Claim Missing Document
Check
Articles

INOVASI PANGAN LOKAL RIMBANG SEBAGAI SOLUSI PENCEGAHAN STUNTING DAN PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU Oksal, Efriyana; Fatah, Abdul Hadjranul; Afli, Febrianto; Chuchita, Chuchita; Pereiz, Zimon; Rahman, Rahman; Zaki, Azmi Malya; Atviaputra, Alvin Sienna
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34691

Abstract

Abstrak: Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, khususnya di Kalimantan Tengah dengan prevalensi mencapai 27,4%. Permasalahan utama di Kelurahan Habaring Hurung adalah rendahnya pemanfaatan sumber daya pangan lokal yang kaya nutrisi, salah satunya rimbang (Solanum ferox Linn). Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam pencegahan stunting melalui pelatihan pengolahan rimbang menjadi jajanan sehat bergizi. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, workshop, dan praktikum, dengan melibatkan 20 kader posyandu sebagai mitra. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test berupa soal pilihan ganda sebanyak 5 soal dan 5 soal untuk tipe soal skala point 1-5, serta penilaian keterampilan praktik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader sebesar 65% dan keterampilan pengolahan meningkat hingga 70%. Selain itu, 40% kader mulai memasarkan produk olahan rimbang sebagai usaha rumahan, sehingga berkontribusi pada peningkatan ekonomi keluarga. Program ini berhasil memberdayakan kader posyandu sebagai agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat dan menyediakan alternatif pangan sehat berbasis potensi lokal.Abstract: Stunting remains a serious health problem in Indonesia, especially in Central Kalimantan, with a prevalence of 27.4%. The main problem in Habaring Hurung Village is the low utilization of local food resources that are rich in nutrients, one of which is rimbang (Solanum ferox Linn). This community service activity aims to increase the knowledge and skills of posyandu cadres in preventing stunting through training in processing rimbang into healthy and nutritious snacks. The methods used included socialization, counseling, workshops, and practical training, involving 20 posyandu cadres as partners. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests consisting of 5 multiple-choice questions and 5 questions on a 1-5 point scale, as well as practical skills assessment. The results of the activity showed a 65% increase in the cadres' knowledge and a 70% increase in their processing skills. Additionally, 40% of the cadres began marketing processed rimbang products as a home-based business, thereby contributing to improved family economics. This program successfully empowered posyandu cadres as agents of change capable of educating the community and providing healthy food alternatives based on local potential.
PENINGKATAN KEMANDIRIAN PETANI MELALUI SOSIALISASI KONVERSI BIOMASSA PASCAPANEN MENJADI PUPUK ORGANIK PADA KELOMPOK TANI SUKA MAJU Oksal, Efriyana; Nion, Yanetri Asi; Fatah, Abdul Hadjranul; Chuchita, Chuchita; Pereiz, Zimon; Alfanaar, Rokiy; Zaki, Azmi Malya; Rifai, Ahmad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34268

Abstract

Abstrak: Tanah rawa gambut di wilayah Kelompok Tani Suka Maju memiliki tingkat keasaman tinggi dan daya ikat hara rendah, yang menjadi masalah produktivitas pertanian. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi melalui sosialisasi konversi biomassa pascapanen menjadi pupuk biochar sebagai pupuk organik alternatif. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, dan workshop dari tim ahli yang melibatkan kelompok tani sebagai mitra, dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan biochar peserta sebesar 90%, peningkatan fungsi biochar 80%, serta jenis limbah biomasa untuk biochar 80%. Inovasi ini dinilai mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas tukar kation, serta mendukung praktik pertanian berkelanjutan di lahan gambut.Abstract: The peat swamp soils in the Suka Maju Farmer Group area are highly acidic and have low nutrient retention, limiting agricultural productivity. This community service program aims to address the issue by promoting the conversion of post-harvest biomass into biochar as an alternative organic fertilizer. The activities included socialization, and workshops, involving farmer group as a mitra. The results showed an increase in participants' biochar knowledge by 90%, an increase in biochar function by 80%, and an increase in the type of biomass waste for biochar by 80%. This innovation is proven to improve soil structure, enhance cation exchange capacity, and support sustainable farming practices on peatlands. 
SOSIALISASI INOVASI BERBAHAN LOKAL JAJANAN RIMBANG SEHAT BERGIZI UNTUK MENCEGAH STUNTING Chuchita, Chuchita; Irawan, Ahmad; Sylvani, Miranti Maya; Hutapea, Sonia Tri Mart Grasella; Pereiz, Zimon; Oksal, Efriyana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34819

Abstract

Abstrak: Di Indonesia, stunting masih menjadi masalah serius. Salah satu wilayah di Indonesia dengan prevalensi tinggi stunting adalah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya Kecamatan Bukit Batu dengan angka 27,4%. Kecamatan Bukit Batu kaya akan sumber daya alam, salah satunya sayuran lokal bernama terong asam (rimbang), yang kaya vitamin dan dapat membantu mencegah stunting. Namun, pemanfaatannya masih minim karena kurangnya pengetahuan. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan dan memberi pengetahuan dalam rangka pencegahan stunting di kecamatan Bukit Batu. Metode yang dilakukan yaitu dengan cara memberikan sosialisasi terkait inovasi berbahan lokal rimbang sebagai bahan jajanan pencegah stunting, dengan melibatkan seluruh orang tua di posyandu Kecamatan Bukit Batu dengan total peserta 30 dari 32 orang yang terdiri dari ibu yang memiliki balita, ibu hamil, dan kader kesehatan. Hasil evaluasi di lakukan dengan metode pre-test dan post-test yang diisi oleh peserta kegiatan dalam bentuk kuisioner. Hasil evaluasi dari kegiatan ini telah mencapai seluruh indikator keberhasilan yaitu kehadiran peserta ≥80% dari seluruh undangan yang disebar dan pengetahuan peserta mengalami peningkatan berdasarkan hasil pre-test (71,25%) dan post-test (88,28%) yang telah dilakukan sebelumnya.Abstract: In Indonesia, stunting remains a serious problem. One region in Indonesia with a high prevalence of stunting is Central Kalimantan Province, particularly Bukit Batu District, with a rate of 27.4%. Bukit Batu District is rich in natural resources, one of which is a local vegetable called sour eggplant (rimbang), which is rich in vitamins and can help prevent stunting. However, its utilization remains minimal due to a lack of knowledge. The goal of this community service is to increase and provide knowledge for stunting prevention in Bukit Batu District. The method used was to provide outreach regarding the innovation of local ingredients such as rimbang as a stunting-preventing snack. This involved all parents at the Bukit Batu District Integrated Health Post (Posyandu), with a total of 30 out of 32 participants, consisting of mothers with toddlers, pregnant women, and health cadres. The evaluation results were carried out using pre-test and post-test methods which were filled out by activity participants in the form of a questionnaire. The evaluation results of this activity achieved all indicators of success, with attendance exceeding 80% of all invitations distributed, and participants' knowledge increased based on the results of the pre-test (71.25%) and post-test (88.28%).
OPTIMALISASI LIMBAH PERTANIAN MELALUI TEKNOLOGI BIOKONVERSI UNTUK PRODUKSI PUPUK ORGANIK DAN PESTISIDA ALAMI PADA KELOMPOK TANI SUKA MAJU Chuchita, Chuchita; Irawan, Ahmad; Alfi, Febrianto; Hutapea, Sonia Tri Mart Grasella; Eduard, Jonathan Stefanus; Pereiz, Zimon; Oksal, Efriyana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37149

Abstract

Abstrak: Limbah pertanian selama ini dibakar atau dibuang sembarangan menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Melalui pelatihan dan pendampingan, masyarakat diberikan pemahaman serta praktik langsung dalam mengolah limbah organik menjadi produk bernilai ekonomis. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan limbah pertanian melalui teknologi biokonversi menjadi pupuk organik. Metode yang dilakukan yaitu dengan cara memberikan sosialisasi dan pelatihan terkait pestisida alami pupuk organik sebagai inovasi pemanfaataan limbah biomassa pascapanen kelompok tani suka maju dengan peserta 30 orang. Selanjutnya dilakukan evaluasi dengan metode pre-test dan post-test sebanyak 10 soal pilihan ganda yang diisi oleh peserta kegiatan dalam bentuk kuisioner. Hasil evaluasi dari kegiatan ini telah mencapai seluruh indikator keberhasilan yaitu kehadiran peserta 100% dari seluruh undangan yang disebar dan pengetahuan peserta mengalami peningkatan berdasarkan hasil pre-test (50,25%) dan post-test (90,25%) yang telah dilakukan sebelumnya.Abstract: Agricultural waste has been burned or disposed of carelessly, causing pollution and environmental damage. Through training and mentoring, the community is given an understanding and hands-on practice in processing organic waste into products with economic value. It is hoped that the results of the activity will show increased knowledge, reduced dependence on synthetic fertilizers, and the creation of new business opportunities based on sustainable agriculture. This activity aims to increase community awareness and skills in managing agricultural waste through bioconversion technology into organic fertilizer. The method used is by providing socialization and training related to natural pesticides and organic fertilizers as an innovation in utilizing post-harvest biomass waste from the Suka Maju farmer group with 30 participants. Furthermore, an evaluation was conducted using pre-test and post-test methods filled out by the activity participants in the form of questionnaires. The evaluation results of this activity have achieved all indicators of success, namely 100% participant attendance from all invitations distributed and participant knowledge has increased based on the results of the pre-test (50.25%) and post-test (90.25%) that have been conducted previously.
Optimasi Konsentrasi Ninhidrin Dalam Analisis Aspartam Secara Spektrofotometri Uv-Visible Dan Aplikasinya Untuk Analisis Minuman Energi Zimon Pereiz; Chuchita Chuchita; Meiyanti Ratna Kumalasari; Zahrotun Nafisah
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v4i4.612

Abstract

Dalam penelitian ini telah dilakukan optimasi konsentrasi ninhidrin dan validasi metode analisis aspartam secara spektrofotometri UV-Visible menggunakan pereaksi ninhidrin. Prosedur analisis ini juga diaplikasikan untuk penentuan aspartam dalam produk minuman energi. Optimasi kondisi analisis meliputi panjang gelombang dan konsentrasi ninhidrin. Validasi metode analisis terdiri dari penentuan sensitivitas, presisi, linearitas, limit deteksi, dan limit kuantifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ninhidrin yang optimum adalah 0,084 M untuk 2 mL, yang setara dengan  0,168 mmol untuk setiap mol aspartam. Kurva kalibrasi memberikan hubungan yang linear antara absorbansi dengan konsentrasi dengan rentang 0 – 19 mM dengan koefisien regresi 0,997. Metode ini memiliki sensitivitas serta presisi yang cukup  tinggi, dengan limit deteksi sebesar 1,83x10-3 mol/L dan limit kuantifikasi sebesar 6,10x10-3 mol/L. Hasil penentuan kandungan aspartam dalam minuman energi dengan metode yang telah dioptimasi dan divalidasi menunjukkan hasil untuk sampel serbuk sebesar 618,05 mg/g sampel dan untuk sampel cair sebesar 11,69 mg/mL sampel.
Konstruksi Pustaka Metagenom Prokariot Dari Permukaan Eucheuma Cottonii Untuk Mencari Gen Penyandi Κ-Karaginase Zahrotun Nafisah; Afaf Baktir; Zimon Pereiz
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v4i4.613

Abstract

κ-Karaginan adalah koloid hidrofilik yang diekstrak dari makroalga Eucheuma cottonii. κ-karaginan mempunyai berat molekul yang sangat besar sehingga pemanfaatannya terbatas. Namun, dalam bentuk Carrageenan Oligosaccharide (COs), κ-karaginan mempunyai aktivitas fisik dan biologi yang bervariasi, termasuk anti tumor, anti oksidan dan anti angiogenik. Enzim κ-karaginase berperan memutus ikatan β-(1,4) pada κ-karaginan untuk menghasilkan κ-COs (κ-carrageenan oligosaccharide). Ada berbagai macam bakteri yang hidup di permukaan Eucheuma cottonii, namun hanya ada 1% bakteri yang dapat dikultur. Metode alternatif untuk eksplorasi bakteri di alam adalah metode metagenomik. Dalam penelitian ini dilakukan eksplorasi gen κ-karaginase dari DNA metagenom prokariot yang menempel di permukaan Eucheuma cottonii. Konstruksi pustaka metagenom prokariot dilakukan terhadap kumpulan fragmen DNA hasil digesti dengan enzim restriksi SfiI. Kemudian fragmen DNA diligasi dengan fag λTriplEx2 dan dilakukan penentuan titer. Titer tertinggi didapatkan dari campuran ligasi dengan perbandingan DNA dan fag yaitu 3:2 sebesar 10,3 x 107. Kemudian plak positif diekspresikan melalui E.coli BM25,8 untuk mencari gen penyandi enzim κ-karaginase. Aktivitas positif enzim κ-karaginase ditandai dengan terbentuknya daerah halo. Kemudian klon rekombinan yang membentuk halo dikultivasi untuk produksi enzim κ-karaginase, dan diuji aktivitasnya untuk menentukan suhu dan pH optimum. Berdasarkan uji aktivitas ekstrak κ-karaginase terhadap suhu dan pH didapatkan 4 profil suhu dan pH optimum yang berbeda, dengan demikian telah didapatkan 4 macam gen penyandi enzim κ-karaginase.
Sosialisasi Pembuatan Simanis Abang Ganteng (Sirup Manis Rimbang Kalimantan Tengah) sebagai Inovasi dan Potensi Sayuran Lokal Chuchita, Chuchita; Oksal, Efriyana; Afli, Febrianto; Irawan, Ahmad; Sylvani, Miranti Maya; Pereiz, Zimon
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2026): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.12.1.159-167

Abstract

Many rimbang harvests, which are local vegetables from Central Kalimantan, are damaged and then thrown away because they are not marketable. This is clearly due to the relatively short shelf life of rimbang fruit. Farmers who depend on the harvest as their main source of income will certainly be disadvantaged by this. In addition, rotten rimbang vegetables will have a negative impact on the environment because they produce methane gas, one of the gases that causes global warming. So this community service program innovates rimbang, where rimbang is made into a syrup drink. Rimbang syrup can be a new innovation to create new products that are competitive, have high selling value, and are durable. The implementation of the community service program took place in the Habaring Hurung Village farmer group, Bukit Batu District, Palangka Raya City, Central Kalimantan Province. This activity program was carried out through 4 stages of activities, including location surveys, collection of raw materials, training in making eggplant dodol, and success indicators. The success indicators were carried out using the pre-test and post-test methods filled out by the activity participants in the form of a questionnaire. Based on the results of the activity, it can be concluded that this activity is able to increase insight and ability on how to make syrup with rimbang as the basic ingredient, even the residents can implement and apply this food innovation independently.
Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Lokal Bawang Dayak sebagai Teh dalam Upaya Menurunkan Kadar Gula Darah Masyarakat Pereiz, Zimon; Ahmad Irawan; Hendrik Segah; Chuchita, Chuchita; Efriyana Oksal; Miranti Maya Sylvani; Aji Pamungkas; Herlita Esra Sari Sihotang; Yerinda Natalia Nenobais; Eni Uswatun Chasanah
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i1.1786

Abstract

Kesehatan masyarakat menjadi isu penting dalam upaya peningkatan kualitas hidup, khususnya terkait penyakit degeneratif seperti diabetes melitus. Salah satu alternatif pencegahan dan penunjang pengobatan diabetes adalah pemanfaatan tanaman obat tradisional. Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia), yang merupakan tanaman lokal Kalimantan, diketahui memiliki kandungan bioaktif seperti flavonoid dan saponin yang berperan menurunkan kadar gula darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Kelurahan Habaring Hurung dalam memanfaatkan Bawang Dayak sebagai teh herbal. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, demonstrasi, serta praktik langsung pembuatan teh celup Bawang Dayak yang higienis dan mudah dikonsumsi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, yakni dari 11,2% pada pre-test menjadi 97,2% pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 86%. Selain itu, masyarakat mampu mempraktikkan pengolahan Bawang Dayak menjadi produk teh celup yang bernilai guna bagi kesehatan dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumah tangga. Dengan demikian, program pengabdian ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat terkait pemanfaatan tanaman lokal sebagai penunjang kesehatan. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal sehingga berpotensi berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain.
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Biochar Plus sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah Biomassa pada Kelompok Tani Suka Maju Efriyana Oksal; Yanetri Asi Nion; Abdul Hadjranul Fatah; Chuchita Chuchita; Zimon Pereiz; Azmi Malya Zaki; Alvin Sienna Atviaputra; Rahman Rahman; Yosie Andriani; Suniti Suniti
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i1.1767

Abstract

Pemanfaatan limbah biomassa pascapanen pada lahan gambut masih belum optimal sehingga berpotensi menimbulkan penumpukan limbah dan belum adanya pemanfaatan pengolahan limbah pascapanen oleh kelompok Tani Suka Maju. Inovasi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penerapan biochar plus, yaitu biochar yang diperkaya bahan organik atau nutrien tambahan sehingga berfungsi sebagai pembenah tanah sekaligus pupuk ramah lingkungan. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengolah limbah biomassa serta minimnya pendampingan teknologi menjadi kendala dalam penerapan inovasi tersebut. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam memanfaatkan limbah biomassa menjadi biochar plus sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan pembuatan biochar plus, demonstrasi, dan pendampingan penerapan di lahan. Kegiatan dilaksanakan pada Kelompok Tani Suka Maju di Desa Habaring Hurung, Palangka Raya, Kalimantan Tengah pada tahun 2025 dengan melibatkan 15 orang petani. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman petani dari rata-rata 48% menjadi 85% serta meningkatnya keterampilan dalam pembuatan biochar plus dan minat penerapannya di lahan pertanian. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan partisipatif efektif dalam memberdayakan petani untuk memanfaatkan limbah biomassa menjadi produk bernilai guna serta mendukung pengelolaan lahan gambut yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Garam, Samu dan Waktu Fermentasi pada Produk Wadi dari Ikan Patin (Pangasius pangasius) Khas Kalimantan Tengah Efriyana Oksal; Chuchita Chuchita; Miranti Maya Sylvani; Amanda Natania Gracia; Yuni Damayanti Nainggolan; Abdul Hadjranul Fatah; Zimon Pereiz
Konservasi Hayati Vol 21 No 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v21i2.42234

Abstract

Wadi merupakan produk fermentasi ikan tradisional khas Kalimantan Tengah yang memiliki cita rasa asam dan asin khas hasil fermentasi spontan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi garam, samu (beras sangrai), dan lama fermentasi terhadap karakteristik organoleptik wadi ikan patin (Pangasius sp.) serta menentukan perlakuan terbaik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah faktorial, dengan empat perlakuan konsentrasi garam (6,25%, 12,25%, 25%, dan 50%), empat kadar samu (5%, 10%, 20%, dan 40%), serta empat waktu fermentasi (3, 4, 6 dan 8 hari) yang dilakukan secara anaerob pada suhu ruang. Uji organoleptik dilakukan oleh 25 panelis terhadap parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur dengan memilik variasi paling disukai. Dari berbagai kombinasi perlakuan yang diuji, formulasi wadi dengan 50% garam, 10%  samu (beras sangrai) dan fermentasi selama 8 hari menunjukkan hasil terbaik, dengan skor kesukaan tertinggi untuk rasa (8,1), aroma (7,9), warna (7,8), dan tekstur (8,0). Hasil ini menunjukkan bahwa keseimbangan antara kadar garam, sumber karbohidrat (beras), dan waktu fermentasi sangat berperan dalam pembentukan cita rasa khas wadi. Kombinasi tersebut dapat direkomendasikan sebagai formulasi optimal dalam proses pembuatan wadi ikan patin khas Kalimantan Tengah yang berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan fermentasi unggulan lokal dengan nilai ekonomi dan daya saing yang lebih tinggi.
Co-Authors A, Abdullah A, Anjelika Abdul Hadjranul Fatah Abdul Hadjranul Fatah AFAF BAKTIR Afli, Febrianto Ahmad Irawan Ahmad Irawan, Ahmad Ahmad Rifai Aji Pamungkas Aji Pamungkas Alfanaar, Rokiy Alfi, Febrianto Alpian Alvin Sienna Atviaputra Amanda Natania Gracia Anatasya, Violina Andra Ari P., Eko Marwanto Heru Mulyantoro Dwi Hermayantiningsih Apriyanti, Mauliya Atviaputra, Alvin Sienna Ayuchecaria, Noverda Azmi Malya Zaki Berlisnora Dasilva, Caroline C, Chuchita Catur Prasetyo, Debby Chu, Chuchita Chuchita Chuchita Chuchita Chuchita, Chuchita Citrariana, Shesanthi Dandy, Abdullah, Jonathan Dandy, Jonathan Devianti, Gusnia Eduard, Jonathan Stefanus Efriyana Oksal Efriyana oksal Efriyana Oksal Efriyana Oksal Eka Jaya Prastiti, Arini Eni Uswatun Chasanah Erwin Prasetya Toepak Fatah, Abdul Hadjranul Fauzi, M. Zainuddin Lutfi Febrianto Afli Florensia, Ornella Arnia H, Heja Hairiah, Rusliananur Hakim, Muh. Supwatul Heja, Anjelika, Hendrik Segah Hendrik Segah, Hendrik Herlita Esra Sari Sihotang Hutabalian, Debby Catur, Gracyela Hutabalian, Gracyela Hutapea, Sonia Tri Mart Grasella I Nyoman, Sudyana, Indri Aprilia, Indri J, Julia Jonathan Dandy, Arisumi Ir L Tundan, Joy Angel Aria Suma Karelius Karelius Kartika Komara, Nisa Komara, Nisa Kartika Liswara Neneng Manurung, Stepanus Fredi Mart Grasella Hutapea, Sonia Tri Marvin Horale Pasaribu Maya Sylvani, Miranti Miranti Maya Sylvani Miranti Maya Sylvani Miranti Maya Sylvani Nafisah, Zahrotun Natalia Sri Martani Ngazizah, Febri Nur Nisa Kartika Komara Nyoman Sudyana, I Oksal, Chuchita, Efriyana Oksal, Efriyana Pangestika, Inten Pebriyanto, Yunus Prasetyo, Debby Catur Prayoga, Andika Prayoga, Apriyanti, Andika Prisnanda, Risky Rahman Rahman Rahman Rahman Rahman, Sudarman Ratna Sari, Julia, Mesra Retno Agnestisia Sabatini, Felly Sabatini, Ornella Arnia, Gusnia Devianti, Felly Saputri, Desi Riana Sari, Meiyanti Ratna Kumala Sari, Nopita Tamara Siti Unvaresi Misonia Beladona Solla, Angelia Suniti Suniti Susanti, Rapela Sylvani, Miranti Maya Telaumbanua, Mesra Ratna Sari Tundan, Arisumi Ir L Turnip, Oktaviani Naulita Wahyu Nugroho Wahyu Supriyati Waluyo Nuswantoro Yanetri Asi Nion Yanetri Asi Nion, Yanetri Asi Yerinda Natalia Nenobais Yosie Andriani Yuni Damayanti Nainggolan Zahrotun Nafisah Zaki, Azmi Malya