Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan UMKM dan Posyandu Dalam Pembuatan Olahan Makanan Berbasis Kelor Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Kelurahan Kandai II Kabupaten Dompu NTB Rubianti, Irma; Ariati, Putu Eka Pasmidi; Wiraningtyas, Agrippina; Cahyaningsih, Erna; Olahairullah, Olahairullah; Susandya, Anak Agung Putu Gede Bagus Arie
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 5 Vol. 1 Oktober, 2023
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v5i1.125

Abstract

Stunting menjadi perhatian serius di berbagai negara pada era globalisasi saat ini, termasuk di Indonesia. Stunting dapat menyebabkan dampak serius pada perkembangan dan kehidupan anak, seperti penurunan kualitas pendidikan, penurunan kualitas hidup, dan berisiko terkena penyakit. Salah satu faktor penyebab utama stunting adalah masalah gizi yang tidak seimbang, terutama kekurangan gizi pada ibu hamil dan balita. Di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat, angka stunting masih cukup tinggi, terutama di Kelurahan Kandai II sebersar 44,10%. Tujuan pemberdayaan UMKM dan Posyandu di Kelurahan Kandai II adalah untuk meningkatkan kapasitas anggota Posyandu maupun UMKM yang total berjumlah 56 orang, dalam pencegahan stunting dengan pemberian pelatihan dan pengetahuan pembuatan olahan makanan berbasis kelor. Kelor merupakan sumber nutrisi yang kaya akan vitamin, mineral, protein, dan serat, yang sangat bermanfaat untuk pertumbuhan, perkembangan sehat, serta pencegahan stunting anak. Namun, kelor selama ini hanya dimanfaatkan sebatas olahan sayuran. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan sosialisasi, seminar, penyuluhan dan pendampingan, dengan tiga tahapan kegiatan yaitu Seminar dan Penyuluhan Dengan Blended Leraning; Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Olahan Makanan Berbasis Kelor; dan Evaluasi Program Kegiatan Evaluasi. Dari hasil analaisis kegiatan diketahui terjadi peningkatan pengetahuan anggota tentang stunting dan kelor sebesar 57,76%, serta peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengolah olahan pangan berbasis kelor. Hal tersebut akhirnya dapat membantu pemerintah dalam menekan angka stunting di Kelurahan Kandai II dan masyarakat ikut berperan aktif dalam menjaga kesehatan melalui pemenuhan asupan gizi yang baik dengan pemanfaatan potensi lokal
PENDAMPINGAN PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PENGOLAHAN LIMBAH MENJADI BRIKET DAN PUPUK ORGANIK Baiq Harly Widayanti; Rasyid Ridha; Ahmad Akromul Huda; I Made Wahyu Wijaya; I Ketut Widnyana; Putu Eka Pasmidi Ariati; Leni Marlina; Denda Riratih
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #4 & International Community Service 2023
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah pertanian, peternakan dan perkebunan menjadi permasalahan jika tidak termanfaatkan dengan baik. Pengolahan limbah tersebut akan dapat menjadi sumber penghasilan lain bagi masyarakat jika memahami tatacara pengolahannya serta didukung oleh peralatan yang memadai. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk mendampingi masyarakat mengolah limbah menjadi briket dan pupuk organik padat dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat. Metode pengabdian yang digunakan yaitu dengan pendekatan participatory rural approach (PRA) dimana masyarakat diberikan pemahaman pengetahuan melalui penyuluhan, pelatihan atau praktek langsung dan pendampingan. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat telah mampu dan memahami tahapan-tahapan di dalam membuat briket serta pupuk organik yang berbahan baku kotoran ternak dan limbah pakan ternak. Masyarakat telah mampu membuat briket dan membuat pupuk organik berbahan limbah secara mandiri.
PENGARUH SUMBER MEDIA PELARUT NUTRISI PADA TEKNOLOGI HIDROPONIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) Javandira, Cokorda; Putu Lasmi Yuliyanthi Sapanca; Putu Eka Pasmidi Ariati; Yunus Wides Bani
Agrofarm: Jurnal Agroteknologi Vol. 3 No. 2 (2024): AGROFARM (JURNAL AGROTEKNOLOGI)
Publisher : Faculty of Agriculture and Business, Universitas Mahasaraswati Denpasar , Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80233

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/agrofarm.v3i2.10777

Abstract

Brassica rapa L or commonly called mustard pakcoy is one of the most popular types of vegetables in Indonesia, because mustard pakcoy is one of the varieties that contain various health benefits. This study aims to determine "The Influence of Nutrient Soluble Media Sources on Hydroponic Technology on The Growth and Yields of Pakcoy Plants (Brassica rapa L)". The method used was a Randomized Block Design (RAK) with 5 treatments of hydroponic nutrient solvent media. Treatment P1 (30 ltr AC water and 330 ml AB mix), P2 (30 ltr PDAM water and 330 ml AB mix), P3 (30 ltr well water and 330 ml AB mix), P4 (30 ltr irrigation water and 330 ml AB mix and P5 (30 liters of River Water and 330 ml of AB mix).The results showed that treatment P2 (30 liters of PDAM water and 330 ml of AB mix) gave the best growth and yields on the parameters of plant height (cm) and number of leaves (sheet). Meanwhile, the P1 treatment gave the best growth and yield on the parameters of leaf area (cm2), total plant fresh weight (g) and total plant oven dry weight (g).
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Limbah Rumah Tangga Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Hijau Pada Sistem Hidroponik NFT Putu Eka Pasmidi Ariati; Ni Putu Eka Pratiwi; Made Astagunawan
AGRIMETA : Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 14 No. 2 (2024): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of applying Cow Manure Organic Fertilizer on the growth Hydroponics has promising prospects for future agriculture, but the high cost of production makes hydroponics a burden. This study aims to determine the effect of POC (liquid fertilizer) concentration from household wasted on the growth of mustard greens which was expected to determine the best concentration of POC from household waste for mustard greens in the NFT hydroponic system. This research was conducted for one month at BPTP Bali. There were five treatments (P1, P2, P3, P4) including the control treatment (P0), with six replicates with a randomized block design (RBD). The data was collected consisted of plant height, number of leaves, fresh weight and dry weight of plants. The results of the data were then analyzed by ANOVA, followed by the BNT test at the 5% level. The results showed that there was an effect of household waste POC liquid organic fertilizer on the growth of mustard greens at P1 (100 ml/900 ml) compared to P2, P3 and P4 but it was still better with the control using AB-mix. From the results of the study it can be concluded that the best was P1 with concentration of 100 ml/900 ml of water. It is necessary to carry out further research regarding the use of Liquid Organic Fertilizer (POC) and improving the quality of POC nutrients so it can be able to provide sufficient nutrients for the mustard greens hydroponic system
Community Empowerment Regarding Catfish Cultivation Using the Biofloc Method in Temba Lae Village, Dompu Regency Rubianti, Irma; Wiraningtyas, Agrippina; olahairullah, olahairullah; Wahyu Wijaya, I Made; Widnyana, i Ketut; Pasmidi Ariati, Putu Eka
Abdi Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v6i2.7704

Abstract

This activity aims to empower the economy of the residents of Temba Lae Village, Dompu Regency by developing catfish cultivation. The method used in this activity is a participatory approach. This activity involved the So Tolo Pari Farmers Group, totaling 25 people, as partners and research subjects. This study includes steps: socialization, training, mentoring, evaluation, and strengthening. Data was collected through secondary data, direct observation, interviews with key informants, and documents. Data were analyzed using data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that community economic empowerment through the development of catfish cultivation has succeeded in increasing the community's knowledge, skills, economic and social aspects. Factors that influence the success of community empowerment are community support and active participation, stakeholder support and cooperation, availability and suitability of resources, and the application of participatory methods. The long-term impact of community empowerment is as follows: the community can develop an independent, sustainable and competitive catfish farming business, the community is able to improve the quality of life, independence and welfare; The community can contribute to regional development, especially in the fisheries sector. 
Penerapan Teknologi Urban Farming dan Aquaponik untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Desa Adat Kelan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung Ariati, Putu Eka Pasmidi; Widnyana, I Ketut; Wijaya, I Made Wahyu; Prasiasa, Dewa Putu Oka
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 6 Vol. 1 Oktober, 2024
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v6i1.171

Abstract

Program Pemberdayaan Desa Binaan di Desa Adat Kelan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, bertujuan untuk menjadikan desa tersebut sebagai desa wisata tangguh dan pro-lingkungan. Fokus utama kegiatan adalah pengelolaan hasil POC rumah tangga, peningkatan kapasitas masyarakat dalam bidang pertanian organik, serta penguatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam mendukung pengembangan Desa Wisata Kelan. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan meliputi pelatihan dan penyuluhan kepada kelompok PKK dan Pokdarwis. Pelatihan tersebut mencakup standardisasi pupuk organik cair dari limbah rumah tangga, pengelolaan kebun organik dengan sistem hidroponik dan aquaponik, penguatan kelembagaan desa wisata, pelatihan Bahasa Inggris bagi anggota Pokdarwis, serta diversifikasi produk wisata berupa eduwisata dengan memanfaatkan hidroponik dan aquaponik. Selain itu, tim pelaksana juga mendampingi proses standardisasi produk POC agar memenuhi standar kualitas yang memudahkan pemasaran. Peserta pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan, dengan 90% diantaranya mampu memproduksi POC berkualitas sesuai standar. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kualitas lingkungan desa, pembukaan peluang ekonomi baru, dan dihasilkannya produk eduwisata baru berupa kebun organik. Melalui sinergisitas antara pemerintah desa, masyarakat, dan perguruan tinggi, Desa Adat Kelan diharapkan dapat terus berkembang menjadi desa wisata yang berkelanjutan secara lingkungan, ekonomi dan sosial budaya. Kegiatan selanjutnya akan difokuskan pada penguatan pengetahuan dan pemahaman terhadap atraksi eduwisata, pengukuran kualitas POC, penyerahan bibit ikan dan teknologi irigasi tetes untuk kebun organik
EDUTOURISM URBAN FARMING UNTUK MEWUJUDKAN DESA WISATA KELAN TANGGUH DAN PRO-LINGKUNGAN Prasiasa, Dewa Putu Oka; Widnyana, I Ketut; Ariati, Putu Eka Pasmidi; Wijaya, I Made
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 7 (2024): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Wisata Kelan terletak di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, dan mempunyai potensi wisata bahari dan wisata kuliner dengan memanfaatkan hasil laut berupa seafood sebagai menu utamanya. Potensi wisata tersebut saat ini sudah berjalan, namun secara ekonomi belum memberikan dampak yang maksimal. Hal ini disebabkan oleh menu pelengkap seafood berupa sayur-sayuran masih banyak dibeli dari luar Desa Wisata Kelan, padahal lahan perkebunan masih tersedia. Berdasarkan permasalahan tersebut maka solusi yang diberikan adalah penerapan Model Urban Farming Terintegrasi Aquaponik Bioflok, Ikan Nila Kebun Sayur Drip Irrigation. Model ini dikemas menjadi edutourism dengan sasaran siswa (SD dan SMP), wisatawan/pengunjung, dan masyarakat Desa Wisata Kelan. Implementasi solusi tersebut menunjukkan telah terjadi peningkatan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan kelompok sasaran (Pokdarwis dan Ibu-ibu PKK), siswa (SD dan SMP), dan wisatawan/pengunjung mengenai Urban Farming Terintegrasi Aquaponik Bioflok, Ikan Nila Kebun Sayur Drip Irrigation. Selain itu, masyarakat yang berkecimpung pada usaha wisata kuliner juga mengalami peningkatan pendapatan akibat berkurangnya kebocoran (leakages) pembelian menu pelengkap seafood berupa sayur-sayuran, dan juga sebagai akibat keberhasilan penguatan lingkungan yaitu keberhasilan pengolahan sampah domestik menjadi Pupuk Organik Cair (POC) untuk mendukung Model Urban Farming Terintegrasi Aquaponik Bioflok, Ikan Nila Kebun Sayur Drip Irrigation.
ANALISIS FITOKIMIA EKSTRAK BUAH PURNAJIWA (Kopsia sp.) DAN UJI DAYA HAMBATNYA TERHADAP JAMUR Fusarium oxysporum f. sp. cubense (E.F. Smith) PENYEBAB LAYU FUSARIUM PISANG Putu Eka Pasmidi Ariati; I Ketut Widnyana; I Made Sukerta; I Made Budiasa; I Ketut Suada; Pande Komang Suparyana
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.8356

Abstract

Tumbuhan purnajiwa (Kopsia sp.) yakni spesies tumbuh-tumbuhan dari famili Apocinaceae yang memiliki potensi sebagai antijamur alami. Tujuan studi ini yakni menelaah kandungan fitokimia ekstrak buah purnajiwa serta aktivitas antijamur ekstrak etanol buah purnajiwa terhadap F. oxysporum f.sp. cubense. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2022 hingga September 2022. Analisis fitokimia dilaksanakan dengan “kromatografi gas-spektrofotometri massa (GC-MS)”. Studi ini yakni percobaan faktorial tunggal, disusun menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL) yangmana terdapat 17 perlakuan yang diantaranya diulangi dalam tiga kali. Perlakuan tersebut adalah ekstrak buah Purnajiwa dengan konsentrasi   0,1; 0,2; 0,3; 0,4; 0,5; 0,6; 0,7; 0,8; 0,9; 1; 2,5; 5; 10; 15; dan 20%; kontrol positif mankozeb 0,5%, dan kontrol negatif yaitu larutan etanol 96%. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak buah Purnajiwa memiliki kandungan berbagai asam lemak, alkaloid, dan bersifat antijamur. Dihasilkan pada pengujian MIC bahwasanya  di konsentrasi 0,8% sudah memiliki efek penghambatan terhadap jamur “F. oxysporum f.sp. cubense”, dan di konsentrasi 20% memberikan aktivitas penghambatan dengan diameter 14,53 mm. Ekstrak buah purnajiwa pada konsentrasi 10% memberikan aktivitas penghambatan yang tergolong kuat dan tak beda nyata dengan konsentrasi 15% dan 20%. Terdapat kecendrungan peningkatan konsentrasi ekstrak buah Purnajiwa menyebabkan meningkatnya penghambatan pada jamur “F. oxysporum f.sp. cubense”.
Pemberdayaan masyarakat dalam beternak lebah madu Trigona sp. dan pupuk organik berbasis mikroorganisme untuk menekan perusakan hutan di Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana-Bali Widana, I Wayan; Sumandya, I Wayan; Suanda, I Wayan; Ariati, Putu Eka Pasmidi; Wijaya, I Made; Budiasa, I Made
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27876

Abstract

AbstrakProgram Kosabangsa ini bertujuan untuk menekan perusakan hutan yang dilakukan oleh masyarakat melalui memberdayakan masyarakat. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, montoring dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Fokus kegiatan ada 2 yaitu beternak lebah madu Trigona sp. dan pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik untuk menekan perusakan hutan di Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Mitra sasaran ada 2 yaitu: (1) Kelompok Budidaya Lemah Madu Sabda Wisesa berjumlah 20 orang dan (2) Kelompok Pupuk Organik Anglus Amertha Sari Berjumlah 20 orang.  Mitra berharap adanya program kegiatan pemberdayaan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam beternak lebah madu Trigona sp. dan pembuatan pupuk organik. Setelah pelatihan dan pendampingan berakhir masyarakat memiliki pemahaman dan keterampilan dalam beternak lebah madu Trigona dan pupuk organik untuk meningkatkan pendapatan, sehingga perusakan hutan dapat ditekan dan kelestarian hutan tetap terjaga. Kata kunci: pemberdayaan; lebah madu; pupuk organik; perusakan hutan; Tukadaya AbstractThe Kosabangsa program aims to reduce forest destruction by the community through community empowerment. The methods used include socialization, training and mentoring, monitoring and evaluation, and program sustainability. The focus of the activity is 2, namely raising Trigona sp. honey bees and utilizing livestock waste into organic fertilizer to reduce forest destruction in Tukadaya Village, Melaya District, Jembrana Regency, Bali. There are 2 target partners, namely: (1) the Sabda Wisesa Lemah Madu Cultivation Group consisting of 20 people and (2) the Anglus Amertha Sari Organic Fertilizer Group consisting of 20 people. Partners hope that there will be an empowerment program to increase community knowledge and skills in raising Trigona sp. honey bees and making organic fertilizer. After the training and mentoring ends, the community has an understanding and skills in raising Trigona honey bees and organic fertilizer to increase income, so that forest destruction can be reduced and forest sustainability is maintained. Keyword: empowerment; honey bees; organic fertilizer; forest destruction; Tukadaya
Identification of criticalwatershed pakerisan based on remote sensing and geographic information systems for sustainable land capability Supriatna, Ade; Sumantra, I.K; Ariati, Putu Eka Pasmidi
Economic Military and Geographically Business Review Vol. 1 No. 1: (July) 2023
Publisher : Institute for Advanced Science Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/emagrap.v1i1.2023.168

Abstract

Watersheds can be viewed as natural systems where complex hydrological biophysical processes as well as socio-economic and cultural activities of the community take place. Changes in watershed hydrological conditions as a result of uncontrolled expansion of cultivation areas without regard to soil and water conservation principles often lead to conditions of increased erosion and sedimentation, decreased land productivity, and accelerated land degradation. The purpose of this research was to determine the level of erosion’s danger and critical level of land in the watershed Pakerisan. Determination of the critical level of land is done by evaluating the parameter determining critical areas, such as the closure and land productivity, slope, erosion, and land management with the scoring method. The level of erosion’s danger is calculated using the Universal Soil Loss Equation (USLE). The results shows that the level of the erosion’s danger in the watershed Pakerisan is very light of 38 covering 4654.69 ha (51.19%), light as many as 44 units of land area of 3243.54 (35.68% ), medium 15 units of land area of 1022.29 ha (11.24%) and weight 3 units of land area of 171.97 ha (1.89%). Critical level of land area in Watershed Pakerisan consists of a non-critical area of 5653.99 ha (62.19%), potential critical area of 1951.67 ha (21.47%) and rather critical area of 1486.23 ha (16.35% ). Avoid further escalation of the critical level of land in the watershed Pakerisan, the real efforts of stakeholders including government, private, and community is needed
Co-Authors ADE SUPRIATNA Ade Supriatna Adrianus Nurdin Ndatu Aeko Fria Utama FR Aeko Fria Utama FR Agrippina Wiraningtyas, Agrippina Amaral, Ni Putu Anglila Anak Agung Putu Gede Bagus Arie Susandya Ananda, Komang Dean Aset, Arselinus Baiq Harly Widayanti Cokorda Javandira Cokorda Javandira Denda Riratih Dewa Ayu Puspawati Dewa Putu Oka Prasiasa Dudi Septiadi Erna Cahyaningsih Farida Hanum Farida Hanum Fransiskus Diones Helena Murni Heribertus Arut Heribertus Arut Huda, Ahmad Akromul I Dewa Nyoman Raka I G N Anom I G.N. Alit Wiswasta I Gede Agus Mahendra I Gede Agus Mahendra I Gede Agus Mahendra I Gusti Ayu Diah Yuniti I Gusti Ngurah Alit Wiswasta I Gusti Ngurah Alit Wiswasta I Gusti Ngurah Anom I Gusti Ngurah Anom I Ketut Arnawa I Ketut Suada I Ketut Widnyana I Ketut Widnyana I Made Budiasa I Made Budiasa I MADE SUKERTA I Made Suryana I Made Wahyu Wijaya I Nyoman Suta I Putu Sujana I Wayan Suanda I Wayan Sumandya I.K Sumantra Irma Rubianti KETUT AYU YULIADHI Komang Dean Ananda Komang Dean Ananda Komang Dean Ananda Lalu Llham Suhendra Leni Marlina Listihani, Listihani Luh Putu Kirana Pratiwi Luh Putu Yuni Widyastuti Lutgardis Erlina Delti Lutgardis Erlina Delti Made Astagunawan Menardo Dennis Villanueva NEVIATY PUTRI ZAMANI Ni Gst. Ag. Gde Eka Martiningsih Ni Kadek Emawati Ni Made Satya Utami Ni Putu Cempaka Dharmadewi Atmaja Ni Putu Pandawani Ni Wayan Ekayanti Normiana Himan Nursan, Muhammad Olahairullah, Olahairullah Oyan Rusdianto Edwin Ole Awa Pande Komang Suparyana Pande Komang Suparyana PRATIWI, NI PUTU EKA Putu Laksmi Yulianti Sapanca Putu Laksmi Yuliyanthi Sapanca Putu Laksmi Yuliyanthi Sapanca Putu Lasmi Yuliyanthi Sapanca Putu Lasmi Yuliyanti Sapanca Putu LY Sapanca PUTU SEKARWANGI SARASWATI Putu Sri Astuti Putu Suwardike Ramdhoani Ramdhoani Ramdhoani Rasyid Ridha Rasyid Ridha Sapanca, Putu Laksmi Yulianti Selangga, Dewa Gede Wiryangga Selviana Dismiyanti Daus Simporianus Jama Sumantra, I.K Tauladan, Anan Widana, I Wayan Wijaya, I Made Wiratama, I Gusti Ngurah Made Wiswasta, I Gusti Ngurah Alit Yohanes Berckemas Yunus Wides Bani Yusak Maryunianta