Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

INTRODUKSI TEKNIK PEMBENIHAN BANDENG SKALA RUMAH TANGGA DI DESA PIJOT KECAMATAN KERUAK KABUPATEN LOMBOK TIMUR Nunik Cokrowati; Alis Mukhlis
Jurnal Abdi Insani Vol 5 No 2 (2018): Jurnala Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengintroduksi teknologi pembenihan bandeng. Manfaat dari kegiatan ini adalah masyarakat dapat melakukan pembenihan bandeng dan dapat memproduksi benih bandeng atau nener untuk kepentingan benih budidayanya sendiri. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan langsung teknik pembenihan bandeng dengan tahapan penentuan kelompok mitra, sosialisasi kegiatan, introduksi teknologi budidaya bandeng daan pembimbingan. Benih bandeng atau nener di Nusa Tenggara Barat, tidak mudah didapatkan dan mahal. Hal tersebut dikarenakan nener didatangkan dari pulau Jawa dan jumlahnya juga terbatas. Masyarakat belum dapat melakukan pembenihan bandeng dikarenakan belum pernah diajari hal tersebut. Teknologi pembenihan bandeng cukup sederhana dan dapat dilakukan dengan mudah, murah dan efisen. Sehingga teknologi pembenihan bandeng perlu diajarkan ke masyarakat. Mitra kegiatan ini adalah pembudidaya bandeng di Desa Pijot kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur.
PENANGGULANGAN PENYAKIT MAS (MOTILE AEROMONAS SEPTICEMIA) PADA IKAN NILA MENGGUNAKAN EKSTRAK TEMULAWAK (CURCUMA XANTHORRIZA ROXB) Fariq Azhar; Muhammad Junaidi; Alis Mukhlis; Andre Rachmat Scabra
Jurnal Abdi Insani Vol 7 No 3 (2020): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v7i3.282

Abstract

Masalah penyakit pada ikan merupakan salah satu kendala utama yang dihadapi oleh para pembudidaya karena berpotensi menimbulkan kerugian yang sangat besar seperti penurunan hasil produksi, dan kematian massal pada ikan. Aeromonas hydrophila merupakan salah satu jenis bakteri pathogen yang dapat menimbulkan penyakit Motile Aeromonas Septicemia atau lebih dikenal dengan penyakit MAS pada ikan nila (Oreochromis niloticus). Aeromonas hydrophila dapat menyebabkan bercak merah pada ikan nila dan berakibat pada kematian ikan. Pemberian antibiotik yang bersifat kimia secara terus menerus dapat mengakibatkan terjadinya resistensi bakteri terhadap jenis antibiotik tersebut. Selain itu, efek samping pemberian antibiotik dapat meninggalkan residu yang nantinya akan membahayakan manusia dan lingkungan. Penggunaan bahan alami yang mempunyai senyawa antimikrobia seperti temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) diharapkan mampu sebagai pengganti bahan kimia antibiotik dan membantu meningkatkan sistem imun dari ikan tersebut. Penggunaan bahan alami jauh lebih ramah lingkungan, murah, dan tidak bersifat karsinogen. Penyuluhan dilakukan dengan metode Focus Group Discussion (FGD) di desa Gontoran Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Hasil kegiatan ini cukup baik, yakni mampu mendorong masyarakat untuk dapat menangani dan mencegah penyebaran penyakit bakterial khususnya penyakit MAS pada ikan nila dengan penggunaan bahan alami, sehingga penggunaan antibiotic sintesis dapat diminimalisir dan mengurangi biaya produksi pada proses pemeliharaan.
EDUKASI NILAI GIZI IKAN MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN MAKANAN OLAHAN BERBAHAN BAKU IKAN TONGKOL nanda diniarti; Nunik Cokrowati; Dewi Nur’aeni Setyowati; Alis Mukhlis
Jurnal Abdi Insani Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v7i1.300

Abstract

Desa Batunampar merupakan salah satu desa pesisir yang 90% masyarakatnya merupakan nelayan. Tersediannya ikan konsumsi tidak dengan otomatis anak-anak di Desa batunampar mengkonsumsi ikan dan olahannya, sehingga dengan mudahnya anak-anak menyenangi mie dan makanan selingan/cemilan di warung. Ketidakberagamnya cemilan sehari-hari maka akan mendorong anak-anak mengkonsumsi cemilan yang tidak sehat yaitu berpengawet, kadar penyedap yang tinggi dan rendah nilai gizi. Maka dianggap perlu diadakan pilihan cemilan sehat yang bisa disediakan di rumah dari hasil tangkapan setempat. Dimana ikan tongkol merupakan tangkapan yang selalu ada di setiap musim dan melimpah. Ikan tongkol memiliki nilai gizi yang baik dan mudah untuk dikreasikan menjadi cemilan sehat dan disukai anak-anak. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi gizi ikan dan memberikan keterampilan membuat makanan olahan dari ikan tongkol yaitu risoles dan presto tongkol. Metode yang digunakan dikegiatan ini adalah praktek langsung membuat risoles tongkol dan presto tongkol serta memberikan pengetahuan nilai gizi dan manfaat mengkonsumsi ikan. Penjelasan nilai gizi ikan dilakukan dengan cara memberikan penjelasan secara langsung dan memberikan contoh pada aktifitas sehari-hari. Kegiatan ini dilaksanakan di kantor desa Batunampar Selatan Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Peserta kegiatan sebanyak 28 orang terdiri dari ibu rumah tangga dan remaja putri. Olahan makanan yang dibuat adalah tongkol presto dan risoles tongkol. Risoles dan tongkol presto dipilih karena mudah dibuat, nilai gizi tinggi, dan memperlama masa simpan. Selain untuk menyediakan cemilan rumahan hasil produksi dapat dijual ke luar desa sehingga menambah pendapatan rumah tangga nelayan. Hasil pelaksanaan kegiatan ibu-ibu telah bertambah pemahaman tentang gizi ikan dan telah bisa mengolah dan mengkreasikan olahan berbahan dasar ikan tongkol.
PERBAIKAN SISTEM BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI DESA SERIWEH KABUPATEN LOMBOK TIMUR Nunik Cokrowati; Dewi Nur’aeni Setyowati; Nanda Diniarti; Alis Mukhlis
Jurnal Abdi Insani Vol 7 No 3 (2020): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v7i3.354

Abstract

Budidaya rumput laut Kappaphycuz alvarezii di desa Seriwe merupakan mata pencaharian sebagian masyarakat. Sejak tahun 2016, hasil panen menurun, pertumbuhan menurun dan rumput lautemakin mengecil. Sehingga diperlukan solusi atas permasalahan tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperbaiki sistem budidaya rumput laut di Desa Seriweh Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Seriweh Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan adalah demplot dan pendampingan secara langsung pada satu siklus budidaya rumput laut selama 45 hari. Hasil kegiatan ini meliputi beberapa tahapan yaitu tahap-1 brain storming dan berdiskusi dengan pembudidaya mengenai permasalahan budidaya rumput laut yang sedang dihadapi saat ini. Pada tahap kedua adalah tim kegiatan menyimpulkan permasalahan inti yang terkait dengan teknik budidaya rumput laut dan menyusun solusi permasalahan yang tepat berdasarkan kajian ilmiah. Tahap-3 penyampaian solusi permasalahan ke pembudidaya serta mendiskusikannya. Tahap-4 dilakukan persiapan konstruksi budidaya dan penyediaan bibit. Tahap -5 adalah demplot budidaya rumput laut hasil kultur jaringan dengan metode longline dan rakit apung. Kesimpulan kegiatan ini adalah perbaikan sistem budidaya rumput laut di seriwe telah dilakukan dengan cara menambah lokasi budidaya di perairan dusun Semirang dengan menggunakan metode longline. Perbaikan sistem budidaya juga dilakukan dengan cara menggunakan bibit rumput laut hasil kultur jaringan.
Uji Toksisitas Ekstrak Daun Sirih (Piper betle) Terhadap Benih Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) Leni Mardiana; Nunik Cokrowati; Alis Mukhlis
Rekayasa Vol 15, No 2: Agustus 2022
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v15i2.10137

Abstract

White snapper (Lates calcarifer) is a type of seawater fish that is in great demand by the public. This study aims to determine the 48-hour LC50 value and the effect of using betel leaf extract on the health status of white snapper. This research was conducted in July 2020 which took place at the Sekotong Coastal Aquaculture Development Center (BPBPP), West Lombok Regency, West Nusa Tenggara. This research was conducted using experimental methods. This study used 5 treatments and three replications, to obtain 15 experimental units with doses of 0 ppm, 80 ppm, 90 ppm, 100 ppm and 200 ppm. Data analysis was performed using a linear regression test, namely probit analysis by testing the mortality of tested animals and calculated through statistical data using Microsoft Excel. The higher the betel leaf extract concentration, the higher the number of white snapper seed deaths. This happens because the betel leaf extract contains active antimicrobial compounds, but at high concentrations, it can poison the white snapper seeds. For further research, it is recommended to test the toxicity of betel leaf extract on the mortality of white snapper with variations in water quality. 
Penyuluhan Budidaya Udang Vanamei dalam Kolam Terpal di Desa Kuranji, Lombok Barat Dewi Nur'aini Setyowati; Salnida Yuniarti Lumbessy; Dewi Putri Lestari; Fariq Azhar; Alis Mukhlis
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 4 (2022): Oktober-Desember 2022
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.623 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i4.2217

Abstract

Udang vanamei adalah satu satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis, bahkan hingga skala ekspor. Desa Kuranji merupakan desa yang berbatasan dengan pantai. Posisi tersebut memberi peluang untuk dilakukan budidaya udang vanamei karena memudahkan dalam pengambilan air laut sebagai media pemeliharaan udang vanameiBudidaya dengan menggunakan kolam terpal memiliki beberapa keunungan antara lain irit biaya. Oleh karena itu, kegiatan penyuluhan budidaya udang vanamei di kolam terpal pada masayarakat Desa Kuranji perlu untuk dilakukan. Metode penyuluhan meliputi sosialisasi dan perijinan kegiatan, pelaksanaan penyuluhan dan pemantauan. Hasil pengabdian menunjukkan antusias masyarakat untuk mengimpelemantasikan budidaya udang vanamei di kolam terpal.
Site Selection for Lobster Culture in Floating Cage using Multi-criteria Analysis Muhammad Junaidi; Nanda Diniarti; Nunik Cokrowati; Alis Mukhlis; Baiq Hilda Astriana; Flaxen D. L. Conway
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 27, No 4 (2022): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.27.4.315-329

Abstract

Spiny lobster is as a very promising culture commodity to be developed due to their high demand in the domestic and global markets. The selection of the suitable location was one of determining factors for the success of lobster cultivation. Various criteria are required for the location of lobster cultivation, both technically and biologically. This research aimed to analyze the suitability sites for lobster culture in floating cages using Multi-criteria Analysis and Geographic Information System (GIS). The research was conducted in May 2018 in North Lombok Regency Water, West Nusa Tenggara. A survey method was applied and used primary and secondary data. Data collected were grouped into 3 categories i.e. oceanographic parameter (water depth, current, wave, and transparency), water quality (temperature, salinity, pH, dissolved oxygen, nitrate, and phosphate), and socio-economic and institutional parameters (legality, easy access, labor availability, and market). Primary data were obtained by measuring oceanography and water quality parameters at 23 observation points on eight transects perpendicular to the coast. Socio-economic and institutional data were obtained from the relevant agencies. Data analysis was done by combining Multi-criteria Analysis and GIS. The result of this research shows that the water condition still supports mariculture activity. The total area covered by this research was 9,087 ha, of which 1,226 ha were found very suitable for lobster culture using floating cage. 
THE EFFECT OF THE SOAKING PERIOD IN NATURAL FEED TATTS of Chaetoceros sp. ON THE GROWTH AND VIABILITY OF PEARL CLASS (Pinctada maxima) SEEDS Satria Fajry; Dewi Nuraini Setyowati; Alis Mukhlis
Journal of Fish Health Vol. 2 No. 2 (2022): Journal of Fish Health
Publisher : Aquaculture Department, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.036 KB) | DOI: 10.29303/jfh.v2i2.1473

Abstract

Pearl oysters are a marine aquaculture commodity with high economic value. However, there are still many obstacles in pearl oyster cultivation activities, such as the need for quality seeds. This study aims to determine the effect of immersing pearl seeds in natural feed tanks of Chaetocheros sp. with different immersion periods on the growth and survival rate of pearl oyster (Pinctada maxima) seeds. The method used in this study is an experimental method using a completely randomized design (CRD), with 5 treatments and 3 replications, namely A (control/without immersion), B (0.5 hours), C (1 hour), D (1, 5 Hours) and E (2 Hours). The results showed that soaking the seeds in natural feed tanks had a significant effect on the growth of the shell (dorsal-ventral) of the pearl oyster Pinctada maxima (p<0.05). The highest growth was achieved in the 2-hour immersion period with an absolute growth value of 1.67 mm, a relative growth of 68.49% from the initial size, and a daily specific growth rate of 3.31% per day. This method must be tested on larger pearl oyster seeds and using other natural feed species and various natural mixes (multi-species).
PEMBAGIAN MASKER SEBAGAI UPAYA PREVENTIF COVID-19 DI DESA SURALAGA, LOMBOK TIMUR NUSA TENGGARA BARAT Salnida Yuniarti Lumbessy; Alis Mukhlis; Nanda Diniarti; Nunik Cokrowati
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 7 No. 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v7i1.2972

Abstract

Kegiatan sosialisasi dan diseminasi protokol kesehatan pencegahan COVID-19 hingga ke tingkat desa diseluruh wilayah nusantara terus digencarkan oleh berbagai pihak terkait. Salah satunya adalah dengansosialiasasi pemakaian masker karena masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam tertib bermasker. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk sosialisai penggunaan masker serta pembagian maskernon medis secara gratis sehingga diharapkan dapat meningkatkaan ketaatan penggunaan masker. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tengara Barat (NTB). Masyarakat sasaran berjumlah 15 rumah/kepala keluarga (KK) dengan jumlah total masker sebanyak50 buah. Masker diperoleh dari bantuan KODEPENA (Komunitas Dosen, Penulis dan Peneliti Indonesia)Pusat yang dikirimkan beberapa hari sebelum kegiatan ini dilaksanakan. Metode yang digunakan adalahmelalui pendekatan secara door to door (dari rumah ke rumah) selama 1 hari. Adapun tahapanpelaksanaan terdiri atas : (1) Tahap perencanaan dan persiapan ; (2) Tahap pelaksanaan; (3) Tahapevaluasi dan penyususnan luaran. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwapermasalahan yang ada di lingkungan masyarakat adalah kurangnya kesadaran dan pengetahunterkait penggunaan masker. Namun secara keseluruhan kegiatan ini berjalan dengan baik dan semuapeserta menunjukkan sikap senang dan sangat antusias untuk menerima kegiatan pengabdian ini. Selainitu, mereka sangat terbuka dalam mengungkapkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi sertamengungkapkan keinginan-keinginanya terkait kegiatan pengabdian ini.
The Effect of Tobacco Extract (Nicotiana Tobacum) As a Anesthetic Material Against Hematological Conditions Gold Fish (Cyprinus Corpio) With Method Dry Transport Rabiatun Abi Adamiah; Nunik Cokrowati; Alis Mukhlis
Jurnal Media Akuakultur Indonesia Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Media Akuakultur Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/mediaakuakultur.v3i1.1428

Abstract

The need for carp (Cyprinus carpio) from year to year continues to increase with the increase in population. Consumer demand for fish consumption has experienced a shift, from fresh (frozen) fish to live fish. The obstacles often faced by cultivators are death before the fish arrive at their destination, the cause of fish death is due to stress and physical damage due to mishandling. To avoid the high mortality rate of carp during the transportation process, fish entrepreneurs have begun to develop a dry transportation system, namely a system of transporting live fish using non-water transportation media. In the transportation of live fish without water media, the fish are made in a state of calm or stunning. Anesthesia can be done by giving an anesthetic in which the fish becomes unconscious during the transportation process. The advantage of stunning this fish is that it makes it easier to carry out the transportation process without water media, makes the fish not move much during the transportation process and minimizes the risk of fish being injured so as to allow a longer transportation time. One of the natural ingredients that can be used for anesthesia is tobacco (Nicotiana tabacum). The purpose of this study was to determine the effect of anesthetic tobacco extract (N. tobacum) on the hematological condition of carp (C. carpio) by dry transportation method. The treatments tested were soaking tobacco extract as fish anesthetic before transportation with different concentrations, namely, in treatment 1 (P1) without soaking tobacco extract, treatment 2 (P2) soaking tobacco extract 1 ml, treatment 3 (P3) soaking tobacco extract 2 ml, treatment (P4), soaking extract 3 ml. The results of this study that the use of tobacco leaf extract as an anesthetic in the dry transportation system causes hematological levels to increase and decrease but are still in normal levels, the best dose of tobacco extract is 1ml/L with a stunning speed of 917 minutes, recovery time is 239 minutes and has an SR value of 76%.
Co-Authors Abidin, Z Abidin, Zaenal Andre Rachmat Scabra Anggoro Prihutomo Anita Prihatini Ilyas Anita Prihatini Ilyas Arnu Finanta Awan Dermawan Awan Dermawan Ayu Adhita Damayanti Baiq Hilda Astriana Baiq Hilda Astriana Dewi N. Setyowati Dewi Nu'Aeni Setyowati Dewi Nur&#039;aeni Setyowati Dewi Nur'aini Setyowati Dewi Nuraeni Setyowati Dewi Nuraini Setyowati Dewi Putri Lestari, Dewi Putri Diamahesa, Wastu Ayu Diaz Asa Gusmi Dzikri Wahyudi Fariq Azhar Fariq Azhar Flaxen D. L. Conway Ichi Naomi Mawardi Irwan Agus Samdani Joko Priyono Junaidi, Muhammad Kadek Juniati Laily Fitriani Mulyani Laily Fitriani Mulyani Lakhsmi Dewi Paramaatman Lalu Hizbulloh Lalu Sepi Al-Muhatir R. lalu Yayan Nigar Leni Mardiana Lumbessy, Salnida Yuniarti Misqul Hurryah Mochammad Amiri Mohammad Syakiran Muhammad Agus Muljanto Muhammad Awaluddin Muhammad Junaidi Muhammad Junaidi Muhammad Marzuki Muhammad Najamuddin Sayuti Muhammad Sumsanto Nadirah Karimatul Ilmi Nadirah Karimatul Ilmi Nanda Diniarti Nanda Diniarti Ni Komang Santi Ariani Nunik Cokrowati Nunik Cokrowati Nunik Cokrowati Nunik Cokrowati Nunik Cokrowati Nunik Cokrowati Nunik Cokrowati Nuri Muahiddah Nurul Hidayah Paryono Paryono Putra Satria Timur Rabiatun Abi Adamiah Rizka Abdi Sadikin Amir Sainida Yuniarti L Sanca Rahmatullah Sanca Rahmatullah Saptono Waspodo Satria Fajry Septiana Dwiyanti Setyowati, Dewi Nur’aeni Setyowati, Dewi Nur’aeni Sitti Hilyana Ulan Ayudia Lestari Viqram Viqram Woro Kusumaningtyas Perwitasari Yuliana Asri Yuyun Arfah