Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGUATAN PROFESIONALISME GURU DI WILAYAH PERBATASAN: PELATIHAN PENGGUNAAN BOOK CREATOR DI ENTIKONG Imran Imran; Thomy Sastra Atmaja; Yusawinur Barella; Ika Rahmatika Chalimi; Sutoyo Budiharto; Muhammad Nur Imanulyaqin; Eko Wahyu Junaidi; Fauziah Sri Wahyuni
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.46224

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru di wilayah perbatasan Entikong melalui pelatihan penggunaan aplikasi Book Creator sebagai media ajar digital interaktif. Pelatihan dilatarbelakangi oleh keterbatasan infrastruktur dan akses pelatihan teknologi yang masih menjadi tantangan bagi guru di daerah 3T. Metode pelatihan mengintegrasikan ceramah interaktif, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan intensif berbasis pendekatan IPTEKS. Sebanyak 32 guru berpartisipasi aktif dalam pelatihan ini, menghasilkan produk berupa media ajar digital (flip book) yang kontekstual dan aplikatif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ini meningkatkan keterampilan teknis dan pedagogis peserta, dengan tingkat kepuasan rata-rata sebesar 76%. Selain itu, pelatihan ini juga membangun kesadaran guru tentang pentingnya pengembangan profesional yang berkelanjutan dan integrasi nilai-nilai lokal dalam pembelajaran digital. Temuan ini menegaskan urgensi pelatihan kontekstual berbasis praktik sebagai strategi pemberdayaan guru di wilayah perbatasan.
Analisis Nilai Nilai Tradisi Pernikahan Ngambik Bini Pada Masyarakat Suku “Dayak Desa” Di Desa Sungai Pukat Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang Finny Aprillia Christy Pagye; Iwan Ramadhan; Muhammad Nur Imanulyaqin; Hadi Wiyono; Patrisia Rahayu Utami
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/cn45m479

Abstract

This research aims to analyze the Ngambik bini marriage tradition among the Dayak Desa indigenous community in Sungai Pukat Village, Kelam Permai Sub-District, Sintang Regency. The study employs a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that the Ngambik bini ceremony consists of preparation, core implementation, and closing stages, all conducted in accordance with customary rules. Each stage embodies social, moral, spiritual, and aesthetic values collectively understood by the community. Gestures such as communal prayer, respectful postures, and silat movements carry social meanings as they are witnessed and interpreted together. Symbols including tawak , ngumbak, stone, rice, egg, water, isau, and flintlock rifle convey messages of steadfastness, protection, responsibility, togetherness, and cultural identity. By uncovering the meanings embedded in each stage and symbol, this research contributes to strengthening understanding of local cultural values as part of the Dayak Desa community's identity. It also supports the preservation of the Ngambik bini tradition through scientific documentation and serves as a reference for future studies on symbolic interactions, cultural values, and local customs.
Strategi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal untuk Membangun Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Sosial, dan Pelestarian Lingkungan di Perbatasan Entikong, Indonesia-Malaysia Muhammad Nur Imanulyaqin; Imran Imran; Zuri Astari; Patrisia Rahayu Utami
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 14 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v14i3.101752

Abstract

This study examines community empowerment strategies based on local wisdom in the border area of Entikong, Sanggau Regency, West Kalimantan, Indonesia. The research focuses on three key dimensions—economic self-reliance, social resilience, and environmental sustainability. Using a qualitative and descriptive approach, data were gathered through in-depth interviews, participatory observations, and documentation involving village leaders, community institutions, and residents. The findings reveal that integrating local wisdom such as gotong royong (mutual cooperation), customary law, and traditional cultural practices strengthens social cohesion, enhances citizen participation, and promotes ecological balance. The Village Development Planning Forum (Musrenbang) functions as a participatory mechanism that aligns empowerment initiatives with community needs. However, challenges persist in product marketing and institutional capacity-building. The study concludes that local wisdom-based empowerment fosters sustainable community development when programs are socially and culturally adaptive. Theoretically, this research contributes to the discourse on culture-based empowerment within borderland studies, while practically, it offers a model for designing participatory and context-sensitive empowerment strategies applicable to other frontier regions.
Pelatihan Teknis Pendekatan Pembelajaran Deep Learning bagi Guru-Guru di Kecamatan Entikong, Kawasan Perbatasan Indonesia-Malaysia Iwan Ramadhan; Imran Imran; Stella Prancisca; Zuri Astari; Adhalia Zatalini; Fauziah Sri Wahyuni; Patrisia Rahayu Utami; Muhammad Nur Imanulyaqin
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.6519

Abstract

Kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia seperti Kecamatan Entikong menghadapi tantangan dalam peningkatan mutu pendidikan akibat keterbatasan infrastruktur, fasilitas sarana dan prasarana serta pelatihan bagi guru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemahaman guru terhadap pendekatan Deep Learning untuk meningkatkan kompetensi pedadogik mereka sebagai guru perbatasan. Mitra kegiatan adalah guru-guru yang tergabung dalam PGRI Kecamatan Entikong sebanyak 32 orang. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode pelatihan klasikal. Secara spesifik, pelatihan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta. Sementara teknik observasi, wawancara, dan penyebaran angket digunakan sebagai umpan balik. Hasil tes menunjukkan peningkatan signifikan: skor rata-rata pre-test sebesar 64,1 meningkat menjadi 86,9 pada post-test, dengan tingkat kelulusan meningkat dari 50% menjadi 100%. Selain itu, umpan balik peserta menunjukkan skor kepuasan rata-rata 3,8 dari skala 5 atau sebesar 76%, menunjukkan respon positif terhadap materi dan pelaksanaan pengabdian. Peserta juga menunjukkan keterlibatan aktif selama pelaksanaan pengabdian berlangsung. Tantangan utama berupa keterbatasan waktu dan sarana pelatihan, namun dapat diatasi melalui strategi penyampaian materi yang aplikatif dan relevan. Dampak jangka panjang diharapkan mendorong perubahan praktik pembelajaran yang lebih bermakna dan adaptif terhadap tantangan lokal. Kegiatan ini memperkuat kontribusi akademik dosen terhadap dunia pendidikan di wilayah 3T dan mendukung implementasi pendekatan Deep Learning.  
Etnopedagogi Adat Dayak Salako: Transformasi Pemulihan Hubungan Sosial menjadi Sumber Pembelajaran Sosiologi Berbasis Masyarakat Patrisia Rahayu Utami; Fauziah Sri Wahyuni; Muhammad Nur Imanulyaqin; Ayu Gintari
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 8, No 4 (2026): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v8i4.9322

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemanfaatan praktik penyelesaian konflik adat sebagai sumber pembelajaran sosiologi, meskipun hal tersebut relevan dengan konsep pengendalian sosial, keadilan restoratif, dan pembelajaran berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran praktik adat Dayak Salako dalam penyelesaian pelanggaran sosial serta mengeksplorasi potensinya sebagai sumber pembelajaran sosiologi berbasis masyarakat di Desa Sendoreng, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala desa, tokoh adat, serta masyarakat yang terlibat dalam penyelesaian adat. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adat Dayak Salako masih diterapkan dalam penyelesaian konflik antarpribadi, penyerangan, perselisihan keluarga, sengketa tanah, serta pelanggaran terhadap perjanjian adat. Penyelesaian dilakukan melalui musyawarah, partisipasi kolektif, ritual simbolik, dan sanksi adat yang berorientasi pada pemulihan hubungan sosial. Praktik tersebut merepresentasikan nilai tanggung jawab, gotong royong, penghormatan terhadap norma adat, serta harmoni sosial, sekaligus menjadi ilustrasi kontekstual bagi konsep norma sosial, pengendalian sosial, penyelesaian konflik, integrasi sosial, pluralisme hukum, dan lembaga sosial dalam pembelajaran sosiologi berbasis masyarakat