Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Keamanan Siber Pada Platform Pendidikan Islam Berbasis Mobile Apps Miftahul Adila Fitria; Hilalludin Hilalludin
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 1 No 04 (2025): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk ancaman keamanan siber, memetakan kerentanan yang muncul, serta menganalisis mekanisme perlindungan data yang diterapkan pada platform pendidikan Islam berbasis aplikasi mobile. Penelitian ini juga merumuskan rekomendasi penguatan keamanan berdasarkan temuan literatur. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian literatur melalui telaah jurnal, laporan keamanan siber, serta regulasi terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa aplikasi pendidikan Islam menghadapi beberapa ancaman utama, seperti kebocoran data pribadi, autentikasi yang lemah, penyalahgunaan API, serta rendahnya standar enkripsi pada proses penyimpanan dan transmisi data. Selain itu, ditemukan bahwa sebagian besar platform belum menerapkan standar keamanan yang konsisten, terutama dalam pengelolaan akses, pengujian kerentanan, dan transparansi kebijakan privasi. Upaya proteksi yang telah dilakukan meliputi penggunaan enkripsi dasar, autentikasi dua langkah, dan sertifikasi protokol keamanan, namun implementasinya masih terbatas pada beberapa platform. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penerapan standar keamanan aplikasi yang lebih ketat, audit keamanan berkala, serta peningkatan literasi digital bagi pengguna dan pengembang untuk memperkuat keandalan platform pendidikan Islam.
Implementasi Kebijakan Moderasi Beragama Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Hilalludin Hilalludin
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan moderasi beragama merupakan agenda strategis pemerintah Indonesia dalam memperkuat harmoni sosial dan menjaga keberagaman di tengah masyarakat multikultural. Dalam konteks pendidikan nasional, Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran sentral sebagai instrumen pembentukan sikap keberagamaan peserta didik yang inklusif, toleran, dan berwawasan kebangsaan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan moderasi beragama dalam pembelajaran PAI dengan menggunakan perspektif teori implementasi kebijakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis kebijakan dengan menelaah dokumen regulasi, kurikulum PAI, serta temuan empiris dari berbagai penelitian terdahulu yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi kebijakan moderasi beragama dalam pembelajaran PAI masih menghadapi sejumlah tantangan, baik pada aspek konseptual, pedagogis, struktural, maupun kultural. Pemahaman guru PAI terhadap konsep moderasi beragama belum merata dan cenderung parsial, sehingga berdampak pada praktik pembelajaran yang masih bersifat normatif dan kognitif. Selain itu, keterbatasan perangkat pembelajaran kontekstual, minimnya pelatihan berkelanjutan, serta lemahnya dukungan kelembagaan turut memengaruhi efektivitas implementasi kebijakan. Di sisi lain, integrasi moderasi beragama dalam Kurikulum Merdeka, penguatan pendidikan karakter, dan pemanfaatan teknologi pembelajaran digital menjadi peluang strategis dalam memperkuat implementasi kebijakan PAI. Artikel ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan moderasi beragama dalam pembelajaran PAI memerlukan pendekatan kebijakan yang adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan, dengan menempatkan guru sebagai aktor kunci serta memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan kebijakan Pendidikan Agama Islam di masa mendatang.
Kebijakan Pembelajaran PAI Berbasis Teknologi: Peluang Penerapan dan Risiko yang Harus Diantisipasi Umi Maslichah; Hilalludin Hilalludin
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis teknologi merupakan bagian dari agenda transformasi pendidikan nasional dalam merespons perkembangan era digital. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas, aksesibilitas, dan relevansi pembelajaran PAI tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai wahana pembentukan karakter, moral, dan spiritual peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis peluang penerapan serta risiko yang harus diantisipasi dalam implementasi kebijakan pembelajaran PAI berbasis teknologi. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi kepustakaan terhadap regulasi pendidikan, dokumen kebijakan, serta hasil penelitian ilmiah yang relevan dengan tema digitalisasi pembelajaran dan pendidikan agama Islam. Analisis dilakukan dengan menggunakan perspektif teori implementasi kebijakan dan pedagogi digital untuk mengkaji dinamika kebijakan, peran aktor, serta konteks struktural dan kultural implementasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan pembelajaran PAI berbasis teknologi memiliki peluang strategis dalam memperluas akses pembelajaran, mendorong inovasi pedagogis, dan memperkuat literasi digital keagamaan peserta didik. Namun demikian, kebijakan ini juga menghadapi sejumlah risiko, seperti potensi reduksi dimensi spiritual dan keteladanan, paparan konten keagamaan digital yang tidak terkurasi, serta kesenjangan infrastruktur dan kompetensi digital guru. Oleh karena itu, artikel ini menegaskan pentingnya strategi kebijakan yang adaptif dan berkelanjutan melalui penguatan kapasitas guru PAI, regulasi dan pengawasan konten digital, serta sinergi kelembagaan yang komprehensif. Dengan pendekatan kebijakan yang tepat, pembelajaran PAI berbasis teknologi berpotensi menjadi instrumen strategis dalam membentuk generasi Muslim yang religius, kritis, dan beretika di era digital.
Peran Maqashid Syariah dalam Pengembangan Produk Perbankan Islam yang Berkelanjutan Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin
AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol 1 No 1 (2025): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan produk perbankan Islam yang berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak di tengah dinamika ekonomi global, krisis lingkungan, dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya keuangan yang beretika. Dalam konteks ini, Maqashid Syariah lima tujuan utama hukum Islam: menjaga agama (Hifz al-Din), jiwa (Hifz al-Nafs), akal (Hifz al-‘Aql), keturunan (Hifz al-Nasl), dan harta (Hifz al-Mal) menawarkan kerangka normatif yang kuat untuk mendesain produk keuangan yang tidak hanya halal secara hukum, tetapi juga bermanfaat secara sosial dan ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis Maqashid Syariah dalam mendukung pengembangan produk perbankan Islam yang berorientasi pada keberlanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi literatur dari berbagai sumber ilmiah dan dokumen institusional terkini.Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Maqashid Syariah dalam produk perbankan dapat mendorong munculnya inovasi keuangan seperti pembiayaan kebutuhan dasar, investasi halal berbasis ESG, dan produk takaful yang berorientasi pada perlindungan sosial. Selain itu, nilai-nilai maqashid memiliki relevansi yang tinggi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), menjadikannya sebagai pilar etis sekaligus strategis dalam transformasi industri keuangan syariah. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa perbankan Islam perlu memperkuat integrasi Maqashid Syariah tidak hanya dalam aspek kepatuhan, tetapi juga dalam kerangka keberlanjutan yang holistik melalui regulasi, edukasi, dan inovasi produk yang berbasis kemaslahatan
Inovasi Digital Pada Perbankan Syariah: Peluang DanTantangan Dalam Era Ekonomi 4.0 Rizki Sanjaya; Alma Lia Dewi; Hilalludin Hilalludin
AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol 1 No 1 (2025): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital dalam era Ekonomi 4.0 telah menghadirkan perubahan signifikan dalam sektor keuangan, termasuk perbankan syariah yang dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan mendesak perbankan syariah untuk meningkatkan efisiensi layanan, memperluas inklusi keuangan, serta menjaga daya saing dengan bank konvensional melalui inovasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk-bentuk inovasi digital yang diterapkan dalam perbankan syariah, mengidentifikasi peluang yang muncul, serta menganalisis tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap praktisi perbankan syariah, nasabah pengguna layanan digital, dan pakar teknologi finansial, serta analisis dokumen dari laporan tahunan dan publikasi akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbankan syariah telah mengadopsi berbagai inovasi seperti mobile banking, internet banking, integrasi dengan fintech, serta pemanfaatan artificial intelligence dan blockchain. Temuan utama mengindikasikan bahwa inovasitersebut mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kepercayaan nasabah, sertamemperluas jangkauan layanan hingga ke masyarakat yang belum terakses perbankan. Namun, tantangan yang muncul mencakup isu keamanan data, literasi digital masyarakat, serta kebutuhanregulasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa inovasi digital menjadi katalis utama dalam memperkuat keberlanjutan perbankan syariah, namun keberhasilannya sangat bergantung pada strategi adaptasi, regulasi yang tepat, dan peningkatan literasi keuangan syariah.
Analisis Efektivitas Pembiayaan Murabahah Terhadap Pemberdayaan Umkm Di Indonesia Gigih Hadi Nugroho Said; Hilalludin Hilalludin
AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol 1 No 1 (2025): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran strategis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian Indonesia yang menyumbang lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap lebih dari 97% tenaga kerja. Namun demikian, UMKM masih menghadapi keterbatasan akses permodalan. Perbankan syariah hadir sebagai alternatif melalui pembiayaan murabahah yang mendominasi portofolio pembiayaan syariah, karena menawarkan transparansi harga, kepastian biaya, dan risiko yang relatif rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas murabahah terhadap pemberdayaan UMKM di Indonesia dengan meninjau aspek finansial maupun non-finansial. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-asosiatif dengan data sekunder periode 2020–2025 dari OJK, Bank Indonesia, BPS, serta publikasi ilmiah terkait. Analisis dilakukan dengan regresi linier berganda serta uji t dan uji F untuk melihat pengaruh parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa murabahah berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan, omzet, dan kapasitas produksi UMKM. Selain itu, murabahah berimplikasi pada peningkatan literasi keuangan, kepercayaan diri, dan jejaring pasar, meskipun masih lebih banyak dialokasikan pada pembiayaan perdagangan jangka pendek. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa murabahah tidak hanya berfungsi sebagai produk pembiayaan dominan, tetapi juga berpotensi menjadi instrumen strategis pemberdayaan UMKM apabila dipadukan dengan strategi integratif berupa pendampingan usaha, peningkatan literasi keuangan, dan fasilitasi akses pasar, sehingga selaras dengan maqāṣid al-syarī‘ah.
Pengaruh Literasi Keuangan Syariah terhadap Keputusan Menabung di Bank Syariah Nuryadin Nuryadin; Hilalludin Hilalludin
AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol 1 No 1 (2025): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri keuangan syariah dalam dua dekade terakhir menunjukkan dinamika yang signifikan baik di tingkat global maupun nasional. Lembaga keuangan syariah tidak hanya hadir sebagai alternatif sistem keuangan konvensional, tetapi juga sebagai representasi dari paradigma ekonomi Islam yang berorientasi pada keadilan, keberlanjutan, serta perlindungan terhadap kepentingan masyarakat luas sesuai dengan maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh literasi keuangan syariah terhadap keputusan menabung di bank syariah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori, melalui pengumpulan data primer dengan kuesioner berskala Likert, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menabung di bank syariah, dengan kontribusi sebesar 48,2% dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,56. Temuan ini menegaskan bahwa pemahaman masyarakat terhadap prinsip-prinsip syariah seperti larangan riba, akad mudharabah, serta prinsip keadilan menjadi determinan utama dalam perilaku menabung. Dibandingkan dengan penelitian terdahulu, hasil penelitian ini memperluas literatur dengan menegaskan bahwa literasi syariah lebih dominan daripada religiositas dalam memengaruhi keputusan finansial. Penelitian ini berkontribusi baik secara akademik, dengan memperkaya diskursus literasi keuangan Islam, maupun secara praktis, dengan memberikan rekomendasi strategi literasi keuangan syariah yang inklusif bagi perbankan syariah dan regulator.
Implementasi Green Finance dalam Perbankan Syariah:Perspektif Ekonomi Islam Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin
AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol 1 No 1 (2025): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi green finance dalam perbankan syariah dari perspektif ekonomi Islam dengan latar belakang meningkatnya kesadaran global terhadap pembangunan berkelanjutan serta tuntutan agar sektor keuangan berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisis kebijakan, instrumen, dampak, tantangan, dan prospek green finance di lembaga keuangan syariah. Data diperoleh melalui studi dokumentasi berupa regulasi, laporan tahunan, dan publikasi ilmiah, kemudian dianalisis secara interaktif melalui reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan berulang dengan menjaga validitas melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbankan syariah telah menerapkan kebijakan ramah lingkungan melalui digitalisasi layanan, efisiensi energi, serta program tanggung jawab sosial. Selain itu, instrumen seperti green sukuk, zakat produktif, wakaf lingkungan, dan qard hasan turut berkontribusi dalam mendukung agenda keberlanjutan. Dampak implementasi green finance terlihat pada meningkatnya reputasi dan loyalitas nasabah, sekaligus membuka peluang akses pendanaan global. Meski demikian, tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan regulasi, rendahnya literasi masyarakat, tingginya biaya awal, serta terbatasnya proyek hijau yang layak dibiayai. Secara keseluruhan, green finance dalam perspektif ekonomi Islam tidak hanya dipandang sebagai strategi bisnis modern, tetapi juga sebagai manifestasi maqāṣid al-sharīʿah yang menekankan keadilan, keberlanjutan, dan kemaslahatan. Dengan demikian, green finance memberi prospek besar bagi perbankan syariah untuk menjadi pionir keuangan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.
Pengaruh Literasi Keuangan Syariah terhadap Minat Masyarakat Menggunakan Produk Perbankan Syariah Hilalludin Hilalludin
AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol 2 No 01 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan perbankan syariah di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan, namun tingkat minat dan partisipasi masyarakat dalam menggunakan produk perbankan syariah masih relatif rendah. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi besar perbankan syariah dan tingkat pemanfaatannya oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan syariah terhadap minat masyarakat dalam menggunakan produk perbankan syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan minat masyarakat. Tingkat literasi yang baik mampu meningkatkan pemahaman, kepercayaan, dan persepsi positif masyarakat terhadap perbankan syariah, sehingga mendorong minat penggunaan produk secara berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan syariah merupakan strategi kunci dalam meningkatkan inklusi dan pengembangan perbankan syariah di Indonesia.
Implementasi Prinsip Good Corporate Governance (GCG) pada Bank Syariah dalam Meningkatkan Kepercayaan Nasabah Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Adi Haironi
AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol 2 No 01 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepercayaan nasabah merupakan faktor kunci dalam keberlangsungan bank syariah di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat. Salah satu upaya strategis untuk membangun dan mempertahankan kepercayaan tersebut adalah melalui penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip-prinsip GCG pada bank syariah serta pengaruhnya terhadap peningkatan kepercayaan nasabah. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji dan mensintesis berbagai artikel ilmiah, jurnal nasional dan internasional, serta publikasi relevan yang membahas tata kelola bank syariah dan kepercayaan nasabah. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip GCG yang meliputi transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, serta kewajaran dan kesetaraan memiliki hubungan positif dengan tingkat kepercayaan nasabah. Transparansi informasi, kepatuhan terhadap prinsip syariah melalui peran Dewan Pengawas Syariah, objektivitas pengambilan keputusan, serta perlakuan adil terhadap nasabah terbukti meningkatkan persepsi profesionalitas dan integritas bank syariah. Selain itu, penerapan GCG yang konsisten juga berdampak pada loyalitas nasabah, reputasi bank, serta keberlanjutan operasional dalam jangka panjang. Dengan demikian, Good Corporate Governance tidak hanya berfungsi sebagai kerangka tata kelola internal, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan dan daya saing bank syariah.