Claim Missing Document
Check
Articles

Optimasi Konsentrasi Ninhidrin Dalam Analisis Aspartam Secara Spektrofotometri Uv-Visible Dan Aplikasinya Untuk Analisis Minuman Energi Zimon Pereiz; Chuchita Chuchita; Meiyanti Ratna Kumalasari; Zahrotun Nafisah
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v4i4.612

Abstract

Dalam penelitian ini telah dilakukan optimasi konsentrasi ninhidrin dan validasi metode analisis aspartam secara spektrofotometri UV-Visible menggunakan pereaksi ninhidrin. Prosedur analisis ini juga diaplikasikan untuk penentuan aspartam dalam produk minuman energi. Optimasi kondisi analisis meliputi panjang gelombang dan konsentrasi ninhidrin. Validasi metode analisis terdiri dari penentuan sensitivitas, presisi, linearitas, limit deteksi, dan limit kuantifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ninhidrin yang optimum adalah 0,084 M untuk 2 mL, yang setara dengan  0,168 mmol untuk setiap mol aspartam. Kurva kalibrasi memberikan hubungan yang linear antara absorbansi dengan konsentrasi dengan rentang 0 – 19 mM dengan koefisien regresi 0,997. Metode ini memiliki sensitivitas serta presisi yang cukup  tinggi, dengan limit deteksi sebesar 1,83x10-3 mol/L dan limit kuantifikasi sebesar 6,10x10-3 mol/L. Hasil penentuan kandungan aspartam dalam minuman energi dengan metode yang telah dioptimasi dan divalidasi menunjukkan hasil untuk sampel serbuk sebesar 618,05 mg/g sampel dan untuk sampel cair sebesar 11,69 mg/mL sampel.
Konstruksi Pustaka Metagenom Prokariot Dari Permukaan Eucheuma Cottonii Untuk Mencari Gen Penyandi Κ-Karaginase Zahrotun Nafisah; Afaf Baktir; Zimon Pereiz
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v4i4.613

Abstract

κ-Karaginan adalah koloid hidrofilik yang diekstrak dari makroalga Eucheuma cottonii. κ-karaginan mempunyai berat molekul yang sangat besar sehingga pemanfaatannya terbatas. Namun, dalam bentuk Carrageenan Oligosaccharide (COs), κ-karaginan mempunyai aktivitas fisik dan biologi yang bervariasi, termasuk anti tumor, anti oksidan dan anti angiogenik. Enzim κ-karaginase berperan memutus ikatan β-(1,4) pada κ-karaginan untuk menghasilkan κ-COs (κ-carrageenan oligosaccharide). Ada berbagai macam bakteri yang hidup di permukaan Eucheuma cottonii, namun hanya ada 1% bakteri yang dapat dikultur. Metode alternatif untuk eksplorasi bakteri di alam adalah metode metagenomik. Dalam penelitian ini dilakukan eksplorasi gen κ-karaginase dari DNA metagenom prokariot yang menempel di permukaan Eucheuma cottonii. Konstruksi pustaka metagenom prokariot dilakukan terhadap kumpulan fragmen DNA hasil digesti dengan enzim restriksi SfiI. Kemudian fragmen DNA diligasi dengan fag λTriplEx2 dan dilakukan penentuan titer. Titer tertinggi didapatkan dari campuran ligasi dengan perbandingan DNA dan fag yaitu 3:2 sebesar 10,3 x 107. Kemudian plak positif diekspresikan melalui E.coli BM25,8 untuk mencari gen penyandi enzim κ-karaginase. Aktivitas positif enzim κ-karaginase ditandai dengan terbentuknya daerah halo. Kemudian klon rekombinan yang membentuk halo dikultivasi untuk produksi enzim κ-karaginase, dan diuji aktivitasnya untuk menentukan suhu dan pH optimum. Berdasarkan uji aktivitas ekstrak κ-karaginase terhadap suhu dan pH didapatkan 4 profil suhu dan pH optimum yang berbeda, dengan demikian telah didapatkan 4 macam gen penyandi enzim κ-karaginase.
Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Lokal Bawang Dayak sebagai Teh dalam Upaya Menurunkan Kadar Gula Darah Masyarakat Pereiz, Zimon; Ahmad Irawan; Hendrik Segah; Chuchita, Chuchita; Efriyana Oksal; Miranti Maya Sylvani; Aji Pamungkas; Herlita Esra Sari Sihotang; Yerinda Natalia Nenobais; Eni Uswatun Chasanah
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i1.1786

Abstract

Kesehatan masyarakat menjadi isu penting dalam upaya peningkatan kualitas hidup, khususnya terkait penyakit degeneratif seperti diabetes melitus. Salah satu alternatif pencegahan dan penunjang pengobatan diabetes adalah pemanfaatan tanaman obat tradisional. Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia), yang merupakan tanaman lokal Kalimantan, diketahui memiliki kandungan bioaktif seperti flavonoid dan saponin yang berperan menurunkan kadar gula darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Kelurahan Habaring Hurung dalam memanfaatkan Bawang Dayak sebagai teh herbal. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, demonstrasi, serta praktik langsung pembuatan teh celup Bawang Dayak yang higienis dan mudah dikonsumsi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, yakni dari 11,2% pada pre-test menjadi 97,2% pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 86%. Selain itu, masyarakat mampu mempraktikkan pengolahan Bawang Dayak menjadi produk teh celup yang bernilai guna bagi kesehatan dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumah tangga. Dengan demikian, program pengabdian ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat terkait pemanfaatan tanaman lokal sebagai penunjang kesehatan. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal sehingga berpotensi berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain.
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Biochar Plus sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah Biomassa pada Kelompok Tani Suka Maju Efriyana Oksal; Yanetri Asi Nion; Abdul Hadjranul Fatah; Chuchita Chuchita; Zimon Pereiz; Azmi Malya Zaki; Alvin Sienna Atviaputra; Rahman Rahman; Yosie Andriani; Suniti Suniti
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i1.1767

Abstract

Pemanfaatan limbah biomassa pascapanen pada lahan gambut masih belum optimal sehingga berpotensi menimbulkan penumpukan limbah dan belum adanya pemanfaatan pengolahan limbah pascapanen oleh kelompok Tani Suka Maju. Inovasi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penerapan biochar plus, yaitu biochar yang diperkaya bahan organik atau nutrien tambahan sehingga berfungsi sebagai pembenah tanah sekaligus pupuk ramah lingkungan. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengolah limbah biomassa serta minimnya pendampingan teknologi menjadi kendala dalam penerapan inovasi tersebut. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam memanfaatkan limbah biomassa menjadi biochar plus sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan pembuatan biochar plus, demonstrasi, dan pendampingan penerapan di lahan. Kegiatan dilaksanakan pada Kelompok Tani Suka Maju di Desa Habaring Hurung, Palangka Raya, Kalimantan Tengah pada tahun 2025 dengan melibatkan 15 orang petani. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman petani dari rata-rata 48% menjadi 85% serta meningkatnya keterampilan dalam pembuatan biochar plus dan minat penerapannya di lahan pertanian. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan partisipatif efektif dalam memberdayakan petani untuk memanfaatkan limbah biomassa menjadi produk bernilai guna serta mendukung pengelolaan lahan gambut yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Garam, Samu dan Waktu Fermentasi pada Produk Wadi dari Ikan Patin (Pangasius pangasius) Khas Kalimantan Tengah Efriyana Oksal; Chuchita Chuchita; Miranti Maya Sylvani; Amanda Natania Gracia; Yuni Damayanti Nainggolan; Abdul Hadjranul Fatah; Zimon Pereiz
Konservasi Hayati Vol 21 No 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v21i2.42234

Abstract

Wadi merupakan produk fermentasi ikan tradisional khas Kalimantan Tengah yang memiliki cita rasa asam dan asin khas hasil fermentasi spontan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi garam, samu (beras sangrai), dan lama fermentasi terhadap karakteristik organoleptik wadi ikan patin (Pangasius sp.) serta menentukan perlakuan terbaik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah faktorial, dengan empat perlakuan konsentrasi garam (6,25%, 12,25%, 25%, dan 50%), empat kadar samu (5%, 10%, 20%, dan 40%), serta empat waktu fermentasi (3, 4, 6 dan 8 hari) yang dilakukan secara anaerob pada suhu ruang. Uji organoleptik dilakukan oleh 25 panelis terhadap parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur dengan memilik variasi paling disukai. Dari berbagai kombinasi perlakuan yang diuji, formulasi wadi dengan 50% garam, 10%  samu (beras sangrai) dan fermentasi selama 8 hari menunjukkan hasil terbaik, dengan skor kesukaan tertinggi untuk rasa (8,1), aroma (7,9), warna (7,8), dan tekstur (8,0). Hasil ini menunjukkan bahwa keseimbangan antara kadar garam, sumber karbohidrat (beras), dan waktu fermentasi sangat berperan dalam pembentukan cita rasa khas wadi. Kombinasi tersebut dapat direkomendasikan sebagai formulasi optimal dalam proses pembuatan wadi ikan patin khas Kalimantan Tengah yang berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan fermentasi unggulan lokal dengan nilai ekonomi dan daya saing yang lebih tinggi.
Pendekatan Bioanalisis Terhadap Profil Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Batang (Callicarpa longifolia Lam.) Oksal, Efriyana; Susanti, Rapela; Nyoman Sudyana, I; Chuchita; Pereiz, Zimon
Konservasi Hayati Vol 22 No 01 (2026): April
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v22i01.45697

Abstract

Callicarpa longifolia Lam. (sangkareho) secara tradisional digunakan sebagai obat herbal untuk mengatasi diare dan mempercepat penyembuhan luka. Kulit batangnya diketahui kaya akan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi golongan senyawa metabolit sekunder melalui skrining fitokimia serta mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit batang terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan etanol 96%, skrining untuk alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, terpenoid, dan steroid, serta uji difusi cakram pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80% (tiga replikasi). Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan uji Tukey HSD. Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak daun sangkareho mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, terpenoid, dan steroid; menghambat S. aureus dengan diameter zona hambat 6,73 mm, 8,23 mm, 11,18 mm, dan 12,73 mm secara bertingkat sesuai konsentrasi, tanpa inhibisi terhadap E. coli. Konsentrasi optimal yang menghambat S. aureus adalah 60% berdasarkan analisis SPSS.
SOSIALISASI BAHAYA PERGAULAN BEBAS PADA SISWA-SISWI SMA DI KABUPATEN KATINGAN KALIMANTAN TENGAH Pereiz, Zimon; Afli, Febrianto; Hermayantiningsih, Dwi; Chuchita, Chuchita; Oksal, Efriyana; Sylvani, Miranti Maya; Saputri, Desi Riana; Pamungkas, Aji; Mart Grasella Hutapea, Sonia Tri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37872

Abstract

Abstrak: Pergaulan bebas merupakan salah satu permasalahan sosial yang sering dihadapi oleh remaja dan berpotensi berdampak negatif terhadap masa depan generasi muda. Kurangnya pemahaman serta pengawasan menjadi faktor utama yang menyebabkan remaja mudah terjerumus dalam perilaku menyimpang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai bahaya pergaulan bebas kepada siswa-siswi SMA melalui kegiatan sosialisasi dan evaluasi berbasis pre-test dan post-test, dengan jumlah peserta kegiatan sebanyak 40 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa dari 22% sebelum kegiatan menjadi 91% setelah kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa sosialisasi efektif dalam meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif lingkungan pergaulan.Abstract: Promiscuity is a social problem frequently faced by adolescents and has the potential to negatively impact the future of the younger generation. Lack of understanding and supervision are key factors contributing to adolescents' vulnerability to deviant behavior. This community service activity aimed to educate students of State Senior High School 1 Katingan about the dangers of promiscuity through pre- and post-test-based outreach and evaluation activities. Forty students participated in the activity. Results showed an increase in student understanding, from 22% before the activity to 91% after the activity. This demonstrates that outreach is effective in raising adolescent awareness of the importance of protecting themselves from the negative influences of their social environment.
ISOLASI BAKTERI ENDOFIT DARI DAUN SUNGKAI (Peronema canescens Jack) Oksal, Efriyana; Chuchita, Chuchita; Ngazizah, Febri Nur; Pereiz, Zimon; Wulandari, Oktavia Rahmi; Yuneta, Yuneta; Natania Gracia, Amanda
Teknosains Vol 20 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i1.61258

Abstract

Sungkai (Peronema canescens Jack.) merupakan tanaman yang secara tradisional dimanfaatkan oleh masyarakat Kalimantan sebagai obat herbal, terutama melalui rebusan daun dan kulit batangnya. Namun, penelitian mengenai keberadaan dan potensi bakteri endofit pada tanaman sungkai masih sangat terbatas, padahal bakteri endofit diketahui hidup dalam jaringan tanaman dan berpotensi menghasilkan metabolit sekunder bioaktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi isolat bakteri endofit yang berasosiasi dengan daun sungkai. Metode penelitian dilakukan dengan isolasi bakteri endofit dari daun sungkai, dilanjutkan mengkarakterisasi jumlah isolat yang diperoleh melalui pengujian maksroskopis Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat bakteri endofit dari daun sungkai berhasil diisolasi dan diperoleh satu isolat bakteri endofit dari daun sungkai, dengan karakter makroskopis berbentuk bulat, dengan permukaan datar dan warna krem.
The Potential of Ironwood as an Activated Carbon Adsorbent for Heavy Metal Mercury (Hg) Using the Pyrolysis Method Zimon Pereiz; Efriyana Oksal; Chuchita Chuchita; Miranti Maya Sylvani; Yunus Pebriyanto
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Ilmiah Berkala Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jstk.v19i1.20957

Abstract

This study focuses on the utilization of ironwood as an activated carbon adsorbent to remove heavy metal mercury (Hg). The background of the problem includes mercury pollution from various industrial sources and its harmful impacts on the environment and human health. The purpose of this study was to develop an effective method for adsorbing mercury using natural ironwood materials. The research method involves the synthesis of activated carbon through pyrolysis and chemical activation processes, followed by a series of adsorption tests on mercury with variations in pH conditions, contact time, and acid concentration. The research data showed that the optimum adsorption capacity was achieved at a mercury concentration of around 500 ppm, with high adsorption efficiency at pH 1 and a contact time of 80 minutes. The results also showed that the adsorption kinetics followed a second-order model with a rate of 0.017119 g/mg.min. In conclusion, the mercury adsorption process using activated carbon from ironwood followed the Langmuir isotherm model, with an adsorption capacity of 63.036 mg/g, indicating that the adsorbent had been successfully synthesized and had an effective ability to remove mercury.
Sosialisasi Pembuatan Simanis Abang Ganteng (Sirup Manis Rimbang Kalimantan Tengah) sebagai Inovasi dan Potensi Sayuran Lokal Zimon Pereiz; Chuchita Chuchita; Efriyana Oksal; Febrianto Afli; Ahmad Irawan; Miranti Maya Sylvani
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2026): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.12.1.159-167

Abstract

Many rimbang harvests, which are local vegetables from Central Kalimantan, are damaged and then thrown away because they are not marketable. This is clearly due to the relatively short shelf life of rimbang fruit. Farmers who depend on the harvest as their main source of income will certainly be disadvantaged by this. In addition, rotten rimbang vegetables will have a negative impact on the environment because they produce methane gas, one of the gases that causes global warming. So this community service program innovates rimbang, where rimbang is made into a syrup drink. Rimbang syrup can be a new innovation to create new products that are competitive, have high selling value, and are durable. The implementation of the community service program took place in the Habaring Hurung Village farmer group, Bukit Batu District, Palangka Raya City, Central Kalimantan Province. This activity program was carried out through 4 stages of activities, including location surveys, collection of raw materials, training in making eggplant dodol, and success indicators. The success indicators were carried out using the pre-test and post-test methods filled out by the activity participants in the form of a questionnaire. Based on the results of the activity, it can be concluded that this activity is able to increase insight and ability on how to make syrup with rimbang as the basic ingredient, even the residents can implement and apply this food innovation independently.
Co-Authors A, Abdullah A, Anjelika Abdul Hadjranul Fatah Abdul Hadjranul Fatah Abdullah A AFAF BAKTIR Afli, Febrianto Ahmad Irawan Ahmad Irawan, Ahmad Ahmad Rifai Aji Pamungkas Aji Pamungkas Aji Pamungkas Alfanaar, Rokiy Alfi, Febrianto Alpian Alvin Sienna Atviaputra Amanda Natania Gracia Anatasya, Violina Andika Prayoga Andra Ari P., Eko Marwanto Heru Mulyantoro Dwi Hermayantiningsih Angelia Solla Anjelika A Apriyanti, Mauliya Arisumi Ir L Tundan, Jonathan Dandy Atviaputra, Alvin Sienna Ayuchecaria, Noverda Azmi Malya Zaki Berlisnora Dasilva, Caroline C, Chuchita Catur Prasetyo, Debby Chuchita Chuchita Chuchita Chu Chuchita Chuchita Chuchita Chuchita Chuchita, Chuchita Citrariana, Shesanthi Dandy, Abdullah, Jonathan Dandy, Jonathan Debby Catur Prasetyo Devianti, Gusnia Eduard, Jonathan Stefanus Efriyana Oksal Efriyana oksal Efriyana Oksal Efriyana Oksal Eka Jaya Prastiti, Arini Eni Uswatun Chasanah Erwin Prasetya Toepak Fatah, Abdul Hadjranul Fauzi, M. Zainuddin Lutfi Febrianto Afli Febrianto Afli Febrianto Alfi Felly Sabatini Florensia, Ornella Arnia Gracyela Hutabalian Gusnia Devianti H, Heja Hairiah, Rusliananur Hakim, Muh. Supwatul Heja H Heja, Anjelika, Hendrik Segah Hendrik Segah Hendrik Segah, Hendrik Herlita Esra Sari Sihotang Hutabalian, Debby Catur, Gracyela Hutabalian, Gracyela Hutapea, Sonia Tri Mart Grasella I Nyoman, Sudyana, Indri Aprilia, Indri J, Julia Joy Angel Aria Suma Julia J Karelius Karelius Kartika Komara, Nisa Komara, Nisa Kartika Liswara Neneng Manurung, Stepanus Fredi Mart Grasella Hutapea, Sonia Tri Marvin Horale Pasaribu Mauliya Apriyanti Maya Sylvani, Miranti Mesra Ratna Sari Telaumbanua Miranti Maya Sylvani Miranti Maya Sylvani Miranti Maya Sylvani Natalia Sri Martani Natania Gracia, Amanda Ngazizah, Febri Nur Nisa Kartika Komara Nyoman Sudyana, I Oksal, Chuchita, Efriyana Oksal, Efriyana Oktaviani Naulita Turnip Ornella Arnia Florensia Pangestika, Inten Pebriyanto, Yunus Prasetyo, Debby Catur Prayoga, Andika Prayoga, Apriyanti, Andika Prisnanda, Risky Rahman Rahman Rahman Rahman Rahman, Sudarman Ratna Sari, Julia, Mesra Retno Agnestisia Sabatini, Felly Sabatini, Ornella Arnia, Gusnia Devianti, Felly Saputri, Desi Riana Sari, Meiyanti Ratna Kumala Sari, Nopita Tamara Siti Unvaresi Misonia Beladona Solla, Angelia Suniti Suniti Susanti, Rapela Sylvani, Miranti Maya Telaumbanua, Mesra Ratna Sari Tundan, Arisumi Ir L Wahyu Nugroho Wahyu Supriyati Waluyo Nuswantoro Wulandari, Oktavia Rahmi Yanetri Asi Nion Yanetri Asi Nion, Yanetri Asi Yerinda Natalia Nenobais Yosie Andriani Yuneta, Yuneta Yuni Damayanti Nainggolan Yunus Pebriyanto Zahrotun Nafisah Zaki, Azmi Malya