Claim Missing Document
Check
Articles

Pendekatan Tafsir Tematik dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Digital Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani; Antawiria Wira Santanu; Ayna Wahyuni
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 1 No 04 (2025): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan era digital menuntut pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk bertransformasi menuju metode yang lebih relevan, interaktif, dan kontekstual. Salah satu pendekatan yang potensial adalah tafsir tematik, yaitu metode yang mengelompokkan ayat-ayat Al-Qur’an berdasarkan tema tertentu sehingga menghasilkan pemahaman yang utuh dan mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi literatur, meliputi analisis buku tafsir, artikel ilmiah, dan dokumen pembelajaran digital yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan tafsir tematik sangat efektif diterapkan dalam pembelajaran PAI di era digital karena mampu mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dengan masalah-masalah kontemporer seperti etika digital, pergaulan modern, serta tantangan moral generasi muda. Pemanfaatan teknologi digital seperti aplikasi Al-Qur’an digital, video pembelajaran, multimedia interaktif, dan platform e-learning memberikan dukungan signifikan dalam meningkatkan antusiasme, motivasi, dan partisipasi siswa. Guru PAI memainkan peran strategis dalam merancang kegiatan pembelajaran berbasis tema, memilih sumber digital yang kredibel, serta memfasilitasi diskusi kritis untuk memperkuat literasi keagamaan siswa. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan tafsir tematik melalui media digital tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi juga memperkuat pemahaman nilai-nilai Qur’ani secara kontekstual dan aplikatif. Dengan demikian, pendekatan ini relevan untuk diadopsi sebagai strategi pembelajaran PAI modern karena mampu membentuk kompetensi keagamaan, literasi digital islami, serta karakter yang selaras dengan kebutuhan abad 21.
Pengembangan Inovasi Teori Pendidikan Perspektif Al-Qur’an Hilalludin Hilalludin
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 2 No 01 (2026): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan inovasi teori pendidikan dalam perspektif Al-Qur’an sebagai landasan konseptual dalam membangun sistem pendidikan Islam yang holistik. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, pendidikan Islam dihadapkan pada tantangan krisis moral dan spiritual yang memerlukan solusi komprehensif dan berkelanjutan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), dengan menelaah ayat-ayat Al-Qur’an serta literatur yang relevan terkait konsep pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memberikan prinsip-prinsip dasar dalam inovasi pendidikan, seperti tauhid sebagai orientasi utama, pentingnya pencarian ilmu sepanjang hayat, keteladanan sebagai metode pendidikan, serta pembentukan akhlak sebagai tujuan utama. Inovasi pendidikan dalam perspektif Qur’ani tidak hanya menekankan aspek metodologis dan teknologi, tetapi juga integrasi nilai spiritual dalam setiap proses pembelajaran. Lebih lanjut, pengembangan teori pendidikan berbasis Al-Qur’an mampu menciptakan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual, serta antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai moral. Dengan demikian, pendidikan Islam yang inovatif dan berlandaskan wahyu Ilahi dapat menjadi solusi dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan paradigma pendidikan Islam yang relevan, adaptif, dan berdaya saing di era modern tanpa kehilangan nilai-nilai fundamentalnya.
Integrasi Neurosains dalam Pembelajaran Aqidah: Analisis Penguatan Keimanan Berbasis Brain-Based Learning di Madrasah Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Adi Haironi
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 02 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis integrasi neurosains dalam pembelajaran aqidah melalui pendekatan brain-based learning untuk memperkuat keimanan siswa di madrasah. Pembelajaran aqidah yang berfokus pada aspek kognitif dinilai belum optimal dalam mendorong penghayatan nilai iman. Neurosains pendidikan menegaskan pentingnya keterpaduan kognitif dan emosional, sehingga penguatan iman memerlukan pengalaman belajar yang bermakna dan menyentuh dimensi batin siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian kepustakaan terhadap buku dan artikel ilmiah lima tahun terakhir dengan analisis isi deskriptif-analitis. Hasil menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang aman, keterlibatan aktif, pembelajaran kontekstual, refleksi, dan aktivasi emosi positif mampu memperkuat internalisasi iman. Integrasi neurosains dan pembelajaran aqidah membentuk kerangka pedagogis yang menyatukan akal dan hati, sehingga pemahaman berkembang menjadi keyakinan yang lebih mendalam dan berkelanjutan serta relevan bagi pendidikan modern.
Internalisasi Nilai Aqidah melalui Interaksi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran PAI Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari; Adi Haironi
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 02 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran aqidah dalam Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran keimanan dan orientasi hidup peserta didik. Kajian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai aqidah melalui interaksi guru dan siswa dalam pembelajaran PAI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian kepustakaan yang menelaah literatur ilmiah terkait pendidikan nilai, interaksi pedagogis, dan pembelajaran aqidah. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai berlangsung melalui relasi edukatif yang dialogis, empatik, dan reflektif. Strategi pembelajaran kontekstual, partisipatif, serta keteladanan guru berperan penting dalam membangun keterlibatan kognitif dan emosional siswa. Respons siswa yang aktif dan reflektif menunjukkan bahwa nilai aqidah dipahami sebagai prinsip hidup yang bermakna, bukan sekadar pengetahuan konseptual. Lingkungan belajar yang suportif dan kompetensi pedagogis guru menjadi faktor pendukung utama dalam keberhasilan proses internalisasi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan pembelajaran aqidah yang berorientasi pada pengalaman belajar bermakna dan kualitas hubungan interpersonal di kelas. Kajian ini memberikan kontribusi konseptual bagi penguatan praktik pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang lebih humanis, reflektif, dan berkelanjutan.  
Pengalaman Spiritual Siswa dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 02 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran aqidah dalam Pendidikan Agama Islam memegang peran strategis. Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman spiritual siswa dalam pembelajaran PAI di sekolah menengah. Pendekatan kualitatif dengan kajian kepustakaan digunakan untuk menganalisis buku dan artikel ilmiah lima tahun terakhir. Hasil menunjukkan pengalaman spiritual terbentuk melalui interaksi pemahaman kognitif, keterlibatan emosional, dan refleksi batin terhadap nilai agama. Lingkungan belajar yang aman, interaksi guru-siswa yang suportif, serta strategi pembelajaran reflektif dan dialogis menjadi faktor utama penguatan internalisasi nilai religius. Hambatan muncul jika pembelajaran terlalu menekankan hafalan, minim refleksi, atau lingkungan kurang mendukung ekspresi spiritual siswa. Pengalaman spiritual yang mendalam berdampak positif pada perilaku religius dan kesadaran keimanan, termasuk penerapan nilai moral, etika, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi pengalaman spiritual dalam PAI agar siswa tidak hanya memahami, tetapi juga menghidupi ajaran agama secara autentik. Implikasi kajian ini dapat membantu guru dan lembaga pendidikan merancang strategi pembelajaran lebih reflektif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda.
Peran Guru PAI dalam Membentuk Kesadaran Beragama Siswa di Era Media Sosial Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari
An-Nuriyah: Journal of Islamic Technology and Informatics Education Vol. 2 No. 02 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media sosial memberikan dampak signifikan terhadap pengalaman belajar dan kesadaran beragama siswa di madrasah. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk kesadaran beragama siswa di era digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan kajian kepustakaan, mengumpulkan data dari buku dan artikel ilmiah lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis sebagai mediator antara ajaran agama dan realitas digital siswa. Guru memanfaatkan media sosial sebagai sarana pembelajaran, melakukan pendampingan yang kontekstual, serta menerapkan strategi kolaboratif untuk membangun pemahaman, karakter, dan ketahanan moral siswa. Tantangan yang dihadapi meliputi arus informasi yang cepat, konten negatif, dan perbedaan tingkat literasi digital siswa. Upaya penguatan kesadaran beragama dilakukan melalui pembelajaran berbasis pengalaman, proyek literasi digital, serta kolaborasi dengan orang tua dan lingkungan sekolah. Kesadaran beragama yang terbentuk mencakup kemampuan membedakan informasi yang benar dan salah, pengendalian diri dalam interaksi digital, serta pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran guru PAI yang kreatif, adaptif, dan holistik dalam mendukung pembentukan karakter religius siswa di era media sosial.
Konstruksi Religiusitas Siswa dalam Pembelajaran PAI Berbasis Digital di Madrasah Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Adi Haironi
An-Nuriyah: Journal of Islamic Technology and Informatics Education Vol. 2 No. 02 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital mengubah pengalaman belajar Pendidikan Agama Islam di madrasah menjadi lebih interaktif dan reflektif. Pembelajaran digital tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membentuk cara siswa memahami dan menghayati nilai religius dalam kehidupan sehari-hari. Kajian ini bertujuan mengungkap konstruksi religiusitas siswa melalui analisis literatur ilmiah lima tahun terakhir dari artikel jurnal dan publikasi akademik relevan. Analisis dilakukan melalui identifikasi tema, kategorisasi makna, dan interpretasi konseptual terhadap pengalaman belajar religius siswa. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran digital membentuk religiusitas melalui keterlibatan emosional, internalisasi nilai aqidah, interaksi sosial digital, dan refleksi personal berkelanjutan. Lingkungan digital memperluas pemahaman religius siswa sekaligus menuntut pendampingan pedagogis. Guru berperan sebagai fasilitator makna yang mengarahkan pengalaman belajar menuju identitas religius yang autentik dan kontekstual.
TRANSFORMASI PENDIDIKAN ISLAM: PERAN MADRASAH, PESANTREN, DAN UNIVERSITAS DALAM MENJAWAB TANTANGAN ZAMAN ZIDAN KHALIK AL JABER; HILALLUDIN HILALLUDIN; SITI MASLAHATUL KHAER
ABDUSSALAM : Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): ABDUSSALAM: JURNAL PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM
Publisher : ABDUSSALAM : Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic education in Indonesia, through madrasahs, pesantrens, and universities, plays a vital role in shaping the character and com Islamic education in Indonesia, through madrasahs, pesantrens, and universities, plays a vital role in shaping the character and competencies of the nation's generation. Each institution has a unique contribution: madrasahs focus on strengthening religious education, pesantrens emphasize the formation of morals and spirituality, while universities play a role in the development of science and technology. However, significant challenges are faced in integrating a curriculum that is relevant to the needs of the times, utilizing technology in learning, and improving the quality of educators. Synergy between these three institutions is essential to create an adaptive and innovative Islamic education system, capable of addressing global challenges and producing a generation that is intelligent, ethically upright, and prepared to face the dynamics of the times. petencies of the nation's generation. Each institution has a unique contribution: madrasahs focus on strengthening religious education, pesantrens emphasize the formation of morals and spirituality, while universities play a role in the development of science and technology. However, significant challenges are faced in integrating a curriculum that is relevant to the needs of the times, utilizing technology in learning, and improving the quality of educators. Synergy between these three institutions is essential to create an adaptive and innovative Islamic education system, capable of addressing global challenges and producing a generation that is intelligent, ethically upright, and prepared to face the dynamics of the times.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA DI PERGURUAN TINGGI HILALLUDIN HILALLUDIN; ABDI HARIAWAN AKBAR
ABDUSSALAM : Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): ABDUSSALAM: JURNAL PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM
Publisher : ABDUSSALAM : Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of information and communication technology (ICT) has revolutionized the world of education, driving the transformation of learning systems from conventional models toward more flexible and adaptive approaches. In the context of the Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0, higher education is required not only to pursue technological innovation but also to uphold humanistic values. One rapidly evolving approach is blended learning—a model that combines online and face-to-face learning methods. This approach is considered effective in enhancing flexibility, active participation, and student learning independence. However, the implementation of blended learning in Indonesia remains suboptimal due to various challenges, including limited infrastructure, low digital literacy, and insufficient pedagogical readiness among lecturers. This study employs a qualitative approach through a literature review to analyze the impact of blended learning on student learning outcomes, covering cognitive, affective, and psychomotor aspects. The findings indicate that blended learning has significant potential to improve learning outcomes, especially when supported by appropriate instructional design and adequate infrastructure. Nevertheless, the successful implementation of this model largely depends on strong institutional support, faculty training, and equitable access to technology. Therefore, blended learning should be seen not merely as a technical innovation but as a strategic transformation toward a more inclusive, effective, and sustainable higher education system in the digital era.
Model Manajemen Berbasis Pesantren dalam Penguatan Karakter Peserta Didik Dedi Sugari; Agustiar Agustiar; Eko Ngabdul Shodikin; Hilalludin Hilalludin; Ayna Wahyuni
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 1 No. 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Penelitian ini mengkaji model manajemen berbasis pesantren sebagai pendekatan strategis dalam memperkuat karakter peserta didik di lembaga pendidikan Islam. Model ini berangkat dari tradisi pesantren yang selama berabad-abad terbukti efektif membentuk pribadi santri yang berakhlak, disiplin, mandiri, dan berkomitmen tinggi terhadap nilai-nilai moral. Latar belakang penelitian muncul dari kebutuhan sekolah dan madrasah modern untuk mengimplementasikan pola manajemen yang tidak semata menekankan aspek administratif, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai pendidikan karakter yang hidup dalam keseharian peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian kepustakaan melalui penelusuran konsep, teori, dan hasil penelitian yang relevan mengenai manajemen pesantren, pendidikan karakter, dan model kelembagaan Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa manajemen berbasis pesantren memiliki enam elemen utama yang berperan signifikan dalam penguatan karakter: kepemimpinan kiai yang karismatis, pembiasaan 24 jam melalui sistem asrama, internalisasi nilai melalui keteladanan, pembelajaran terpadu antara ilmu agama dan keterampilan hidup, disiplin yang ditopang oleh regulasi bernilai moral, serta budaya kolektif yang menekankan kebersamaan dan tanggung jawab sosial. Keenam elemen tersebut saling menguatkan dan membentuk ekosistem pendidikan yang holistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model manajemen berbasis pesantren dapat menjadi inspirasi pengembangan karakter di sekolah modern karena menggabungkan kontrol sosial, nilai spiritual, dan pembiasaan jangka panjang yang terbukti efektif membentuk kepribadian berkarakter kuat.