Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Tinjauan Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Misfile Dokumen Rekam Medis Pasien Rawat Jalan Bagian Filing di Rumah Sakit Muhammadiyah Selogiri Liss Dyah Dewi Arini; Saryadi
Jurnal Osadhawedyah Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Osadhawedyah
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.84 KB)

Abstract

Rumah Sakit Muhammadiyah Selogiri didirikan oleh pimpinan cabang Muhammdiyah Selogiri yang mempunyai prinsip sosio ekonomi dengan mengedepankan prinsip-prinsip social dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan pengembangan organisasi Muhammadiyah. Berdasarkan survei pendahuluan yang telah penulis lakukan di RS Muhammadiyah Selogiri penggunaan tracer di Rumah Sakit Muhammadiyah Selogiri belum terlaksana dengan baik. Hal ini menyebabkan terjadinya misfile dokumen rekam medis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Metode penelitian yang digunakan observasi dan wawancara. Dengan variabel penelitian di sistem penjajaran, sistem penyimpanan, serta sarana dan prasarana, dan SPO penyimpanan dokumen rekam medis. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala rekam medis dan 2 petugas rekam medis. Objek yang digunakan dalam penelitian ini dibagian filing. Berdasarkan hasil penelitian di Rumah Sakit Muhammadiyah Selogiri faktor penyebab Misfile berdasarkan Sistem Penjajarannya yaitu dengan menggunakan 2 sistem yaitu SNF dan TDF, Sistem penyimpanan dokumen rekam medisnya yaitu menggunakan sistem sentralisasi dimana dokumen rawat jalan, rawat inap dan gawat darurat dijadikan 1 kedalam map, sarana dan prasarana di bagian filing terdiri dari rak filing yang terdiri dari 2 macam yaitu rak besi terbuka dan rak Roll O Pack, terdapat tracer dan juga Map. Kesimpulan dari penelitian ini dari sistem penjajaran, sistem penyimpanan, sarana dan prasarana, maka perlu adanya peningkatan serta penggunaan tracer dan juga buku ekspedisi lebih ditingkatkan kembali.
Tinjauan Faktor-Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Berkas Rekam Medis Pasien Rawat Inap ke Unit Kerja Rekam Medis di Rumah Sakit Maguan Husada Saryadi; Liss Dyah Dewi Arini
Jurnal Osadhawedyah Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Osadhawedyah
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.138 KB)

Abstract

Pengembalian dokumen rekam medis pasien rawat inap diperlukan ketepatan waktu dalam pengembalian dokumen agar dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Ketepatan waktu adalah keadaan betul atau benar dalam mengembalikan dokumen rekam medis ketempat asalnya semula dengan waktu yang ditetapkan, apabila terjadi keterlambatan pengembalian dokumen rekam medis pasien rawat inap maka akan mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan. Jenis Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif,dengan pendekatan cross sectional, peneliti melakukan metode pengambilan data dengan wawancar dan observasi.pengolahan dalam penelitian ini yaitu data melakukan olah data secara deskriptif metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian. Hasil penelitian yaitu untuk ketepatan pengembalian dokumen rekam medis pasien rawat inap masih ada yang terlambat dalam pengembaliaanya, disebabkan oleh dokter yang yang masih kurang dalam penulisan diagnosa pada pasien meninggal dan pasien APS. Kesimpulan perlu adanya kedisplinan untuk dokter dan perawat dalam mengisi kelengkapan dokumen rekam medis agar tidak ada keterlambatan dalam pengembalian dokumen rekam medis ke bagian assembling.
Tinjauan Faktor-Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Berkas Rekam Medis Pasien Rawat Inap ke Unit Kerja Rekam Medis di Rumah Sakit Maguan Husada Saryadi; Liss Dyah Dewi Arini
Jurnal Osadhawedyah Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Osadhawedyah
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.138 KB)

Abstract

Pengembalian dokumen rekam medis pasien rawat inap diperlukan ketepatan waktu dalam pengembalian dokumen agar dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Ketepatan waktu adalah keadaan betul atau benar dalam mengembalikan dokumen rekam medis ketempat asalnya semula dengan waktu yang ditetapkan, apabila terjadi keterlambatan pengembalian dokumen rekam medis pasien rawat inap maka akan mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan. Jenis Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif,dengan pendekatan cross sectional, peneliti melakukan metode pengambilan data dengan wawancar dan observasi.pengolahan dalam penelitian ini yaitu data melakukan olah data secara deskriptif metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian. Hasil penelitian yaitu untuk ketepatan pengembalian dokumen rekam medis pasien rawat inap masih ada yang terlambat dalam pengembaliaanya, disebabkan oleh dokter yang yang masih kurang dalam penulisan diagnosa pada pasien meninggal dan pasien APS. Kesimpulan perlu adanya kedisplinan untuk dokter dan perawat dalam mengisi kelengkapan dokumen rekam medis agar tidak ada keterlambatan dalam pengembalian dokumen rekam medis ke bagian assembling.
Analisis Kuantitatif Kelengkapan Resume Medis Rawat Inap di Rumah Sakit: Studi Literatur Saryadi; Liss Dyah Dewi Arini
Jurnal Osadhawedyah Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Osadhawedyah
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.519 KB)

Abstract

Unit Rawat Inap (URI) atau Instalasi Rawat Inap (IRNA) adalah salah satu bagian pelayanan klinis yang menangani pasien rawat inap untuk sembuh dari penyakitnya. Resume medis mempunyai peranan penting sebagai sarana komunikasi antara dokter dan petugas lainnya, mendasari perencanaan pelayanan pasien, memungkinkan bahan kajian analisis dan evaluasi kualitas pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis kuantitatif formulir resume medis berdasarkan 4 Review yaitu Review Identifikasi, Review Pelaporan, Review Autentifikasi, Review Pencatatan. Penelitian ini merupakan penelitian Studi literatur. Dengan jumlah populasi 307 jurnal. Jumlah sampel yang digunakan adalah 6 jurnal yang berkaitan dengan kelengkapan resume medis rawat inap di rumah sakit. Pengolahan data dengan cara pencarian dalam situs google scholar, collecting jurnal keseluruhan, screening jurnal dan ekstraksi data berdasarkan kriteria inklusi dengan metode Systematic Literature Reviews (SLR). Berdasarkan hasil review 6 jurnal, hasil penelitian kelengkapan resume medis rawat inap diketahui bahwa kelengkapan tertinggi komponen identifikasi sebesar 99%, kelengkapan tertinggi komponen identifikasi sebesar 82,3%, kelengkapan tertinggi komponen pencatatan yang baik 100% dan kelengkapan tertinggi komponen idetifikasi 100%. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa 6 jurnal masih di temukan tingkat kelengkapan formulir resume medis yang masih rendah. Oleh karena itu perlu komunikasi dan kerjasama antara dokter, perawat dan petugas rekam medis dalam pengisian kelengkapan formulir.
Analisis Kuantitatif Kelengkapan Resume Medis Rawat Inap di Rumah Sakit: Studi Literatur Saryadi; Liss Dyah Dewi Arini
Jurnal Osadhawedyah Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Osadhawedyah
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.519 KB)

Abstract

Unit Rawat Inap (URI) atau Instalasi Rawat Inap (IRNA) adalah salah satu bagian pelayanan klinis yang menangani pasien rawat inap untuk sembuh dari penyakitnya. Resume medis mempunyai peranan penting sebagai sarana komunikasi antara dokter dan petugas lainnya, mendasari perencanaan pelayanan pasien, memungkinkan bahan kajian analisis dan evaluasi kualitas pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis kuantitatif formulir resume medis berdasarkan 4 Review yaitu Review Identifikasi, Review Pelaporan, Review Autentifikasi, Review Pencatatan. Penelitian ini merupakan penelitian Studi literatur. Dengan jumlah populasi 307 jurnal. Jumlah sampel yang digunakan adalah 6 jurnal yang berkaitan dengan kelengkapan resume medis rawat inap di rumah sakit. Pengolahan data dengan cara pencarian dalam situs google scholar, collecting jurnal keseluruhan, screening jurnal dan ekstraksi data berdasarkan kriteria inklusi dengan metode Systematic Literature Reviews (SLR). Berdasarkan hasil review 6 jurnal, hasil penelitian kelengkapan resume medis rawat inap diketahui bahwa kelengkapan tertinggi komponen identifikasi sebesar 99%, kelengkapan tertinggi komponen identifikasi sebesar 82,3%, kelengkapan tertinggi komponen pencatatan yang baik 100% dan kelengkapan tertinggi komponen idetifikasi 100%. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa 6 jurnal masih di temukan tingkat kelengkapan formulir resume medis yang masih rendah. Oleh karena itu perlu komunikasi dan kerjasama antara dokter, perawat dan petugas rekam medis dalam pengisian kelengkapan formulir.
Pemberian Motivasi dalam Menangani Depresi Lansia di Griya Sehat Bahagia Palur Sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Mental Liss Dyah Dewi Arini; Saryadi; Musta’in
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara
Publisher : PT. NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.052 KB)

Abstract

Lansia sangat rentan terhadap gangguan kesehatan termasuk depresi . Panti Griya Sehat Bahagia merupakan salah satu rumah yang berupaya menangani kasus depresi yang di alami lansia. Penanganan yang diberikan oleh panti Griya Sehat Bahagia Palur Karanganyar diwujudkan dalam berbagai bentuk antara lain: self talk, obat penenang, intensitas komunikasi perawat dengan pasien, terapi fisik, dan kedekatan kepada Tuhan. Berbagai upaya dalam penanganan pasien lansia yang mengalami depresi, dimaksud menjaga kesehatan mental lansia agar mereka semua semangat dan termotivasi untuk menjalani hidup di usia yang sudah tidak produktif lagi. Terjaganya kesehatan jiwa dalam kehidupan yang sejahtera, akan membawa kebaikan secara mental, fisik, spiritual, maupun social. Melalui penyuluhan, pelatihan, pemantauan, evaluasi, pemberian keterampilan, dan penyediaan fasilitas akan menumbuhkan motivasi lansia untuk lebih bersemangat menghadapi kehidupan yang lebih bermakna. Dalam kegiatan PkM ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pemulihan kesehatan lansia di panti asuhan. Adanya Sosialisasi dan pelatihan yang diberikan kepada lansia di Griya Sehat Bahagia menunjukkan hasil yang positif, terbukti lansia sangat antusias mengikuti kegiatan dan lebih termotivasi dari sebelumnya.
PENANGANAN DEPRESI GUNA MENJAGA KESEHATAN MENTAL PADA LANSIA DI GRIYA SEHAT BAHAGIA PALUR Liss Dyah Dewi Arini; Saryadi Saryadi; Musta'in Musta'in; Dian Elizar; Arifatul Khoirunnisak
ABDIMASNU: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2022): ABDIMASNU
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1309.63 KB) | DOI: 10.47710/abdimasnu.v2i3.167

Abstract

Partner problems include that most of the elderly at Griya Sehat Bahagia experience depression and the treatment implemented by the Griya Sehat Bahagia Panti for elderly patients who experience depression is still very limited. So far, the treatment provided by the orphanage is manifested in several forms including self-talk, sedatives and closeness to Allah swt. The treatment given to the elderly aims to maintain mental health for the elderly so that they are all enthusiastic and motivated to live life at an age that is no longer productive. Mental health that is maintained will lead to a prosperous life both mentally, physically, spiritually and socially. The solution to the problems in partners is through counseling, training, monitoring, evaluation, providing skills and providing facilities that better support the lives of the elderly at Griya Sehat Bahagia. It is hoped that this community service activity can contribute to the restoration of the health of the elderly in the orphanage. From the socialization and also the training provided to the elderly at Griya Sehat Bahagia showed positive results, it was proven that the elderly were very enthusiastic about participating in activities and were more motivated than before. Keywords:  elderly, depression, mental health, well-being
Innovation Performance of Nursing: Competence, Motivation and Organizational Commitment as Mediating Saryadi; Liss Dyah Dewi Arini; Asri Maharani
TIJAB (The International Journal of Applied Business) Vol. 7 No. 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/tijab.v7.I2.2023.44677

Abstract

Background: Attention to open innovation is more important for future research. The impact of the globalization era in health care means that nursing staff are required to be competitive and more professional with the use of increasingly developing technology. Innovation performance is an important determinant of organizational success. Objective: The substantial for this study is analysing key factors which effect the relationship between competence, motivation to innovate the performance of nursing with organizational commitment as mediating. Method: This research adopted cross-sectional research. The total respondents in this study was 60 nurses at Jasmine Room RSST Klaten with a census. This study used a hypothesis for applying path analysis, validity reliability for questioner, Statistic-test, and also coefficient determination with correlation. Results: Path 1 show that competence (Co) and motivation (Mt) have positive significance on organizational commitment (Z).  Path 2 shows that competence (Co), motivation (Mt), and organizational commitment (Z) have positive significance. Highlighting the findings, nurse behaviour in innovation is based on competence. The support of hospital organizational commitment has an impact on strengthening nurses' ability in innovation behaviour. Improving the behaviour of nursing personnel in innovating will realize public health needs, and the need for understanding in healthy behaviour. In nursing staff, both those at a young or old age who will retire, competence becomes a factor that cannot be ruled out by funds to innovate. For the motivation, it does not have much meaning for nursing personnel who are old and about to retire. Conclusion: The spotlight on findings shows the behaviour of nurses in innovation is based on competence. The support of hospital organizational commitment has the impact of strengthening the ability of nurses in innovation behaviour. Increasing the behaviour of nursing personnel in innovating will realize public health needs, and the need for understanding healthy behaviour. Keywords: Innovation performance, multicultural competence, motivation, organizational commitment.
THE ROLE OF ORGANIZATIONAL CULTURE AS A MEDIATING TO INCREASING Saryadi Saryadi; Indra Hastuti; Novita Dian Setiaji
Journal of Management and Informatics Vol 1 No 1 (2022): April : Journal of management and informatics
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jmi.v1i1.139

Abstract

This study is intended to assess the behavior of the variables of motivation, discipline, and leadership on the performance of ASN at the Wonogiri regional Secretariat through organizational culture or without organizational culture.From 140 ASN, be used 114 respondents as sample with Slovin formula were taken with a simple random sampling. The data was then analyzed using a path analysis system and equipped with statistical tests. Field findings show that: 1) Motivation has a significant influence on organizational culture in Wonogiri regional Secretariat; 2) Discipline has a significant influence on the culture of the organization in the Wonogiri regional Secretariat; 3) Leadership has an influence but not significant on the organizational culture in the Wonogiri regional Secretariat; 4) Motivation has a significant effect on the performance of ASN in the Wonogiri regional Secretariat; 5) Discipline has no significant effect on the performance of ASN in the Wonogiri regional Secretariat; 6) Leadership has an influence, although not insignificant, on the performance of ASN in the Wonogiri regional Secretariat; and 7) Organizational culture has a significant influence on the performance of ASN in the Wonogiri regional Secretariat
Pelatihan Pemanfaatan Articial Intelegence pada Dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Duta Bangsa Surakarta dalam Pengelolaan Pembelajaran Efektif Nurohman Nurohman; Saryadi Saryadi
Jurnal Nusantara Berbakti Vol. 2 No. 3 (2024): Juli: Jurnal Nusantara Berbakti
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jnb.v2i3.431

Abstract

The application of artificial intelligence in education has brought significant changes in learning methods and classroom management. This paper discusses the Application of AI for Learning training held for lecturers at UDB Surakarta with the aim of improving understanding and skills in the application of AI technology. The training method includes a combination of theoretical and practical sessions. The theory session ran in several stages, namely a discussion on the introduction of AI, demonstrations of AI tools and technologies such as ChatGPT, Copilot, and Gemini. Practices of using AI in the creation of learning materials, assessment of learning outcomes, and writing scientific articles. The training, which was attended by 12 lecturers, provided hands-on experience in the application of AI in the world of education. The results of the training showed a significant improvement in the understanding and skills of the participants, with 91.67% of participants feeling satisfied and hoping for similar training on a regular basis. The training evaluation includes an analysis of participant feedback that shows that the training is helpful in preparing for learning, creating teaching modules, and other learning tools. The evaluation of the training results leads to the conclusion that this training is effective in improving lecturers' competence in using AI, encouraging creativity in learning, and is expected to increase effectiveness in learning.