Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PEMECAHAN MASALAH GEOMETRI NON-RUTIN: STUDI KUALITATIF TENTANG STRATEGI DAN HAMBATAN SISWA SD Hilwa Salsabila Daulay; Safrida Napitupulu; Umar Darwis; Putri Juwita; Lia Afriyanti Nasution
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026: Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.533

Abstract

Pembelajaran geometri di sekolah dasar masih didominasi oleh pendekatan prosedural yang berorientasi pada penggunaan rumus secara mekanis. Kondisi ini berdampak pada rendahnya fleksibilitas berpikir siswa ketika menghadapi masalah geometri nonrutin yang menuntut penalaran tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemecahan masalah serta mengidentifikasi hambatan kognitif siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan soal geometri non-rutin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 10 siswa kelas V sekolah dasar yang dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui tes geometri non-rutin, wawancara berbasis tugas, dan dokumentasi lembar kerja siswa. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi visual-representatif dan strategi mencoba-coba (trial and error) merupakan strategi yang paling dominan digunakan siswa. Hambatan yang ditemukan meliputi miskonsepsi atribut, miskonsepsi spasial, serta ketergantungan pada hafalan rumus tanpa pemahaman konseptual. Mayoritas siswa masih berada pada Level 0 (Visualisasi) dan Level 1 (Analisis) berdasarkan teori perkembangan berpikir geometri Pierre van Hiele. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi masalah non-rutin secara sistematis dalam pembelajaran geometri untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan literasi numerasi siswa.
ETNOMATEMATIKA DALAM RUMAH ADAT BATAK SIMALUNGUN SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Julaika Syifa Anindya; Safrida Napitupulu; Dalimawaty Kadir; Arrini Shabrina Anshor; Lia Afriyanti Nasution
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026: Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.534

Abstract

Rumah adat merupakan wujud konkret dari sistem pengetahuan lokal yang berkembang dalam suatu masyarakat. Di dalamnya terkandung nilai budaya, filosofi hidup, serta prinsip-prinsip ilmiah yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu warisan budaya yang sarat dengan makna filosofis dan matematis adalah Rumah Bolon Simalungun, rumah adat masyarakat Batak Simalungun di Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara budaya dan matematika yang tercermin dalam struktur, bentuk, pola bangunan, serta fungsi sosial Rumah Bolon Simalungun melalui pendekatan etnomatematika. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur dan analisis dokumen mini project. Hasil kajian menunjukkan bahwa Rumah Bolon Simalungun mengandung konsep-konsep matematika seperti bangun datar, bangun ruang, simetri, proporsi, trigonometri, dan pengukuran yang relevan untuk diintegrasikan dalam pembelajaran matematika kontekstual di sekolah. Dengan demikian, rumah adat tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sumber belajar yang bermakna dalam mendukung pembelajaran matematika berbasis budaya lokal.
HUBUNGAN PEMAHAMAN BANGUN DATAR TERHADAP KONSEP PRISMA DAN LIMAS DI SEKOLAH DASAR Indry Ayu Lizahra; Safrida Napitpulu; Dinda Yarshal; Lia Afriyanti Nasution; Nazriani Lubis
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026: Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemahaman bangun datar dengan pemahaman konsep prisma dan limas pada siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian adalah siswa kelas V atau VI sekolah dasar yang telah mempelajari materi bangun datar dan bangun ruang sisi datar. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep yang terdiri atas dua bagian, yaitu tes pemahaman bangun datar dan tes pemahaman prisma serta limas. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment serta analisis deskriptif untuk menggambarkan tingkat penguasaan masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah mampu mengidentifikasi bangun datar dengan baik, namun pemahaman mereka masih cenderung bersifat prosedural. Pada materi prisma dan limas, siswa mengalami kesulitan terutama dalam menentukan luas alas yang berpengaruh pada perhitungan luas permukaan dan volume. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pemahaman bangun datar dan pemahaman konsep prisma serta limas. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguasaan konsep bangun datar merupakan prasyarat fundamental dalam memahami bangun ruang sisi datar. Oleh karena itu, pembelajaran geometri di sekolah dasar perlu dirancang secara bertahap, sistematis, dan terintegrasi agar pemahaman konseptual siswa berkembang secara optimal.
Optimizing The Canva Application Help Students In Carrying Out Learning Activities In JISDA Thailand Nasution, Lia Afriyanti; Sukmawarti, Sukmawarti; Ahda, Hariati; Somwong, M.Khadafi; Sari, Fira Tika; Siregar, Hana Aulia
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v8i1.2710

Abstract

Abstrak Perbedaan sistem pendidikan terletak pada pendidikan vokasi. Pendidikan tinggi juga dilaksanakan di universitas sama dengan di Indonesia. Ada banyak universitas di Thailand, salah satunya adalah Jamiah Islam Syeikh Daud al-Fathoni (JISDA) yang dibawa naungan yayasan Muassasah ats-Tsaqofah Islamiyah Yala Haji Harun. JISDA juga merupakan salah satu alternatif perguruan tinggi bagi masyarakat umum yang tidak mampu melanjutkan kuliah di berbagai universitas negeri yang ada di Thailand. JISDA didirikan oleh Yayasan Muassasah Assaqafah Al –Islamiyah Yala, dengan nama Program Diploma Tarbiyah-Ma’had al-Bi’that Ad-diniyah. Pada tahun 1998 berubah nama menjadi Kuliah Tarbiyah Islamiyah dengan Program Diploma Tarbiyah dan Program Sarjana Tarbiyah. Pada tahun 2000 berubah nama menjadi kuliah Syeikh Daud Al Fathoni yang terdiri dari 3 (tiga) fakultas yaitu Fakultas Tarbiyah,Fakultas Syariah dan Fakultas Ushuluddin. Pada tahun 2001 berubah lagi menjadi Jami’ah Syeikh Daun Al Fathoni ( JISDA) yang terdiri dari 4 (empat) jurusan yaitu Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah, Fakultas Ushuluddin dan Lughatil Arabiyah (bahasa arab) yang akan berkembang lagi sesuai kebutuhan dimasa yang akan datang. Kegiatan ini telah dilaksanakan 95% kegiatan yang telah tercapai. Melakukan sosialisasi dan edukasi kepada Mitra tentang kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tentang program PKM ini. Sosialisasi program telah dilaksankan secara bertahap yaitu di Kampus JISDA Provinsi Yala Thailand selaku pihak yang berkaitan erat dengan kegiatan ini. Kemudian sosialisasi kepada masyarakat (Mahasiswa/i) melalui perwakilan masing-masing kelas dan tingkatan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan oleh tim pelaksana dari dosen dan mahasiswa Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah serta dosen dan mahasiswa JISDA