Claim Missing Document
Check
Articles

Parenting systems and models in islamic boarding schools within the framework of islamic education Nasrin, Hilalludin; Januardi, Haris; Shamsul Aiman Mua'mar bin Shamsul Bahrin
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 4 No. 1 Januari 2025: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v4i1.402

Abstract

Islamic boarding schools (pondok pesantren) are traditional educational institutions that play a significant role in shaping the character of students through in-depth Islamic education. The childcare system in pondok pesantren encompasses three main patterns: authoritarian, permissive, and democratic. Authoritarian childcare emphasizes strict discipline and full authority of caregivers, while permissive patterns grant more freedom to students, and democratic patterns strike a balance between authority and freedom. This research employs a literature review method to gather data from various relevant literary sources. The concept of childcare in pondok pesantren involves training, habituation, and awareness to cultivate students' religious personality and noble character. The principles of childcare in pondok pesantren include exemplary behavior, affection, discipline, mental and spiritual guidance, potential development, self-reliance, togetherness, obedience to parents and teachers, community service, and love for the homeland. Childcare models in pondok pesantren vary from authoritarian, democratic, to permissive, each with its own characteristics and impact on student development. Supporting factors for childcare in pondok pesantren include parental interest and trust, strict rules, character-based curriculum, and caregivers' enthusiasm in educating. Conversely, inhibiting factors include parental coercion and interference with pesantren rules. Efforts to overcome these obstacles involve parental understanding, rule socialization, caregiver capacity building, and cooperation among caregivers. Islamic childcare principles emphasize religious values, while national childcare principles focus on conditioning a safe, comfortable, and engaging environment for children.
Pemikiran Pendidikan Islam Pada Masa Khulafā’ Arāsyidīn:Analisis Historis Dan Relevansinya Dalam PendidikanModern Nuryadin, Nuryadin; Hilalludin, Hilalludin
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 01 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji pemikiran pendidikan Islam pada masa Khulafā’ al-Rāsyidīn sebagai upaya rekonstruksi nilai-nilai dasar pendidikan Islam yang kontekstual dengan tantangan modern. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi integrasi nilai Islam dalam sistem pendidikan kontemporer yang kerap terjebak pada formalisme tanpa pembentukan karakter. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif historis dan studi pustaka, artikel ini menelaah sumber-sumber klasik dan literatur akademik mutakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing khalifah memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk sistem pendidikan Islam yang sistematis dan bernilai: Abu Bakar fokus pada keteguhan aqidah; Umar bin Khattab pada kelembagaan dan kurikulum; Utsman bin Affan pada kodifikasi Al-Qur’an; dan Ali bin Abi Thalib pada penguatan etika berpikir dan pendidikan kritis. Pemikiran pendidikan pada masa ini tidak hanya bernilai historis, tetapi juga filosofis dan aplikatif, relevan untuk menjawab krisis moral, degradasi nilai, dan keterasingan spiritual dalam pendidikan saat ini. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran pendidikan masa Khulafā’ al-Rāsyidīn menawarkan model pendidikan Islam yang holistik dan integral, sekaligus responsif terhadap realitas global. Artikel ini memberikan kontribusi konseptual bagi reformulasi kurikulum pendidikan Islam yang berbasis nilai dan orientasi karakter dalam bingkai transformatif.
Syura sebagai Model Pendidikan Kepemimpinan Islam:Membangun Komunikasi Efektif dalam Pengambilan KeputusanKolektif Hilalludin, Hilalludin; Dwi Wiresti, Ririn; Dwi Maryani, Erna; Maslahatul Khaer, Siti
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 01 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syura merupakan konsep fundamental dalam Islam yang tidak hanya relevan dalam konteks politik dan pemerintahan, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam pendidikan kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai syura sebagai model pendidikan karakter kepemimpinan Islam yang berorientasi pada komunikasi efektif dan pengambilan keputusan kolektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka, menganalisis teks-teks Al-Qur’an, hadis, literatur klasik seperti al-Aḥkām al-Sulṭāniyyah dan Siyāsah Syar’iyyah, serta kajian-kajian kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa syura mengandung prinsip komunikasi partisipatif, tanggung jawab kolektif, dan pembentukan karakter kepemimpinan yang etis dan empatik. Nilai-nilai ini sangat relevan untuk diintegrasikan dalam sistem pendidikan Islam melalui forum diskusi, musyawarah siswa, dan praktik kepemimpinan kolaboratif. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa syura dapat dijadikan sebagai model pendidikan kepemimpinan Islam yang mampu membentuk generasi pemimpin yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga kuat dalam moral, sosial, dan spiritualitas. Syura layak dihidupkan kembali dalam pendidikan.
Perbedaan Pesantren Tradisional Dan Pesantren Modern Di Indonesia Sugari, Dedi; Hilalludin, Hilalludin; Dwi Maryani, Erna
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 01 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang telah berperan penting dalam pembentukan karakter, transmisi ilmu agama, dan pembinaan moral umat. Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan global, muncul dua model utama pesantren, yaitu pesantren tradisional (salafiyah) dan pesantren modern (khalafiyah), yang masing-masing memiliki pendekatan, sistem, dan orientasi berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan perbedaan mendasar antara keduanya dari segi kurikulum, metode pembelajaran, struktur kelembagaan, orientasi lulusan, dan pemanfaatan teknologi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, di mana data dikumpulkan melalui telaah literatur dari buku akademik, artikel jurnal, dokumen pesantren, dan karya ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren tradisional menekankan pembelajaran kitab kuning, metode sorogan-bandongan, kepemimpinan kiai yang karismatik, serta orientasi pencetakan ulama dan penguatan spiritualitas santri. Sementara itu, pesantren modern menggabungkan pelajaran agama dan umum, menggunakan metode klasikal-formal, menerapkan sistem manajemen profesional, serta menyiapkan santri untuk menghadapi dunia kerja dan pendidikan tinggi. Meskipun berbeda secara struktural dan pedagogis, kedua model pesantren memiliki kontribusi signifikan dalam pendidikan Islam di Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi nilai-nilai tradisional dengan sistem modern dapat menjadi model pendidikan pesantren yang relevan dan berkelanjutan di era kontemporer.
Kontribusi Psikologi Perkembangan dalam Strategi Pembelajaran di Sekolah Sugari, Dedi; Hilalludin, Hilalludin; Etika Halza, kharisman
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 01 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percepatan perubahan zaman yang ditandai oleh digitalisasi, globalisasi, dan kompleksitas sosial telah mengubah wajah pendidikan secara fundamental. Tantangan masa kini menuntut sistem pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil akademik, tetapi juga mampu mengembangkan karakter, kecerdasan emosional, serta kapasitas berpikir kritis peserta didik. Dalam konteks ini, psikologi perkembangan hadir sebagai ilmu yang sangat relevan untuk menjawab kebutuhan pendidikan modern. Melalui pemahaman tentang tahapan-tahapan perkembangan manusia secara fisik, kognitif, sosial, emosional, dan moral, strategi pembelajaran dapat dirancang secara lebih adaptif dan manusiawi. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, mengkaji berbagai sumber literatur ilmiah seperti buku dan jurnal akademik lima tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan prinsip psikologi perkembangan dalam pembelajaran dapat membantu guru memahami karakteristik peserta didik di setiap fase usia, menyesuaikan pendekatan pembelajaran secara tepat, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih empatik dan efektif. Strategi seperti penggunaan media konkret untuk anak usia operasional konkret atau stimulasi pemikiran abstrak bagi remaja tahap operasional formal adalah contoh konkret aplikasinya. Namun, tantangan masih dihadapi, seperti keterbatasan pelatihan guru dan kurangnya integrasi kurikulum berbasis perkembangan. Oleh karena itu, pemanfaatan psikologi perkembangan dalam strategi pembelajaran menjadi krusial untuk menciptakan pendidikan yang relevan, transformatif, dan berpusat pada peserta didik sebagai manusia yang sedang tumbuh.
The Role of Educational Psychology in Enhancing the Qualityof the Teaching and Learning Process Hilalludin, Hilalludin; Sugari, Dedi; Al-Nomani, Shada; Muzanni, Muzanni
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 01 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The quality of learning in Indonesia continues to face various challenges, including the diversity of student characteristics, learning motivation, and the effectiveness of teaching strategies. Educational psychology plays a crucial role in understanding and responding to these complexities by providing a scientific foundation for teachers in managing the learning process. This literature research aims to analyze the role of educational psychology in improving the quality of teaching and learning processes. Using a qualitative approach, data were collected from various academic sources such as books, journal articles, and previous studies. The results of the study reveal that educational psychology helps teachers in six key areas: understanding individual differences, enhancing learning motivation, designing effective learning strategies, improving teacher-student interaction, managing classrooms more constructively, and applying more objective and reflective learning evaluations. These findings indicate that educational psychology not only enhances the effectiveness of learning but also encourages the creation of an inclusive and student-centered learning environment. This study contributes conceptually to educators and institutions to strengthen their pedagogical foundation through psychological understanding that is humanistic and responsive to student needs.
Inovasi Manajemen Mutu Sekolah Untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru Miftahul Adila Fitria; Hilalludin Hilalludin; Faizatul Khoiriyah
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol 1 No 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kualitas pendidikan tidak lepas dari profesionalitas guru dan efektivitas manajemen sekolah. Di era digital dan pembelajaran hybrid, guru dituntut tidak hanya kompeten dalam mengajar, tetapi juga adaptif terhadap teknologi, inovatif dalam metode pembelajaran, dan mampu berkolaborasi secara profesional. Artikel ini membahas inovasi manajemen mutu sekolah sebagai strategi untuk meningkatkan profesionalitas guru melalui penerapan evaluasi berbasis kinerja, pemanfaatan teknologi digital, program pengembangan profesional berkelanjutan, dan kolaborasi antar guru. Analisis literatur dan praktik terbaik menunjukkan bahwa inovasi manajemen mutu yang sistematis mampu menciptakan budaya sekolah yang mendukung pengembangan kompetensi guru, mendorong kreativitas, dan meningkatkan motivasi serta kinerja pengajaran. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen sekolah yang inovatif menjadi fondasi penting bagi tercapainya pendidikan berkualitas yang responsif terhadap tantangan zaman
Strategi Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dalam Membangun Budaya Positif Dedi Sugari; Agustiar Agustiar; Eko Ngabdul Shodikin; Hilalludin Hilalludin; Ayna Wahyuni
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol 1 No 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam membangun budaya positif sebagai bagian penting dari peningkatan mutu pendidikan. Budaya positif dipahami sebagai seperangkat nilai, kebiasaan, dan pola interaksi yang mendukung iklim belajar yang sehat, kolaboratif, dan berkarakter. Latar belakang penelitian ini muncul dari kebutuhan sekolah untuk tidak hanya mengandalkan aturan formal, tetapi juga membangun nilai-nilai yang tumbuh dari kesadaran warga sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa kajian kepustakaan dengan menganalisis berbagai konsep, teori, dan gagasan yang relevan tentang kepemimpinan transformasional dan budaya sekolah. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menciptakan transformasi budaya melalui lima elemen utama: penguatan visi dan nilai, pengembangan profesional guru, penciptaan lingkungan sekolah yang kondusif, inovasi dalam manajemen dan pembelajaran, serta keteladanan yang konsisten. Setiap elemen saling berkaitan dan berkontribusi terhadap pembentukan karakter sekolah secara menyeluruh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional efektif dalam membangun budaya positif karena mampu memengaruhi aspek struktural, kultural, dan emosional warga sekolah secara terpadu. Dengan pendekatan ini, sekolah dapat tumbuh menjadi lingkungan yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.
Peran Kepala Madrasah dalam Pengelolaan Konflik dan Pengambilan Keputusan Strategis Dedi Sugari; Agustiar Agustiar; Eko Ngabdul Shodikin; Hilalludin Hilalludin; Ayna Wahyuni
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol 1 No 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepala madrasah dalam mengelola konflik dan mengambil keputusan strategis sebagai bagian penting dari peningkatan mutu kelembagaan pendidikan Islam. Konflik dalam lingkungan madrasah merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari, karena terjadi akibat interaksi kompleks antara guru, tenaga kependidikan, siswa, dan berbagai komponen lainnya. Namun, konflik yang tidak dikelola dengan baik dapat menurunkan kinerja, menghambat kolaborasi, serta berdampak pada iklim akademik. Oleh sebab itu, kepala madrasah membutuhkan kompetensi kepemimpinan yang tidak hanya administratif, tetapi juga adaptif dan komunikatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis kajian kepustakaan melalui telaah literatur relevan yang membahas teori manajemen konflik, kepemimpinan pendidikan, dan proses pengambilan keputusan strategis. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepala madrasah memiliki posisi sentral dalam menangani konflik dengan pendekatan mediasi, dialog, dan penyusunan kebijakan restoratif. Selain itu, kepala madrasah berperan dalam menetapkan keputusan strategis yang menyangkut arah kebijakan, pembinaan sumber daya manusia, pengelolaan program, serta pengembangan mutu madrasah. Lima elemen utama ditemukan, yaitu identifikasi sumber konflik, komunikasi dan mediasi, penguatan kebijakan internal, pengambilan keputusan berbasis data, serta evaluasi dan keberlanjutan program. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan kepala madrasah dalam mengelola konflik dan mengambil keputusan strategis sangat ditentukan oleh kapasitas kepemimpinan visioner, kecakapan interpersonal, dan kemampuan analitis yang matang. Dengan pendekatan ini, madrasah dapat berkembang menjadi lembaga yang harmonis, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas berkelanjutan.
Model Manajemen Berbasis Pesantren dalam Penguatan Karakter Peserta Didik Dedi Sugari; Agustiar Agustiar; Eko Ngabdul Shodikin; Hilalludin Hilalludin; Ayna Wahyuni
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol 1 No 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Penelitian ini mengkaji model manajemen berbasis pesantren sebagai pendekatan strategis dalam memperkuat karakter peserta didik di lembaga pendidikan Islam. Model ini berangkat dari tradisi pesantren yang selama berabad-abad terbukti efektif membentuk pribadi santri yang berakhlak, disiplin, mandiri, dan berkomitmen tinggi terhadap nilai-nilai moral. Latar belakang penelitian muncul dari kebutuhan sekolah dan madrasah modern untuk mengimplementasikan pola manajemen yang tidak semata menekankan aspek administratif, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai pendidikan karakter yang hidup dalam keseharian peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian kepustakaan melalui penelusuran konsep, teori, dan hasil penelitian yang relevan mengenai manajemen pesantren, pendidikan karakter, dan model kelembagaan Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa manajemen berbasis pesantren memiliki enam elemen utama yang berperan signifikan dalam penguatan karakter: kepemimpinan kiai yang karismatis, pembiasaan 24 jam melalui sistem asrama, internalisasi nilai melalui keteladanan, pembelajaran terpadu antara ilmu agama dan keterampilan hidup, disiplin yang ditopang oleh regulasi bernilai moral, serta budaya kolektif yang menekankan kebersamaan dan tanggung jawab sosial. Keenam elemen tersebut saling menguatkan dan membentuk ekosistem pendidikan yang holistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model manajemen berbasis pesantren dapat menjadi inspirasi pengembangan karakter di sekolah modern karena menggabungkan kontrol sosial, nilai spiritual, dan pembiasaan jangka panjang yang terbukti efektif membentuk kepribadian berkarakter kuat.