Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi dan Edukasi Pembuatan Slide Presentasi Menggunakan Aplikasi Canva bagi Siswa-Siswi di SMPN 4 Tewah, Kabupaten Gunung Mas Apriyanti, Mauliya; Pereiz, Zimon; C, Chuchita; Oksal, Efriyana; Telaumbanua, Mesra Ratna Sari; Sabatini, Felly; J, Julia; Solla, Angelia; Prasetyo, Debby Catur; Hutabalian, Gracyela; A, Anjelika; H, Heja; Florensia, Ornella Arnia; Devianti, Gusnia; Prayoga, Andika; Tundan, Arisumi Ir L; Dandy, Jonathan; A, Abdullah
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 8 (2025): November
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17677588

Abstract

The socialization and educational program on creating presentations using the Canva application was conducted at SMPN 4 Tewah, Gunung Mas Regency, Central Kalimantan, as an effort to improve students’ digital literacy and communication skills in the technological era. Canva was chosen because it is an online-based design application that is accessible, user-friendly, and offers a wide variety of attractive templates to support students’ creativity in preparing presentation materials. The main objectives of this program were to provide a basic understanding of Canva usage, train students in designing effective presentation slides, and foster their confidence in delivering ideas. The implementation method included socialization, hands-on training, and practice in creating presentations based on learning themes. The results indicated that most students were able to understand Canva’s basic functions, utilize its features, and produce more engaging and communicative presentations compared to before. Moreover, this activity increased students’ enthusiasm and motivation to learn, particularly in using digital technology to support their academic progress. Therefore, this socialization and educational program made a positive contribution to enhancing the digital competence of SMPN 4 Tewah students, while also supporting the achievement of educational goals in the digital era.
Menangkal Stunting dari Desa : Edukasi Gizi dan Pemberdayaan Tanaman Kelakai sebagai Pangan Fungsional Tinggi Zat Besi Solla, Angelia; Pereiz, Zimon; Oksal, Chuchita, Efriyana; Ratna Sari, Julia, Mesra; Hutabalian, Debby Catur, Gracyela; Heja, Anjelika,; Sabatini, Ornella Arnia, Gusnia Devianti, Felly; Prayoga, Apriyanti, Andika; Tundan, Arisumi Ir L; Dandy, Abdullah, Jonathan
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 9 (2025): December 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17873590

Abstract

Stunting is a condition of impaired growth in children caused by chronic malnutrition, particularly during the first 1,000 days of life. This issue has become a major global nutrition and health concern with long-term impacts on human resource quality. Therefore, promotive and preventive approaches are essential, one of which is community education. This community service activity aimed to improve knowledge and encourage behavioral changes in preventing and managing stunting through educational outreach and assistance in utilizing kelakai (Stenochlaena palustris) as an iron-rich functional food. The methods included interactive counseling using digital media such as visual presentations and educational banners, as well as direct community assistance in processing kelakai. Evaluation was conducted using pretest and posttest questionnaires to measure participants’ knowledge improvement. The results showed an 87.71% increase in knowledge, categorized as good. This program proved effective in enhancing community understanding of the importance of nutrition and the utilization of local food sources for stunting prevention. In conclusion, this community service initiative provides a positive contribution as a strategy to reduce stunting rates in Central Kalimantan, particularly in Gunung Mas, through improved knowledge, awareness, and the use of nutrient-dense local food resources.
Menangkal Stunting dari Desa : Edukasi Gizi dan Pemberdayaan Tanaman Kelakai sebagai Pangan Fungsional Tinggi Zat Besi Solla, Angelia; Pereiz, Zimon; Oksal, Chuchita, Efriyana; Ratna Sari, Julia, Mesra; Hutabalian, Debby Catur, Gracyela; Heja, Anjelika,; Sabatini, Ornella Arnia, Gusnia Devianti, Felly; Prayoga, Apriyanti, Andika; Tundan, Arisumi Ir L; Dandy, Abdullah, Jonathan
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 9 (2025): December 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17873590

Abstract

Stunting is a condition of impaired growth in children caused by chronic malnutrition, particularly during the first 1,000 days of life. This issue has become a major global nutrition and health concern with long-term impacts on human resource quality. Therefore, promotive and preventive approaches are essential, one of which is community education. This community service activity aimed to improve knowledge and encourage behavioral changes in preventing and managing stunting through educational outreach and assistance in utilizing kelakai (Stenochlaena palustris) as an iron-rich functional food. The methods included interactive counseling using digital media such as visual presentations and educational banners, as well as direct community assistance in processing kelakai. Evaluation was conducted using pretest and posttest questionnaires to measure participants’ knowledge improvement. The results showed an 87.71% increase in knowledge, categorized as good. This program proved effective in enhancing community understanding of the importance of nutrition and the utilization of local food sources for stunting prevention. In conclusion, this community service initiative provides a positive contribution as a strategy to reduce stunting rates in Central Kalimantan, particularly in Gunung Mas, through improved knowledge, awareness, and the use of nutrient-dense local food resources.
Pelatihan Pembuatan Dodol dari Terong Ungu (Solanum melongena) pada Kelompok Tani Kelurahan Habaring Hurung Zimon Pereiz; I Nyoman Sudyana; Efriyana Oksal; Miranti Maya Sylvani; Chuchita Chuchita
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i4.971

Abstract

Terong ungu (Solanum melongena L.) merupakan salah satu produk tanaman hortikultura yang keberadaannya sudah menjadi makanan konsumsi masyarakat di Indonesia. Namun sering kali terong hanya diolah menjadi sebuah masakan atau sayuran. Pengabdian kepada Masyarakat ini melakukan sebuah inovasi pangan yaitu membuat sebuah makanan dodol yang berbahan dasar terong ungu. Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat berlangsung di kelompok tani Kelurahan Habaring Hurung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. Program kegiatan ini dilakukan melalui 4 tahap kegiatan, diantaranya survey lokasi, pengumpulan bahan baku, pelatihan pembuatan dodol terong, dan indikator keberhasilan. Indikator keberhasilan di lakukan dengan metode pre-test dan post-test yang diisi oleh peserta kegiatan dalam bentuk kuisioner. Berdasarkan hasil kegiatan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini mampu menambah wawasan dan kemampuan tentang bagaimana membuat dodol dengan bahan dasar terong ungu, bahkan para warga dapat mengimplementasikan dan menerapkannya inovasi pangan ini secara mandiri. Hal tersebut dapat kita lihat dari hasil kuisioner melalui pre-test dan post-test yang telah diisi oleh peserta kegiatan, dimana rata-rata peserta sebelum mengikuti kegiatan ini menjawab kurang mengetahui tentang teknik pengelolaan sanitasi lingkungan dengan presentase pemahaman pada saat pre-test hanya sebesar 16%. Namun melalui informasi atau konten materi yang telah disampaikan, masyarakat menjadi mengerti dan memahaminya, terlihat pada saat post-test Tingkat pemahaman sebesar 92%..
SOSIALISASI INOVASI BERBAHAN LOKAL JAJANAN RIMBANG SEHAT BERGIZI UNTUK MENCEGAH STUNTING Chuchita, Chuchita; Irawan, Ahmad; Sylvani, Miranti Maya; Hutapea, Sonia Tri Mart Grasella; Pereiz, Zimon; Oksal, Efriyana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34819

Abstract

Abstrak: Di Indonesia, stunting masih menjadi masalah serius. Salah satu wilayah di Indonesia dengan prevalensi tinggi stunting adalah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya Kecamatan Bukit Batu dengan angka 27,4%. Kecamatan Bukit Batu kaya akan sumber daya alam, salah satunya sayuran lokal bernama terong asam (rimbang), yang kaya vitamin dan dapat membantu mencegah stunting. Namun, pemanfaatannya masih minim karena kurangnya pengetahuan. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan dan memberi pengetahuan dalam rangka pencegahan stunting di kecamatan Bukit Batu. Metode yang dilakukan yaitu dengan cara memberikan sosialisasi terkait inovasi berbahan lokal rimbang sebagai bahan jajanan pencegah stunting, dengan melibatkan seluruh orang tua di posyandu Kecamatan Bukit Batu dengan total peserta 30 dari 32 orang yang terdiri dari ibu yang memiliki balita, ibu hamil, dan kader kesehatan. Hasil evaluasi di lakukan dengan metode pre-test dan post-test yang diisi oleh peserta kegiatan dalam bentuk kuisioner. Hasil evaluasi dari kegiatan ini telah mencapai seluruh indikator keberhasilan yaitu kehadiran peserta ≥80% dari seluruh undangan yang disebar dan pengetahuan peserta mengalami peningkatan berdasarkan hasil pre-test (71,25%) dan post-test (88,28%) yang telah dilakukan sebelumnya.Abstract: In Indonesia, stunting remains a serious problem. One region in Indonesia with a high prevalence of stunting is Central Kalimantan Province, particularly Bukit Batu District, with a rate of 27.4%. Bukit Batu District is rich in natural resources, one of which is a local vegetable called sour eggplant (rimbang), which is rich in vitamins and can help prevent stunting. However, its utilization remains minimal due to a lack of knowledge. The goal of this community service is to increase and provide knowledge for stunting prevention in Bukit Batu District. The method used was to provide outreach regarding the innovation of local ingredients such as rimbang as a stunting-preventing snack. This involved all parents at the Bukit Batu District Integrated Health Post (Posyandu), with a total of 30 out of 32 participants, consisting of mothers with toddlers, pregnant women, and health cadres. The evaluation results were carried out using pre-test and post-test methods which were filled out by activity participants in the form of a questionnaire. The evaluation results of this activity achieved all indicators of success, with attendance exceeding 80% of all invitations distributed, and participants' knowledge increased based on the results of the pre-test (71.25%) and post-test (88.28%).
Optimasi Konsentrasi Ninhidrin Dalam Analisis Aspartam Secara Spektrofotometri Uv-Visible Dan Aplikasinya Untuk Analisis Minuman Energi Zimon Pereiz; Chuchita Chuchita; Meiyanti Ratna Kumalasari; Zahrotun Nafisah
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v4i4.612

Abstract

Dalam penelitian ini telah dilakukan optimasi konsentrasi ninhidrin dan validasi metode analisis aspartam secara spektrofotometri UV-Visible menggunakan pereaksi ninhidrin. Prosedur analisis ini juga diaplikasikan untuk penentuan aspartam dalam produk minuman energi. Optimasi kondisi analisis meliputi panjang gelombang dan konsentrasi ninhidrin. Validasi metode analisis terdiri dari penentuan sensitivitas, presisi, linearitas, limit deteksi, dan limit kuantifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ninhidrin yang optimum adalah 0,084 M untuk 2 mL, yang setara dengan  0,168 mmol untuk setiap mol aspartam. Kurva kalibrasi memberikan hubungan yang linear antara absorbansi dengan konsentrasi dengan rentang 0 – 19 mM dengan koefisien regresi 0,997. Metode ini memiliki sensitivitas serta presisi yang cukup  tinggi, dengan limit deteksi sebesar 1,83x10-3 mol/L dan limit kuantifikasi sebesar 6,10x10-3 mol/L. Hasil penentuan kandungan aspartam dalam minuman energi dengan metode yang telah dioptimasi dan divalidasi menunjukkan hasil untuk sampel serbuk sebesar 618,05 mg/g sampel dan untuk sampel cair sebesar 11,69 mg/mL sampel.
Konstruksi Pustaka Metagenom Prokariot Dari Permukaan Eucheuma Cottonii Untuk Mencari Gen Penyandi Κ-Karaginase Zahrotun Nafisah; Afaf Baktir; Zimon Pereiz
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v4i4.613

Abstract

κ-Karaginan adalah koloid hidrofilik yang diekstrak dari makroalga Eucheuma cottonii. κ-karaginan mempunyai berat molekul yang sangat besar sehingga pemanfaatannya terbatas. Namun, dalam bentuk Carrageenan Oligosaccharide (COs), κ-karaginan mempunyai aktivitas fisik dan biologi yang bervariasi, termasuk anti tumor, anti oksidan dan anti angiogenik. Enzim κ-karaginase berperan memutus ikatan β-(1,4) pada κ-karaginan untuk menghasilkan κ-COs (κ-carrageenan oligosaccharide). Ada berbagai macam bakteri yang hidup di permukaan Eucheuma cottonii, namun hanya ada 1% bakteri yang dapat dikultur. Metode alternatif untuk eksplorasi bakteri di alam adalah metode metagenomik. Dalam penelitian ini dilakukan eksplorasi gen κ-karaginase dari DNA metagenom prokariot yang menempel di permukaan Eucheuma cottonii. Konstruksi pustaka metagenom prokariot dilakukan terhadap kumpulan fragmen DNA hasil digesti dengan enzim restriksi SfiI. Kemudian fragmen DNA diligasi dengan fag λTriplEx2 dan dilakukan penentuan titer. Titer tertinggi didapatkan dari campuran ligasi dengan perbandingan DNA dan fag yaitu 3:2 sebesar 10,3 x 107. Kemudian plak positif diekspresikan melalui E.coli BM25,8 untuk mencari gen penyandi enzim κ-karaginase. Aktivitas positif enzim κ-karaginase ditandai dengan terbentuknya daerah halo. Kemudian klon rekombinan yang membentuk halo dikultivasi untuk produksi enzim κ-karaginase, dan diuji aktivitasnya untuk menentukan suhu dan pH optimum. Berdasarkan uji aktivitas ekstrak κ-karaginase terhadap suhu dan pH didapatkan 4 profil suhu dan pH optimum yang berbeda, dengan demikian telah didapatkan 4 macam gen penyandi enzim κ-karaginase.
Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Lokal Bawang Dayak sebagai Teh dalam Upaya Menurunkan Kadar Gula Darah Masyarakat Pereiz, Zimon; Ahmad Irawan; Hendrik Segah; Chuchita, Chuchita; Efriyana Oksal; Miranti Maya Sylvani; Aji Pamungkas; Herlita Esra Sari Sihotang; Yerinda Natalia Nenobais; Eni Uswatun Chasanah
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i1.1786

Abstract

Kesehatan masyarakat menjadi isu penting dalam upaya peningkatan kualitas hidup, khususnya terkait penyakit degeneratif seperti diabetes melitus. Salah satu alternatif pencegahan dan penunjang pengobatan diabetes adalah pemanfaatan tanaman obat tradisional. Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia), yang merupakan tanaman lokal Kalimantan, diketahui memiliki kandungan bioaktif seperti flavonoid dan saponin yang berperan menurunkan kadar gula darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Kelurahan Habaring Hurung dalam memanfaatkan Bawang Dayak sebagai teh herbal. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, demonstrasi, serta praktik langsung pembuatan teh celup Bawang Dayak yang higienis dan mudah dikonsumsi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, yakni dari 11,2% pada pre-test menjadi 97,2% pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 86%. Selain itu, masyarakat mampu mempraktikkan pengolahan Bawang Dayak menjadi produk teh celup yang bernilai guna bagi kesehatan dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumah tangga. Dengan demikian, program pengabdian ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat terkait pemanfaatan tanaman lokal sebagai penunjang kesehatan. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal sehingga berpotensi berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain.
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Biochar Plus sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah Biomassa pada Kelompok Tani Suka Maju Efriyana Oksal; Yanetri Asi Nion; Abdul Hadjranul Fatah; Chuchita Chuchita; Zimon Pereiz; Azmi Malya Zaki; Alvin Sienna Atviaputra; Rahman Rahman; Yosie Andriani; Suniti Suniti
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i1.1767

Abstract

Pemanfaatan limbah biomassa pascapanen pada lahan gambut masih belum optimal sehingga berpotensi menimbulkan penumpukan limbah dan belum adanya pemanfaatan pengolahan limbah pascapanen oleh kelompok Tani Suka Maju. Inovasi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penerapan biochar plus, yaitu biochar yang diperkaya bahan organik atau nutrien tambahan sehingga berfungsi sebagai pembenah tanah sekaligus pupuk ramah lingkungan. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengolah limbah biomassa serta minimnya pendampingan teknologi menjadi kendala dalam penerapan inovasi tersebut. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam memanfaatkan limbah biomassa menjadi biochar plus sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan pembuatan biochar plus, demonstrasi, dan pendampingan penerapan di lahan. Kegiatan dilaksanakan pada Kelompok Tani Suka Maju di Desa Habaring Hurung, Palangka Raya, Kalimantan Tengah pada tahun 2025 dengan melibatkan 15 orang petani. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman petani dari rata-rata 48% menjadi 85% serta meningkatnya keterampilan dalam pembuatan biochar plus dan minat penerapannya di lahan pertanian. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan partisipatif efektif dalam memberdayakan petani untuk memanfaatkan limbah biomassa menjadi produk bernilai guna serta mendukung pengelolaan lahan gambut yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Garam, Samu dan Waktu Fermentasi pada Produk Wadi dari Ikan Patin (Pangasius pangasius) Khas Kalimantan Tengah Efriyana Oksal; Chuchita Chuchita; Miranti Maya Sylvani; Amanda Natania Gracia; Yuni Damayanti Nainggolan; Abdul Hadjranul Fatah; Zimon Pereiz
Konservasi Hayati Vol 21 No 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v21i2.42234

Abstract

Wadi merupakan produk fermentasi ikan tradisional khas Kalimantan Tengah yang memiliki cita rasa asam dan asin khas hasil fermentasi spontan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi garam, samu (beras sangrai), dan lama fermentasi terhadap karakteristik organoleptik wadi ikan patin (Pangasius sp.) serta menentukan perlakuan terbaik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah faktorial, dengan empat perlakuan konsentrasi garam (6,25%, 12,25%, 25%, dan 50%), empat kadar samu (5%, 10%, 20%, dan 40%), serta empat waktu fermentasi (3, 4, 6 dan 8 hari) yang dilakukan secara anaerob pada suhu ruang. Uji organoleptik dilakukan oleh 25 panelis terhadap parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur dengan memilik variasi paling disukai. Dari berbagai kombinasi perlakuan yang diuji, formulasi wadi dengan 50% garam, 10%  samu (beras sangrai) dan fermentasi selama 8 hari menunjukkan hasil terbaik, dengan skor kesukaan tertinggi untuk rasa (8,1), aroma (7,9), warna (7,8), dan tekstur (8,0). Hasil ini menunjukkan bahwa keseimbangan antara kadar garam, sumber karbohidrat (beras), dan waktu fermentasi sangat berperan dalam pembentukan cita rasa khas wadi. Kombinasi tersebut dapat direkomendasikan sebagai formulasi optimal dalam proses pembuatan wadi ikan patin khas Kalimantan Tengah yang berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan fermentasi unggulan lokal dengan nilai ekonomi dan daya saing yang lebih tinggi.
Co-Authors A, Abdullah A, Anjelika Abdul Hadjranul Fatah Abdul Hadjranul Fatah Abdul Hadjranul Fatah Abdullah A AFAF BAKTIR Ahmad Irawan Ahmad Irawan, Ahmad Ahmad Rifai Aji Pamungkas Aji Pamungkas Aji Pamungkas Alpian Alpian Alvin Sienna Atviaputra Amanda Natania Gracia Anatasya, Violina Andika Prayoga Andra Ari P., Eko Marwanto Heru Mulyantoro Dwi Hermayantiningsih Angelia Solla Anjelika A Aprilian Wanashalom Apriyanti, Mauliya Arisumi Ir L Tundan, Jonathan Dandy Ayuchecaria, Noverda Azmi Malya Zaki Azmi Malya Zaki Berlisnora Dasilva, Caroline C, Chuchita Catur Prasetyo, Debby Chuchita Chuchita Chu Citrariana, Shesanthi Dandy, Abdullah, Jonathan Dandy, Jonathan Debby Catur Prasetyo Desi Riana Saputri Devianti, Gusnia Efriyana Oksal Efriyana Oksal Efriyana Oksal Efriyana Oksal Efriyana Oksal Efriyana Oksal Efriyana oksal Efriyana Oksal Efriyana Oksal Eka Jaya Prastiti, Arini Eni Uswatun Chasanah Erwin Prasetya Toepak Febrianto Afli Febrianto Afli Febrianto Afli Febrianto Afli Febrianto Alfi Febrianto Alfi Felly Sabatini Florensia, Ornella Arnia Gracyela Hutabalian Gusnia Devianti H, Heja Hairiah, Rusliananur Hakim, Muh. Supwatul Heja H Heja, Anjelika, Hendrik Segah Hendrik Segah Hendrik Segah, Hendrik Herlita Esra Sari Sihotang Hutabalian, Debby Catur, Gracyela Hutabalian, Gracyela Hutapea, Sonia Tri Mart Grasella I Nyoman, Sudyana, Indri Aprilia, Indri J, Julia Jonathan Stefanus Eduard Joy Angel Aria Suma Julia J Karelius Karelius Kartika Komara, Nisa Komara, Nisa Kartika Liswara Neneng M. Zainuddin Lutfi Fauzi Marvin Horale Pasaribu Mauliya Apriyanti Maya Sylvani, Miranti Mesra Ratna Sari Telaumbanua Miranti Maya Sylvani Miranti Maya Sylvani Miranti Maya Sylvani Miranti Maya Sylvani Natalia Sri Martani Natania Gracia, Amanda Ngazizah, Febri Nur Nisa Kartika Komara Nisa Kartika Komara Nyoman Sudyana, I Oksal, Chuchita, Efriyana Oksal, Efriyana Oktaviani Naulita Turnip Ornella Arnia Florensia Pangestika, Inten Pebriyanto, Yunus Prasetyo, Debby Catur Prayoga, Andika Prayoga, Apriyanti, Andika Prisnanda, Risky Rahman Rahman Rahman Rahman Rahman, Sudarman Ratna Sari, Julia, Mesra Retno Agnestisia Rokiy Alfanaar Sabatini, Felly Sabatini, Ornella Arnia, Gusnia Devianti, Felly Sari, Meiyanti Ratna Kumala Sari, Nopita Tamara Siti Unvaresi Misonia Beladona Solla, Angelia Sonia Tri Mart Grasella Hutapea Sonia Tri Mart Grasella Hutapea Stepanus Fredi Manurung Suniti Suniti Susanti, Rapela Sylvani, Miranti Maya Telaumbanua, Mesra Ratna Sari Tundan, Arisumi Ir L Wahyu Nugroho Wahyu Supriyati Waluyo Nuswantoro Wulandari, Oktavia Rahmi Yanetri Asi Nion Yanetri Asi Nion Yerinda Natalia Nenobais Yosie Andriani Yuneta, Yuneta Yuni Damayanti Nainggolan Yunus Pebriyanto Zahrotun Nafisah