Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENINGKATAN KADAR BIJIH BESI BATUBESSI KEC. BARRU KAB. BARRU DENGAN METODE PEMISAHAN MAGNETIK Muhammad Idris Juradi; Hasbi Bakri; Firman Nullah Yusuf; Sitti Ratmi Nurhawaisyah; Suriyanto Bakri; Muh. Hardin Wakila
Geosapta Vol 7, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v7i2.9460

Abstract

Indonesia memiliki potensi endapan bijih besi yang besar, namun hal ini tidak diimbangi dengan instrument yang memadai, sehingga Negara Indonesia harus mengimpor instrument yang dibutuhkan, instumen yang  dipakai memiliki sistem yang cukup sederhana dan bisa dikembangkan oleh sumber daya manusia yang dimiliki  Negara  Indonesia.  Salah satu alat yang  digunakan  dalam proses pemisahan mineral berharga dengan pengotornya  berdasarkan  sifat  kemagnetan yaitu Magnetic separator. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik bijih Besi di Desa Batubessi serta mempelajari pengaruh ukuran partikel terhadap peningkatan kadar dan recovery besi pada proses pemisahan magnetik. Metodologi penelitian yang dilakukan adalah metode induktif yang menggunakan pendekatan kombinasi antara penelitian kualitatif dan kuantitatif, dengan memadukan hasil-hasil kajian pustaka, data lapangan, serta hasil-hasil penelitian laboratorium yang keseluruhannya dikaji, dianalisis, dan disintesis secara komprehensif untuk menyimpulkan rangkaian penelitian yang telah dilakukan. Hasill karakteristik bijih besi asal daerah Batubessi Kabupaten Barru Sulawesi Selatan berdasarkan hasil analisis XRD dan XRF mengandung mineral quartz (SiO2), goethite (FeO(OH)) magnetite (Fe3O4) dan braunite (Mn7SiO12). Berdasarkan komposisi kimia dimana mineral goethite (FeO(OH)) dan magnetite (Fe3O4) merupakan mineral pembawah unsur besi. Dengan komposisi unsur Fe2O3 73,863%, SiO2 21,539%, SO3 4,104%, CaO 0,219%, MnO 0,211% dan CuO 0,043%. Hasil pemisahan magnetik menunjukan peningkatan kadar Fe2O3untuk masing-masing fraksi ukuran. Kadar Fe2O3 pada fraksi 100 mesh sebanyak 83,656% dengan nilai recovery 70,220%, kadar Fe2O3 pada fraksi 150 mesh sebanyak 85,429% dengan nilai recovery 76,890% dan kadar Fe2O3 pada fraksi 200 mesh sebanyak 83,291% dengan nilai recovery 80,514%. Secara keseluruhan semua fraksi ukuran mengalami peningkatan kadar Fe2O3sebanyak ±10%.
ANALISIS KUALITAS AIR LINDIAN SISA PENGOLAHAN NIKEL (FERRONICKEL, NICKEL MATTE DAN NICKEL PIG IRON) Muhammad Ikra Rambu; Firman Nullah Yusuf; Alfian Nawir; Muhammad Hardin Wakila
Geosapta Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v7i1.7817

Abstract

 Slag merupakan limbah hasil pengolahan nikel yang dapat mencemari lingkungan perairan yang disebabkan karena limbah slag tersebut dapat terlindi oleh liquid. Tujuan penelitian yaitu mengetahui kualitas air lindian slag ferronickel, nickel matte dan nickel pig iron. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu uji kinetik (Free Draining Column Leach Test), uji sifat fisik dan kimia. Pengambilan data menggunakan alat intelegent meter, Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) dan X-ray Flourosence (XRF). Diperoleh hasil penelitian dari tiga sampel air lindian yaitu slag ferronickel, nickel matte dan nickel pig iron. Air lindian slag ferronickel diperoleh parameter-parameter dengan nilai pH 8,24, TSS 44,15 mg/l, Cu 0,0109 mg/l, Cd <0,003 mg/l, Zn <0,022 mg/l, Pb 0,0107 mg/l, Ni <0,07 mg/l, Cr Total 0,0241 mg/l, Fe <0,03 mg/l dan Co 0,075 mg/l. Untuk air lindian slag nickel matte diperoleh parameter-parameter dengan nilai pH 8,04, TSS 56,55 mg/l, Cu 0,0168 mg/l, Cd <0,003 mg/l, Zn <0,022 mg/l, Pb 0,002 mg/l, Ni <0,07 mg/l, Cr Total0,041 mg/l, Fe <0,05675 mg/l dan  Co 0,0594 mg/l. Untuk air lindian slag nickel pig iron diperoleh parameter-parameter dengan nilai pH 8,12 TSS 42,09 mg/l, Cu 0,010 mg/l, Cd <0,003 mg/l, Zn <0,022 mg/l, Pb 0,1162 mg/l, Ni <0,07 mg/l,  Cr Total 0,012 mg/l, Fe <0,06995 mg/l dan Co 0,0704 mg/l, status mutu air lindian dari tiga sampel air lindian slag berada pada kelas A, skor 0. Kesimpulan penelitian ini yaitu dari tiga sampel air lindian slag yaitu slag ferronickel, nickel matte tidak ada yang melewati nilai ambang batasdan untuk slag nickel pig iron terdapat satu parameter yang melewati nilai ambang batas yaitu kobalt (Co), serta status mutu air lindian dari tiga sampel air lindian berada pada kondisi baik sekali dan memenuhi baku mutu berdasarkan metode storet. Kata kunci: slag, uji fisik, uji kimia. uji kinetik.
ANALISIS PENCEMARAN LIMBAH SLAG FERRONIKEL TERHADAP LINGKUNGAN AIR DAN TANAH DI KECAMATAN POMALAA Muhammad Arfan Mangolo; Mohammad Salman Said; Arif Nurwaskito; Firman Nullah Yusuf; Alfian Nawir
Geosapta Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v7i1.7463

Abstract

Slag berpengaruh terhadap kualitas air dan tanah karena adanya zat-zat berbahaya seperti logam berat yang dapat terkonsentrasi sehingga akan menimbulkan permasalahan seperti gangguan kualitas air dan tanah. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui kualitas air laut dan tanah. Data yang digunakan yaitu data pH (Power of Hydrogen), TSS (Total Suspended Solids), suhu, salinitas, DO (Dissolved Oxygen) dan data konsentrasi logam yang ada pada air dan tanah. Pengambilan data dilakukan dengan uji fisik dan uji kimia. Tahap pengolahan yang dilakukan yaitu menggunakan alat intelegent meter, XRF (X-Ray Fluorescence), dan AAS (Atomic Absorption Spektrophotometry). Hasil uji fisik yang dilakukan telah didapatkan nilai suhu tertinggi dari ke tiga sampel yaitu 30oC, nilai TSS yaitu 2,7mg/l, nilai pH yaitu 7,66, nilai DO yaitu 24,3mg/l, dan salinitas yaitu 24‰. Hasil uji Kimia telah didapatkan konsentrasi logam Cr+6 tertinggi yaitu 0,0012mg/l, Cd yaitu 0,0005mg/l, Cu yaitu 0,001mg/l, Pb yaitu 0,002mg/l, Zn 0,002mg/l, Ni yaitu 0,033mg/l. Sesuai dengan baku mutu air laut, tidak ada yang melewati dan status mutu air laut yang peroleh yaitu 0 bahwa kualitas air laut masuk dalam kelas A dengan kondisi baik sekali karena air laut sudah memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan. Kualitas tanah yang diteliti didapatkan konsentrasi logam tertinggi yaitu seperti unsur Ni dengan kadar 8.800ppm, Co dengan kadar 1.300ppm dan Fe dengan kadar 371.800ppm sedangkan unsur Al dengan kadar 114.700ppm yang ada pada tanah masih berada dalam nilai ambang batas sesuai dengan ketetapan baku mutu tanah. Kata kunci: baku mutu, kualitas air, kualitas tanah, uji fisik, uji kimia.
ANALISIS MINE DEWATERING PADA TAMBANG BATUBARA DI PIT SM-A PT SIMS JAYA KALTIM KABUPATEN PASER PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Firman Nullah Yusuf; Anshariah Anshariah; Nurlia Jafar; Darman Darman
Geosapta Vol 6, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v6i2.6400

Abstract

PT. Sims Jaya Kaltim adalah perusahaan yang melakukan kegiatan penambangan batubara menggunakan sistem tambang terbuka. Salah satu masalah yang selalu dihadapi dalam kegiatan penambangan ini adalah masuknya air ke area tambang. Air yang masuk akan menggenangi lokasi penambangan sangat mengganggu proses penambangan batubara jika tidak ditangani dengan benar mengakibatkan produktivitas menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses mine dewatering, debit air limpasan,volume sump, dan kapasitas pompa yang bekerja sudah optimal atau belum . Perhitungan curah hujan rencana ditentukan menggunakan distribusi gumbel, perhitungan curah hujan rencana selama 8 tahun adalah 121,78 mm/hari. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh waktu konsentrasi 1,2 jam, intensitas curah hujan 37,39 mm/jam, koefisien limpasan 0,75 dan daerah tangkapan hujan 3,58 km2 sehingga didapatkan debit air limpasan yang masuk ke sump adalah 120.566,956 m3/jam dan volume sump 2.355.575,89 m3. Untuk mengeluarkan air yang berada di sump selama 5 hari digunakan 4 unit pompa KSB 150 dengan pipa 8 inci atau mengoptimalkan pompa yang ada dengan mengganti instalasi pipa dengan pipa 12 inci.
Analisis Pemanfaatan Briket Tempurung Kenari Sebagai bahan Bakar Nur Asmiani; Alfian Nawir; Muhammad Ainul Az; Suriyanto Bakri; Agus A Budiman; Firman Nullah Yusuf
Jurnal Geomine Vol 10, No 1 (2022): Edisi April 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v10i4.1143

Abstract

Walnuts is one of the bio-masses whose quantity is quite abundant but its use has not been optimized. One of them is the walnut shell as one of the fuel replacement solutions which is increasingly thinning. This study aims to produce walnut shell briquettes that have economic value and are able to replace or equal to coal briquettes. The briquettes are grouped in 3 samples. Sample I with a composition of 100% walnut shell, sample II with a composition of 50%: 50% between shell walnuts with coal while sample III with a composition of 100% coal. Furthermore, for samples with walnut shell compositions, sample I and sample II are divided into 3 sizes, namely mesh 28, mesh 65 and mesh 80. In the first sample is a benchmark for samples II and III that will be seen by each composition they have like nilia calories, ash content, total sulfur flying content and water content. The process of making briquettes with 250 gr walnut shell composition, 50 gr tapioca flour and 100 ml water. From the results of this study, the authors get the results that canary shell briquettes are able to compete and replace coal briquettes can be seen in the grain size of 65 walnut shell briquettes.
Analisis Penggunaan Balldeck pada Kegiatan Peledakan untuk Meminimalisir Flyrock Arif Nurwaskito; Rahmat Agam Putra; Abdul Salam Munir; Habibie Anwar; Firman Nullah Yusuf; Muhammad Idris Juradi; Suriyanto Bakri; Sitti Ratmi Nurhawaisyah; Citra Aulia Khalik; Nur Asmiani; Mubdiana Arifin; Jamal Rauf Husain
Jurnal Geomine Vol 10, No 3 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v10i3.1462

Abstract

Kegiatan peledakan akan menimbulkan dampak yang berisiko bagi lingkungan sekitar, salah satunya flyrock (batu terbang) hasil ledakan. Lemparan fragmen batuan yang melewati radius aman dapat merusak peralatan, mengakibatkan cidera, dan kehilangan nyawa pada manusia. Oleh karena itu digunakan balldeck sebagai instrumen tambahan untuk meminimalisir flyrock. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ukuran geometri peledakan yang digunakan, mengetahui cara meminimalisir flyrock pada saat peledakan, dan mengetahui cara perhitungan hasil lemparan maksimal flyrock secara teoritis dengan penggunaan balldeck. Metode penelitian dilakukan dengan cara pengumpulan data berupa geometri peledakan, data jarak lemparan maksimum flyrock  sebelum dan setelah menggunakan balldeck. Hasil penelitian diperoleh hasil rata-rata volume geometri peledakan yaitu 46.231,94 BCM, hasil rata-rata lemparan maksimum flyrock sebelum menggunakan balldeck 149,1 m, hasil rata-rata lemparan maksimum flyrock menggunakan balldeck 58,7 m, dan hasil rata-rata jarak lemparan maksimum flyrock menggunakan balldeck berdasarkan teori Richard and Moore, yaitu 80,43 m (Face Burst) dan 59,54 m (Cratering ). Adapun faktor yang meminimalisir flyrock yaitu kedalaman lubang tidak dangkal, kolom stemming tidak pendek, dan juga penggunaan balldeck di dalam lubang bor. 
Analisis Karakteristik Geokimia Batuan Potensi Pembentuk Air Asam Tambang Daerah Tanjung Kabupaten Bone Firman Nullah Yusuf; Andi Fahdli Heriansyah; Arif Nurwaskito; Suriyanto Bakri; Mubdiana Arifin
Jurnal Geomine Vol 11, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v11i1.1705

Abstract

Mining materials can be in the form of material (over-burden) and potentially contain sulfide minerals, the research location is a former iron ore mining, it is known that iron ore is an acid mine drainage forming material. This characterization test of acid mine drainage forming samples can be used as a consideration in environmental management design to minimize unwanted environmental impacts. This study aims to analyze the mineralogical content of rocks, the potential of rocks as acid mine drainage formers, and determine management methods if the potential for acid mine drainage is indicated. The samples used were 5 rock samples in the pit and disposal, using petrography, mineragraphy, and XRD mineralogy analysis to determine the mineral composition contained, and kinetic testing to determine the reaction rate of acid mine drainage formation. The results of the analysis obtained the composition of metal minerals contained in samples 4 and 5, namely pyrite, hematite, magnetite, and geotite. Whereas in samples 1, 2, and 3 not enough metal minerals were detected. The results of the kinetic test analysis produce accurate data for samples 4 and 5 which have low or acidic pH values 6. So it can be concluded that the potential for the formation of acid mine drainage is found in samples in the disposal, namely iron ore with a low pH value 6 (acidic), methods that can be used in the process of preventing and controlling acid mine drainage can be done passively by using NAF material to stockpile polluted PAF material.
Reclamation Plan on Stone Land of The Ex-Nickel Mining at PT Vale Indonesia Tbk Central Pinnacle Condemnation Muhammad Furqan Al Faruqi; Firman Nullah Yusuf; Habibie Anwar; Alam Budiman Thamsi
Journal of Geology and Exploration Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Geology and Exploration, June 2023
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jge.v2i1.46

Abstract

Environmental and occupational safety issues in the world's mining business have always been the most important issues. The main problems that arise in ex-mining areas include environmental changes which include chemical changes, physical changes and biological changes (Hoskin, 2002). Reclamation is an activity carried out throughout the stages of the mining business to organize, restore and improve the quality of the environment and ecosystem so that they can function again according to their designation (Ahmad, 2006). Primary data collection was obtained using a mobile phone as evidence of the implementation of research activities for research location data, reclamation locations were taken using GPS (global position system) and drones. Secondary data is given directly from supervisors in the company. Land arrangement is intended to obtain a surface finish that is stable and has a natural shape so that it is in harmony with the shape of the pristine landscape, supports the success of plant growth, facilitates access to further work throughout the area, and increases the aesthetic value of the land (Munir, 2017). All irregular heaps are tidied up and leveled, deposits that have the potential to form a collection of water are filled with the result of pushing material from the leveled heap. Ex-mining land with irregular and uneven terrain (holes, relatively steep slopes) must be laid out in such a way as to be stable with low landslide and erosion hazard potential (Noor Rizqoon, 2004). Piling of rocks using top soil as thick as 50 cm on rocky ground. Activities that are no less important are sowing topsoil, making contour drains and making planting holes, these activities are carried out by making arrangements for making drainage and pocket ponds have been completed. Planting holes with a spacing of 3.5 meters and 4 meters can be ascertained that in 1 hectare of reclamation land for Konde Central Pinnacle 714 planting holes can be made, so it can be concluded that the planting holes for Konde Central Pinnacle are good with spacings of 3.5m and 4m.
Groundwater Quality Analysis In Sidomulyo Hamlet, Argomulyo Village, Kalaena District East Luwu County Andri Widianto; Jamal Rauf Husain; Firman Nullah Yusuf
Journal of Geology and Exploration Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Geology and Exploration, June 2023
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jge.v2i1.51

Abstract

The geographical condition of Kalaena District is one of the sub-districts in East Luwu Regency. Kalaena District is located at 2o 03' 00” – 2o 30' 31” South Latitude and 120 o 49’30” - 121 o 00’ 30” East Longitude with an area of 64.54 km2. Groundwater is part of the water that is below the surface of the ground, groundwater is a necessary need for the community, making the quality of groundwater very necessary to be maintained and maintained. The data collection stage is the activity of retrieving all the required field data. The data used in this study were obtained from the results of direct surveys in the field on several wells in Argomulyo village, taking water samples and then testing the pH value, color, taste, smell, turbidity, weather, well depth, water level, well diameter, citizen interview data and research documentation photos, then several samples were subjected to laboratory tests to find out the chemical content in the residents' wells. It is known that the results of the study show that the contents of TDS, DO, calcium, iron and chloride are still below the threshold, only turbidity has a value above the permitted threshold, the feasibility of shallow groundwater is based on Government Regulation of the Republic of Indonesia No.22 article 1 paragraph 37 of 2021 in the research area based on the results of chemical analysis and physical tests performed. fall into class 3 category.
Analisis Laju Reaksi Pembentukan Air Asam Tambang Dengan Metode Uji Kinetik Pada Disposal Bijih Besi Daerah Tanjung Sulawesi Selatan Juradi, Muhammad Idris; Jafar, Nurliah; Nurhawaisyah, Sitti Ratmi; Yusuf, Firman Nullah; Mubarak, Syahran
Geosapta Vol 9, No 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v9i1.12545

Abstract

Air asam tambang (AMD) merupakan salah satu masalah lingkungan yang terkait dengan penambangan bijih besi. Dalam lingkungan berair, mineral sulfida tertentu dalam batuan, yang bereaksi dengan oksigen di udara, teroksidasi membentuk air. Drainase asam tambang tidak dapat dihindari selama operasi penambangan. Sebab, pada intinya, penambangan adalah proses pengambilan mineral dari batuan induk agar dapat diangkut, diolah, dan digunakan dalam proses penambangan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  unsur logam dan laju reaksi pembentukan air asam tambang  pada lahan bekas tambang bijih besi. Pengambilan sampel dilkukan dengan menggunakan metode probability sampling kemudian sampel di analisis menggunakan metode  XRF (X-Ray flourescene) untuk mengetahui kandungan unsur logam pada sampel dan dilakukan simulasi potensi air asam tambang dengan metode kinetik.hasil dari penelitian ini yaitu unsur logam pada sampel batu lahan bekas tambang  bijih besi yaitu, Fe2O3 Besi Oksida, SiO2 Silikon Dioksida, dan  Sulfur trioksida yang tinggi serta didapatkan laju reaksi pembentukan air asam tambang pada disposal 2 lebih cepat dibandingkan dengan disposal 1.