Claim Missing Document
Check
Articles

Sejarah kodifikasi Al-Quran: Dari Wahyu Hingga Pembukuan Shiddiqa Saelan Mumpuni; Anisa maulidya
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 9 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya pewahyuan, metode penyampaian Alquran, serta peran krusial sahabat dalam mengkondifikasi Alquran sebagai teks yang diabadikan keasliannya. Melalui pendekatan historis dan teologis artikel ini mengungkapkan bagaimana wahyu dipelihara dan diwariskan kepada generasi muslim berikutnya, penelitian ini menggunakan penelitian liberary research yang menganalisis beberapa buku dan jurnal terkait sejarah al-qur’an. Penelitian ini membahas secara komprehensif proses pewahyuan al-quran, turunnya wahyu secara bertahap, serta pembukuan di era para sahabat. Pewahyuan Alquran kepada Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wasalam berlangsung selama 23 tahun melalui perantara malaikat Jibril, dengan wahyu yang diturunkan dalam berbagai konteks sosial dan sejaran. Lebih lanjut penelitian ini menyoroti fase-fase penting dalam proses pembukuan Alquran dimulai dari pengumpulan wahyu pada pemerintahan Khalifah Abu Bakr Rhadiallahu Anhu hingga kodifikasi resmi pada masa khalifah Utsman bin Affan Rhadiallahu Anhu. Pembukuan ini dilakukan untuk menjaga keaslian, dan kesatuan teks al-qur’an, mengingat semakin luasnya wilayah islam dan kebutuhan untuk menyatukan bacaan di berbagai daerah
CARA MEMAHAMI MAKIYYAH DAN MADANIYYAH Nur Hidayah; Anisa Maulidya
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur mencerminkan makna-makna khusus yang terkandung di dalamnya. Proses periodesasi wahyu ini sangat berkaitan dengan perjalanan dakwah Rasulullah SAW di kota Makkah dan Madinah selama lebih dari 23 tahun. Artikel ini akan mengkaji dan menganalisis salah satu alat analisis dalam penafsiran Al-Qur’an, yaitu signifikansi konsep makiyyah dan madaniyyah. Melalui tulisan ini, penulis ingin menunjukkan bahwa kajian ulum al-Qur’an tidak hanya terbatas pada wilayah normatif dengan pendekatan yang cenderung stagnan, melainkan kajian tersebut berkembang secara dinamis seiring dengan perkembangan konteks sejarah dan sosial. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yang menggunakan metode deskriptif analitis. Melalui signifikansi makiyyah dan madaniyyah, kita dapat melihat bahwa Al-Qur’an menerapkan hukum-hukum secara bertahap, sesuai dengan kondisi dan karakteristik masyarakat yang dihadapi oleh Rasulullah SAW. Sebagai contoh, hukum mengenai khamr (arak), yang pada awalnya dalam ayat-ayat makiyyah tidak disebutkan secara tegas larangannya. Namun, pada ayat-ayat madaniyyah, pengharaman khamr dijelaskan secara tegas.
Nuzul Quran: Hikmah Luas dan Edukatif Penurunan Alquran Munajjam dan Jumlah Wahidah Zahra, Latifatuz; Maulidya, Anisa
Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2024): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jsiat.v1i1.115

Abstract

Kitab suci umat Islam merupakan salah satu mukjizat terbesar nabi dan menjadi sumber ilmu yang akan membimbing seluruh  makhluk ke jalan yang paling benar hingga hari akhir. Alquran merupakan satu-satunya pedoman surgawi yang sejauh ini dapat dijamin keasliannya. Seiring berjalannya waktu, umat manusia semakin menjauh dari sumber dasar ilmu pengetahuan. Menjadikan budaya barat menjadi poros segala ilmu. Tujuan penelitian ini untuk menemukan hikmah-hikmah yang tersirat dalam penurunan wahyu Alquran baik kepada diri sendiri, maupun hikmah dalam dunia pendidikan yang dapat diterapkan ke dalam dunia pendidikan, sehingga dengan mengkaji artikel ini dapat menjadi rujukan dalam dunia pendidikan. Kesimpulan dari artikel ini mengacu pada terkumpulnya hikmah-hikmah dalam penurunan Alquran baik secara munajam dan jumlah wahidah. Penelitin ini berlandaskan pada penelitian kualitatif  dengan pendekatan kepustakaan.
Asbabun Nuzul: Urgensinya dalam Memahami Kontekstual Ayat Alquran Qonita; Maulidya, Anisa
Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2024): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jsiat.v1i1.116

Abstract

Penelitian ini membicarakan tentang perlunya keberadaan asbabun nuzul dalam memahami ayat Alquran dengan menggunakan metode kualitatif dan studi kepustakaan, yang tujuan penilitian ini untuk menelaah pentingnya mengetahui sejarah latar belakang turunnya ayat Alquran agar dapat memberikan pemahaman yang tepat dan akurat ketika memahami dan menafsirkan makna suatu ayat. Hasil penelitian ini membawa pada pemahaman yang mendalam tentang asbabun nuzul dan dapat membantu menghindari kesalahan dalam menafsirkan ayat Alquran. Asbabun nuzul merupakan sebuah ilmu yang menjelaskan sebab-sebab turunnya ayat Alquran, baik berupa peristiwa tertentu ataupun pertanyaan dari para sahabat kepada Nabi Muhammad. Dalam mendapatkan asbabun nuzul perlunya mencari dari riwayat-riwayat hadis sahih yang Nabi Muhammad sampaikan kepada para sahabat yang menyaksikan langsung kejadian sebab-sebab turunnya ayat. Manfaat dari memahami asbabun nuzul adalah memperjelas makna hukum yang terkandung dan memastikan bahwa pemahaman ayat Alquran senada dengan konteks waktu serta kejadian yang melatarbelakanginya. Dengan demikian, agar memahami makna ayat Alquran dapat sesuai dengan benar maka pengetahuan tentang asbabun nuzul sangat penting bagi para mufassir.
Qur’anic Recitation Varieties: Recognizing Qira'at as a Spiritual Tradition Zahro, Mufidah; Maulidya, Anisa
Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2024): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jsiat.v1i1.117

Abstract

Allah menganugerahkan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan cahaya yang dibaca oleh umat Islam. Qira’at sebagai studi yang mempelajari variasi pengucapan Al-Qur’an ini, mempunyai peran penting dalam memahami serta menginterpretasikan ayat Al-Qur’an. Kajian ini menggunakan metode kajian pustaka berlandaskan data-data terpercaya. Hasil dari kajian ini menyatakan bahwa qira’at mencakup variasi bacaan yang diturunkan dari Nabi Muhammad melalui sahabat-sahabatnya, dan kemudian disampaikan secara turun-temurun oleh para ulama berdasarkan qira’at yang tervalid yakni mutawatir. Qira’at juga terbagi berdasarkan kuantitas dan kualitas. Kuantitas qira’at mencakup para ulama qira’at yakni, Nafi' Al-Madani, Ibnu Katsir, Abu ‘Ammar (Imam Hamzah), Abu 'Amr, Al-Kisai, Ashim al-Kuffi dan Ibnu 'Amir. Sedangkan berdasarkan kualitasnya mecakup yaitu, mutawatir, masyhur, ahad, syadz, maudhu’ dan mudraj.
Nuzul Al-Qur`An Dalam Tujuh Huruf Safitri, Melja; Maulidya, Anisa
Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2024): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jsiat.v1i1.118

Abstract

Istilah tujuh huruf ini menimbulkan banyaknya pertanyaan serta menambah rasa penasaran di kalangan orang banyak, dan juga menyebabkan penafsiran yang salah bagi orang-orang awam. Tujuan penelitian ini agar menambah pemahaman tentang makna tujuh huruf sehingga tidak keliru dalam memaknai serta mengetahui hikmah diturunkannya Alquran dalam tujuh huruf. Terdapat banyak pendapat Para Ulama dalam memaknai tujuh huruf yang terdapat pada sabda Nabi ﷺ. Di antara seluruh pandangan, yang paling kuat adalah pandangan bahwa sab`ah ahruf itu merupakan tujuh variasi bahasa dari keseluruhan bahasa Arab yang memiliki makna yang sama. Tidaklah Allah menurunkan Alquran dengan tujuh huruf melainkan terdapat banyak hikmah di dalamnya di antaranya yaitu Alquran diturunkan dengan tujuh huruf mempermudah ketika melafalkan, memahami, dan mengingat bagi bangsa ummi yang tidak mengetahui baca dan tulis. Makna tujuh huruf memiliki keterkaitan dengan qiraat sab’ah yakni huruf sebagai bangunan dan qiraat sebagai ruang bangunan tersebut. Keseluruhan ahruf terdiri dari banyaknya qiraat yang ada. Namun, beberapa ahruf tidaklah termasuk dalam satu qiraat. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif, yaitu penelitian pustaka (library Research)
Ayat-Ayat Al-Qur’an Yang Pertama Serta Yang Terakhir Kali Diturunkan Kepada Nabi Muhammad ﷺ Junita, Putri; Maulidya, Anisa
Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2024): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jsiat.v1i1.119

Abstract

Pemaparan terhadap Alquran tidak pernah berhenti semenjak Alquran diturunkan, karena Alquran merupakan mukjizat abadi sampai akhir kelak. Pada masa Rasulullah Alquran tidak dibukukan, melainkan Alquran dihafal serta ditulis. Target dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mana saja ayat yang pertama kali Allah wahyukan kepada Rasulullah serta ayat yang terakhir kali Allah wahyukan kepada Rasulullah ﷺ. Maka secara skema penulisan yang ada pada artikel ini tergolong pada sebuah kajian dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang merupakan penelitian keperpustakaan. Hasil akhir dari penelitian ini didapatilah bahwa Al-Alaq menjadi awal surah yang Allah wahyukan kepada Rasulullah dan ayat yang terakhir Allah anugerahkan wahyu-Nya kepada Rasulullah ialah Al-Baqarah ayat 278 sampai 282.
Sejarah Pengumpulan Al-Qur’an Khairani, Shinta; Maulidya, Anisa
Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2025): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jsiat.v1i2.122

Abstract

Penelitian ini membahas tentang sejarah pengumpulan Alquran. Hal ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana sejarah pengumpulan Alquran pada masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, pada masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq, Khalifah Utsman bin Affan khalifah ali bin abi thalib. Jenis metode penelitian yang digunakan ialah penelitian kepustakaan. Analisis ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa proses pengumpulan Alquran berlangsung secara bertahap dengan sangat cermat dan penuh kehati-hatian. Mulai dari zaman Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, Khalifah Abu Bakar, hingga standarisasi di zaman Utsman bin Affan, menunjukkan betapa pentingnya menjaga kemurnian teks Alquran bagi umat Islam.
Asbab Nuzul dan Korelasinya dalam Pendidikan Islam Syahfitri, Annisa; Maulidya, Anisa
Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2025): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jsiat.v1i2.123

Abstract

Asbab nuzul ialah salah satu pembahasan yang terdapat dalam ulumul quran yang menggunakan pendekatan sosio-historis atau peristiwa karena asbab nuzul merupakan suatu kejadian yang melatarbelakangi diwahyukannya suatu ayat di dalam Al quran baik itu cerita ataupun pertanyaan orang yang hidup pada zaman Rasulullah (semoga salawat dan salam tercurahkan atasnya) yang mencakup hikmah-hikmah yang dapat diterapkan pada keseharian umat Islam. Jurnal ini akan membahas mengenai asbab nuzul dan korelasinya dalam pendidikan Islam sebagai penambah wawasan agar memperdalam kecintaan umat Islam kepada Al quran dan agamanya, serta agar bisa memahami dan menerapkan asbab nuzul sebagai media pembelajaran pada pendidikan Islam. Penelitian ini dilakukan dengan cara penelitian kualitatif library yang mengambil sumber dari karya-karya tulis dalam media cetak atau digital yang membahas dan berkorelasi dengan asbab nuzul dan pendidikan Islam. Korelasi asbab nuzul dengan dunia pendidikan adalah dengan menjadikan asbab nuzul sebagai media pembelajaran yang menarik sehingga siswa dapat antusias pada pelajaran dan dapat memahami materi dengan efektif dan efesien.
Sistematika Al-Qur’an Fadillah, Maya; Maulidya, Anisa
Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2025): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jsiat.v1i2.124

Abstract

Penelitian ini berfokus pada susunan ayat dan surah pada Kitabullah, yang memiliki tugas utama dalam menjaga kelastarian Kalamullah, serta memudahkan pemahaman dan pengkajian terhadapnya. Studi ini ditujukan untuk mengulas cara penertiban ayat dan surah dalam Kitabullah yang dilihat melalui sudut pandang sejarah Islam. Pendekatan yang diterapkan dalam studi ini yakni pendekatan ulasan literatur, yaitu informasi didapatkan melalui rujukan terpercaya dalam bentuk buku, artikel dan jurnal. Sebagaimana hasilnya mengisyaratkan bahwa para ahli sependapat bahwa penyusunan ayat-ayat dalam Kitabullah bersifat tauqifi. Sedangkan tertib surah para ulama berikhtilaf terhadap susunannya. Sebagian ulama mengatakan bahwa susunannya bersifat ijtihadi (berdasarkan ijtihad), sementara yang lain meyakini bahwa susunannya bersifat tauqifi (berdasarkan petunjuk langsung dari Allah). Ada juga pandangan yang menyatakan bahwa susunan tersebut merupakan campuran dari keduanya, di mana sebagian bersifat ijtihadi dan sebagian lagi tauqifi. Mengetahui tertib ini berorientasi dalam memudahkan untuk menghafal Kitabullah serta mendorong keingintahuan dan wawasan yang lebih mendalam tentang ilmu Al-Qur’an, sehingga memotivasi muslimin agar mempelajarinya.