Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

TRANSFORMASI PENDIDIKAN INDONESIA: ADAPTASI STRATEGI PEMBELAJARAN DI ERA PANDEMI COVID-19 Prayogi, Prayogi; Prayoga, Prayoga; Sari, Cut Kumala
COGNITIVISM: Journal of Educational Research and Development Vol. 1 No. 2 (2025): COGNITIVISM: Journal of Educational Research and Development
Publisher : Lembaga Intelektual Muda Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi strategi pembelajaran yang terjadi di Indonesia sebagai respons terhadap pandemi COVID-19. Melalui pendekatan studi literatur komprehensif, penelitian ini mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi oleh sistem pendidikan Indonesia selama masa krisis, serta menganalisis berbagai strategi adaptasi yang diterapkan untuk memastikan keberlangsungan proses belajar-mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peralihan dari pembelajaran tatap muka ke pembelajaran daring tidak hanya mengubah metode penyampaian materi, tetapi juga mempengaruhi dinamika interaksi guru-siswa, aksesibilitas pendidikan, dan kesenjangan digital. Penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa kombinasi pembelajaran daring dan luring (blended learning) menjadi strategi yang paling efektif untuk mengakomodasi keberagaman kondisi pembelajaran di Indonesia. Temuan ini memberikan implikasi penting terhadap arah kebijakan pendidikan pasca-pandemi dan menyoroti urgensi pengembangan infrastruktur digital untuk mendukung transformasi pendidikan yang berkelanjutan.
Pembelajaran Menulis Karangan Berbasis Kearifan Lokal Bali pada Siswa Kelas V SD : Learning to Write Essays Based on Balinese Local Wisdom for Fifth Grade Elementary School Students Maulida, Ikrima; Sidabutar, Gita Septianuli; Lestari, Eci Anita; Sari, Cut Kumala; Mulyahati, Bunga
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 02 (2025): Artikel Riset Periode November 2025
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v5i02.6738

Abstract

This study aims to describe the implementation of Indonesian language and literature learning based on Balinese local wisdom in writing essays for fifth-grade students at SDN 7 Pemecutan. The study employed a qualitative descriptive approach, involving 31 students, a class teacher, and the principal as subjects. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, and then analyzed using the Miles & Huberman interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that learning began with the delivery of narrative essay writing material through presentation media, followed by an introduction to the values of Balinese local wisdom. Students were directed to identify, understand, and relate local cultural values ??to everyday experiences, then express them in the form of narrative essays. This process made students more interested, creative, and able to produce writing that is relevant to the cultural context. The teacher acted as an active facilitator, guiding students individually and in groups so they could develop ideas, text structure, and written expression. The evaluation results showed that more than half of the students achieved writing skills above the Minimum Competency (KKM), although some still struggled to express their ideas effectively. These findings confirm that integrating local wisdom not only enhances writing skills but also strengthens students' cultural identity and critical thinking. However, obstacles such as time constraints and conventional evaluation methods still need to be addressed. Therefore, this study recommends the development of more comprehensive evaluation strategies and the implementation of differentiated writing instruction to accommodate the diverse abilities of students.
Pelatihan Penyusunan Modul Ajar Berdiferensiasi Berbasis Digital Dalam Upaya Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam Komunitas Belajar Sekolah Dasar Rafli, Muhammad Febri; Mahlianurrahman, Mahlianurrahman; Sari, Cut Kumala; Syarah, May
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 5 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i5.1528

Abstract

This activity is carried out on the implementation of an merdeka curriculum based on the needs and characteristics of students. Teachers are required to be able to design learning tools that differentiate all aspects of students by utilizing digital technology. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of elementary school teachers in compiling diagnostic assessments and compiling digital-based differentiated teaching modules. The implementation of this activity was carried out at SD Negeri 2 Tualang Cut, Manyak Payed District, Aceh Tamiang Regency involving 23 participants. This activity was carried out using two methods, namely providing seminars on diagnostic assessment and differentiated learning concepts and training in developing digital-based differentiated teaching modules. The results of the activity showed a positive impact in improving the ability of teachers to compile learning documents. This activity has achieved the success indicator, namely the teacher has a good understanding of the material presented by getting a score of 91.13. In addition, teachers have also been able to compile digital-based differentiated teaching modules by getting an average score of 91.67. This proves that there is an increase in teacher knowledge about diagnostic assessment and differentiated learning and teacher skills in preparing digital-based differentiated teaching modules in elementary schools. One of the implications of this activity is that teachers can implement differentiated learning in accordance with the learning documents that have been prepared.
Peningkatan Karakter Peduli Lingkungan Siswa Sekolah Dasar Melalui Penerapan Kurikulum Merdeka Terintegrasi Tradisi Lisan Mahlianurrahman; Muhammad Febri Rafli; Cut Kumala Sari; Senny Widia Oktari
Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan lingkungan yang semakin kompleks, proses pembelajaran yang berfokus pada peningkatan karakter lingkungan menjadi sangat penting untuk diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan karakter peduli lingkungan siswa Sekolah Dasar melalui penerapan kurikulum merdeka yang terintegrasi dengan tradisi lisan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas dengan model spiral Kemmis dan McTaggart. Subjek penelitian terdiri dari 21 siswa kelas V Sekolah Dasar, yang terlibat dalam dua siklus. Data dikumpulkan melalui observasi kemudian dianalisis secara kuantitatif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka yang terintegrasi dengan tradisi lisan berhasil meningkatkan karakter peduli lingkungan siswa, dengan rata-rata skor meningkat dari 56 pada pra-siklus menjadi 94 pada siklus II, mencerminkan peningkatan sebesar 38 poin. Partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran kurikulum merdeka terintegrasi tradisi lisan berkontribusi signifikan terhadap karakter peduli lingkungan siswa.
Hambatan Penerapan Pembelajaran Etika Lingkungan Sesuai Kurikulum Merdeka Di Sekolah Dasar Mahlianurrahman Mahlianurrahman; Zamratul Aini; Muhammad Febri Rafli; Cut Kumala Sari; Senny Widia Oktari
Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etika lingkungan sangat penting untuk dimiliki siswa. Namun, guru masih mengalami beberapa hambatan dalam penerapan pembelajaran etika lingkungan yang sesuai dengan kurikulum merdeka. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui hambatan guru dalam menerapkan pembelajaran etika lingkungan yang sesuai dengan kurikulum merdeka di sekolah dasar. Subjek dalam penelitian ini adalah 12 guru sekolah dasar di Kabupaten Simeulue. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumen. Data yang terkumpul dianalisis dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengalami 8 hambatan dalam penerapan pembelajaran etika lingkungan yang sesuai dengan kurikulum merdeka.
Peningkatan Kapabilitas Guru SD dalam Menerapkan Education For Sustainable Development dan Green School di Aceh Tamiang Maisarah, Maisarah; Lestari, Ratna; Prasetya, Cyndi; Husna, Wardatul; Sari, Cut Kumala; Hasanah, Isma Uswatun; Salsabila, Mahiratun
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 4 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i4.8143

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya kapabilitas guru mengenai Education for Sustainable Development (ESD), keterbatasan perangkat ajar berbasis keberlanjutan, dan minimnya keterampilan praktis lingkungan pada guru sekolah dasar. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan pengabdian yang bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas guru sekolah dasar dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran berbasis Sustainable Project yang berakar pada prinsip ESD. Implementasi Green School juga bertujuan untuk membangun budaya sekolah yang peduli lingkungan melalui aktivitas pengelolaan limbah, penghijauan, hemat energi, da pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. Metode pengabdian dilakukan melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran IPA berbasis ESD. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada empat indikator utama, yaitu pemahaman konsep ESD, perancangan perangkat ajar, keterampilan praktis lingkungan, serta kolaborasi guru dalam komunitas KKG, dengan rata-rata capaian akhir di atas 90%. Program ini terbukti efektif meningkatkan kompetensi konseptual, pedagogis, dan praktis guru, sekaligus mendorong inisiatif Green School yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di sekolah dasar lainnya.
Integrating Local Culture in Strengthening Pancasila Student Profiles: A Study on Cultural Literacy and Citizenship in Langsa City Elementary Schools Aprilia, Rapita; Ayudia, Inge; Sari, Cut Kumala; Oktari, Senny Widia
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v5i1.681

Abstract

This study investigates the index of cultural and civic literacy among elementary school students in Langsa City, one of the most multicultural areas in Aceh Province, Indonesia. Using a mixed-methods, sequential, explanatory design, the research combined quantitative analysis of electronic education reports (e-raports) with qualitative exploration through interviews, observations, and document analysis. The quantitative findings revealed that of the four sample schools, two were categorised as moderate (yellow) and two as low (red), with an average index of 61.94%. These results indicate that students' mastery of cultural and civic literacy remains relatively low. The qualitative analysis highlighted several constraints in implementing the Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), including limited teacher training, a lack of thematic modules, and insufficient integration of local culture into learning activities. Schools predominantly adopted themes such as Entrepreneurship and Sustainable Lifestyle, while essential themes related to multicultural values, such as Bhinneka Tunggal Ika and Build Body and Soul, were not implemented. This study emphasises that, despite Langsa's rich cultural diversity, schools have yet to leverage local wisdom as a learning resource fully. The findings contribute to the discourse on cultural literacy by revealing paradoxes in multicultural contexts and provide practical recommendations for policymakers, educators, and local stakeholders to strengthen cultural and civic literacy as a foundation for social cohesion and national identity.