Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

HUBUNGAN FAKTOR RISIKO KLINIS TERHADAP DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT INAP DI RSUP dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN TAHUN 2018 Kristianto, Lakcita Muliani; Nugraheni, Ambar Yunita; Meitasari, Anisa Diyan
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i1.307

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan persentase 6,83% di Klaten. Pasien hipertensi menggunakan lebih dari satu macam obat sehingga berisiko mengalami drug related problems (DRPs). Adanya faktor risiko klinis pada pasien hipertensi dapat mempengaruhi efektivitas penggunaan obat sehingga menimbulkan kejadian DRPs. Evaluasi DRPs bertujuan untuk mengurangi dampak negatif pada pengobatan seperti terjadinya efek samping dan interaksi obat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan jumlah faktor risiko klinis terhadap angka kejadian DRPs. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian observasional. Pengambilan sampel dilakukan secara retrospektif dengan purposive sampling pada data rekam medis pasien. Data dianalisis secara deskriptif dan analitik menggunakan uji korelasi Spearman. Kriteria inklusi meliputi pasien hipertensi dengan atau tanpa penyakit penyerta, usia > 18 tahun, mendapatkan obat antihipertensi, mendapatkan minimal 2 obat, memiliki data tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan obat tidak sesuai drug of choice 6 kasus (4,58%), obat kontraindikasi 4 kasus (3,05%), dosis obat tidak tepat (dosis dan frekuensi lebih/kurang (0,76%). Potensi interaksi obat 73 kasus, interaksi obat paling banyak adalah amlodipin dan CaCO3 (15,07%) dengan mekanisme interaksi farmakodinamik dan tingkat keparahan moderat. Faktor risiko klinis dan DRPs menunjukkan adanya hubungan sebesar 17,30% dengan kekuatan sedang (r = 0,461).
EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMS PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT DAERAH SURAKARTA TAHUN 2022 Rachim, Hanessa Febriani Farisca; Nugraheni, Ambar Yunita
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i2.319

Abstract

Infeksi saluran kemih merupakan penyakit adanya mikroorganisme didalam urin yang berpotensi menyerang saluran kemih. Prevalensi ISK menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2014 terdapat sekitar 180.000 kasus per tahun. Terapi ISK paling utama adalah antibiotik dan seringkali disertai terapi suportif. Penggunaan terapi memungkinkan terjadinya drug related problems yang menyebabkan kegagalan pengobatan sehingga perlu dievaluasi untuk dapat meningkatkan ketepatan dalam penggunaan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kejadian drug related problems meliputi masalah obat terkait indikasi (indikasi tanpa obat dan obat tanpa indikasi); efektivitas terapi (ketidaktepatan penggunaan obat dan kontraindikasi), dosis (dosis kurang dan dosis lebih) dan interaksi obat pada pasien ISK rawat inap di RSUD Dr. Moewardi Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah non eksperimental dan dianalisis secara deskriptif. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling, dengan kriteria inklusi yaitu pasien anak maupun dewasa yang menjalani rawat inap dengan diagnosa ISK atau sistitis, pasien tanpa diagnosa infeksi lain, pasien memperoleh minimal 2 obat, memiliki data rekam medik lengkap meliputi nomor rekam medik, identitas pasien (nama, jenis kelamin, usia, dan berat badan (untuk anak)), diagnosis, gejala, data karakteristik obat (nama obat, dosis, frekuensi, rute dan tanggal pemberian), dan hasil laboratorium (jika ada). Data dianalisis berdasarkan pedoman IAUI (2020), Kulkarni (2019), BNF (2021), BNFC (2019), MIMS (2023), Drug Interaction Checker (drugs.com), dan Stockley Drug Interaction Handbook (2008). Hasil penelitian dari 97 pasien infeksi saluran kemih di RSUD Dr. Moewardi Tahun 2022 menunjukkan bahwa jumlah angka kejadian drug related problems indikasi tanpa obat (8,25%), obat tanpa indikasi (23,71%), ketidaktepatan penggunaan obat (3,09%), kontraindikasi (5,15%), dosis kurang (22,68%), dosis lebih (29,90%), interaksi obat (78,35%).
Peningkatan Kapasitas Produksi Jamu Instan KWT Sri Rejeki Melalui Penggunaan Mesin Peras Empon-Empon Nurwaini, Setyo; Wijayanti, Rita; Nugraheni, Ambar Yunita; Abid, Muhammad Maslakul; Wibowo, Farrel Maulana; Kurniawati, Yuwandira; Fachriani, Galuh; Maulana, Fahmi Alief; Mubarok, Afrizal; Baiti, Nurul; Aurum, Mursalina Nanda
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.13193

Abstract

Ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rejeki, Bendosari, Cabeyan, Sukoharjo telah membuat produk jamu (jahe, temulawak, dan kunyit asam) instan dan telah melakukan kegiatan penjualan produk. Penjualan produk dilakukan pada kegiatan-kegiatan insidental yang ada di kabupaten Sukoharjo. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan kapasitas produksi jamu instan yang diproduksi oleh ibu-ibu KWT. Metode yang digunakan adalah pelatihan pembuatan jamu instan dengan menggunakan alat peras empon-empon dalam salah satu prosesnya. Penggunaan mesin peras mengurangi waktu yang diperlukan untuk memeras empon-empon yang, sehingga dalam satu siklus pembuatan, jumlah produksi jamu instan meningkat. Pemasaran melalui akun media sosial juga dilakukan untuk produk jamu instan yang dibuat.
ANALISIS DRUG RELATED PROBLEMS PADA PASIEN GASTROENTERITIS AKUT PEDIATRI DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT SURAKARATA Mheyazuhra Shiva Regina Hardiana Putri; Ambar Yunita Nugraheni
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i2.977

Abstract

Gastroenteritis akut (GEA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di Indonesia. Penatalaksanaan terapi yang tidak sesuai dapat menimbulkan drug related problems(DRPs), sehingga menghambat tercapainya hasil terapi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian DRPs meliputi terapi obat tanpa indikasi, indikasi tanpa terapi, terapi obat tidak efektif, kontraindikasi, dosis lebih, dosis kurang dan interaksi obat pada pasien pediatri dengan diagnosis GEA di Instalasi rawat Inap Rumah SakitSurakarta tahun 2024. Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan retrospektif menggunakandata rekam medis pasien GEA pediatri yang memenuhi kriteria inklusi. Inklusi penelitian meliputi pasien pediatri usia 0-18 tahun yang didiagnosis GEA, memperoleh lebih dari satu jenis obat, serta memiliki data rekam medis lengkap meliputi data pasien, data terapi, data lab (jika ada). Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Data dianalisis secaradeskriptif berdasarkan pedoman terapi gastroenteritis akut dan panduan praktik klinis rumah sakit. Hasil penelitian diperoleh jumlah sampel sebanyak 80 pasien dengan kejadian DRPs sebesar 66,25%.DRPs paling banyak terjadi pada kategori terapi obat tidak efektif (21,25%),diikuti dengandosis kurang (8,75%), indikasi tanpa terapi (11,25%), obat tanpa indikasi (7,5%), interaksi obat (7,5%), kontraindikasi (6,25%), dan dosis lebih (5%). Kategori DRPs paling tinggi adalah terapi obat tidak efektif, terutama terkait penggunaan terapi rehidrasi yang tidak sesuai pedoman. Hasil ini menunjukkan pentingnya evaluasi rasionalitas terapi pada pasien pediatri GEA untuk mencegah kegagalan terapi dan risiko efek samping.
Antiepileptic Drug Prescribing Patterns and Seizure Control Among Outpatients with Epilepsy at a Public Hospital in Indonesia Muhammad Faqih; Zakky Cholisoh; Nirma Seftiyanti; Ambar Yunita Nugraheni; Rizki Nur Azmi
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 12 No 2 (2025): J Sains Farm Klin 12(2), August 2025
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.12.2.156-166.2025

Abstract

Background: Epilepsy affects nearly 50 million people globally, including approximately 700,000–1.4 million in Indonesia, with 70,000 new cases reported annually. Objective: This study aimed to determine antiepileptic drug (AED) prescribing patterns and to examine their association with seizure control outcomes in patients with epilepsy. Methods: A descriptive cross-sectional analysis was conducted using 185 outpatient prescriptions. Data on patient demographics, seizure frequency, and AED regimens were collected. Patterns of monotherapy and polytherapy were analyzed descriptively, and seizure control was compared using chi-square analysis. Results: Of the patients evaluated, 48.6% were male and 51.4% female. Monotherapy was prescribed in 51.4% of patients, predominantly valproic acid (VPA) and phenytoin (PHT). Polytherapy was used in 48.6% of patients, with the most common combinations being VPA + carbamazepine (CBZ) and PHT + VPA. Seizure-free control within six months was achieved in 34.6% of patients. A significant association was found between therapy regimen and seizure control (p = 0.040), with poor control more frequent in polytherapy (73.3%) than monotherapy (57.9%). Patients on polytherapy had twice the risk of poor seizure control (OR = 2.00; 95% CI: 1.08–3.72). Conclusion: Valproic acid remains the most prescribed AED for monotherapy, while phenytoin–valproic acid combinations are frequent in polytherapy. Polytherapy was associated with poorer seizure control, highlighting the importance of individualized AED selection and rational drug utilization in epilepsy management
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERTERIMAAN VAKSINASI COVID-19 PADA PELAJAR SMA SEDERAJAT DI KOTA PEKALONGAN Ambar Yunita Nugraheni; Salsabila Dyah Pusparani; Pranata Adi Nugraha
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i4.787

Abstract

Vaksinasi COVID-19 di Indonesia masih menimbulkan keraguan pada masyarakat. Kepercayaan masyarakat terhadap keamanan dan kemanjuran vaksin merupakan hal penting dalam keberterimaan vaksin pada pelajar SMA yang merupakan salah satu sasaran vaksinasi covid-19. Keberterimaan vaksin ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Berdasarkan penelitian sebelumnya, faktor-faktor tersebut yaitu pengetahuan, sikap, jenis kelamin, status ekonomi, agama, latar belakang pendidikan/pekerjaan keluarga dalam bidang kesehatan, pernah mengalami covid, dan teman atau saudara pernah mengalami covid. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberterimaan vaksinasi covid-19 pada pelajar SMA sederajat di Kota Pekalongan. Metode penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pengambilan sampel menggunakan metode cluster sampling  dan convenience samplingdi Kota Pekalongan dengan kriteria inklusi pelajar SMA sederajat di Kota Pekalongan, sudah menerima vaksin covid-19, dan bersedia mengisi kuesioner. Data dianalisis secara univariat, bivariat (uji Chi-kuadrat) dan multivariat (uji regresi logistik berganda). Hasil penelitian menggunakan 390 sampel dan menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (79,60±19,72) dan sikap yang positif (79,36±7,95). Faktor yang mempengaruhi keberterimaan vaksin covid-19 pada pelajar SMA di Kota Pekalongan yaitu pengetahuan (p= 0,005).
HUBUNGAN DRUG RELATED PROBLEMS TERHADAP KONTROL GLIKEMIK PASIEN DIABETES MELITUS Ambar Yunita Nugraheni; Arrozza Fadhilah Mutakhoirina
Prosiding Seminar Nasional Universitas Ma Chung (Informatika & Sistem Informasi Bahasa dan Seni
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien diabetes mellitus (DM) tipe 2 rentan mengalami kejadian Drug Related Problems (DRPs) kejadian DRPs ini dapat mempengaruhi ketercapaian kadar gula darah, pasien dapat mengalami hipoglikemia maupun hiperglikemia akibat adanya DRPs. DRPs kategori interaksi obat, kontraindikasi, dosis terlalu rendah, dosis terlalu tinggi, dan obat tidak efektif pada pasien diabetes mellitus sering dikaitkan dengan pengendalian gula darah. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengevaluasi DRPs dan hubungannya terhadap ketercapian kadar glukosa darah pasien DM tipe 2 di fasilitas kesehatan primer. Jenis penelitian ini adalah cross sectional dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi: pasien DM tipe 2 rawat jalan yang telah menjalani terapi antidiabetes minimal 3 bulan, pasien DM tipe 2 dengan atau tanpa penyerta, mendapat terapi lebih dari 1 obat, memiliki data rekam medik lengkap meliputi identitas pasien, diagnosis, alergi, dan data obat lengkap pada rekam medik, serta data kadar gula darah puasa. Data dianalisis secara deskriptif dan uji Chi square untuk melihat hubungan DRPs dan ketercapaian kadar gula darah. Hasil penelitian dari 87 pasien menunjukkan adanya DRPs obat tidak efektif 26 kasus (29,88%), interaksi obat 28 kasus (32,18%), dosis lebih, frekuensi kurang 12 kasus (13,79%) dan tidak ditemukan DRPs pada kategori kontraindikasi, dosis kurang serta frekuensi lebih. Hasil outcome terapi menunjukkan sebanyak 28 pasien (32,18%) mencapai target terapi dan 59 pasien (67,81%) tidak mencapai target terapi. Hubungan kejadian DRPs dengan ketercapaian kadar glukosa darah menunjukkan adanya hubungan (p <0,05) bahwa pasien yang mengalami DRPs dapat menyebabkan ketidaktercapaian kadar glukosa darah (kontrol glikemik).
Co-Authors Abid, Muhammad Maslakul Adi Yusron Saputro Adi, Dhia Syifa Syauqi Ajeng Ganurmala Amanda Wahyu Kurniawan Amin, Muhammad Fathurrahman Anisa Diyan Meitasari Aprilia Puteri Santika Arrozza Fadhilah Mutakhoirina Artamevia, Vanessa Reza Audi Tahta Aurellia Aurum, Mursalina Nanda Azis Ikhsanudin Baiti, Nurul Brainandiva Ade Fitria Cahya Rahma Utami Dedi Hanwar Dhia Syifa Syauqi Adi Endang Setyaningsih Erindyah Retno Wikantyasning Fachriani, Galuh Fasyir, Syaima’ Rihan Fatma Nuraisyah, Fatma Fauziah, Nindia Fitra Hanessa Febriani Farisca Rachim Hanifah, Rr Maydita Hikmiah Hendra Darmawan Heppy Purbasari Hidayah Karuniawati Ida Fahru Nisak Ika Puspitasari Ika Puspitasari Ika Trisharyanti Dian Kusumowati Inesya Febrianing Rizki Kartika Putri Pamungkas Khoirunnisa Khoirunnisa Kristianto, Lakcita Muliani Kurniawati, Yuwandira Lakcita Muliani Kristianto Larasati, Arindra Lolita Luluk Ria Rakhma M. Nur Khamid Mahyastuty Shintya Putri Maulana, Fahmi Alief Meitasari, Anisa Diyan Mheyazuhra Shiva Regina Hardiana Putri Mubarok, Afrizal Muhammad Faqih Muhammad Fathurrahman Amin Muhammad Ikhsan Al Af Ghani Muhammad Muhlis Nawakasari, Nawang Nawang Nawakasari Ni Ima Wuri Handayani Nirma Seftiyanti Nisak, Ida Fahru Novita, Sisri Nur ‘Azah Pinasthika, Shinta Pranata Adi Nugraha Puspitasari, Kartini Putri, Mahyastuty Shintya Rachim, Hanessa Febriani Farisca Ramadhani, Nadia Khairunnisa Ramdani, Tasya Eka Refsya Azanti Putri Rima Munawaroh Rita Wijayanti Rizki Amelia Rizki Amelia Rizki Nur Azmi Rizki Rahardiani, Safira Salsabilla Rizki, Inesya Febrianing Rosalinda, Jessica Rr Maydita Hikmiah Hanifah Safira Salsabilla Rizki Rahardiani Salsabila Dyah Pusparani Sania Nayasari Khoirunnisa Saputro, Adi Yusron Setyo Nurwaini Syaifia, Diska Awal Titianingtyas, Regita Auroraria Tri Murti Andayani Triandika, Rifaldy Wahyu Utami Wibowo, Farrel Maulana Woro Supadmi Yuka Aulia Rahma Zakky Cholisoh