Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Metode Verbal Behavior Intervention (VBI) Terhadap Kemampuan Mengenal Huruf Vokal pada Anak Autis di SLBN Branjangan Jember Wati, Delia Fitria Sulistia; Megaswarie, Rosika Novia; Mais, Asrorul
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v6i4.1642

Abstract

Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan metode VBI dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan mengenal huruf vokal pada anak autis. Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk mendeskripsikan perkembangan kemampuan mengenal huruf vokal siswa setelah diberikan intervensi, serta mengidentifikasi respon siswa dalam mengikuti pembelajaran berbasis VBI. Metode penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B. Pada tahap baseline (A), dilakukan pengukuran kemampuan awal siswa dalam mengenal huruf vokal tanpa perlakuan khusus. Selanjutnya, pada tahap intervensi (B), siswa diberikan pembelajaran menggunakan metode Verbal Behavior Intervention (VBI) yang terdiri atas komponen mands, tacts, echoics, dan intraverbals selama beberapa sesi. Data dikumpulkan melalui tes lisan, observasi langsung, dan pencatatan skor kemampuan mengenal huruf vokal. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif menggunakan teknik analisis visual grafik garis untuk melihat tren, kestabilan, serta perubahan level kemampuan siswa antar kondisi. Luaran dari penelitian ini diharapkan berupa laporan yang komprehensif mengenai efektivitas metode VBI dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf vokal pada anak autis. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran literasi awal yang lebih efektif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik anak autis. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan mengenai penerapan intervensi berbasis perilaku dalam pendidikan khusus, sekaligus berkontribusi pada pengembangan media dan metode pembelajaran yang inovatif bagi siswa dengan kebutuhan khusus.
Efektivitas Model Integratif Digital Storytelling, Design Thinking, dan PjBL dalam Pembelajaran GEDSI bagi Mahasiswa dengan Disabilitas Aflahkul Yaum, Lailil; Mais, Asrorul
INKLUSI Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.120208

Abstract

This study examines the effectiveness of an integrated DST, DT, and PjBL model in GEDSI learning for students with disabilities. A quasi-experimental one-group pretest–postest design was employed with nine students with disabilities from the Special Education Study Program at the University of PGRI Argopuro Jember, selected through purposive sampling. Data were collected using learning activeness observation sheets and conceptual understanding tests, and analyzed using the non-parametric Sign Test with a significance level of α = 0.05. The findings show that the model is effective, as evidenced by significant improvements in both variables (p-value = 0.00195). The average learning activeness score increased from 1.70 to 3.18, while the average conceptual understanding score increased from 7.20 to 8.02. All participants obtained higher posttest scores than pretest scores, indicating a consistent positive change. These results suggest that the synergy of the three approaches creates a student-centered, empathetic, contextual, and accessible learning ecosystem. Penelitian ini menguji efektivitas model integratif DST, DT, dan PjBL dalam pembelajaran GEDSI bagi mahasiswa dengan disabilitas. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain one-group pretest–posttest. Sampel penelitian terdiri atas 9 mahasiswa dengan disabilitas dari Program Studi Pendidikan Luar Biasa Universitas PGRI Argopuro Jember yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi keaktifan dan tes pemahaman konseptual, kemudian dianalisis menggunakan Sign Test non-parametrik dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ini efektif, ditandai dengan peningkatan signifikan pada kedua variabel (p-value = 0,00195). Rata-rata skor keaktifan belajar meningkat dari 1,70 menjadi 3,18, sedangkan rata-rata pemahaman konseptual meningkat dari 7,20 menjadi 8,02. Seluruh responden memperoleh skor posttest yang lebih tinggi dibandingkan pretest, menunjukkan perubahan positif yang konsisten. Temuan ini mengindikasikan bahwa sinergi ketiga pendekatan tersebut menciptakan ekosistem pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa, empatik, kontekstual, dan aksesibel.
User Acceptance of Assistive Electric Motorcycles for Physical Disabilities: An Analysis of the Technology Acceptance Model in the Context of Special Education Mais, Asrorul; Yaum, Lailil Aflahkul
Journal La Edusci Vol. 7 No. 3 (2026): Journal La Edusci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallaedusci.v7i3.2877

Abstract

This study aims to analyze user acceptance of assistive electric reverse trike motorcycles for individuals with physical disabilities within the context of Special Education in Higher Education using the Technology Acceptance Model (TAM) approach. This research employed a descriptive qualitative method with interview and observation techniques involving 16 informants consisting of users, lecturers, technicians, and members of the disability community. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that perceived usefulness and perceived ease of use have a positive influence on attitudes toward use and the actual use of the assistive motorcycle. This vehicle is proven to enhance campus accessibility, learning independence, and academic participation of students with physical disabilities. However, acceptance is also influenced by external factors such as family support, university policies, and infrastructure. This study confirms that assistive mobility technology plays a crucial role in realizing inclusive higher education
Pengembangan Assistive Electric Vehicles untuk Penyandang Disabilitas Fisik Mais, Asrorul; Yaum, Lailil Aflahkul; Adi, Partiwi Ngayuningtyas; Ariyanto, Dedy
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 5 No. 2 (2022): Journal of Education and Instruction (JOEAI)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v5i2.4759

Abstract

This study aims to determine the technical specifications of electric motorbikes needed by people with physical disabilities and realize this by developing assistive devices in the form of Assistive Electric Vehicles. The Assistive Electric Vehicle development method for physical disabilities is carried out using the ADDIE (Analysis-Design-Develop-Implement-Evaluate) design and development model which is integrated according to the research and development steps recommended by Borg and Gall on the basis of consideration that this model is suitable for developing a product or a valid, effective, and efficient model. Research results obtained that. Based on the results of trial 1, it obtained a percentage of 80.71% and the results of trial II obtained an average percentage of 88.57%. Based on the results of the validation team and the results of the trials, the conclusions obtained from the results of the successful development of this product are categorized as very feasible and can be used easily and comfortably by persons with disabilities. Keywords: Assistive, Electric Vehicle and Physical Disabilities
Pengaruh Media Game Fun Easy Learn Berbasis Android terhadap Kemampuan Mengenal Kata Benda pada Anak Disabilitas Rungu Lufitasari, Dewi; Mais, Asrorul; Nurhadiyati, Arifah
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 7 No. 2 (2024): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v7i2.12449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media “Game Fun Easy Learn” terhadap kemampuan mengenal kata benda pada anak disabilitas rungu. Penelitian ini menggunakan metode Single Subject Research (SSR), yang merupakan pendekatan penelitian yang berfokus pada pengamatan subjek tunggal untuk mengevaluasi perubahan atau pengaruh dari intervensi. Penelitian ini menggunakan desain A - B dimana fase A (baseline) digunakan untuk mengukur kemampuan awal anak dalam mengenal kata benda, sementara fase B (intervensi) dilaksanakan setelah diberikan intervensi berupa “Game Fun Easy Learn” sebagai media untuk mengenal kata benda. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan dalam mengenal kata benda pada anak disabilitaas rungu. Kata kunci: Anak Disabilitas Rungu, Kata Benda, Media Game Fun Easy Learn.
Pengaruh Teknik Punishment dengan Media Puzzle Floor terhadap Perilaku Hiperaktif pada Anak Down Syndrome Ekawati, Agustin Siti Yulia; Mais, Asrorul; P, Nostalgianti Citra
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 7 No. 2 (2024): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v7i2.12450

Abstract

Sikap hiperaktif pada anak down syndrome dapat mempengaruhi berjalannya pembelajaran dalam kelas, sehingga pada penelitian ini akan membahas tentang pengaruh teknik punishment dengan media puzzle floor yang diharapkan dapat meminimalisir sikap hiperaktif pada anak tersebut. Teknik punishment merupakan suatu bentuk hukuman yang memberikan efek jera terhadap seseorang, sedangkan media puzzle floor merupakan media edukatif yang bermanfaat untuk meningkatkan daya konsentrasi pada anak. Jadi, media puzle floor ini adalah sebagai bentuk dari punishmentnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni metode Single Subject Research (SSR) yang biasa disebut dengan penelitian subjek tunggal. Metode SSR artinya metode eksperimen dalam memfokuskan data individu. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah desain A – B dimana desain tersebut melibatkan fase baseline (A) dan juga fase intervensi (B). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, teknik punishment dengan media puzzle floor berpengaruh terhadap siswa down syndrome yang hiperaktif. Hal itu dibuktikan dengan adanya mean fase intervensi (B) dengan nilai 15 lebih tinggi jika dibandingkan dengan fase baseline (A) yang memperoleh nilai 6,8. Begitupun perubahan level pada analisis antar kondisinya mendapatkan nilai (+9). Pada persentase overlap, mendapatkan nilai 0% dimana hal tersebut menunjukkan jika intervensi yang telah diberikan kepada siswa memiliki pengaruh pada perilaku hiperaktifnya. Berdasar pada hasil dari analisis data dalam kondisi maupun antar kondisi, maka diketahui jika, penerapan teknik punishment dengan media puzzle floor berpengaruh terhadap perilaku hiperaktif pada anak down syndrome. Hal ini, dapat diketahui karena perolehan hasil dari mean level fase intervensi (B) yang lebih tinggi dibandingkan dengan mean level fase baseline (A). Kata Kunci : Teknik Punishment, Media Puzzle Floor, Down Syndrome, Perilaku Hiperaktif
Peningkatan Kemampuan Binadiri Menggosok Gigi Disabilitas Grahita Sedang Melalui Model Pembelajaran Langsung di SLB PGRI Tlanakan Lufi, Hendra; Mais, Asrorul; Udhiyanasari, Khusna Yulinda
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 7 No. 2 (2024): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v7i2.12738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui peningkatan kemampuan Binadiri Menggosok Gigi Disabilitas Grahita Sedang Melalui Model Pembelajaran Langsung Di SLB PGRI Tlanakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas model Kemmis 3 dengan menggunakan 3 siklus. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, teknik tes dan dokumentasi. Analisa data dilakukan untuk mendeskripsikan perubahan pemberian tindakan melalui model pembelajaran langsung dalam meningkatkan kemampuan pengembangan diri menggosok gigi pada siswa tuna grahita sedang kelas III. Hasil penelitian tiap siklus mengalami peningkatan. Peningkatan dari siklus I ke siklus II rata-rata 46 %, peningkatan siklus I ke siklus III yaitu 97 % dan peningkatan siklus II ke III yaitu 19%. Dari hasil temuan penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan pengembangan diri menggosok gigi pada siswa tuna grahita sedang kelas III yang dapat dilihat dari hasil penelitian yaitu siklus II lebih besar dari siklus I, dan terdapat peningkatan signifikan siklus III lebih besar dari Siklus II dan siklus I. Sehingga dapat disimpulkan bahwasannya Kemampuan kemampuan Binadiri Menggosok Gigi Disabilitas Grahita Sedang Melalui Model Pembelajaran Langsung Di SLB PGRI Tlanakan mengalami peningkatan. Kata Kunci: Binadiri Menggosok Gigi; Model Pembelajaran Langsung; disabilitas grahita sedang
Pengaruh Play Therapy  terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Anak Diseleksia di Kelas 1 Ustman Bin Affan Sufi, Arya Shintya Mutia; Mais, Asrorul; Prystiananta, Nostalgianti Citra
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 8 No. 5 (2025): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v8i5.16371

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of play therapy on the social interaction skills of first-grade dyslexic children, Ustman bin Affan, at Harapan Umat Elementary School in Jember. This study used a single-subject research (SSR) method with an A-B design, with (A) as the baseline condition and (B) as the intervention condition or condition after treatment. The target behavior in this study was the social interaction skills of children with dyslexia. Researchers analyzed the research data using within-condition and between-condition analysis techniques. The results showed that play therapy can impact the social interaction skills of dyslexic children, with the percentage of subjects' scores increasing from 43.8% before treatment to 72.8% after undergoing play therapy. Therefore, the implementation of play therapy can impact the social interaction skills of dyslexic children by helping them improve their ability to build interactions with their surroundings.   Keywords: Dyslexic Children, Social Interaction Skills, Play Therapy
Pengaruh Model Direct Instruction terhadap Kemampuan Teknik Dasar Memainkan Alat Musik Hadrah pada Siswa Disabilitas Netra Kelas X Dandi, Dandi; Prystiananta, Nostalgianti Citra; Mais, Asrorul
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 8 No. 5 (2025): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v8i5.16456

Abstract

This study investigates the impact of the direct instruction model on the basic technical skills of playing the hadrah instrument among tenth-grade blind students at the Branjangan State Special Needs School in Jember. This study employed a quantitative experimental method with a "one-group pre-test post-test design." The purpose of this method was to evaluate the impact of the treatment provided by the researcher, as observed in the results obtained by comparing the conditions before and after the treatment. The sample of this study consisted of two tenth-grade blind students at the Branjangan State Special Needs School in Jember, selected using purposive sampling based on specific criteria. The results of this study indicate that blind students possess the basic technical skills necessary for playing the hadrah instrument, as evidenced by an initial pre-test score of 25%, which increased significantly after the implementation of the Direct Instruction model to 79.5%. The post-test score also increased by approximately 68%. In conclusion, the direct instruction model for teaching the basic technical skills of playing the hadrah instrument to tenth-grade blind students at the Branjangan State Special Needs School in Jember can improve their ability and expertise in understanding and mastering the lessons taught.   Keywords: Direct Instruction Model, Students with Visual Disabilities, Basic Technical Skills in Playing the Hadrah Musical Instrument
Pengaruh Media Game Puzzle Kata terhadap Kemampuan Kosakata Bahasa Indonesia untuk Siswa Disabilitas Rungu Kelas II Andriyani, Andriyani; Mais, Asrorul; Prystiananta, Nostalgianti Citra
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 8 No. 5 (2025): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v8i5.16457

Abstract

This study aims to determine the learning outcomes of science learning in grade IV of SD Negeri 07 Bingin Teluk after implementing the TGT-type cooperative model using interactive media, based on whether word walls were significantly completed. This research employed a pre-experimental design, specifically a one-group pretest-posttest design. The study's results showed the initial test (pre-test) with an average value of 45.53 and the final test (post-test) with an average value of 72.81. This indicates that the average value of the final test (post-test) is greater than that of the initial test (pre-test). After being calculated using the t-test, the t_count value (4.15) was obtained which was compared with the 〖 t〗_table value with a significance level of 5% was (1.695). So the t_count value > 〖 t〗_table or 4.15 > 1.695. In conclusion, the science learning outcomes of fourth-grade students at SD Negeri 07 Bingin Teluk improved significantly after implementing the TGT cooperative learning model, which utilized interactive wordwall-based media, by the 2025 academic year.   Keywords: TGT Model Implementation, Science Learning, Wordwall Media