiono
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan analisis komprehensif komunikasi organisasi: studi lapangan tentang jenis, prinsip, gaya, dan proses yang terjadi antara kepala madrasah dan guru-guru di MTsS Darussalam Dsa Durian, Kec. Sei Balai, Kab. Batu Bara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah1 kepala madarsah dan 15 guru-guru yang mengajar di MTsS Darussalam Desa Durian, Kec. Sei Balai, Kab.Batu Bara. Berdasarkan hasil olah data dan temuan akhir dari penelitian ini, peneliti menyimpulkan jenis komunikasi yang diterapkan Kepala Sekolah yaitu komunikasi atasan ke bawahan (downward communication) dan komunikasi bawahan ke atasan (upward communication). Adapun prinsip-prinsip komunikasi organisasi yang diterapkan kepala madarasah antara lain yaitu: memberi salam bila bertemu, berbicara dengan lemah lembut, perkataan yang baik dan nasehat yang penuh hikmah , menyebut hal-hal yang baik tentang komunikan, menyesuaikan bahasa dan isi pembicaraan dengan keadaan komunikan, berdiskusi dengan cara yang baik, dan lebih dahulu memberi teladan sebelum mengadakan komunikasi. Sedangkan gaya komunikasi organisasi yang diterapkan adalah gaya dominan (dominant style, gaya dramatis (dramatic style), gaya santai (relaxes style), Gaya atentif (attentive style), Gaya bersahabat (friendly style) dan gaya yang tepat (precise style). Proses komunikasi antara kepala madrasah dengan para guru di luar waktu kegiatan pembelajaran adalah secara informal, atau dengan kata lain dengan kekeluargaan. Sedangkan proses komunukasi antara kepala madrasah dengan guru saat pembelajaran berlangsung adalah secara formal.
Sistematika Surat dan Ayat dalam Alquran Shinta Rohimah Simanjuntak; Anisa Maulidya
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 9 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alquran dengan segala keistimewaannya memiliki susunan yang sistematis antar ayat dan suratnya, serta ajaran yang mendalam tentangnya. Proses penyampaiannya kepada baginda Rasulullah secara bertahap, menjadikan banyaknya argumen-argumen yang menyelisihi keabsahan akan sistematika susunannya. Tujuan dari penelitian artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana ayat dan surat dalam Alquran disusun secara sistematis. Dengan demikian, dapat menghindari penyimpangan pemahaman dan membantu memahami konteks dan pesan yang terkandung di dalamnya. Data yang dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk buku-buku, perpustakaan, dan dokumen, digunakan dalam penelitian pustaka. Hasilnya mengarah pada pembahasan artikel ini sendiri. Penulisan ini menggunakan metodologi kualitatif. Alquran, yang merupakan mukjizat Nabi Muhammad adalah hasil penelitian artikel ini, yang mana tersusun secara sistematis dari segi ayat dan huruf. Oleh karena itu, urutan ayat-ayat dan surat-surat dalam Alquran bersifat tauqify. Sebagaimana saat ini, pembukuan Alquran dimulai setelah Rasulullah wafat. Studi inilah yang akan membahas sitematika pada ayat dan surat Alquran.
Sejarah kodifikasi Al-Quran: Dari Wahyu Hingga Pembukuan Shiddiqa Saelan Mumpuni; Anisa maulidya
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 9 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya pewahyuan, metode penyampaian Alquran, serta peran krusial sahabat dalam mengkondifikasi Alquran sebagai teks yang diabadikan keasliannya. Melalui pendekatan historis dan teologis artikel ini mengungkapkan bagaimana wahyu dipelihara dan diwariskan kepada generasi muslim berikutnya, penelitian ini menggunakan penelitian liberary research yang menganalisis beberapa buku dan jurnal terkait sejarah al-qur’an. Penelitian ini membahas secara komprehensif proses pewahyuan al-quran, turunnya wahyu secara bertahap, serta pembukuan di era para sahabat. Pewahyuan Alquran kepada Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wasalam berlangsung selama 23 tahun melalui perantara malaikat Jibril, dengan wahyu yang diturunkan dalam berbagai konteks sosial dan sejaran. Lebih lanjut penelitian ini menyoroti fase-fase penting dalam proses pembukuan Alquran dimulai dari pengumpulan wahyu pada pemerintahan Khalifah Abu Bakr Rhadiallahu Anhu hingga kodifikasi resmi pada masa khalifah Utsman bin Affan Rhadiallahu Anhu. Pembukuan ini dilakukan untuk menjaga keaslian, dan kesatuan teks al-qur’an, mengingat semakin luasnya wilayah islam dan kebutuhan untuk menyatukan bacaan di berbagai daerah
CARA MEMAHAMI MAKIYYAH DAN MADANIYYAH Nur Hidayah; Anisa Maulidya
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur mencerminkan makna-makna khusus yang terkandung di dalamnya. Proses periodesasi wahyu ini sangat berkaitan dengan perjalanan dakwah Rasulullah SAW di kota Makkah dan Madinah selama lebih dari 23 tahun. Artikel ini akan mengkaji dan menganalisis salah satu alat analisis dalam penafsiran Al-Qur’an, yaitu signifikansi konsep makiyyah dan madaniyyah. Melalui tulisan ini, penulis ingin menunjukkan bahwa kajian ulum al-Qur’an tidak hanya terbatas pada wilayah normatif dengan pendekatan yang cenderung stagnan, melainkan kajian tersebut berkembang secara dinamis seiring dengan perkembangan konteks sejarah dan sosial. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yang menggunakan metode deskriptif analitis. Melalui signifikansi makiyyah dan madaniyyah, kita dapat melihat bahwa Al-Qur’an menerapkan hukum-hukum secara bertahap, sesuai dengan kondisi dan karakteristik masyarakat yang dihadapi oleh Rasulullah SAW. Sebagai contoh, hukum mengenai khamr (arak), yang pada awalnya dalam ayat-ayat makiyyah tidak disebutkan secara tegas larangannya. Namun, pada ayat-ayat madaniyyah, pengharaman khamr dijelaskan secara tegas.
Nuzul Quran: Hikmah Luas dan Edukatif Penurunan Alquran Munajjam dan Jumlah Wahidah Zahra, Latifatuz; Maulidya, Anisa
Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2024): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jsiat.v1i1.115

Abstract

Kitab suci umat Islam merupakan salah satu mukjizat terbesar nabi dan menjadi sumber ilmu yang akan membimbing seluruh  makhluk ke jalan yang paling benar hingga hari akhir. Alquran merupakan satu-satunya pedoman surgawi yang sejauh ini dapat dijamin keasliannya. Seiring berjalannya waktu, umat manusia semakin menjauh dari sumber dasar ilmu pengetahuan. Menjadikan budaya barat menjadi poros segala ilmu. Tujuan penelitian ini untuk menemukan hikmah-hikmah yang tersirat dalam penurunan wahyu Alquran baik kepada diri sendiri, maupun hikmah dalam dunia pendidikan yang dapat diterapkan ke dalam dunia pendidikan, sehingga dengan mengkaji artikel ini dapat menjadi rujukan dalam dunia pendidikan. Kesimpulan dari artikel ini mengacu pada terkumpulnya hikmah-hikmah dalam penurunan Alquran baik secara munajam dan jumlah wahidah. Penelitin ini berlandaskan pada penelitian kualitatif  dengan pendekatan kepustakaan.
Asbabun Nuzul: Urgensinya dalam Memahami Kontekstual Ayat Alquran Qonita; Maulidya, Anisa
Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2024): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jsiat.v1i1.116

Abstract

Penelitian ini membicarakan tentang perlunya keberadaan asbabun nuzul dalam memahami ayat Alquran dengan menggunakan metode kualitatif dan studi kepustakaan, yang tujuan penilitian ini untuk menelaah pentingnya mengetahui sejarah latar belakang turunnya ayat Alquran agar dapat memberikan pemahaman yang tepat dan akurat ketika memahami dan menafsirkan makna suatu ayat. Hasil penelitian ini membawa pada pemahaman yang mendalam tentang asbabun nuzul dan dapat membantu menghindari kesalahan dalam menafsirkan ayat Alquran. Asbabun nuzul merupakan sebuah ilmu yang menjelaskan sebab-sebab turunnya ayat Alquran, baik berupa peristiwa tertentu ataupun pertanyaan dari para sahabat kepada Nabi Muhammad. Dalam mendapatkan asbabun nuzul perlunya mencari dari riwayat-riwayat hadis sahih yang Nabi Muhammad sampaikan kepada para sahabat yang menyaksikan langsung kejadian sebab-sebab turunnya ayat. Manfaat dari memahami asbabun nuzul adalah memperjelas makna hukum yang terkandung dan memastikan bahwa pemahaman ayat Alquran senada dengan konteks waktu serta kejadian yang melatarbelakanginya. Dengan demikian, agar memahami makna ayat Alquran dapat sesuai dengan benar maka pengetahuan tentang asbabun nuzul sangat penting bagi para mufassir.
Qur’anic Recitation Varieties: Recognizing Qira'at as a Spiritual Tradition Zahro, Mufidah; Maulidya, Anisa
Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2024): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jsiat.v1i1.117

Abstract

Allah menganugerahkan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan cahaya yang dibaca oleh umat Islam. Qira’at sebagai studi yang mempelajari variasi pengucapan Al-Qur’an ini, mempunyai peran penting dalam memahami serta menginterpretasikan ayat Al-Qur’an. Kajian ini menggunakan metode kajian pustaka berlandaskan data-data terpercaya. Hasil dari kajian ini menyatakan bahwa qira’at mencakup variasi bacaan yang diturunkan dari Nabi Muhammad melalui sahabat-sahabatnya, dan kemudian disampaikan secara turun-temurun oleh para ulama berdasarkan qira’at yang tervalid yakni mutawatir. Qira’at juga terbagi berdasarkan kuantitas dan kualitas. Kuantitas qira’at mencakup para ulama qira’at yakni, Nafi' Al-Madani, Ibnu Katsir, Abu ‘Ammar (Imam Hamzah), Abu 'Amr, Al-Kisai, Ashim al-Kuffi dan Ibnu 'Amir. Sedangkan berdasarkan kualitasnya mecakup yaitu, mutawatir, masyhur, ahad, syadz, maudhu’ dan mudraj.
Nuzul Al-Qur`An Dalam Tujuh Huruf Safitri, Melja; Maulidya, Anisa
Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2024): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jsiat.v1i1.118

Abstract

Istilah tujuh huruf ini menimbulkan banyaknya pertanyaan serta menambah rasa penasaran di kalangan orang banyak, dan juga menyebabkan penafsiran yang salah bagi orang-orang awam. Tujuan penelitian ini agar menambah pemahaman tentang makna tujuh huruf sehingga tidak keliru dalam memaknai serta mengetahui hikmah diturunkannya Alquran dalam tujuh huruf. Terdapat banyak pendapat Para Ulama dalam memaknai tujuh huruf yang terdapat pada sabda Nabi ﷺ. Di antara seluruh pandangan, yang paling kuat adalah pandangan bahwa sab`ah ahruf itu merupakan tujuh variasi bahasa dari keseluruhan bahasa Arab yang memiliki makna yang sama. Tidaklah Allah menurunkan Alquran dengan tujuh huruf melainkan terdapat banyak hikmah di dalamnya di antaranya yaitu Alquran diturunkan dengan tujuh huruf mempermudah ketika melafalkan, memahami, dan mengingat bagi bangsa ummi yang tidak mengetahui baca dan tulis. Makna tujuh huruf memiliki keterkaitan dengan qiraat sab’ah yakni huruf sebagai bangunan dan qiraat sebagai ruang bangunan tersebut. Keseluruhan ahruf terdiri dari banyaknya qiraat yang ada. Namun, beberapa ahruf tidaklah termasuk dalam satu qiraat. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif, yaitu penelitian pustaka (library Research)
Ayat-Ayat Al-Qur’an Yang Pertama Serta Yang Terakhir Kali Diturunkan Kepada Nabi Muhammad ﷺ Junita, Putri; Maulidya, Anisa
Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2024): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jsiat.v1i1.119

Abstract

Pemaparan terhadap Alquran tidak pernah berhenti semenjak Alquran diturunkan, karena Alquran merupakan mukjizat abadi sampai akhir kelak. Pada masa Rasulullah Alquran tidak dibukukan, melainkan Alquran dihafal serta ditulis. Target dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mana saja ayat yang pertama kali Allah wahyukan kepada Rasulullah serta ayat yang terakhir kali Allah wahyukan kepada Rasulullah ﷺ. Maka secara skema penulisan yang ada pada artikel ini tergolong pada sebuah kajian dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang merupakan penelitian keperpustakaan. Hasil akhir dari penelitian ini didapatilah bahwa Al-Alaq menjadi awal surah yang Allah wahyukan kepada Rasulullah dan ayat yang terakhir Allah anugerahkan wahyu-Nya kepada Rasulullah ialah Al-Baqarah ayat 278 sampai 282.