Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

The Effect of Resilience and Digital Capabilities on Students’ Adaptability to Change Moderated by Organizational Learning Hartanti, Jahju; Winarno, Adi; Prayogo, Prayogo; Charamba, Erasmos
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 14, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Exploring Moderating Role of Organizational Learning in Enhancing Adaptability to Change Through Resilience and Digital Capabilities. Objective: To determine the effect of final year student resilience and digital capabilities on adaptability to change for technology advancement which is moderated by organizational learning. Method: This research was done using a quantitative approach with a survey method. The study population were final-year students from various faculties at a public university, the sample tehnique was random sampling and the number of selected samples was 300 respondents. Questionnaires were used to collect data from research participants. The data were analyzed using moderate regression analysis (MRA) using SPSS. Findings: Resilience has a positive and significant effect on adaptability to change, digital capabilities have a positive and significant effect on adaptability to change. Organizational learning moderates the influence of resilience on adaptability to change. Furthermore, the organizational learning also moderates the effect of digital capabilities on adaptability to change. Conclusion: These findings imply that HEI prioritize programs that bolster students' resilience and digital skills to improve adaptability to change. Organizational learning should be recognized as a key factor that strengthens the impact of resilience and digital skills on adaptability Keywords: adaptability to change, digital capability, higher education institution, organizational learning, resilience.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v14.i3.2024108
PRAKSIS KONSELING ADIKTIF SEBAGAI UPAYA DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI SOSIAL GURU BIMBINGAN KONSELING Wirastania, Aniek; Hartanti, Jahju; Lianawati, Ayong; Sutijono
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 06 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konselor merupakan sebuah profesi profesional yang bertugas untuk membantu para siswa dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi saat ini. Salah satu layanan utama yang harus dilakukan dan menjadi bagian inti dalam tugas konselor adalah melakukan layanan konseling yang efektif. konseling adiksi adalah kegiatan konseling yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan adiktif, sehingga mewajibkan konselor untuk memiliki kemampuan dalam memahami tingkah laku, motivasi, serta mengetahui bagaimana perasaan konseli. Salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki konselor adalah kompetensi sosial. Kompetensi sosial ini memberikan pengaruh yang penting dalam pembinaan hubungan antara konselor dan konseli dalam kegiatan konseling terutama untuk mengatasi permasalahan adiktif supaya upaya pencegahan dan pengentasan dapat     dilakukan dengan baik. Berdasarkan pada pelaksanaan kegiatan pengabdian pada Masyarakat didapatkan hasil bahwa praksis konseling adiktif dapat memberikan manfaat bagi guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kompetensi sosial guru Bimbingan dan Konseling terutama dalam menunjang keefektifan untuk mengatasi permasalahan adiktif pada siswa.
Efektivitas Media Flash Card untuk meningkatkan Konsep Diri Siswa Farid, Dimas Ardika Miftah; Wirastania, Aniek; Hartanti, Jahju
Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/nor.v11i1.21889

Abstract

The objective of this study is to examine the effectiveness of flashcards in enhancing students' self-concept. Self-concept is described as an individual's ability and characteristics that influence how they think about themselves and how they wish to present themselves ideally. This research employs a pre-experimental design using a one-group pre-test and post-test design. Data collection was conducted at Junior High School (SMP) Jalan Jawa Surabaya. Based on observations and interviews, it was found that approximately 55% of students face low self-concept issues, as indicated by the completion of guidance and counseling instruments. The statistical test results showed an Asymp. Sig value of 0.036, where Asymp. Sig 0.001 < α = 0.05, leading to the rejection of Ho and acceptance of H1. The pre-test and post-test scores also demonstrated an improvement in students' self-concept after the intervention with flash cards. Therefore, it can be concluded that flashcards are effective in enhancing students' self-concept.
PEMANFAATAN MEDIA POP UP DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANAK TK B Aisyah; Jahju Hartanti; Mudhar; Magfirotul Latifah; Mutiara Adhany Widodo; Naila Fadhila; Merry WidyaNingrum; Dia Eka Wati
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 7 (2025): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 7 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas Pemanfaatan Media Pop-Up sebagai intervensi dalam meningkatkan Keterampilan Komunikasi Anak TK B. Keterampilan komunikasi merupakan aspek fundamental yang sangat krusial, mempengaruhi perkembangan sosial, emosional, dan akademik anak pada rentang usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest dan melibatkan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan menggunakan Media Pop-Up sebagai stimulus visual tiga dimensi dan interaktif, sementara kelompok kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional. Data observasi komparatif dianalisis untuk membandingkan peningkatan capaian keterampilan komunikasi, yang meliputi keterampilan Berbicara, Mendengarkan, dan Berinteraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemanfaatan Media Pop-Up efektif secara signifikan. Peningkatan tertinggi dicapai pada sub-indikator Keterampilan Berbicara (mencapai 34.38%), menunjukkan bahwa media interaktif ini berhasil mengatasi hambatan keberanian dan kelancaran anak dalam menyampaikan ide. Peningkatan yang juga signifikan terjadi pada Keterampilan Mendengarkan (31.25%) dan Keterampilan Berinteraksi (18.75%), menegaskan dampak positif media pop-up pada aspek reseptif dan sosial komunikasi. Selain itu, media ini mendorong perubahan positif pada Peran Guru dalam Memfasilitasi Pembelajaran (46.87%). Disimpulkan bahwa Media Pop-Up merupakan intervensi inovatif yang unggul dan terukur untuk meningkatkan keterampilan komunikasi holistik anak TK B, sekaligus memberikan bukti empiris atas novelty penelitian.
MEDIA POP-UP SEBAGAI SARANA MENINGKATKAN INTERAKSI DAN KOMUNIKASI ANAK TK Aisyah; Mudhar; Latifah, Magfirotul; Hartanti, Jahju; Hasiana, Isabella; Dia Eka Wati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40728

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of pop-up media in improving interaction and communication skills of kindergarten B students. The problem underlying this research is the low level of children’s verbal interaction and communication skills during classroom learning activities. This study employed a quantitative experimental method using a pretest–posttest control group design. The participants were 16 kindergarten students divided into an experimental group and a control group. The experimental group was taught using pop-up media, while the control group received conventional instruction. Data were collected through observation sheets and performance tests, and were analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks Test. The results showed that the significance values were 0.012 and 0.011, which are lower than 0.05, indicating a significant difference between pretest and posttest scores. These findings demonstrate that the use of pop-up media has a significant positive effect on improving children’s interaction and communication skills. Therefore, pop-up media can be considered an effective and engaging learning medium to support language and communication development in early childhood education.
Pengaruh Media Puzzle Geometri Terhadap Perkembangan Berpikir Logis Pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Bakat Remaja 3 Surabaya Belinda Putri Chayani; Jahju Hartanti
AL-HANIF: Jurnal Pendidikan Anak dan Parenting Vol 6, No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/al-hanif.v6i1.31363

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media puzzle geometri terhadap perkembangan berpikir logis pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental satu kelompok pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 19 anak dalam Kelompok B yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar asesmen perkembangan berpikir logis dan dianalisis secara deskriptif dan dengan uji t sampel berpasangan. Hasil menunjukkan bahwa skor rata-rata meningkat dari 1,55 pada pretest menjadi 2,91 pada posttest. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (0,05), yang menunjukkan bahwa media puzzle geometri berpengaruh signifikan terhadap perkembangan berpikir logis pada anak. Dengan demikian, media puzzle geometri efektif sebagai metode pembelajaran alternatif untuk merangsang kemampuan berpikir logis anak usia 5-6 tahun.
Pemanfaatan AI yang Berintegritas dan Bertanggung Jawab untuk Optimalisasi Pembelajaran PAUD Made Ayu Anggreni; Jahju Hartanti; Andri Kurniawan; Titah Kinasih
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5058

Abstract

Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) membuka peluang untuk meningkatkan mutu perencanaan serta penyajian pembelajaran, selama diterapkan secara berintegritas dan bertanggung jawab. Artikel ini menekankan bahwa AI perlu ditempatkan sebagai perangkat pendukung bukan pengganti fungsi pedagogis guru yang membantu mempercepat penggalian ide, perumusan teks materi, penyusunan narasi, dan perancangan skenario kegiatan yang selaras dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Penerapan AI dalam praktik pembelajaran semakin optimal ketika dipadukan dengan Canva sebagai media produksi, karena rancangan pembelajaran dapat diwujudkan menjadi media ajar yang visual, komunikatif, dan memiliki unsur animatif, seperti modul ajar, presentasi (slide/PowerPoint), lembar aktivitas, kartu kosakata, hingga poster pembelajaran. Keunggulan Canva, melalui tata letak yang terstruktur, ilustrasi yang menarik, animasi sederhana, serta dukungan audio/narasi, membantu guru mempresentasikan konsep secara lebih konkret sehingga anak lebih mudah memahami makna, lebih antusias mengikuti kegiatan, dan lebih fokus selama proses belajar. Selain meningkatkan keterlibatan anak, penggunaan AI berbantuan Canva juga berkontribusi pada penguatan kompetensi profesional guru, khususnya literasi digital, kreativitas dalam merancang media, dan efisiensi penyusunan perangkat ajar tanpa mengabaikan prinsip Developmentally Appropriate Practice (DAP). Dimensi integritas dan tanggung jawab ditegaskan melalui langkah verifikasi konten, pemilihan visual yang aman dan sesuai usia, pencegahan keluaran yang bias atau tidak akurat, serta pencantuman sumber materi maupun gambar yang relevan. Dengan demikian, integrasi AI dan Canva berpotensi menjadi strategi praktis untuk mengoptimalkan pembelajaran PAUD yang menarik, kontekstual, dan tetap berlandaskan etika pemanfaatan teknologi dalam pendidikan.
PENGARUH MEDIA WAYANG TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK NANGGALA MENANGGAL SURABAYA Maria Antikarma Sugo; Jahju Hartanti
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 12 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v12i2.32050

Abstract

Penelitian ini dtitujukan guna mengetahui pengaruh penggunaan media wayang terhadap kemampuan berbicara anak usia 5–6 tahun di TK Nanggala Menanggal Surabaya. Metode penelitian ini yakni kuantitatif dengan desain one group pre-test and post-test. Subjek penelitian melibatkan anak kelompok B sejumlah 11 anak. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi dengan menyaikan lembar instrument penenilaian kemampuan berbicara yang meliputi indikator menjawab pertanyaan kompleks, berkomunikasi secara lisan, dan menceritakan kembali cerita. Analisis data dilakukan dengan uji-t dengan bantuan Microsoft Excel. Hasil penelitian menyatakan bahwasanya pada tingkat signifikansi 0,05 (1,8125) dan 0,01 (2,7638), nilai t hitung 29,66 yang lebih besar daripada t tabel, maka hipotesis nol ditolak dan hipotesis kerja diterima. Dengan demikian, kesimpulannya ialah media wayang memengaruhi kemampuan berbicara anak usia 5–6 tahun secara signifikan.
PENGARUH MEDIA TRAPPIKA GAME TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK SANTO ARNOLDUS SURABAYA Sesariana Barek Masan; Jahju Hartanti
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 12 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v12i2.32051

Abstract

Media Trappika Game (Permainan Transportasi Papan Perekat Kreatif Anak) merupakan sebuah permainan yang bertujuan edukasi, menggunakan papan yang dapat direkatkan secara interaktif dengan tema transportasi, dirancang secara kreatif agar perkembangan anak usia 4-5 tahun dapat meningkat. Alat ini dibuat agar anak-anak bisa berinteraksi langsung dengan berbagai bentuk dan tekstur, membantu melatih koordinasi antara tangan dan mata, serta keterampilan motorik halus yang sangat penting bagi anak. Penelitian ini membahas tentang kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun menggunakan media trapikka game. Penelitian ini ditujukan guna mengetahui pengaruh media trappika game terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun di TK Santo Arnoldus Surabaya. Metode ini menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan desain penelitian one group pretest posttest design. Penelitian ini melibatkan 11 anak usia 4-5 tahun di TK Santo Arnoldus Surabaya sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu desain rumus uji t. Hasil penelitian menyatakan bahwasanya pada taraf signifikansi 0,05, t hitung memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan nilai t tabel yakni sebesar 22,6 yang lebih besar dibandingkan dengan nilai t tabel pada taraf signifikansi 0,05 maupun 0,01 dengan derajat kebebasan (df) sebesar 10. Hasil perbandingan tersebut menyimpulkan bahwasanya Hipotesis Nol (H0) ditolak dan Hipotesis Alternatif (H1) diterima. Dengan demikian, kesimpulan yang dapat diambil yakni penggunaan media trappika game secara nyata memengaruhi perkembangan motorik halus anak usia 4–5 tahun di TK Santo Arnoldus Surabaya
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PAPAN EMOJI TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK BAHRUL ULUM SURABAYA Yudit Febriyane; Jahju Hartanti
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 12 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v12i2.32052

Abstract

Perkembangan sosial emosional anak usia dini merupakan aspek krusial dalam pembentukan kepribadian dan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan. Pada usia 5-6 tahun, anak sering kesulitan mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi secara tepat. Papan emoji, sebagai alat bantu pendidikan berupa gambar ekspresi emosi dengan emoji pendukung, bertujuan meningkatkan pemahaman emosional anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen quasi, membandingkan perkembangan sosial emosional sebelum dan sesudah perlakuan. Subjek penelitian adalah 18 anak usia 5-6 tahun di TK Bahrul Ulum Surabaya. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil analisis data dan uji hipotesis menunjukkan bahwa media papan emoji berpengaruh signifikan terhadap kemampuan sosial emosional anak. Nilai t_hitung=4,692 lebih besar daripada t_tabel=1,7396 (signifikansi 0,05) dan 2,5669 (signifikansi 0,01). Dengan demikian, media papan emoji terbukti efektif meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di TK Bahrul Ulum Surabaya.