Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Efisiensi Biaya Antara Metode Patch Repair (Tambalan) dan Overlay (Pelapisan Ulang) Untuk Perbaikan Jalan Aspal di Banda Aceh Uskur Reza; Ariansyah, Dedek; Pramanda, Heru; Bunyamin, Bunyamin; Idroes, Imransyah
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 4 No 3 (2025): November
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v4i3.1055

Abstract

Roads as an element of national transportation have an important role, especially in supporting the economic, social, cultural, and environmental sectors. Road conditions in Banda Aceh in 2025 indicate challenges in infrastructure. In road damage, there are several repairs such as repairs and overlays that require high costs. The purpose of this study is to compare the cost efficiency between the patch repair method and the overlay method. This research method is quantitative with research procedures guided by Bina Marga. Data analysis was carried out in this study using Microsoft Excel. Based on the results of the research that has been done, the level of road damage on Jl. Kamboja with a research sample of 6000 m2, there are 3 types of damage: patches, cracks, and holes. The total amount of damage on this is 30.0 with additional asphalt concrete damage of 0.51% with a damage area of ​​30.8 m2. From the research that has been done, there are 2 repair methods on this road. For road repairs using the patch repair method on Jl. Cambodia spent less time on the project, with a total budget of Rp59,003,177. Patch repairs were more effective and more economical than overlay repairs. Overlay repairs, on the other hand, cost Rp119,633,072.70, taking longer to complete. For emergency budgets, patch repairs are recommended over overlay repairs.
Pengaruh Penambahan Serat Abaka Dan Substitusi 5% Abu Cangkang Tiram Dalam Menghasilkan Kuat Tarik Beton Mutu Tinggi Bunyamin, Bunyamin; Isnaini, Isnaini; Pramanda, Heru; Ridha, Muhammad
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.244

Abstract

AbstractAbaca fiber is a natural reinforcement material with potential to improve the tensile performance of concrete. However, its application in high-strength concrete is often hindered by fiber agglomeration, and studies on its use in such concrete remain limited. This research investigates the effect of incorporating abaca fiber in combination with 5% Oyster Shell Ash (OSA) as a partial cement replacement on the splitting tensile strength of high-strength concrete. Concrete specimens (100 mm × 200 mm cylinders) were prepared with abaca fiber contents of 0.15%, 0.30%, and 0.45% by weight of cement. The OSA was sourced from Krueng Neng, Aceh Besar, while the abaca fiber was obtained from East Java, Indonesia. The mix design followed ACI 211.4R-93 guidelines and ASTM testing standards, targeting a compressive strength of 9000 psi (≈ 62 MPa). After 28 days of water curing, results showed that the lowest splitting tensile strength was recorded for normal concrete (6.81 MPa), while the highest value was obtained for the mix containing 5% OSA and 0.30% abaca fiber (8.87 MPa). These findings indicate that the synergy between OSA and optimal abaca fiber content can significantly enhance the tensile performance of high-strength concrete.Keywords:Oyster shell ash; abaca fiber; concrete high strength; splitting tensile strengthAbstrakSerat abaka merupakan material penguat alami yang berpotensi meningkatkan kinerja tarik beton. Namun, penerapannya pada beton mutu tinggi sering terkendala oleh penggumpalan serat, dan kajian terkait penggunaannya pada beton mutu tinggi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat abaka yang dikombinasikan dengan 5% Abu Cangkang Tiram (ACT) sebagai pengganti sebagian semen dalam menghasilkan kuat tarik belah beton mutu tinggi. Benda uji berupa silinder berukuran 100 mm × 200 mm dibuat dengan variasi kadar serat abaka sebesar 0,15%, 0,30%, dan 0,45% dari berat semen. ACT diperoleh dari Krueng Neng, Aceh Besar, sedangkan serat abaka berasal dari Jawa Timur, Indonesia. Perancangan campuran mengacu pada pedoman ACI 211.4R-93 dan standar pengujian ASTM, dengan mutu rencana sebesar 9000 psi (≈ 62 MPa). Setelah perendaman selama 28 hari, hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tarik belah terendah diperoleh pada beton normal (6,81 MPa), sedangkan nilai tertinggi dicapai pada campuran dengan 5% ACT dan 0,30% serat abaka (8,87 MPa). Temuan ini memperlihatkan bahwa kombinasi ACT dan kadar serat abaka yang optimal dapat secara signifikan meningkatkan kinerja tarik beton mutu tinggi.Kata Kunci:Abu cangkang tiram; serat abaka; beton mutu tinggi; kuat tarik
Analisis Waktu Menggunakan Microsoft Project Pada Pekerjaan Gedung A1 Pemondokan Upt. Asrama Haji Embarkasi Aceh Zaiyanna Fitri; Dedek Ariansyah; Heru Pramanda
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v1i2.316

Abstract

With current technological developments, it affects construction management where computer programs can simplify the process of making reports, activities, controlling, and controlling the activities of a project. The object of this research is the A1 Building for the Hajj Embarkation Dormitory in Aceh, which is located on Teuku Nyak Arief Street, Kuta Alam District, Banda Aceh City. This building project is scheduled for 180 days starting from 05 July 2021-05 December 2021 with a budget of Rp 28,370,150,000.00 (Twenty Eight Billion Three Hundred Seventy Million One Hundred Fifty Thousand Rupiah). an effective and efficient time duration is obtained by reviewing structural work from the 1st, 2nd, 3rd, 4th, and rooftop floors. Primary data obtained are the number of workers. Secondary data is obtained from literature studies and related agencies as build drawing and time schedule. The results of the research are that there is an accelerated time duration for structural work from 91 days to 85 days with an initial work date of 09 August 2021- 07 November 2021 to 09 August 2021-01 November 2021. The benefit of the research is to provide solutions the fastest time by comparing the time schedule obtained from contractors and Microsoft Project 2019 software.
Analisa Produktivitas Dan Efektivitas Alat Berat Pada Pekerjaan Peningkatan Jalan Irigasi Kr. Jreu Kec. Indrapuri Muhammad Aris; Heru Pramanda; Febrina Dian Kurniasari; Dedek Ariansyah
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v2i1.422

Abstract

Proyek pembangunan jalan bertujuan untuk memperlancar arus lalu lintas dengan melakukan pengaspalan yang tentunya menggunakan peralatan berat sehingga diperlukan perencanaan yang akurat dan optimal. Oleh karena itu diperlukan suatu analisa produktivitas dan efektivitas alat berat pada pekerjaan peningkatan jalan Irigasi Kr. Jreu Kec. Indrapuri, dengan menggunakan data gambar kerja, gambar proyek, data alat berat dan time schedule dengan ketentuan Bina Marga 2018, yang bertujuan untuk menghitung kapasitas produksi alat yang akan digunakan dan waktu kerja yang diperlukan pada proyek tersebut. Adapun hasil yang didapatkan yaitu produktivitas pada pekerjaan base dan perkerasan aspal untuk excavator dengan nilai produktivitas per jam sebesar 189,71 Jam/m3 dalam satu hari 1328,00 m3/hari. Dump truck per jam adalah 31,96 Jam/m3 dalam satu hari 223,71 m3/hari, tandem roller perjam 128,97 m3/jam dan per hari 902,79 m3/hari. motor grader perjam adalah 188,30 m3/jam dan perhari sebesar 1318,14 m3/hari. water tank perjam 124,50 m3/jam dan perhari 871,50 m3/hari. Asphalt Finisher perjam yaitu 125,93 m3/jam dan perhari sebesar 871,50 m3/hari. jumlah excavator, tandem roller, motor grader dan water tank sebanyak 1 unit, dan dump truck 6 unit, Sedangkan dump truck yang ada dilapangan hanya ada 4 unit. Durasi dari tiap alat berat yang digunakan pada pekerjaan base memiliki durasi 2 hari, sedangkan untuk pekerjaan perkerasan aspal memiliki durasi 1 hari.
Analisa Perbandingan Waktu, Biaya dan Tenaga Kerja pada Pekerjaan Pengecoran Plat Lantai Menggunakan Concrete Lift dan Concrete Pump pada Pembangunan Gedung Bertingkat (Studi Kasus : Pembangunan Gedung Pusdalops Tahap III Kota Banda Aceh) Habibi, Muhammad; Heru Pramanda; Imransyah Idroes; Dedek Ariansyah
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v2i1.432

Abstract

Pembangunan Gedung Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Kota Banda Aceh pada tahun 2022 ialah lanjutan tahap ke-3 dengan nilai kontrak Rp. 4.743.223.815,00 untuk melanjutkan pekerjaan dari lantai 2 sampai dengan lantai 3 dan finishing yang dikerjakan oleh PT. Harum Jaya dengan masa kontrak dari 20 April 2022 sampai dengan 16 Desember 2022. Letak lokasi proyek berada di Gampong Ilie Kec. Ulee Kareng kota Banda Aceh dengan kondisi exsisting terdapat rumah penduduk dan sekolahan yang membuat lokasi proyek ini sedikit sempit. Permasalahan yang muncul adalah kurangnya ruang untuk menempatkan alat truck mixer dan concrete pump untuk berdiri secara bersamaan, sehingga mempengaruhi waktu pelaksanaan pekerjaan, biaya dan jumlah tenaga kerja, dengan mempertimbangkan permasalahan tersebut penulis membuat perbandingan antara penggunaan alat concrete pump dan concrete lift. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua peralatan tersebut, sehingga didapatkan peralatan mana yang lebih efesien digunakan saat pelaksanaan. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu kuantitatif dan survey lapangan, kuantitatif digunakan untuk menghitung waktu, biaya dan tenaga kerja dari alat concrete pump dengan mengikuti nilai koefesien dari AHSP SNI tahun 2016, sedangkan untuk alat concrete lift menggunakan metode survey dengan melakukan pengamatan langsung untuk memperoleh data yang diperlukan. Hasil dari penelitian ini didapatkan waktu pengecoran dua segmen menggunakan alat concrete lift memerlukan waktu 443,16 menit (7,39 jam) dan alat concrete pump membutuhkan waktu 40,30 menit (0,67 jam). Tenaga kerja yang dibutuhkan alat concrete lift adalah 26 orang dan alat concrete pump membutuhkan 32 orang. Selanjutnya pada biaya untuk alat concrete pump adalah sebesar Rp. 43.365.000,00 dan biaya yang diperlukan alat concrete lift adalah sebesar Rp. 27.545.886,14. Pada Bagan balok (Barchart) alat concrete lift lebih efisien dalam bagian tenaga kerja dan biaya, sedangkan alat concrete pump lebih unggul dalam waktu pelaksanaan.
Analisa Produktivitas Tenaga Kerja Terhadap Biaya Dan Waktu Pelaksanaan Proyek Pusdalops Tahap III Kota Banda Aceh Rahmadiani; Heru Pramanda; Dedek Ariansyah; Febrina Dian Kurniasari
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v2i2.559

Abstract

Produktivitas tenaga kerja menentukan keberhasilan pelaksanaan suatu proyek konstruksi. Permasalahan penelitian ini membandingkan produktivitas tenaga kerja terhadap biaya dan waktu berdasarkan perencanaan dengan realisasi. Bertujuan untuk mengetahui waktu dan biaya pelaksanaan pekerjaan berdasarkan perencanaan dengan realisasi di lapangan. Manfaat yang diharapkan adalah agar dapat di pakai sebagai bahan pertimbangan dalam memperkirakan biaya dan waktu proyek pembangunan konstruksi terutama biaya dan waktu dari masing-masing item pekerjaan dan dapat dipakai sebagai acuan dalam penjadwalan dan biaya tenaga kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yaitu pengumpulan data. Ruang lingkup dalam penelitian ini item pekerjaan yang ditinjau pada pekerjaan Lantai II, Lantai III yaitu pekerjaan beton cor, pekerjaan pemadatan beton (vibrator), pekerjaan pembesian, pekerjaan bekisting, pekerjaan dinding dan plesteran, pekerjaan atap dan pekerjaan lantai. Penjadwalan waktu menggunakan software microsoft project 2016. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan hasil dari perhitungan tersebut produktivitas tenaga kerja di lapangan, waktu yang dikerjakan 153 hari dari 175 hari perencanaan dan biaya yang dikeluarkan berjumlah Rp. 574.560.000,- dari perencanaan Rp. 704.040.000,- yaitu dengan selisih biaya Rp. 129.480.000,- didapat sebesar 120%, sehingga produktivitas tenaga kerja di lapangan lebih menguntungkan 20% dari perencanaan.