Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Prediction of Scabertopin from Tapak Liman (Elephantopus scaber) for Antileukemic Saristiana, Yuneka; Prasetyawan, Fendy; Salmasfattah, Novynanda; Ilmi, Tsamrotul; Fadel, Muhammad Nurul; Besan, Emma Jayanti
Multicore International Journal of Multidisciplinary (MIJM) Vol. 1 No. 1 (2025): May
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/mijm.v1.i1.5

Abstract

Leukemia remains a significant global health challenge, necessitating the exploration of novel therapeutic agents with improved efficacy and safety profiles. Elephantopus scaber (commonly known as Tapak Liman) is a medicinal plant traditionally used for various ailments, including cancer. Scabertopin, a sesquiterpene lactone isolated from E. scaber, has attracted scientific interest due to its potential antileukemic properties. This study aims to predict the antileukemic activity of Scabertopin through an in silico approach. The compound's chemical structure was retrieved in SMILES format from the PubChem database and analyzed using the PASS (Prediction of Activity Spectra for Substances) online tool. The prediction results indicated a high probability of antileukemic activity, with a Pa (probability of activity) value of 0.822 and a Pi (probability of inactivity) value of 0.004. These findings suggest a strong likelihood that Scabertopin exhibits antileukemic effects, supporting its potential as a candidate for further pharmacological and clinical investigations. The use of computational prediction tools provides an efficient and cost-effective preliminary screening method for identifying promising bioactive compounds from natural sources. This study contributes valuable insights into the therapeutic potential of Scabertopin and highlights the importance of traditional medicinal plants in drug discovery for leukemia treatment.
Pharmacokinetics and Druglikeness of Amoxicillin Drug using SwissADME Prasetyawan, Fendy; Saristiana, Yuneka; Mildawati, Ratna; Rhomah, Eka Hayati; Fadel, Muhammad Nurul; Besan, Emma Jayanti
Multicore International Journal of Multidisciplinary (MIJM) Vol. 1 No. 2 (2025): November
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/mijm.v1.i2.3

Abstract

Amoxicillin, a widely utilized semi-synthetic penicillin derivative, remains a cornerstone in treating various bacterial infections. Despite its extensive clinical application, a comprehensive in silico assessment of its pharmacokinetic and "druglikeness" properties using modern computational tools can provide valuable complementary insights. This study employed the SwissADME web platform to meticulously analyze the computed descriptors, physicochemical characteristics, ADME profile, druglikeness, and medicinal chemistry aspects of amoxicillin. The chemical structure of amoxicillin, represented by its SMILES string, was retrieved from the PubChem database and subsequently input into SwissADME for analysis. The results indicate that amoxicillin possesses a molecular weight of 365.40 g/mol and a hydrophilic nature, as evidenced by its consensus LogP value of -0.39 and high water solubility predictions. Its Topological Polar Surface Area (TPSA) is 158.26 Ų, and it contains 4 hydrogen bond donors and 6 hydrogen bond acceptors. While the in silico prediction for gastrointestinal (GI) absorption was "Low" (likely due to the high TPSA and hydrophilicity, suggesting reliance on active transport mechanisms in vivo), amoxicillin fully complies with Lipinski's Rule of Five, indicating good oral bioavailability potential. Furthermore, it is predicted not to permeate the Blood-Brain Barrier (BBB) and shows no inhibitory activity against major CYP450 enzymes (CYP1A2, CYP2C19, CYP2C9, CYP2D6, CYP3A4) or P-glycoprotein, minimizing potential drug-drug interactions. The absence of PAINS and Brenk alerts signifies a clean chemical profile regarding assay interference and toxicity flags. Although some stricter druglikeness filters were violated due to its polar nature, amoxicillin's overall in silico profile, combined with its established clinical efficacy, highlights the complex interplay of physicochemical properties and biological transport mechanisms. This study reaffirms amoxicillin's favorable attributes from a computational perspective, serving as a valuable reference for understanding established antibiotics and guiding future antimicrobial design.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak dan Fraksi-Fraksi Herba Suruhan (Peperomia Pellucida L.) dengan Metode DPPH Besan, Emma Jayanti; Fadel, Muhammad Nurul; Dahbul, Nura Ali; Dameria, Gempita Hutami; Prasetyawan, Fendy
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 9, No 1 (2024): IJF (Indonesia Jurnal Farmasi)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v9i1.2421

Abstract

Tanaman suruhan (Peperomia pellucida L.) merupakan tanaman yang secara empiris digunakan masyarakat dalam dunia pengobatan, berkaitan dengan kandungan antioksidannya yaitu flavonoid, alkaloid, tanin, saponin dan polifenol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan fraksi n-heksan, etil asetat dan air dari ekstrak etanol herba suruhan dengan metode penangkapan radikal DPPH. Herba suruhan diekstraksi menggunakan etanol 70%, difraksinasi dengan n-heksan, etil asetat dan air dan dilakukan analisis antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing fraksi memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 untuk fraksi n-heksan, etil asetat, air dan vitamin C berturut-turut adalah 74,44; 16,98; 38,26; 10,84 µg/mL. Hasil analisis statistika tidak ada perbedaan yang signifikan antara fraksi n-heksan, etil asetat dan air dari ekstrak etanol herba suruhan dengan kontrol positif vitamin C. Aktivitas antioksidan terbaik terdapat pada fraksi etil asetat.
FORMULASI KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN BELUNTAS (PLUCHEA INDICA L.) DENGAN VARIASI NILAI HLB TWEEN 80 DAN SPAN 80 Rahmawati, Riana Putri; Setyaningrum, Intansari; Besan, Emma Jayanti; Faradila, Fatarani
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 8, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL FARMASI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v8i2.2250

Abstract

Kosmetik merupakan sediaan yang digunakan pada tubuh guna membersihkan, mempercantik, mengharumkan atau mengubah penampilan namun tidak diperbolehkan untuk mempengaruhi kesehatan penggunanya. Ekstrak herbal pada umumnya bersifat multifungsi karena adanya khasiat seperti fotoproteksi, anti aging, moisturizer, astringen, antiiritasi dan antimikroba yang berkorelasi satu sama lain. Kosmetik herbal merupakan sediaan yang mengandung fitokimia dari berbagai macam sumber botani yang dapat memberikan nutrisi yang diperlukan untuk kesehatan kulit atau rambut, meskipun hanya menggunakan minyak aromatik dalam sediaannya. Salah satu tanaman tradisional yang diyakini banyak khasiat adalah beluntas yang menurut penelitian terdahulu telah ditemukan bahwa bagian daunnya memiliki kandungan flavonoid yang berkhasiat sebagai antibakteri sehingga cocok untuk diformulasikan sebagai krim kosmetik. Pada studi kali ini dilakukan formulasi sediaan krim dengan bahan herbal utama ekstrak etanol daun beluntas. Stabilitas sifat fisika kimia diuji pada penelitian kali ini sebagai evaluasi sediaan pada penggunaan emulgator dengan variasi nilai HLB tween 80 dan span 80.Rumus F1, F2, dan F3 disusun dengan menggunakan pendekatan eksperimental laboratorium; dua yang pertama memiliki nilai HLB 10, sedangkan yang ketiga masing-masing memiliki nilai HLB 11 dan 12. Dengan menggunakan pelarut yang mengandung etanol 96%, dilakukan prosedur maserasi untuk membuat ekstrak etanol daun beluntas. Pengujian mutu fisik sediaan meliputi jenis krim, organoleptik, homogenitas, viskositas, daya sebar, dan daya rekat, serta pH dan ukuran analisis lainnya. Selanjutnya hasil uji stabilitas dianalisis secara statistik dengan menggunakan bentuk uji t, yaitu proses freeze-thaw yang terdiri dari tiga siklus.Pada hari ke 0 sampai hari ke 6, konsistensi uji jenis krim, uji organoleptik, uji homogenitas x, dan uji pH ditunjukkan dari hasil uji stabilitas ketiga formula. Ketiga formula tersebut memberikan hasil yang sama ketika diuji daya rekat dan viskositasnya, menurun pada hari keenam. Uji daya dispersi juga menunjukkan adanya peningkatan pada ketiga formula.Penelitian menunjukkan bahwa formula F2 yang mengandung ekstrak etanol daun beluntas konsentrasi 15% merupakan resep terbaik. Basis krim formula ini mengandung pengemulsi Tween 80 dan Span 80 yang memiliki nilai HLB 11.
HUBUNGAN RASIONALITAS PENGGUNAAN KORTIKOSTEROID ORAL TERHADAP EFEK SAMPING PENINGKATAN KADAR GLUKOSA DARAH DI APOTEK KANIGORO KABUPATEN MALANG Rahmawati, Riana Putri; Besan, Emma Jayanti; Saputri, Ardiani Maulina
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 8, No 1 (2023): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v8i1.2438

Abstract

Obat golongan kortikosteroid adalah kelompok obat yang sangat luas penggunaannya, sehingga mendapat julukan life saving drug. Meskipun memiliki efek farmakologi yang luas obat golongan ini juga perlu diwaspadai dalam penggunaannya, karena obat golongan ini memiliki efek samping yang berbahaya salah satunya adalah peningkatan kadar glukosa. Berdasarkan survei awal yang dilakukan di Apotek Kanigoro, diperoleh hasil bahwa banyak pasien yang menggunakan kortikosteroid oral intermediate maupun long acting, seperti metilprednisolon, prednisone dan deksametason. Mengingat tingginya angka penggunaan dan bahaya efek peningkatan kadar glukosa dari obat tersebut peneliti terdorong untuk mengetahui rasionalitas dan efek samping peningkatan kadar glukosa darah di Apotek Kanigoro Kabupaten Malang. Tujuan: Mengetahui Hubungan Rasionalitas Penggunaan Kortikosteroid Oral Terhadap Peningkatan Kadar Glukosa Darah di Apotek Kanigoro Kabupaten Malang. Metode: observasional analitik, diperoleh perhitungan sampel sebesar 50 responden dengan tekhnik purposive sampling, analisis hubungan dengan chi-square. Hasil Penelitian : 47 responden dinyatakan tepat dosis , 45 responden dinyatakan tidak tepat dalam lama penggunaan obat kortikosteroid, hasil pemeriksaan glukosa darah acak 24 jam 10 responden 10.0 % mengalami hiperglikemia, hasil pemeriksaan glukosa darah acak 1 minggu 20 responden 40.0 % mengalami hiperglikemia, hasil pemeriksaan glukosa darah acak 2 minggu 19 responden 38.0 % mengalami hiperglikemia. Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara rasionalitas penggunaan kortikosteroid oral terhadap peningkatan kadar glukosa darah acak di Apotek Kanigoro Kabupaten Malang.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN PARIJOTO (Medinilla speciosa Blume) PADA SEDIAAN GEL HAND SANITIZER Fadel, Muhammad Nurul; Huda, Nurul; Hasriyani, Hasriyani; Besan, Emma Jayanti; Ayuningsih, Safitri
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 9, No 1 (2024): IJF (Indonesia Jurnal Farmasi)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v9i1.2433

Abstract

Daun parijoto memiliki kandungan bahan kimia bioaktif yang berpotensi menjanjikan sebagai agen antibakteri. Sifat antibakteri pada tanaman disebabkan oleh adanya bahan kimia flavonoid dan tanin, yang berinteraksi dengan dinding sel bakteri dan menghambat perkembangannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas ekstrak etanol daun Parijoto (Medinilla speciosa Blume) dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Ekstrak tersebut akan dimasukkan ke dalam komposisi gel Hand Sanitizer dengan jumlah basa Carbopol 940 yang berbeda. Penelitian ini dilakukan di lingkungan laboratorium terkendali dengan menggunakan metode difusi cakram untuk mengukur besarnya zona hambat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol yang berasal dari daun parijoto dapat secara efektif dimasukkan ke dalam formulasi gel pembersih tangan dengan menggunakan bahan dasar Karbopol 940. Peningkatan konsentrasi Karbopol 940 menyebabkan peningkatan viskositas sediaan gel. Namun peningkatan ini tidak berdampak besar terhadap aktivitas antibakteri. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa semua sediaan gel hand sanitizer menghasilkan zona hambat yang lemah terhadap pertumbuhan bakteri yang diuji. Ekstrak etanol daun Parijoto dapat digunakan dalam gel hand sanitizer. Variasi konsentrasi Karbopol 940 berpengaruh pada viskositas gel, tetapi tidak signifikan terhadap aktivitas antibakteri.
EFEKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) METODE INDUKSI ALOKSAN Fadel, Muhammad Nurul; Setyowati, Endang; Besan, Emma Jayanti; Rahmawati, Izda
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 8, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL FARMASI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v8i2.2251

Abstract

Diabetes adalah permasalahan penting bagi kesehatan masyarakat. Selama beberapa dekade terakhir terjadi peningkatan prevalensi dan jumlah kasus diabetes. Beberapa obat golongan antidiabetes mempunyai efek samping dengan demikian dilaksanakan penelitian dengan menggunakan bahan alam sebagai obat tradisional seperti bunga telang. Penelitian dilaksanakan dengan tujuannya yakni mengetahui efektivitas antidiabetes ekstrak etanol bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit jantan putih yang diinduksi aloksan. Metode ekstraksi pada penelitian ini dilaksanakan melalui cara maserasi. Kelompok dosis yang digunakan adalah 300 mg/KgBB, 400 mg/KgBB, dan 500 mg/KgBB, diberikan secara oral pada mencit jantan putih yang diinduksi aloksan secara intraperitoneal. Penurunan kadar glukosa darah diperhitungkan di hari ke 7 dan 14 sesudah perlakuan. Analisis data mempergunakan uji ANOVA dengan nilai signifikan (p0,05) dan diteruskan memakai uji post hoc LSD dengan nilai signifikan (p0,05). Hasil penelitian ditemukan rata-rata hasil penurunan yang diperoleh pada kelompok positif (glibenklamid) 90 mg/dL, pada kelompok dosis I (300 mg/KgBB) 182 mg/dL, pada kelompok dosis II (400 mg/KgBB) 168 mg/dL, pada kelompok dosis III (500 mg/KgBB) 96 mg/dL. Uji ANOVA dimunculkan nilai (p=0,043) 0,05. Ekstrak etanol bunga telang (Clitoria ternatea L.) yang mempunyai efektivitas dalam penurunan kadar glukosa darah pada mencit jantan putih dengan dosis paling efektif yakni pada dosis III (500 mg/KgBB).
Uji Efektivitas Spray Repellent Minyak Atsiri Serai Wangi (Cymbopogon nardus L.) pada Nyamuk Aedes aegypti Handayani, Ratna Fitriana; Rahmawati, Riana Putri; Besan, Emma Jayanti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5520

Abstract

There are two commonly known types of lemongrass, namely kitchen lemongrass (Cymbopogon citratus) and fragrant lemongrass (Cymbopogon nardus L.), both of which are widely used by the community as traditional medicine. This study focuses on fresh fragrant lemongrass, in which the stems are utilized to produce a spray preparation that functions as a mosquito repellent. The study aims to evaluate the effectiveness of fragrant lemongrass essential oil formulated as a spray with different concentrations of 5%, 10%, and 15%. The essential oil of fragrant lemongrass is obtained using the steam distillation method. Prior to formulation into a spray, phytochemical screening was conducted to identify the presence of flavonoids, tannins, saponins, and terpenoids. After completing the phytochemical screening, spray formulations were prepared and divided into three formulation groups. Each formulated spray was evaluated for physical properties, including organoleptic characteristics, pH value, clarity, and homogeneity. In addition, an activity test of the repellent spray was carried out using mosquito test animals. The results showed that the citronella essential oil spray (Cymbopogon nardus L.) exhibited an average repellent power of 61.6% in formulation I, 81.40% in formulation II, and 81.41% in formulation III. The protection power test indicated that the highest repellent activity was observed in formulation III. Based on the One Way ANOVA analysis followed by a Post Hoc test, there was no significant difference between formulation II and formulation III. These findings support the potential use of citronella spray as repellent.
PROGRAM EDUKASI BIJAK MEMILIH OBAT TRADISIONAL MENGGALI POTENSI HERBAL UNTUK MENGHINDARI RISIKO EFEK SAMPING Fadel, Muhammad Nurul; Retnowati, Eko; Ikawati, Nurlena; Karuniawati, Hidayah; Da'i, Muhammad; Besan, Emma Jayanti
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.3037

Abstract

Penggunaan obat tradisional masih tinggi di masyarakat, namun sebagian besar didasarkan pada informasi empiris tanpa pengetahuan ilmiah yang memadai. Hal ini berpotensi menimbulkan penggunaan yang tidak rasional dan risiko efek samping. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait pemilihan dan penggunaan obat tradisional secara aman dan berbasis bukti ilmiah. Pengabdian dilaksanakan di Desa Sanggrahan, Kecamatan Potronayan, Nogosari, Boyolali pada 15 Juni 2025 dengan sasaran 52 Ibu-ibu PKK. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, serta evaluasi pre-test dan post-test menggunakan kuesioner. Materi mencakup pengenalan jenis obat tradisional (jamu, obat herbal terstandar, fitofarmaka), kandungan kimia tanaman obat seperti kurkuminoid, xanthorrhizol, dan andrographolide, manfaat dan risiko penggunaannya, serta cara mengenali produk herbal legal dan ilegal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 55,3 (pre-test) menjadi 85,7 (post-test) atau naik 30,4 poin. Peserta antusias dan mampu membedakan produk herbal aman serta memahami pentingnya izin edar BPOM. Sebanyak 92% peserta merasa kegiatan ini bermanfaat dan berharap ada edukasi lanjutan. Kegiatan ini efektif meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih obat tradisional dan mendorong perilaku penggunaan herbal yang aman dan rasional. Edukasi berbasis komunitas direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas ke wilayah lain.. AbstractThe use of traditional medicines remains high in the community, but most practices are based on empirical information without adequate scientific knowledge. This may lead to irrational use and potential adverse effects. This community service activity aimed to improve public health literacy on the safe and evidence-based use of traditional medicines. The program was conducted in Sanggrahan Village, Potronayan Subdistrict, Nogosari, Boyolali, on June 15, 2025, targeting 52 PKK (Family Welfare Movement) women. The methods included interactive lectures, discussions, demonstrations, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. The materials covered the classification of  traditional medicines (jamu, standardized herbal medicines, phytopharmaceuticals), chemical constituents of medicinal plants such as curcuminoids, xanthorrhizol, and andrographolide, their benefits and risks, as well as how to identify legal and illegal herbal products. The results showed an increase in the average knowledge score from 55.3 (pre-test) to 85.7 (post-test), with a 30.4-point improvement. Participants were enthusiastic and able to distinguish safe herbal products and understand the importance of BPOM (Indonesian FDA) registration. About 92% of participants stated that this activity was beneficial and expected further education on the proper use of traditional medicines. This program effectively increased public awareness to be more selective in choosing traditional medicines and encouraged safe and rational herbal use. Community-based health education is recommended to be implemented sustainably and expanded to other areas.
Peran Literasi Herbal Dalam Membentuk Perilaku Konsumen: Studi Pembelian Jamu Godok di Kedai Jampi Zarisma Mudik, Edo; Etikasari, Ria; Besan, Emma Jayanti
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 5 No 1 (2026): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol5.Iss1.2323

Abstract

Penggunaan obat herbal dan jamu godok terus meningkat, tetapi keputusan pembelian konsumen sering tidak didasari pengetahuan yang memadai mengenai manfaat, keamanan, serta penggunaannya. Kondisi ini dapat menimbulkan penggunaan yang tidak tepat sehingga diperlukan pemahaman mengenai peran pengetahuan dalam mempengaruhi pembelian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang herbal dengan keputusan konsumen dalam membeli jamu godok di Kedai Jampi Zarisma. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross sectional dan teknik accidental sampling pada 272 responden. Data diperoleh melalui kuesioner yang menilai pengetahuan herbal dan keputusan pembelian, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Mayoritas responden adalah perempuan (61,8%), berusia 31–40 tahun (44,9%), berpendidikan SMK (39%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (41,5%). Sumber informasi utama tentang jamu berasal dari keluarga (45,6%), dengan jenis jamu yang paling banyak dikonsumsi adalah jamu asam urat (26,5%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif sedang dan signifikan antara tingkat pengetahuan herbal dengan keputusan pembelian jamu godok (p = 0,001; r = 0,464), yang berarti semakin tinggi pengetahuan konsumen tentang herbal, semakin baik keputusan pembelian yang diambil.