Ronald Tarigan
Division Of Physiology, School Of Veterinary Medicine And Biomedicine, IPB University, IPB Campus Darmaga, Bogor 16680, Indonesia

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HEPATOPROTECTIVE EFFECT OF Physalis angulata L. LEAF ETHANOL EXTRACT AGAINST BUSULFAN-INDUCED LIVER DAMAGE IN FEMALE RATS Elsi Rahmadhani; Aryani Sismin Satyaningtijas; Damiana Rita Ekastuti; Ronald Tarigan; I Ketut Mudite Adnyane; Kusdiantoro Mohamad; Wahono Esthi Prasetyaningtyas; Yanti Sulistyana
BIOTROPIA Vol. 33 No. 3 (2026): BIOTROPIA Vol. 33 No. 3 September 2026
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2026.33.3.2588

Abstract

ARTICLE HIGLIGHTSBusulfan can damage the liver by triggering oxidative stress Physalis angulata leaves show natural liver protective effects Extract reduced oxidative damage in liver tissue Liver structure improved after extract treatment Early treatment provided stronger liver protection than delayed useABSTRACTLiver disease is the leading cause of death worldwide, with drug-induced hepatotoxicity representing a major contributing factor. Busulfan, an anticancer drug used in chronic myeloid leukemia, is cytotoxic to proliferating cells and can induce liver injury. Physalis angulata L. (ground cherry) contains bioactive compounds with potential hepatoprotective properties. This study aimed to evaluate the protective effects of ethanol extract of Phyasalis angulata L. (EEPA) leaves on busulfan-induced liver damage in female Sprague–Dawley rats. Twenty-five rats were randomly divided into five groups: P1 (normal control), P2 (busulfan 40 mg/kg BW, single dose), P3 (extract 300 mg/kg BW, days 1–28), P4 (busulfan + extract, days 1–28), and P5 (busulfan + extract, days 14–28). Parameters assessed were alanine aminotransferase (ALT) and aspartate aminotransferase (AST), the level of malondialdehyde (MDA) in liver, and liver histology. Data were analyzed using one-way analysis of variance (ANOVA) followed by a post hoc test. The results showed that Physalis angulata L. extract did not cause significant differences in the serum ALT and AST levels but significantly reduced the MDA concentrations and improved the liver histological architecture. Busulfan administration significantly decreased hepatocyte count and increased Kupffer and inflammatory cells, fatty degeneration, and necrosis. Early administration of the extract (P4) demonstrated stronger hepatoprotective effects compared with delayed administration (P5). These findings suggest that EEPA leaves exerts hepatoprotective effects against busulfan-induced liver injury in rats, likely through antioxidant activity, as evidenced by subsequent histological improvement, and highlighting its potential as a natural hepatoprotective agent.
Profil eritrosit, hemoglobin, dan nilai hematokrit luwak Jawa (Paradoxurus hemaphroditus) pemakan dan tidak pemakan buah kopi Elsi Rahmadhani; I Wayan Teguh Wibawan; Damiana Rita Ekastuti; Ronald Tarigan; Pudji Achmadi; Isdoni Isdoni; Koekoeh Santoso; Aryani Satyaningtijas
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 1 (2023): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.1.15-16

Abstract

Luwak Jawa (Paradoxurus hemaphroditus) merupakan hewan yang memiliki kemampuan menghasilkan biji kopi yang berkualitas, sehingga status kesehatannya perlu untuk diperhatikan. Gambaran darah dapat dijadikan sebagai indikator status kesehatan luwak pada kondisi tertentu. Penelitian mengenai luwak telah banyak dilaporkan, namun belum ada penelitian mengenai parameter fisiologis khususnya profil eritrosit dari luwak yang sengaja diberikan buah kopi secara terus menerus selama 3 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung profil eritrosit pada luwak Jawa pemakan pemakan kopi dan tidak pemakan buah kopi. Gambaran darah luwak Jawa pada saat adaptasi dan pemeliharaan berfluktuasi. Rataan jumlah eritrosit luwak pemakan buah kopi dan tidak pemakan buah kopi adalah (8,24±2,40) x 106/mL dan (8,25±2,16) x 106/mL, kadar hemoglobin adalah (6,18±2,21) g/dL dan (6,40±2,21) g/dL dan nilai hematokrit adalah (16,50±2,21) % dan (16,00±2,14) %. Secara umum gambaran darah luwak Jawa pemakan buah kopi memiliki rataan yang lebih rendah dari pada luwak Jawa yang tidak diberi buah kopi.
Pemendekan waktu siklus estrus pada luwak Jawa (Paradoxurus hermaphroditus) terdeteksi melalui metode ulas vagina Nelda Fliza Zora; Mokhamad Fakhrul Ulum; Damiana Rita Ekastuti; Ronald Tarigan; Pudji Achmadi; Isdoni Bustaman; Koekoeh Santoso; Hera Maheshwari; Agik Suprayogi; Wasmen Manalu; Aryani Satyaningtijas
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 2 (2023): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.2.35-36

Abstract

Luwak Jawa (Paradoxurus hermaphroditus) merupakan salah satu hewan liar yang dapat dimanfaatkan sebagai penyeleksi biji kopi untuk menghasilkan kopi berkualitas dan bernilai ekonomis tinggi. Pemeliharaan yang tidak sesuai dapat memengaruhi kondisi fisiologis dan reproduksi luwak sehingga penting untuk diketahui sebagai dasar manajemen pemeliharaan dan kesehatan untuk optimalisasi produksi, pencegahan penyakit, dan konservasi luwak. Pemantauan ini bertujuan untuk mengetahui panjang waktu total siklus estrus dan waktu dari setiap fase estrus yaitu fase proestrus, estrus, metestrus dan diestrus. Luwak Jawa dari diperoleh dari pasar hewan sebanyak 2 ekor berjenis kelamin betina dengan bobot badan sekitar 4 kg diambil data ulas vagina selama 21 hari pada pagi dan sore hari. Sel epitel vagina diperiksa di bawah mikroskop dan dianalisa secara kuantitatif. Hasil pengamatan menunjukkan pemendekan siklus estrus dengan panjang total siklus estrus yaitu 121,5±7,5 jam (5 hari). Durasi waktu proestrus 12,0±0,0 jam, estrus 22,5±3,0 jam, metestrus 25,5±3,0 jam dan diestrus 61,5±3,0 jam.
Kadar kolesterol dan glukosa darah luwak Jawa (Paradoxurus hermaphroditus) yang didomestikasi Ira Agustina Dewi Gandasari; Damiana Rita Ekastuti; Ronald Tarigan; Pudji Achmadi; Isdoni Bustaman; Koekoeh Santoso; Hera Maheshwari; Agik Suprayogi; Wasmen Manalu; Aryani Satyaningtijas
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 1 (2023): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.1.19-20

Abstract

Status kesehatan luwak yang pemanfaatannya cukup tinggi sebagai penghasil kopi belum banyak dipelajari secara lengkap. Informasi mengenai status fisiologis luwak Jawa (Paradoxurus hermaphroditus) yang telah didomestikasi masih terbatas dan sangat diperlukan untuk menilai aspek kesejahteran hewan di penangkaran. Studi ini melaporkan kadar kimia darah dan kolesterol luwak Jawa yang sudah didomestikasi. Luwak dalam penelitian ini diberi pakan berupa pisang, kepala ayam dan juga dog food. Pemeriksaan kimia darah berupa kadar glukosa dan kolesterol darah dilakukan terhadap 6 ekor luwak yang diberi pakan pisang, kepala ayam dan juga dog food. Hasil menunjukkan bahwa luwak Jawa jantan memiliki kadar glukosa sebesar 68,00±22,55 mg/dL dan luwak Jawa betina yaitu sebesar 73,78±12,60 mg/dL. Kadar kolesterol darah pada luwak Jawa jantan yaitu sebesar 145,78±22,29 mg/dL dan luwak Jawa betina yaitu sebesar 142,00±12,44 mg/dL.
Penanganan spectacular dysecdysis pada seekor ular Boa constrictor di Lombok Wildlife Park, Nusa Tenggara Barat Fadhila Satvika; Gilang Kala Maulana; Aryani Sismin Satyaningtijas; Damiana Rita Ekastuti; Hera Maheshwari; Koekoeh Santoso; Ronald Tarigan; Pudji Achmadi; Isdoni Bustamam
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 4 (2023): ARSHI Veterinary Letters - November 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.4.67-68

Abstract

Lombok Wildlife Park merupakan lembaga konservasi yang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat dengan salah satu satwa liar yang ditangani adalah ular. Tulisan ini melaporkan penanganan spectacular dysecdysis pada seekor ular boa (Boa constrictor). Ular bernama Boly, berumur sekitar 1.5 tahun dengan bobot badan 8 ons mengalami eye caps stuck atau spectacular dysecdysis setelah proses pergantian kulit yang tidak sempurna. Terjadi kebengkakan pada jaringan di kedua mata dan boa kehilangan nafsu makan. Pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotik dan anti inflamasi untuk 3 hari pertama dan dilanjutkan dengan supplemen pendukung berupa zat besi dan vitamin B12 intramuskular selama 3 hari berikutnya. Jaringan bengkak pada mata kiri pecah dan menyebabkan kerusakan pada organ mata, sedangkan jaringan yang telah mengering pada mata kanan dikelupas secara manual. Nafsu makan ular sudah kembali membaik dan sudah mau makan dengan sendirinya.
Pengobatan myasis pada musang Lombok (Paradoxurus hermaphroditus) di lembaga konservasi ex-situ Fatimatus Sa’diyah Putri; Gilang Kala Maulana; Aryani Sismin Satyaningtijas; Damiana Rita Ekastuti; Hera Maheshwari; Koekoeh Santoso; Ronald Tarigan; Pudji Achmadi; Isdoni Bustamam
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 3 (2023): ARSHI Veterinary Letters - August 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.3.47-48

Abstract

Lombok Wildlife Park merupakan lembaga konservasi ex-situ dalam bentuk taman satwa untuk menyokong keselamatan spesies satwa liar. Salah satu satwa liar yang dipelihara adalah musang Lombok (Paradoxurus hermaphroditus) dalam kandang bersama dengan musang bulan betina (Paguma larvata). Musang Lombok ditemukan mengalami vulnus pada pangkal ekor dan berlanjut dengan myiasis. Musang Lombok tersebut kemudian diobati dengan pemberian antibiotik dan antiinflamasi untuk penyembuhan luka. Myiasis diterapi dengan pemberian larvasida dan pengambilan larva secara manual. Setelah 5 hari pengobatan, vulnus masih belum sembuh total, larva lalat sudah tidak kelihatan, nafsu makan masih kurang baik.
Traumatic toenail wound in a Thai elephant (Elephas maximus indicus) : Toenail wound in elephant Lynette Ong Huey; Agik Suprayogi; Aryani Sismin Satyaningtijas; Damiana Rita Ekastuti; Hera Maheshwari; Isdoni Bustaman; Koekoeh Santoso; Pudji Achmadi; Wasmen Manalu; Sattabongkoch Maneewong; Ronald Tarigan
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.1.3-4

Abstract

Elephant is Thailand’s national animal which represents three aspects: loyalty, longevity, and strength. Thai elephants are often used for deforestation and tourist activities, such as elephants, riding, and showering. This case report highlights a traumatic wound in the left foreleg nail of a showering Thai elephant. Nail wounds undergo infection and tissue necrosis. A bone fragment suspected to be part of the distal phalanges was found and confirmed by X-ray examination. However, a surgical approach is not recommended because of the high risk of sedation in elephants. Routine wound cleaning with antiseptics and topical antibiotics was performed on the traumatic wounds. The bone fragment was removed after necrosis of the surrounding tissues. The prognosis for this case was considered good based on the location and wound condition.
Daya tahan panas berbagai bangsa sapi pedaging di peternakan rakyat Kampung Astomulyo, Kabupaten Lampung Tengah Irfan Nurhidayat; Agik Suprayogi; Aryani Sismin Satyaningtijas; Damiana Rita Ekastuti; Hera Maheshwari; Isdoni Bustamam; Koekoeh Santoso; Pudji Achmadi; Wasmen Manalu; Ronald Tarigan
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.1.17-18

Abstract

Produktivitas dan kesehatan ternak di daerah tropis sangat dipengaruhi oleh daya adaptasinya terhadap lingkungan tropis yang panas dan lembab. Penelitian ini bertujuan membandingkan daya tahan panas (DTP) pada bangsa sapi Peranakan Ongole (PO), Peranakan Simental (PS) dan Peranakan Limousin (PL) yang dipelihara di Kampung Astomulyo, Kabupaten Lampung Tengah yang memiliki indeks cekaman lingkungan tinggi di siang hari serta sedang di pagi dan sore hari. Mayoritas sapi memiliki nilai DTP diatas 100 dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai DTP antar bangsa sapi. Bangsa sapi PO, PS, dan PL memiliki daya tahan panas yang baik dan mampu beradaptasi di lingkungan yang panas dan lembab.
Dynamics of intraerythrocytic parasite infections in the Java common palm civet (Paradoxurus hermaphroditus) Maritrana Putri; Umi Cahyaningsih; Damiana Rita Ekastuti; Ronald Tarigan; Pudji Achmadi; Isdoni Bustamam; Koekoeh Santoso; Agik Suprayogi; Hera Maheshwari; Aryani Satyaningtijas
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 4 (2024): ARSHI Veterinary Letters - November 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.4.93-94

Abstract

Selama tujuh minggu, penelitian ini menyelidiki infeksi parasit intraeritrosit pada musang Jawa (Paradoxurus hermaphroditus). Sampel darah dikumpulkan segera setelah musang dibawa dari habitat aslinya. Setelah periode adaptasi 30 hari, sampel tambahan dikumpulkan setiap minggu. Temuan kami mengungkapkan infeksi dengan Babesia sp., Theileria sp., dan Anaplasma sp., dengan tingkat infeksi tertinggi untuk Anaplasma sp. (0,35 ± 0,05)%, diikuti oleh Theileria sp. (0,12 ± 0,05)%, dan Babesia sp. (0,03 ± 0,02)%. Selama periode penelitian, tingkat infeksi Babesia sp. dan Anaplasma sp. menurun, sedangkan Theileria sp. menunjukkan tren peningkatan hingga akhir penelitian.
Helminthic and protozoan coinfections in mona monkeys (Cercopithecus mona) at Batu Secret Zoo, Batu, East Java, Indonesia: Parasitic coinfection in monkey Vapriel Andhika Pattikawa; Prista Dwi Restanti; Hana Mitsuki Putri; Reza Fahmiantika Pattikawa; Rizky Hardian; Ronald Tarigan
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 2 (2025): ARSHI Veterinary Letters - May 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.2.41-42

Abstract

Laporan kasus ini berasal dari pemeriksaan feses enam monyet mona, yang hidup bersama dalam satu kandang. Telur cacing dari feses dievaluasi secara mikroskopis menggunakan metode asli. Ditemukan enam telur Trichuris sp., dan monyet-monyet tersebut kemudian diobati dengan Curcuma Plus® secara oral selama 3 hari, dikombinasikan dengan fenbendazole selama 3 hari secara oral. Pada hari ke-6, tidak ditemukan telur Trichuris sp.; namun, kista Entamoeba sp. ditemukan. Tidak ada kista Entamoeba sp. yang teridentifikasi pada hari ke-13. Infeksi cacing sering kali mendominasi selama tahap koinfeksi protozoa dan cacing. Infeksi protozoa dapat dikenali setelah infeksi cacing, yang diobati dengan anthelmintik.
Co-Authors A.S. Satyaningtijas Abdul Zahid Afiff , Usamah Agik Suprayogi Agik Suprayogi Agik Suprayogi Agik Suprayogi Agus Wijaya Annisa Madyanti Geminastiti Parampasi Ardilasunu Wicaksono Arif Darmawan Aryani Satyaningtijas Atabany, Afton Damiana Rita Ekastuti Denny Widaya Lukman Denny Widya Hikman Dewi Prabuwati Edi Sukmawinata Edi Sukmawinata Elsi Rahmadhani Elsi Rahmadhani Etih Sudarnika Fadhila Satvika Fadjar Satrija Fadjar Satrija Fadjar Satrija Fadjar Satrija Farida Ratna Dewi Farida Ratna Dewi Fatimatus Sa’diyah Putri Gilang Kala Maulana Gilang Kala Maulana Hana Mitsuki Putri HERA MAHESHWARI I wayan Teguh Wibawan Indah E Wijayanti, Indah E Ira Agustina Dewi Gandasari Irfan Nurhidayat Isdoni Bustamam Isdoni Bustaman Ketut Adnyane Mudite Koekoeh Santoso Koekoeh Santoso Koekoeh Santoso Koekoeh Santoso koekoeh santoso Kusdiantoro Mohamad Lynette Ong Huey Maritrana Putri Maulana Sydik Mokhamad Fahrudin Mokhamad Fakhrul Ulum, Mokhamad Muh Alwi Amnur Muladno - Nelda Fliza Zora Nelza Putri Yasmin Nofriyandi Hanif Novriyandi Hanif Nugraha, Arifin Budiman Prista Dwi Restanti Pudji Achmadi Renita Cynthia Lahagu Reza Fahmiantika Pattikawa Ridi Arif Rizky Hardian Rotinsulu, Dordia Anindita Sattabongkoch Maneewong Siswahyudianto sri murtini . Thol’at Hamdi Tika Lina Putri Tras Amboro Ulfatin Khoiriyah Herowati Umi Cahyaningsih Vapriel Andhika Pattikawa Wahono Esthi Prasetyaningtyas Wahyu Sri Wulandari Wasmen Manalu Welly Sugiono Welly Sugiono Welly Sugiono Yanti Sulistyana Yuliantoni Queen Yuliantoni Yuliantoni Yuliantony Queen Yuliantony Queen Yusuf Ridwan