Claim Missing Document
Check
Articles

EKSPLORASI KEJADIAN PENYAKIT BUSUK BUAH (Phytophthora palmivora) PADA TANAMAN KAKAO DI DESA CAU KECAMATAN MARGA KABUPATEN TABANAN Yohanes Berckemas; Putu Eka Pasmidi Ariati; I Putu Sujana
Agrofarm: Jurnal Agroteknologi Vol. 4 No. 1 (2025): AGROFARM (JURNAL AGROTEKNOLOGI)
Publisher : Faculty of Agriculture and Business, Universitas Mahasaraswati Denpasar , Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80233

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/agrofarm.v4i1.11787

Abstract

This study focuses on evaluating the extent of cocoa pod damage caused by pathogenic infections. Understanding the underlying causes of disease is essential as a foundation for making effective control decisions. Field observations revealed that pod rot is the most significant disease due to the considerable losses it causes in cocoa production. Pod rot in cocoa, caused by Phytophthora palmivora, typically begins with the appearance of small brown spots on the surface of the pod around two days after infection. These lesions rapidly expand and darken, eventually covering the entire pod. Within approximately 14 days, the pod turns completely black, and the internal tissues, including the seeds, become dry and mummified, serving as a major source of future infections. White mycelium appears on the infected surface and becomes denser as the disease progresses. This mycelium produces sporangia containing numerous spores. These spores are spread by rainwater, either through direct contact or splash dispersal, infecting other parts of the cocoa tree. The time needed for the pod to rot completely is around two weeks, depending on the pod’s size at the time of infection. Field data indicated that in Plot I, 35 pods (14.28%) and 16 trees (5.33%) were infected. In Plot II, 22 pods (16.54%) and 19 trees (9.05%) were infected, while in Plot III, 15 pods (23.07%) and 9 trees (9.89%) were affected by pod rot. Environmental factors : air humidity, rainfall, and farming practices were identified as key variables that influence the rate of disease development and spread.
Identifikasi Morfologi dan Molekuler Jamur yang Terdapat pada Daun Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Widnyana, I Ketut; Pasmidi Ariati, Putu Eka; Suanda, I Wayan; Suwardike, Putu
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i2.1703

Abstract

Padi berasosiasi dengan berbagai mikroba bersifat patogenik maupun non patogenik yang berasal dari golongan jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi jamur yang terdapat pada tanaman padi (Oryza sativa L.) yang dibudidayakan di kawasan Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2023 sampai bulan September 2023. Sampel diambil pada bagian daun tanaman padi dan jamur yang terdapat di dalam jaringan daun diisolasi dengan metode pengenceran, dimurnikan dan diidentifikasi secara morfologi di Laboratorium Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Mahasaraswati, Denpasar. Identifikasi molekuler dilaksanakan di Lab Biosm Indonesia Jakarta. Hasil penelitian menemukan 4 isolat jamur yaitu isolat Black, Darkgreen, Softgreen, dan White. Hasil pembacaan urutan nukleotida pada BLAST menunjukkan bahwa isolat Black memiliki kemiripan sebesar 100% dengan jamur Curvularia pseudobrachyspora asal Thailand, isolat jamur Dark Green identik 100% dengan Aspergillus clavatus dari Malaysia. Isolat, isolat Soft Green memiliki kemiripan sebesar 99,97% dengan jamur Trichoderma reesei asal China, isolat White memiliki kemiripan sebesar 99,96% dengan jamur Schizophyllum commune asal India. Berdasarkan pohon filogeni dengan similaritas >97% maka dapat disimpulkan terdapat empat spesies jamur pada tanaman padi yaitu: Curvularia pseudobrachyspora, Aspergillus clavatus, Trichoderma reesei, dan Schizophyllum commune.
Integrasi STEM dalam Pemberdayaan Masyarakat: Inovasi POC dan Kompos Plus sebagai Simulasi Proses Redoks untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Hijau Wiraningtyas, Agrippina; Olahairullah, Olahairullah; Rubianti, Irma; Subhan, Muhammad; Widnyana, I Ketut; Pasmidi Ariati, Putu Eka
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v9i1.4147

Abstract

Sektor pertanian di daerah tertinggal seperti Desa Mangge Na’e, Kabupaten Dompu, menghadapi masalah multidimensi yang saling berkaitan, meliputi ketergantungan tinggi pada input kimia yang mahal, minimnya akses irigasi yang andal, pemborosan limbah organik, serta kerentanan ketahanan pangan dan gizi yang tercermin dari angka stunting sebesar 13,56%. Program pemberdayaan ini bertujuan untuk menjawab tantangan tersebut melalui integrasi pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) dengan fokus pada inovasi teknologi tepat guna berbasis prinsip kimia redoks. Melalui metode participatory action research (PAR), masyarakat diajak terlibat langsung dalam simulasi dan produksi Pupuk Organik Cair (POC) Plus dan Kompos Plus dari limbah rumah tangga dan pertanian. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga aspek: (1) aspek produksi dengan rerata produksi POC 50 liter/bulan, pengurangan ketergantungan pupuk kimia hingga 60%, dan penurunan penggunaan pestisida sintetis sebesar 50%; (2) aspek kapasitas masyarakat yang tercermin dari peningkatan pengetahuan kader posyandu sebesar 85%, serta penguasaan keterampilan teknologi dan matematika dalam mengelola usaha tani; dan (3) aspek ekonomi-lingkungan berupa penghematan biaya produksi, peningkatan akses pangan bergizi melalui 25 unit Taman Gizi keluarga, serta terbangunnya model ekonomi hijau berbasis sirkularitas lokal. Program ini membuktikan bahwa integrasi STEM tidak hanya menyelesaikan masalah teknis, tetapi juga membangun literasi sains dan kelembagaan masyarakat yang berkelanjutan. Model ini direkomendasikan untuk direplikasi di wilayah tertinggal lain guna mendorong ketahanan pangan, kemandirian energi, dan pertumbuhan ekonomi inklusif.
Pemberdayaan masyarakat dalam beternak lebah madu Trigona sp. dan pupuk organik berbasis mikroorganisme untuk menekan perusakan hutan di Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana-Bali I Wayan Widana; I Wayan Sumandya; I Wayan Suanda; Putu Eka Pasmidi Ariati; I Made Wijaya; I Made Budiasa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27876

Abstract

AbstrakProgram Kosabangsa ini bertujuan untuk menekan perusakan hutan yang dilakukan oleh masyarakat melalui memberdayakan masyarakat. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, montoring dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Fokus kegiatan ada 2 yaitu beternak lebah madu Trigona sp. dan pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik untuk menekan perusakan hutan di Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Mitra sasaran ada 2 yaitu: (1) Kelompok Budidaya Lemah Madu Sabda Wisesa berjumlah 20 orang dan (2) Kelompok Pupuk Organik Anglus Amertha Sari Berjumlah 20 orang.  Mitra berharap adanya program kegiatan pemberdayaan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam beternak lebah madu Trigona sp. dan pembuatan pupuk organik. Setelah pelatihan dan pendampingan berakhir masyarakat memiliki pemahaman dan keterampilan dalam beternak lebah madu Trigona dan pupuk organik untuk meningkatkan pendapatan, sehingga perusakan hutan dapat ditekan dan kelestarian hutan tetap terjaga. Kata kunci: pemberdayaan; lebah madu; pupuk organik; perusakan hutan; Tukadaya AbstractThe Kosabangsa program aims to reduce forest destruction by the community through community empowerment. The methods used include socialization, training and mentoring, monitoring and evaluation, and program sustainability. The focus of the activity is 2, namely raising Trigona sp. honey bees and utilizing livestock waste into organic fertilizer to reduce forest destruction in Tukadaya Village, Melaya District, Jembrana Regency, Bali. There are 2 target partners, namely: (1) the Sabda Wisesa Lemah Madu Cultivation Group consisting of 20 people and (2) the Anglus Amertha Sari Organic Fertilizer Group consisting of 20 people. Partners hope that there will be an empowerment program to increase community knowledge and skills in raising Trigona sp. honey bees and making organic fertilizer. After the training and mentoring ends, the community has an understanding and skills in raising Trigona honey bees and organic fertilizer to increase income, so that forest destruction can be reduced and forest sustainability is maintained. Keyword: empowerment; honey bees; organic fertilizer; forest destruction; Tukadaya
Co-Authors ADE SUPRIATNA Ade Supriatna Adrianus Nurdin Ndatu Aeko Fria Utama FR Aeko Fria Utama FR Agrippina Wiraningtyas, Agrippina Amaral, Ni Putu Anglila Anak Agung Putu Gede Bagus Arie Susandya Ananda, Komang Dean Aset, Arselinus Baiq Harly Widayanti Cokorda Javandira Cokorda Javandira Denda Riratih Dewa Ayu Puspawati Dewa Putu Oka Prasiasa Dudi Septiadi Erna Cahyaningsih Farida Hanum Farida Hanum Fransiskus Diones Helena Murni Heribertus Arut Heribertus Arut Huda, Ahmad Akromul I Dewa Nyoman Raka I G N Anom I G.N. Alit Wiswasta I Gede Agus Mahendra I Gede Agus Mahendra I Gede Agus Mahendra I Gusti Ayu Diah Yuniti I Gusti Ngurah Alit Wiswasta I Gusti Ngurah Alit Wiswasta I Gusti Ngurah Anom I Gusti Ngurah Anom I Ketut Arnawa I Ketut Suada I Ketut Widnyana I Ketut Widnyana I Made Budiasa I Made Budiasa I MADE SUKERTA I Made Suryana I Made Wahyu Wijaya I Made Wijaya I Nyoman Suta I Putu Sujana I Wayan Suanda I Wayan Sumandya I Wayan Widana I.K Sumantra Irma Rubianti KETUT AYU YULIADHI Komang Dean Ananda Komang Dean Ananda Komang Dean Ananda Lalu Llham Suhendra Leni Marlina Listihani, Listihani Luh Putu Kirana Pratiwi Luh Putu Yuni Widyastuti Lutgardis Erlina Delti Lutgardis Erlina Delti Made Astagunawan Menardo Dennis Villanueva Muhammad Subhan NEVIATY PUTRI ZAMANI Ni Gst. Ag. Gde Eka Martiningsih Ni Kadek Emawati Ni Made Satya Utami Ni Putu Cempaka Dharmadewi Atmaja Ni Putu Pandawani Ni Wayan Ekayanti Normiana Himan Nursan, Muhammad Olahairullah, Olahairullah Oyan Rusdianto Edwin Ole Awa Pande Komang Suparyana Pande Komang Suparyana PRATIWI, NI PUTU EKA Putu Laksmi Yulianti Sapanca Putu Laksmi Yuliyanthi Sapanca Putu Laksmi Yuliyanthi Sapanca Putu Lasmi Yuliyanthi Sapanca Putu Lasmi Yuliyanti Sapanca Putu LY Sapanca PUTU SEKARWANGI SARASWATI Putu Sri Astuti Putu Suwardike Ramdhoani Ramdhoani Ramdhoani Rasyid Ridha Rasyid Ridha Sapanca, Putu Laksmi Yulianti Selangga, Dewa Gede Wiryangga Selviana Dismiyanti Daus Simporianus Jama Sumantra, I.K Tauladan, Anan Wijaya, I Made Wiratama, I Gusti Ngurah Made Wiswasta, I Gusti Ngurah Alit Yohanes Berckemas Yunus Wides Bani Yusak Maryunianta