Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Minat Nasabah Terhadap Produk Pembiayaan Syariah Ditinjau Dari Perspektif Maqashid Syariah Hilalludin Hilalludin; Abdurrozak Abdurrozak
AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol 2 No 01 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis minat nasabah terhadap produk pembiayaan syariah ditinjau dari perspektif maqāṣid al-syarī‘ah. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan menelaah berbagai penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa minat nasabah dipengaruhi oleh faktor ekonomi, kualitas pelayanan, literasi keuangan syariah, serta kesesuaian produk dengan prinsip syariah. Ditinjau dari maqāṣid al-syarī‘ah, minat nasabah mencakup lima dimensi utama, yaitu perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta, dengan perlindungan harta sebagai dimensi yang paling dominan. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai maqāṣid al-syarī‘ah dalam pengembangan produk pembiayaan syariah.
Peran Digital Banking Syariah dalam Mendorong Inklusi Keuangan Umat Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari
AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol 2 No 01 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan dalam industri perbankan, termasuk perbankan syariah. Digital banking syariah hadir sebagai inovasi layanan keuangan yang berpotensi memperluas akses masyarakat terhadap sistem keuangan formal sekaligus tetap berlandaskan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran digital banking syariah dalam mendorong inklusi keuangan umat berdasarkan kajian literatur ilmiah dan laporan institusi resmi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode kajian pustaka (library research), dengan menganalisis data sekunder yang bersumber dari jurnal nasional dan internasional serta laporan resmi yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital banking syariah berperan penting dalam meningkatkan akses layanan keuangan, mengurangi hambatan geografis dan administratif, serta mendorong peningkatan kepemilikan rekening dan penggunaan layanan keuangan formal di kalangan umat Islam. Selain itu, kesesuaian layanan digital dengan prinsip syariah, dukungan regulasi, dan meningkatnya kepercayaan masyarakat menjadi faktor utama dalam optimalisasi digital banking syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digital banking syariah merupakan instrumen strategis dalam mewujudkan inklusi keuangan yang berkeadilan dan berkelanjutan bagi umat.
Optimalisasi Zakat Dan Wakaf Produktif Sebagai Instrumen Pemberdayaan Ekonomi Umat Abdurrozak Abdurrozak; Hilalludin Hilalludin
AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol 2 No 01 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zakat dan wakaf produktif merupakan instrumen keuangan sosial Islam yang memiliki potensi besar dalam mendorong pemberdayaan dan kemandirian ekonomi umat. Namun, pengelolaan zakat dan wakaf di berbagai negara, termasuk Indonesia, masih cenderung bersifat konsumtif sehingga dampak jangka panjangnya terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi belum optimal. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif peran, bentuk pemanfaatan, serta kendala pengelolaan zakat dan wakaf produktif sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah dan mensintesis berbagai penelitian terdahulu yang relevan secara sistematis dan terstruktur. Hasil kajian menunjukkan bahwa zakat produktif berperan penting dalam meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi mustahik melalui dukungan modal usaha dan pendampingan ekonomi. Sementara itu, wakaf produktif berkontribusi dalam mendukung keberlanjutan program pemberdayaan melalui pengelolaan aset dan usaha produktif yang bernilai ekonomi. Meskipun demikian, optimalisasi kedua instrumen tersebut masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, lemahnya tata kelola kelembagaan, rendahnya literasi masyarakat, serta kurangnya koordinasi antar lembaga pengelola. Oleh karena itu, diperlukan penguatan manajemen dan sinergi antar pemangku kepentingan agar zakat dan wakaf produktif dapat dioptimalkan secara efektif dan berkelanjutan dalam mendukung pembangunan ekonomi umat.
T Transformasi Pendidikan Islam: Studi Komparatif Sistem Pengajaran di Pesantren Tradisional dan Pesantren Modern: Transformasi Pendidikan Islam: Studi Komparatif Sistem Pengajaran di Pesantren Tradisional dan Pesantren Modern Permadi, Muhammad Arrafi Muzhaffar; Sya'ban, Wahyudin Khairul; Hilalludin
Transformation of Islamic Management and Education Vol. 2 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Muntahy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65663/timejournal.v2i1.118

Abstract

Pesantren is one of the oldest Islamic educational institutions in Indonesia that has an important role in preserving Islamic values ​​and shaping the character of the nation. Along with the development of the era, globalization, and the demands of modernization of education, pesantren have transformed into two main models, namely traditional pesantren (salafiyah) and modern pesantren (khalafiyah). This study aims to compare the two models in order to identify their respective characteristics, advantages, and challenges. The study used a descriptive qualitative approach with a literature study method reinforced by interviews with pesantren caretakers in Yogyakarta and East Java. The results of the study showed that traditional pesantren emphasize the deepening of religious knowledge through classical methods such as sorogan and bandongan, and uphold the spiritual relationship between teachers and students. Meanwhile, modern pesantren integrate the national curriculum with the pesantren curriculum, apply interactive technology-based learning methods, and use a structured evaluation system. This comparison confirms that both models have complementary advantages. Therefore, an integrative approach is needed that is able to maintain the spiritual and moral values ​​of traditional pesantren while adopting modern learning innovations. Thus, Islamic boarding schools can continue to exist, be relevant, and be able to produce graduates who are religious and competent in the global era.