Claim Missing Document
Check
Articles

Pemikiran Pendidikan Islam Pada Masa Khulafā’ Arāsyidīn:Analisis Historis Dan Relevansinya Dalam PendidikanModern Nuryadin, Nuryadin; Hilalludin, Hilalludin
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 01 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji pemikiran pendidikan Islam pada masa Khulafā’ al-Rāsyidīn sebagai upaya rekonstruksi nilai-nilai dasar pendidikan Islam yang kontekstual dengan tantangan modern. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi integrasi nilai Islam dalam sistem pendidikan kontemporer yang kerap terjebak pada formalisme tanpa pembentukan karakter. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif historis dan studi pustaka, artikel ini menelaah sumber-sumber klasik dan literatur akademik mutakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing khalifah memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk sistem pendidikan Islam yang sistematis dan bernilai: Abu Bakar fokus pada keteguhan aqidah; Umar bin Khattab pada kelembagaan dan kurikulum; Utsman bin Affan pada kodifikasi Al-Qur’an; dan Ali bin Abi Thalib pada penguatan etika berpikir dan pendidikan kritis. Pemikiran pendidikan pada masa ini tidak hanya bernilai historis, tetapi juga filosofis dan aplikatif, relevan untuk menjawab krisis moral, degradasi nilai, dan keterasingan spiritual dalam pendidikan saat ini. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran pendidikan masa Khulafā’ al-Rāsyidīn menawarkan model pendidikan Islam yang holistik dan integral, sekaligus responsif terhadap realitas global. Artikel ini memberikan kontribusi konseptual bagi reformulasi kurikulum pendidikan Islam yang berbasis nilai dan orientasi karakter dalam bingkai transformatif.
Syura sebagai Model Pendidikan Kepemimpinan Islam:Membangun Komunikasi Efektif dalam Pengambilan KeputusanKolektif Hilalludin, Hilalludin; Dwi Wiresti, Ririn; Dwi Maryani, Erna; Maslahatul Khaer, Siti
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 01 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syura merupakan konsep fundamental dalam Islam yang tidak hanya relevan dalam konteks politik dan pemerintahan, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam pendidikan kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai syura sebagai model pendidikan karakter kepemimpinan Islam yang berorientasi pada komunikasi efektif dan pengambilan keputusan kolektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka, menganalisis teks-teks Al-Qur’an, hadis, literatur klasik seperti al-Aḥkām al-Sulṭāniyyah dan Siyāsah Syar’iyyah, serta kajian-kajian kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa syura mengandung prinsip komunikasi partisipatif, tanggung jawab kolektif, dan pembentukan karakter kepemimpinan yang etis dan empatik. Nilai-nilai ini sangat relevan untuk diintegrasikan dalam sistem pendidikan Islam melalui forum diskusi, musyawarah siswa, dan praktik kepemimpinan kolaboratif. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa syura dapat dijadikan sebagai model pendidikan kepemimpinan Islam yang mampu membentuk generasi pemimpin yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga kuat dalam moral, sosial, dan spiritualitas. Syura layak dihidupkan kembali dalam pendidikan.
Perbedaan Pesantren Tradisional Dan Pesantren Modern Di Indonesia Sugari, Dedi; Hilalludin, Hilalludin; Dwi Maryani, Erna
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 01 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang telah berperan penting dalam pembentukan karakter, transmisi ilmu agama, dan pembinaan moral umat. Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan global, muncul dua model utama pesantren, yaitu pesantren tradisional (salafiyah) dan pesantren modern (khalafiyah), yang masing-masing memiliki pendekatan, sistem, dan orientasi berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan perbedaan mendasar antara keduanya dari segi kurikulum, metode pembelajaran, struktur kelembagaan, orientasi lulusan, dan pemanfaatan teknologi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, di mana data dikumpulkan melalui telaah literatur dari buku akademik, artikel jurnal, dokumen pesantren, dan karya ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren tradisional menekankan pembelajaran kitab kuning, metode sorogan-bandongan, kepemimpinan kiai yang karismatik, serta orientasi pencetakan ulama dan penguatan spiritualitas santri. Sementara itu, pesantren modern menggabungkan pelajaran agama dan umum, menggunakan metode klasikal-formal, menerapkan sistem manajemen profesional, serta menyiapkan santri untuk menghadapi dunia kerja dan pendidikan tinggi. Meskipun berbeda secara struktural dan pedagogis, kedua model pesantren memiliki kontribusi signifikan dalam pendidikan Islam di Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi nilai-nilai tradisional dengan sistem modern dapat menjadi model pendidikan pesantren yang relevan dan berkelanjutan di era kontemporer.
Kontribusi Psikologi Perkembangan dalam Strategi Pembelajaran di Sekolah Sugari, Dedi; Hilalludin, Hilalludin; Etika Halza, kharisman
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 01 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percepatan perubahan zaman yang ditandai oleh digitalisasi, globalisasi, dan kompleksitas sosial telah mengubah wajah pendidikan secara fundamental. Tantangan masa kini menuntut sistem pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil akademik, tetapi juga mampu mengembangkan karakter, kecerdasan emosional, serta kapasitas berpikir kritis peserta didik. Dalam konteks ini, psikologi perkembangan hadir sebagai ilmu yang sangat relevan untuk menjawab kebutuhan pendidikan modern. Melalui pemahaman tentang tahapan-tahapan perkembangan manusia secara fisik, kognitif, sosial, emosional, dan moral, strategi pembelajaran dapat dirancang secara lebih adaptif dan manusiawi. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, mengkaji berbagai sumber literatur ilmiah seperti buku dan jurnal akademik lima tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan prinsip psikologi perkembangan dalam pembelajaran dapat membantu guru memahami karakteristik peserta didik di setiap fase usia, menyesuaikan pendekatan pembelajaran secara tepat, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih empatik dan efektif. Strategi seperti penggunaan media konkret untuk anak usia operasional konkret atau stimulasi pemikiran abstrak bagi remaja tahap operasional formal adalah contoh konkret aplikasinya. Namun, tantangan masih dihadapi, seperti keterbatasan pelatihan guru dan kurangnya integrasi kurikulum berbasis perkembangan. Oleh karena itu, pemanfaatan psikologi perkembangan dalam strategi pembelajaran menjadi krusial untuk menciptakan pendidikan yang relevan, transformatif, dan berpusat pada peserta didik sebagai manusia yang sedang tumbuh.
The Role of Educational Psychology in Enhancing the Qualityof the Teaching and Learning Process Hilalludin, Hilalludin; Sugari, Dedi; Al-Nomani, Shada; Muzanni, Muzanni
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 01 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The quality of learning in Indonesia continues to face various challenges, including the diversity of student characteristics, learning motivation, and the effectiveness of teaching strategies. Educational psychology plays a crucial role in understanding and responding to these complexities by providing a scientific foundation for teachers in managing the learning process. This literature research aims to analyze the role of educational psychology in improving the quality of teaching and learning processes. Using a qualitative approach, data were collected from various academic sources such as books, journal articles, and previous studies. The results of the study reveal that educational psychology helps teachers in six key areas: understanding individual differences, enhancing learning motivation, designing effective learning strategies, improving teacher-student interaction, managing classrooms more constructively, and applying more objective and reflective learning evaluations. These findings indicate that educational psychology not only enhances the effectiveness of learning but also encourages the creation of an inclusive and student-centered learning environment. This study contributes conceptually to educators and institutions to strengthen their pedagogical foundation through psychological understanding that is humanistic and responsive to student needs.
Inovasi Manajemen Mutu Sekolah Untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru Miftahul Adila Fitria; Hilalludin Hilalludin; Faizatul Khoiriyah
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol 1 No 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kualitas pendidikan tidak lepas dari profesionalitas guru dan efektivitas manajemen sekolah. Di era digital dan pembelajaran hybrid, guru dituntut tidak hanya kompeten dalam mengajar, tetapi juga adaptif terhadap teknologi, inovatif dalam metode pembelajaran, dan mampu berkolaborasi secara profesional. Artikel ini membahas inovasi manajemen mutu sekolah sebagai strategi untuk meningkatkan profesionalitas guru melalui penerapan evaluasi berbasis kinerja, pemanfaatan teknologi digital, program pengembangan profesional berkelanjutan, dan kolaborasi antar guru. Analisis literatur dan praktik terbaik menunjukkan bahwa inovasi manajemen mutu yang sistematis mampu menciptakan budaya sekolah yang mendukung pengembangan kompetensi guru, mendorong kreativitas, dan meningkatkan motivasi serta kinerja pengajaran. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen sekolah yang inovatif menjadi fondasi penting bagi tercapainya pendidikan berkualitas yang responsif terhadap tantangan zaman
Strategi Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dalam Membangun Budaya Positif Dedi Sugari; Agustiar Agustiar; Eko Ngabdul Shodikin; Hilalludin Hilalludin; Ayna Wahyuni
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol 1 No 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam membangun budaya positif sebagai bagian penting dari peningkatan mutu pendidikan. Budaya positif dipahami sebagai seperangkat nilai, kebiasaan, dan pola interaksi yang mendukung iklim belajar yang sehat, kolaboratif, dan berkarakter. Latar belakang penelitian ini muncul dari kebutuhan sekolah untuk tidak hanya mengandalkan aturan formal, tetapi juga membangun nilai-nilai yang tumbuh dari kesadaran warga sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa kajian kepustakaan dengan menganalisis berbagai konsep, teori, dan gagasan yang relevan tentang kepemimpinan transformasional dan budaya sekolah. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menciptakan transformasi budaya melalui lima elemen utama: penguatan visi dan nilai, pengembangan profesional guru, penciptaan lingkungan sekolah yang kondusif, inovasi dalam manajemen dan pembelajaran, serta keteladanan yang konsisten. Setiap elemen saling berkaitan dan berkontribusi terhadap pembentukan karakter sekolah secara menyeluruh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional efektif dalam membangun budaya positif karena mampu memengaruhi aspek struktural, kultural, dan emosional warga sekolah secara terpadu. Dengan pendekatan ini, sekolah dapat tumbuh menjadi lingkungan yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.
Peran Kepala Madrasah dalam Pengelolaan Konflik dan Pengambilan Keputusan Strategis Dedi Sugari; Agustiar Agustiar; Eko Ngabdul Shodikin; Hilalludin Hilalludin; Ayna Wahyuni
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol 1 No 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepala madrasah dalam mengelola konflik dan mengambil keputusan strategis sebagai bagian penting dari peningkatan mutu kelembagaan pendidikan Islam. Konflik dalam lingkungan madrasah merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari, karena terjadi akibat interaksi kompleks antara guru, tenaga kependidikan, siswa, dan berbagai komponen lainnya. Namun, konflik yang tidak dikelola dengan baik dapat menurunkan kinerja, menghambat kolaborasi, serta berdampak pada iklim akademik. Oleh sebab itu, kepala madrasah membutuhkan kompetensi kepemimpinan yang tidak hanya administratif, tetapi juga adaptif dan komunikatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis kajian kepustakaan melalui telaah literatur relevan yang membahas teori manajemen konflik, kepemimpinan pendidikan, dan proses pengambilan keputusan strategis. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepala madrasah memiliki posisi sentral dalam menangani konflik dengan pendekatan mediasi, dialog, dan penyusunan kebijakan restoratif. Selain itu, kepala madrasah berperan dalam menetapkan keputusan strategis yang menyangkut arah kebijakan, pembinaan sumber daya manusia, pengelolaan program, serta pengembangan mutu madrasah. Lima elemen utama ditemukan, yaitu identifikasi sumber konflik, komunikasi dan mediasi, penguatan kebijakan internal, pengambilan keputusan berbasis data, serta evaluasi dan keberlanjutan program. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan kepala madrasah dalam mengelola konflik dan mengambil keputusan strategis sangat ditentukan oleh kapasitas kepemimpinan visioner, kecakapan interpersonal, dan kemampuan analitis yang matang. Dengan pendekatan ini, madrasah dapat berkembang menjadi lembaga yang harmonis, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas berkelanjutan.
Dinamika Perubahan Sosial Masyarakat Digital dan Dampaknya terhadap Identitas Remaja Hilalludin Hilalludin; Siti Nur Suciowati; Dedi Sugari; Erna Dwi Maryani
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 03 (2025): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan masyarakat digital telah menghadirkan perubahan sosial yang cepat, kompleks, dan multidimensional, yang secara signifikan memengaruhi pembentukan identitas remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika perubahan sosial digital serta dampaknya terhadap konstruksi identitas remaja dalam perspektif pendidikan dan pemikiran Islam kontemporer. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan, penelitian ini menelaah literatur mutakhir yang mencakup teori identitas, budaya digital, literasi keagamaan, dan pedagogi Islam modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang digital menjadi arena baru bagi remaja dalam mengekspresikan diri, namun sekaligus menghadirkan tekanan performativitas, paparan risiko moral, dan fenomena fragmentasi identitas antara dunia online dan offline. Temuan juga mengungkap bahwa remaja Muslim menghadapi tantangan etis yang semakin kompleks, termasuk keaslian diri, kejujuran digital, serta otoritas keagamaan yang semakin terdisrupsi oleh algoritma dan konten populer. Di sisi lain, ruang digital menyediakan peluang untuk pembelajaran agama yang lebih inklusif melalui akses literatur, komunitas kajian virtual, dan konten dakwah kreatif. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membekali remaja dengan literasi digital religius, etika bermedia, dan kesadaran spiritual, sehingga mampu menavigasi realitas digital secara bijak. Sintesis penelitian menawarkan kerangka konseptual yang mengintegrasikan nilai akhlaq dengan kompetensi digital sebagai kontribusi pemikiran penting untuk pengembangan model pembinaan identitas remaja yang etis, kritis, dan adaptif di era masyarakat digital.
Peran Modal Sosial dalam Membangun Ketahanan Masyarakat pada Era Post-Pandemi Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari; Muhammad Mustakfibillah; Erna Dwi Maryani
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 03 (2025): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 memunculkan dinamika sosial, ekonomi, dan psikologis yang menantang ketahanan masyarakat di berbagai level. Pada era post-pandemi, modal sosial menjadi elemen yang semakin signifikan dalam menentukan kemampuan masyarakat untuk pulih, beradaptasi, dan mempertahankan keberlanjutan kehidupan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka untuk menganalisis bagaimana modal sosial melalui dimensi bonding, bridging, dan linking berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi, kesehatan mental, serta solidaritas sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa modal sosial bonding memperkuat dukungan emosional dan rasa memiliki, yang menjadi faktor pelindung terhadap stres dan kecemasan selama krisis. Sementara itu, modal sosial bridging mampu memperluas jaringan kolaborasi, menghidupkan kembali ekonomi lokal, serta memfasilitasi inovasi sosial melalui komunitas digital dan interaksi hybrid. Transformasi interaksi sosial pasca-pandemi menunjukkan bahwa masyarakat mengadopsi pola komunikasi dan kerja sama yang memadukan ruang fisik dan digital, memperkuat struktur jaringan sosial yang adaptif dan inklusif. Temuan lain mengungkap bahwa solidaritas sosial yang lahir pada masa pandemi terus berlanjut dalam bentuk program pemulihan komunitas, distribusi sumber daya, dan dukungan pendidikan, sehingga memperkuat collective efficacy masyarakat. Kesimpulannya, modal sosial terbukti menjadi fondasi utama ketahanan masyarakat pada era post-pandemi, tidak hanya dalam konteks pemulihan ekonomi, tetapi juga dalam menjaga stabilitas psikososial dan kohesi sosial jangka panjang. Penelitian ini menegaskan pentingnya rekonstruksi modal sosial sebagai strategi pembangunan sosial yang berkelanjutan.