Claim Missing Document
Check
Articles

Mengupas Makna Turunnya Alquran dalam Tujuh Huruf Sindi Tifani; Anisa Maulidya
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i1.2772

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengungkap makna tersembunyi dari hadis turunnya Alquran dalam tujuh huruf, serta perbedaan pendapat ulama tentang hal ini. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah kualitatif dengan metode studi pustaka atau library research. Adapun hasil yang didapatkan dari penulisan artikel ini adalah bahwa ulama berbeda pendapat dalam pemaknaan turunnya Alquran dalam tujuh huruf yang mana masing-masing dari mereka memilki hujjah tersendiri. Pemaknaan turunnya Alquran dan perbedaan yang terdapat di dalamnya sangat banyak serta masing-masing pendapat memiliki dalil penguat. Pernyataan yang benar adalah hal ini merujuk pada tujuh macam bahasa Arab yang berbeda, namun memiliki makna yang sama.
BAGAIMANA ALQURAN DITURUNKAN DAN BERBAGAI FENOMENA YANG TERJADI PADA MASA PARA SAHABAT Isma Liana; Anisa Maulidya
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i2.3132

Abstract

Abstrak penulisan tertulis ini merupakan upaya pengembangan ilmu keislaman agar dapat memperluas ilmu ilmu-ilmu yang terkandung dalam Al-Quran, yang bermanfaat bagi umat Islam dalam memecahkan permasalahan kehidupan yang berkaitan dengan hukum, politik, masyarakat, dll. Tujuan dituliskan jurnal untuk memehani kaidah yang terkandung dalam Al-Qur'an mengenai wahyu dan pengumpulan Al-Qur'an serta berbagai proses yang terjadi dalam pengumpulan Al-Qur'an secara bertahap dan setelah peringatan itu tiba. Itu ada dan dikomunikasikan kepada para sahabatnya dan para ulama menyikapi ayat-ayat serta apa saja hikmah yang dikandungnya didalamnya.
Studi Pustaka Tentang Nama-Nama Dan Defenisi Alquran Serta Perbedaannya Dengan Hadis Agustin; Anisa Maulidya
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i2.3177

Abstract

Alquran adalah kitab suci umat Islam yang merupakan wahyu dari Allah ﷻ yang disampaikan kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai mukjizat sehingga tidak ada yang dapat menandinginya bahkan membuat yang semisalnya dan bukti nyata akan kenabian Nabi Muhammad ﷺ, diturunkan melalui malaikat Jibril yang diriwayatkan dengan jalan mutawatir sehingga menjamin keaslian dan penjagaannya. Penelitian ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang Alquran, mencakup definisi, berbagai nama, sifat-sifatnya, serta perbedaannya dengan hadis. Adapun hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa Alquran memiliki definisi yang dibahas dari dua perspektif, yaitu etimologi dan terminologi, dengan merujuk pada pandangan para ulama. Selain itu, juga  dapat disimpulkan bahwa Alquran memiliki berbagai nama yang menggambarkan kemuliaannya, baik yang menunjukkan dzat dari Alquran itu sendiri seperti; Alquran, Al-Kitab, Kalamullah, Ar-Ruh, At-Tanzil, Amrullah, Al-Qaul, Al-Wahy. Ada juga yang menunjukkan sifat-sifatnya seperti; Al-Karim, Al-Majid, Al-‘Adzim, Al-‘Aziz, Al-Haq, Al-Hakim, Al-‘Aliyy, Ash-Shidq, Al-Mubarak, Al-‘Ajb, Al-Mubin, Al-‘Araby dan yang menunjukkan fungsi Alquran seperti; Adz-Dzikr, Al-Furqan, Asy-Syifa’, Al-Mau’idzah, Al-Balagh, Al-Basyir, An-Nadzir, At-Tadzkirah, An-Nur, Al-Bayan, Al-Busyra, Al-Bashair, Ar-Rahmah, Al-Burhan, Al-Hukm. Adapun perbedaan Alquran dengan hadis baik hadis qudsi ataupun hadis nabawi yang mencakup keistimeawaan Alquran dari sisi kemukjizatan, sumbernya, asal-usulnya dan penisbahannya, keabsahan riwayatnya, perantara dalam penyampaiannya, nilai ibadahnya dan pemeliharaannya yang mana hadis tidak memilki semua hal tersebut sehingga ada hadis yang dapat diterima ada pula yang tertolak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, yang mengumpulkan dan menganalisis literatur terkait topik ini untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang Alquran. Diharapkan, penelitian ini dapat membantu pembaca untuk lebih memahami kedudukan Alquran sebagai pedoman hidup umat Islam dan sebagai bukti nyata dari kebesaran Allah ﷻ.
Pengertian dan Perbedaan Antara Al-Qur’an, Hadits Qudsi, dan Hadits Nabawi Haya Zahra; Anisa Maulidya
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i2.3244

Abstract

Alquran ialah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wasallam, yang tidak hanya menjadi pedoman spiritual bagi umat Islam, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan yang mendalam. Artikel ini membahas tentang defenisi alquran, perbedaan antara alquran dengan Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi, serta metode penelitian yang digunakan untuk mencari makna dan konteks alquran. Melalui pendekatan kualitatif dan analisis kritis terhadap literatur yang relevan, penelitian ini menunjukkan bahwa alquran memiliki keunikan dalam menyampaikan pesan ilahi yang tetap relevan di setiap zaman. Selain itu, artikel ini menyoroti pentingnya pemahaman yang mendalam terhadap alquran, mengingat keterbatasan manusia dalam menangkap makna yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, alquran tidak hanya berfungsi sebagai teks religius, tetapi juga sebagai referensi yang kaya untuk kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek.
Makkiyah dan Madaniyah dalam Perspektif Ulumul Quran Intan Maulidia Fajri; Anisa Maulidya
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i2.3270

Abstract

Istilah-istilah yang digunakan dalam proses pewahyuan Al-Qur'an membedakannya satu sama lain. Salah satu perbedaannya adalah pada penamaan istilah Makkiyah dan Madaniyah. Di antara kedua jenis surat ini, terdapat banyak ciri yang membedakannya. Surat-surat yang diwahyukan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pada masa menjelang dan setelah hijrah, atau yang diturunkan di Mekkah atau Madinah, dikategorikan menggunakan istilah al-Makkiy dan al-Madaniy. Karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sebelumnya tidak menggolongkan surat-surat sebagai Al-Makkiy atau Al-Madaniy, istilah ini menjadi terkenal setelah wafatnya. Madaniyah, Makkiyah. Pengertian ini penting bagi kajian Al-Qur'an dan ilmu tafsir, yaitu metode yang digunakan untuk menurunkan Al-Qur'an. untuk memastikan letak ayat-ayat Al-Qur'an yang diturunkan di Madinah atau Mekkah. Ayat-ayat Makkiyah merupakan sebutan lain untuk ayat-ayat yang diturunkan di Mekkah. Sementara itu, ayat-ayat yang disebut dengan ayat-ayat Madaniyah diturunkan di Madinah. Dengan pendekatan Kajian Ulumul Quran, materi ini disampaikan dengan menggunakan teknik penelitian dan kepustakaan. Hasil kajian ini menjelaskan: a) cara menerangkan ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyyah; b) cara mengenali Makkiyah dan Madaniyah; c) seperti apakah Makkiyah dan Madaniyah itu; d) cara menjelaskan surah dan ayat Al-Qur'an; e) cara mengkategorikan Makkiyah dan Madaniyah; dan f) manfaat mengkaji Makkiyah dan Madaniyah.
Pengumpulan Alquran Pada Masa Nabi Muhammadﷺdan Khulafa’ Arrasyidin Devi Agustina; Anisa Maulidya
AL-KARIM: Journal of Islamic and Educational Research Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alquran merupakan mukjizat bagi umat Islam yang mana kita ketahui bahwa Alquran diturunkan oleh Allah ﷻ melalui perantara malaikat Jibril hingga sampai kepada Nabi Muhammadﷺ. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui awal mula pengumpulan Alquran yang mulanya hanya lembaran-lembaran hingga menjadi mushaf Alquran. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan cara library research dengan melakukan pengumpulan data dengan menganalisis perpustakaan dan penelusuran artikel-artikel atau jurnal yang terkait pengumpulan Alquran (Jam’ul Quran). Hasil dari penelitian ini pengumpulan Alquran terjadi pada dua masa yaitu masa Nabiﷺ dan masa Khulafa’ Arrasyidin yakni Masa Abu Bakar Assiddiq, Masa Utsman bin Affan dan Masa Ali bin Abi Thallib.
ESTETIKA SPIRITUAL DOA DAN BERTAWASSUL PERSFEKTIF ISLAM Suciyanti, Amelia; Nancy Pransiska; Anisa Maulidya
Jurnal Al-Wasith : Jurnal Studi Hukum Islam Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Al-Wasith: Jurnal Studi Hukum Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/wst.v10i1.1468

Abstract

Kajian ini mengkaji makna shalat dan tawassul. Sebagai pedoman bagi seluruh umat Islam tentang adab-adab shalat dan tawassul yang dibolehkan dan dilarang dalam syariat berdasarkan dalil dan ijma’ para ulama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, melalui pendekatan library research yang bersumber dari buku dan artikel. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa shalat dan tawassul merupakan bentuk pendekatan seorang hamba kepada Rabbul’alamin, dengan adab-adab yang telah ditetapkan Allah. Seperti, shalat pada waktu-waktu mustajab, dalam keadaan badan dan hati yang bersih, memuji Allah, dan bersabar. Adapun tawassul terbagi menjadi dua, yaitu tawassul yang disyariatkan dan tawassul yang diharamkan. Tawassul yang disyariatkan adalah tawassul dengan sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah, tawassul dengan amal saleh, dan tawassul dengan memohon doa kepada orang-orang saleh. Tawassul yang diharamkan adalah tawassul yang menjerumuskan seseorang kepada kesyirikan.
??????? ??? ????? ????? ?????? ?????? ??? ?????? ???? ????? ?? ??????? ???????? ????? ?????? ???? ??? ????? The Relationship of Self-Concept Profile and Speaking Skill Proficiency on the First-Grade Female Student in Secondary School at Imam Muslim Sei Rampah Anisa Maulidya
El-Jaudah : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol. 4 No. 2 (2023): El-Jaudah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Department of Arabic Education of State Collage for Islamic Studies of Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/ej.v4i2.1408

Abstract

Abstract: This study aims to know the self-concept profile and speaking skill proficiency and a relationship between both of them on the first-grade female students in secondary school at Imam Muslim Sei Rampah. The research methodology used is a quantitative correlational method using statistical data with the Spearman rank formula to obtain the research results. The result of this research is known the level of self-concept among the first-grade female students in secondary school at Imam Muslim Sei Rampah is classified as good, with a percentage of 43%, which means 13 students. The level of speaking skill proficiency among first-grade female students in secondary school at Imam Muslim Sei Rampah is classified as good, with a percentage of 50%, which means 15 students. There is a significant positive relationship between self-concept and speaking skill proficiency among the first-grade female students in secondary school at Imam Muslim Sei Rampah, with a correlation coefficient of 0.693, representing 69%, indicating a moderate and positive correlation. Key words: Self-Concept, Speaking Skill, Arabic Speaking Skills. ?????? ?????: ???? ??? ????? ?????? ???? ????? ????? ????? ??? ????? ?????? ?????? ?????? ??? ?????? ???? ????? ?? ??????? ???????? ????? ?????? ???? ??? ?????. ??????? ??????? ?????? ?????? ????? ?????? ??????? ?? ????? ????? ???????? ????????? ?????? ????? (spearman rank) . ?????? ????? ??? ??? ?? ????? ????? ??????? ???? ????? ?? ??????? ???????? ????? ?????? ???? ??? ????? ?? ??? ??? ??????? 43% ???? 13 ?????? ????? ????? ?????? ????? ?? ??? ??? ??????? 50% ???? 15 ?????? ?????? ??? ????? ????? ?????? ?????? ????? ????? ???????? 0,693 ??????? 69% ???????? ?????? ?????? ??????. ??????? ???????? : ????? ?????? ????? ??????? ????? ?????? ?????? ???????.
Analisis Komprehensif Komunikasi Organisasi: Studi Lapangan tentang Jenis, Prinsip, Gaya, dan Proses Maulidya, Anisa; Tambak, Sonia Purba; Kesuma Ningsih, Euis Indah; Royyani, Miftah; Mesiono, Mesiono
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan analisis komprehensif komunikasi organisasi: studi lapangan tentang jenis, prinsip, gaya, dan proses yang terjadi antara kepala madrasah dan guru-guru di MTsS Darussalam Dsa Durian, Kec. Sei Balai, Kab. Batu Bara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah1 kepala madarsah dan 15 guru-guru yang mengajar di MTsS Darussalam Desa Durian, Kec. Sei Balai, Kab.Batu Bara. Berdasarkan hasil olah data dan temuan akhir dari penelitian ini, peneliti menyimpulkan jenis komunikasi yang diterapkan Kepala Sekolah yaitu komunikasi atasan ke bawahan (downward communication) dan komunikasi bawahan ke atasan (upward communication). Adapun prinsip-prinsip komunikasi organisasi yang diterapkan kepala madarasah antara lain yaitu: memberi salam bila bertemu, berbicara dengan lemah lembut, perkataan yang baik dan nasehat yang penuh hikmah , menyebut hal-hal yang baik tentang komunikan, menyesuaikan bahasa dan isi pembicaraan dengan keadaan komunikan, berdiskusi dengan cara yang baik, dan lebih dahulu memberi teladan sebelum mengadakan komunikasi. Sedangkan gaya komunikasi organisasi yang diterapkan adalah gaya dominan (dominant style, gaya dramatis (dramatic style), gaya santai (relaxes style), Gaya atentif (attentive style), Gaya bersahabat (friendly style) dan gaya yang tepat (precise style). Proses komunikasi antara kepala madrasah dengan para guru di luar waktu kegiatan pembelajaran adalah secara informal, atau dengan kata lain dengan kekeluargaan. Sedangkan proses komunukasi antara kepala madrasah dengan guru saat pembelajaran berlangsung adalah secara formal.
Sistematika Surat dan Ayat dalam Alquran Shinta Rohimah Simanjuntak; Anisa Maulidya
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 9 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alquran dengan segala keistimewaannya memiliki susunan yang sistematis antar ayat dan suratnya, serta ajaran yang mendalam tentangnya. Proses penyampaiannya kepada baginda Rasulullah secara bertahap, menjadikan banyaknya argumen-argumen yang menyelisihi keabsahan akan sistematika susunannya. Tujuan dari penelitian artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana ayat dan surat dalam Alquran disusun secara sistematis. Dengan demikian, dapat menghindari penyimpangan pemahaman dan membantu memahami konteks dan pesan yang terkandung di dalamnya. Data yang dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk buku-buku, perpustakaan, dan dokumen, digunakan dalam penelitian pustaka. Hasilnya mengarah pada pembahasan artikel ini sendiri. Penulisan ini menggunakan metodologi kualitatif. Alquran, yang merupakan mukjizat Nabi Muhammad adalah hasil penelitian artikel ini, yang mana tersusun secara sistematis dari segi ayat dan huruf. Oleh karena itu, urutan ayat-ayat dan surat-surat dalam Alquran bersifat tauqify. Sebagaimana saat ini, pembukuan Alquran dimulai setelah Rasulullah wafat. Studi inilah yang akan membahas sitematika pada ayat dan surat Alquran.