Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor Pemicu Perilaku Agresif pada Remaja Akhir di Desa Dumoga Satu Kabupaten Bolaang Mongondow Poluan, Delila Ch.; Solang, Deetje, J.; Naharia, Melkian
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor-faktor pemicu perilaku agresif pada remaja akhir di Desa Dumoga Satu, Kabupaten Bolaang Mongondow. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek penelitian terdiri dari dua remaja akhir yang menunjukkan perilaku agresif yang berdomisili di Desa Dumoga Satu, Kabupaten Bolaang Mongondow, serta enam informan pendukung dari lingkungan terdekat subjek. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku agresif pada remaja tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi  kepribadian temperamental, emosi yang tidak stabil, serta kontrol diri yang rendah. Faktor eksternal terdiri atas pola asuh keras, pengaruh teman sebaya, lingkungan sosial yang rawan konflik, paparan media yang mengandung unsur emosional, serta  situasi sosial provokatif. Subjek Gino cenderung menunjukkan agresi fisik secara langsung seperti memukul, mendorong, melempar barang ketika marah. sedangkan Subjek Andre lebih dominan menampilkan agresi verbal, seperti berkatar kasar, mengancam, menyindir atau menggunakan nada tinggi ketika merasa tersinggung. Kedua subjek menunjukkan respons emosional terutama ketika berada pada situasi yang memicu konflik, khususnya dalam  lingkungan sosial yang kurang mendukung pengendalian emosi yang memicu perilaku agresif.
Pengaruh Penggunaan Aplikasi Tiktok Terhadap Perilaku Sosial Pada Remaja Di Desa Sendangan Kecamatan Remboken Sharon Glori Songgigilan; Deetje Josephine Solang; Mike Angelina Kelly Lovihan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4480

Abstract

Kajian ini dimaksudkan untuk menelaah dampak pemanfaatan TikTok terhadap interaksi sosial kalangan remaja di Desa Sendangan, Kecamatan Remboken. Riset dilaksanakan memakai pendekatan kuantitatif lewat analisis regresi linear sederhana. Subjek penelitian terdiri atas 50 remaja berusia 14–19 tahun yang seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik sensus. Informasi dikumpulkan memakai kuesioner skala Likert serta diolah dengan software SPSS versi 25. Hasil kajian memperlihatkan bahwasanya pemanfaatan TikTok memberi pengaruh positif serta signifikan pada perilaku sosial remaja, dibuktikan dengan nilai sign 0,000 (< 0,05) serta koefisien regresi 0,596. Nilai R² 0,365 memperlihatkan bahwasanya TikTok menyumbang 36,5% terhadap perilaku sosial remaja. Penemuan ini memberi penegasan bahwasanya makin tinggi intensitas pemakaian TikTok, makin besar pula pengaruhnya perubahan perilaku sosial yang terjadi, sehingga penting adanya literasi digital serta pendampingan dari orang tua serta pendidik.
Pengaruh Bystander Effect terhadap Perilaku Prososial Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Manado Damongilala, Milca; Solang, Deetje; Hartati, Meike
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 3 No 2 (2025): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v3i2.572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bystander effect terhadap perilaku prososial pada mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Manado. Penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling dengan jumlah sampel dalam penelitian ini 155 orang. Alat ukur yang digunakan adalah skala bystander effect dan skala perilaku prososial dalam bentuk Skala Likert. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan nilai beta -6,37, dan nilai R (koefisien korelasi) sebesar 0,776, nilai signifikan yang diperoleh sebesar 0.000 < 0.005. Dengan demikian H1 diterima dengan adanya pengaruh yang signifikan antara bystander effect terhadap perilaku prososial. Berdasarkan hasil uji koefisien determinan indikator bystander effect diperoleh nilai R Square emosi apatis sebesar 0.669 atau 66,9%, yang berarti terdapat kecenderungan pengaruh situasional bystander effect terhadap perilaku prososial dari adanya emosi apatis pengamat, dengan demikian H2 diterima.
Kebersyukuran Pada Pengasuh Panti Di Panti Tunarungu GMIM Damai Tomohon Mailangkay, Anastasia S. M. Y.; Deetje Solang; Gloridei
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 3 No 2 (2025): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v3i2.573

Abstract

Kebersyukuran merupakan aspek psikologis penting yang berperan dalam menjaga kesejahteraan emosional dan ketahanan diri, terutama bagi individu yang bekerja di lingkungan dengan tuntutan sosial tinggi seperti pengasuh panti. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana kebersyukuran dimaknai dan diwujudkan oleh pengasuh di Panti Tunarungu GMIM Damai Tomohon. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek primer penelitian terdiri atas dua orang pengasuh panti, sedangkan subjek pendukung meliputi kepala panti dan rekan sesama pengasuh. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, kemudian dianalisis berdasarkan empat aspek kebersyukuran menurut McCullough, Emmons, & Tsang (2002), yaitu intensity, frequency, span, dan density. Tahapan penelitian mencakup persiapan instrumen, pengumpulan data, transkripsi, pengodean, dan analisis interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pengasuh menampilkan kebersyukuran yang kuat dalam bentuk penerimaan terhadap kondisi anak asuh, rasa ikhlas dalam pelayanan, serta refleksi spiritual yang mendalam. Meskipun terdapat perbedaan dalam intensitas dan frekuensi ekspresi syukur, keduanya menunjukkan konsistensi dalam menjadikan rasa syukur sebagai sumber motivasi dan ketenangan batin. Temuan ini menegaskan bahwa kebersyukuran berfungsi sebagai mekanisme adaptif yang memperkuat kesejahteraan psikologis dan makna kerja pada pengasuh panti
From vulnerability to growth: strengthening intrapersonal capacity to overcome the quarter life crisis Deetje Josephine Solang
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1176300

Abstract

This study examines the Quarter-Life Crisis (QLC) as a psychological phenomenon experienced during the transition to early adulthood, highlighting the significance of intrapersonal capacity as a key factor in transforming vulnerability into growth. Employing a literature review method, the research analyzes recent studies on internal factors such as self-regulation, self-reflection, inner dialogue, and meaningful goal-setting. The findings indicate that intrapersonal capacity functions both as a mediator and a moderator, enabling individuals not only to reduce the negative effects of QLC but also to build psychological resilience and a clearer sense of life direction. This study expands the theoretical perspective of QLC by positioning intrapersonal capacity as a central mechanism, while also offering practical implications for counseling, education, and self-development interventions for young adults.
Hubungan Persepsi Risiko Dengan Perilaku Keselamatan Kerja Petugas Pemadam Kebakaran di Kabupaten Minahasa Leon Timoti Massie; Tellma Monna Tiwa; Deetje Josephine Solang
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 3 No 4 (2026): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v3i4.604

Abstract

Pekerjaan dengan risiko tinggi cenderung memiliki tingkat kecelakaan yang lebih tinggi, dan banyak hal yang dapat mempengaruhi hal tersebut baik dari lingkungan atau individu khususnya persepsi pada perilaku. Dilakukanya penelitian ini dengan tujuan mengetahui hubungan persepsi risiko dengan perilaku keselamatan pada Petugas Pemadam Kebakaran di Kabupaten Minahasa. Jenis Penelitian yang digunakan merupakan penelitian kuantitatif korelasional, dengan jumlah sampel sebanyak 64 petugas. Pada kategorisasi data juga ditemukan bahwa baik dalam variabel persepsi risiko dan perilaku keselamatan mayoritas responden berada pada tingkat yang tinggi. Analisis dilakukan dengan uji korelasi yang menunjukan nilai signifikansi 0,002 (p > 0.05), berarti ada hubungan yang signifikan pada persepsi risiko dengan perilaku keselamatan petugas. Selain itu pada nilai (R) didapatkan sebesar 0,385 dan (R2) sebesar 0,148. Dapat disimpulkan ialah meskipun terdapat keterkaitan antara data yang diteliti, persepsi risiko bukanlah merupakan faktor atau prediktor utama perilaku keselamatan pada petugas pemadam kebakaran
Pengaruh Katarsis Emosi Terhadap Perilaku Anonim Pada Remaja di SMANegeri 1 Tondano Pengguna Media Sosial Andrea Angelita Kusen; Deetje Josephine Solang; Rinna Yuanita Kasenda
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the influence of emotional catharsis on anonymous behavior among adolescent Social Media Users at SMA Negeri 1 Tondano. Utilizing a quantitative approach, the research employs a simple linear regression analysis. Using purposive sampling, 155 participants from grades XI and XII who actively use social media were selected. Data were gathered through questionnaires. The findings reveal a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating that emotional catharsis has a significant impact on anonymous behavior among adolescent social media users at SMA Negeri 1 Tondano.
HUBUNGAN ANTARA SCHOOL WELL-BEING DENGAN PENYESUAIAN DIRI SOSIAL PADA SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 TONDANO Garcia Rahel Kiroyan; Deetje Solang; Meike Endang Hartati
FOKUS : Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 9 No. 4 (2026): Vol 9, No 4 Juli 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/fokus.v9i4.31060

Abstract

The school environment influences students’ psychosocial development, particularly their social adjustment. School well-being is related to students’ well-being at school and the way they interact socially. This study aimed to examine the relationship between school well-being and social adjustment among senior high school students. A quantitative approach with a correlational design was employed. The sample consisted of 119 eleventh-grade students at SMA Negeri 1 Tondano selected using probability sampling. Data were collected using a school well-being scale and a social adjustment scale developed based on the Likert scale model. Data were analyzed using Pearson correlation analysis. The results showed a significant positive relationship between school well-being and social adjustment, with a correlation coefficient of 0.804 and a significance value of 0.000 (p < 0.05). These findings indicate that higher levels of school well-being are associated with better social adjustment. Therefore, a school environment that supports school well-being is important for improving students’ social adjustment.
Studi Kasus Tentang Latar Belakang Anggota Keluarga Yang Melakukan Bunuh Diri Di Desa Tawaang Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan Jesica Noviyanti Dalope; Deetje J Solang; Meike E Hartati
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i11.7177

Abstract

This study aims to analyze the family background of suicide victims in Tawaang Village by examining five key aspects: parenting style, educational background, social interaction, culture, and economic condition. This research employed a qualitative approach using in-depth interviews, observations, and data collection from informants such as the spouse, children, grandparents, pastors, village leaders, neighbors, and community elders. The findings reveal that parenting styles, whether democratic or authoritarian, do not necessarily prevent suicide risk when emotional support is inadequate. Low educational attainment limits understanding of mental health and coping skills. In terms of social interaction, both openness and limited engagement can serve as risk factors if not supported by quality emotional bonds. Cultural practices that once stigmatized suicide have shifted through the role of the church in providing spiritual support, although remnants of stigma persist. Furthermore, both “sufficient” and “limited” economic conditions may generate significant psychological distress. Overall, suicide in Tawaang Village is the result of a complex interplay between family, educational, social, cultural, and economic factors. This study highlights the importance of a holistic approach to suicide prevention, involving families, communities, and religious institutions.
Gambaran Self Concept Remaja Awal Berlatar Belakang Keluarga Broken Home Di Kec. Pamona Puselemba Kab. Poso Sulawesi Tengah Regitha A.G Mantouw; Deetje J. Solang
Economics and Digital Business Review Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/ecotal.v5i2.1564

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran self concept, gambaran kemampuan dalam bersosialisasi, serta gambaran penerimaan diri remaja broken home khususnya di Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, Sulawesi Tengah. Self Concept adalah gambaran bagaimana kita melihat dan mengenal diri kita, bagaimana pendapat orang lain mengenai diri kita, dan seperti apa diri kita yang kita inginkan. Subjek penelitian ini berjumlah 3 orang dengan latar belakang keluarga yang berbeda-beda. Metode pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif deskriptif yang bersifat fenomenologis, Pemilihan metode penelitian ini sejalan dengan tujuan penelitian yaitu memahami pengalaman subyektif responden terkait bagaimana self concept remaja awal dari keluarga broken home. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara serta documentasi sebagaimana dilakukan melalui pencatatan, perekaman, pengamatan perilaku, menyusun transkrip, pengkodean serta melakukan analisis data menggunakan teknik reduksi data serta trianggulasi yaitu mengumpulkan data dari subjek sekunder yang menjadikan hasil penelitian menjadi kompleks pada tahap interpretasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagaian besar tingkat self concept para remaja di Kecamatan Pamona Puselemba Kabupaten Poso Sulawesi Tengah mengarah ke self concept positif. Hal ini didukung oleh mereka yang sudah bisa menerima keadaan mereka dengan menjalani sebagaimana kehidupan mereka yang sekarang dan fokus dengan pendidikan yang tengah mereka tekuni sekarang.
Co-Authors Abriela A. Manoppo Manoppo Agnes Manggu Andrea Angelita Kusen Aprilia T. Poluakan Aprillia Kansil Arham S. Astri B. Podang Astri Podag Basare, Dhea A. Br Ginting, Oktavia Damongilala, Milca Dewo Agung Nugroho Narosaputra Engrid Elisa Pangaribuan Ester Della Marandof Euodia P. Legi Femy Mia Femy R. Mia Fernando D. Putra Fiona Irawati Flora S. Koten Garcia Rahel Kiroyan Giovanni Soben Gloridei Gloridei Lingkanbene Kapahang Great E. Kaumbur Great Erick Kaumbur Halid, Eliana Hartati, Meike Hartati, Meike E. Irenchia M. Kiroyan Jacobis, Kerin I. Jeremy F. T. E. Lukouw Jesica Noviyanti Dalope Jessica Kharisa Singal Jofie H. Mandang Kambey, Debora C.M Karundeng, Vinny Kasenda, Rinna Y. Kaumbur , Great E. Kaumbur, Great E. Keren M.A Sondakh Kumaat, Theophany D. Kumat, Theophany D. Leon Timoti Massie Lie, Nadia Thessalonica Lomboan, Delfia L. Lovihan, Mike A. K. Mailangkay, Anastasia S. M. Y. Marssel Michael Sengkey Meike E Hartati Meike E. Hartati Meike E. Hartati Meike Endang Hartati Meike Endang Hartati Melkian Naharia Memah, Gleydis Patrisia Natunggele, Rifaldo Ngangi, Anastasya Theresia Pangajow, Astrid Eklesia Pangau, Einstain Samuel Philip Paputungan, Meita Winawati Pasongli, Soepiyanto Polii, Alpacino Fernando R. Poluan, Delila Ch. Pongkorung, Zera Pontomudis, Marthen L. Porung, Milira E. Putra R. Biki Putri Ireine Inri Wungow Rafli P. Siru Rawung, Queenry C. Regitha A.G Mantouw Reity Sengkey Ricky H. Tjuyitno Rifandi H. Sorongan Roslin Muyu Rotinsulu, Ridel H. M. Runtu, Vionia E. Sajid Arganto Sharon Glori Songgigilan Sherina J. Ç Sigar, Valerie Sinta E. J. Kaunang Sitepu, Helen K. Br Siti Mahrani M. Rusli Siwi , Pingkan M. St Darmah Stevi Becher Sengkey Stive B. Sengkey Suwandi, Gibrael Tambanua, Silvana Gita Tellma Monna Tiwa Therecy Y. Mangamis Umboh, Jelri A. Valensia A. Kudati Wahab, Karla Antoinette Nathania Yesica C. Kawengian Yoas Sotomo Telaumbanua Yolandinova Sitorus