Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Digitalisasi Promosi Wisata Yeh Pulu di Desa Bedulu Gianyar: Edukasi Live Virtual Tour Interaktif Ni Made Ayu Natih Widhiarini; Ni Luh Supartini; Sophea Tiur Cahyani Kusmanto Marpaung; Putu Missela Arynata
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i2.3034

Abstract

Desa Wisata Yeh Pulu merupakan destinasi wisata budaya di Bali yang memiliki potensi sejarah dan budaya yang tinggi, namun promosi wisata masih terbatas dan belum optimal memanfaatkan media digital. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan Desa Wisata Yeh Pulu kepada masyarakat melalui promosi digital berbasis Live Virtual Tour menggunakan Zoom Meeting. Metode pelaksanaan meliputi observasi lokasi, penyusunan alur virtual tour dan storytelling, pelaksanaan tur virtual secara langsung, serta evaluasi melalui penyebaran kuesioner kepada peserta. Kegiatan ini diikuti oleh 216 peserta dari berbagai daerah. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa 92% peserta menyatakan memperoleh pengetahuan baru mengenai potensi wisata dan sejarah Yeh Pulu, 89% peserta merasa puas terhadap pelaksanaan Live Virtual Tour, dan 78% peserta menyatakan tertarik untuk mengunjungi Desa Wisata Yeh Pulu secara langsung setelah mengikuti kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa Live Virtual Tour dapat menjadi media promosi digital yang efektif, interaktif, dan berbiaya rendah dalam meningkatkan visibilitas destinasi serta mendorong minat kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Yeh Pulu.
Perencanaan Perencanaan Mitigasi Pelestarian Situs Budaya di Area Sarana Pendukung Pariwisata pada Kawasan Rawan Bencana I Nyoman Sudiarta; Ni Made Ayu Natih Widhiarini; Putu Wibby Prasetya
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora Vol. 9 No. 3 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsh.v9i3.105816

Abstract

Masih ditemukan berbagai hambatan yang mengurangi kualitas hasil yang dicapai. Ketidaksesuaian ini menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kondisi tersebut, sejauh mana variabel tertentu berperan,  Penelitian ini bertujuan  mengidentifikasi risiko ganda berupa ancaman bencana alam dan degradasi nilai budaya. Metode penelitian ini dirancang dengan pendekatan campuran (mixed-methods) model Sequential Explanatory Design, Tahap pertama bersifat kuantitatif melalui analisis spasial menggunakan Geographic Information System (ArcGIS 10.8) dan statistik keruangan, dilanjutkan tahap kualitatif berupa validasi hasil melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan para pemangku kepentingan. Pengumpulan data dilakukan secara sistematis dengan mengombinasikan data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan secara spasial dan statistik. Hasil analisis overlay menunjukkan bahwa 14 dari 16 sarana pendukung wisata berada dalam zona risiko longsor tinggi, sedangkan Pelinggih sebagai situs spiritual yang memiliki nilai budaya penting berada sangat dekat atau bahkan tepat di bawah infrastruktur pariwisata. Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting terhadap pengembangan teori, praktik, dan kebijakan dalam bidang yang diteliti, temuan penelitian memberikan arahan konkret yang dapat digunakan oleh praktisi, pendidik, pengelola program, atau pemangku kebijakan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan di lapangan. Selain itu, temuan yang diperoleh dapat menjadi dasar bagi perumusan strategi perbaikan, inovasi, atau intervensi yang lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan. Secara kebijakan, penelitian ini berpotensi mendorong pengambilan keputusan yang lebih berbasis data sehingga mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan dan relevan dengan konteks permasalahan yang ada.
Storynomics Tinggalan Arkeologi: Mediasi antara Motivasi dan Minat Berkunjung ke Candi Tebing Tegallinggah Desa Bedulu Gianyar Bali I Wayan Sukanadi; Denok Lestari; Kadek Ayu Ekasani; Ni Made Ayu Natih Widhiarini
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 No 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2022.v12.i02.p07

Abstract

For the sake of tourism recovery during the post-pandemic period, a storynomic promotion strategy is currently being developed by Indonesian government, and is considered effective in triggering the curiosity and visiting interest of tourists. This study aims to identify the role of storynomics as a moderating variable in strengthening motivation and interest to visit the Tebing Tegallinggah Temple site in Bedulu village, Gianyar, Bali. First, storytelling stories were collected through field research by interviewing selected informants, as well as randomly distributing questionnaires. Second, historical data and documentation were classified and analyzed qualitatively, while respondents' answers were assessed using Smart PLS. Third, the results of data analysis are presented through narrative descriptions supported by tables and figures for visualization. The results showed that motivation and storynomic had a less significant effect on the visiting interest of the respondents, most of whom were young. This research is expected to speed up the tourism recovery as well as to contribute to the sustainability of archaeological heritage as special interest tourist destination in Gianyar regency in particular and Indonesia in general.
Digital Nudging and Visit Intention Among Generation Z: Evidence from Scarcity and Urgency Cues in Kaba-Kaba Tourism Village, Bali Ni Made Ayu Natih Widhiarini; Ida Ayu Etsa Pracintya; I Komang Angga Tria Saputra
International Journal of Management Science and Information Technology Vol. 6 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijmsit.v6i2.7721

Abstract

Digital platforms increasingly shape destination discovery, but the effectiveness of behavioral cues may differ between commercial tourism products and community-based cultural destinations. This study examines the effects of Scarcity Nudge, Urgency Nudge, and Fear of Missing Out (FOMO) on Generation Z's Visit Intention toward Kaba-Kaba Tourism Village, Bali. Using a between-subject quasi-experimental design, 120 active social media users aged 18-29 who had never visited the village were exposed to neutral, scarcity-based, or urgency-based digital promotional content. The visual format and destination information were standardized, while the textual cue was varied across conditions. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Urgency Nudge had a positive and significant effect on Visit Intention (beta = 0.570, p < 0.001), whereas Scarcity Nudge (beta = 0.105, p = 0.315) and FOMO (beta = 0.121, p = 0.079) were not significant. FOMO also did not moderate either nudge-intention relationship. The findings show that Generation Z responded more strongly to credible time-bound opportunities than to limited-availability or social-pressure cues in this cultural tourism context. The study extends digital nudging research by demonstrating its destination-specific effectiveness and recommends that tourism village managers promote genuine limited-time cultural events, seasonal activities, and community-led experiences while avoiding artificial scarcity claims.
Analisis Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Penguatan Layanan dan Pengalaman Pengunjung di Museum Lokananta Ni Made Ayu Natih Widhiarini; Chitra Marvaini; Ayu Hari Lestari; I Wayan Putra Aditya
OPTIMAL Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 6 No. 2 (2026): Juni: OPTIMAL: Jurnal Ekonomi dan Manajemen
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/optimal.v6i2.10363

Abstract

This study analyzes the utilization of digital technology in strengthening services and enhancing visitor experience at Museum Lokananta, the first national recording studio in Indonesia. Using a descriptive qualitative method through observation, interviews, and documentation, this research investigates the existing forms of digital implementation and evaluates their effectiveness for both museum operations and visitor engagement. The findings reveal that Museum Lokananta has begun adopting several digital innovations including partial music archive digitalization, audio-interactive booths, QR-based exhibition information, and initial virtual tour initiatives. These technologies contribute positively to increasing information accessibility and service efficiency; however, their implementation remains limited and has not yet created a fully immersive and interactive experience. Visitor expectations—especially among digital-native audiences—show a demand for more advanced digital features such as augmented reality (AR), virtual reality (VR), gamification, and personalized audio-visual storytelling. The study concludes that the integration of digital technology must be aligned with strategic curatorship and experience design in order to achieve meaningful engagement and support the transformation of Lokananta into a smart music heritage museum. Recommendations include the development of comprehensive digital archives, AR/VR-based exhibition experiences, and long-term innovation strategies to strengthen Lokananta’s identity as a national center of musical heritage.
Inovasi Green Breeding sebagai Model Kewirausahaan Berkelanjutan pada Industri Pet Care Eidelvio Candraini Tendean; Bagus Putu Wahyu Nirmala; Ni Made Ayu Natih Widhiarini
Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi dan Kewirausahaan Vol. 6 No. 2 (2026): Juli : Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi dan Kewirausahaan (JIMEK)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jimek.v6i2.11671

Abstract

This study aims to analyze the implementation of green entrepreneurship through green breeding innovation as a sustainable entrepreneurship model in the pet care industry, with Pussy Kennel in Bali as the research object. The study employed a qualitative approach using a case study method supported by a simple survey involving 50 respondents. Data were collected through observation, in-depth interviews, documentation, and questionnaires distributed to cat enthusiasts, adopters, and individuals interested in pet care. The results indicate that Pussy Kennel successfully implements green entrepreneurship by integrating sustainability, animal welfare, green marketing, and business innovation into its business operations. The implementation is reflected in the use of a cage-free system, biodegradable cat litter, organic waste management into compost, health and pedigree certification, Green Adoption Kits, and after-adoption consultation services. In addition, community-based digital marketing strategies through social media and websites strengthen brand awareness and build long-term relationships with consumers. Survey findings reveal that 86% of respondents are willing to pay more for cats raised through ethical and environmentally friendly breeding practices. These findings indicate that consumer awareness regarding animal welfare and sustainability is increasing, making green breeding a promising sustainable business model in the pet care industry. This study concludes that green breeding innovation not only generates economic benefits but also creates positive social and environmental impacts while serving as a competitive differentiation strategy in the modern pet breeding industry.
Co-Authors Adi Prehanto Adis Audiana Syafri Aditya, I Wayan Putra Agung Rizky Fedora Febrawan Anak Agung Istri Putera Widiastiti Ariastini, Ni Nengah Ariastini, Ni Nengah Ayu Hari Lestari Bagus Putu Wahyu Nirmala Bagus Wahyu Nirmala Bhuanaputri Bhuanaputri Btari Mariska Purwaamijaya Chitra Marvaini Denok Lestari Dewa Ayu Sriadi Mastuti Eidelvio Candraini Tendean Fathorrahman Felicia Johnny Alberta Halim, Jessica I Gede Guna Darmada I Gede Krisna Yoga Putra Pratama I Gede Made Aditya Agastia I Gusti Ayu Melistyari Dewi I Gusti Ayu Suwintari I Komang Angga Tria Saputra I Made Angga Ferdiawan I Nyoman Sudiarta I Nyoman Sudiarta I Wayan Eka Mahendra I Wayan Putra Aditya I Wayan Putra Aditya I Wayan Sukanadi I Wayan Sukanadi I Wayan Wiarta Ida Ayu Adriana Nareswari Ida Ayu Etsa Pracintya Ida Ayu Gayatri Kesumayathi Jesyca Amanda Salsabilla Kadek Ayu Ekasani Kadek Thea Kirana Kresensia Yufarita Anderi Leni Rosyani Made Mutiari Putri Udayani Maesaroh, Syti Sarah Mohammad Desta Juliano Cahaya Putra Muhammad Dzikri Ar Ridlo Ni Kadek Ajeng Wangi Ni Kadek Ayu Mirayani Ni Kadek Riza Indira Kezhya Nanda Ni Luh Putu Daniella Santika Dewi Ni Luh Putu Eka wahyuni Ni Luh Putu Intan Nirmalasari Ni Luh Sri Mandari Ni Luh Supartini Ni Made Elsa Sugiantari Ni Nengah Ariastini Ni Nengah Ariastini Ni Nyoman Riris Lindya Andini Ni Nyoman Suwaniti Ni Putu Dian Nirmala Trisna NI PUTU FEBY DEVIRA PERMANITA Ni Putu Feby Devira Permanita Ni Putu Feby Devira Permanita Ni Putu Feby Devira Permanita Ni Wayan Putri Kariyani Ni Wayan Rena Nitayani, Komang Tresia OKTAVIAN, PUTU ENI Oktaviani, Putu Eni Permanita, Ni Putu Feby Devira Permanita, Ni Putu Feby Devira Pranatha, Ngakan Nyoman Bagus Putu Eka Wirawan PUTU ENI OKTAVIAN Putu Eni Oktavian Putu Haskara Wijana Putu Missela Arynata Putu Wibby Prasetya Rena, Ni Wayan Saputra, I Made Wira Semara, I Made Trisna Sophea Tiur Cahyani Kusmanto Marpaung Suka, Gabriella Debora Ginting Sundayari, Ni Komang Suwintari, I Gusti Ayu Eka Tasya Winston Theresia Pradiani Vransisca Sandra Yani, Ni Wayan Mega Sari Apri