Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Communication In Sampyong Arts In Majalengka Rina Indriani; Dadang Iskandar; Arifin Ahmad
Jurnal Mamangan Vol 12, No 2 (2023): Special Issue
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v12i2.10350

Abstract

This article aims to explore the communication that occurred in Sampyong art performance originating from Majalengka Regency of West Java Province. The research method used is literature study and observation. This form of communication from Sampyong art can be seen from the performance to the end of the show, where there is a process of verbal and non-verbal communication in its implementation which involves not only players, but also spectators and the public. Communication is certainly involving many parties, including players, gamelan players, malandang, audience, and the community. This can certainly illustrate the importance of communication as one of support in community life and collaborating with others in any case, of course by realizing that we are social beings who definitely need others
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) BERBANTUAN MEDIA GENIALLY TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS MURID SEKOLAH DASAR Ayu Anugerah; Rina Indriani; Siti Sholiha Nurfaidah
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.12006

Abstract

Mathematical understanding is an essential competency that elementary school students need to develop in order to comprehend concepts, connect mathematical ideas, and solve problems effectively. However, students’ mathematical understanding remains relatively low due to teacher-centered learning practices and the limited use of interactive learning media. Although the Student Teams Achievement Divisions (STAD) cooperative learning model has been widely implemented in mathematics education, studies integrating this model with interactive digital media such as Genially at the elementary school level remain limited. Therefore, this study is important to provide an innovative learning alternative for improving students’ mathematical understanding. The purpose of this study was to analyze and describe the effect of the Student Teams Achievement Divisions (STAD) cooperative learning model assisted by Genially media on elementary school students’ mathematical understanding. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The population consisted of fourth-grade students at SD Negeri 042 Gambir, Bandung City, with Class IV-B serving as the experimental group and Class IV-A as the control group. Data were collected through tests, observations, and documentation and were analyzed using inferential statistics. The results showed that students who learned through the STAD cooperative learning model assisted by Genially media demonstrated better mathematical understanding than those who received conventional instruction. The findings also indicated that the learning model had a positive effect with a moderate level of influence on students’ mathematical understanding. Therefore, the Student Teams Achievement Divisions (STAD) cooperative learning model assisted by Genially media can serve as an effective alternative for improving elementary school students’ mathematical understanding. ABSTRAK Kemampuan pemahaman matematis merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki murid sekolah dasar untuk memahami konsep, menghubungkan ide matematika, dan menyelesaikan masalah secara tepat. Namun, kemampuan pemahaman matematis murid masih relatif rendah karena proses pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru dan kurang memanfaatkan media pembelajaran interaktif. Meskipun model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) telah banyak digunakan dalam pembelajaran matematika, penelitian yang mengintegrasikan model tersebut dengan media digital interaktif Genially pada jenjang sekolah dasar masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk memberikan alternatif pembelajaran yang lebih inovatif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman matematis murid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) berbantuan media Genially terhadap kemampuan pemahaman matematis murid sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah murid kelas IV SD Negeri 042 Gambir Kota Bandung dengan sampel kelas IV B sebagai kelas eksperimen dan kelas IV A sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman matematis murid yang mengikuti pembelajaran menggunakan model STAD berbantuan media Genially lebih baik dibandingkan murid yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa model pembelajaran tersebut memberikan pengaruh positif dengan tingkat pengaruh yang berada pada kategori sedang terhadap kemampuan pemahaman matematis murid. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) berbantuan media Genially dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis murid sekolah dasar.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA DIGITAL KAHOOT TERHADAP PEMAHAMAN MATEMATIS PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR Kuntoro Mirza Isfahani; Rina Indriani; Devi Rahmiati
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4088

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis hal itu disebabkan karena kurangnya pemanfaatan media digital dan penerapan model yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, dimana banyak peserta didik merasa pembelajaran matematika sulit dan kurang menarik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang dibantu media digital Kahoot dengan membandingkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Subjek penelitian berupa Peserta Didik kelas IV SDN Pengasinan VIII Kota Bekasi, dengan fokus pada kelas IV A dan IV B yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh berdasarkan rekomendasi guru dan kesetaraan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain Nonequivalent Control Group Design. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, dan lembar observasi. Hasil uji t dua sampel bebas menunjukkan perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai signifikansi 2-tailed sebesar 0,042 (< 0,05), sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Ini mengindikasikan bahwa penggunaan model Problem Based Learning dengan media digital Kahoot memberikan perbedaan yang sangat signifikan yang berbeda dibandingkan pembelajaran Direct Intruction terhadap pemahaman matematis peserta didik Sekolah Dasar. Selain itu, nilai effect size juga menunjukkan pengaruh signifikan dengan nilai 1,32 dengan kategori effect besar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan media digital Kahoot berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengaruh pemahaman matematis peserta didik Sekolah Dasar dibandingkan dengan metode pembelajaran Direct Intruction.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN KAHOOT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV SD Hevi Agnes Setia; Dini Riani; Rina Indriani
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4178

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar pada siswa di kelas IV SDN 221 Babakan Sentral. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui gambaran pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning berbantuan Kahoot  dengan pembelajaran yang menggunakan model Direct Instructional, (2) perbedaan rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model Problem Based Learning beerbantuan Kahoot dan siswa yang menggunakan model Direct Instructional, (3) besarnya peningkatan hasil belajar siswa yang menggunakan model Problem Based Learning berbantuan Kahoot, (4) dan pengaruh model Problem Based Learning berbantuan Kahoot terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS di kelas IV SD. Metode penelitian yang digunakan yaitu quasi experiment dengan desain nonequivalent control group design. Populasi yang diambil dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IV di salah satu SD di kota Bandung. Sampel yang diambil sebanyak 2 kelas, yaitu kelas IV C sebagai kelas eksperimen dan kelas IV D sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji normalitas, homogenitas, Mann-Whitney, gain ternormalisasi, dan effect size. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh Gambaran proses pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning berbantuan Kahoot berjalan lancar dan baik, terdapat peningkatan pada aktivitas pendidik dan siswa di setiap pertemuan. Terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model Problem Based Learning berbantuan Kahoot dengan siswa yang menggunakan model Direct Instructional, yaitu diperoleh data hasil pretest kelas IV C sebesar 56,30 dan untuk kelas IV D sebesar 52,31.  Sedangkan setelah siswa diberikan posttest, data hasil yang ditemukan di kelas IV C memiliki rata-rata 84,44 dan kelas IV D sebesar 70,38. Terdapat peningkatan hasil belajar pretest dan posttest pada kelas yang menggunakan model Problem Based Learning berbantuan Kahoot sebesar 0,6918 dalam uji gain ternormalisasi dengan kategori sedang. Terdapat pula pengaruh pada penggunaan model Problem Based Learning berbantuan Kahoot dengan nilai 1,637 dalam uji Effect Size dengan kategori besar.
Pengeruh Model Problem Based Learning Berbantuan Media Educaplay Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep IPAS Murid Kelas IV Sekolah Dasar Setiawan, Riza; Indriani, Rina; Fazriyah, Nurul
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 4 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology (In-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i4.7011

Abstract

The problem of low ability to understand science concepts in elementary school students is the basis of this study. The study aims to determine the effect of the Problem Based Learning model assisted by Educaplay media on the ability to understand science concepts in elementary school students. The study used a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The research sample consisted of 60 students selected using purposive sampling, consisting of 30 students in the experimental class and 30 students in the control class. Data were collected through a concept understanding test and analyzed using descriptive statistics, t-test, effect size, and N-gain. The results showed that the ability to understand science concepts in the experimental class increased significantly compared to the control class. The effect size value of 0.889 indicates a high influence, while the N-gain results showed that the increase in the experimental class was in the high category and the control class in the medium category. These findings indicate that the Problem Based Learning model assisted by Educaplay media is effective in improving the ability to understand science concepts and can be an alternative for innovative learning in elementary schools.
The Effect of The Baamboozle-Assisted Group Investigation (GI) Learning Model on Elementary School Students' Mathematical Understanding Indriani, Rina; Yusliani, Hany; Nurhadi, Moh
IJORER : International Journal of Recent Educational Research Vol. 7 No. 4 (2026): July
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46245/ijorer.v7i4.1116

Abstract

Objective: This research was motivated by the problem of the low mathematical understanding skills in elementary school students. The study aimed to analyze the influence and the effect of implementing the Group Investigation (GI) cooperative learning model assisted by baamboozle media on elementary school students' mathematical understanding abilities of elementary school students, specifically concerning the topic of standard unit volume. Method: The research targeted fourth-grade students at SDN 066 Halimun, Bandung City, as the research population. Class IV D was the experimental group and Class IV A the control, chosen by purposive sampling. A quasi-experimental research method with a nonequivalent control group design was employed. Data were collected through tests, observations, interviews, and documentation. For data analysis, IBM SPSS Statistics 29.0 software was used to conduct normality tests, homogeneity tests, hypothesis tests and and manually calculated effect size tests. Results: Based on the research findings, the mathematical understanding ability profile of students in the experimental group was better than that of the control group, and the experimental group's data was more consistent around the mean. The results of the Mann–Whitney U test showed a significance value (2-tailed) of < 0.001 (p < 0.05), indicating that the Baamboozle-assisted Group Investigation (GI) cooperative learning model had a significant effect on elementary school students' mathematical understanding ability. Furthermore, the effect size test yielded a value of 2.424 (> 0.5), indicating a large effect of the use of the GI learning model and Baamboozle media in improving students' mathematical understanding ability. Novelty: The novelty of this research lies in the strategic integration of the Group Investigation (GI) Cooperative Model with the Baamboozle gamification platform to enhance students' mathematical conceptual understanding.
Pembelajaran Matematika Berbantuan Mathigon untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematis: Studi Pra-Eksperimental pada satu kelas Mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Sunata; Thesa Kandaga; Rina Indriani
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS) Vol. 5 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/ijoms.v5i2.2848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan pemahaman konsep matematis mahasiswa setelah mengikuti pembelajaran matematika berbantuan Mathigon pada materi luas lingkaran. Penelitian ini merupakan studi pra-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri atas 12 mahasiswa Universitas Terbuka semester 5 dalam satu kelas. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep matematis yang diberikan sebelum dan setelah pembelajaran. Pembelajaran berbantuan Mathigon dilaksanakan selama empat kali pertemuan melalui aktivitas visual, interaktif, dan manipulatif dengan mengaitkan konsep luas persegi, persegi panjang, trapesium, dan segitiga sebagai dasar dalam menemukan konsep luas lingkaran. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, N-Gain, uji Wilcoxon Signed-Rank, dan ukuran efek (effect size). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor meningkat dari 78,00 pada pretest menjadi 85,33 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 7,33 poin. Nilai N-Gain sebesar 0,35 menunjukkan peningkatan dalam kategori sedang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (Z = −3,059; p < 0,001). Ukuran efek sebesar r = 0,883 menunjukkan efek perubahan yang sangat besar dalam sampel penelitian. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep matematis mahasiswa setelah mengikuti pembelajaran berbantuan Mathigon. Namun, karena penelitian tidak menggunakan kelompok kontrol dan hanya melibatkan satu kelas dengan jumlah peserta yang terbatas, peningkatan tersebut belum dapat diinterpretasikan sebagai efek kausal Mathigon atau digeneralisasikan secara luas. Hasil penelitian memberikan indikasi awal bahwa Mathigon berpotensi mendukung pembelajaran konsep matematika melalui visualisasi, eksplorasi, manipulasi, dan pengaitan antarkonsep.