Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Characteristics of Host Rocks Manganese of The Anabanua Village Barru District South Sulawesi Province, Indonesia Hasbi Bakri; Nurliah Jafar; Jamil Jumadra; Firman Nullah Yusuf; F., Firdaus
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 9 No. 3 (2024): JGEET Vol 09 No 03 : September (2024)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2024.9.3.12833

Abstract

One of the prospects for a wealth of geological resources that can be utilized for the benefit of mankind is manganese metal mineral resources. In Anabanua Village, especially at the research location, there is an indication of manganese mineralization that the type of rock carrying the mineralization is not yet known. The purpose of this study was to determine the chemical elements of metallic minerals, mineralogy, and types of mineralization-carrying rocks, as many as three samples in the form of chunks, which were analyzed using megascopic analysis methods identifying the texture and structure of carrier rocks, XRD (X-Ray Diffraction) analysis minerals, and XRF (X-Ray Fluorescence). The characteristics of manganese mineralization carrier rocks consist of metallic elements Mn (0.046%-20.455%), Fe (1.555%-3.673%), and nonmetallic elements SiO2 (11.403%-48.165%), K2O (0.398%-4.177%). Mineralogy of manganese mineralization carrier rocks are roeblingite (Pb2Ca6Mn2+(Si3O9)2(SO4)2(OH)2·4H2O), rhodonite (CaMn3Mn[Si5O15]), diopside (CaMgSi2O6), calcite (CaCO3), kieserite (Al, Ga)2(GeO4)(OH)2), zeolite (Mn2O.Al2O3.xSiO .yH2O), and palygorskite ((Mg, Al)2 Si4O 10(OH)·4H2O). Manganese mineralization host rocks are determined by referring to the SiO2 (%weight) and K2O(%weight) diagrams to produce basalt igneous rock types.
Pemberdayaan Warga Desa Dalam Pemetaan Potensi Pariwisata Nawir, Alfian; Yusuf, Firman Nullah; Arifin, Mubdiana; Jafar, Nurliah; Anggamulia, Muh. Ilham
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v8i1.4568

Abstract

Desa Pattappa merupakan Desa di bagian timur dari Kabupaten Barru. Topografi perbukitan sampai pegunungan adalah ciri khas Desa ini dan memiliki banyak potensi bahan galian atau sumberdaya mineral dan batubara. Permasalahan utama Desa ini adalah kurangnya sumberdaya penduduk usia produktif yang merantau karena kurangnya lapangan pekerjaan di Desa. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tidak menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PAD), dan agen pembangunan desa dinilai kurang kreatif. Dari anggaran desa yang besar, sebagian besar digunakan untuk belanja aparatur. Tujuan kegiatan adalah untuk mengungkap potensi geowisata dan mengetahui tingkat partisipasi warga dalam pengembangan Desa menuju desa sejahtera dan mandiri. Metode pemberdayaan dengan mengadakan sosialisasi dan melakukan pelatihan pemetaan potensi desa. Hasil kegiatan, selain mengungkap sejumlah potensi geowisata yang terdiri atas air terjun, perkebunan nanas, dan panorama desa. Hasil pengabdian juga menunjukkan terjadinya perubahan paradigma pengembangan Desa menuju Desa Wisata, melalui partisipasi aktif masyarakat dalam menunjang kegiatan yang dilakukan dan terbentuknya Tim Pengurus Pengembangan Desa Wisata.
Perencanaan Kebutuhan Pompa Untuk Sistem Dewatering Tambang Emas Desa Bakan Kabupaten Bolaang Mongondow Putri Hamdan, Annisya; Anshariah, Anshariah; Bakri, Hasbi; Nullah Yusuf, Firman
Jurnal of Mining Insight Vol 1 No 1 (2023): Journal of Mining insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v1i1.40

Abstract

One of the most frequent problems in open pit mining methods is the presence of water puddles in the lowest elevation of the pit. This often causesthe delay of production activities.Therefore, it is a need to design a good drainage system planning to deal with it. In this regard, pumps were needed. The aim of this research was to determine the of needed pumps and the best type of pumps to remove water in the pit effectively. This research used maps of mining sequence planningwhich would be then analysed with software Surpac 6.5.1.This was to identifythe width of catchment area. Furthermore, the rainfall data wasanalysed using polygon Thiessen method. The next process is to determine the rainfall plan with Gumbel method. Next was to determine the rainfall intensity plan by using Mononobe equations. Following this was determine the total discharge using rational method. Finally, the process was ended with the determining of the pumps type and pumps spesification to dry the water puddles in the pit. the result indicated that in the sump of the 3rd quarter 2020 with 100 l / sec pumping flow, pumping time 14 hours, total head 76.26 m, recommended pump type is a Multiflo MFC 385 with a rotation speed of recommendation per minute of 1400-1500, and an efficiency of 60% -65%. For 4th quarter sump 2020 with 105l / sec pumping discharge, 20 hour pumping time, total head 105,91 m, recommended type of pump is Multiflo MFC 385 with rotation speed recommendation permenit 1600-1700, with efficiency 60%. For the 1st quarter sump 2021 with a pumping rate of 102 l/sec, the pumping time is 20 hours, total head is 122.26 m, the recommended type of pump is Multiflo MFC 385 with a rotation speed of recommendation per minute 1700-1800, with 50% -60% efficiency. It can be suggested that it is  necessary to add one more pump, Multiflo MFC 385, for the dewatering pit process.
Studi Kualitas Air Laut di Sekitar Kawasan Industri Kecamatan Pajukukang Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan Yusuf, Firman Nullah; Haris, Febiola; Asmiani, Nur
Jurnal of Mining Insight Vol 2 No 3 (2024): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v2i3.276

Abstract

Dalam dua tahun, Indonesia berencana untuk menambah 30 smelter nikel baru, untuk beberapa di antaranya khusus dirancang untuk menghasilkan nikel baterai. Lingkungan perairan akan menjadi sasaran milyaran ton limbah beracun yang akan di buang ke perairan, salah satu bahan pencemar utama yang terkandung dalam buangan limbah adalah logam berat yang beracun. Adanya logam berat di perairan berbahaya baik secara langsung terhadap Kesehatan manusia, hal ini berkaitan dengan sifat-sifat logam berat yaitu sulit terurai, sehingga mudah terakumulasi dalam lingkungan perairan seperti biota air atau sedimen laut, bahan pencemar logam bila konsentrasi atau keberadaannya tidak terkontrol dapat meracuni biota air maupun manusia. Kualitas air laut yang dig unakan untuk biota laut dan aktivitas lain secara ideal harus memenuhi standar, baik secara fisik, kimia, dan biologi. Kualitas air laut yang meliputi faktor fisika, kimia, dan biologi perlu dimonitor secara kontinu untuk mengetahui kondisi suatu perairan. Pentingnya dilakukan monitoring karena pertumbuhan biota-biota di laut dipengaruhi oleh kondisi kualitas air laut. Setiap jenis biota laut memiliki sensitivitas terhadap parameter-parameter kualitas air laut tertentu. Sehingga, peneliti berinisiatif untuk menganalisis pencemaran logam yang terjadi di perairan sekitar kawasan industri Bantaeng, dengan menggunakan analisis kandungan unsur logam pada perairan tersebut. Untuk mengetahui konsentrasi dari logam tersebut kita menggunakan analisis Atomic Absorption Spectrometer (AAS). Dari hasil analisis tersebut didapatkan unsur logam tembaga (Cu) yang melebihi standar baku mutu air laut, logam timbal (pb) melebihi standar baku mutu air laut, logam raksa (Hg) melebihi standar baku mutu air laut, dan untuk logam nikel (Ni) tidak memiliki standar baku mutu pada area Pelabuhan.
Kajian Pemanfaatan Lahan Kritis Bekas Penambangan Batubara di Desa Jangan-Jangan Kabupaten Barru Yusuf, Firman Nullah; Nurwaskito, Arif; Muh Imran
Jurnal of Mining Insight Vol 2 No 4 (2024): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v2i4.278

Abstract

Lahan kritis merupakan salah satu indikator terjadinya degradasi lingkungan sebagai dampak dari berbagai jenis pemanfaatan sumber daya lahan yang kurang bijaksana. Tujuan dari penelitian adalah Mengetahui kondisi real di lapangan lahan bekas penambangan batubara dan memanfaatkan lahan kritis bekas penambangan batubara menjadi lahan yang bisa dimanfaatkan di Desa Jangan-jangan Kabupaten Barru. Metode yang dilakukan pada penelitian ini yaitu identifikasi lahan bersama dengan peniliti lain dan untuk mengetahui kebenaran hasil dari identifikasi lahan tersebut dilakukan beberapa pembuktian yaitu dengan meninjau langsung lokasi atau lahan, pengujian pH tanah, dan data curah hujan yang bersumber dari Badan Pusat Statistika Kabupaten Barru dan pada tahap pemanfaatan lahan mengacu pada pedoman pemulihan lahan akses terbuka akibat kegiatan pertambangan Ditjen PPKL (Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan) untuk melakukan pemanfaatan sesuai dengan keadaan pada lahan tersebut. Hasil identifikasi lahan setelah ditinjau langsung dan dibuktikan di lokasi penelitian, ternyata lahan yang dianggap kritis itu bukanlah merupakan lahan kritis (tidak kritis) melainkan lahan yang memang rusak akibat dari kegiatan penambangan batubara, sehingga di lahan tersebut gersang dan terdapat genangan air serta disekitaran lokasi tersebut masih ada beberapa vegetasi yang bisa tumbuh. Cara dalam memanfaatkan lahan bekas penambangan ada beberapa pilihan yaitu dengan melakukan pembudidayaan tanaman pangan, pembudidayaan ikan, pengembangan tempat wisata dan perumahan atau bangunan fasilitas umum yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan yang sangat cocok untuk lokasi penelitian adalah sebagai tempat wisata.
Analisis Kualitas Air Terkait Potensi Air Asam Tambang pada Bekas Pit Penambangan Batubara Kabupaten Barru Yusuf, Firman Nullah; Budiman, Agus Ardianto; Urfiana, Iftah
Jurnal of Mining Insight Vol 3 No 2 (2025): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v3i2.295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air pada bekas pit tambang batubara di Desa Jangan-Jangan, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, guna mengidentifikasi potensi terbentuknya air asam tambang (AAT). Pengujian dilakukan terhadap parameter pH, TSS, TDS, DO, BOD, COD, serta kandungan logam Fe, Mn, dan Al menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai TSS, TDS, DO, Fe, Mn, dan Al masih berada di bawah ambang batas baku mutu sesuai PP RI No. 22 Tahun 2021. Namun, parameter BOD, COD, dan pH melebihi batas yang ditentukan. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya potensi sedang terbentuknya AAT, karena tingginya nilai BOD dan COD mencerminkan kebutuhan oksigen yang besar untuk menguraikan zat organik yang pada prosesnya menghasilkan asam sulfat dan senyawa asam lainnya yang dapat menurunkan pH air. Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan berkala dan upaya pengelolaan kualitas air pada kolam bekas tambang batubara untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih serius
Analisis Kualitas Air Sungai pada Aktivitas Penambangan di Sekitar Sungai Jeneberang Kabupaten Gowa Yusuf, Firman Nullah; Ilahi, Muh. Wahyu; Amir, Muh. Karnoha
Jurnal of Mining Insight Vol 3 No 3 (2025): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v3i3.301

Abstract

Aktivitas penambangan yang intensif di sepanjang daerah aliran sungai telah menimbulkan kekhawatiran terhadap penurunan mutu air yang digunakan masyarakat untuk kebutuhan pertanian, perikanan, dan domestik. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga titik utama, yaitu hulu, tengah, dan hilir sungai. Analisis laboratorium mencakup parameter fisika (suhu, TDS, TSS, pH, BOD, COD, DO) serta parameter kimia (SO₄²⁻, Cl⁻, dan Fe), yang hasilnya dibandingkan dengan baku mutu air kelas III menurut Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar parameter masih memenuhi standar baku mutu, namun terdapat beberapa nilai yang melampaui ambang batas, khususnya COD dan DO pada titik hulu serta TSS dan BOD pada titik tengah dan hilir. Nilai pH air berkisar antara 5,9–7,2 dan suhu relatif stabil antara 26,4–26,6 °C. Kandungan logam Fe di seluruh titik terdeteksi <0,03 mg/L, menunjukkan masih dalam batas aman. Hasil ini mengindikasikan bahwa aktivitas penambangan pasir memberikan pengaruh nyata terhadap perubahan kualitas air sungai, terutama pada peningkatan kadar padatan tersuspensi dan kebutuhan oksigen. Oleh karena itu, pengelolaan aktivitas penambangan dan pemantauan berkala kualitas air sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem sungai dan mencegah degradasi lingkungan yang lebih parah di masa mendatang.
Analisis Perbandingan Pencampuran Bijih Nikel High Grade Limonit Dan Low Grade Saprolit Untuk Memenuhi Permintaan Pasar Pada PT Mandiri Mineral Perkasa Thamsi, Alam Budiman; Yusuf, Firman Nullah; Rahma, Kismu; Hardin Wakila, Muhamad
JNANALOKA Vol. 04 No. 02 September Tahun 2023
Publisher : Lentera Dua Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36802/jnanaloka.2023.v4-no2-63-68

Abstract

PT Mandiri Mineral Perkasa is a contractor company operating in the field of nickel mining and has fulfilled the market/smelter demand requirements for Ni 1.5% - 2.0%, by setting a Cut Of Grade (COG) collection limit of Ni 1.4%. The aim of this research is to determine the Ni content of high grade limonite and low grade saprolite at the research location, and to determine the Ni content of high grade limonite and low grade saprolite, and to determine the additional tonnage and levels to meet market demand. In this study, the blending method was used, a mixing process between different low grade and high grade nickel ores to obtain appropriate mixture results, so that from the results of blending/mixing high grade limonite nickel ore, Ni 1.43 and Fe 26.71% were obtained, and for low grade saprolite you get 1.59% Ni and 26.73% Fe, for the results of blending/mixing high grade limonite and low grade saprolite you get 1.51% Ni and 26.72% Fe, efforts can be made to meet demand Ni 1.8% market with 5,000 tons needs to increase the grade and tonnage, namely, Ni grade 2.32% and 2,111.45 tons.