Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS WORK-LIFE BALANCE DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA DENGAN BURNOUT SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi pada Perawat di RSUDP NTB) Novita Ana Anggraini; Andang Sari; Muh. Emilia Sa'di Rasyid
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik penunjang disertasi ini dilaksanakan di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai lembaga pembina dan pengendali tata kelola sumber daya manusia rumah sakit daerah, dengan fokus pada perawat RSUD Provinsi NTB. Tujuan praktik ini adalah mengembangkan model peningkatan kinerja perawat melalui work–life balance dan pengelolaan stres kerja dengan burnout sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan meliputi pengkajian sistem pembinaan, analisis Fishbone, penentuan prioritas masalah menggunakan USG, serta analisis SWOT sebagai dasar perumusan intervensi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingginya burnout dan menurunnya kinerja perawat bukan hanya disebabkan oleh faktor individu, tetapi merupakan akibat dari belum optimalnya sistem pembinaan work–life balance dan pengelolaan stres kerja yang dikendalikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Ketiadaan sistem terintegrasi menyebabkan kesejahteraan kerja perawat tidak terkelola secara sistemik. Sebagai solusi dikembangkan Provincial Work–Life Balance and Burnout Management System (PWLB–BMS–NTB), yaitu model pembinaan work–life balance dan pengelolaan stres kerja berbasis pengendalian burnout yang dikendalikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Implementasi model ini menunjukkan penurunan burnout dan peningkatan kinerja perawat RSUD Provinsi NTB. Praktik ini menegaskan bahwa penguatan peran Dinas Kesehatan sebagai pembina kesejahteraan dan kesehatan mental tenaga kesehatan merupakan kunci dalam membangun kinerja perawat rumah sakit daerah yang berkelanjutan
PENGUATAN PEMAHAMAN WORK-LIFE BALANCE BAGI BIDAN DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Novita Ana Anggraini; I Gusti Ayu Juliantari; Baiq Reni Pratiwi
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Work–life balance is an important factor in maintaining the psychological well-being and work performance of healthcare workers, particularly midwives who face high work demands and multiple roles. This community service activity aimed to improve midwives’ understanding of the concept, impacts, and management strategies of work–life balance in Central Lombok Regency. The activity was conducted through an educational and participatory counseling program using the Satuan Acara Penyuluhan (SAP) method and involved 35 midwives. Evaluation was carried out using pre-test and post-test to measure changes in participants’ levels of understanding. The results showed a significant improvement in understanding, from 37.1% before the activity to 85.7% after the activity. Most participants were able to identify practical strategies for managing work–life balance and expressed readiness to apply them in their professional and personal lives. This activity was effective in increasing midwives’ understanding and awareness of the importance of work–life balance as a preventive effort against work-related stress and burnout and in supporting the improvement of healthcare service quality.
OPTIMALISASI BUDAYA KERJA APOTEKER MELALUI KEGIATAN "APOTEKER MENYAPA" DI LOMBOK TENGAH Novita Ana Anggraini; Muhamad Ainussobah; Lalu Iman Saptahadi
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyalahgunaan obat yang tidak ditangani dengan serius dapat menimbulkan dampak dahsyat bagi individu dan masyarakat, seperti peningkatan resistensi antibiotik akibat penggunaan irasional, overdosis yang mengancam jiwa, serta kerusakan organ permanen. Kegiatan penyuluhan langsung, seperti edukasi penggunaan obat rasional, pencegahan resistensi antibiotik, dan promosi swamedikasi aman kepada masyarakat sangat penting untuk dilakukan. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan klinis apoteker, tetapi juga memperkuat jaringan kolaborasi dengan puskesmas lokal, stakeholder lain, dan Dinas Kesehatan Lombok Tengah. Kegiatan “Apoteker Menyapa” merupakan bentuk nyata dari kegiatan apoteker di Lombok Tengah yang langsung menyentuh masyarakat. Tujuannya tidak lain supaya masyarakat lebih mengerti tentang obat dan pengobatannya, untuk menciptakan pemahaman masyarakat terkait dengan bagaimana cara mengelola obat secara rasional. Sehingga tujuan utama yang diinginkan adalah supaya masyarakat bisa meningkatkan kualitas hidupnya
SOSIALISASI METODE PENUGASAN TIM DI RS X DI TANGERANG Rosakawati; Agustin Widyowati; Novita Ana Anggraini
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6925

Abstract

Latar belakang: Pelayanan keperawatan di rumah sakit X di Tangerang memerlukan koordinasi tim yang kompleks dan terintegrasi untuk memberikan asuhan yang optimal. RS X sebagai rumah sakit swasta menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan sistem penugasan tim yang efektif Tujuan: Meningkatkan pemahaman dan kemampuan tenaga kesehatan dalam mengimplementasikan metode penugasan tim yang efektif untuk optimalisasi pelayanan kesehatan bagi pasien. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan andragogi melalui metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi, simulasi, dan workshop praktik. Peserta terdiri dari 17 tenaga keperawatan dari 4 unit rawat inap. Evaluasi dilakukan melalui pre-post test dan kuesioner kepuasan. Hasil: Tingkat partisipasi mencapai 85% dengan peningkatan pengetahuan sebesar 34,3% (dari skor 59,4 menjadi 79,8). Kepuasan peserta mencapai 4,2/5,0 dengan 94,1% peserta akan merekomendasikan program ini. Follow-up 1 bulan menunjukkan 75% unit telah memulai implementasi, waktu handover berkurang dari 43 menjadi 35 menit, kepuasan pasien meningkat dari 75% menjadi 81%, dan patient safety incidents turun 25%. Kesimpulan: Program sosialisasi berhasil meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tenaga keperawatan dalam implementasi metode penugasan tim, dengan dampak positif terhadap kualitas pelayanan keperawatan.
Emergency First Aid Simulation for Drowning: Building Community Self-Reliance in the Sumber Jiput Tourist Area Anggraini, Novita Ana; Ambarika , Rahmania; Elfi, Elfi Quyumi; Melda Suhita, Byba
Journal of Community Engagement in Health Vol. 9 No. 1 (2026): March
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drowning is an emergency that is a major cause of unintentional death, especially in children and communities living in water areas. The community's lack of knowledge and skills in recognizing risks and providing first aid in drowning incidents contributes to high morbidity and mortality rates. Drowning emergency education is an important promotive and preventive effort to increase community preparedness in facing such emergencies. This Community Service Program aims to assist the community in the Sumber Jiput water tourism area in practicing handling and providing first aid to drowning victims. The method used is by providing Health Education on handling and providing first aid to drowning victims. This Community Service Program was carried out at the Sumber Jiput water tourism area on Sunday, January 25, 2026, for 32 teenagers and Pokdarwis who are members of the community in the Sumber Jiput water area. After being provided with education on handling bleeding and first aid to drowning victims, an evaluation was conducted by asking questions to the participants. Increased knowledge was known when they were able to answer questions after the counseling activity. They are able to correctly describe drowning situations and the steps to take when encountering a drowning victim, as well as how to call for help. Furthermore, they can generally practice the steps in administering first aid to a drowning victim.
ANALYSIS OF DIGITALIZATION OF OUTPATIENT SERVICES FOR BPJS HEALTH PATIENTS AT JOMBANG REGIONAL PUBLIC HOSPITAL Sangidu; Peristiowati, Yuly; Anggraini, Novita Ana
International Journal of Cultural and Social Science Vol. 7 No. 2 (2026): International Journal of Cultural and Social Science
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53806/ijcss.v7i2.1303

Abstract

The digitalization of healthcare services is a key strategy to improve service quality, efficiency, and accessibility, particularly for patients covered by Indonesia's National Health Insurance (BPJS Kesehatan). Jombang Regional General Hospital (RSUD Jombang) has implemented digital systems in outpatient services; however, various challenges hinder optimal service delivery. This study aims to analyze the implementation of digitalization, identify technical and non-technical barriers, and explore the expectations of healthcare staff and patients regarding its development. This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with registration staff, healthcare providers in cardiology and general surgery outpatient clinics, and BPJS Kesehatan patients at RSUD Jombang. Data analysis was conducted using NVivo 12 software, utilizing thematic analysis and source triangulation. The implementation of digitalization includes online registration, digital queuing systems, integration between the Hospital Management Information System (SIMRS) and BPJS Kesehatan, and the use of Electronic Medical Records (EMR), contributing to improved time efficiency and ease of access. However, technical barriers such as unstable network connectivity and limited infrastructure were identified, along with non-technical barriers including disparities in digital literacy among staff and patients (especially the elderly). Both healthcare providers and patients expressed expectations for more stable systems, more supportive features, and more user-friendly designs.
Co-Authors Agus Jatmiko Agus Santosa Agustin Widyowati Aladdin Eko Purkuncoro Alfian Fawzi Alfian Fawzi Andang Sari Andi Suryanto Andin Irsadi Andriono Angga Ladzi Syafroni Annisa Ary Saifutri Ans Syafrie Amroyan Aprin Rusmawati Apriyani Puji Hastuti Ardhianata Putra, Irwan Nur Asna Mufidah Asrori, Riswan Baiq Reni Pratiwi Byba Melda Suhita Danang Surono Putro Dedi Saifulah Dedi Saifullah Dedy Mochtar Setiaji Diyah Ayu Purnaningtyas Ekasari, Fahma Yulinda Elfi, Elfi Quyumi Faridah Moh Said Fazrin, Intan Fitria Nur Agustina Hadi Suprayetno, Eko Dian Hakim, Andi Lukman Halimatus Sa’diyah Hariyono Hariyono Hariyono Haryani, Mukti Sri Hasanah, Weni Uswatun Hasanah, Weni Uswatun Heriyanto Heriyanto Herman Adhi Wijaya Hidayat, Mokhammad Arif I Gusti Ayu Juliantari Ikke Winar Rachmawaty Ikke Winar Rachmawaty Indah Jayani Indasah Indasah , Indasah Intan Fazrin Irma Sartika Permatasari Irwan Nur Ardhianata Putra Kencanawaty, Sad Omega Khaqim, Erlando Syaiful Korbaffo Anita Restu Kursani, Elmia Kusumaningrum, Ruly Widya Lado, Maria Efrida Teda Lalu Iman Saptahadi Layla, Siti Farida Noor Lestarjo, Agustinus Nugroho Pudji Lingga Kusuma Wardani Listyawan, Haris Lutfiana Ulfa Luthfiani, Ulfa Maria Efrida Teda Lado Melda Suhita , Byba Melda Suhita, Byba Mohammad Saifulaman Mokhammad Arif Hidayat Mordekai Rangkoratat, Melinda Mufidah, Asna Muh. Emilia Sa'di Rasyid Muhamad Ainussobah Natalia Ningsi Katupu Nency Natalia Tho Nur Syazana Umar Nur Yeny Hidajaturrokmah Nurma Afiani Nurwijayanti Pandelima, Maksum Perdana Sulistyoning Suharto, Idola Permana, Arief Candra Permatasari, Irma Sartika Prasetya, Joko Prasiwi, Wardani Fahry Prima Dewi Kusumawati Purnaningtyas, Diyah Ayu Putri Mayasari Putro, Danang Surono Qurotul Aini Rachmawan, Afri Rahmania Ambarika Ratna Indriyani Ratna Wardani Reni Nurhidayah Retno Sri Iswari Rosakawati Ruly Widya Kusumaningrum Sahat Tua Naiboha, Beres Sangidu Saputra, Joko Hendra Saragih, Hartaulina Selvi Marcellia solehah, eka Sri Haryuni Suci Wulandari Suci Wulandari Sulistiono, Priyo Suryanto, Andi SUTRISNO Sutrisno, Sutrisno Syahril Wahyu Ramadhan Syarif Abdullah Ulfa Luthfiani Wahid, Abdurahman Wardah Fauziah Wardani Fahry Prasiwi Wening Palupi Dewi Widarto Widarto Wijayanto, Herman Adhi Yenny Puspitasari Yulia Nurfatna Yuly Peristiowati Yuly Peristiowati Zainul Arifin Zainul Arifin