Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN PENGOBATAN PENYAKIT MELALUI BAKTI SOSIAL DI DESA CIKEAS UDIK KABUPATEN BOGOR Liana, Duta; Maratis, Jerry; Fauziah, Nuraini; Anggrani, Santi; Ulli, Meilandna; Hendrawan, Suwanda; Putri, Yunita Eka; Utomo, Haryo Setyo
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 6 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i6.2593

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) and infectious diseases are still challenging public health problems. The increase of prevalence directs need for community preventive and promotive to behave healthily and change their lifestyle. In supporting tri dharma and improving public health, community service was carried out as social services and treatment in Cikeas Udik Village. This activity aims to determine description of disease, provide counseling and education, and provide social services and health treatment to community. Activity steps include counseling, screening examinations, and treatment. Univariate data analysis used descriptive. Number of participants was 94 people, of which 82% were women. The examination results showed that the patient's blood pressure was normal, but hypertension was the highest diagnosis. Laboratory examination results showed normal GDS, normal cholesterol, abnormal uric acid in women. There are five largest drug groups, namely analgesics, antihypertensives, antidiabetics, antacids, and multivitamins. Then the body balance of the community still needs to be inhanced. It can be concluded that social service provide benefits to the people. Participants are very enthusiastic in the activities. It is hoped that health conditions will be known, have good and appropriate treatment will be obtained.
PENINGKATAN KEBUGARAN DAN KETERAMPILAN DIGITAL SISWA DENGAN PELATIHAN SENAM RHYTHMIC AUDITORY STIMULATION Maratis, Jerry; Syofyan, Harlinda; Pamungkas, Rian Adi; Liana, Duta; Widayanti, Riya; Ananda, Nadaa Septya Dwi; Khaerina, Mutia Fauzi
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i2.2322

Abstract

Pasca Pandemi COVID-19, terjadi perubahan besar dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, dengan kebijakan belajar dari rumah (SFH) yang beralih ke pembelajaran tatap muka. Dampak pasca-pandemi tidak hanya dirasakan oleh guru, tetapi juga siswa, yang mengalami penurunan kebugaran akibat tugas sekolah yang banyak dilakukan secara online dan peningkatan penggunaan gadget untuk bermain game. Meskipun di sekolah diterapkan aturan tidak menggunakan HP selama pelajaran, setelah pulang sekolah, banyak siswa yang bermain game hingga larut malam dan jarang berolahraga. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kebugaran siswa melalui senam RAS yang aman dan sehat, yang dipraktikkan dengan bimbingan Tim PKM dosen dan mahasiswa. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengatasi penurunan kebugaran dan keterampilan digital siswa dengan senam RAS dan pembelajaran interaktif berbasis aplikasi (PIBA), yang melibatkan mahasiswa untuk belajar langsung di masyarakat bersama dosen. Kegiatan ini terdiri dari lima tahapan: 1) Sosialisasi dan edukasi senam RAS dan PIBA, 2) Pelatihan praktik senam RAS dan PIBA, 3) Penerapan teknologi dalam senam RAS dan PIBA, 4) Pendampingan dan evaluasi, 5) Keberlanjutan program. Program pengabdian masyarakat ini telah menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan kebugaran dan keterampilan digital siswa. Berdasarkan data karakteristik mitra, mayoritas siswa berada dalam rentang usia 11 tahun, dengan proporsi perempuan sebesar 89,7%. Setelah mengikuti program, terjadi peningkatan yang signifikan pada aspek kebugaran dan keterampilan digital. Luaran yang diharapkan adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa di bidang kesehatan, publikasi di media massa, dan pembuatan hak cipta.
The visual feedback training effect of the walking abilities to improve quality of life of stroke patients: a systematic review Maratis, Jerry; Asmirajanti, Mira
BKM Public Health and Community Medicine Vol 40 No 06 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v40i06.11851

Abstract

Purpose: Stroke can cause problems with balance and gait ability. This research was conducted to describe the effectiveness of visual feedback training as an exercise method for stroke patients in training balance and gait abilities. Methods: A systematic review was conducted on articles published between 2019 and 2023 examining visual cue training for stroke patients. Results: Six relevant studies reviewed the benefits of visual feedback training on balance and gait ability, including benefits on recumbent stepping and improving the quality of post-stroke patients. Conclusion: Exercise is needed to improve post-stroke patients' balance and gait. The development of training techniques for post-stroke patients, one of which is visual feedback training, still needs to be carried out.
Pelatihan Rhythmic Auditory Stimulation (RAS) dan Visual Cue Training (VCT) Memperbaiki Kemampuan Berjalan Pasien Stroke Maratis, Jerry; Fatria, Ilham; Meidian, Abdul Chalik; Abdurrasyid, Abdurrasyid; Syah, La Ode Muhammad Gustrin
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol.1, No.2, Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v1i2.4966

Abstract

Tujuan; Mempelajari pengaruh pelatihan rhythmic auditory stimulation (RAS) terhadap visual cue training (VCT) untuk memperbaiki kemampuan berjalan pasien stroke. Metode; Penelitian bersifat quasi experimental yang melibatkan 20 sampel dengan pembagian 10 sampel kontrol hanya VCT dan 10 sampel perlakuan RAS dan VCT, kemampuan berjalan diukur menggunakan dynamic gait index (DGI). Hasil; Pada kelompok kontrol di uji dengan paired sample test didapatkan nilai sebelum 14,80 kurang lebih 1,61 dan sesudah 15,10 kurang lebih 1,28, p=0,193 (p lebih besar 0,05) artinya tidak ditemui perubahan kemampuan berjalan pasien stroke. Pada kelompok perlakuan diuji dengan wilcoxon sign rank test didapatkan nilai sebelum 12,90 kurang lebih 2,42 dan sesudah 14,10 kurang lebih 1,66, p=0,016 (p kurang dari 0,05) artinya terdapat perubahan kemampuan berjalan pasien stroke. Pengaruh antara kedua kelompok diuji dengan mann whitney u test didapatkan nilai p=0,030 (p kurang dari 0,05) artinya ada perbedaan kemampuan berjalan. Kesimpulan; Pelatihan rhythmic auditory stimulation dan visual cue training berpengaruh signifikan terhadap perbaikan kemampuan berjalan pasien stroke.
Penambahan Lower Extremity Strengthening Exercise Pada Core Stability Exercise Dalam Mengurangi Risiko Jatuh Pada Lansia Melani, Yohana; Munawwarah, Muthiah; Maratis, Jerry
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 2, No.2, Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v2i2.4973

Abstract

Tujuan Penelitian ini bertujuan untukmengetahui perbedaan penambahan lower extremity strengthening exercise pada core stability exercise dalam mengurangi risiko jatuh pada lansia. Metode Penelitian ini bersifat quasi experiment dengan pre test post test design group dimana peningkatan keseimbangan diukur menggunakan Time Up and Go (TUG) test dan modified Sit to Stand (STS) test. Sampel dikelompokkan menjadi 2 kelompok kelompok I terdiri dari 12 sampel dengan core stability exercise dan kelompok II terdiri dari 12 sampel dengan penambahan lower extremity strengthening exercise pada core stability exercise.Hasil Uji normalitas dengan Shapiro Wilk test didapatkan data berdistribusi normal sedangkan uji homogenitas dengan Levenes test didapatkan data memiliki varian homogen. Hasil uji hipotesisI dan II dengan paired sample t test didapatkan nilai p kurang dari 0.001 dan hasil uji hipotesis III dengan independent t test menunjukan nilai p kurang dari 0.001 untuk TUG test dan p sama dengan 0.007 untuk modified STS test. Kesimpulan Ada perbedaan yang signifikan penambahan lower extremity strengthening exercise pada core stability exercise dalam mengurangi risiko jatuh pada lansia. Kata Kunci Risiko jatuh pada lansia lower extremity strengthening exercise core stability exercise
WORKSHOP PENERAPAN ABC DAN BEP UNTUK PENINGKATAN LABA BAGI PARA PARICARA Munandar, Agus; Sugiyanto, Didik; Maratis, Jerry; Kadlina, Kadlina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.26851

Abstract

ABSTRAKArtikel bertujuan untuk memberikan deskripsi pelaksanaan workshop tentang implementasi Activity Based Costing (ABC) bagi para pelaku pengobatan tradisional (paricara). Berdasarkan data statistik, pengobatan tradisional telah menjadi alternatif utama bagi layanan kesehatan modern di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh kesehatan modern. Implementasi metode Activity Based Costing (ABC) diharapkan mampu meningkatkan laba bagi para pelaku pengobatan tradisional. Metode pengukuran keberhasilan workshop menggunakan one group pretest-posttest design dengan melibatkan 20 peserta. Hasil pengujian menunjukan bahwa implementasi metode ABC mampu meningkatkan akurasi penentuan biaya produksi, sehingga berdampak positif terhadap peningkatan laba para pelaku pengobatan tradisional. Kata kunci: pengobatan tradisional; activity based costing; laba; perhitungan biaya; peningkatan profitabilitas. ABSTRACTThis article aims to delineate the implementation of workshop focused on the application of Activity Based Costing (ABC) for practitioners of traditional medicine (paricara). Based on statistical data indicate that traditional medicine has emerged as a viable alternative to modern healthcare services in Indonesia, particularly in regions with limited access to modern medical facilities. The adoption of the ABC is anticipated to enhance profitability for traditional medicine practitioners. The efficacy of workshop is asses using a one-gorup pretest and post tes design involving 20 participants. Results demonstrate that the application of the ABC method significantly improves the accuraccy of production cost, thereby positively influencing profit margins for practitioners of traditional medicine. Keywords: traditional medicine, activity based costing; profit; cost calculation; profitability enhancement