Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Fisika Materi Vektor Hilwa Mar’atus Solihah; Hestiningtyas Yuli Pratiwi; Anik Istyowati; Hilwa Mar’atus Solihah; Hestiningtyas Yuli Pratiwi; Anik Istyowati
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i92023p777-786

Abstract

Penyebab rendahnya hasil belajar fisika yaitu kurangnya motivasi belajar siswa sebab siswa menganggap fisika merupakan pelajaran yang sangat sulit yang hanya membahas rumus dan perhitungan yang begitu rumit, metode, strategi, dan model pembelajaran yang digunakan belum bervariasi, selain itu lingkungan belajar yang monoton karena hanya di dalam ruangan, serta kurangnya penggunaan media pembelajaran oleh guru sehingga menyebabkan rendahnya hasil belajar fisika siswa. Oleh karena itu diperlukan model pembelajaran yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satu alternatif penyelesaian masalah diatas yaitu dengan menerapkan model pembelajaran talking stick. Penelitian ini bertujuan guna mendeskripsikan peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar siswa pada materi vektor kelas X di salah satu SMA di Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian jenis Penelitian Tindakan Kelas, untuk analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar angket motivasi belajar, soal pre tes, soal untuk mengetahui hasil belajar siswa disetiap siklusnya, dan catatan lapangan. Penelitian ini diperoleh data yaitu nilai rata- rata pre tes siswa (sebelum dilakukan pembelajaran) sebesar 59,5 ; sedangkan nilai rata- rata hasil belajar siklus 1 meningkat menjadi 71; kemudian nilai rata- rata hasil belajar siklus 2 meningkat menjadi 82,58; lalu nilai rata- rata hasil belajar siklus 3 meningkat menjadi 87,47. Data hasil motivasi belajar diperoleh rata- rata persentase motivasi belajar awal siswa sebesar 68,67 persen ; sedangkan rata- rata persentase motivasi belajar akhir siswa meningkat menjadi 77,47 persen. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran talking stick dapat meningkatkan hasil belajar dan motivasi belajar siswa.
Lokakarya Pengembangan Project Media Interaktif pada Kurikulum Merdeka bagi Guru PAUD Al-Quran Baiturrahman Kota Malang Hestiningtyas Yuli Pratiwi; Siti Muntomimah; Ayu Asmah; Alfiatus Syarofah; Jumriyah Jumriyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum inovatif yang memberikan kebebasan kepada guru dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. Dalam rangka mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, lokakarya pengembangan project media interaktif diadakan untuk memberikan pelatihan kepada guru PAUD dalam menciptakan materi pembelajaran yang menarik dan interaktif. Lokakarya ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada guru PAUD dalam menggunakan berbagai teknologi dan aplikasi untuk menciptakan media interaktif yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Guru diajarkan tentang penggunaan alat desain grafis seperti Canva, aplikasi video editing seperti iMovie, serta penggunaan alat interaktif seperti Kahoot dan Nearpod. Hasil lokakarya menunjukkan bahwa guru PAUD sangat antusias dan termotivasi untuk mengembangkan project media interaktif. Mereka merasa bahwa penggunaan media interaktif dapat meningkatkan minat dan partisipasi anak-anak dalam pembelajaran. Selain itu, guru-guru juga merasa lebih percaya diri dalam merancang materi pembelajaran yang kreatif dan menarik sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. Lokakarya pengembangan project media interaktif pada Kurikulum Merdeka bagi guru PAUD memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penggunaan media interaktif dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan anak usia dini. Melalui lokakarya ini, guru PAUD dapat mengembangkan keterampilan dan pengetahuandalam menciptakan media interaktif yang efektif dan kreatif, sehingga memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan anak usia dini.
Personalization of Adaptive Learning Modules: Differential Impact Analysis Based on Students' Prior Knowledge Profiles and Self-Regulated Learning Levels Sudi Dul Aji; Nurul Ain; Akhmad Zaini; Hestiningtyas Yuli Pratiwi; Kadek Dwi Hendratma Gunawan; Salsabila Kholifahtun Nisa’; Muhammad Nur Hudha
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 12 No. 1 (2026): March
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v12i1.17755

Abstract

This study aims to identify student learner profiles based on a combination of prior knowledge and Self-Regulated Learning (SRL) levels and to analyze the differential impact of an adaptive learning module on knowledge and SRL improvement in each profile. Using a mixed-methods explanatory sequential design, 92 undergraduate physics education students were selected through purposive sampling. K-Means cluster analysis was applied to form learner profiles, followed by a six-week pre–post intervention and qualitative interviews. The results identified three learner profiles (Proficient-Autonomous Learner, Resilient-Developing Learner, and Proficient-Fragile Achiever). The result showed that the adaptive module significantly improved Results showed significant knowledge gains across profiles, while SRL improvements differed significantly. The Proficient–Fragile Achiever group demonstrated the largest SRL gain (p < .001; large effect size, d > 0.80), associated with more frequent scaffolding support. In conclusion, the effectiveness of adaptive modules is highly dependent on learner profiles, with the most significant benefits in their ability to provide external support for building self-regulation skills. These findings imply that learning technology design should incorporate SRL as a key variable for personalization, and institutions can utilize these platforms as intervention tools for students with weak learning independence.
Pengembangan Modul IPA/Fisika Terpadu Berbasis Scaffolding pada Tema Gerak Untuk Siswa Kelas VIII SMP/MTs Jumaidin Budaeng; Hena Dian Ayu; Hestiningtyas Yuli Pratiwi
Momentum: Physics Education Journal Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.178 KB) | DOI: 10.21067/mpej.v1i1.1633

Abstract

This research aims to develop the Integrated Science Module Based on Scene Motion Scaffolding, knowing the quality of Integrated Science module, and evaluate the response of teachers and students of the Integrated Science module. This study is a research and development (R & D) by Borg and Gall modified by Sugiyono. The results of the research module Integrated Science for students developed by subject matter experts and media experts have a quality percentage of each 85% (excellent) and 86.6% (excellent). While the modules for teachers according to subject matter experts and media experts have quality with the percentage of each 84% (excellent) and 87% (very good), the response of teachers to the teacher module and student module is Strongly Agree with the percentage of each 87.5 % and 89.84%. Of the 10 students of SMP Negeri 3 Kepanjen on a limited test, got the students' response to student IPA module is Strongly Agree with the percentage of 85%. It can be concluded that the Integrated Science Module Based on Scene Motion Scaffolding has met the criteria Very Good quality and fit for use as a teaching material Integrated Science for students of class VIII SMP/MTs.Keywords: Integrated Science Module, Scaffolding, Motion Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Modul IPA Terpadu Berbasis Scaffolding pada Tema Gerak, mengetahui kualitas modul IPA Terpadu, dan mengetahui respon guru dan siswa terhadap modul IPA Terpadu. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) menurut Borg dan Gall yang dimodifikasi oleh Sugiyono. Hasil penelitian modul IPA Terpadu untuk siswa yang dikembangkan menurut ahli materi dan ahli media memiliki kualitas persentase masing-masing 85% (sangat baik) dan 86,6% (sangat baik). Sedangkan modul untuk guru menurut ahli materi dan ahli media memiliki kualitas dengan persentase masing-masing 84% (sangat baik) dan 87% (sangat baik), respon guru terhadap modul guru dan modul siswa adalah Sangat Setuju dengan persentase masing-masing 87,5% dan 89,84%. Dari 10 siswa SMP Negeri 3 Kepanjen pada uji terbatas, mendapat respon siswa terhadap modul IPA siswa adalah Sangat Setuju dengan persentase 85%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Modul IPA Terpadu Berbasis Scaffolding pada Tema Gerak telah memenuhi kriteria kualitas Sangat Baik dan layak digunakan sebagai salah satu bahan ajar IPA Terpadu untuk siswa kelas VIII SMP/MTs.Kata Kunci: Modul IPA Terpadu, Scaffolding, Gerak
Pengembangan bahan ajar media pembelajaran fisika dengan pendekatan multi representasi untuk meningkatkan kemampuan pembuatan alat-alat praktikum calon guru fisika Chandra Sundaygara; Hestiningtyas Yuli Pratiwi; Muhammad Nur Hudha
Momentum: Physics Education Journal Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.7 KB) | DOI: 10.21067/mpej.v2i2.2709

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bahan ajar media pembelajaran fisika berbasis multi representasi untuk mengembangkan kemampuan membuat dan merangkai alat-alat percobaan fisika dan mengetahui kelayakan serta respon siswa terhadap bahan ajar ini pada materi listrik dan magnet. Metode penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Desain penelitian menggunakan desain Four-D yaitu Define, Desain, Develop, Disseminate oleh Thiagarajan, dkk., 1974. Instrumen penelitian adalah angket. Data penelitian terdiri dari data uji kelayakan oleh validator dan data ujicoba terbatas yang diberikan kepada mahasiswa yang diperoleh melalui pemberian angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Uji kelayakan yang didasarkan validasi ahli media dan ahli materi diperoleh nilai rata-rata uji kelayakan sebesar 3,51 yang dikategorikan baik/valid sehingga bahan ajar layak digunakan, (2) Respon siswa terhadap bahan ajar media pembelajaran fisika berbasis multi representasi melalui ujicoba terbatas diperoleh nilai rata-rata ujicoba terbatas sebesar 3,58 yang dikategorikan baik/valid Kata Kunci: Bahan Ajar, Multi Representasi, Media pembelajaran Fisika
Meningkatkan Peran Serta Masyarakat dalam Mencegah Penyebaran Virus Covid-19 Dwi Haryoto; Hari Wisodo; Sujito; Arif Hidayat; Hestiningtyas Yuli Pratiwi
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 1 (2021): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v6i1.5019

Abstract

Community service has been carried out in RW 12 Kel. Merjosari Malang to increase the potential and participation of the community in health environment. The increase in the number of Covid-19 patients in Malang Raya, about 3,378 people, presents that the Covid-19 virus has increased drastically both number of patients confirmed positive and patients who died. The problems faced by partners are not understanding the Covid-19 disease, weak resources, limited funds, and difficulty accessing information. The method is socialization by conducting discussions, optimizing citizen resources, monitoring and evaluation. The result is conducting discussions, developing resources, providing training, providing counseling and assistance. Citizen involvement is to provide a place to install spraying equipment, maintain spraying facilities, provide a place to conduct training, provide human resources ready to be trained voluntarily. Citizens' anxiety and restlessness were slightly reduced by increased community understanding. Citizens give a positive assessment of service. This is proven by the percentage of residents giving a positive rating on average 95.68%, consisting of 95.33% giving a positive response, and 4.67% giving a negative response.
Optimalisasi Usaha Industri Kreatif Penyandang Disabilitas Sudi Dul Aji; Hena Dian Ayu; Hestiningtyas Yuli Pratiwi; Akhmad Jufriadi; Muhammad Nur Hudha
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2023): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This service aims to improve the economy and independence of the creative industries of people with disabilities. The creative industry is a printing and screen printing business owned by partners, namely people with disabilities, especially people who are deaf or hard of hearing and speech impaired. People with disabilities generally find it challenging to get access to funds because their limitations make it difficult to gain trust from the industry. The method offered in implementing this service is transferring science and technology for business development through discussions, guidance, sewing t-shirts and bags, marketing management training, and partner mentoring. Results from questionnaires and partner interviews show that understanding, skills, independence, and the number of products made have increased. In real terms, this service program has succeeded in increasing the turnover of partners. This phenomenon is because partners can receive screen printing and sewing totes and mug accessories simultaneously without going from second-hand (totes and accessories are no longer ordered by other tailors). Thus, this service can help the creative industries of people with hearing and speech impairments become more independent in their society.