Claim Missing Document
Check
Articles

The Influence Of Financial Literacy And Financial Attitudes On Student Saving Behaviour Mediated By Pocket Money Variables Pratama, Aidil Putra; Paleni, Herman; Effendi, Muhamad
Jurnal Fokus Manajemen Vol 6 No 2 (2026): Mei
Publisher : LPPJPHKI Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jfm.v6i2.11018

Abstract

This study aims to analyze the effects of financial literacy and financial attitude on students' saving behavior, as well as the role of pocket money as a mediator. A quantitative approach with a descriptive-causal design was employed on 90 students of the Management Study Program, Bina Insan University, class of 2024/2025, using simple random sampling. The research instruments were tested for validity and reliability, while data analysis was conducted using SEM-PLS to assess direct, indirect, and mediation effects. The results indicate that financial literacy has a positive and significant effect on saving behavior (coefficient = 0.268; T-statistic = 4.186; P < 0.001), as does financial attitude (coefficient = 0.319; T-statistic = 4.410; P < 0.001). Mediation analysis reveals that pocket money does not significantly mediate the effect of financial literacy but serves as a partial mediator between financial attitude and saving behavior (coefficient = 0.284; T-statistic = 5.473; P < 0.001). The findings confirm that financial literacy and financial attitude are primary factors shaping students’ saving behavior, while pocket money reinforces the influence of attitude when adequately provided. Practically, these results underscore the importance of integrated financial education interventions, encompassing literacy enhancement, positive financial attitude development, and effective pocket money management. This study provides empirical evidence to inform financial education policies and strategies aimed at fostering sustainable saving behavior among university students.
Pengaruh Transformasi Digital dan Pengembangan SDM terhadap Kinerja Pegawai dengan Motivasi Kerja sebagai Variabel Intervening pada Sekretariat Daerah Yulanda Santika; Wisdalia Maya Sari; Muhamad Effendi; Herman Paleni
Journal Social Society Vol. 6 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.2.2026.1205

Abstract

Pentingnya peningkatan kinerja pegawai di lingkungan pemerintahan yang saat ini dihadapkan pada tuntutan digitalisasi layanan publik, dimana aparatur diharuskan beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta peningkatan kompetensi guna mendukung pelaksanaan tugas yang lebih optimal dan sesuai kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh transformasi digital dan pengembangan SDM terhadap kinerja pegawai dengan motivasi kerja sebagai variabel intervening pada sekretariat daerah Kota Lubuklinggau. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 115 pegawai dan berdasarkan rumus slovin yang digunakan, total yang dijadikan sampel berjumlah 90 pegawai. Metode pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Skala Likert, kemudian diolah menggunakan SmartPLS 04. Penelitian ini menggunakan instrumen pengukuran yang dianalisis melalui outer model, meliputi uji validitas konvergen, validitas diskriminan, serta uji reliabilitas untuk memastikan kualitas konstruk. Selanjutnya, teknik analisis data dilakukan menggunakan inner model yang mencakup pengujian nilai R² dan F² guna melihat kekuatan prediktif model, serta dilanjutkan dengan uji hipotesis untuk menentukan hubungan signifikan antar variabel dalam model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien sebesar 0,707, t-statistic 19,794, dan p-value 0,000 (< 0,05). Sementara itu, pengembangan SDM tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan nilai koefisien sebesar –0,061, t-statistic 0,384, dan p-value 0,701 (> 0,05). Secara simultan, transformasi digital dan pengembangan SDM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Nilai R-square sebesar 0,952 dan R-square adjusted sebesar 0,950. Lebih lanjut, hasil pengujian indirect effect menunjukkan bahwa motivasi kerja tidak mampu memediasi transformasi digital terhadap kinerja pegawai, dengan nilai koefisien sebesar –0,002, t-statistic 0,071, dan p-value 0,944 (> 0,05). Namun demikian, motivasi kerja terbukti mampu memediasi pengaruh pengembangan SDM terhadap kinerja pegawai secara positif dan signifikan, dengan nilai koefisien sebesar 0,363, t-statistic 2,690, dan p-value 0,007 (< 0,05). Kesimpulannya transformasi digital menjadi faktor kunci peningkatan kinerja, sementara pengembangan SDM akan efektif jika disertai dengan peningkatan motivasi kerja.