Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Agen Perubahan Prilaku Anti Perundungan Pada Siswa Pelajar Sekolah Menengah Pertama Megaputri, Putu Sukma; Kusuma Dewi, Putu Dian Prima; Sumiari Tangkas, Ni Made Karlina; Widiarta, Made Bayu Oka
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v4i2.687

Abstract

Perundungan merupakan satu bentuk tiga dosa dalam perguruan tinggi. Perundungan menjadi salah satu sumber penyebab kesehatan mental pada remaja. Sehingga perlu dibentuk agen perubahan pada setiap sekolah menengah pertama untuk dapat menjadi acuan dalam menurunkan kejadian perundungan di lingkungan sekolah. Tujuan pengabdian ini adalah membentuk agen perubahan perilaku dalam membantu penurunan kejadian perundungan di sekolah. Metode pengabdian menggunakan Participatory Learning and Action (PLA) meliputi tahap penjajagan, observasi, pendampingan dan evaluasi. Hasil pengabdian melaporkan seluruh capaian kegiatan sudah mencapai 100%. Seluruh kegiatan berjalan dengan rencana. Penggunaan system informasi anti perundungan (SIAP) juga dapat digunakan secara maksimal dilihat dari pelaporan yang telah terdata pada sistem. Agen perubahan juga dapat memberikan pemahaman pencegahan perundungan di sekolah. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah seluruh rencana pengabdian telah dilaksanakan dengan baik dan agen perubahan telah terbentuk di 4 sekolah di Buleleng. Pengabdian yang dilaksanakan berupa pembentukan agen perubahan perilaku, pendampingan guru terkait penanganan kasus perundungan di sekolah, pendampingan agen perubahan serta public campaign menggunakan bondres Bali. Pembentukan agen perubahan memberikan dampak penurunan kejadian perundungan di sekolah.   Kata Kunci: Perundungan, pembentukan, pengabdian, remaja
Peningkatan Keterampilan Kader Posyandu Dalam Pengukuran Antropometri Untuk Deteksi Gizi Bayi Balita Kusuma Dewi, Putu Dian Prima; a Puspa Ningrum, Kadek Agustina; Megaputri, Putu Sukma; Sumiari Tangkas, Ni Made Karlina; Pratama, Agus Ari
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v4i2.689

Abstract

Tumbuh kembang anak ditentukan dari stimulasi dan deteksi yang dilakukan. Masalah kesehatan pada bayi dan balita seringkali diketahui karena deteksi seperti contoh pada kasus kurang gizi dan stunting.Tujuan pengabdian meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam melakukan pengukuran antropometri untuk deteksi status gizi bayi dan balita. Bahan dan metode yaitu Participatory Learning and Action (PALS) melalui peningkatan keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropomentri bayi dan balita.Metode melalui tahap penjajagan di evaluasi dengan  pre dan post test dan observasi, tahap pelaksanaan melalui pelatihan dan pendampingan serta tahap evaluasi kegiatan yang berlangsung selama 5 bulan sejak Desember 2024-April 2025 dilaksanakan di Desa Penyaringan, Kabupaten Jembarana Bali, jumlah peserta 20 orang kader didampingi 1 bidan desa sebagai fasilitator.Hasil yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengukuran antropometrikader mencapai 80% dengan deteksi kasus yaitu menunjukkan dari 148 balita sebagian besar balita dengan gizi baik, terdapat 29,5% balita dengan gizi kurang, 6,2% balita dengan gizi lebih dan 2,7% balita dengan gizi buruk.Penurunan kesalahan pengukuran antropometri mencapai 100 % dengan monitoring dan pendampingan.Hasil wawanacara dan observasi menunjukkan bahwa kesalahan pengukuran antropometri sering terjadi karena kurangnya keterampilan dalam mengoperasikan alat.Simpulan diperlukan pendekatan inovasi dan alat teknologi tepat guna yang dapat mengantisipasi kesalahan pengukuran antropometri yang dapat dilakukan oleh kader.   Kata kunci : Kader, antropometri, keterampilan, deteksi, balita
PENYULUHAN PENCEGAHAN HIV/AIDS DI KALANGAN SISWA MUDA KOLABORASI INTERNASIONAL STIKES BULELENG DENGAN WINDESHEIM UNIVERSITY BELANDA DI SMKN 1 KUBUTAMBAHAN ANTARIKSAWAN, I WAYAN; Gede Budi Widiarta; Ni Made Karlina Sumiari Tangkas; Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Kadek Yudi Aryawan; Ni Luh Seri Astuti; Ni Putu Ika Novita Gunawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 3 (2025): Vol. 7 No 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i3.2445

Abstract

Remaja merupakan kelompok berisiko tinggi terhadap penularan HIV/AIDS akibat keterbatasan pengetahuan dan tingginya perilaku berisiko. Kegiatan ini bertujuan menggambarkan tingkat pengetahuan remaja tentang pencegahan HIV/AIDS setelah mengikuti seminar edukasi di SMK N 1 Kubutambahan. Desain yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional pada 38 siswa kelas XI yang dipilih dengan teknik total sampling. Intervensi berupa seminar “Seminar on HIV/ADIS Preventions Among Young Age Students in Kubutambahan State Vocational High School” yang membahas pengertian HIV/AIDS, cara penularan, pencegahan, dan pengurangan stigma. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner posttest dan dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase dan kategori. Hasil menunjukkan rata-rata tingkat pengetahuan siswa sebesar 93,95% dengan kategori sangat baik, yang menggambarkan bahwa seminar efektif meningkatkan pemahaman remaja mengenai pencegahan HIV/AIDS. Kegiatan ini mendukung pentingnya edukasi kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS berbasis sekolah sebagai upaya preventif di kalangan remaja.
Pendampingan masyarakat usia produktif untuk pencegahan HIV AIDS dan pengurangan stigma di desa Ambengan Singaraja Putu Sukma Megaputri; Ni Made Karlina Sumiari Tangkas; Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Made Bayu Oka Widiarta; Dewi Aprelia Meriyani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23855

Abstract

Abstrak HIV/AIDS masih menjadi penyakit menular yang tidak bisa disembuhkan dan sering kali orang dengan HIV/AIDS mengalami stigma serta diskriminasi dengan sesama atau masyarakat sekitar. Sesuai dengan prong 1 untuk penanggulangan HIV/AIDS bahwa pencegahan HIV/AIDS menjadi satu hal terpenting khusunya pada usia produktif. Tujuan pengabdian ini adalah untuk melakukan pendampingan pada masyarakat usia produktif untuk melakukan pencegahan HIV/AIDS dan pengurangan stigma yang dilakukan di Desa Ambengan. Metode yang dilakukan dengan tahap pra persiapan, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Sasaran yang diberikan pengbdian masyarakat adalah 15-20 orang masyarakat usia reproduktif dengan tempat pengabdian di Desa Ambengan. Tahap pra persiapan mulai dari pendekatan dengan tokoh masyarakat dan perbekel Desa Ambengan, selanjutnya pelaksanaan dengan teknik pemberian edukasi dan pendampingan. Selanjutnya melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan untuk memantau keberhasilan peningkatan pengetahuan dan pendampingan yang dilakukan. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan rata-rata nilai pre test sebelum diberikan edukasi dengan nilai 70,8 selanjutnya setelah diberikan edukasi pengetahuan mereka meningkat menjadi 88,5. Simpulannya adalah pendampingan yang dilakukan efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat usia reproduktif dalam mencegah penularan HIV/AIDS dan penurunan stigma serta diskriminasi. Kata kunci: pengabdian; HIV-AIDS; pendampingan; pengetahuan AbstractHIV/AIDS is still an infectious disease that cannot be cured and people with HIV/AIDS often experience stigma and discrimination from each other or the surrounding community. In accordance with prong 1 for HIV/AIDS prevention, HIV/AIDS prevention is one of the most important things, especially in the productive age. The aim of this service is to provide assistance to people of productive age to prevent HIV/AIDS and reduce stigma in Ambengan Village. The method used is the pre-preparation stage, preparation stage, implementation stage and evaluation stage. The target for community service is 15-20 people of reproductive age with a place of service in Ambengan Village. The pre-preparation stage starts from approaching community leaders and Ambengan Village equipment, then implementation using education and mentoring techniques. Next, carry out monitoring and evaluation activities to monitor the success of increasing knowledge and mentoring carried out. The result of this community service was that there was an increase in knowledge, the average pre-test score before being given education was 70.8, then after being given education, their knowledge increased to 88.5. The conclusion is that the assistance provided is effective in increasing knowledge of people of reproductive age in preventing HIV/AIDS transmission and reducing stigma and discrimination. Keywords: devotion; HIV-AIDS; accompaniment; knowledge
Risk and Protective Factors of Postpartum Depression using the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) Kadek Ayu Suarmini; Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Putu Sukma Mega Putri; Ni Made Karlina Sumiari Tangkas; Alful Laila Okta Dewi
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i1.755

Abstract

Mental health remains a major global concern, as many physical and emotional health problems stem from unrecognized psychological disturbances. Postpartum depression (PPD) is among the most common mental health conditions affecting women after childbirth, with a global prevalence of depression and anxiety estimated at 15.6% during pregnancy and 19.8% during the postpartum period. This study aimed to identify the risk and protective factors associated with postpartum depression using the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). A cross-sectional study was conducted among 58 postpartum mothers in the Gerokgak II Health Centre working area, Buleleng, Bali. Data were collected using a validated EPDS questionnaire consisting of 10 items assessing depressive symptoms over the past two weeks. The sampling technique used was total sampling, considering the limited number of postpartum mothers in the study area. Data were analyzed using logistic regression to determine significant predictors of postpartum depression.  The findings revealed that 7 mothers (12.7%) experienced postpartum depression. Maternal age was identified as a significant risk factor (p = 0.02, OR = 1.52), indicating that older mothers were more likely to develop postpartum depression. Conversely, the number of children (parity) acted as a protective factor (p = 0.04, OR = 0.032), suggesting that mothers with more children were less likely to experience depressive symptoms. Other variables such as age at marriage, reproductive age category, domicile, and employment status were not significantly associated (p > 0.05). Postpartum depression should not be regarded as a minor issue, as it can significantly affect maternal and infant well-being. Strengthening family and community support is essential to ensure early detection and effective prevention of postpartum depression.
PEMBERIAN IMUNISASI PADA BAYI BALITA DENGAN HIV/AIDS: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Komang Ayu Sri Utami
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 8 No 2 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i2.372

Abstract

Pendahuluan: Jumlah bayi, balita dan anak dengan HIV diperkirakan terus meningkat seiring dengan peningkatan kasus HIV pada ibu hamil. Diperkirakan 1,8 juta anak usia 0-14 tahun hidup dengan HIV pada akhir tahun 2019, dan 150.000 anak baru terinfeksi dengan 100.000 anak meninggal karena penyakit terkait AIDS. HIV merupakan suatu infeksi oleh retrovirus yang masih menjadi salah satu permasalahan global hingga saat ini. Transmisi perinatal berperan sekitar 50-80% terjadinya penularan HIV baik intrauterin, melalui plasenta, selama persalinan melalui pemaparan dengan darah atau secret jalan lahir, maupun yang terjadi setelah lahir melalui ASI.Imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang secara langsung mengurangi pembiayaan kesehatan. Anak dengan infeksi human immunodeficiency virus (HIV) merupakan populasi yang rentan terhadap penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi sehingga imunisasi sangat direkomendasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemberian imunisasi dan status Imunisasi dasar yang diberikan pada bayi balita dengan HIV/AIDS. Metode: Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan pendekatan PRISMA. Hasil : Berdasarkan dari lima artikel yang memenuhi kriteria bahwa semua jenis imunisasi pada bayi, balita dan anak dengan HIV efektif diberikan untuk perlindungan dan peningkatan kualitas hidupnya. Simpulan : Seluruh jenis imunisasi aman dan sebaiknya diberikan pada bayi dengan HIV sebagai kondisis tertentu dan wajib untuk dilakukan test HIV terlebih dahulu dan dapat ditunda hingga 6 bulan pengobatan ARV.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN HIV IBU KE ANAK (PPIA): Literature Review Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Desak Ketut Sugiartini; Ketut Ayu Wulandari; Luh Ayu Dianiati
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 9 No 1 (2024): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/mjksb.v9i1.424

Abstract

Pendahuluan: Penularan HIV pada bayi lebih dari 90% tertular dari ibu HIV positif. Penularan tersebut dapat terjadi pada masa kehamilan, saat persalinan dan selama menyusui. Kurangnya pengetahuan, sikap, paritas, dukungan suami dan dukungan petugas kesehatan akan berdampak pada upaya pencegahan penularan HIV oleh ibu hamil ke bayi. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan upaya ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV dari Ibu ke Bayi. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskripitif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi adalah yang melakukan skrining HIV pada bulan Juni-Juli 2023 sebanyak 51 orang dengan jumlah sampel sebanyak 45 orang secara purposive sampling. Data diperoleh menggunakan kuesioner dan hasil data rekam medik dan dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: diperoleh bahwa factor-faktor yang berhubungan dengan upaya ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV dari ibu ke bayi adalah pengetahuan (p-value 0,000), sikap (p-value 0,004), dan dukungan petugas kesehatan (pvalue 0,026). Sedangkan faktor yang yang tidak berhubungan dengan upaya ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV dari dari ibu ke bayi adalah paritas (p-value 0,743) dan dukungan suami (p-value 0,070). Kesimpulan : faktor yang berhubungan dengan pencegahan penularan HIV adalah pengetahuan, sikap, dukungan petugas kesehatan.
STIGMA DAN DISKRIMINASI PADA ANAK DENGAN HIV/AIDS: STIGMA AND DISCRIMINATION IN CHILD WITH HIV/AIDS Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Putu Sukma Megaputri; Ni Luh Made Krisna Dwipayanti
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 11 No 1 (2026): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/mjksb.v11i1.606

Abstract

Stigma and discrimination against children living with HIV/AIDS remain major challenges in HIV control, as they impact children’s mental health, adherence to antiretroviral therapy (ART), access to healthcare, and quality of life. Scientific evidence on this phenomenon needs to be synthesised to support the development of effective interventions. The aim is to identify and synthesise scientific evidence regarding the forms, impacts, associated factors, and strategies for addressing stigma and discrimination against children living with HIV/AIDS. This study is a systematic literature review that follows the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines. A literature search was conducted on PubMed, ScienceDirect, ProQuest, and Google Scholar using the keywords HIV, children, stigma, discrimination, and HIV/AIDS. Articles were selected based on inclusion and exclusion criteria, followed by data extraction and narrative synthesis. A total of six articles met the criteria and were analysed. The synthesis revealed that stigma against children living with HIV/AIDS comprises enacted stigma, anticipated stigma and internalised stigma. Stigma is associated with depression, anxiety, social isolation, low adherence to antiretroviral therapy (ART), delayed disclosure of HIV status, and limited access to healthcare services. Factors influencing stigma include community knowledge, family support, healthcare workers and the social environment. Interventions such as education, training for healthcare workers, contact-based approaches, and the strengthening of healthcare policies have the potential to reduce stigma and discrimination. Stigma and discrimination against children living with HIV/AIDS are multidimensional issues that require comprehensive interventions involving families, healthcare workers, communities, and policy-makers to improve quality of life, treatment adherence, and access to healthcare services.
PENDAMPINGAN PADA WANITA UNTUK PERSIAPAN FISIK DAN PSIKIS DALAM MENGHADAPI FASE PRA MENOPAUSE DI DESA JATILUWIH Putu Sukma Megaputri; Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Ni Made Karlina Sumiari Tangkas; Ketut Eka Larasati Wardana; Dewi Aprelia Meriyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 2 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i2.73

Abstract

Masa pramenopause merupakan siklus yang dihadapi oleh setiap Wanita di seluruh Dunia. Banyaknya keluhan yang dapat dirasakan saat masi ini menjadi penting untuk dapat mengetahui dengan baik persiapan fisik dan psikis yang disiapkan oleh ibu sebelum menghadapi masa pramenopause. Tujuan pengabdian ini adalah untuk melakukan pendampingan pada ibu-ibu di Desa Jatiluwih tentang persiapan menyambut masa pramenopause baik dari segi fisik dan psikis. Metode yang dilakukan dengan tahap pra persiapan, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Sasaran yang diberikan pengbdian masyarakat adalah 20-30 orang ibu usia 45-49 tahun dengan tempat pengabdian di wantilan Desa Jatiluwih. Tahap pra persiapan mulai dari pendekatan dengan tokoh masyarakat dan perbekel Desa Jatiluwih, selanjutnya pelaksanaan dengan teknik pemberian edukasi dan pendampingan. Selanjutnya melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan untuk memantau keberhasilan peningkatan pengetahuan dan pendampingan yang dilakukan. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan rata-rata nilai pretest sebelum diberikan edukasi dengan nilai 60,8 selanjutnya setelah diberikan edukasi pengetahuan mereka meningkat menjadi 78,5. Simpulannya adalah pendampingan yang dilakukan efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai persiapan fisik dan psikis dalam menghadapi masa pramenopause di Desa Jatiluwih.
EFEKTIFITAS PEMBENTUKAN KADER KONSELOR ASI UNTUK MENINGKATKAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PENDEKATAN PARTICIPATORY ACTION RESEARCH DI DESA KUBUTAMBAHAN, BULELENG BALI Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Putu Sukma Megaputri; Luh Putu Indah Cantika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 4 No. 1 (2026): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v4i1.75

Abstract

Angka pemberian ASI eksklusif (EBF) di beberapa wilayah Indonesia masih di bawah target nasional. Pembentukan kader konselor ASI yang terlatih merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan praktik pemberian ASI eksklusif di tingkat komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas pembentukan kader konselor ASI dengan model pretest–posttest design dalam meningkatkan proporsi ibu yang memberikan ASI eksklusif sampai usia 6 bulan di Desa Kubutambahan. Metode: Studi quasi-eksperimental dengan desain pretest–posttest dengan kelompok kontrol non-random. Sampel terdiri dari 133 ibu nifas dengan bayi berusia <1 bulan pada baseline: 67 ibu di desa intervensi (Desa Kubutambahan) dan 66 ibu di desa kontrol yang karakteristik demografinya serupa. Intervensi: pembentukan dan pelatihan 30 kader konselor ASI (pelatihan 3 hari), pendampingan rumah, kelompok dukungan ibu (monthly mothers' support groups), dan pesan pengingat melalui SMS/WhatsApp selama 6 bulan. Pengukuran utama: proporsi ASI eksklusif hingga usia 6 bulan; data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur pada pretest (baseline) dan posttest (6 bulan). Analisis menggunakan uji Chi-square untuk perbandingan proporsi EBF, serta regresi logistik untuk mengontrol kovariat. Tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Pada pretest, proporsi EBF serupa antara kelompok intervensi dan kontrol (masing-masing 40,3% dan 39,4%). Setelah 6 bulan (posttest), proporsi EBF di kelompok intervensi meningkat menjadi 77,6% (n=52), sedangkan kelompok kontrol naik menjadi 45,5% (n=30). Perbedaan absolut peningkatan EBF antara kelompok intervensi dan kontrol adalah 32,1% (p<0,001). Regresi logistik multivariat yang mengontrol usia ibu, pendidikan, dan pekerjaan menunjukkan bahwa ibu di desa intervensi 4,1 kali lebih mungkin memberikan ASI eksklusif dibandingkan kelompok kontrol (OR adj = 4,10; 95% CI: 2,05–8,20; p<0,001). Kesimpulan: Model pretest–posttest dengan pembentukan kader konselor ASI yang terlatih, dilengkapi pendampingan rumah dan kelompok dukungan, efektif meningkatkan proporsi pemberian ASI eksklusif di Desa Kubutambahan.
Co-Authors a Puspa Ningrum, Kadek Agustina Agus Windu Yasa Bukian, Putu Alful Laila Okta Dewi Antariksawan, I Wayan Ari Pertama Watiningsih Ari Pertama Watiningsih Ari Pertama Watiningsih Pertama Watiningsih Bukian, Putu Agus Windu Yasa Cindy Meilinda Sari Desak Ketut Sugiartini Desak Ketut Sugiartini Desak Ketut Sugiartini Desak Ketut Sugiartni Dewa Ayu Dian Purnami Dewi Aprelia Meriyani Dwi Lestari Dwijayanti, Lina Anggaraeni Gede Budi Widiarta Gede Ivan Kresnayana Gusti Ayu Darmiti Gusti Putu Candra Heri, Mochamad I Dewa Ayu Rismayanti I Gede Agus Sastra Wijaya I Made Sundayana I Made Sundayana I Wayan Sujana Indrie Lutfiana Kadek Agustina Puspa Ningrum Kadek Ayu Suarmini Kadek Ayu Suarmini Kadek Ayu Suarmini Kadek Indah Novi Lestari Kadek Nadia Sintia Dewi Kadek Yudi Aryawan Ketut Ayu Wulandari Ketut Putra Sedana Komang Ayu Sri Utami Komang Ayu Sri Utami Luh Ayu Dianiati Luh Ayu Dianiati Luh Ayu Purnami Luh Eka Sri Adnyani Luh Ersi Tunggal Putri Luh Made Ina Krishanty Luh Mariyoni Luh Megayani Luh Pariastini Luh Putu Desy Puspaningrat Luh Putu Indah Cantika Luh Putu Mylinda Yani Luh Putu Sri Artadi Luh Yenny Armayanti Luh Yuki Restiana Sari Made Nila Yuwinda Sari Megaputri, Putu Sukma Megaputri, Putu Sukma Ni Ketut Ayu Wulandari Ni Komang Emi Wahyuni Ni Luh Made Krisna Dwipayanti Ni Luh Putu Ayu Ariantini Ni Luh Seri Astuti Ni Made Dwi Yunica Astriani Ni Made Karlina Sumiari Tangkas Ni Made Karlina Sumiari Tangkas Ni Made Karlina Sumiari Tangkas Ni Made Raningsih Ni Nengah Yunariasih Ni Nyoman Siarni Ni Putu Ayu Purnama Sari Ni Putu Ika Novita Gunawan Pratama, Agus Ari Putu Agus Windu Yasa Bukian Putu Agus Yasa Windu Bukian Putu Juli Asmari Putu Monna Frisca Widiastini Putu Sukma Mega Putri Putu Sukma Megaputri Putu Sukma Megaputri Putu Sukma Megaputri Sugiartini, Desak Ketut Sumiari Tangkas, Ni Made Karlina Sundayana, I Made Tangkas, Ni Made Karlina Sumiari Wardana, Ketut Eka Larasati Widiarta, Made Bayu Oka Yopita Triguno