p-Index From 2021 - 2026
2.386
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Potensi Licopen Pada Tomat Untuk Penurunan Kadar Kolesterol (LDL) Pada Penderita Hipertensi (Hiperkolesterolemi) Sudiarto, Sudiarto; Soewito, Soewito; Huriah, Titih
Journal of Nursing and Health Vol. 2 No. 1 (2017): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v2i1.56

Abstract

Latar belakang : Hiperkolesterol adalah merupakan suatu zat lemak yang beredar di dalam darah, melebihi batas normal. Peningkatan kolesterol dalam darah atau trigliserida plasma merupakan salah satu faktor resiko terjadinya hipertensi. Pengelolaan hipertensi tanpa obat, hasilnya lebih dari sekedar mengatasi penyakit ini saja, tapi juga sekaligus mencegah stroke dan serangan jantung. Pengobatan non farmakologi menggunakan bahan-bahan alami yang berpengaruh untuk menurunkan kadar kolesterol darah misalnya, flavanoid, allisin, sulfonilurea, linoleat, vitamin C, vitamin E, pektin, diosgenin dan serat. Diet tinggi serat seperti licopen (Lycopersicon esculentum) bermanfaat untuk menghindari kelebihan lemak, lemak jenuh, dan kolesterol. Salah satu bahan makanan yang tinggi serat adalah tomat (Lycopersicon esculentum), tomat dalam bentuk jus lebih mudah untuk diserap dan dicerna. Metode : penelitian ini mengunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen (eksperimen semu), menggunakan rancangan pretest – posttest with control group. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Bunda Purwokerto pada bulan Maret sampai dengan April 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi yang hiperkolesterolemia sejumlah 53 orang, sampel pada penelitian ini adalah 15 orang untuk masing-masing kelompok. Hasil : Kelompok intervensi mendapatkan jus tomat 300 ml dua kali pagi dan sore selama tiga hari, terbuat dari 150 gram buah tomat, 50 ml air, 2 gram gula pasir. Kelompok kontrol tidak mendapatkan jus tomat. Kedua kelompok mendapat therapi amlodipin 2 x 5 mg dan Cholestat 1 x 10 mg. Kesimpulan : Kadar kolesterol LDL sebelum dan sesudah pemberian jus tomat kelompok kontrol tidak mengalami penurunan signifikan. Kadar kolesterol LDL sebelum dan sesudah pemberian jus tomat kelompok intervesni mengalami penurunan signifikan. Kata Kunci: Hiperkolesterol, Hiperkolesterolemia, Licopen, Trigliserida
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku dengan Anemia Ibu Hamil di Puskesmas Jatilawang Kabupaten Banyumas Huriah, Titih; Sofari, -
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2004)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v4i1.1714

Abstract

Based on preliminary survey in Public Health Center Jatilawang espe¬cially from data laboratory examination with women pregnant who examined the Hemoglobin, we know that value of Hb on pregnant women more 50 % less llg/dl. And from the survey, we also found still low of knowledge, attitude and behavior about prevention of anemia deficiency iron. The purpose of this reseach is up to know the correlation of knowledge, attitude and behavior with anemia deficiency iron. This is a survey with cross sectional study, and will be explained by de-scription analyze. Location of this research is Public Health Center of Jatilawang area, Banyumas district of Central Java. The population are 130 pregnant women age trimester II and III. The sample is 30 pregnant women has been taken. The instruments consist quistionares and Hb Sahli for exami¬nation. Analyze of result use univariate and multivariate with multiple regres¬sion. The result of this research were knowledge and attitude ofpregnant women about prevention of anemia deficiency iron are good, but the behaviour still low, and anemia deficiency iron is high enough 66,6 % on Public Health Center of Jatilawang. The conclusion of this research showed that there were a significant corre¬lation (p 0,05) between behaviour with anemia deficiency iron.Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Jatilawang khususnya pada data oemeriksaan laboratorium dengan ibu hamil yang diperiksa Kadar Hbnya, diketahui rahwa Kadar Hb pada ibu hamil lebih dari 50 % adalah kurang dari 11 g/dl. Hasil zcrvey didapatkan masih rendahnya pengetahuan, sikap dan perilaku ibu hamil dalam pencegahan anemia. Tujuan dari penelitian ini adalah apakah pengetahuan, sikap can perilaku tentang pencegahan anemia berhubungan dengan angka kejadian ane¬mia pada ibu hamil. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan rancangan penelitian cross zectional, dan analisa data menggunakan deskriptif analitik. Lokasi penelitian di wilayah kerja Puskesmas Jatilawang Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Populasi penelitian ini adalah 130 ibu hamil dengan usia kehamilan trimester II dan III. Jumlah sampel yang diambil 30 ibu hamil yang memenuhi kriteria tertentu. Alat yang i:gunakan adalah kuisioner serta Hb sahli. Analisis yang digunakan meliputi analisis univariatdan multivariate. Uji statistik meliputi multiple regresi berganda. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam pencegahan anemia di Puskesmas Jatilawang baik, namun dalam perilakunya masih kurang baik dan angka kejadian anemia masih tinggi yaitu 66,6 %. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan (p 0,05) antara perilaku ibu hamil dalam pencegahan anemia dengan kejadian anemia.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Reproduksi oleh Kelompok Sebaya (Peer Group) terhadap Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja di SMP Negeri 2 Kasihan Bantul Yogyakarta Huriah, Titih; Nisma, Hayatun
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v8i2.1483

Abstract

The result from International Conference on Population Development in Cairo 1994, as adolescent reproductive health must be getting especial common universally. That is because in adolescent period have many problems appears about reproduction health resulted of adolescent knowledge still minimum. Now, many adolescents get knowledge about reproduction health from public media and electronic media. Wherever that information not sure all right and good. This study was aims to know influence delivery reproduction health education by peer group through adolescents health reproduction knowledge in Kasihan Bantul Yogyakarta 2 State Junior Hugh School.This research usedpre experiment design with One Group Pretest Posttest Design to know increasing of adolescent knowledge about reproductive health through peer group education using modules. Population in this research is students in Kasihan Bantul Yogyakarta 2 State Junior High School. Total sampling is 40 respondents. The data collection is carried out using the questionnaire, and the statistical test used is Wilcoxon Test.The analysis result of the adolescents knowledge of reproduction health in Kasihan Bantul Yogyakarta 2 State Junior High School showed z-value -4,337 with p was 0,000 smaller than 0,05. That meant as there influence delivery reproduction health education through health reproduction knowledge of adolescent in Kasihan Bantul Yogyakarta 2 State Junior High School. It can be concluded that reproductive health education by peer group, can increase adolescent reproductive health knowledge. Hasil konferensi internasional tentang kependudukan dan pembangunan atau International Conference on Population (ICPD) di Kairo tahun 1994, dikatakan bahwa kesehatan reproduksi remaja perlu mendapatkan perhatian khusus secara global. Hal ini karena pada masa remaja muncul berbagai masalah kesehatan reproduksi akibat pengetahuan yang diperoleh remaja tentang hal tersebut masih minim. Saat ini, kebanyakan remaja memperoleh pengetahuan kesehatan reproduksi dari media cetak dan elektronik yang belum tentu benar dan bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyampaian pendidikan kesehatan reproduksi oleh kelompok sebaya terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di SMP Negeri 2 Kasihan Bantul Yogyakarta.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan One Group Pre test Post test Design untuk mengetahui peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja setelah diberi pendidikan kesehatan reproduksi oleh kelompok sebaya. Populasi adalah siswa-siswi SMP Negeri 2 Kasihan Bantul Yogyakarta, total sampel sebanyak 40 responden. Penelitian ini menggunakan kelompok sebaya sebagai mediator dalam pendidikan kesehatan reproduksi kepada responden serta menggunakan. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan uji statistik uji Wilcoxon.Hasil analisis pengetahuan kesehatan reproduksi remaja menunjukkan z-hitung adalah - 4,337 dengan p 0,05 yang berarti bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi oleh kelompok sebaya terhadap remaja di SMP Negeri 2 Kasihan Bantul Yogyakarta. Berdasarkan hal tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa penyampaian pendidikan kesehatan reproduksi oleh kelompok sebaya, dapat meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di SMP Negeri 2 Kasihan Bantul Yogyakarta.
Efektifitas Model Community As Partner dalam Memberikan Asuhan Keperawatan Komunitas pada Kelompok Balita dengan Gizi Buruk di Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok huriah, titih
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v7i2.1673

Abstract

The prevalence rate of under-five children with poor nutritional status in Indonesia has been increasing. This also happens in Depok City, particularly in Pancoran Mas Village, wherein the prevalence rate of under-five children with poor nutritional status in 2005 reached 1.67% or there were 88 under-five children with poor nutritional status among 5249 under- five children. This study aimed to evaluating the effectiveness of the application of community nursing concept and theory in order to improve health services through community nursing care particularly in under-five children group with poor nutritional status in Pancoran Mas Village, Depok. This was a quasi experiment research using a non-randomized pretest-posttest control group design. Data collection was done using observation, interview, focus group discussion (FGD) dan questionaire. Research instruments used included food journal of under-five children within 24 hours, physical examination guideline, interview guideline, FGD guideline and questionaire. The questionaire was developed based on Community as a Partner Model. Research population was 44 mothers who had under-five children with poor nutritional status in Pancoran Mas Village. Research sample was 30 mothers who had under-five children with poor nutritional status who fulfilled the inlcusion criteria. Primary, seconadry dan tertiary interventions were done to the 30 mothers within 9 months. Evaluation after the implementation of serial community nursing interventions showed that there was an increase in knowledge about nutrition and poor nutrition from 46% to 92%, an increase in attitude from 60% to 96%, and an increase in family skill in meeting the nutrition requirement for under-five children with poor nutritional status from 30% to 85%. Furthermore, there was improvement of nutritional status i.e. from 27 under-five children with poor nutritional status, after interventions they improved to 1 child with poor nutritional status, 19 children with low nutritional status and 12 children with good nutritional status; whereas five children with low nutritional status improved to good nutritional status.Angka prevalensi kasus gizi buruk pada balita di Indonesia semakin menunjukkan peningkatan. Hal ini juga terjadi di Kota Depok khususnya di Kelurahan Pancoran Mas, di mana angka prevalensi gizi buruk pada balita pada tahun 2005 mencapai 1,67% atau terdapat 88 balita gizi buruk dari 5249 balita. Tujuan penelitian ini adalah menilai keefektifan aplikasi teori dan konsep keperawatan komunitas dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan melalui asuhan keperawatan komunitas khususnya pada kelompok balita dengan gizi buruk di Kelurahan Pancoran Mas Depok. Penelitian ini adalah eksperimen semu atau quasi eksperimental menggunakan desain non- randomizedpretest-posttest control group. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, focus group discussion (FGD) dan kuesioner: Alat yang digunakan adalah catatan makanan balita selama 24 jam, pedoman pemeriksaan fisik, pedoman wawancara, pedoman FGD, dan kuesioner. Kuesioner disusun berdasarkan Community as a Partner Model. Populasi penelitian adalah 44 ibu yang memiliki balita dengan gizi buruk di Kelurahan Pancoran Mas Depok. Sampel penelitian adalah 30 ibu yang mempunyai balita dengan gizi buruk yang memenuhi kriteria inklusi. Pada 30 ibu tersebut dilakukan intervensi primer, sekunder dan tertier selama 9 bulan. Evaluasi setelah pelaksanaan rangkaian kegiatan keperawatan komunitas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan tentang gizi dan gizi buruk dari 46% menjadi 92%, peningkatan sikap dari 60% menjadi 96% dan peningkatan keterampilan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi pada balita gizi buruk dari 30% menjadi 85%. Selain itu, terjadi perbaikan status gizi yaitu dari 27 balita gizi buruk, setelah intervensi menjadi 1 balita gizi buruk, 19 gizi kurang dan 12 gizi baik. Sedangkan dari lima balita gizi kurang telah meningkat menjadi gizi baik.
Rumah Peduli Gizi untuk Pencegahan dan Pemulihan Gizi Berbasis Komunitas Susyanto1, Bambang Edi; Huriah, Titih; Ramasari, Farindira Vesti; Aprilia, Suci
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 7, No 1 (2019): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bdr.7159

Abstract

Malnutrition caused by carbohydrate and / or protein deficiency still threatens Indonesian children, including nutritionalanemia due to iron deficiency, Iron deficiency anemia (IDA)which is the most prevalent anemia but neglectedby public attention. The participation of the community in the prevention and treatment of malnutrition in childrenstarts with the active participation of pregnant women in routine checks during pregnancy, supplementary feedingto children under five and monitoring the nutritional status of their children. The role of health cadres in thecommunity is very important because they are the motor of community nutrition development activities in theirarea. Community service is intended to prevent and improve malnutrition in children through improving the qualityof Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu/Integrated Health Post) activities, monitoring of growth and health of underfive years old children and administration of supplementary feeding for infants and children. This program isdedicated for increasing knowledge and skills of cadres and mothers of infants and under five year hildren inCokrowijayan and Sukunan villages in Banyuraden Village, Gamping Sub-District, Sleman . The activities carriedout in this service were in the form of malnutrition prevention and recovery workshops for children involving healthleaders in Cokrowijayan and Sukunan Villages in Banyuraden Village and village youth leaders, including theoryand practice. Additionally, there was assistance in measuring the anthropometry for growth monitoring. Otherassistance provided was in he form of additional food for infants and under five year children. In this program, Timof FKIK UMY (Medical Faculty Team of Muhammadiyah Yogyakarta University) also carried out the assessment ofthe knowledge and practice of mothers of infants and under five year children in terms of nutrition care. Themeasurement results are reported descriptively and analytically.
Pengaruh Siklus Belajar 5E Kombinasi Problem Based Learning (PBL) Terhadap Peningkatan Kognitif, Afektif, Psikomotor Pada Mahasiswa Diploma Keperawatan Yuliani, Nila; Huriah, Titih; Primanda, Yanuar
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol 1, No 3 (2017): Indonesian Journal Of Nursing Practices
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ijnp.1366

Abstract

Mutu pendidikan yang rendah merupakan masalah utama dalam dunia pendidikan. Hasil uji kompetensi nasional untuk tingkat diploma keperawatan masih sangat rendah bila dibandingkan tenaga kesehatan lain. Nilai batas lulus untuk D3 Keperawatan masih dibawah 50 yaitu 42,16 dengan prosentase kelulusan hanya 47,81%. Proses belajar mengajar merupakan salahsatu faktor yang berkontribusi terhadap kualitas pendidikan. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model siklus belajar 5E kombinasi PBL dalam meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor mahasiswa diploma keperawatan. Desain penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest control group design. Lokasi penelitian dilakukan di Akper Samawa Sumbawa. 58 mahasiswa didapatkan melalui Total Sampling. Data analisis menggunakan analisis deskriptif, chi square dan t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata kognitif sebelum intervensi adalah 39,28 dan setelah intervensi meningkat menjadi 47,85, nilai rerata afektif sebelum intervensi adalah 45,17 dan setelah intervensi meningkat menjadi 52,89, nilai rerata psikomotor sebelum intervensi adalah 44,39 dan setelah intervensi meningkat menjadi 53,03. Setelah diterapkan intervensi model siklus belajar 5E dengan kombinasi PBL, terdapat peningkatan kognitif, afektif, dan psikomotor yang signifikan dengan nilai p-value 0,041, 0,012 dan 0.000.
PENGARUH ACTIVE CYCLE OF BREATHING TECHNIQUE TERHADAP PENINGKATAN NILAI VEP1, JUMLAH SPUTUM, DAN MOBILISASI SANGKAR THORAKS PASIEN PPOK Huriah, Titih; Ningtias, Dwi Wulandari
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol 1, No 2 (2017): Indonesian Journal of Nursing Practices
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ijnp.v1i2.3437

Abstract

ABSTRAK Salah satu bagian integral dari manajemen COPD adalah membersihkan jalan nafas untuk mengatasi gejala klinis seperti produksi sputum dan sesak napas yang menyebabkan penurunan VEP1, produksi sputum yang berlebihan, dan terganggunya mobilisasi toraks. Perawat dapat membantu pasien PPOK untuk memulihkan kondisi fisiknya dan memperbaiki pola nafasnya dengan memutus mata rantai keluhan yang ada dengan Active Cycle of Breathing Technique (ACBT). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ACBT terhadap peningkatan nilai VEP1, pengurangan jumlah volume sputum, dan peningkatan mobilisasi sangkar toraks pada penderita PPOK. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experiment dengan rancangan pre–post test with control group design. Sebanyak 30 orang pasien dibagi kedalam 2 kelompok yaitu 15 responden untuk kelompok intervensi dan 15 responden untuk kelompok kontrol dengan menggunakan teknik quota sampling. Analisis yang digunakan adalah uji t-test. Kelompok intervensi diberikan terapi ACBT dan farmakologi dan kelompok kontrol hanya diberikan terapi farmakologi. ACBT memberikan pengaruh yang bermakna terhadap jumlah sputum dan ekspansi toraks pada kelompok intervensi daripada kelompok kontrol dengan nilai p = 0,026 untuk jumlah sputum dan p = 0,004 untuk ekspansi toraks,  sedangkan pada nilai VEP1, ACBT tidak memberikan pengaruh yang bermakna dengan nilai p = 0,058. Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) efektif dalam membantu pengeluaran sputum dan meningkatkan ekspansi toraks pasien PPOK, tetapi kurang efektif dalam meningkatkan nilai VEP1.ABSTRACT Airway clearance is an integral part of the management of COPD to cope clinical symptoms such as sputum production and shortness of breath that causes impairment VEP1, excessive sputum production, and impaired toraks mobilization. Nurses can help COPD patients to break the chain of the existing complaint with the Active Cycle of Breathing Technique (ACBT). The purpose of this study was to determine the effect of ACBT in increasing VEP1, reducing amount of sputum, and increasing mobilization of the thoracic cage in COPD patients. This is a Quasi Experimental study with pre-post test with control group design. The 30 participants were divided into experimental group (15 subjects) and control group (15 subjects) by using quota sampling. The experimental group received ACBT and pharmacological therapy and the control group just received pharmacological therapy. Result findings show that ACBT give a significant effect on the amount of sputum and thoracic expansion in the intervention group than the control group, with p = 0.026 and p = 0.004 respectively, while for the value of VEP1, ACBT not provide significant effect with p = 0.058. ACBT effective in helping expenditures sputum and increasing thoracic expansion COPD patients, but less effective in enhancing the VEP1.
Attitudes and Associated Factors towards Care for Dying Patients among Non-Palliative Care Nurses, Yogyakarta, Indonesia Huriah, Titih; Hidayah, Nurul; Mikami, Akichika
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol 5, No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.882 KB) | DOI: 10.18196/ijnp.v5i1.10131

Abstract

Background: The increment of terminal health problems causes the demand for palliative care to increase. Nurses’ attitudes toward palliative care have critical implications on the quality of care for terminally ill patients. This study aimed to investigate non-palliative care nurses’ attitudes towards death and dying patients in palliative care in Indonesia.Method: A cross-sectional design was performed in four general hospitals, five primary health centers, and three nursing homes in Yogyakarta. Systematic random sampling was the method employed. The research instrument used Frommelt Attitudes towards Care of the Dying (FATCOD). FATCOD is a 30-item tool using a five-point Likert scale to indicate respondents' attitudes toward caring for dying patients. Attitudes had two categories, namely favorable (≥ mean score of the total score of (FATCOD) Scale) and unfavorable ( mean score of the total score of (FATCOD) Scale). Two hundred seventeen (217) non-palliative care nurses completed the FATCOD and a ten-item demographic questionnaire. The data analysis used descriptive statistics, chi-square, and linear regression.Results: The total FATCOD score achieved in this study was 111.29±9.44 (range 30–150). Concerning nurses’ attitudes towards the family members of terminally ill dying patients, the score was 39.85 (±4.12) out of a possible 50. Besides attitudes towards patient care provision, the score was 71.43 (±6.39) out of a possible 100. The nurses' attitudes towards the dying patients showed that the favorable and unfavorable attitudes had almost the same percentage. Of significance, working experience variables were associated with attitudes in the total FATCOD and patient FATCOD. Working experience and level of education were related to attitudes towards the family FATCOD.Conclusion: Non-palliative care nurses had a favorable attitude towards palliative care. The ministry of health should give awareness by providing various training, workshop, formal and informal education about PC for nurses.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Reproduksi oleh Kelompok Sebaya (Peer Group) terhadap Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja di SMP Negeri 2 Kasihan Bantul Yogyakarta Huriah, Titih; Nisma, Hayatun
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v8i2.1483

Abstract

The result from International Conference on Population Development in Cairo 1994, as adolescent reproductive health must be getting especial common universally. That is because in adolescent period have many problems appears about reproduction health resulted of adolescent knowledge still minimum. Now, many adolescents get knowledge about reproduction health from public media and electronic media. Wherever that information not sure all right and good. This study was aims to know influence delivery reproduction health education by peer group through adolescents health reproduction knowledge in Kasihan Bantul Yogyakarta 2 State Junior Hugh School.This research usedpre experiment design with One Group Pretest Posttest Design to know increasing of adolescent knowledge about reproductive health through peer group education using modules. Population in this research is students in Kasihan Bantul Yogyakarta 2 State Junior High School. Total sampling is 40 respondents. The data collection is carried out using the questionnaire, and the statistical test used is Wilcoxon Test.The analysis result of the adolescents knowledge of reproduction health in Kasihan Bantul Yogyakarta 2 State Junior High School showed z-value -4,337 with p was 0,000 smaller than 0,05. That meant as there influence delivery reproduction health education through health reproduction knowledge of adolescent in Kasihan Bantul Yogyakarta 2 State Junior High School. It can be concluded that reproductive health education by peer group, can increase adolescent reproductive health knowledge. Hasil konferensi internasional tentang kependudukan dan pembangunan atau International Conference on Population (ICPD) di Kairo tahun 1994, dikatakan bahwa kesehatan reproduksi remaja perlu mendapatkan perhatian khusus secara global. Hal ini karena pada masa remaja muncul berbagai masalah kesehatan reproduksi akibat pengetahuan yang diperoleh remaja tentang hal tersebut masih minim. Saat ini, kebanyakan remaja memperoleh pengetahuan kesehatan reproduksi dari media cetak dan elektronik yang belum tentu benar dan bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyampaian pendidikan kesehatan reproduksi oleh kelompok sebaya terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di SMP Negeri 2 Kasihan Bantul Yogyakarta.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan One Group Pre test Post test Design untuk mengetahui peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja setelah diberi pendidikan kesehatan reproduksi oleh kelompok sebaya. Populasi adalah siswa-siswi SMP Negeri 2 Kasihan Bantul Yogyakarta, total sampel sebanyak 40 responden. Penelitian ini menggunakan kelompok sebaya sebagai mediator dalam pendidikan kesehatan reproduksi kepada responden serta menggunakan. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan uji statistik uji Wilcoxon.Hasil analisis pengetahuan kesehatan reproduksi remaja menunjukkan z-hitung adalah - 4,337 dengan p 0,05 yang berarti bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi oleh kelompok sebaya terhadap remaja di SMP Negeri 2 Kasihan Bantul Yogyakarta. Berdasarkan hal tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa penyampaian pendidikan kesehatan reproduksi oleh kelompok sebaya, dapat meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di SMP Negeri 2 Kasihan Bantul Yogyakarta.
Rumah Peduli Gizi untuk Pencegahan dan Pemulihan Gizi Berbasis Komunitas Susyanto1, Bambang Edi; Huriah, Titih; Ramasari, Farindira Vesti; Aprilia, Suci
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 7, No 1 (2019): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bdr.7159

Abstract

Malnutrition caused by carbohydrate and / or protein deficiency still threatens Indonesian children, including nutritionalanemia due to iron deficiency, Iron deficiency anemia (IDA)which is the most prevalent anemia but neglectedby public attention. The participation of the community in the prevention and treatment of malnutrition in childrenstarts with the active participation of pregnant women in routine checks during pregnancy, supplementary feedingto children under five and monitoring the nutritional status of their children. The role of health cadres in thecommunity is very important because they are the motor of community nutrition development activities in theirarea. Community service is intended to prevent and improve malnutrition in children through improving the qualityof Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu/Integrated Health Post) activities, monitoring of growth and health of underfive years old children and administration of supplementary feeding for infants and children. This program isdedicated for increasing knowledge and skills of cadres and mothers of infants and under five year hildren inCokrowijayan and Sukunan villages in Banyuraden Village, Gamping Sub-District, Sleman . The activities carriedout in this service were in the form of malnutrition prevention and recovery workshops for children involving healthleaders in Cokrowijayan and Sukunan Villages in Banyuraden Village and village youth leaders, including theoryand practice. Additionally, there was assistance in measuring the anthropometry for growth monitoring. Otherassistance provided was in he form of additional food for infants and under five year children. In this program, Timof FKIK UMY (Medical Faculty Team of Muhammadiyah Yogyakarta University) also carried out the assessment ofthe knowledge and practice of mothers of infants and under five year children in terms of nutrition care. Themeasurement results are reported descriptively and analytically.
Co-Authors Agustina Rahmawati AKICHIKA MIKAMI Ambar Relawati, Ambar Andri Hermawan Aprilia, Suci Ardhian Indra Darmawan Ardiansyah . Ardiansyah Ardiansyah Arianti Arianti Aris Budi Pratama Asti Yulianti Atapada Atik Setiawan Wahyuningsih azizah khoiriyati Azzahra Dwi Sintaningrum Bagiartana, Kadek Dio Agus Bahari Bahari, Bahari Bambang Edi Susyanto Dewi Puspita Dian Suspiyanti Dwi Wulandari Ningtias Purnama Elfiza Fitriami Erfin Firmawati Fahad, Mochammad Fahmi, Faradisa Yuanita Falasifah Ani Yuniarti, Falasifah Ani Farida, Lisnawati Nur Fitri Haryanti Hamidatus Daris Sa'adah Handriani, Egha Harmili, Harmili Hidayati, Rizqi Wahyu Hikmawati, Anna Nur Hikmawati, Anna Nur Ika Fauziyah Rahmawati Kunak, Andinayanti Kuntuamas, Yulianingsi A Kurniawati, Trina Kusbaryanto Laksono Trisnantoro Latif, Rusnani AB Liena Sofiana Madarina Julia Maghpira, Dea Ainun Maryudella Afrida Afrida Moh Afandi Mohammad Hakimi Muhka, Reni Muhsinin, Siti Zuraida Mukhlis Mukhlis Nana Rosliana Nasution, Annio Indah Lestari Ni Luh Linda Ayuni Tania Nining Fitrianingsih, Nining Nisma, Hayatun Noorzanah, Noorzanah Novita Kurniasari Nur Chayati Pramudyaningrum, Ratih Ramasari, Farindira Vesti Rastipiati Rastipiati Ratna Lestari Ratna Lestari Riniasih, Wahyu Rosliana, Nana Sakinah, Isnina Noor Salahuddin, Rastipiati Sari, Novita Kurnia Satria, Faudyan Eka Setiarta, Daniswara Siti Zuraida Muhsinin Soewito Soewito Sofari, - Sri Muryati Suci, Rovi Apriani Eka Sudarso, Ns Sudiarto Sudiarto Suspiyanti, Dian Suspiyanti, Dian Susyanto1, Bambang Edi Sutantri Sutantri Tiwi Sudyasih Trina Kurniawati Yanuar Primanda Yoyok Bekti Prasetyo Yuliani, Nila Yulis Setiya Dewi Yunita Lestari