Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Guru PAI dalam Membentuk Kesadaran Beragama Siswa di Era Media Sosial Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari
An-Nuriyah: Journal of Islamic Technology and Informatics Education Vol. 2 No. 02 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media sosial memberikan dampak signifikan terhadap pengalaman belajar dan kesadaran beragama siswa di madrasah. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk kesadaran beragama siswa di era digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan kajian kepustakaan, mengumpulkan data dari buku dan artikel ilmiah lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis sebagai mediator antara ajaran agama dan realitas digital siswa. Guru memanfaatkan media sosial sebagai sarana pembelajaran, melakukan pendampingan yang kontekstual, serta menerapkan strategi kolaboratif untuk membangun pemahaman, karakter, dan ketahanan moral siswa. Tantangan yang dihadapi meliputi arus informasi yang cepat, konten negatif, dan perbedaan tingkat literasi digital siswa. Upaya penguatan kesadaran beragama dilakukan melalui pembelajaran berbasis pengalaman, proyek literasi digital, serta kolaborasi dengan orang tua dan lingkungan sekolah. Kesadaran beragama yang terbentuk mencakup kemampuan membedakan informasi yang benar dan salah, pengendalian diri dalam interaksi digital, serta pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran guru PAI yang kreatif, adaptif, dan holistik dalam mendukung pembentukan karakter religius siswa di era media sosial.
Konstruksi Religiusitas Siswa dalam Pembelajaran PAI Berbasis Digital di Madrasah Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Adi Haironi
An-Nuriyah: Journal of Islamic Technology and Informatics Education Vol. 2 No. 02 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital mengubah pengalaman belajar Pendidikan Agama Islam di madrasah menjadi lebih interaktif dan reflektif. Pembelajaran digital tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membentuk cara siswa memahami dan menghayati nilai religius dalam kehidupan sehari-hari. Kajian ini bertujuan mengungkap konstruksi religiusitas siswa melalui analisis literatur ilmiah lima tahun terakhir dari artikel jurnal dan publikasi akademik relevan. Analisis dilakukan melalui identifikasi tema, kategorisasi makna, dan interpretasi konseptual terhadap pengalaman belajar religius siswa. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran digital membentuk religiusitas melalui keterlibatan emosional, internalisasi nilai aqidah, interaksi sosial digital, dan refleksi personal berkelanjutan. Lingkungan digital memperluas pemahaman religius siswa sekaligus menuntut pendampingan pedagogis. Guru berperan sebagai fasilitator makna yang mengarahkan pengalaman belajar menuju identitas religius yang autentik dan kontekstual.
TRANSFORMASI PENDIDIKAN ISLAM: PERAN MADRASAH, PESANTREN, DAN UNIVERSITAS DALAM MENJAWAB TANTANGAN ZAMAN ZIDAN KHALIK AL JABER; HILALLUDIN HILALLUDIN; SITI MASLAHATUL KHAER
ABDUSSALAM: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): ABDUSSALAM: JURNAL PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM
Publisher : ABDUSSALAM: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic education in Indonesia, through madrasahs, pesantrens, and universities, plays a vital role in shaping the character and com Islamic education in Indonesia, through madrasahs, pesantrens, and universities, plays a vital role in shaping the character and competencies of the nation's generation. Each institution has a unique contribution: madrasahs focus on strengthening religious education, pesantrens emphasize the formation of morals and spirituality, while universities play a role in the development of science and technology. However, significant challenges are faced in integrating a curriculum that is relevant to the needs of the times, utilizing technology in learning, and improving the quality of educators. Synergy between these three institutions is essential to create an adaptive and innovative Islamic education system, capable of addressing global challenges and producing a generation that is intelligent, ethically upright, and prepared to face the dynamics of the times. petencies of the nation's generation. Each institution has a unique contribution: madrasahs focus on strengthening religious education, pesantrens emphasize the formation of morals and spirituality, while universities play a role in the development of science and technology. However, significant challenges are faced in integrating a curriculum that is relevant to the needs of the times, utilizing technology in learning, and improving the quality of educators. Synergy between these three institutions is essential to create an adaptive and innovative Islamic education system, capable of addressing global challenges and producing a generation that is intelligent, ethically upright, and prepared to face the dynamics of the times.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA DI PERGURUAN TINGGI HILALLUDIN HILALLUDIN; ABDI HARIAWAN AKBAR
ABDUSSALAM: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): ABDUSSALAM: JURNAL PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM
Publisher : ABDUSSALAM: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of information and communication technology (ICT) has revolutionized the world of education, driving the transformation of learning systems from conventional models toward more flexible and adaptive approaches. In the context of the Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0, higher education is required not only to pursue technological innovation but also to uphold humanistic values. One rapidly evolving approach is blended learning—a model that combines online and face-to-face learning methods. This approach is considered effective in enhancing flexibility, active participation, and student learning independence. However, the implementation of blended learning in Indonesia remains suboptimal due to various challenges, including limited infrastructure, low digital literacy, and insufficient pedagogical readiness among lecturers. This study employs a qualitative approach through a literature review to analyze the impact of blended learning on student learning outcomes, covering cognitive, affective, and psychomotor aspects. The findings indicate that blended learning has significant potential to improve learning outcomes, especially when supported by appropriate instructional design and adequate infrastructure. Nevertheless, the successful implementation of this model largely depends on strong institutional support, faculty training, and equitable access to technology. Therefore, blended learning should be seen not merely as a technical innovation but as a strategic transformation toward a more inclusive, effective, and sustainable higher education system in the digital era.
Model Manajemen Berbasis Pesantren dalam Penguatan Karakter Peserta Didik Dedi Sugari; Agustiar Agustiar; Eko Ngabdul Shodikin; Hilalludin Hilalludin; Ayna Wahyuni
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 1 No. 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Penelitian ini mengkaji model manajemen berbasis pesantren sebagai pendekatan strategis dalam memperkuat karakter peserta didik di lembaga pendidikan Islam. Model ini berangkat dari tradisi pesantren yang selama berabad-abad terbukti efektif membentuk pribadi santri yang berakhlak, disiplin, mandiri, dan berkomitmen tinggi terhadap nilai-nilai moral. Latar belakang penelitian muncul dari kebutuhan sekolah dan madrasah modern untuk mengimplementasikan pola manajemen yang tidak semata menekankan aspek administratif, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai pendidikan karakter yang hidup dalam keseharian peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian kepustakaan melalui penelusuran konsep, teori, dan hasil penelitian yang relevan mengenai manajemen pesantren, pendidikan karakter, dan model kelembagaan Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa manajemen berbasis pesantren memiliki enam elemen utama yang berperan signifikan dalam penguatan karakter: kepemimpinan kiai yang karismatis, pembiasaan 24 jam melalui sistem asrama, internalisasi nilai melalui keteladanan, pembelajaran terpadu antara ilmu agama dan keterampilan hidup, disiplin yang ditopang oleh regulasi bernilai moral, serta budaya kolektif yang menekankan kebersamaan dan tanggung jawab sosial. Keenam elemen tersebut saling menguatkan dan membentuk ekosistem pendidikan yang holistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model manajemen berbasis pesantren dapat menjadi inspirasi pengembangan karakter di sekolah modern karena menggabungkan kontrol sosial, nilai spiritual, dan pembiasaan jangka panjang yang terbukti efektif membentuk kepribadian berkarakter kuat.
Pendidikan Keluarga Dalam Pandangan Islam Hilalludin Hilalludin; Umi Maslichah
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 2 No. 01 (2026): El-Mudarris Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan keluarga dalam pandangan Islam serta peran strategis orang tua dalam membentuk kepribadian anak di tengah tantangan kehidupan modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian pustaka (library research). Data penelitian bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber primer, serta buku ilmiah, artikel jurnal, dan karya akademik relevan sebagai sumber sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran dan pengkajian literatur yang berkaitan dengan pendidikan keluarga dalam Islam. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analitis melalui proses klasifikasi, interpretasi, dan sintesis data berdasarkan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan keluarga dalam Islam merupakan fondasi utama dalam pembentukan kepribadian anak. Keluarga berfungsi sebagai lembaga pendidikan pertama dan utama yang bertanggung jawab menanamkan nilai tauhid, membiasakan ibadah, serta membentuk akhlak dan karakter anak. Pendidikan keluarga dalam Islam bersifat holistik karena mencakup aspek spiritual, moral, intelektual, dan sosial. Selain itu, konsep ini selaras dengan pendidikan modern yang menekankan pembentukan manusia secara utuh. Di era globalisasi dan digitalisasi, pendidikan keluarga Islam memiliki peran strategis sebagai benteng moral bagi anak dari pengaruh negatif lingkungan. Integrasi nilai-nilai Islam dengan pendekatan pendidikan kontekstual diharapkan mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, cerdas intelektual, matang emosional, serta kuat secara spiritual.
Kepemimpinan Sekolah Berbasis Kecerdasan Buatan: Strategi Meningkatkan Kinerja Guru dan Motivasi Siswa Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 2 No. 01 (2026): El-Mudarris Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) membawa peluang baru dalam manajemen pendidikan, khususnya dalam kepemimpinan sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep kepemimpinan berbasis AI dan strategi implementasinya untuk meningkatkan kinerja guru serta motivasi siswa. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif berbasis kajian kepustakaan (literature review), dengan sumber data meliputi jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian terbitan lima tahun terakhir (2021–2026) yang relevan dengan manajemen pendidikan, kepemimpinan digital, dan pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Analisis dilakukan melalui content analysis untuk mengidentifikasi tema, pola, strategi, serta tantangan implementasi AI di sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan berbasis AI memungkinkan kepala sekolah mengambil keputusan lebih tepat berbasis data, memonitor aktivitas guru dan siswa secara real-time, serta merancang intervensi yang relevan dengan kebutuhan individu. Strategi AI untuk meningkatkan kinerja guru meliputi analisis kebutuhan pelatihan, sistem feedback otomatis, dan rekomendasi strategi pengajaran personal, yang terbukti meningkatkan efektivitas pengajaran dan profesionalisme. Sementara itu, AI berperan dalam mempersonalisasi pembelajaran, monitoring keterlibatan, dan sistem reward bagi siswa, sehingga motivasi intrinsik, partisipasi, dan hasil belajar meningkat. Keberhasilan implementasi AI bergantung pada kesiapan infrastruktur, literasi digital guru, komitmen kepala sekolah, serta pengelolaan etika dan privasi data siswa. Integrasi AI secara bertahap dan sistematis dapat menjadi katalisator peningkatan kualitas pendidikan dan budaya inovasi di sekolah.
Dinamika Dan Konsistensi Kebijakan Kurikulum Nasional Hilalludin Hilalludin
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 2 No. 02 (2026): El-Mudarris Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kebijakan kurikulum nasional sebagai instrumen strategis dalam pembangunan pendidikan di Indonesia. Kurikulum tidak hanya berfungsi sebagai perangkat pedagogis, tetapi juga sebagai kebijakan publik yang mencerminkan visi, arah, dan tujuan pembangunan bangsa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif terhadap berbagai fenomena perubahan kurikulum di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan kurikulum merupakan bentuk respons terhadap perkembangan global, tuntutan sosial, serta kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Namun, perubahan yang terjadi secara cepat dan berulang tanpa evaluasi komprehensif berpotensi menimbulkan inkonsistensi kebijakan dan melemahkan efektivitas implementasi di tingkat satuan pendidikan. Selain itu, proses agenda setting dalam kebijakan kurikulum dipengaruhi oleh faktor politik, sosial, dan ideologis yang saling berinteraksi, sehingga kurikulum menjadi arena kontestasi berbagai kepentingan. Dalam konteks ini, kebijakan kurikulum nasional memiliki peran penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional, khususnya dalam pembentukan karakter peserta didik melalui internalisasi nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan kurikulum yang berorientasi jangka panjang, adaptif, dan mampu menyeimbangkan antara penguasaan kompetensi akademik, keterampilan abad ke-21, serta penguatan nilai spiritual dan moral.
EKONOMI ISLAM MASA KINI: ANTARA REGULASI, GAYA HIDUP, DAN TEKNOLOGI SOSIAL Muhammad Hafiz Zohri; Hilalludin Hilalludin
TAKAFUL: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah Vol. 1 No. 1 (2025): TAKAFUL: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah
Publisher : LPPM IAI Dar Aswaja Rokan Hilir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study addresses the significant transformation of Islamic economics over the last two decades, highlighting its expansion from a financial system free of usury to a broader socio-economic phenomenon involving lifestyle, culture, and technological innovation. Unlike previous research that mainly focuses on formal Islamic finance institutions, this study examines the intersection of regulation, contemporary Muslim lifestyles, and social technology as key drivers shaping the current dynamics of Islamic economics. The motivation behind this research is to understand how these factors influence the authenticity and sustainability of Islamic economic practices amid globalization and digitalization. Using a qualitative approach through library research, this study critically reviews scholarly literature, regulatory documents, and social narratives to provide a comprehensive conceptual analysis. The findings reveal a complex interaction where regulatory frameworks often lag behind rapid societal changes, Muslim lifestyles sometimes emphasize symbolic consumption over substantive spiritual values, and technology presents both opportunities for inclusion and risks of commodifying religion. The study emphasizes the need for adaptive regulatory mechanisms grounded in maqashid shariah (objectives of Islamic law), enhanced digital literacy, and critical engagement with Muslim consumer culture. The policy implication is that Islamic economic development requires an integrative and interdisciplinary framework to ensure that economic activities truly reflect Islamic ethical principles and contribute to social justice, sustainability, and community welfare.
INTEGRASI NILAI-NILAI EKONOMI ISLAM DALAM KURIKULUM: PENDIDIKAN EKONOMI DI SEKOLAH MENENGAH Gigih Hadi Nugroho Said; Hilalludin Hilalludin
TAKAFUL: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah Vol. 1 No. 1 (2025): TAKAFUL: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah
Publisher : LPPM IAI Dar Aswaja Rokan Hilir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Economic education plays a strategic role in shaping students’ knowledge, attitudes, and skills to face the dynamic challenges of the modern economic world. However, the current curriculum in Indonesian secondary schools tends to adopt a conventional economic paradigm, focusing more on technical and market-based aspects, while neglecting the integration of Islamic economic values. This study aims to fill the gap by developing a model for integrating Islamic economic values—such as prohibition of riba, justice in distribution, zakat, waqf, and ethical business conduct—into the economics curriculum. Unlike previous studies that mainly focused on Islamic economics in financial institutions, this research addresses the practical implementation of these values in formal education settings. Motivated by the urgency to produce not only academically competent graduates but also morally sound individuals, the study uses a qualitative approach through library research and curriculum document analysis. The findings reveal that integrating Islamic economic principles can provide a more holistic economic understanding, bridging ethical-spiritual dimensions with modern economic practices. Furthermore, the study proposes a systematic model of curriculum integration involving content, teaching methods, and evaluation strategies. The results hold significant implications for policymakers, educators, and curriculum developers in shaping an economic education that aligns with Indonesia’s religious and cultural values.