Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemberdayaan masyarakat menuju desa bersih mandiri melalui pembuatan aplikasi bank sampah benelanlor Hardiyanti, Siska Aprilia; Hilmy, Muhammad; Umam, Khoirul; Rusadi, Tri Maryono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i1.30044

Abstract

Abstrak Permasalahan pengelolaan sampah anorganik di Desa Benelanlor, Banyuwangi, masih menjadi tantangan besar. Sampah yang tidak terkelola dengan baik menyebabkan pencemaran lingkungan, penumpukan di aliran sungai, serta polusi udara akibat bau yang mengganggu. Meskipun telah tersedia Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPS 3R), masyarakat setempat merasa terbebani dengan biaya operasional yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan solusi alternatif yang dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat. Program ini bertujuan membentuk Bank Sampah berbasis digital guna meningkatkan kesadaran masyarakat dan efisiensi pengelolaan sampah. Metode yang digunakan mencakup survei, FGD, pengembangan aplikasi Bank Sampah, sosialisasi, serta pelatihan kepada masyarakat dan pengelola. Mitra dalam kegiatan ini adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Subur Makmur Benelanlor, yang bertindak sebagai pengelola utama Bank Sampah. Program ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk warga desa dan perangkat desa. Hasilnya, terbentuk sistem Bank Sampah digital yang mendorong masyarakat memilah sampah dan memperoleh manfaat ekonomi serta menciptakan solusi berkelanjutan bagi lingkungan. Kata kunci: bank sampah; desa benelanlor; pengelolaan sampah; BUMDES; TPS. Abstract The issue of inorganic waste management in Benelanlor Village, Banyuwangi, remains a significant challenge. Poor waste management causes environmental pollution, waste accumulation in river streams, and air pollution due to unpleasant odors. Although the Integrated Waste Disposal Site (TPS 3R) is available, the local community feels burdened by its high operational costs. Therefore, an alternative solution that can be independently implemented by the community is needed. This program aims to establish a digital-based Waste Bank to improve community awareness and the efficiency of waste management. The methods used include surveys, Focus Group Discussions (FGD), Waste Bank application development, socialization, and training for the community and managers. The partner in this activity is the Village-Owned Enterprise (BUMDes) Subur Makmur Benelanlor, which acts as the main manager of the Waste Bank. This program involves active community participation, including village residents and local officials. As a result, a digital Waste Bank system was established, encouraging the community to sort waste, gain economic benefits, and create sustainable environmental solutions. Keywords: waste bank; benelanlor village; waste management; BUMDES, TPS.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Benelan Lor Bersama BUMDes Melalui Budidaya Maggot BSF Demi Mendukung Program Desa Bersih Tri Maryono Rusadi; Siska Aprilia Hardiyanti; Sefri Ton
Sinergi dan Harmoni Masyarakat MIPA Vol. 1 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sinonim.v1i1.34-38

Abstract

Waste is a problem faced by all countries around the world, including Indonesia. The increasing amount of waste is due to ineffective management. However, some villages in Banyuwangi, including Benelan Lor, are starting to make efforts to manage waste more effectively. Given the rising volume of organic waste generated by the community and its impact on the environment, proper processing is essential, one of which is maggot farming. One challenge faced by partners is the lack of community awareness regarding household waste management. Therefore, raising awareness about effective waste management is crucial, as it can also provide income opportunities for the community. One solution that can be implemented is the farming of Black Soldier Fly (BSF). This initiative begins with surveys, the construction of breeding facilities, and socialization and training on BSF farming. It is hoped that through this activity, partners will be able to manage waste independently and support the economic improvement of the community in Benelan Lor Village.
Analisis Pola Periodik Harga Saham Coca-Cola Menggunakan Deret Fourier dalam Model Regresi Linear Karang, Gusti Yogananda; Hardi, Rida Alkausar; Rizki, Miptahul; Robbaniyyah, Nuzla Af'idatur; Rusadi, Tri Maryono
Semeton Mathematics Journal Vol 2 No 1 (2025): April
Publisher : Program Studi Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/semeton.v2i1.271

Abstract

This study aims to identify periodic patterns and predict the movement of Coca-Cola (KO) stock prices using Fourier series in a linear regression model. The data utilized includes daily closing stock prices over the 2014-2024 period. A Fourier model with 15 harmonic components was chosen to optimize the balance between prediction accuracy and the risk of overfitting. The analysis results showed an R-squared value of 0.9174, indicating a high capability of capturing stock price variations. The detected price fluctuations reveal significant seasonal cycles and periodic trends. The price forecast for the 2024-2029 period indicates potential higher volatility, influenced by consumer demand dynamics, global economic uncertainty, product innovation, as well as geopolitical factors and climate change. These findings provide insights for investors to develop investment strategies based on the detected stock price fluctuation patterns.
PERAMALAN SUHU UDARA RATA-RATA DI KOTA MATARAM MENGGUNAKAN METODE LEAST SQUARE Wardani, Putri Amalia; Anaras, Erin; Astuti, Dewi; Robbaniyyah, Nuzla Af’idatur; Rusadi, Tri Maryono
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study focuses on forecasting the average air temperature in the city of Mataram by applying the Least Square method to determine data patterns based on historical data. The data used includes the average air temperature from 2019 to 2023, obtained from the BPS Mataram City. Based on the pattern used, the resulting forecasting model for the average air temperature is Ŷ = 27.44 - 0.143X. The forecasted results indicate a gradual decrease in the average air temperature from 2024 to 2030 in Mataram. This trend is reflected by the change in the forecasted average air temperature value in the model, with a rate of -0.143. The model's accuracy is demonstrated by a Mean Absolute Percentage Error (MAPE) of 3.22%, indicating a very good level of accuracy in forecasting the average air temperature for the predicted years. This research is expected to provide useful information for the community and relevant stakeholders in Mataram to anticipate temperature changes and to plan for better climate adaptation policies in the future.
Pemberdayaan masyarakat desa wisata pantai Ria Bomo melalui revitalisasi ekosistem dan branding digital Hardiyanti, Siska Aprilia; Hilmy, Muhammad; Umam, Khoirul; Rusadi, Tri Maryono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34176

Abstract

Abstrak Desa Bomo memiliki potensi wisata pantai yang besar, khususnya di kawasan Pantai Ria Bomo. Namun, pengelolaannya masih menghadapi berbagai tantangan seperti penurunan kualitas lingkungan akibat sampah dan kerusakan vegetasi pantai serta kurangnya promosi dan branding digital untuk menjangkau wisatawan lebih luas. Kondisi ini berdampak pada minimnya kunjungan wisata dan rendahnya kontribusi ekonomi dari sektor pariwisata bagi masyarakat lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat dalam mengelola potensi wisata pantai secara berkelanjutan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi kerusakan ekosistem pesisir serta kurangnya promosi wisata secara digital. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif antara tim pengabdi, mitra selaku pengurus pokdarwis, masyarakat lokal, dan perangkat desa. Pendekatan ini melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Melalui kegiatan ini, dilakukan penanaman pohon di kawasan pantai, sosialisasi pelestarian lingkungan dengan melibatkan warga lokal, serta pembuatan dan pelatihan website destinasi. Hasil kegiatan ini diharapkan dengan penanaman pohon memperkuat ekosistem pesisir, penyadaran lingkungan menumbuhkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap pantai, dan website menjadi sarana promosi jangka panjang. Dampak keberlanjutan tercermin dari peningkatan kesadaran, perbaikan ekosistem, serta meningkatnya kunjungan wisatawan. Kata kunci: branding digital; pantai Ria Bomo; promosi wisata; revitalisasi ekosistem. Abstract Bomo Village has significant potential for beach tourism, particularly in the Ria Bomo Beach area. However, its management still faces several challenges such as declining environmental quality due to waste and coastal vegetation damage, as well as a lack of promotion and digital branding to reach a wider range of tourists. These conditions have resulted in low tourist visits and minimal economic contributions from the tourism sector to the local community. The community service activity aims to enhance the capacity and self-reliance of the community in sustainably managing coastal tourism potential. The main problems faced by the partners include coastal ecosystem degradation and the lack of digital tourism promotion. The implementation method of this program was carried out through a participatory and collaborative approach involving the service team, partners as Pokdarwis managers, local communities, and village officials. This approach engaged the community from the planning and implementation stages to the evaluation stage. The activities included tree planting along the coastal area, environmental conservation awareness programs involving local residents, as well as the development and training of a destination website. The outcomes expected from these activities are that tree planting will strengthen the coastal ecosystem, environmental awareness will foster a sense of ownership among the community toward the beach, and the website will serve as a long-term promotional tool. The sustainability impact is reflected in increased awareness, improved ecosystems, and the growth of tourist visits. Keywords: digital branding; Ria Bomo beach; tourism promotion; ecosystem revitalization.
Strategi Optimal Mengurangi Jumlah Perokok Melalui Pendekatan Pemodelan Matematika dengan Metode Lagrange Setiawati, Setiawati; Awwaliyah, Razma Rizqiyah; Astuti, Dewi; Syechah, Bulqis Nebulla; Rusadi, Tri Maryono
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol. 48 No. 1 (2025): Volume 48 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/9zzk2a05

Abstract

Merokok merupakan salah satu kegiatan yang menyebabkan masalah kesehatan yang serius bagi masyarakat, karena dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis dan ketergantungan. Selain itu, interaksi antara perokok dan non-perokok juga berisiko, karena paparan asap rokok dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit pada individu yang tidak merokok. Untuk mengatasi permasalahan ini, maka perlu adanya pengontrol optimal yang efektif mampu menekan banyaknya perokok konvensional dan perokok elektrik. Metode lagrange digunakan untuk menyelesaikan permasalahan kontrol optimal. Edukasi terkait bahaya merokok diberikan kepada individu yang berpotensi merokok, agar mereka tidak menjadi perokok konvensional atau perokok elektrik. Kampanye difokuskan untuk meningkatkan kesadaran tentang manfaat berhenti merokok, dan ditujukan untuk perokok baik konvensional maupun elektrik. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan melakukan kontrol melalui edukasi tentang bahaya merokok pasif dan kampanye berhenti merokok efektif dalam menurunkan jumlah perokok. Hal ini menunjukkan bahwa metode lagrange dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam mengendalikan populasi perokok.
Penguatan Kompetensi Profesional Guru Matematika Madrasah Tsanawiyah di Kota Mataram dalam Pembelajaran Geometri Melalui Pelatihan Pemanfaatan Tools Program GeoGebra Rusadi, Tri Maryono; Satriyantara, Rio; Robbaniyyah, Nuzla Af’idatur; Abdurahim, Abdurahim; Marwan, Marwan; Syamsul Bahri; Aini, Qurratul; Irwansyah, Irwansyah; Syechah, Bulqis Nebula; Salwa, Salwa; Awalushaumi, Lailia; Alfian, Muhammad Rijal; Maharani, Andika Ellena Saufika Hakim; Kurnia, Agus; Hidayat, Malik; Kusuma, Shendy Arya; Zikri, Lalu Muhammad Faiz
Bakti Sekawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/bakwan.v5i2.851

Abstract

This community service program was carried out with the primary objective of enhancing the professional competence of mathematics teachers at the Madrasah Tsanawiyah (MTs) level in Mataram City, particularly in the teaching of geometry. Recognizing the importance of mastering digital technology in modern mathematics learning, the program focused on the introduction and application of GeoGebra as an interactive medium for teaching geometry concepts. The activities were conducted at the Basic Computer Laboratory of the Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Mataram, involving 18 MTs mathematics teachers. The program consisted of introducing fundamental concepts of geometry, hands-on training on the technical use of GeoGebra, and an evaluation of learning outcomes through pre-tests and post-tests. The evaluation results indicated an improvement in participants’ scores, demonstrating the effectiveness of the training. The teachers’ enthusiasm was evident from their active participation in discussions, asking questions, and exploring GeoGebra’s features during the training. The pre-test results showed that participants scored between 7 and 20, with an average of 13.56. Following the post-test, scores improved significantly, ranging from 20 to 28 with an average of 24.89. This confirms that all teachers, without exception, experienced an increase in scores. The positive impact of this program is expected to contribute to improving the quality of mathematics teaching at the MTs level.
Penguatan Konsep Matematika Berbasis Geometri pada Guru Matematika Madrasah Tsanawiyah di Kota Mataram Robbaniyyah, Nuzla Af'idatur; Rusadi, Tri Maryono; Abdurahim, Abdurahim; Lailia Awalushaumi; Alfian, Muhammad Rijal; Maharani, Andika Ellena Saufika Hakim; Satryantara, Rio; Bahri, Syamsul; Marwan, Marwan; Syechah, Bulqis Nebula; Salwa, Salwa; Kusuma, Shendy Arya; Zikri, Lalu Muhammad Faiz
Bakti Sekawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/bakwan.v5i2.871

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi guru MTs dalam mengajarkan materi geometri dan penerapan pendekatan pemecahan masalah (problem solving). Fokus kegiatan adalah pada pendalaman filosofi dan konsep dasar geometri, serta pelatihan penerapan problem solving dalam pembelajaran. Pada pelatihan penguatan konsep geometri, peserta mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai makna konseptual di balik sifat-sifat bangun datar dan ruang, relasi antar-teorema, serta relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil evaluasi menunjukkan lebih dari 80% peserta mampu memahami filosofi konsep geometri dan mengaitkannya dengan strategi pembelajaran. Sementara itu, melalui pelatihan problem solving, guru dilatih untuk mengenali tahapan pemecahan masalah mulai dari memahami persoalan, merancang strategi, melaksanakan solusi, hingga merefleksi hasil. Sebanyak 70% peserta berhasil menyusun perangkat pembelajaran berbasis problem solving yang aplikatif di kelas. Efektivitas kegiatan ini juga ditunjukkan melalui hasil pre-test dan post-test, di mana seluruh peserta mengalami peningkatan pemahaman, dengan beberapa mencapai peningkatan skor hingga 75 poin. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pemahaman konseptual guru terhadap geometri, keterampilan pedagogik berbasis problem solving, serta kepercayaan diri dalam mengajar matematika secara lebih bermakna dan kontekstual.
UPAYA PENINGKATAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA Zulhan Widya Baskara; Salwa, Salwa; Abdurahim, Abdurahim; Awalushaumi, Lailia; Marwan, Marwan; Aini, Qurratul; Robbaniyyah, Nuzla Af’idatur; Alfian, Muhammad Rijal; Baskara, Zulhan Widya; Rusadi, Tri Maryono; Syechah, Bulqis Nabula; Wardana, I Gede Adhitya Wisnu; Choirunnisa, Fajarani
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5870

Abstract

Berbagai faktor dapat mempengaruhi rendahnya minat siswa dalam belajar matematika, diantaranya adalah metode pembelajaran yang dilakukan guru saat mengajar, keterbatasan sarana prasarana pembelajaran, motivasi dari guru, dan dukungan orang tua siswa. keingintahuan siswa berupa materi yang menarik, penjelasan guru yang mudah dipahami akan menjadikan matematika menjadi mata pelajaran favorit, mengingat pentingnya pemahaman konsep dasar matematika di tingkat sekolah, khususnya SMA, maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan minat belajar matematika. Dalam hal ini, upaya yang dilakukan melalui media cerita tentang paradoks dan temuan tokoh-tokoh matematika yang dimanfaatkan untuk membantu memudahkan kehidupan manusia, diharapkan bisa menumbuhkan keinginan mengetahui palajaran matematika sehingga menumbuhkan minat belajar matematika siswa. Pengabdian dilaksanakan pada tanggal 8 Juni 2024 yang dialaksanakan melalui tahapan penyusunan materi palatihan, FGD, memberikan pre test, memberikan materi serta memberikan post test setelah diberikannya materi. Hasil yang diperoleh adalah dari 10 item pertanyaan, terdapat 8 pertanyaan yang jawabannya positif dan 2 lainnya jawabannya negatif. Sebagian besar responden setuju (52.57%) atau sangat setuju (38.97%) dengan pertanyaan yang masuk dalam golongan positif, hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pandangan yang positif terhadap topik yang ditanyakan. Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil post test menunjukkan bahwa intervensi atau pelatihan yang dilakukan efektif dalam meningkatkan pandangan positif responden.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Benelan Lor Bersama BUMDes Melalui Budidaya Maggot BSF Demi Mendukung Program Desa Bersih Rusadi, Tri Maryono; Hardiyanti, Siska Aprilia; Ton, Sefri
Sinergi dan Harmoni Masyarakat MIPA Vol. 1 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sinonim.v1i1.5645

Abstract

Waste is a problem faced by all countries around the world, including Indonesia. The increasing amount of waste is due to ineffective management. However, some villages in Banyuwangi, including Benelan Lor, are starting to make efforts to manage waste more effectively. Given the rising volume of organic waste generated by the community and its impact on the environment, proper processing is essential, one of which is maggot farming. One challenge faced by partners is the lack of community awareness regarding household waste management. Therefore, raising awareness about effective waste management is crucial, as it can also provide income opportunities for the community. One solution that can be implemented is the farming of Black Soldier Fly (BSF). This initiative begins with surveys, the construction of breeding facilities, and socialization and training on BSF farming. It is hoped that through this activity, partners will be able to manage waste independently and support the economic improvement of the community in Benelan Lor Village.