Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang Kesehatan Ibu Dan Anak Di Masa Pandemi Covid-19 Di Wilayah Kerja Puskesmas Buleleng I Dwi Lestari; Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Ni Made Karlina Sumiari Tangkas; Lina Anggaraeni Dwijayanti
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i2.223

Abstract

Pengetahuan tentang kesehatan ibu dan anak sangat penting bagi ibu hamil. Kelas ibu hamil bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan ibu dan anak yang dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan. Berdasarkan survei pendahuluan yang dilaksanakan di Puskesmas Buleleng I, masih banyak ibu hamil dengan faktor risiko dan yang belum mengikuti kelas ibu hamil. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan kelas ibu hamil terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang kesehatan ibu dan anak di wilayah kerja Puskesmas Buleleng I. Metode yang digunakan adalah Quasi-Eksperimental dengan rancangan One Group Pre-Post Test. Kegiatan ini dilakukan pada Desember 2022 sampai dengan Februari 2022, dengan teknik Total Sampling dimana jumlah peserta  sama dengan jumlah populasi adalah 70 responden. Data dianalisis menggunakan T-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dalam empat kali pelaksanaan kelas ibu hamil, terjadi peningkatan pengetahuan antara sebelum dan sesudah pelaksanaan kelas ibu hamil. Dapat disimpulkan bahwa, kelas ibu hamil efektif terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang kesehatan ibu dan anak di wilayah kerja Puskesmas Buleleng I. Penulis berharap agar kelas ibu hamil dapat rutin dilaksanakan di Puskesmas Buleleng I dengan jumlah ibu hamil yang lebih banyak dan ibu hamil yang belum pernah mengikuti kelas untuk mengatasi permasalahan yang sering terjadi yaitu kematian ibu hamil.
Upaya Penurunan Stress Akademik Pada Anak Sekolah Dasar Di Masa Pandemi Covid 19 Melalui Pembelajaran Sistem Coding Membuat Game Luh Yenny Armayanti; Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Putu Sukma Megaputri
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i1.192

Abstract

Pandemi covid 19 berdampak besar pada tatanan pendidikan di Indonesia. Perubahan pada sistem pembelajaran yang dilakukan secara online/daring memicu stres akademik dikalangan siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan coding membuat game kepada siswa sehingga dapat menurunkan tingkat stress dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan penerapan metode quasi eksperimen one grup pre post test design. Kegiatan ini juga didukung dan di damping Mentor Coding dari timedoors of Singapore yaitu salah satu foundation yang bergerak di bidang pengembangan dan pengenalan programmer pada siswa Indonesia. Tingkat stress diukur menggunakan Kessler Psychological Distress Scale. Hasil kegiatan dianalisis dengan menggunakan statistic deskriptif dan paired t-test untuk mengetahui perbedaan tingkat stress sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Sebelum diberikan perlakuan ditemukan sebanyak 1 (8,3%) dari 12 orang siswa mengalami stres berat, 3 (25,0%) orang mengalami stres sedang dan sisanya masuk dalam kategori tidak stres dan stress ringan. Setelah diberikan perlakuan tidak ada lagi siswa yang mengalami stres berat dan sedang. Satu dari dua belas siswa mengalami stres ringan (8,3%) dan 11 (91,7%) siswa masuk dalam kategori tidak stress. Terdapat perbedaan tingkat stress yang signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan (p=0,001). Pembelajaran sistem coding membuat game efektif dalam menurunkan tingkat stress siswa dimasa pandemi COVID-19
Evaluasi Pendampingan Keluarga Pada Program Vaksinasi Covid 19 Lanjut Usia (Lansia) di Puskesmas Banjar 1 Ni Putu Ayu Purnama Sari; Putu Dian Prima Kusuma Dewi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i2.219

Abstract

Lansia adalah seseorang yang memiliki usia lebih dari atau sama dengan 60 tahun. Lansia dapat juga diartikan sebagai menurunnya  kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri dan mempertahankan struktur serta fungsi normalnya, sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas. Dukungan sosial secara alamiah diterima lansia dari interaksi sosial dengan orang-orang disekitarnya misalnya anggota keluarga, teman dekat, tetangga, ataupun relasi. Lansia di Indonesia umumnya tinggal di rumah bersama keluarga, sehingga keluarga sebagai salah satu sumber dukungan sosial memberikan arti penting bagi kehidupan lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dukungan keluarga dan karakteristik demografi lanjut usia (Lansia) Penerima Vaksin Covid 19 di Puskesmas Banjar I. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif, rancangan crosscectional menggunakan pendekatan retrospektif. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner dengan bantuan google form. Sampel minimal yang digunakan dalam penelitian ini adalah 164 orang. dukungan keluarga sebagian besar yang tidak merasa cemas sebanyak 127 responden (77,4 %)  sedangkan yang merasa cemas sebanyak 37 responden (22,6%). Diharapkan kepada para keluarga yang memiliki lansia agar tetap memperhatikan kesehatan para lansia, selalu mendampingi lansia dalam melakukan pemeriksaan kesehatan serta tetap mendukung lansia dalam mengikuti kegiatan vaksinasi covid 19. Diharapkan kepada pemerintah untuk meningkatkan profil informasi tentang vaksinasi covid-19 yang baik dan menempatkan label peringatan pada informasi yang kurang baik dengan cara memblokir website yang menyebarkan informasi palsu mengenai vaksin covid-19 yang beredar di sosial media.
Sex And Functional Status As A Predictor Of Death Of People Living With HIV/AIDS On Arv Therapy In Buleleng Hospital Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Putu Sukma Megaputri; Ni Ketut Ayu Wulandari; Ni Made Dwi Yunica Astriani; Ari Pertama Watiningsih; Luh Ayu Dianiati
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2020.8(2).116-122

Abstract

Cases of death in HIV / AIDS are still a benchmark for the success of treatment. Studies of predictors of death in people with HIV in the general population are still very limited. Longitudinal analytic with a retrospective approach using cohort data of patients receiving antiretroviral drugs at Buleleng General Hospital in the period 2006-2015. Analysis uses logistic regression with SPSS version 17. Results show a total of 1204 that the incidence of total mortality rate is 3 per 100 person years. 50% of deaths occurred at 0.14 years of observation. Men and the general functional status of employment were predictors of death in PLHAs. Men have a risk of death 2.12 times higher than that of women (aOR 2.12 (p 0.01 CI 1.28-3.51). Functional status of beds increases the risk of death aOR 2.14 (CI 1.39-3.29 p 0.01).Men have a risk of death evaluation of the success of antiretroviral therapy considers studies and differences in needs between women and men.The functional status of beds shows a poor clinical condition that increases the risk of death in people with HIV. Evaluation of regularity of treatment and the incidence of gender-based deaths should be done more intensively.
PREDIKTOR KEGAGALAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAWAN I KABUPATEN BULELENG Putu Dian Prima Kusuma Dewi
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

World Health Organitation (WHO) menyusun target peningkatan pemberian ASI Eksklusif hingga 50% pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan ekternal yang menjadi prediktor kegagalan pemberian ASI yang dilakukan pada tujuh desa di bawah wilayah Puskesmas Sawan 1. Metode yang digunakan adalah crossectional pendekatan survey dengan lembar kuisioner. Analisa yang digunakan adalah survival analysis dan regresi logistic dengan bantuan STATA 12. Hasilnya bahwa 50 % kegagalan pemberian ASI Eksklusif terjadi pada 78 hari. Faktor internal yaitu umur ibu ( < 20 tahun atau > 35 tahun) (OR 1.86, CI 1.009-3.33 p 0.04), tidak melakukan perawatan payudara selama hamil (OR 3.49, CI 1.50-8.16 p 0.01) meningkatkan kegagalan pemberian ASI Eksklusif, sebaliknya tidak tertarik pada susu formula menurunkan kegagalan pemberian ASI Eksklusif sebesar 89% (OR 0.11, CI 0.05-0.201 p 0.01). Tidak pernah terpapar promosi susu formula menurunkan kegagalan pemberian ASI Eksklusif sebesar 69% (OR 0.31, CI 0.16-0.60 p 0.01) dan penawaran susu formula dari tenaga kesehatan meningkatkan kegagalan ASI Eksklusif hingga 4.23 kali (OR 4.23, CI 1.52-11.76 p 0.01). Persiapan proses laktasi yang lebih dini dan dukungan dari berbagai pihak secara internal maupun eksternal menjadi kunci keberhasilan pemberian ASI Eksklusif.
Revitalisasi Rumah Dodol di Kabupaten Buleleng : Program Kemitraan Masyarakat Putu Sukma Megaputri; Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Cindy Meilinda Sari; Ari Pertama Watiningsih; I Made Sundayana
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2020): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v4i4.3983

Abstract

Dodol is one of the traditional foods from all regions in Indonesia, one of which is Bali. However, some dodol houses do not pay attention to health factors, cleanliness in the process of manufacture, packaging and marketing. The aim of this service is to revitalize dodol houses in Kubutambahan and Penglatan Villages. The method of community service uses the technology application method. The targets were dodol houses in Kubutambahan and Penglatan Villages. The results found were solutions to problems in the form of a solution plan and the outcomes that had been carried out. Currently the dodol house has been revitalized using a modern stove, with workers using PPE to maintain cleanliness and nutritional value in the manufacturing process. Substituting artificial sweeteners and dyes for natural ingredients. In addition, marketing is also carried out without conventional methods so that marketing can be carried out in all directions.
DURASI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP MORDIBITAS BAYI DALAM SATU TAHUN PERTAMA KEHIDUPAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAWAN I Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Lina Anggaraeni Dwijayanti; Luh Ayu Purnami; Ari Pertama Watiningsih Pertama Watiningsih; Kadek Nadia Sintia Dewi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i2.2402

Abstract

 ABSTRAK Latar Belakang Pemberian ASI Eksklusif yang tidak optimal meningkatkan risiko kematian pada bayi. Indonesia memiliki cakupan pemberian ASI yang masih jauh dari target global. Tujuan  untuk menganalisis pengaruh durasi pemberian ASI Eksklusif terhadap mordibitas bayi. Metode Penelitian longitudinal analitik dengan pendekatan secara kohort retrospektif dan pengambilan secara crossectional. Analisis yang digunakan adalah cox regresi menggunakan SPSS versi 17. Sampel berjumlah 189 orang menggunakan metode wawancara. Hasil Insiden rate mordibitas bayi dengan durasi pemberian ASI kurang dari enam bulan sebesar 46 per 100 PY (person years) dengan median time mordibitas pada 1.63 bulan. Terbukti durasi pemberian ASI kurang dari enam bulan berisiko terhadap mordibitas bayi hingga 14.6 kali (9.28-22.97 p 0.01). Ibu dengan status bekerja 1.5 kali  (1.13-2.12 p 0.01) dan lama bekerja lebih dari enam jam 1.5 kali (1.03-2.26 p 0.03) berisiko terhadap mordibitas bayi dalam satu tahun kehidupan pertama. Durasi pemberian ASI kurang dari enam bulan, status ibu bekerja dan lama bekerja lebih dari enam jam berisiko terhadap tingkat mordibitas pada bayi. KesimpulanDurasi pemberian ASI Eksklusif berpengaruh terhadap tingkat mordibitas pada bayi. Durasi pemberian ASI kurang dari enam bulan terbukti 14.6 kali meningkatkan mordibitas pada bayi dibandingkan pemberian ASI lebih dari enam bulan. Selain itu karakteristik sosial yaitu dengan ibu yang bekerja lebih dari enam jam sehari 1.5 kali meningkatkan mordibitas pada bayinya.Saran Konseling terhadap pekerja wanita yang menyusui harus direalisasikan dengan memberikan ruang dan fasilitas yang dapat mendukung pemberian ASI Eksklusif sehingga dapat menurunkan kejadian mordibitas pada bayi. Informasi mengenai ASI perah dan cara menyimpan ASI juga perlu disosialisasikan dengan baik. Kata Kunci : Durasi, eksklusif, mordibitas 
FAKTOR RISIKO KELAINAN LETAK PADA IBU HAMIL : STUDI KARAKTERISTIK GESTASI PADA RUMAH SAKIT SWASTA DI KABUPATEN BULELENG, BALI Yopita Triguno; Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Ni Made Karlina Sumiari Tangkas; Kadek Ayu Suarmini; Ni Komang Emi Wahyuni; Putu Juli Asmari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i2.2420

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang Kelainan letak pada kehamilan menjadi kondisi patologi yang sering terabaikan pada kehamilan. Traumatik dan risiko kesakitan seperti partus lama, ketuban pecah dini sangat mungkin terjadi pada kondisi kelainan letak.Tujuan untuk menganalisis karakteristik gestasi yang paling dominan meningkatkan risiko kelainan letak pada ibu hamil.Metode Penelitian analitik dengan pendekatan secara retrospektif dan pengambilan secara crossectional.Penelitian ini menggunakan data sekunder dari ibu yang melahirkan di Rumah Sakit Kertha Usada pada  periode waktu Januari – Juni 2016.Analisis yang digunakan adalah regresi logistic menggunakan STATA SE versi 12. Sampel berjumlah 718 orang menggunakan data sekunder.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelainan letak 7.94%, tidak mengalami placenta previa 98.19%, multipara 68.06%, gestasi lebih dari 37 minggu 93.72 % dan berat badan lahir 89.97%. Paritas dalam kategori multipara yaitu melahirkan lebih dari satu kali meningkatkan risiko kelainan letak hingga 5 kali lebih besar dibandingkan primipara (p value 0.01). paritas dengan kategori multipara sebagai faktor yang paling dominan meningkatkan risiko kelainan letak pada ibu hamil dengan nilai aOR 2.33 (CI 1.15-4.70 p value 0.01)Kesimpulan faktor yang paling dominan meningkatkan risiko kelainan letak pada ibu hamil adalah paritas multiparaSaran Sebaiknya deteksi dini tentang kelainan letak ini rutin dilakukan selama proses kehamilan teruatam pada ibu multipara. Kata Kunci : Paritas, Gestasi, Kelainan Letak    
KARAKTERISTIK GESTASIONAL DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) IBU BERSALIN DENGAN SECTIO CAESARIA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Lina Anggaraeni Dwijayanti; Kadek Ayu Suarmini; Ni Made Karlina Sumiari Tangkas; Indrie Lutfiana; Dewa Ayu Dian Purnami
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i3.4461

Abstract

 Background Covid-19 is a disease that can be transmitted through droplets, with signs and symptoms, namely coughing, shortness of breath, hyperthermia and others. The Covid-19 pandemic period is something that really needs to be considered, especially for maternity mothers who will have a caesarean section, by screening a good covid-19 protocol before a caesarean section is carried out.Purpose of this study was to determine the gestational characteristics of mothers giving birth with Sectio Caesaria during the Covid-19 pandemic in the Central Surgical Installation Room (IBS) of the Sanjiwani Hospital, Gianyar.Methods This study uses a mix method design, where quantitative data uses a cross sectional approach to the type of secondary data, namely Medical Records. The qualitative data used in-depth interviews involving the head of the room and the Head of Nursing at the Sanjiwani Hospital consisting of 4 doctors, midwives and nurses. The data were analyzed by univariate analysis with Stata SE 12 software. This study used total sampling in the period March-September 2020 with a total of 102 mothers who gave birth by cesarean section. Results of the study were obtained from 102 respondents with an average age of 29.77 years, with high school education, namely 75 people (70%), 55 people not working (52%), medical indications 82 people (80.39%), complaints of vaginal discharge (KPD) were 33 people (32.35%), positive rapid test 37 people (36.27%), and positive PCR swab results were 33 people (32.35%).Conclusion The policy is that all pregnant women must undergo a rapid test and PCR test before the delivery process is carried outSuggestions The regulation of maternity services during the COVID-19 pandemic is more about screening, namely mandatory rapid tests and PCR tests. Handling with strict health protocol level 3 to break the chain of virus transmission. Key words: Sectio Caesaria, Covid-19, SOP ABSTRAK  Latar Belakang Covid-19 merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui droplet, dengan tanda dan gejala yaitu batuk, sesak, hipertermi dan lain-lain. Masa pandemi Covid-19 merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan terutama pada ibu bersalin yang akan dilakukan tindakan sectio caesarea, dengan melakukan skrining protocol covid-19 yang baik sebelum dilakukan tindakansectio caesarea.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik gestasional pada ibu bersalin dengan Sectio Caesaria pada masa pandemi Covid-19 di Ruang Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD Sanjiwani Gianyar.Metode Penelitian ini menggunakan rancangan mixmethod, dimana data kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional pada jenis data sekunder yaitu Rekam Medis. Data kualitatif menggunakan wawancara mendalam yang melibatkan kepala ruangan dan Kabag Keperawatan RSUD Sanjiwani yang terdiri dari dokter, bidan dan perawat yang berjumlah 4 orang. Data dianalisis dengan analisis univariat dengan software Stata SE 12.  Penelitian ini menggunakan total sampling pada periode Maret-September 2020 dengan total 102 orang ibu bersalin dengan tindakan SC.      Hasil penelitian didapatkan dari 102 responden rata-rata pada umur 29,77 tahun, berpendidikan SMA yaitu 75  orang (70%), tidak bekerja sebanyak 55 orang  (52%), indikasi medis sebesar 82 orang (80.39%), keluhan keluar air pervaginam (KPD) yaitu 33 orang (32.35%), rapid test positif 37 orang (36.27%), dan hasil swab PCR positif sebanyak 33 orang (32.35%).Kesimpulan Kebijakan yang dilakukan bahwa seluruh ibu hamil wajib dilakukan rapid test dan PCR test sebelum dilakukan proses tindakan persalinanSaran Regulasi layanan ibu bersalin pada masa pandemi COVID 19 ini lebih pada skrining yaitu wajib rapid test dan test PCR. Penanganan dengan protokol kesehatan yang ketat level 3 untuk memutus rantai penularan virus.   Kata Kunci :  Sectio Caesaria, Covid-19, SOP
Pencapaian Triple Eliminasi Pada Ibu Hamil Di Wilayah Puskesmas Banjar Luh Made Ina Krishanty; putu dian prima kusuma dewi; Indrie Lutfiana
NERSMID : Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/nersmid.v5i2.134

Abstract

Indonesia has a prevalence rate of these three diseases reaching 0.39% for HIV, 1.7% for Syphilis and 2.5% for Hepatitis B. With the large population of Indonesia, this figure is still included in the high number so more attention is needed to overcome it. This study aims to see the implementation of triple elimination in pregnant women. Research is a descriptive quantitative research with a cohort study and a retrospective approach. This descriptive research was used to examine the incidence of pregnancy at risk at the Banjar I Health Center by utilizing the maternal cohort register in the last 1 (one) year. The results showed that all pregnant women had non-reactive results in cases of STIs, HIV and Syphilis (425) 100%. Gestational characteristics in pregnant women with low risk, healthy reproductive age of 88.34% (303), distance less than 2 years 55.10% (189) with an average age of 38.9 weeks while the high risk group with unhealthy reproductive age of 68.29% (56), distance of more than 2 years 80.49% (66) with an average gestational age of 39.02 weeks. ANC visits in the irregular category with criteria of more than 30 days i.e. on visits 1 to 2 (293: 68.94%), Visits 2 to 3 (294: 69.18%), visits 3 to 4 (287: 67.53%), visits 4 to 5 (253: 59.53%).  The results of this study can be used as input for midwives in order to provide the right IEC and carry out early detection related to HIV disease. Syphilis dna Hepatitis B in every pregnancy .  
Co-Authors a Puspa Ningrum, Kadek Agustina Agus Windu Yasa Bukian, Putu Antariksawan, I Wayan Ari Pertama Watiningsih Ari Pertama Watiningsih Ari Pertama Watiningsih Pertama Watiningsih Bukian, Putu Agus Windu Yasa Cindy Meilinda Sari Desak Ketut Sugiartini Desak Ketut Sugiartini Desak Ketut Sugiartni Dewa Ayu Dian Purnami Dewi Aprelia Meriyani Dwi Lestari Dwijayanti, Lina Anggaraeni Gede Budi Widiarta Gede Ivan Kresnayana Gusti Ayu Darmiti Gusti Putu Candra Heri, Mochamad I Dewa Ayu Rismayanti I Gede Agus Sastra Wijaya I Made Sundayana I Made Sundayana I Wayan Sujana Indrie Lutfiana Kadek Agustina Puspa Ningrum Kadek Ayu Suarmini Kadek Ayu Suarmini Kadek Ayu Suarmini Kadek Indah Novi Lestari Kadek Nadia Sintia Dewi Kadek Yudi Aryawan Ketut Putra Sedana Komang Ayu Sri Utami Luh Ayu Dianiati Luh Ayu Purnami Luh Eka Sri Adnyani Luh Ersi Tunggal Putri Luh Made Ina Krishanty Luh Mariyoni Luh Megayani Luh Pariastini Luh Putu Desy Puspaningrat Luh Putu Mylinda Yani Luh Putu Sri Artadi Luh Yenny Armayanti Luh Yuki Restiana Sari Made Nila Yuwinda Sari Megaputri, Putu Sukma Megaputri, Putu Sukma Ni Ketut Ayu Wulandari Ni Komang Emi Wahyuni Ni Luh Putu Ayu Ariantini Ni Luh Seri Astuti Ni Made Dwi Yunica Astriani Ni Made Karlina Sumiari Tangkas Ni Made Karlina Sumiari Tangkas Ni Made Karlina Sumiari Tangkas Ni Made Raningsih Ni Nengah Yunariasih Ni Nyoman Siarni Ni Putu Ayu Purnama Sari Ni Putu Ika Novita Gunawan Pratama, Agus Ari Putu Agus Windu Yasa Bukian Putu Agus Yasa Windu Bukian Putu Juli Asmari Putu Monna Frisca Widiastini Putu Sukma Megaputri Putu Sukma Megaputri Putu Sukma Megaputri Sugiartini, Desak Ketut Sumiari Tangkas, Ni Made Karlina Sundayana, I Made Tangkas, Ni Made Karlina Sumiari Widiarta, Made Bayu Oka Yopita Triguno