Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Islamic education teacher communication strategies improving the quality of teaching and learning activities at mts hidayatus subban semarang Fouad Larhzizer; Husna Nashihin; Aliwan; Santi Ratnawati; Siti Qomala Khayati; Triana Hermawati; Mohammad Abdul Munjid
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 4 No. 4 November 2025: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v4i4.501

Abstract

This research aims to analyze the communication strategies of Islamic Religious Education (PAI) teachers in dealing with the characteristics of Generation Z to improve the quality of teaching and learning activities (KBM) at MTs Hidayatus Subban Semarang. Generation Z has a tendency to learn quickly, visually, interactively, and is close to the digital world, so it requires teachers to implement more adaptive and interesting communication. This research uses a descriptive qualitative approach with observation techniques, in-depth interviews and documentation as the basis for data collection. The research results show that Islamic Religious Education teachers employ four main communication strategies. First, they use concise, clear, and relevant verbal language to enhance students' digital experiences, making the material easier to understand. Second, they utilize nonverbal communication such as expressions, eye contact, intonation, and gestures to reinforce moral messages and build rapport. Third, they integrate digital media such as videos, visual graphics, and supporting applications to attract interest and enhance understanding of religious concepts. Fourth, they apply a dialogic approach through discussions, questions and answers, and case analysis to enhance students' active participation and critical thinking skills. These findings conclude that adaptive, varied, and technology-based communication strategies can increase motivation, engagement, and the quality of teaching and learning in Generation Z students. The results of this study are expected to be a reference in developing Islamic Religious Education learning communication models in the digital era.
Peningkatan Hasil Belajar Fiqih Melalui Model Student Teams Achievement Division (STAD) di MA. Darul Amanah Bedono Kabupaten Semarang Anisa Nabila Firdaus; Ahmad Mustafidin; Maskur; Aliwan; Santi Ratnawati
An-Nasyi'in: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2025): An-Nasyi'in: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : An-Nasyi'in: Jurnal Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Fiqih siswa kelas XI MIPA B MA Darul Amanah Bedono Semester 2 Tahun Pelajaran 2024/2025 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD). Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat dan pemahaman siswa terhadap materi Memandikan Jenazah, yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang didominasi ceramah sehingga membuat siswa kurang aktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa, dengan rata-rata nilai kelas meningkat dari 66 pada pra-siklus menjadi 76 pada siklus I, dan mencapai 87 pada siklus II. Ketuntasan belajar juga meningkat dari 30,77% pada pra-siklus, menjadi 53,8% pada siklus I, dan mencapai 100% pada siklus II, meskipun masih terdapat 3 siswa yang memperoleh nilai 76 dari KKM sebesar 72. Selain peningkatan aspek kognitif, ditemukan pula perkembangan positif dalam hal aktivitas belajar, kerja sama antar siswa, dan kepercayaan diri selama proses pembelajaran. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa model STAD efektif diterapkan dalam pembelajaran Fiqih, terutama pada materi yang dianggap sulit, karena mampu menciptakan suasana belajar yang kolaboratif, menyenangkan, serta mendorong keterlibatan aktif siswa.
Penerapan Metode Inquiry-Based Learning Berbasis Media Internet untuk Meningkatkan Hasil Belajar Akidah Akhlak Di MA. Darul Amanah Bedono Kabupaten Semarang Febriyani; Ahmad Mustafidin; Abdul Hakim; Aliwan; Slamet Panuntun
An-Nasyi'in: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2025): An-Nasyi'in: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : An-Nasyi'in: Jurnal Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh metode pengajaran yang kurang efektif dan kurang menarik bagi siswa, serta minimnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Akidah Akhlak pada topik “Menghindari Akhlak Tercela” melalui penerapan model Inquiry-Based Learning (IBL) yang didukung oleh media berbasis internet. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam dua siklus pada siswa kelas XII MA Darul Amanah Bedono. Tahapan model IBL diterapkan secara sistematis, mulai dari orientasi, perumusan masalah, pengumpulan data, analisis, hingga penarikan kesimpulan. Integrasi media internet memperkaya sumber belajar siswa, mendorong diskusi kelompok yang aktif, dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar siswa, yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar dari 42,85% pada pra-siklus menjadi 57,14% pada siklus I, dan mencapai 100% pada siklus II. Dengan demikian, metode IBL yang didukung oleh media berbasis internet terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Akidah Akhlak.
Implementasi Program Pembelajaran Tahsinul Qiro’ah Al- Qur’an Berbasis Peer Teaching Di Mts Darul Amanah Bedono Kabupaten Semarang Alif Ma'fudin; Ahmad Mustafidin; Maskur; Belina Hendri Saputri; Aliwan
An-Nasyi'in: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2025): An-Nasyi'in: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : An-Nasyi'in: Jurnal Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini  dari hasil pra-observasi dan wawancara dengan salah satu guru, yang menunjukkan banyak calon peserta didik belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik berdasarkan hasil pre-test saat penerimaan siswa baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep program pembelajaran Tahsinul Qiro’ah berbasis Peer Teaching serta mendeskripsikan implementasinya, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi data dan sumber untuk memperoleh validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini dirancang sebagai solusi peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan Peer Teaching, yaitu peserta didik yang mahir ditugaskan menjadi tutor bagi teman sebayanya yang masih kesulitan. Pendekatan ini tidak hanya mendorong perbaikan kemampuan baca Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter positif seperti rasa tanggung jawab, kepedulian dan kemandirian. Implementasi program dilakukan dalam tiga tahap utama: (1) Tahap persiapan meliputi penyusunan program, pelatihan guru dan pembentukan kelompok belajar; (2) Tahap pelaksanaan berupa bimbingan membaca Al-Qur’an secara berkelompok dengan sistem saling mengajar di bawah pengawasan guru; dan (3) Tahap evaluasi melalui penilaian kemampuan baca, monitoring serta refleksi terhadap efektivitas metode Peer Teaching. Hasil program menunjukkan peningkatan kemampuan baca Al-Qur’an yang signifikan dan dampak positif pada aspek non-akademik seperti kepercayaan diri dan kerja sama. Kesimpulannya, program ini efektif dan inovatif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an serta membentuk karakter peserta didik sesuai nilai-nilai Islam.
The Implementation of the Amtsilati Method in Reading the Book Safinatun Najah to Improve Students’ Motivation in Learning Arabic at MTs Hidayatus Syubban, Karangroto, Genuk, Semarang Inas Umniyyah; Aliwan; Abdul Hakim
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.817

Abstract

Amtsilati learning is an additional program conducted outside regular class hours to improve students’ ability to read Safinatun Najah. The Amtsilati method is a fast and practical approach to understanding basic Arabic grammatical rules (nahwu and sharaf), enabling students to read classical Islamic texts without vowel marks. Developed by Taufiqul Hakim from Pondok Pesantren Darul Falah, this method emphasizes systematic and gradual mastery of Arabic linguistic principles. This study aims to examine the implementation of the Amtsilati method in learning to read Safinatun Najah at MTs Hidayatus Syubban, describe the learning process, and identify supporting and inhibiting factors, including its impact on students’ motivation in learning Arabic. The research uses a qualitative field approach with data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. Data analysis is conducted through data condensation, data display, and conclusion drawing, while validity is ensured through triangulation of sources and methods. The findings show that learning planning includes formulating objectives, selecting materials, and determining teaching methods. The program is intended for non-boarding students using materials from Amtsilati volumes I–V, Tatimmah, Qaidah Amtsilati, and Nadzom Amtsilati, delivered through a classical classroom model. Learning activities include opening (prayer and nadzom recitation), core activities (material explanation and reading practice), and closing (evaluation and prayer). The results indicate that the method is implemented systematically and effectively, improving students’ ability to read Safinatun Najah and increasing their motivation in learning Arabic. This is reflected in students’ confidence, active participation, and willingness to advance. However, obstacles include limited teacher creativity, differences in student abilities, and discipline issues. These are addressed through training, adjusted memorization schedules, and educational sanctions.