Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGUATAN PENDIDIKAN ANTI KEKERASAN DAN KESETARAAN GENDER BAGI PESERTA DIDIK DI SMAN 1 RASAU JAYA Imran Imran; Zuri Astari; Adhalia Zatalini; Muhammad Nur Imanulyaqin; Fauziah Sri Wahyuni
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.43863

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat bertujuan memperkuat pendidikan anti kekerasan dan kesetaraan gender bagi peserta didik di SMA Negeri 1 Rasau Jaya. Kegiatan pelatihan ini akan meningkatkan kesadaran siswa terhadap isu-isu gender dan kekerasan yang masih ada di lingkungan sekolah, yang dapat berdampak negatif pada perkembangan sosial dan psikologis mereka. Dengan demikian, PKM dilakukan agar terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman dan inklusif, sekaligus menurunkan potensi kekerasan berbasis gender terhadap peserta didik. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program meliputi pendekatan klasikal dan individu, dengan kegiatan berupa sesi pemaparan materi, diskusi kelompok kecil, serta praktik langsung. Pendekatan ini bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif siswa dan meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep kesetaraan gender dan dampak kekerasan. Hasil dari kegiatan PKM menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai pentingnya kesetaraan gender dan cara pencegahan kekerasan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa juga aktif terlibat dalam diskusi yang mendorong mereka untuk berpikir kritis dan mengembangkan empati. Adanya perubahan sikap dan pemahaman siswa diharapkan dapat menjadikan mereka agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Simpulan kegiatan ini adalah program PKM ini efektif dalam memperkuat pendidikan anti kekerasan dan kesetaraan gender, serta dapat dijadikan model bagi sekolah lain dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Indikator keberhasilan adalah tingkat partisipasi aktif siswa dalam berbagai kegiatan, seperti diskusi dan praktik langsung, menunjukkan keterlibatan dalam proses pembelajaran
PENGUATAN PROFESIONALISME GURU DI WILAYAH PERBATASAN: PELATIHAN PENGGUNAAN BOOK CREATOR DI ENTIKONG Imran Imran; Thomy Sastra Atmaja; Yusawinur Barella; Ika Rahmatika Chalimi; Sutoyo Budiharto; Muhammad Nur Imanulyaqin; Eko Wahyu Junaidi; Fauziah Sri Wahyuni
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.46224

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru di wilayah perbatasan Entikong melalui pelatihan penggunaan aplikasi Book Creator sebagai media ajar digital interaktif. Pelatihan dilatarbelakangi oleh keterbatasan infrastruktur dan akses pelatihan teknologi yang masih menjadi tantangan bagi guru di daerah 3T. Metode pelatihan mengintegrasikan ceramah interaktif, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan intensif berbasis pendekatan IPTEKS. Sebanyak 32 guru berpartisipasi aktif dalam pelatihan ini, menghasilkan produk berupa media ajar digital (flip book) yang kontekstual dan aplikatif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ini meningkatkan keterampilan teknis dan pedagogis peserta, dengan tingkat kepuasan rata-rata sebesar 76%. Selain itu, pelatihan ini juga membangun kesadaran guru tentang pentingnya pengembangan profesional yang berkelanjutan dan integrasi nilai-nilai lokal dalam pembelajaran digital. Temuan ini menegaskan urgensi pelatihan kontekstual berbasis praktik sebagai strategi pemberdayaan guru di wilayah perbatasan.
Analisis Nilai Nilai Tradisi Pernikahan Ngambik Bini Pada Masyarakat Suku “Dayak Desa” Di Desa Sungai Pukat Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang Finny Aprillia Christy Pagye; Iwan Ramadhan; Muhammad Nur Imanulyaqin; Hadi Wiyono; Patrisia Rahayu Utami
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/cn45m479

Abstract

This research aims to analyze the Ngambik bini marriage tradition among the Dayak Desa indigenous community in Sungai Pukat Village, Kelam Permai Sub-District, Sintang Regency. The study employs a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that the Ngambik bini ceremony consists of preparation, core implementation, and closing stages, all conducted in accordance with customary rules. Each stage embodies social, moral, spiritual, and aesthetic values collectively understood by the community. Gestures such as communal prayer, respectful postures, and silat movements carry social meanings as they are witnessed and interpreted together. Symbols including tawak , ngumbak, stone, rice, egg, water, isau, and flintlock rifle convey messages of steadfastness, protection, responsibility, togetherness, and cultural identity. By uncovering the meanings embedded in each stage and symbol, this research contributes to strengthening understanding of local cultural values as part of the Dayak Desa community's identity. It also supports the preservation of the Ngambik bini tradition through scientific documentation and serves as a reference for future studies on symbolic interactions, cultural values, and local customs.