Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Zakat Dan Wakaf Produktif Sebagai Instrumen Pemberdayaan Ekonomi Umat Abdurrozak Abdurrozak; Hilalludin Hilalludin
AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol 2 No 01 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zakat dan wakaf produktif merupakan instrumen keuangan sosial Islam yang memiliki potensi besar dalam mendorong pemberdayaan dan kemandirian ekonomi umat. Namun, pengelolaan zakat dan wakaf di berbagai negara, termasuk Indonesia, masih cenderung bersifat konsumtif sehingga dampak jangka panjangnya terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi belum optimal. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif peran, bentuk pemanfaatan, serta kendala pengelolaan zakat dan wakaf produktif sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah dan mensintesis berbagai penelitian terdahulu yang relevan secara sistematis dan terstruktur. Hasil kajian menunjukkan bahwa zakat produktif berperan penting dalam meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi mustahik melalui dukungan modal usaha dan pendampingan ekonomi. Sementara itu, wakaf produktif berkontribusi dalam mendukung keberlanjutan program pemberdayaan melalui pengelolaan aset dan usaha produktif yang bernilai ekonomi. Meskipun demikian, optimalisasi kedua instrumen tersebut masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, lemahnya tata kelola kelembagaan, rendahnya literasi masyarakat, serta kurangnya koordinasi antar lembaga pengelola. Oleh karena itu, diperlukan penguatan manajemen dan sinergi antar pemangku kepentingan agar zakat dan wakaf produktif dapat dioptimalkan secara efektif dan berkelanjutan dalam mendukung pembangunan ekonomi umat.
T Transformasi Pendidikan Islam: Studi Komparatif Sistem Pengajaran di Pesantren Tradisional dan Pesantren Modern: Transformasi Pendidikan Islam: Studi Komparatif Sistem Pengajaran di Pesantren Tradisional dan Pesantren Modern Permadi, Muhammad Arrafi Muzhaffar; Sya'ban, Wahyudin Khairul; Hilalludin
Transformation of Islamic Management and Education Vol. 2 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Muntahy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65663/timejournal.v2i1.118

Abstract

Pesantren is one of the oldest Islamic educational institutions in Indonesia that has an important role in preserving Islamic values ​​and shaping the character of the nation. Along with the development of the era, globalization, and the demands of modernization of education, pesantren have transformed into two main models, namely traditional pesantren (salafiyah) and modern pesantren (khalafiyah). This study aims to compare the two models in order to identify their respective characteristics, advantages, and challenges. The study used a descriptive qualitative approach with a literature study method reinforced by interviews with pesantren caretakers in Yogyakarta and East Java. The results of the study showed that traditional pesantren emphasize the deepening of religious knowledge through classical methods such as sorogan and bandongan, and uphold the spiritual relationship between teachers and students. Meanwhile, modern pesantren integrate the national curriculum with the pesantren curriculum, apply interactive technology-based learning methods, and use a structured evaluation system. This comparison confirms that both models have complementary advantages. Therefore, an integrative approach is needed that is able to maintain the spiritual and moral values ​​of traditional pesantren while adopting modern learning innovations. Thus, Islamic boarding schools can continue to exist, be relevant, and be able to produce graduates who are religious and competent in the global era.
Pemikiran Ibnu Khaldun tentang Peradaban Islam dan Relevansinya bagi Masyarakat Modern Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin
IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol 1 No 03 (2025): IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemikiran Ibn Khaldun tentang peradaban Islam merupakan salah satu warisan intelektual Islam yang hingga kini tetap relevan untuk dikaji dalam konteks masyarakat modern. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena krisis sosial, politik, dan moral yang dihadapi masyarakat global, yang menunjukkan pola kemunduran peradaban sebagaimana telah digambarkan Ibn Khaldun melalui konsep ‘aṣabiyyah dan siklus peradaban. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemikiran Ibn Khaldun tentang peradaban Islam serta menganalisis relevansinya terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, yang melibatkan penelusuran terhadap buku-buku dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dan artikel jurnal 5 tahun terakhir. Sumber data dikaji melalui analisis isi dengan langkah reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Ibn Khaldun menekankan tiga aspek utama: pentingnya solidaritas sosial (‘aṣabiyyah), urgensi keadilan dalam tata kelola politik dan ekonomi, serta keterkaitan antara faktor geografis dan keberlanjutan peradaban. Relevansinya dalam konteks modern terlihat pada fenomena fragmentasi sosial, korupsi, krisis kepercayaan publik, hingga degradasi lingkungan yang dapat melemahkan fondasi peradaban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Ibn Khaldun tidak hanya bersifat historis, tetapi juga analitis dan normatif, sehingga dapat menjadi kerangka konseptual bagi masyarakat modern dalam membangun peradaban yang adil, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Hukum Islam: Antara Universalisme dan Partikularisme Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin
IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol 1 No 03 (2025): IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan isu fundamental dalam tatanan global modern yang seringkali diperdebatkan antara perspektif universalisme yang menekankan keseragaman nilai dan partikularisme yang menekankan kekhasan budaya maupun agama. Dalam konteks Islam, HAM tidak dapat dilepaskan dari prinsip dasar maqāṣid al-sharī‘ah yang menjamin perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis konsep HAM dalam perspektif hukum Islam serta menelusuri relevansinya terhadap perdebatan universalisme dan partikularisme di era modern. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, melalui analisis data dari artikel jurnal, buku, serta dokumen akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam pada dasarnya memiliki kesesuaian dengan nilai-nilai universal HAM, namun tetap menekankan dimensi transendental yang menjadikan kerangka pemahamannya berbeda dari standar Barat. Relevansi pemikiran Islam terhadap HAM modern terletak pada keseimbangan antara hak dan kewajiban, serta integrasi antara kebebasan individu dengan tanggung jawab sosial. Hal ini menegaskan bahwa hukum Islam tidak hanya berposisi sebagai sistem partikular, melainkan juga mampu memberikan kontribusi etis, moral, dan normatif dalam memperkaya diskursus HAM global. Dengan demikian, studi ini menyimpulkan bahwa pemahaman tentang HAM dalam perspektif Islam dapat menjadi jembatan antara tuntutan universalisme dan partikularisme, sekaligus memberikan tawaran alternatif dalam membangun peradaban yang humanis, adil, dan berkelanjutan.
Reaktualisasi Hukum Islam Dalam Menjawab Tantangan Moderasi Beragama Di Era Globalisasi Muhammad Arrafi Muzhaffar Permadi; Hilalludin Hilalludin
IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol 1 No 03 (2025): IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

eaktualisasi hukum Islam menjadi agenda penting dalam menjawab tantangan moderasi beragama di era globalisasi yang ditandai oleh kompleksitas sosial, disrupsi nilai, serta meningkatnya ketegangan identitas keagamaan. Kajian ini bertujuan untuk merumuskan strategi konseptual dan aplikatif dalam pengembangan hukum Islam berbasis maqāṣid al-sharī‘ah dan pendekatan hermeneutika kontekstual. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis berbasis studi pustaka, data dikumpulkan dari literatur primer dan sekunder yang relevan, lalu dianalisis melalui pendekatan isi dan interpretatif. Temuan utama menunjukkan bahwa mayoritas wacana hukum Islam masih berkutat pada pendekatan normatif-doktrinal dan belum secara sistemik terintegrasi dengan kebijakan moderasi beragama. Kajian ini juga menyoroti pentingnya transformasi kurikulum fikih, reformasi fatwa, serta formulasi kebijakan publik berbasis nilai maqāṣid yang kontekstual. Dalam kerangka ini, hukum Islam diposisikan tidak sekadar sebagai norma kaku, tetapi sebagai instrumen etis-transformasional untuk membangun masyarakat multikultural yang adil, inklusif, dan toleran. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama memerlukan dukungan struktur hukum Islam yang dinamis dan responsif, sehingga tidak berhenti pada tataran moralitas, tetapi mampu menjadi panduan praksis dalam kehidupan sosial keislaman kontemporer.
Kontribusi Hukum Islam terhadap Pembangunan Sosial: Dari Sejarah Klasik hingga Arah Baru Peradaban Dunia Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin
IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol 1 No 03 (2025): IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum Islam memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan sosial sejak era klasik hingga perkembangan global kontemporer. Pada masa awal, instrumen seperti baitul mal dan wakaf menjadi pilar penting dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat, mendukung pendidikan, kesehatan, dan distribusi ekonomi. Landasan filosofis yang menopang praktik tersebut adalah maqāṣid al-sharī‘ah, yang meliputi perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Seiring waktu, konsep ini berkembang dari kerangka normatif menuju metodologi modern yang mampu merespons isu-isu global, seperti hak asasi manusia, kesetaraan gender, dan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontribusi hukum Islam terhadap pembangunan sosial dengan meninjau sejarah klasik hingga arah baru peradaban dunia. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis literatur, mengacu pada artikel jurnal terbitan lima tahun terakhir dan buku terbitan sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Islam tidak hanya bersifat ritualistik, melainkan fleksibel dan adaptif, terbukti melalui keberhasilan sistem keuangan syariah, zakat, dan wakaf produktif dalam konteks modern. Selain itu, hukum Islam mampu memberikan alternatif solusi atas problematika global, termasuk krisis lingkungan, kesenjangan sosial, dan perkembangan teknologi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa hukum Islam tetap relevan, dinamis, dan berpotensi menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban dunia yang adil, beretika, dan berkelanjutan.
Integrasi Hukum Islam dan Hukum Nasional: Studi Kritis atas Harmonisasi Regulasi di Indonesia Nuryadin Nuryadin; Hilalludin Hilalludin
IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol 1 No 03 (2025): IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan sistem hukum pluralistik, di mana hukum Islam memiliki posisi signifikan dalam praktik, meskipun tidak secara eksplisit dinyatakan dalam konstitusi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola integrasi hukum Islam ke dalam hukum nasional serta mengidentifikasi hambatan yang muncul dalam proses harmonisasi regulasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis socio-legal research dan desain deskriptif-analitis, data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan, analisis regulasi, putusan pengadilan, serta literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi hukum Islam berlangsung melalui tiga pola utama: akomodasi, kodifikasi, dan institusionalisasi. Pola akomodasi tercermin dalam UU Perkawinan yang mengadopsi prinsip-prinsip hukum Islam dalam kerangka hukum nasional; pola kodifikasi terlihat dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang menjadi pedoman hakim peradilan agama; sedangkan pola institusionalisasi tampak pada pengakuan sistem keuangan syariah oleh negara. Meskipun demikian, harmonisasi regulasi menghadapi kendala metodologis akibat perbedaan epistemologis hukum Islam dan hukum nasional, hambatan politis karena tarik-menarik kepentingan dalam proses legislasi, serta resistensi sosiologis yang muncul dari pluralitas masyarakat Indonesia. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan tipologi pola integrasi hukum Islam sekaligus menekankan pentingnya pendekatan kritis dalam memahami harmonisasi hukum. Simpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi hukum Islam dalam hukum nasional bukanlah sekadar sinkronisasi norma, melainkan proses dialog yang dinamis antara negara, masyarakat, dan ideologi, yang menuntut regulasi inklusif, adil, serta berakar pada prinsip demokrasi dan pluralisme.
Pendidikan Keluarga Dalam Pandangan Islam Hilalludin Hilalludin; Umi Maslichah
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol 2 No 01 (2026): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan keluarga dalam pandangan Islam serta peran strategis orang tua dalam membentuk kepribadian anak di tengah tantangan kehidupan modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian pustaka (library research). Data penelitian bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber primer, serta buku ilmiah, artikel jurnal, dan karya akademik relevan sebagai sumber sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran dan pengkajian literatur yang berkaitan dengan pendidikan keluarga dalam Islam. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analitis melalui proses klasifikasi, interpretasi, dan sintesis data berdasarkan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan keluarga dalam Islam merupakan fondasi utama dalam pembentukan kepribadian anak. Keluarga berfungsi sebagai lembaga pendidikan pertama dan utama yang bertanggung jawab menanamkan nilai tauhid, membiasakan ibadah, serta membentuk akhlak dan karakter anak. Pendidikan keluarga dalam Islam bersifat holistik karena mencakup aspek spiritual, moral, intelektual, dan sosial. Selain itu, konsep ini selaras dengan pendidikan modern yang menekankan pembentukan manusia secara utuh. Di era globalisasi dan digitalisasi, pendidikan keluarga Islam memiliki peran strategis sebagai benteng moral bagi anak dari pengaruh negatif lingkungan. Integrasi nilai-nilai Islam dengan pendekatan pendidikan kontekstual diharapkan mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, cerdas intelektual, matang emosional, serta kuat secara spiritual.
Kepemimpinan Sekolah Berbasis Kecerdasan Buatan: Strategi Meningkatkan Kinerja Guru dan Motivasi Siswa Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol 2 No 01 (2026): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) membawa peluang baru dalam manajemen pendidikan, khususnya dalam kepemimpinan sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep kepemimpinan berbasis AI dan strategi implementasinya untuk meningkatkan kinerja guru serta motivasi siswa. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif berbasis kajian kepustakaan (literature review), dengan sumber data meliputi jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian terbitan lima tahun terakhir (2021–2026) yang relevan dengan manajemen pendidikan, kepemimpinan digital, dan pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Analisis dilakukan melalui content analysis untuk mengidentifikasi tema, pola, strategi, serta tantangan implementasi AI di sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan berbasis AI memungkinkan kepala sekolah mengambil keputusan lebih tepat berbasis data, memonitor aktivitas guru dan siswa secara real-time, serta merancang intervensi yang relevan dengan kebutuhan individu. Strategi AI untuk meningkatkan kinerja guru meliputi analisis kebutuhan pelatihan, sistem feedback otomatis, dan rekomendasi strategi pengajaran personal, yang terbukti meningkatkan efektivitas pengajaran dan profesionalisme. Sementara itu, AI berperan dalam mempersonalisasi pembelajaran, monitoring keterlibatan, dan sistem reward bagi siswa, sehingga motivasi intrinsik, partisipasi, dan hasil belajar meningkat. Keberhasilan implementasi AI bergantung pada kesiapan infrastruktur, literasi digital guru, komitmen kepala sekolah, serta pengelolaan etika dan privasi data siswa. Integrasi AI secara bertahap dan sistematis dapat menjadi katalisator peningkatan kualitas pendidikan dan budaya inovasi di sekolah.
Membangun Jiwa Tangguh Dan Hati Sabar: Integrasi Konsep Hardiness Dan Sabar Dalam Pembentukan Karakter Islami Hilalludin Hilalludin; Kana Safrina Rouzi
IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol 2 No 01 (2026): Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsep hardiness (ketahanan mental) dalam psikologi modern dan konsep sabar dalam perspektif Islam serta relevansinya dalam pendidikan Islam. Hardiness dipahami sebagai karakteristik kepribadian yang terdiri atas tiga komponen utama, yaitu commitment (komitmen), control (kendali diri), dan challenge (tantangan), yang berperan dalam membantu individu menghadapi tekanan dan perubahan hidup secara adaptif. Sementara itu, sabar dalam Islam merupakan kekuatan spiritual yang menekankan keteguhan hati, pengendalian diri, dan keyakinan kepada Allah Swt. dalam menghadapi ujian kehidupan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research) melalui analisis terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat titik temu yang signifikan antara hardiness dan sabar, khususnya dalam aspek pengendalian diri, keteguhan menghadapi kesulitan, serta orientasi makna dalam menghadapi ujian. Integrasi keduanya dalam pendidikan Islam dapat membentuk karakter peserta didik yang tangguh secara mental, matang secara emosional, dan kuat secara spiritual. Dengan demikian, sinergi antara hardiness dan sabar menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang resilien, berakhlak, dan berorientasi pada nilai-nilai ilahiah di tengah tantangan kehidupan modern.