Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Optimization of the Clearance In and Clearance Out Processes to Reduce Delays of Vessels Operated by PT. Matsuura Indonesia Jaya at Gresik Port Ar Rizki, Mochamad Ghulam; Kuncowati, Kuncowati; Anggraeny, Elva Febriana
JURNAL APLIKASI PELAYARAN DAN KEPELABUHANAN Vol 17 No 1 (2026): bulan September
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/japk.v17i1.223

Abstract

This study analyzes the clearance in and clearance out processes to reduce delays of vessels operated by PT Matsuura Indonesia Jaya at Gresik Port. Vessel arrival and departure services depend on document readiness, data accuracy, verification by relevant authorities, digital systems, and operational coordination. A descriptive qualitative method was employed through observation, semi-structured interviews with two operational officers, documentation, and analysis of 51 vessel-call records over 17 weeks. The results show that clearance in begins with receipt of the estimated time of arrival, document checking, system submission, verification, and issuance of service permission. Clearance out includes preparing departure documents before operations are completed, final verification, issuance of the Sailing Approval, and coordination of pilotage, towage, and unberthing. The stages requiring the greatest optimization are preliminary document checking, earlier submission, verification monitoring, and synchronization of administrative work with operational activities. Dominant controllable causes of delay include incomplete or expired documents, discrepancies between manual and system data, revisions or repeated data entry, delayed information, and slow coordination. Operational and external factors, including cargo-handling delays, technical readiness of vessels, service queues, network or system disruptions, weather, and sea currents, also extend waiting time. Optimization is achieved through document checklists, clear task allocation, early submission, status monitoring, and active communication among the parties involved.
Modernisasi Pengolahan TOGA menjadi Granul Effervescent Guna Pemberdayaan Kelompok PKK dan Penguatan Branding Produk Hilya Nur Imtihani; Ayunanda Risetyaningsih; Elva Febriana Anggraeny; Yuyun Nailufa; Angelica Kresnamurti; Dita Nurlita Rakhma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 3 (2026): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i3.41054

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan potensi hayati yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber kesehatan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Namun, pemanfaatan TOGA di Kelompok PKK Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik masih terbatas pada pengolahan tradisional sehingga belum memberikan nilai tambah yang optimal. Selain itu, pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan produk herbal modern, pengemasan, dan strategi promosi masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok PKK dalam mengolah TOGA menjadi minuman granul effervescent serta memperkuat kemampuan branding dan promosi produk herbal. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi permasalahan, penyuluhan, praktik formulasi granul effervescent berbasis TOGA, pelatihan branding dan strategi promosi digital, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 19 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta berhasil memformulasikan satu produk granul effervescent berbasis TOGA yang dapat dikembangkan sebagai produk bernilai tambah. Rata-rata nilai pengetahuan peserta pada materi formulasi meningkat dari 88,89±11,32 menjadi 96,11±6,08 dan berdasarkan uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan peningkatan yang signifikan (p=0,018). Pada materi strategi promosi, nilai rata-rata meningkat dari 93,68±6,84 menjadi 96,84±11,57, meskipun secara statistik tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,098). Selain itu, telah disusun modul pelatihan dan dokumentasi proses produksi sebagai panduan bagi masyarakat untuk mereplikasi pembuatan produk secara mandiri. Program ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah TOGA menjadi produk herbal yang lebih inovatif, praktis, dan bernilai ekonomi, serta memberikan bekal awal dalam pengembangan usaha berbasis potensi lokal.