Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Generalisasi Pada Novel What So Wrong About Your Self Healing Karya Ardhi Mohamad Katharina Woli Namang; Atika Aria Putri
Simpati Vol. 3 No. 1 (2025): Januari: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa
Publisher : CV. Alim's Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/simpati.v3i1.1058

Abstract

Semantik merupakan ilmu tentang makna bahasa. Dalam hal ini, perubahan makna meluas yang berkaitan dengan penggunaan kata. Perubahan makna meluas merupakan perubahan yang terjadi pada sebuah kata yang tidak hanya memiliki satu makna. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh bahasa yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam berkomunikasi. Masalah yang dibahas adalah bentuk perubahan makna meluas (generalisasi) pada novel What So Wrong About Your Self Healing karya Ardhi Mohamad. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendeskripsikan bentuk perubahan makna meluas yang terdapat di dalam novel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa kata dalam kalimat yang mengalami perubahan makna secara meluas. Sumber data pada penelitian ini adalah What So Wrong About Your Self Healing karya Ardhi Mohamad. Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini melalui teknik baca dan catat. Selanjutnya, teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan empat tahap yakni pengumpulan data, reduksi data (tahap dari teknik analisis data), penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil analisis data menunjukkan adanya kata yang mengalami perubahan makna secara meluas pada What So Wrong About Your Self Healing karya Ardhi Mohamad. Berdasarkan hasil pembahasan, ditemukan 10 bentuk perubahan makna meluas (generalisasi) pada novel What So Wrong About Your Self Healing Karya Ardhi Mohamad.
Moke sebagai Instrumen Rekonsilisasi dan Identitas Budaya: Analisis Fungsi Sosial Masyarakat Desa Nawang Kewa Trisnawati Bura; Katharina Woli Namang; Yeremias Bardi
Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 5 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpbb.v5i1.6124

Abstract

This study examines moke as a cultural instrument of reconciliation and identity within the community of Nawang Kewa Village, Sikka Regency. The research is grounded in the concern over the shifting meaning of moke due to modernization and globalization, which potentially weakens its cultural and social significance. The objective of this study is to analyze the social functions, symbolic meanings, and the role of moke as a reconciliation mechanism in resolving social conflicts. This research employs a qualitative approach with a descriptive-interpretative and ethnographic design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, involving traditional leaders, moke producers, and younger community members. The findings reveal that moke functions in three main dimensions: as a ritual-sacred symbol in traditional ceremonies, as a social-integrative medium that strengthens solidarity and communication, and as a socio-reconciliative instrument in conflict resolution through symbolic peace practices. Furthermore, the study identifies a shift in meaning among younger generations, where moke tends to be perceived more as a consumptive product rather than a cultural symbol. The implications of this research highlight the importance of preserving local cultural values through intergenerational transmission and strengthening customary institutions to maintain social cohesion and cultural identity.