Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Effectiveness of Solar System Scope-Assisted PBL on Kepler Law Material Integrated with Al-Quran to Improve Student Learning Outcomes Khairiah Khairiah; Hajar Mawaddah; Lia Afriyanti Nasution; Ahmad Fudholi; Mohd Awang Kechik; M. Khadafi Somwong
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 9 (2024): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i9.8618

Abstract

This research is motivated by the low ability of students to understand physics subjects which are considered difficult, including the difficulties experienced namely visualizing subject matter which requires learning models and media as support to improve student learning outcomes. This research was conducted at MA Muallimin UNIVA Medan, by applying the Problem Based Learning (PBL) learning model assisted by Solar System Scope media on Kepler law material integrated with the Koran which is used in the learning process to improve student learning outcomes. The research method used is experimentation which is a type of quantitative research in class X MIA 1 as an experimental class with a Probe Based Learning (PBL) learning model. The sample was taken using a purposive sampling technique. The instrument used is a written test (essay) with 10 questions. It is known that the pretest and posttest data are normally distributed with a significance value of Experimental Pretest (0.078), Experimental Posttest (0.130), Control Pretest (0.200), Control Posttest (0.052) and are declared homogeneous with a significance value of Based on Mean (0.245) where the test value normality and homogeneity exceed (>) the real level used in the measurement, namely α = 0.05 or 5%. With the help of SPSS it is known that the average learning outcomes of students in the experimental class (83.07) are higher than those in the control class (79.90) so it can be concluded that the hypothesis is accepted and the average of the experimental class is stated to be better than the average of the control class. As for the effectiveness of the experimental class with the PBL (Problem Based learning) model, it was 76.6% and the control class with the Direct Instruction learning model was 54.4%, where the experimental class was declared effective and the control class was declared less effective.
Pengembangan LMS Berbasis Google Sites untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Materi Alat Optik di SMAS Istiqlal Delitua Riska Hayani; Sutri Novika; Jafri Haryadi; Lia Afriyanti Nasution
EDUKASI Vol 23 No 1 (2025): EDISI MEI 2025
Publisher : FKIP Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/j.edu.v23i1.9404

Abstract

This study aims to evaluate the validity, practicality, and effectiveness of Learning Management System (LMS) media developed using Google Sites for teaching Optical Instrument material to Class XI students at SMAS Istiqlal Delitua. The study focuses on the development of an LMS to enhance students' learning interest. The subjects of this research were 29 students from Class XI IPA 1. The research adopted the ADDIE model for development. The results revealed that the LMS is highly feasible as a learning medium. Assessments by material and media experts yielded average feasibility scores of 93.3% and 91.2%, respectively, both categorized as "Very Good." Student and teacher responses to the Google Sites-based LMS demonstrated a high level of practicality and interest, with an average response score of 91.5%, classified as "Very Practical/Interesting." The effectiveness test, based on pretest and posttest comparisons, indicated significant improvement in students' learning outcomes. The t-test result showed an Asymp. Sig (2-tailed) value of 0.000 (<0.05), confirming a significant difference between pretest and posttest scores. The average N-Gain score was 0.62, categorized as "Effective." In conclusion, the Google Sites-based LMS is valid, practical, and effective, significantly enhancing students' understanding and interest in learning Optical Instrument material.
PEMECAHAN MASALAH GEOMETRI NON-RUTIN: STUDI KUALITATIF TENTANG STRATEGI DAN HAMBATAN SISWA SD Hilwa Salsabila Daulay; Safrida Napitupulu; Umar Darwis; Putri Juwita; Lia Afriyanti Nasution
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.533

Abstract

Pembelajaran geometri di sekolah dasar masih didominasi oleh pendekatan prosedural yang berorientasi pada penggunaan rumus secara mekanis. Kondisi ini berdampak pada rendahnya fleksibilitas berpikir siswa ketika menghadapi masalah geometri nonrutin yang menuntut penalaran tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemecahan masalah serta mengidentifikasi hambatan kognitif siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan soal geometri non-rutin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 10 siswa kelas V sekolah dasar yang dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui tes geometri non-rutin, wawancara berbasis tugas, dan dokumentasi lembar kerja siswa. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi visual-representatif dan strategi mencoba-coba (trial and error) merupakan strategi yang paling dominan digunakan siswa. Hambatan yang ditemukan meliputi miskonsepsi atribut, miskonsepsi spasial, serta ketergantungan pada hafalan rumus tanpa pemahaman konseptual. Mayoritas siswa masih berada pada Level 0 (Visualisasi) dan Level 1 (Analisis) berdasarkan teori perkembangan berpikir geometri Pierre van Hiele. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi masalah non-rutin secara sistematis dalam pembelajaran geometri untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan literasi numerasi siswa.
ETNOMATEMATIKA DALAM RUMAH ADAT BATAK SIMALUNGUN SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Julaika Syifa Anindya; Safrida Napitupulu; Dalimawaty Kadir; Arrini Shabrina Anshor; Lia Afriyanti Nasution
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.534

Abstract

Rumah adat merupakan wujud konkret dari sistem pengetahuan lokal yang berkembang dalam suatu masyarakat. Di dalamnya terkandung nilai budaya, filosofi hidup, serta prinsip-prinsip ilmiah yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu warisan budaya yang sarat dengan makna filosofis dan matematis adalah Rumah Bolon Simalungun, rumah adat masyarakat Batak Simalungun di Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara budaya dan matematika yang tercermin dalam struktur, bentuk, pola bangunan, serta fungsi sosial Rumah Bolon Simalungun melalui pendekatan etnomatematika. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur dan analisis dokumen mini project. Hasil kajian menunjukkan bahwa Rumah Bolon Simalungun mengandung konsep-konsep matematika seperti bangun datar, bangun ruang, simetri, proporsi, trigonometri, dan pengukuran yang relevan untuk diintegrasikan dalam pembelajaran matematika kontekstual di sekolah. Dengan demikian, rumah adat tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sumber belajar yang bermakna dalam mendukung pembelajaran matematika berbasis budaya lokal.
HUBUNGAN PEMAHAMAN BANGUN DATAR TERHADAP KONSEP PRISMA DAN LIMAS DI SEKOLAH DASAR Indry Ayu Lizahra; Safrida Napitpulu; Dinda Yarshal; Lia Afriyanti Nasution; Nazriani Lubis
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemahaman bangun datar dengan pemahaman konsep prisma dan limas pada siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian adalah siswa kelas V atau VI sekolah dasar yang telah mempelajari materi bangun datar dan bangun ruang sisi datar. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep yang terdiri atas dua bagian, yaitu tes pemahaman bangun datar dan tes pemahaman prisma serta limas. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment serta analisis deskriptif untuk menggambarkan tingkat penguasaan masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah mampu mengidentifikasi bangun datar dengan baik, namun pemahaman mereka masih cenderung bersifat prosedural. Pada materi prisma dan limas, siswa mengalami kesulitan terutama dalam menentukan luas alas yang berpengaruh pada perhitungan luas permukaan dan volume. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pemahaman bangun datar dan pemahaman konsep prisma serta limas. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguasaan konsep bangun datar merupakan prasyarat fundamental dalam memahami bangun ruang sisi datar. Oleh karena itu, pembelajaran geometri di sekolah dasar perlu dirancang secara bertahap, sistematis, dan terintegrasi agar pemahaman konseptual siswa berkembang secara optimal.
Pemanfaatan Aplikasi Stellarium untuk Meningkatkan Literasi Astronomi Peserta Didik di Lembaga Bantuan Belajar SANG JUARA Kuala Simpang Nasution, Lia Afriyanti; Destini, Rita; Sholihin, Ahmad; Siregar, Sakinah; Ritonga, Jun Anas'sh
Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): Mei : Komunitas : Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/komunitas.v4i2.427

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi astronomi, terbatasnya akses terhadap pembelajaran digital interaktif, dan menurunnya motivasi belajar peserta didik terdampak banjir di LBB SANG JUARA, Kuala Simpang. Kegiatan bertujuan meningkatkan literasi astronomi dan motivasi belajar peserta didik, memperkuat kapasitas tutor dalam memanfaatkan Stellarium sebagai planetarium digital, serta mengenalkan kepedulian lingkungan melalui pembahasan kondisi cuaca, kejernihan atmosfer, dan polusi cahaya yang memengaruhi pengamatan langit malam. Program melibatkan 32 peserta didik dan empat tutor melalui tahapan analisis kebutuhan, pelatihan tutor, pembelajaran eksploratif selama lima pertemuan, evaluasi, dan penguatan kelembagaan. Evaluasi menggunakan pretest-posttest literasi astronomi, angket motivasi, lembar observasi, dan rubrik kinerja tutor. Skor rata-rata pemahaman konsep dasar, interpretasi fenomena langit, dan aplikasi konsep meningkat berturut-turut dari 48%, 42%, dan 39% menjadi 78%, 74%, dan 71%, dengan N-gain 0,58; 0,55; dan 0,52 dalam kategori sedang. Seluruh tutor mampu menginstal dan mengoperasikan Stellarium, 75% mampu menyusun skenario pembelajaran berbasis eksplorasi, dan dihasilkan tiga modul pembelajaran. Sebanyak 81% peserta didik menilai pembelajaran lebih menarik, 76% merasa lebih percaya diri menjelaskan fenomena langit, dan 84% berminat mempelajari sains lebih lanjut. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan terstruktur berbantuan Stellarium dapat menjadi model praktis untuk memperkuat literasi astronomi, pembelajaran digital, dan keterlibatan belajar pascabencana, sekaligus menjadi pintu masuk kontekstual untuk mengenalkan kepedulian terhadap lingkungan langit malam.
Desain Didaktis Berorientasi Masalah untuk Mengatasi Learning Obstacle Konsep Bilangan pada Mahasiswa Calon Guru Sekolah Dasar Hidayat Hidayat; Lia Afriyanti Nasution
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Penelitian Pendidikan MIPA
Publisher : LPPM UMN Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jp2mipa.v11i1.6825

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi learning obstacle pada konsep bilangan, mengembangkan desain didaktis berorientasi masalah, dan mendeskripsikan perubahan pemahaman mahasiswa calon guru sekolah dasar setelah implementasi. Penelitian menggunakan Didactical Design Research dengan dukungan analisis kuantitatif deskriptif. Analisis prospektif melibatkan 25 mahasiswa kelas 4A untuk mengidentifikasi hambatan belajar, sedangkan analisis metapedadidaktik dilakukan pada 30 mahasiswa kelas 4B melalui implementasi desain. Data diperoleh dari tes diagnostik, pretest-posttest, dokumentasi jawaban, dan catatan proses pembelajaran. Hambatan yang teridentifikasi meliputi keterbatasan pemahaman makna operasi bilangan, kesulitan mentransformasikan masalah kontekstual ke representasi matematika, ketidaktepatan memilih strategi, dan ketergantungan pada prosedur contoh. Desain didaktis memadukan masalah kontekstual, representasi visual dan manipulatif, diskusi kolaboratif, perbandingan strategi, serta refleksi. Rata-rata kelas 4A meningkat dari 50 menjadi 65 dengan N-gain 0,30, sedangkan kelas 4B meningkat dari 52 menjadi 82 dengan N-gain 0,63. Kedua nilai berada pada kategori sedang, tetapi peningkatan kelas implementasi lebih tinggi. Temuan menunjukkan bahwa desain didaktis berorientasi masalah berpotensi mengurangi hambatan belajar dan memperkuat pemahaman konsep bilangan secara deskriptif.
Optimizing The Canva Application Help Students In Carrying Out Learning Activities In JISDA Thailand Lia Afriyanti Nasution; Sukmawarti Sukmawarti; Hariati Ahda; M.Khadafi Somwong; Fira Tika Sari; Hana Aulia Siregar
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v8i1.2710

Abstract

Abstrak Perbedaan sistem pendidikan terletak pada pendidikan vokasi. Pendidikan tinggi juga dilaksanakan di universitas sama dengan di Indonesia. Ada banyak universitas di Thailand, salah satunya adalah Jamiah Islam Syeikh Daud al-Fathoni (JISDA) yang dibawa naungan yayasan Muassasah ats-Tsaqofah Islamiyah Yala Haji Harun. JISDA juga merupakan salah satu alternatif perguruan tinggi bagi masyarakat umum yang tidak mampu melanjutkan kuliah di berbagai universitas negeri yang ada di Thailand. JISDA didirikan oleh Yayasan Muassasah Assaqafah Al –Islamiyah Yala, dengan nama Program Diploma Tarbiyah-Ma’had al-Bi’that Ad-diniyah. Pada tahun 1998 berubah nama menjadi Kuliah Tarbiyah Islamiyah dengan Program Diploma Tarbiyah dan Program Sarjana Tarbiyah. Pada tahun 2000 berubah nama menjadi kuliah Syeikh Daud Al Fathoni yang terdiri dari 3 (tiga) fakultas yaitu Fakultas Tarbiyah,Fakultas Syariah dan Fakultas Ushuluddin. Pada tahun 2001 berubah lagi menjadi Jami’ah Syeikh Daun Al Fathoni ( JISDA) yang terdiri dari 4 (empat) jurusan yaitu Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah, Fakultas Ushuluddin dan Lughatil Arabiyah (bahasa arab) yang akan berkembang lagi sesuai kebutuhan dimasa yang akan datang. Kegiatan ini telah dilaksanakan 95% kegiatan yang telah tercapai. Melakukan sosialisasi dan edukasi kepada Mitra tentang kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tentang program PKM ini. Sosialisasi program telah dilaksankan secara bertahap yaitu di Kampus JISDA Provinsi Yala Thailand selaku pihak yang berkaitan erat dengan kegiatan ini. Kemudian sosialisasi kepada masyarakat (Mahasiswa/i) melalui perwakilan masing-masing kelas dan tingkatan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan oleh tim pelaksana dari dosen dan mahasiswa Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah serta dosen dan mahasiswa JISDA
Strategi Peningkatan Kualitas, Inovasi Rasa, Dan Pemasaran Keripik Pisang UMKM Di Desa Lantasan Baru Sakinah Siregar; Sintia Yesepa; Tanzil Hafiz; Tiodara Anggie Sihaloho; Titi Lestia; Ulfa Beutari; Lia Afriyanti Nasution
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 1 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i1.4740

Abstract

Banana chips are a local food product with high economic potential for rural communities. This program aims to improve product quality, develop flavor innovation, and expand marketing strategies for MSMEs producing banana chips in Lantasan Baru Village, Patumbak District, Deli Serdang Regency. The method used was a participatory approach involving technical training, new flavor development, and digital marketing outreach. The results showed significant improvements in three main aspects: enhanced product quality through better raw materials and processing techniques; diversification into chocolate, matcha, and tiramisu flavors; and expanded market reach via social media and e-commerce platforms. The program also increased the partners’ knowledge and skills, particularly Sumini,, in managing village-based enterprises. In conclusion, this activity successfully empowered rural MSMEs through sustainable improvements in product quality and marketing.
Pengaruh Model Pembelajaran SOLE (Self Organized Learning Environments) Berbasis Video Animasi terhadap Kemampuan Berpikir Kritis di SMA Kelas XI Halimah Berliani; Rofiqoh Hasan Harahap; Shinta Marito Siregar; Elia Putri; Lia Afriyanti Nasution
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/860dky92

Abstract

Rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran fisika menyebabkan kemampuan berpikir kritis pada materi Gerak Lurus belum berkembang secara optimal. Penelitian bertujuan menganalisis efektivitas model pembelajaran SOLE (Self Organized Learning Environments) berbasis video animasi terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pantai Labu. Penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas yang masing-masing berjumlah 30 siswa dan dipilih melalui teknik cluster random sampling dari populasi sebanyak 90 siswa kelas XI MIPA. Data diperoleh melalui tes uraian yang mengukur kemampuan interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan eksplanasi. Video animasi Qreative Edukative dinyatakan sangat layak berdasarkan validasi ahli materi (85,45%) dan ahli media (90%). Hasil analisis menunjukkan rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 54,02% (kategori sedang), sedangkan kelas kontrol sebesar 17,83% (kategori rendah). Pengujian menggunakan Independent Sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), sehingga model pembelajaran SOLE berbasis video animasi terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa model pembelajaran SOLE berbasis video animasi berpotensi diterapkan sebagai strategi pembelajaran fisika yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Gerak Lurus.