Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pelaksanaan Manajemen Tenaga Pendidik dalam Membentuk Karakter Religius di Sekolah Dasar Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Kab. Gowa Siti Aisyah Hamdayani Nur; Awaliah Musgamy; Wahyuddin; St. Syamsudduha; St.Ibrah Mustafa Kamal
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpk.v6i2.65829

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan manajemen tenaga pendidik dalam membentuk karakter religius di Sekolah Dasar Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Kab. Gowa yang mencakup aspek perencanaan, rekrutmen, seleksi, penempatan, pembinaan, dan evaluasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari informan utama yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru agama, dan guru program keagamaan, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen tenaga pendidik berjalan cukup baik, didukung oleh seleksi berbasis kompetensi akademik dan religiusitas, penempatan sesuai bidang keahlian, serta program pembinaan dan evaluasi yang dilakukan secara rutin. Namun, pelaksanaan masih menghadapi kendala berupa tingginya beban kerja guru, ketidaksesuaian latar belakang pendidikan dengan mata pelajaran yang diampu, serta kurangnya komunikasi antara guru dan orang tua. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan karakter religius dapat dicapai melalui penguatan pembinaan berkelanjutan, evaluasi sistematis, penempatan yang tepat, serta kolaborasi intensif antara pihak sekolah dan orang tua, sehingga hasilnya dapat menjadi rujukan praktis bagi lembaga pendidikan Islam lainnya.
MANAJEMEN PENGUATAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI MADRASAH TSANAWIYAH PONDOK PESANTREN MODERN TARBIYAH TAKALAR Aspirah, Aspirah; Yuspiani, Yuspiani; Awaliah Musgamy
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 No.1, Maret 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i1.41922

Abstract

This study discusses the management of strengthening students’ character at Madrasah Tsanawiyah of Pondok Pesantren Modern Tarbiyah Takalar. The study aims to analyze management planning and character-strengthening programs, the factors influencing their success, and the impacts of their implementation. This research employs a qualitative approach with a descriptive study design. Data were collected through interviews, observations, and documentation, with data sources including the principal, vice principal, teachers, and dormitory supervisors. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and technique triangulation. The results show that character-strengthening management planning is implemented in a structured, systematic, and sustainable manner by involving all school stakeholders and is realized through three flagship programs, namely Tahfiz, Language, and Dai-daiyah. Program implementation is carried out through daily, weekly, monthly, and annual activities, such as Qur’an memorization, language practice and tests, competitions, and da’wah activities, which aim to instill the values of discipline, responsibility, religiosity, self-confidence, leadership, politeness, and noble character. The success of the programs is influenced by the exemplary behavior of teachers and mentors, consistency in habituation methods, comprehensive supervision, and the dormitory environment as the main medium for character formation. The character-strengthening programs have a positive impact on students’ attitudes and behavior, as indicated by improvements in discipline, responsibility, ethics, obedience in worship, emotional control, and cooperation. In the long term, these programs are expected to produce students with integrity, independence, and strong moral foundations. These findings indicate that pesantren-based character-strengthening management can serve as an effective alternative model for building students’ character in a sustainable manner.
PERANAN GURU DALAM PEMBELAJARAN FIKIH PADA MURID KELAS XI MAN 1 KOTA MAKASSAR Safwan Ariyadi Kusuma; M Shabir U; Awaliah Musgamy; Syahruddin; Idah Suaidah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02 Juni 2026 Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.45958

Abstract

This study aims to describe the role of teachers in fiqh learning for eleventh-grade students at MAN 1 Makassar City, identify supporting and inhibiting factors, and analyze strategies used by teachers to overcome learning obstacles. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving fiqh teachers, students, and school administrators. The results showed that teachers played multiple roles, including educators, instructors, motivators, facilitators, and role models. Supporting factors include structured curriculum, teacher competence, and religious school activities, while inhibiting factors involve limited learning facilities and diverse student abilities. Teachers addressed these challenges through adaptive teaching strategies, optimizing learning media, and improving classroom management. This study highlights the importance of maximizing teacher roles to improve students’ understanding and practice of Islamic teachings.
ANALISIS PERKEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN DI INDONESIA Satri Asriyanti; Awaliah Musgamy
Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum merupakan komponen fundamental dalam sistem pendidikan yang menentukan arah, isi, serta mutu pembelajaran. Artikel ini menyajikan kajian literatur terhadap 15 jurnal ilmiah yang membahas dinamika perkembangan kurikulum di Indonesia, mulai dari masa pasca-kemerdekaan hingga era Kurikulum Merdeka. Fokus utama kajian meliputi transformasi kurikulum, tantangan implementasi, dampak terhadap kualitas pendidikan, serta perbandingan dengan sistem kurikulum negara lain. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun reformasi kurikulum mencerminkan kebutuhan zaman dan globalisasi, implementasinya masih menghadapi hambatan seperti rendahnya kesiapan guru, keterbatasan infrastruktur, dan kurangnya konsistensi kebijakan. Kajian ini menekankan pentingnya penyusunan kurikulum yang kontekstual, berkelanjutan, serta melibatkan kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk mencapai transformasi pendidikan yang bermakna dan berkualitas. Kata kunci: Kurikulum pendidikan, kajian literatur, implementasi kurikulum, mutu pendidikan, reformasi pendidikan Indonesia
Transformasi Al-Qur’an dari Lisan ke Lembaran: Proses Jam’ul Qur’an dan Implikasinya pada Pendidikan Modern Alam Jaya; Awaliah Musgamy; M. Rusdi T
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 1 (2026): April: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i1.573

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses Jam’ul Qur’an sejak masa Nabi Muhammad SAW hingga para khalifah dengan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghimpunan Al-Qur’an dilakukan melalui hafalan dan penulisan, kemudian dikonsolidasikan pada masa Abu Bakar dan distandardisasi pada masa Utsman bin Affan untuk menjaga keaslian dan keseragaman bacaan. Proses ini membuktikan bahwa Al-Qur’an terjaga secara historis dan metodologis. Selain itu, nilai-nilai seperti ketelitian, integritas, dan disiplin yang terkandung di dalamnya relevan untuk diimplementasikan dalam budaya akademik di dunia pendidikan.
KRITIK SASTRA ARAB TRANSFORMATIF DAN PEMBELAJARANNYA: PENGARUSUTAMAAN FEMINISME POSTMODERN BERBASIS HEUTAGOGIS Muhammad Rusydi; Suhadi Suhadi; Awaliah Musgamy
AN-NISA Vol. 16 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v16i2.5262

Abstract

Abstract: The presence of transformative Arabic literary criticism learning can provide a forum for language reinforcement as a gender-responsive value transformation medium. In this process, transformative Arabic literary criticism can provide a model for how the various roles of language as a text can be transformed to reinforce the role of women who have been trapped in gender-unresponsive stereotypes. Learning transformative Arabic literary criticism as a forum for mainstreaming heutagogic-based postmodern feminism is an alternative value transformation in the world of education. In this effort, there are several strategies that can be done which in this case are, 1) enrichment of gender-responsive heutagogic-based scientific literature in transformative Arabic literary criticism, 2) strengthening the paradigm of heutagogic-based postmodern feminism studies in transformative Arabic literary criticism, 3) and opening access to mainstreaming the results of heutagogic-based postmodern feminism studies in various dimensions of social life.  The presence of transformative Arabic literary criticism learning can provide a forum for language reinforcement as a gender-responsive value transformation medium.Keywords:  Arabic Literary, Postmodern Feminism, HeutagogicAbstrak: Hadirnya pembelajaran kritik sastra Arab transformatif dapat memberikan wadah penguatan bahasa sebagai media transformasi nilai yang responsif gender. Dalam proses tersebut, kritik sastra Arab transformatif dapat memberikan suatu model bagaimana berbagai peran bahasa sebagai sebuah teks dapat ditransformasikan untuk menguatkan peran perempuan yang selama ini banyak terjebak pada sterotip yang tidak responsif gender. Pembelajaran kritik sastra Arab transformatif sebagai wadah pengarusutamaan feminisme postmodern berbasis heutagogis merupakan suatu alternatif transformasi nilai dalam dunia pendidikan. Dalam upaya tersebut, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan yang dalam hal ini adalah, 1) pengayaan literatur keilmuan berbasis heutagogis yang responsif gender dalam kritik sastra Arab transformatif, 2) penguatan paradigma kajian feminisme postmodern berbasis heutagogis dalam kritik sastra Arab transformatif, 3) serta pembukaan akses pengarusutamaan hasil kajian feminisme postmodern berbasis heutagogis dalam berbagai dimensi kehidupan sosial. Kata Kunci: Sastra Arab, Feminisme Postmodern, Heutagogis
ANALISIS KEBIJAKAN PENDIDIKAN TENTANG PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Hasma. B; Awaliah Musgamy
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Januari 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i1.1498

Abstract

This research aims to analyze and synthesize various literature related to education policy and education personnel in Indonesia through a systematic literature review approach. The focus of the study covers three main aspects: (1) implementation of national education policies, (2) development of the competence of education personnel, and (3) effectiveness of policies in improving the quality of education. The research method uses a systematic literature review by analyzing scientific articles, policy documents and research results published in the 2018-2023 period. A literature search was carried out through the Google Scholar, SINTA and Garuda Portal databases using relevant keywords. Of the total of 150 articles identified, 50 articles that met the inclusion criteria were analyzed in depth. The research results show several important findings: First, there is a gap between the formulation and implementation of education policies in the field. Second, developing the competence of educational staff still faces various structural and technical challenges. Third, the effectiveness of education policies is strongly influenced by leadership factors, organizational culture and stakeholder support. This research provides recommendations for improving education policies and developing education personnel in Indonesia.
Munasabah sebagai “Rantai Emas” dalam Tafsir Al-Qur’an: Perspektif Ulama Klasik dan Kontemporer Muhammad Safri Jamal; Awaliah Musgamy; M. Rusdi T
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 1 : INTEGRASI (JANUARI-JUNI 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i01.298

Abstract

Munasabah merupakan salah satu cabang Ulūm Al-Qur’ān yang mengkaji tentang keterkaitan dan keserasian antar bagian Al-Qur’an. Artikel ini mengeksplorasi fenomena munasabah ayat sebagai mekanisme koherensi struktural dalam mushaf Al-Qur’an. Hal ini muncul akibat adanya gap dari definisi yang diutarakan oleh ulama klasik yang menekankan dimensi i’jaz nazm-dengan ulama kontemporer yang lebih beriorentasi pada aplikatif konrekstual, yang menciptakan kebutuhan sintesis metodologis untuk pemahaman holistik di era modern. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan kualitatif komparatf diterapkan melalui tinjauan pustaka mendalam terhadap beberapa sumber primer (kitab tafsir klasik seperti Al-Burhan karya Az-Zarkasyi dan Al-Itqon karya As-Suyuthi serta kontemporer seperti tafsir Al-Misbah karya Quraish Shihab). Hasil kajian menunjukkan bahwa munasabah merupakan hubungan integral lafal-makna-tema yang membentuk kesatuan nazm sebagai i’jaz dan hidayah kontekstual, ulama klasik memfokuskan kepada i’jaz internal dan ulama kontemporer memfokuskan kepada bagian aplikatif pedagogis sehingga menjadi munasabah sebagai rantai emas sebagai bagian integrasi metafor klasik (silsilah dzahabiyyah) dengan gradasi kontemporer.
Tradisi Mambaca To Mate dalam Perspektif Pendidikan Islam: Kajian Kritis terhadap Pemahaman Teologis Muhammad Qasim; Awaliah Musgamy; Muhammad Rusydi; Abul Khair
Sipakatau: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 3 No. 2 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Jurusan Tarbiyah STAI Al-Gazali Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The mambaca to mate tradition is a cultural practice of the Mandar people in West Sulawesi, which still survives today as a form of respect and prayer for family members who have passed away. This practice is rich in social and spiritual values, but on the other hand, it also has the potential for theological distortion that could affect the purity of the community's faith if not examined critically. This study aims to describe the symbolic meaning, social function, and Islamic educational values contained in the mambaca to mate tradition, while also critically analyzing the community's misconceptions from an Islamic education perspective. The method used is qualitative research with a library research design, analyzing various primary sources such as contemporary literature, as well as secondary sources like scientific journals and relevant books. Research results show that this tradition has a strong social function, such as strengthening friendship and solidarity, as well as containing Islamic educational values that include spiritual aspects (ubudiyah), morality (akhlakul karimah), and discipline (nizhamiyah). However, there are also misunderstandings in the community, such as the belief that the spirits of the deceased physically appear, taste the provided offerings, or will cause disturbances if the tradition is not carried out—beliefs that contradict the principle of tauhid and can potentially lead to hidden shirk. This research implies the need for active roles from religious leaders and educators in clarifying the essential meaning of the tradition as a means of worship and local wisdom, rather than as a ritual based on fear of supernatural beings, so that this tradition can continue to be preserved without compromising the purity of Islamic creed.