Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Pengaruh Motivasi, Work-Life Balance, dan Burnout terhadap Perilaku Keselamatan Kerja pada Pekerja Klinik Rissa Medika Kota Bangun Harahap, Karlina Sofyana; Sultan, Muhammad; Ramdan, Iwan M; Lestari, Ida Ayu Indira Dwika
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.21237

Abstract

ABSTRACT Occupational safety in the healthcare sector, particularly in clinical settings, is a critical aspect influenced by various psychosocial factors. This study aims to analyze the influence of work motivation, work-life balance, and burnout on safety behavior among employees at Rissa Medika Clinic, Kota Bangun. A descriptive quantitative method with a cross-sectional design was employed. The sample consisted of the entire clinic workforce (16 individuals), including both medical and non-medical staff. Data were collected using validated questionnaires and analyzed using Fisher’s Exact Test with a significance level of 0.05. The results indicated that all three independent variables were significantly related to safety behavior. Work motivation (p = 0.041) and work-life balance (p = 0.041) had a positive correlation with safety behavior, while burnout (p = 0.036) showed a negative correlation. Employees with high motivation and good work-life balance tended to exhibit better safety behavior, whereas those experiencing high levels of burnout demonstrated poorer safety practices. In conclusion, work motivation, work-life balance, and burnout significantly influence safety behavior. Strengthening these psychosocial factors is essential in fostering a robust safety culture within healthcare facilities. Keywords: Work Motivation, Work-Life Balance, Burnout, Safety Behavior, Clinic.  ABSTRAK Keselamatan kerja di sektor layanan Kesehatan, khususnya di lingkungan klinik merupakan aspek krusial yang dipengaruhi oleh berbagai factor psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja, work-life balance dan burnout terhadap perilaku keselamatan kerja pada pekerja di Klinik Rissa Medika Kota Bangun. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sample dalam penelitian ini adalah total populasi pekerja klinik sebanyak 16 orang, yang terdiri dari medis dan non medis. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan Tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independent memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku keselamatan kerja. Motivasi kerja (p=0,0041) dan work-life balance (p=0,041) menunjukkan hubungna positif terhadap perilaku keselamatan, sedangkan burnout (p=0,036) menunjukkan hubungan negatif. Pekerja dengan motivasi tinggi dan keseimbangan kehidupan kerja yang baik cenderung menunjukkan perilaku keselamatan yang lebih baik, sementara pekerja dengan Tingkat burnout tinggi cenderung menunjukkan perilaku keselamatan yang lebih rendah. Kesimpulan hasil penelitian, motivasi kerja, work-life balance, dan burnout secara signifikan memengaruhi perilaku keselamatan kerja. Penguatan factor-faktor psikososial tersebut penting dilakukan untuk meningkatkan budaya keselamatan kerja di fasilitas pelayanan kesehata. Kata Kunci: Motivasi Kerja, Work-Life Balance, Burnout, Perilaku Keselamatan, Klinik.
Hubungan Beban Kerja Mental terhadap Depresi, Kecemasan, dan Stres di Klinik XX: Studi Kasus di Samarinda Simanjuntak, Evi Paulina; Ramdan, Iwan M; Sultan, Muhammad; Lestari, Ida Ayu Indira Dwika
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.21625

Abstract

ABSTRACT Pratama XX Clinic in Samarinda serves up to 100 patients per day with limited manpower resources, thus potentially causing mental workload and stress. Mental workload occurs because work demands exceed the individual’s mental capacity which can trigger fatigue and emotional reactions. Psychological disorder such as depression, anxiety, and stress often arise as a result of high work pressure. Understand the correlation between mental workload and psychological dimensions such as depression, anxiety and stress. Also understand therelationship between psychological dimensions (depression, anxiety and stress). This study used a quantitative descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 10 XX clinic employees in Samarinda who were selected through total sampling. The instruments used were DASS-21 to measure depression, anxienty, and stress, and simple NASA-TLX to measure mental workload. Data were analyzed descriptively and using the Spearman correlation test because the sample size was small and the data was non-parametric. The correlation between mental workload and anxiety is significant( = 0.642 ; p-value = 0.045), while the correlation with depression (= 0.263 ; p-value = 0.462) and the relationship with stress ( = 0.351 ; p-value = 0.320) are not significant. While the correlation between Depresion and Anxiety is significant ( = 0.664 ; p-value = 0.036), and the correlation between Depression and Stress is also very significant ( = 0.777 ; p-value = 0.008), as well as the correlation between anxiety and stress which is also significant ( = 0.746 p-value = 0.013). From the research results, it was found that mental workload and anxiety have a close relationship, and the three psychological dimensions, namely depresions, anxiety and stress, are interrelated and can strengthen and each other. Keywords: Mental workload, Depression, Anxiety, Stress.  ABSTRAK Klinik Pratama XX di Samarinda melayani hinga 100 pasien per hari dengan sumber daya tenaga kerja yang terbatas, sehingga berpotensi menimbulkan beban kerja mental dan strs yang terbatas, sehingga berpotensi menimbulkan beban kerja mental dan stres pada tenaga kesehatan. Beban kerja mental terjadi karena tuntutan pekerjaan melebihi kapasitas mental individu yang dapat memicu kelelahan dan reaksi emosional. Gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan, dan stres sering muncul sebagai dampak dari tekanan kerja yang tinggi. Memahami adanya korelasi antara beban kerja mental dengan dimensi psikologis berupa depresi, kecemasan dan stres. Juga memahami hubungan antara diemensi psikologis (depresi, kecemasan dan stres). Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 10 karyawan klinik XX di Samarinda yang dipilih melalui total sampling. Instrumen yang digunakan adalah NASA-TLX sederhana untuk mengukur beban kerja mental serta DASS-21 untuk mengukur depresi, kecemasan dan stres. Data dianalisis secara deshriptif dan menggunakan uji korelasi Spearman karena jumlah sampel kecil dan data berskala non-parametik. Korelasi antara beban kerja mental dan kecemasan bersifat signifikan ( = 0.642 ; p-value = 0.045), sementara korelasi dengan depresi (= 0.263 ; p-value = 0.462) dan hubungan dengan stres ( = 0.351 ; p-value = 0.320) tidak signifikan. Sementara korelasi antara Depresi dan Kecemasan bersifat signifikan ( = 0.664 ; p-value = 0.036),dan korelasi Depresi dengan Stres juga sangat signifikan ( = 0.777 ; p-value = 0.008), begitu juga dengan korelasi kecemasan dengan stres yang juga signifikan ( = 0.746 p-value = 0.013). Dari hasil penelitian didapatkan beban kerja mental dengan kecemasan memiliki hubungan yang erat, dan ketiga dimensi psikologis yaitu depresi, kecemasan dan stres saling berhubungan dan dapat saling memperkuat. Kata Kunci: Beban Kerja Mental, Depresi, Kecemasan, Stres
Sosialisasi Pembuatan Spray Anti Nyamuk dari Tanaman Serai Wangi dari Tanaman Serai Wangi dalam Pencegahan Penyakit Demam Berdarah di Kampung Long Iram Seberang Andriana, Nita; Putra, Dhimaz Pratama; Belawing, Huriansyah; Nissa, Indah Khoirun; Al Rasyid, Muhammad Fauzan; Janhariyanti; Cahyani, Annisa Dwi; Ngau, Florentinus Raynaldi; Hersoyo, M Charis Ario; Lestari, Ida Ayu Indira Dwika
Jurnal Abdita Naturafarm Vol. 1 No. 2 (2024): J. Abdita Naturafarm
Publisher : B-Creta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70392/jan.v1i2.6165

Abstract

The Aedes aegypti mosquito is a species of mosquito that is known to be the main factor in the spread of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). This outreach aims to educate about the potential of the citronella plant as a natural mosquito repellent. Citronella (Cymbopogon nardus L.) is a plant that contains essential oils consisting of citronellal (27.87%), citronellol (11.85%), geraniol (22.77%), geranial (14.54%) , neral (11.21%). The citronellol compound contained in citronella essential oil has toxic properties that cause dehydration in animals, especially insects. In the Flagship KKN program Batch 50, KUBAR 12 Group, Mulawarman University innovated in making anti-mosquito spray from citronella plants and provided outreach and carried out direct practice with PKK women in Long Iram Seberang Village, numbering approximately 20 people.  The manufacturing process includes drying, cutting, boiling, and mixing with alcohol to maximize the effectiveness of mosquito repellent. The results of this activity show that the resulting spray can last for approximately three days at room temperature and up to seven days if stored in the refrigerator, making it a simple but effective solution in protecting families from mosquito bites. It is hoped that this activity will succeed in increasing public awareness of the importance of maintaining environmental cleanliness and identifying local habits that can naturally reduce the risk of spreading dengue fever
SPARKLING: Sekolah Perempuan Produktif Kreatif Lintas Inspirasi Nan Gemilang Sebagai Upaya Pengembangan UMKM melalui Produk Olahan Lele yang Bernilai Gizi Tinggi Guna Menunjang Perekonomian Masyarakat Kelurahan Sindang Sari: SPARKLING: Creative Productive Women's School with Brilliant Cross-Inspiration as an Effort to Develop MSMEs through Processed Catfish Products with High Nutritional Value to Support the Economy of the Sindang Sari Village Community Lestari, Ida Ayu Indira Dwika; Adelita, Rafanda; Rahmadani, Aulia Tia; Denis, Rafael Fernando; Dzakira, Tsabita Radhiya; Hawanda, Hawanda; Sariyati, Mely
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v3i1.264

Abstract

Artikel ilmiah ini membahas mengenai peran SPARKLING, sekolah perempuan yang digagas oleh Tim Pelaksana PPK ORMAWA PIK-R Pesut Mahakam Universitas Mulawarman untuk mendorong keterampilan dalam pengolahan bahan pangan unggulan perempuan dalam rangka peningkatkan status Kesehatan serta peningkatan ekonomu masyarakat Kelurahan Sindang Sari. Kelurahan Sindang Sari, berada kecamatan Sambutan, Samarinda dengan populasi penduduk dengan populasi penduduk sekitar 2889 jiwa. Tujuan kegiatan pengabdian ini ialah untuk meningkatkan status Kesehatan serta kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan terkait Kesehatan dan entepreneur kepada perempuan di desa tersebut. Penelitian ini menyoroti konteks sosial- ekonomikelurahan Sindang Sari, yang sering kali dihadapkan pada tantangan Pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Adapun metode pelaksanaan program ini diawali dari observasi, identifikasi masalah, pengembangan program, sosialisasi, pembentukan staf, perekrutan kelompok sasaran, implementasi, perluasan kemitraan, hingga monitoring dan evaluasi. Dalam praktiknya, para peserta SPARKLING dibekali dengan pengetahuan dalam mengelola potensi bahan pangan local unggulan menjadi produk bergizi dan bernilai tinggi dalam mendirikan usaha kecil dan mengejar peluang bisnis di tingkat lokal melalui subprogram seperti pelatihan memasak, pemasaran, dan workshop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program SPARKLING telah berhasil mendorong pertumbuhan sektor UMKM. Perempuan-perempuan yang telah lulus dari program ini telah memainkan peran penting dalam memajukan ekonomi desa melalui berbagai inisiatif bisnis. Selain itu, program ini juga telah mengubah pandangan sosial terhadap perempuan dalam masyarakat dan meningkatkan kontribusi ekonomi sektor informal.  This scientific article discusses the role of SPARKLING, a women's school initiated by the PPK ORMAWA PIK-R Pesut Mahakam Mulawarman University Implementation Team to encourage skills in processing superior food ingredients for women in order to improve the health status and economic development of the Sindang Sari Village community. Sindang Sari Village is located in Sambutan District, Samarinda with a population of around 2889 people. The purpose of this community service activity is to improve the health status and economic welfare of the community through education and training related to health and entrepreneurship for women in the village. This study highlights the socio-economic context of Sindang Sari Village, which is often faced with the challenges of sustainable economic development. The method of implementing this program begins with observation, problem identification, program development, socialization, staff formation, recruitment of target groups, implementation, expansion of partnerships, to monitoring and evaluation. In practice, SPARKLING participants are equipped with knowledge in managing the potential of superior local food ingredients into nutritious and high-value products in establishing small businesses and pursuing business opportunities at the local level through sub-programs such as cooking training, marketing, and workshops. The results of the study show that the SPARKLING program has succeeded in encouraging the growth of the MSME sector. Women who have graduated from this program have played an important role in advancing the village economy through various business initiatives. In addition, this program has also changed the social view of women in society and increased the contribution of the informal sector economy.
Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Heat Strain pada Pekerja Overhaul Tangki di PT. X Kota Balikpapan Chilwindwi, Bratarini Hassya; Ramdan, Iwan Muhamad; Hardianti, Dewi Novita; Sultan, Muhammad; Lestari, Ida Ayu Indira Dwika
National Journal of Occupational Health and Safety Vol. 6, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Heat strain is a physiological reaction of the body that functions to release excess heat through sweat output, increased body temperature, heart rate, blood pressure, and weight loss. PT X is a company that operates in the oil and gas sector. The results of the study found that the workload was not appropriate and the incidence of work accidents that occurred due to fatigue. This study was conducted to see the heat strain complaints experienced by tank overhaul workers in the Oil Refinery Area of PT. X Balikpapan City and the associated factors. This research applied quantitative method with analytical approach and cross-sectional design and the research sample amounted to 80 workers (total sampling). The results showed that heat strain complaints among tank overhaul workers at PT X Balikpapan City are included in the danger zone as many as 39 workers (48.8%). It is concluded that heat strain complaints among workers fall into the danger zone or red zone, there is a relationship between drinking water consumption (r=0.030), physical workload (r=0.039), indoor work climate (r=0.001), and outdoor work climate (r=0.018) with heat strain complaints, and there is no relationship between age (r=0.145) and length of work (r=0.539) with heat strain complaints. The company is advised to provide education on the importance of consuming drinking water to all workers, adjust the amount of work or workload according to the ability of workers, and carry out engineering controls by installing vents.
Membangun Kesiapsiagaan Masyarakat melalui Simulasi Mitigasi Kebakaran di Sekitar Terminal Bahan Bakar Minyak, Teluk Lerong Samarinda Lestari, Ida Ayu Indira Dwika; Hardianti, Dewi Novita; Ramdan, Iwan M; Sultan, Muhammad; Putri, Anindya Monika; Wardani, Rifdah
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20842

Abstract

Background: Wilayah sekitar Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) PT X, Teluk Lerong Samarinda, merupakan kawasan berisiko tinggi terhadap kebakaran karena keberadaan fasilitas penyimpanan dan distribusi bahan bakar yang mudah terbakar. Rendahnya pemahaman masyarakat serta minimnya latihan tanggap darurat meningkatkan potensi kerugian jiwa dan material. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas warga dalam mitigasi kebakaran melalui edukasi dan simulasi. Metode: Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan tentang bahaya kebakaran, prinsip pencegahan, pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dan simulasi evakuasi darurat. Kegiatan melibatkan peserta dari perwakilan ibu-ibu PKK, anak sekolah dasar, perwakilan RT sekitar TBBM dan berlangsung selama satu hari. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 40% (berdasarkan pre-test dan post-test), terbentuknya peta risiko partisipatif yang mengidentifikasi jalur evakuasi dan titik kumpul aman, serta peningkatan keterampilan warga dalam menggunakan APAR dengan tingkat keberhasilan pemadaman awal mencapai 85%. Pada simulasi evakuasi, 90% peserta berhasil mengikuti prosedur dengan benar, meskipun masih ditemukan hambatan pada koordinasi antar RT dan kurangnya alat peringatan dini. Kesimpulan: Edukasi, pemetaan risiko, dan simulasi terbukti efektif meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi kebakaran. Diperlukan penguatan koordinasi antar-RT, pembentukan relawan kebakaran, dan penyediaan fasilitas darurat berkelanjutan dari pemangku kepentingan untuk memperkuat ketahanan komunitas.