Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENDIDIKAN MORAL BERBASIS PANCASILA SEBAGAI ANTITESIS PERILAKU ECHO CHAMBER DI KALANGAN MAHASISWA PPKn UNIVERSITAS KHAIRUN Irham Wibowo; Wahyudin Noe; Fadil Mas'ud; Dorkas Yufice Ariyanti Kale
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 2 (2025): Edisi Khusus
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i2.24649

Abstract

Fenomena echo chamber di ruang digital memengaruhi pola interaksi mahasiswa, termasuk mahasiswa PPKn Universitas Khairun, yang cenderung membatasi diri dalam kelompok homogen sehingga memperkuat confirmation bias. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena tersebut, menelaah relevansi nilai-nilai Pancasila sebagai antitesis, serta merumuskan strategi implementasi pendidikan moral berbasis Pancasila. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen, dengan analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa echo chamber melemahkan tradisi dialogis dan kritis di lingkungan akademik, misalnya mahasiswa lebih sering mengonsumsi informasi yang sejalan dengan pandangan mereka dan mengabaikan perbedaan perspektif. Di sisi lain, nilai-nilai Pancasila, khususnya kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan, relevan untuk membangun sikap terbuka dan inklusif. Strategi implementasi yang ditawarkan meliputi integrasi dalam kurikulum, penerapan pedagogi dialogis, penguatan budaya akademik, serta literasi digital berlandaskan Pancasila. Dengan demikian, pendidikan moral Pancasila dapat berfungsi sebagai antitesis echo chamber sekaligus membentuk generasi mahasiswa yang kritis, toleran, dan berkarakter kebangsaan.
Civic Resilience di Era VUCA: Peran Literasi Bahasa dalam Pembentukan Warga Negara Reflektif di Kota Kupang Fadil Mas'ud; Izhatullaili Izhatullaili; Dorkas Yufice Ariyanti Kale; Irham Wibowo
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 3 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i3.25847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi bahasa dalam memperkuat civic resilience atau ketangguhan kewarganegaraan di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) dengan fokus pada konteks sosial multikultural Kota Kupang. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen kebijakan pendidikan serta aktivitas literasi publik. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi bahasa berperan penting dalam membentuk warga negara reflektif yang mampu berpikir kritis, berkomunikasi etis, dan bertindak bermoral. Integrasi literasi bahasa dalam pendidikan kewarganegaraan memperkuat tiga kompetensi utama: civic literacy, civic communication, dan civic empathy. Praktik pembelajaran berbasis teks reflektif, analisis wacana media, dan dialog etis terbukti meningkatkan kemampuan menalar dan kesadaran moral siswa. Civic resilience di Kupang tumbuh melalui sinergi antara rasionalitas, bahasa, dan moralitas yang menopang kohesi sosial dalam masyarakat majemuk. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model civic-linguistic education sebagai paradigma baru pendidikan kewarganegaraan berbasis literasi bahasa reflektif untuk memperkuat ketangguhan warga negara di era VUCA.
Inovasi Metode Pembelajaran Inquiry untuk Penguatan Nilai-Nilai Karakter Kewarganegaraan pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Anjulin Yonathan Kamlasi; Fredik Lambertus Kollo; Thomas Kemil Masi; Dorkas Yufice Aryanti Kale; Melinda Ratu Radja; Fadil Mas'ud; Makarius Erwin Bria; Kevi Listiana Fransisca Taneo
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 3 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i3.25982

Abstract

Pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam pembentukan warga negara yang berkepribadian, berintegritas, dan memiliki kesadaran moral tinggi. Namun, dalam praktik pembelajaran di sekolah, penanaman nilai-nilai karakter kewarganegaraan sering kali masih bersifat teoritis dan kurang menyentuh aspek pengalaman belajar siswa secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi metode pembelajaran inquiry sebagai strategi efektif dalam penguatan nilai-nilai karakter kewarganegaraan pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran inquiry mampu menumbuhkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, kejujuran, rasa ingin tahu, kerja sama, dan kepedulian sosial melalui kegiatan penyelidikan aktif terhadap masalah-masalah sosial yang relevan dengan kehidupan nyata. Inovasi pembelajaran ini juga memperkuat kemampuan berpikir kritis, reflektif, serta meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Oleh karena itu, metode inquiry terbukti relevan sebagai pendekatan pedagogis yang mendorong transformasi nilai karakter kewarganegaraan secara kontekstual dan bermakna.
PENERAPAN MODEL PROJEK BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS METERI EKONOMI KREATIF DI KELAS IXA SMP NEGERI 1 SANGALLA SELATAN . Dorkas; Freddy .S Kawatu; Ferry Slat; Allen Ch. Manongko Manongko
Literacy: Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol 5 No 1s (2024): Special Isuee
Publisher : Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpeunima.v5i1s.8697

Abstract

ABSTRAK< strong>< p> Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa kelas IX SMP Negeri 1 Sangalla Selatan khususnya pada mata pelajaran IPS Dimana permasalahan dalam pembelajaran IPS adalah banyaknya hafalan materi terlalu banyak siswa cenderung pasif aktifitas rendah hanya sebagai pendengar dan malu bertanya Penelitian ini bertujuan untuk meningkatakan minat belajar siswa kelas IX nbsp; dengan model Project Based Learning< em> pada mata pelajaran IPS materi Ekonomi Kreatif Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas kolaborasi yang terdiri dari 2 siklus Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IXA SMP Negeri 1 Sangalla Selatan yang berjumlah 25 orang Teknik pengumpulan data adalah wawancara observasi angket dan dokumentasi Data yang dikumpulkan merupakan hasil angket minat belajar kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model Projek Based Learning < em>dapat meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran IPS dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan minat belajar siswa mulai dari kondisi awal prasiklus siklus I dan siklus II telah mencapai target yang ditargetkan oleh peneliti Hasil penelitian siklus I diperoleh siswa yang tuntas secara individu sebanyak 20 orang sedangkan hasil penelitoan siklus II mengalami peningkatan dengan jumlah siswa yang tuntas secara individu sebanyak 25 orang Berdasarkan hasil penelitian tersebut pembelajaran dengan menggunakan model Projek Based Learning< em> dapat meningkatkan minat belajar siswa di kelas IXA SMP Negeri 1 Sangalla Selatan Sehingga nbsp; hasil belajar yang diharapkanpun dapat meningkat < p> Kata Kunci : Model Project Based Learning Minat Belajar< strong>< p> nbsp;< strong>< p> ABSTRACT< strong>< p> This research was motivated by the low interest in learning of class IX students at SMP Negeri 1 Sangalla Selatan especially in social studies subjects Where the problems in social studies learning are a lot of memorization too much material students tend to be passive have low activity are only listeners and are embarrassed to ask questions This research aims to increase class IX students interest in learning with the Project Based Learning model in Social Sciences subjects Creative Economy material The type of research is collaborative classroom action research which consists of 2 cycles The subjects of this research were 25 class IXA students at SMP Negeri 1 Sangalla Selatan Data collection techniques are interviews observation questionnaires and documentation The data collected was the result of a learning interest questionnaire and then analyzed using quantitative descriptive techniques The results of this research show that the Project Based Learning model can increase students interest in learning in social studies subjects which can be proven by an increase in students interest in learning starting from the initial conditions pre cycle cycle I and cycle II which have achieved the target targeted by the researcher The results of the first cycle of research showed that 20 students completed individually while the results of the second cycle of research increased with the number of students completing individually amounting to 25 people Based on the results of this research learning using the Project Based Learning model can increase students interest in learning in class IXA of SMP Negeri 1 Sangalla Selatan So that the expected learning outcomes can increase < p> Keywords: Project Based Learning Model Interest in Learning< strong>< p>
Pergeseran Paradigma Kebudayaan Kewargaan: Dekonstruksi Nilai Gotong Royong Pada Tradisi Pesta Sekolah Di Desa Golo Langkok Venansius Gabur; Dorkas Yufice Ariyanti Kale; Thomas Kemil Masi; Fadil Mas’ud; Anif Istianah
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i8.4407

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan sudut pandang masyarakat terhadap tradisi Pesta Sekolah di Desa Golo Langkok serta mengidentifikasi faktor penentu transformasi budaya tersebut menjadi sarana pencarian keuntungan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dihimpun melalui observasi dan wawancara terhadap tokoh adat, penyelenggara, serta warga penyumbang. Landasan teoretis yang digunakan untuk membedah fenomena ini adalah teori solidaritas sosial Emile Durkheim dan teori dinamika kebudayaan Pitirim Sorokin. Hasil penelitian mengungkapkan terjadinya penurunan nilai ketulusan menjadi orientasi materi yang praktis, di mana tradisi kini lebih berfungsi sebagai alat pengumpulan uang dan pembuktian status sosial daripada dukungan pendidikan murni. Temuan menunjukkan adanya penyimpangan alokasi dana yang dialihkan untuk kebutuhan konsumtif, sehingga memicu risiko putus sekolah bagi mahasiswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis kritis mengenai peralihan motif pengabdian sosial menjadi kepentingan ekonomi pribadi berdasarkan penurunan etika kewargaan lokal. Studi ini berkontribusi pada bidang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan melalui implikasi penguatan nilai karakter dan kebajikan sipil (civic values). Direkomendasikan adanya revitalisasi norma adat untuk memulihkan fungsi asli tradisi sebagai jaring pengaman pendidikan.