Claim Missing Document
Check
Articles

REVITALISASI VIHARA AMURVA BHUMI DENGAN PENDEKATAN LIVABILITY SPACE Larasati, Marcella Dwiyanda; Lianto, Fermanto
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i2.30923

Abstract

Jatinegara is known as one of the areas with a Chinatown environment in Jakarta, located on Jalan Pasar Lama as a trading area. Jatinegara has traditional, socio-economic and historical values ​​with high architectural value. This neighborhood has a history of Chinese culture and bustling trade, but over time, Chinatown on Jalan Pasar Lama has begun to disappear and trade in this area has declined. With so many old buildings that are poorly maintained, the vitality of this neighborhood is decreasing and the characteristic elements of Chinatown and the trade itself are also fading. However, one ethnic Chinese heritage was still found that was still standing and well-maintained in an area that had lost its character, namely the Amurva Bhumi Vihara, which has stood for 326 years, and is a point of interest on Jalan Pasar Lama. Therefore, several updates will be carried out to improve the function of the area by revitalizing the Amurva Bhumi Vihara with the aim of increasing the vitality of the area with a Buddhist religious approach. This research uses a rationalistic method using livability space design methods, namely in terms of activities, accessibility, security and also environmental quality by collecting data through observing the surrounding environment. Livability space is the definition of a comfortable area by making public space environmentally friendly with the development of the Buddhist religious sector and educational tourism. Keywords:  Buddha; chinatown; livability; revitalization; Vihara Abstrak Jatinegara dikenal sebagai salah satu kawasan dengan lingkungan pecinan di Jakarta, terletak di Jalan Pasar Lama sebagai kawasan perdagangan. Jatinegara memiliki nilai tradisi, sosial ekonomi, dan juga sejarah dengan nilai arsitektur yang tinggi. Lingkungan ini memiliki sejarah akan kebudayaan Cina dan perdagangan yang ramai, namun seiring berkembangnya zaman, pecinan pada Jalan Pasar Lama sudah mulai hilang dan perdagangan di kawasan ini sudah menurun. Dengan banyaknya bangunan tua yang kurang terawat, vitalitas pada lingkungan ini pun menurun dan unsur ciri khas pecinan dan perdagangan itu sendiri juga memudar. Namun masih ditemukan satu peninggalan Etnis Tionghoa yang masih berdiri dan terawat di kawasan yang kehilangan karakternya, yaitu Vihara Amurva Bhumi yang sudah berdiri selama 326 tahun, menjadi point of interest dari Jalan Pasar Lama. Maka dari itu, akan dilakukan beberapa pembaruan sebagai peningkatan fungsi kawasan dengan melakukan revitalisasi Vihara Amurva Bhumi sebagai tujuan meningkatkan vitalitas kawasan dengan pendekatan keagamaan buddha. Penelitian ini menggunakan metode rasionalistik dengan menggunakan metode perancangan dari livability space yaitu berupa segi aktivitas, aksesibilitas, keamanan, dan juga kualitas lingkungan dengan mengumpulkan data melalui observasi lingkungan sekitar. Livability space merupakan definisi dari sebuah kawasan yang nyaman dengan menjadikan ruang publik yang ramah lingkungan dengan adanya pengembangan sektor keagamaan Buddha dan wisata edukasi.
REDEVELOPMENT PASAR SENI ANCOL DENGAN PENERAPAN ADAPTIVE ARCHITECTURE Firdauzi, Fairuz Hayya; Lianto, Fermanto
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i2.30925

Abstract

Ancol Art Market is the largest and oldest art market in Jakarta. The existence of the Ancol Art Market used to be a gathering place for artists and art lovers. Initially, the Art Market was built semi-permanently and because at that time, people had a high interest in the Ancol Art Market, Taman Impian Jaya Ancol decided to make the Art Market a permanent tourist attraction in Ancol.  However, with globalization and technological advances, the Ancol Art Market, which has not been able to keep up with these developments, has lost its identity and appeal. 2015 was the time when they started to lack a lot of buyers and visitors at the Ancol Art Market. Many artists and craftsmen only rely on customers for their income.  Therefore, this project aims to restore the identity of the Ancol Art Market and make the Ancol Art Market a new forum for young artists as well as give a new face to the Ancol Art Market without losing the old image and character of this art market. The method used in this research is content analysis with a design method using the adaptive architecture concept. The application of this method is to accommodate changes in the function of the art market over time and as technology develops. Ancol Art Market is designed in such a way that it can easily be repurposed from a traditional art exhibition venue into a space for modern art events, such as digital exhibitions, interactive art installations, or multimedia performances. Keywords:  Art; Innovation; Market; Modern; Technology Abstrak Pasar Seni Ancol merupakan pasar seni terbesar dan tertua di Jakarta. Keberadaan Pasar Seni Ancol dahulu adalah sebagai tempat berkumpulnya para seniman dan penikmat seni. Awal mulanya Pasar Seni ini dibangun semi permanen dan karena pada masa itu, masyarakat memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap Pasar Seni Ancol, maka pihak Taman Impian Jaya Ancol memutuskan untuk membuat Pasar Seni sebagai objek wisata permanen di Ancol.  Namun, dengan adanya globalisasi dan kemajuan teknologi membuat Pasar Seni Ancol yang tidak bisa mengikuti perkembangan tersebut kehilangan identitas dan daya tariknya. Tahun 2015 adalah masa dimana mereka mulai kekurangan banyak pembeli dan juga pengunjung di   Pasar Seni Ancol. Banyak dari para seniman dan perajin yang hanya mengandalkan pelanggan sebagai pendapatan mereka.  Oleh karena itu, tujuan dari proyek ini adalah untuk mengembalikan identitas Pasar Seni Ancol dan menjadikan Pasar Seni Ancol sebagai wadah baru bagi seniman muda serta memberikan wajah baru bagi Pasar Seni Ancol tanpa menghilangkan citra dan karakter lama dari pasar seni ini. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah content analysis dengan metode perancangan menggunakan konsep adaptive architecture. Penerapan metode ini adalah untuk mengakomodasi perubahan fungsi pasar seni seiring waktu dan teknologi yang berkembang. Pasar Seni Ancol dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dengan mudah diubah fungsinya dari tempat pameran seni tradisional menjadi ruang untuk acara seni modern, seperti pameran digital, instalasi seni interaktif, atau performa multimedia.
Studi Pencahayaan dan Sirkulasi Udara pada Perumahan di Kawasan Pademangan Barat Elysia, Elysia; Fatimah, Titin; Lianto, Fermanto; Siwi, Samsu Hendra
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jakarta sebagai kota yang maju membuat masyarakat tertarik datang untuk bekerja dan menetap. Hal ini membuat kepadatan dan tingkat kerapatan bangunan semakin tinggi. Perumahan di Pademangan Barat berbentuk kampung kota mempunyai karakter kehidupan sosial keseharian masyarakatnya sebagaimana sebuah kampung yang mempunyai kerekatan sosial dalam bertetangga. Area ini memiliki wilayah permukiman yang sangat padat sehingga beberapa rumah dalam satu blok berderet dan saling menempel, dan bukaannya sangatlah minim. Kenyamanan rumah sangat penting bagi penghuninya sebagai sebuah persyaratan rumah sehat. Kenyamanan penghuni ditunjang oleh pengudaraan dan pencahayaan alami yang baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan observasi pada kawasan penelitian seluas kecamatan, kemudian diambil area yang paling padat sebagai objek penelitian. Tujuan penelitian adalah menganalisis kawasan pemukiman Pademangan Barat, dengan fokus minimnya pengudaraan dan pencahayaan alami yang masuk ke dalam rumah. Hasil penelitian berupa rekomendasi modul desain lima buah objek rumah.
TRANSFORMASI DESAIN SEBAGAI STUDI TIPOLOGI RUMAH BA’ANJUNG DAN BALLA Lianto, Fermanto; Husin, Denny; Trisno, Rudy
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i2.4049

Abstract

The phenomenon of the Indonesian capital relocation has shifted the development focus from Java Island towards the central part of Indonesia. The islands of Kalimantan and Sulawesi are preparing to carry out an entirely new planned city, including the modernization of these two islands, while their current condition is relatively traditional. The problem includes marginalized, threatened, eroded local culture and natural environment as the move would have grave repercussions for the entire region, such as deforestation, global cultural influences, and instantaneous modernization. Conservation and preservation of local architectural DNA have become urgent research; this paper presents a design idea as a study based on two representatives’ local architecture. The research objective is to study the various potency of two tribal houses' typological transformation, they are called Ba’anjung (Kalimantan) and Balla (Sulawesi), as alternative variations to embrace modernized tradition. It aims to promote its genetic structure as the arch-type for present-day development. Typology is utilized to study morphological formations, demonstrating the design process while investigating the two-house types as the case studies. Research steps include 1) Typological study, 2) Module Configuration, and 3) Design transformation. The outcome is a typo-morphological study based on unit design transformation. The novelty is a unit variation of forms Ba’anjung and Balla.
A TYPOLOGICAL INVESTIGATION OF THE Y.B. MANGUNWIJAYA’S URBAN CHURCH Trisno, Rudy; Lianto, Fermanto; Husin, Denny
Dimensi: Journal of Architecture and Built Environment Vol. 47 No. 1 (2020): JULY 2020
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.166 KB) | DOI: 10.9744/dimensi.47.1.1-10

Abstract

As the iconic buildings in Yogyakarta, the Mangunwijaya’s churches contribute a great influence on the city. His wisdom is not only written in his books, but also has been implemented through his architectural projects, revealing a specific composition of a spiritual language. A qualitative study is used to reveal Mangunwijaya’s architectural principles, by using the tracing method to highlight the structural elements of his urban churches. A typological investigation is accompanied by retracing Mangunwijaya’s drawing, where its spatial composition and form are emphasized through points and lines. Hence, by eliminating decorative elements, the most fundamental components of the churches can be raised, consisting: 1) The roof as the most dominant element, a volume that suggests the openness of the building; 2) Landscape defines a mutual symbiosis between indoor and outdoor, stimulating communication and gesture; 3) A typological composition that respects a Roman-Catholic church’s principles while revealing a local identity.
PEMBUATAN GAMBAR SKETSA DAN 3-DIMENSI (3D) DESAIN GEDUNG KARYA PASTURAN ST. FRANSISKUS XAVERIUS, PAROKI TANJUNG PRIOK, JAKARTA Lianto, Fermanto; Kusmin, Nathaniel Avelino; Lim, Steven
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34753

Abstract

Gedung karya pasturan merupakan tempat tinggal atau rumah bagi para pastor yang berperan sebagai pemimpin rohani dalam komunitas gereja. Sebagai tempat yang digunakan oleh para pastor untuk melakukan kegiatan sehari-hari, meditasi, serta ruang serba guna, sebuah pasturan harus didesain dengan mempertimbangkan kenyamanan, fungsionalitas, dan aspek spiritual. Salah satu gereja yang memerlukan desain ulang gedung karya pasturan adalah pasturan St. Fransiskus Xaverius. Gedung karya pasturan ini membutuhkan pembaruan desain yang tidak hanya modern dan fungsional, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai spiritual yang mendalam dan harmoni dengan lingkungan sekitar. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mendukung desain baru gedung karya pasturan St. Fransiskus berupa pembuatan gambar sketsa perspektif dan gambar 3-dimensi (3D). Gambar tersebut akan dibuat berdasarkan hasil desain denah, tampak, dan potongan (DTP) yang sudah ada. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah menghasilkan gambar 3-dimensi (3D) desain gedung karya pasturan St. Fransiskus agar mudah dipahami oleh panitia pembangunan gereja, umat dan para donatur yang akan memberikan dananya untuk pembangunan gedung karya pasturan tersebut.
DESAIN BANGUNAN PEMURNI UDARA BERBASIS MESIN ELECTROSTATIC PRECIPITATOR DI PURI KEMBANGAN Lukardi, Kelvin; Lianto, Fermanto
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v7i2.35553

Abstract

Jakarta is facing increasingly serious environmental challenges, especially related to the issue of deteriorating air quality and the Urban Heat Island (UHI) phenomenon. Based on recent data, the concentration of PM 2.5 air pollutant particles in the Jakarta area has reached 50 μg/m³, far exceeding the safe threshold set by the World Health Organization (WHO), which is 5 μg/m³. In addition, the UHI phenomenon has also worsened environmental conditions, especially in the Puri Kembangan area, West Jakarta. In this area, the surface temperature during the day reaches 34°C. This condition not only impacts public health, but also demands environmental design interventions that are able to adapt to these challenges. The research method used is qualitative-descriptive, by recording and analyzing air quality and wind speed in the Puri Kembangan area, and simulating it in Computational Fluid Dynamics (CFD) to study air movement in depth, while the design method used is to combine Cross Ventilation, Double Skin, and Windcatcher techniques to create energy-efficient buildings. This research aims to find a responsive solution through the development of an air purifying building. This concept combines the use of technology in the form of an Electrostatic Precipitator Machine, as well as a biological system in the form of an Algae Tubular Photobioreactor. The final result is a building design that functions as an air filtration system capable of processing dirty air into clean air independently. Keywords: Algae; Electrostatic Precipitator; Pollution; Purification Abstrak Jakarta tengah menghadapi tantangan lingkungan yang semakin serius, terutama terkait dengan isu kualitas udara yang memburuk serta Fenomena Urban Heat Island (UHI). Berdasarkan data terkini, konsentrasi partikel polutan udara PM 2.5 di Wilayah Jakarta telah mencapai angka 50 μg/m³, jauh melampaui ambang batas aman yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO), yaitu sebesar 5 μg/m³. Selain itu, fenomena UHI turut memperburuk kondisi lingkungan, terutama di Kawasan Puri Kembangan, Jakarta Barat. Di area ini, suhu permukaan pada siang hari mencapai 34°C. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga menuntut intervensi desain lingkungan yang mampu beradaptasi terhadap tantangan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif, dengan cara mendata dan menganalisis kualitas udara serta kecepatan angin di Kawasan Puri Kembangan, dan mensimulasikannya di Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk mengkaji pergerakan udara secara mendalam, sedangkan untuk metode perancangan yang digunakan adalah dengan menggabungkan teknik Cross Ventilation, Double Skin, dan Windcatcher untuk menciptakan bangunan yang hemat energi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi yang responsif melalui pengembangan bangunan pemurni udara. Konsep ini memadukan penggunaan teknologi berupa Mesin Electrostatic Precipitator, serta sistem biologis berupa Algae Tubular Photobioreactor. Hasil akhir berupa desain bangunan yang berfungsi sebagai sistem penyaringan udara yang mampu mengelolah udara kotor menjadi udara bersih secara mandiri.
FASILITAS PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK BERBASIS ENERGI TERBARUKAN DENGAN DESAIN BIOFILIK DI BANTARGEBANG Huvito, Nathan; Lianto, Fermanto
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v7i2.35554

Abstract

The waste problem in Indonesia remains a significant challenge, exacerbated by the country's increasing population and rising public consumption. Data from the Ministry of Environment and Forestry (KLHK) indicate that Indonesia generates more than 60 million tons of waste annually. DKI Jakarta's daily waste production is around 7,500 to 8,000 tons per day. Around 7,500 tons of waste from DKI Jakarta are sent to the Bantargebang TPST every day, resulting in waste accumulation of up to tens of meters. 53% of the waste is organic waste. The accumulation and decomposition of organic waste causes air, soil, water pollution, and becomes a source of disease. This study aims to create an organic waste processing facility to reduce pollution and the burden of the Bantargebang TPST, increase greenery and food production, and regenerate organic waste into renewable energy. The research method used is a case study method of a biogas-based waste processing building similar to the biogas and compost facilities at Kompostwerk Hellefelder Höhe GmbH Sundern, Germany. Waste processing will be processed through Dry fermentation or solid-state anaerobic digestion (SSAD), then into biogas, fertilizer and compost. The results of compost and fertilizer can be used for plantation and agricultural production, creating a regenerative biocycle, namely regenerating organic waste into a source of electrical energy and a source of food energy. Some of the fertilizer and compost are used for vertical farms and botanical gardens. Some of the biomethane gas is used to provide a public kitchen with free gas for the surrounding community. Keywords:  Bantar Gebang; biogas; regenerative; waste processing Abstrak Permasalahan sampah di Indonesia terus menjadi tantangan besar seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan konsumsi masyarakat. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan lebih dari 60 juta ton sampah setiap tahunnya. Produksi sampah harian DKI Jakarta sendiri sekitar 7.500 hingga 8.000 ton setiap hari. Kisaran 7.500 ton sampah dari DKI Jakarta dikirim ke TPST Bantargebang setiap hari yang mengakibatkan penumpukan sampah hingga puluhan meter. 53% dari sampah merupakan sampah organik. Penumpukan dan pembusukan sampah organik mengakibatkan pencemaran udara, tanah, air, dan menjadi sumber penyakit. Penelitian ini bertujuan menciptakan fasilitas pengolahan sampah organik untuk mengurangi pencemaran dan beban TPST Bantargebang, menambah penghijauan dan produksi pangan serta meregenerasi sampah organik menjadi energi terbarukan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus bangunan pengolahan sampah berbasis biogas serupa seperti fasilitas biogas dan kompos di Kompostwerk Hellefelder Höhe GmbH Sundern, Jerman. Pengolahan sampah akan diolah melalui Fermentasi kering atau solid-state anaerobic digestion (SSAD), kemudian menjadi biogas, pupuk dan kompos. Hasil kompos dan pupuk dapat digunakan untuk produksi perkebunan dan pertanian menciptakan siklus regeneratif biocycle, yakni meregenerasi sampah organik menjadi sumber energi listrik dan sumber energi pangan. Sebagian pupuk dan kompos digunakan vertical farm dan botanical garden. Sebagian gas biometana digunakan untuk menyediakan dapur umum dengan gas gratis untuk masyarakat sekitar.
WADAH PELATIHAN EMPATI EKOLOGIS DENGAN KONSEP DESAIN BIOFILIK DI JAKARTA Anggrica, Kelly; Lianto, Fermanto
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v7i2.35555

Abstract

According to BPS predictions, by 2035, 66.67% of Indonesia's population is estimated to live in urban areas. Increasing urbanization has negative impacts, one of which is environmental damage. The lack of public awareness of the problem exacerbates this. The lack of public awareness occurs due to the absence of ecological empathy in the community, which has an impact on public awareness of the problem. The design of this training forum aims to raise public awareness of environmental issues that occur by creating human experiences and interactions with the environment. The method employed in this study is a case study approach, utilizing a design strategy that integrates regenerative architecture and biophilic design. The research stages include conducting a literature review on regenerative architecture, biophilic design, ecological empathy, and the continuity of biophilic design and ecological empathy, as well as identifying relevant project case studies. Furthermore, the data is analyzed to identify the influence of biophilic design in increasing ecological empathy. The result of this design is an environmental care training forum that incorporates the concept of urban forests as an approach to regenerative architecture and biophilic design in buildings, aiming to increase community ecological empathy. Design will bring positive impacts to living things and the surrounding environment. Designing training containers with biophilic concepts can raise public awareness of environmental issues by incorporating several biophilic design approaches and urban forest concepts into the design, thereby improving human connection with nature both visually and systemically. Keywords:  biophilic; ecological; empathy; environment; training Abstrak Menurut prediksi BPS, pada tahun 2035, sebesar 66,67% populasi di Indonesia diperkiraan akan tinggal di wilayah perkotaan. Urbanisasi yang terus meningkat menimbulkan dampak negatif, salah satunya kerusakan lingkungan. Hal ini diperburuk dengan kurangnya kepedulian masyarakat akan  masalah tersebut. Kurang nya kepedulian masyarakat terjadi dikarenakan tidak adanya empati ekologis pada masyarakat yang berdampak kepada kesadaran masyarakat akan masalah tersebut. Perancangan wadah pelatihan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan isu lingkungan yang terjadi dengan menciptakan pengalaman dan interaksi manusia dengan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dan metode perancangan menggunakan pendekatan melalui arsitektur regeneratif dan desain biofilik. Tahapan penelitian meliputi melakukan kajian literatur mengenai arsitektur regeneratif, desain biofilik, empati ekologis, serta kesinambungan desain biofilik dan empati ekologis dan mencari studi kasus proyek yang relevan. Selanjutnya data tersebut dianalisis untuk mengidentifikasi pengaruh desain biofilik dalam meningkatkan empati ekologis. Hasil perancangan ini adalah wadah pelatihan peduli lingkungan dengan konsep hutan kota sebagai pendekatan arsitektur regeneratif dan desain biofilik pada bangunan untuk meningkatkan empati ekologis masyarakat. Melalui perancangan akan membawa dampak positif makhluk hidup  dan lingkungan sekitarnya. Perancangan wadah pelatihan dengan konsep biofilik dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan isu lingkungan dengan menerapkan beberapa pendekatan desain biofilik dan konsep hutan kota pada perancangan untuk meningkatkan koneksi manusia dengan alam baik secara visual maupun secara sistem.
APLIKASI MURAL BERTEMA KOLABORASI BUDAYA UNTUK MENINGKATKAN APRESIASI TERHADAP KESENIAN JAKARTA Mariana; Danarto, Agus; Chandra, Edy; Lianto, Fermanto
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i2.25798

Abstract

Jakarta consists of various unique cultures from various people from various regions. However, as with other regions that have local culture, Betawi is the culture of Jakarta's original ethnicity. However, in reality, Betawi culture and arts are increasingly being displaced by city culture and international culture which are more loved by its diverse population, especially Millennials. To introduce Betawi culture and arts which are rich and have their own charm, practical efforts are taken, one of which is through optimizing city visuals with mural media. Betawi, especially for the people around the Tomang sub-district and the general public who are active around the mural location. Betawi cultural elements such as ondel-ondel, tari topeng, tanjidor, pencak silat, kerak telor, and other Betawi cultural decorative ornaments will be collaborated harmoniously in the mural sketches that will be applied. The result of this mural PKM activity is a research paper regarding the role of a cultural-themed mural application in increasing public appreciation of Jakarta Arts and Intellectual Property Rights in the design concept implemented on the ex-mayor wall panels of West Jakarta.
Co-Authors Aktaria Oktafiani Alicia Arleeta Amanda Ineza Gandasasmita Amanda, Gisella Thalia Andi Surya Kurnia Andre Onggara Angga Ali Putra Anggrica, Kelly Azzahrah, Fatiyah Bryan Wesley Budijanto Chandra Caroline Sunjaya Kurniawan Celine Geraldine Choandi, Mieke Coreen Katrina Tania Danarto, Agus David Drago Suherman David Priatama Sutarman Denny Husin Denny Husin Denny Husin Dwisusanto, Basuki Edy Chandra Efraim Jusuf Elysia, Elysia Evian Putra Setiawan Febrianto, Willy Steven Ferdi James Firdauzi, Fairuz Hayya Franky Liauw Friska Hasibuan Friska Mariana Helen Agnesia Husin, Denny Huvito, Nathan Joni Chin Kevin Tanamas Kreszen Himawan Kusmin, Nathaniel Avelino Larasati, Marcella Dwiyanda Lilianny Sigit Arifin Lilianny Sigit Arifin Lukardi, Kelvin Margaretha Syandi Mariana Martinus Bambang S Martinus Bambang Susetyarto Melyna Melyna Michael Fernandez Karyadi Michael Hutagalung Mieke Choandi Muhammad Yumna Helmy Naniek Widayati Priyomarsono Naniek Widayati Priyomarsono Nathanael Hanli Nathaniel Avelino Kusmin Patricia Beatrice Priyomarsono, Naniek Widayati Putri Arlastasya Maria Adi Pataka Reynaldo Reynaldo Rilatupa, James Samsu Hendra Siwi Sebastian Joe Silvia Silvia Siwi, Samsu Hendra Soenarto , Deni Solikhah, Nafiah Steven Lim Steven Lim, Steven Tanoto, Reynaldi Therina Adela Titin Fatimah Tjahya, Timmy Setiawan Veren Calisca Widyanti, Metta William William Winata, Suwardana Wiraguna, Sidi Ahyar Wong, Cellina Y. Basuki Dwisusanto Y. Basuki Dwisusanto Yoseph Michael Chandra Yuanda Saputra