p-Index From 2021 - 2026
7.747
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal of Education and Learning (EduLearn) Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Eduscience : Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Jurnal Basicedu International Journal of Elementary Education IKRA-ITH ABDIMAS Journal on Education Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Holistika : Jurnal Ilmiah PGSD JURNAL ILMU PENDIDIKAN AHLUSSUNNAH JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jurnal Perseda : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Inovasi Penelitian Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Nusantara Hasana Journal Jurnal ABDI PAUD Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sibatik Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Didaktika COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) Indonesian Journal Of Educational Research and Review Journal of Comprehensive Science Jurnal Basicedu Pedagogia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Proceeding of the International Conference on Global Education and Learning JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kecemasan Matematis (Mathematic Anxiety) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa kelas V SDS Kasih Bagi Bangsa Laurenza, Dian; Rosyid, Ainur
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i3.609

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh adanya komponen yang mempengaruhi kemampuan siswa untuk menyelesaikan masalah matematis, peneliti memilih kedua variabel tersebut untuk dipelajari. Ketika siswa mengalami kecemasan matematis dapat berdampak positif apakah siswa menjadi terpacu untuk menyelesaikan pemecahan masalah matematis yang ada, atau berdampak negatif yang menurunkan kemampuan untuk memecahkan masalah matematis. Maka dari itu, pentingnya guru dalam membuat suatu inovasi yang baru dalam pembelajaran matematika agar menjadi suatu pembelajaran yang menarik sehingga terjadi suatu perubahan penurunan kecemasan matematis yang dihadapi oleh peserta didik. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecemasan matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di kelas V. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang berjumlah 31 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket untuk mengukur kecemasan matematis dan tes uraian untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis. Hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan uji parsial (t) yang menunjukkan bahwa signifkan 7.98 ˃ 1.699. Hasil ini menunjukkan H0 ditolak dan H1 diterima, yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara kecemasan matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Strategi Sekolah Mencegah Pembullyan Ramadhanti, Dita; Rosyid, Ainur
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i5.2220

Abstract

Perundungan di sekolah dasar telah menjadi perhatian serius karena mempengaruhi kesejahteraan emosional, perkembangan pribadi, dan prestasi akademik siswa. Siswa sekolah dasar lebih rentan terhadap tekanan sosial dan kurang memiliki keterampilan untuk menangani konflik, yang dapat memicu masalah jangka panjang seperti stres, kecemasan, depresi, dan penurunan harga diri. Oleh karena itu, strategi sekolah yang efektif sangat penting untuk menangani kasus perundungan dan menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas strategi sekolah dalam mencegah dan menangani kasus perundungan di SDN Petukangan Utara 06 Pagi, dengan fokus pada langkah-langkah preventif seperti konseling perilaku, pembentukan komite anti-bullying, dan integrasi pengajaran moral dalam rutinitas sekolah. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perundungan di SDN Petukangan Utara 06 Pagi sebagian besar terjadi secara verbal, seperti ejekan nama orang tua dan pelecehan fisik. Sekolah telah menerapkan beberapa strategi untuk mencegah perundungan, seperti program "Sekolah Ramah Anak" (SRA) dan apel pagi rutin. Inisiatif ini berhasil meningkatkan kesadaran siswa dan menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung. Studi ini menyimpulkan bahwa upaya SDN Petukangan Utara 06 Pagi dalam menangani perundungan telah menunjukkan hasil yang positif dan memberikan wawasan berharga bagi sekolah-sekolah yang ingin menciptakan lingkungan bebas perundungan.
INCREASED UNDERSTANDING OF IPS MATERIAL ON EVENTS SURROUNDING THE PROCLAMATION OF INDEPENDENCE WITH MINDMAPPING MEDIA IN CLASS V Banowati, Sekar Mayang; Rosyid, Ainur
Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah Vol 6 No 2 (2023): JIPA : Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STKIP Ahlussunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The lack of social studies learning comprehension among class V pupils at SD Negeri Kedoya Utara 03 served as the impetus for this study. The purpose of this study is to improve fifth-graders' comprehension of social subjects via mediamindmapping at SD Negeri Kedoya Utara 03. Collaboration-based classroom action research was used to conduct this study. This study was conducted in two cycles, with planning, implementation, observation, and observation comprising each cycle. Fifth-graders at SD Negeri Kedoya Utara 03 served as the study's subjects. This study focused on how well pupils understood social studies. procedures for gathering data that involve testing, observation, and documenting. Both qualitative descriptive analysis and quantitative descriptive analysis are employed as data analysis methodologies. The study's findings demonstrate how media usemindmapping might enhance class V students' comprehension at SD Negeri Kedoya Utara 03. This accomplishment was proven after two rounds of action. Cycle I students understood 69.28% of the social studies material, whereas cycle II students understood 87.67%. Another achievement was the evaluation of student activities, which in cycle I achieved 67.70% and increased to 85.39% in cycle II. The instructor activity score increased from cycle I's 67.72% to 82.68%.
Analisis Kreativitas Guru dalam Pembelajaran Daring pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SDN 19 Petang Tegal Alur Mustika, Wina Lestari; Rosyid, Ainur
Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 5 No. 2 (2024): Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/edukasitematik.v5i2.451

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kreativitas guru dalam pembelajaran daring pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SDN 19 Petang Tegal Alur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah Guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Selanjutnya untuk mendapatkan kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1)  Guru yang profesional harus meningkatkan kreativitas guru dalam mengajar di sekolah untuk keberhasilan dan peningkatan mutu Pendidikan, (2)  Pembelajaran daring yang dikemas dengan menarik oleh guru dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk mempelajari materi yang disampaikan, (3) Kendala guru dalam proses pembelajaran adalah siswa kesulitan dalam memahami materi, kurangnya partisipasi dan dukungan orang tua, guru kesulitan dalam menyampaikan materi, guru kesulitan dalam memantau perkembangan siswa, (4) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala yang terjadi adalah dengan melakukan komunikasi dengan orang tua, komunikasi dengan siswa, memberikan kemudahan untuk siswa, memaksimalkan penggunaan media pembelajaran dan waktu yang disediakan dalam pembelajaran daring, dan keterbukaan dengan pemerintah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kreativitas guru dalam pembelajaran daring pada mata pelajaran IPA merupakan kegiatan pembelajaran yang menerapkan guru untuk terampil dalam memanfaatkan metode dan media yang bervariasi yang disesuaikan dengan materi yang akan dipelajari agar siswa mendapatkan minat belajar dan memiliki motivasi untuk belajar.
MENGUKUR KESIAPAN SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR Syofyan, Harlinda; Ainur Rosyid
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 3 (2024): Volume 09 No. 03 September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i3.18765

Abstract

The study aims to assess the readiness of primary schools in Indonesia to effectively implement the Independent Curriculum, a recent education reform designed to promote flexibility and student-centered learning. Because the success of curriculum implementation depends on a variety of school-level factors, measuring institutional readiness is essential to ensure effective educational change. The research uses observation, interview, and comparative qualitative study methods to provide a comprehensive analysis of school readiness. This study involved 8 (eight) elementary schools, but differed in regional character, socio-economy, and student characteristics. Data collection methods included: (1) validated school readiness questionnaires given to principals and teachers of grades 1, 2, 4 and 5, who run an independent curriculum, (2) on-site observations of school infrastructure and resources, and (3) interviews with key stakeholders. The school readiness framework includes five dimensions: Achievement of Curriculum Aspects, Impact of the Implementation of the Independent Curriculum, Obstacles in the Independent Curriculum and Indicators of Necessary Interventions in the Independent Curriculum. In the Readiness Area that needs attention, among others, 75% of schools need to improve competence in learning and assessment, need to improve skills in teaching differentiated learning, and 50% of schools need to improve competence in the field of ICT. In terms of resources and infrastructure, schools need adequate availability of 37.5%, and then need academic support of 25% in the request for optimization of supervision assistance
PENGARUH MODEL SMALL GROUP DISCUSSION (SGD) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI KELAS V SDN PEGADUNGAN 05 PAGI Agustinauli, Sarima; Ainur Rosyid
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 3 (2025): Volume 10 No3 September, 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i3.30956

Abstract

This study aims to determine the influence of the small group discussion model on students' communication skills in grade V of SDN Pegadungan 05 Pagi. This study is a quantitative research using an experimental method with a type of one group pretest posttest design. The sample in this study is 30 students in class V A. The data collection technique in this study is using questionnaires and pre-test post-test. The results obtained from students in class V A when conducting the pretest before being given the small group discussion model got an average score of 72.82 and after being given the small group discussion model got an average score of 90.73. After obtaining the results, the researcher conducted a hypothesis test to find out if there was an influence of the small group discussion model on the communication skills of students in this study. Based on the t-test with the Paired Sample T-Test, it can be seen that the t-results are calculated 23,642 > t-table 2,045 and the significant value is 0.000 > 0.05. The results showed that H0 was rejected and H1 was accepted, which means that there was an influence of the small group discussion model on the communication skills of students in grade V of SDN Pegadungan 05 Pagi.
PERSEPSI GURU TENTANG SISWA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI SEKOLAH DASAR INKLUSI JATIMULYA 06 BEKASI Jelyta Virania; Ainur Rosyid
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.38754

Abstract

This research aims to analyze teachers’ perceptions of students with special educational needs (SEN) at Jatimulya 06 Inclusive Elementary School, Bekasi. Inclusive education is essential to ensure equal learning opportunities for all children, yet its implementation presents challenges, especially regarding teachers’ readiness in addressing diverse learners. This study employed a quantitative descriptive survey method with a total sampling technique involving 14 teachers. Data were collected through a validated questionnaire and analyzed using descriptive statistics consisting of three indicators: attitude, action, and knowledge. The results show that teachers have generally positive perceptions of SEN students. Teachers demonstrate empathy and acceptance, provide learning support aligned with students’ needs, and understand the characteristics of SEN students, including ADHD, cognitive-affective difficulties, and social-emotional barriers. However, limited training and the absence of special education teachers present challenges. It is concluded that positive teacher perceptions play a crucial role in supporting inclusive learning, although continuous professional development remains necessary
PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA SDN JATIMULYA 06 Caroline Anasthasia Situmorang, Cyntia; Rosyid, Ainur
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43869

Abstract

Rewarding is a learning strategy aimed at motivating students to be more active, disciplined, and achieve through praise, grades, or awards for certain achievements. Although many studies focus on rewards in exact subjects, a different phenomenon was found at SDN Jatimulya 06, especially in classes VA and VB which implemented different reward variations. The VA class teacher used various types of rewards such as points, small gifts, and routine reflections, while the VB class teacher only gave verbal praise and star cards. This quantitative research using a survey method aimed to determine the effect of rewarding on the learning outcomes of fifth-grade students in the Pancasila Education subject. The instruments used included a questionnaire to measure reward acceptance and documentation of test scores as an indicator of learning outcomes. The sample consisted of 35 fifth-grade students at SDN Jatimulya 06. The results of the partial test (t-test) showed a t-count of 2.283, greater than the t-table of 2.034 with a significance of 0.029 <0.05. This means that H0 is rejected and H1 is accepted, so it can be concluded that giving rewards has a significant effect on the learning outcomes of fifth grade students in the Pancasila Education subject at SDN Jatimulya 06.
Persepsi mahasiswa tentang pembelajaran daring pada masa pandemi covid 19 Ripi Caisaria; Ainur Rosyid
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 8 No. 1 (2023): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30032810000

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif metode survey. Tujuan dari studi ini ialah guna mengidentifikasi keterbatasan yang dialami siswa saat mengikuti pembelajaran daring di masa pandemi Covid 19. Sebanyak 39 mahasiswa PGSD paralel Universitas Esa Unggul Batch 2018 menjadi informan dalam investigasi ini. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data tentang pendapat siswa mengenai pembelajaran daring, dan wawancara diterapkan untuk lebih memahami tantangan yang dihadapi oleh pembelajar daring. Temuan studi mengungkapkan bahwa impresi mahasiswa kelas paralel Universitas Esa Unggul terhadap pembelajaran daring pada masa Epidemi Covid-19 masuk dalam kategori buruk. Di Universitas Esa Unggul, tantangan pembelajaran daring di masa wabah Covid-19 antara lain jaringan internet yang tidak stabil, dampak kualitas barang yang kurang baik, dan kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap mata kuliah dosen karena keterbatasan waktu belajar.
Persepsi guru terhadap program kampus mengajar di sekolah dasar Tantri Hertika Lestari; Ainur Rosyid
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 8 No. 2 (2023): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30033359000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru terhadap pelaksanaan program Kampus Kengajar Angkatan 2 di SDN Duri Kepa 17 Jakarta Barat. Penelitian ini berjenis deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara menyebarkan kuesioner atau angket   kepada 11 guru kelas di SDN Duri Kepa 17 Jakarta Barat. Hasil penelitian yang  telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa guru sudah mengetahui pra pelaksanaan Kampus Mengajar dan sudah menerima manfaat dari program tersebut contohnya seperti membantu guru membuat bahan pembelajaran, membuat administrasi sekolah, dan mampu menggantikan guru menyampaikan materi ke siswa. Guru di SDN Duri Kepa 17 Jakarta Barat memberikan sikap positif terhadap peserta Kampus Mengajar. Hal ini dapat disimpulkan bahwa guru dengan senang hati menerima  peserta Kampus Mengajar dari universitas dan memberikan feedback yang positif kepada mereka contohnya seperti saat peserta kampus mengajar membuat kesalahan dalam membuat bahan pembelajaran, Mahasiswa tersebut menerima  nasihat dari guru agar bekerja lebih baik lagi. Guru kelas SDN Duri Kepa 17 Jakarta Barat merasa puas dengan kompetensi  yang dimiliki oleh peserta Kampus Mengajar. Hal ini dapat disimpulkan bahwa peserta Kampus Mengajar dapat menjalankan tugasnya dengan baik dengan kompetensi yang dimiliki contohnya seperti peserta berfikir kreatif dalam membuat bahan pembelajaran, sikap tenang dalam menyelesaikan masalah dan memiliki pengetahuan yang luas di dunia pendidikan. Guru kelas SDN Duri Kepa 17 merasa puas  dengan kompetensi yang dimiliki oleh peserta Kampus Mengajar contohnya seperti peserta membuat video interaktif dengan menggunakan capcut dan mengajari guru cara mengoperasikan software tersebut.