Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KETERAMPILAN ABAD 21 MELALUI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA Akhmad Jufriadi; Choirul Huda; Sudi Dul Aji; Hestiningtyas Yuli Pratiwi; Hena Dian Ayu
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v7i1.2482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang telah dikembangkan berdasar kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, dan efeknya terhadapketerampilan abad 21 mahasiswa. Penelitian ini menerapkan rancangan penelitian mixed method, yang melibatkan seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang. Datakuantitatif dikumpulkan dari data pengisian angket sedangkan data kualitatif diperoleh dari hasil deep interview yang dilakukan selama pelaksanaan kegiatan pembelajaran di luar kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka telah mampu meningkatkan keterampilan komunikasi siswa, kreativitas siswa, berpikir kritis, dan peningkatan keterampilan kolaborasi siswa. Dari tiga bentuk kegiatan pembelajaran di luar kampus yang telah diterapkan, Kuliah Kerja Nyata Tematik merupakan bentuk kegiatan pembelajaran di luar kampus palingefektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi. Bentuk kegiatan pembelajaran di luar kampus lainnya yaitu Asistensi Mengajar dan Kampus Mengajar efektif meningkatkan kreativitas dan berpikir kritis. Peningkatan keterampilan abad 21, dapat dilakukan dengan mengikutsertakan mahasiswa pada dua bentuk kegiatan pembelajaran di luar kampus dengan karakteristik lingkungan belajar berbeda.
Pengaruh Model Discovery Learning dan Kerjasama Siswa Terhadap Penguasaan Konsep Siswa Elista Cahyani; Sholikhan; Hestiningtyas Yuli Pratiwi
RAINSTEK : Jurnal Terapan Sains & Teknologi Vol. 4 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jtst.v4i1.5373

Abstract

Penguasaan konsep adalah salah satu indikator bahwa peserta didik telah mengetahui sepenuhnya materi yang telah ia pelajari atau tidak sekedar menghafal saja. Untuk mengetahui perbedaan penguasaan konsep antara penerapan model pembeIajaran discovery learning dan pembeIajaran konvensionaI, perbedaan penguasaan konsep antara peserta didik yang memiIiki kerjasama tinggi dan kerjasama rendah, dan interaksi antara penerapan modeI pembeIajaran discovery Iearning dan kerjasama terhadap penguasaan konsep fisika ialah tujuan dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini diselenggarakan di saIah satu sekolah yaitu SMP Negri 17 Malang Tahun pelajaran 2019/2020. Quasi eksperimen dengan rancangan posttest only control design group merupakan jenis penelitian yang digunakan daIam penelitian ini. Seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 17 Malang Tahun pelajaran 2019/2020 merupakan populasi dari penelitian ini. Pada penelitian ini untuk menentukan sampel yaitu dengan menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri 33 siswa keIas VIII A yang dijadikan sebagai keIas eksperimen dan 33 siswa keIas VIII B yang dijadikan sebagai keIas kontroI. NiIai penguasaan konsep diperoleh melalui hasil posttest sedangkan nilai kerjasama diperoleh dari hasil pengamatan yang dilakukan ketika melaksanakan pembelajaran. Hasil penelitian ini yaitu (1) ada perbedaan antara model pembelajaran discovery learning dan model pembelajaran konvensionaI terhadap penguasaan konsep fisika, (2) ada perbedaan antara siswa yang memiliki kerja sama tinggi dengan siswa yang memiliki kerjasama rendah terhadap penguasaan konsep fisika dan (3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran discovery learning dan kerjasama terhadap penguasaan konsep fisika
WEBTOON-BASED PHYSICS E-MODULE AS ALTERNATIVE MEDIA TO IMPROVE STUDENT'S CRITICAL THINKING ABILITY ON OPTICAL EQUIPMENT MATERIALS Hena Dian Ayu; Paskalina Jaya; Hestiningtyas Yuli Pratiwi; Akhmad Jufriadi
Journal of Teaching and Learning Physics Vol 7, No 2 (2022): Journal of Teaching and Learning Physics (Agustus 2022)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jotalp.v7i2.17827

Abstract

This research focuses on developing and analyzing the qualifications, effectiveness, and reactions of e-module users on optical devices to improve critical thinking skills. The advantage of this e-module is that it contains material descriptions, videos, webtoons, and evaluation questions that can be accessed online. The research method uses research and development of the ADDIE model, with five stages: investigating student needs, designing learning media using pixton.com, canva.com, and the Flip PDF Professional application, and developing e-modules that are validated by media expert validators and material, amounting to two people. , product implementation to users, and evaluation of e-modules by teachers and students. Indicators of critical thinking skills tested include interpreting, analyzing, evaluating, and inferring skills. The feasibility of the e-module turned out to be valid by experts in the media and material obtained from the validation questionnaire. The results of the effectiveness of the e-module in improving critical thinking skills showed that the effectiveness was tested on 26 class X SMK students and user responses, namely teachers and students, were very positive.
Pengembangan E – Modul IPA Terintegrasi Substainable Devolepment Goals (SDGs) untuk Meningkatkan Literasi Lingkungan Siswa pada Topik Tata Surya Yokbet Badelwaer; Sudi Dul Aji; Hestiningtyas Yuli Pratiwi; Muhammad Nur Hudha; Arief Rahman Hakim
RAINSTEK : Jurnal Terapan Sains & Teknologi Vol. 4 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jtst.v4i4.8143

Abstract

Tujuan Penelitian pengembangan penghasilan produk E – Modul berbasis Digital dengan SDGs untuk meningkatkan Literasi siswa pada materi Tata Surya. Pengembangan E- Modul berbasis Digital dengan SDGs menggunakan metode 3-D yaitu terdiri dari tahap define, design dan develop (trianto 2011). Pada tahap define atau defenfenisian peneliti melakukan analisis kebutuhan awal untuk mengetahui karaktristik E - Modul yang akan dikembangkan. Tahap design atau penrancangan pada tahap ini peneliti malakukan RPP untuk materi Tata Surya yang akan dikembangkan. Kemudian peneliti mendesain E- Modul yang terdiri dari cover/sampul, kata pengantar, daftar isi, tujuan pembelajaran,Kompetens Inti, Indikator pencapaian Kompetensi Inti (IPK) Pendahuluan, Pada tahap develop atau pengembangan peneliti melakukan validasi ahli yang terdiri dari validasi media dan validasi materi dan uji coba kepada guru IPA SMP Negeri 6 Singosari dengan 21 orang siswa kelas VIIC SMP Negeri 6 Singosari. Hasil analisis angket guru IPA nilai rata-rata total dari guru IPA adalah 99.16% dan Hasil analisis angket siswa nilai rata – rata total dari siswa kelas VIIC adalah 87,95% sedangkan Validasi media yaitu terdiri dari aspek kelayakan desaign, nilai rata – rata total dari validasi media adalah 84,37 % dan validasi materi yang terdiri dari aspek kelayakan isi dan kelayakan bahasa nilai rata – rata total dari validasi materi adalah 78,33%.
E-Module of Physics Science Integrated with Sustainable Development Goals to Enhance Students' Environmental Literacy Hestiningtyas Yuli Pratiwi; Sudi Dul Aji; Arief Rahman Hakim; Chandra Sundaygara; Anatolia Gurtin; Muhammad Nur Hudha
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v7i1.6844

Abstract

This study aims to produce a product of an electronic module on the subject of energy to enhance students' environmental literacy. This research was a research and development (R&D) using the ADDIE development model which includes: 1) the initial needs analysis stage to determine the needs of students and teachers, 2) the design stage which included collecting references, instruments and designing and creating an e-module of the science of physics integrated Sustainable Development Goals (SDGs), 3) the development of e-modules was carried out using the Canva application, Fliphtml and validation of material and media experts, 4) small-scale trials conducting interviews with students and teachers to obtain qualitative data in-depth, 5) evaluation from users, namely students and subject teachers. The assessment included 1) a Media expert test; 2) a material expert test; 3) user tests; 4) a small-scale test. The results of this study showed that: (1) the SDGs integrated science e-module was produced to enhance students' environmental literacy (2) the quality of the science e-module for students was developed according to material experts and media experts to have very good quality (VG) with the ideal percentage of each 83.00% and 98.00%. (3) the teacher's response to the student module is Very Good (VG) with an ideal percentage of 98%. Meanwhile, the student's response to the student's science e-module is Strongly Agree with an ideal percentage of 83.00%. Based on the results of this study, it can be concluded that the Science E-Module Integrated to  SDGs has met the criteria of being feasible and effective for enhancing students'  environmental literacy skills seen from the responses of media experts, material expert responses, students’ responses and trials.
Development of digital learning evaluation In realizing Suistainable Development Goals (SDGs) Sudi Dul Aji; Hestiningtyas Yuli Pratiwi; Arief Rahman Hakim; Muhammad Nur Hudha; Nada Damai Azka
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Vol 7 No 1 (2023): January
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jbpd.v7i1.7995

Abstract

This research is motivated by one of the goals of the SDGs, namely realizing quality learning and handling environmental change. The purpose of this study is to determine the feasibility and practicality of evaluating digital learning in realizing the SDGs for elementary school students. This research is a development research with the ADDIE model (Analysis, design, development, implementation and evaluation). The test subjects in this study were class VI students at SDN 02 Putatkidul Gondanglegi. The data collection instrument uses a questionnaire. Data analysis techniques use quantitative data. Digital Study Evaluation created using the Kahoot! based on the results of the material validation, a score of 93.75% was obtained in the very feasible category, the results of the language validation were 95% (very feasible), the results of the teacher's practicality validation were 88.8% (very practical) , the students' practicality results were 94% (very practical)
Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Fisika Materi Vektor Hilwa Mar’atus Solihah; Hestiningtyas Yuli Pratiwi; Anik Istyowati
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab rendahnya hasil belajar fisika yaitu kurangnya motivasi belajar siswa sebab siswa menganggap fisika merupakan pelajaran yang sangat sulit yang hanya membahas rumus dan perhitungan yang begitu rumit, metode, strategi, dan model pembelajaran yang digunakan belum bervariasi, selain itu lingkungan belajar yang monoton karena hanya di dalam ruangan, serta kurangnya penggunaan media pembelajaran oleh guru sehingga menyebabkan rendahnya hasil belajar fisika siswa. Oleh karena itu diperlukan model pembelajaran yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satu alternatif penyelesaian masalah diatas yaitu dengan menerapkan model pembelajaran talking stick. Penelitian ini bertujuan guna mendeskripsikan peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar siswa pada materi vektor kelas X di salah satu SMA di Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian jenis Penelitian Tindakan Kelas, untuk analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar angket motivasi belajar, soal pre tes, soal untuk mengetahui hasil belajar siswa disetiap siklusnya, dan catatan lapangan. Penelitian ini diperoleh data yaitu nilai rata- rata pre tes siswa (sebelum dilakukan pembelajaran) sebesar 59,5 ; sedangkan nilai rata- rata hasil belajar siklus 1 meningkat menjadi 71; kemudian nilai rata- rata hasil belajar siklus 2 meningkat menjadi 82,58; lalu nilai rata- rata hasil belajar siklus 3 meningkat menjadi 87,47. Data hasil motivasi belajar diperoleh rata- rata persentase motivasi belajar awal siswa sebesar 68,67 persen ; sedangkan rata- rata persentase motivasi belajar akhir siswa meningkat menjadi 77,47 persen. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran talking stick dapat meningkatkan hasil belajar dan motivasi belajar siswa.
Penerapan Inkuiri Terbimbing dan Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Safril Taufiq Hidayat; Anik Istyowati; Hestiningtyas Yuli Pratiwi
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This Research aims to improve critical thinking skills by applying guided inquiry models and differentiated learning. The critical thinking skills were analyzed through five indicators, namely: providing simple explanations, building basic skills, drawing conclusions, providing further explanations, and developing strategies and tactics (Ennis, 1995). The research was motivated by observation results indicating that 69 percent or the majority of students in one class did not possess critical thinking skills. However, critical thinking skills are considered one of the components that need to be developed in 21st-century skills (Zubaidah, 2020), in line with the implementation of the independent curriculum (Indarta et al., 2022). The research adopted the design of classroom action research by Kemmis and Taggart, implemented in three cycles, using guided inquiry and differentiation strategies, with learner characteristics analyzed through learning motivation. Each cycle involved actions to enhance critical thinking skills. The success of the actions was determined by the improvement of critical thinking skills and the learning mastery. The results showed an increase in critical thinking skills from 76 percent (cycle 1) to 80 percent (cycle 2), and further to 87 percent (cycle 3), while learning mastery also improved from 54 percent (cycle 1) to 69 percent (cycle 2), and finally reached 100 percent (cycle 3). Abstrak: Penelitian yang bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis dengan menerapkan model inkuiri terbimbing dan pembelajaran berdiferensiasi. Kemampuan berpikir kritis akan dianalisis melalui 5 indikator, yaitu: memberikan penjelasan sederhana, membangun keterampilan dasar, membuat kesimpulan, membuat penjelasan lanjut, membuat strategi dan taktik (Ennis, 1995). Penelitian dilatarbelakangi dengan hasil observasi yang menunjukan dalam satu kelas 69 persen atau mayoritas belum memiliki kemampuan berpikir kritis. Padahal kemampuan berpikir kritis ialah salah satu komponen yang perlu dikembangkan dalam keterampilan abad 21 (Zubaidah, 2020), seiring dengan diterapkannya kurikulum merdeka (Indarta et al., 2022). Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian tindakan kelas desain dari Kemmis dan Taggart yang dilaksanakan dalam 3 siklus, menggunakan model inkuiri terbimbing dan strategi diferensiasi yang karakteristik peserta didiknya dianalisis melalui motivasi belajar. Setiap siklus dilakukan tindakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Keterberhasilan tindakan akan dilihat dari meningkatnya kemampuan berpikir kritis dan ketercapaian ketuntasan belajar secara klasikal. Hasil yang diperoleh kemampuan berpikir kritis meningkat dari 76 persen (siklus 1) menuju 80 persen (siklus 2) selanjutnya ke 87 persen (siklus 3), sedangkan ketuntasan belajar juga meningkat dari 54 persen (siklus 1) menuju 69 persen (siklus 2) dan selanjutnya ke 100 persen (siklus 3).
Profil Pedagogical Content Knowledge (PCK) calon guru professional bidang fisika Andista Candra Yusro; Irfan Yusuf; Sri Wahyuni Widyaningsih; Hestiningtyas Yuli Pratiwi
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Seminar Nasional Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.8582

Abstract

Artikel ini mengupas profil calon guru professional (mahasiswa ppg dalam jabatan) dalam aspek PCK. Penelitian dilakukan untuk mendeskripsika data, dengan meetode pengambilan data dilakukan melalui survey. Data responden didapatkan dari mahasiswa ppg daljab bidang fisika yang menempuh ppg pada Universitas PGRI Madiun, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang dan Universitas Papua. Sebanyak 103 responden berpartisipasi dalam survey yang dilakukan. Data pertanyaan seputar aktivitas mereka dalam mempersiapkan pembelajaran dan pelaksanaannya dikelas. Sebanyak 51 % responden berusahan up to date dalam mendesain pembelajaran serta 57% diantaranya menyiapkan media pembelajaran dengan baik. Profil ini dapat digunakan sebagai gambaran pelaksanaan kegiatan perkuliahan guna memberikan penekanan materi sesuai dengan kebutuhan mahasiswa ppg daljab.
ANALISIS PENYELENGGARAAN DAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN (AMERIKA DAN INDONESIA) Pratiwi, Hestiningtyas Yuli
HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): HINEF : JURNAL RUMPUN ILMU PENDIDIKAN (EDISI JANUARI 2024)
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The aim of this research is to find out the rules that apply to the education system in the United States and to find out the regulations regarding the education system in Indonesia and the implementation of education. This research method uses library research, by examining books, documents and journals as sources of information. In the process, this research uses data collection techniques in the form of content analysis. The results of the research show that in the education system in Indonesia in particular, a number of implications must be met so that the goals and benefits of SBM can be achieved in the form of changes in the roles of parties including education service officials, school supervisors, school principals, teachers and students, as well as the community and people. old students. Indonesian education stakeholders must be able to create school innovation (struggling schools) and school accountability. Therefore, it is very important to get to know the education system in America. 1) Theoretical implications provide contributions regarding education management with various approaches, concepts and theoretical approaches. 2) Practical implications contribute to professional practice, staff development, formation and development of professional organizations for educators, parents and students. Abstrak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aturan yang berlaku pada sistem pendidikan di Amerika Serikat (AS) dan mengetahui pengaturan mengenai sistem pendidikan di Indonesia dan pelaksanaan pendidikannya. Metode penelitian ini menggunakan library research atau penelitian kepustakaan, dengan mengkaji buku, dokumen, dan jurnal sebagai sumber informasi. Dalam prosesnya, penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendidikan di Indonesia khususnya, sejumlah implikasi yang harus dipenuhi agar tujuan dan manfaat MBS dapat dicapai berupa perubahan peran dari pihak yang mencakup pejabat dinas pendidikan, para pengawas sekolah, para kepala sekolah, para guru dan siswa, maupun masyarakat dan orang tua siswa. Stakeholder pendidikan Indonesia harus mampu menciptkan inovasi sekolah (struggling schools) dan akuntabilitas sekolah. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mengenal sistem pendidikan di Amerika. 1) Implikasi teoritis memberikan kontribusi mengenai pengelolaan pendidkan dengan berbagai pendekatan, konsep dan pendekatan secara teoritis. 2) Implikasi praktis memberikan kontribusi dalam praktik profesional, pengembangan staf, pembentukan dan pembinaan organisasi profesional untuk pendidik, orang tua maupun siswa.