Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

The Effect of Resilience and Digital Capabilities on Students’ Adaptability to Change Moderated by Organizational Learning Hartanti, Jahju; Winarno, Adi; Prayogo, Prayogo; Charamba, Erasmos
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 14, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Exploring Moderating Role of Organizational Learning in Enhancing Adaptability to Change Through Resilience and Digital Capabilities. Objective: To determine the effect of final year student resilience and digital capabilities on adaptability to change for technology advancement which is moderated by organizational learning. Method: This research was done using a quantitative approach with a survey method. The study population were final-year students from various faculties at a public university, the sample tehnique was random sampling and the number of selected samples was 300 respondents. Questionnaires were used to collect data from research participants. The data were analyzed using moderate regression analysis (MRA) using SPSS. Findings: Resilience has a positive and significant effect on adaptability to change, digital capabilities have a positive and significant effect on adaptability to change. Organizational learning moderates the influence of resilience on adaptability to change. Furthermore, the organizational learning also moderates the effect of digital capabilities on adaptability to change. Conclusion: These findings imply that HEI prioritize programs that bolster students' resilience and digital skills to improve adaptability to change. Organizational learning should be recognized as a key factor that strengthens the impact of resilience and digital skills on adaptability Keywords: adaptability to change, digital capability, higher education institution, organizational learning, resilience.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v14.i3.2024108
PRAKSIS KONSELING ADIKTIF SEBAGAI UPAYA DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI SOSIAL GURU BIMBINGAN KONSELING Wirastania, Aniek; Hartanti, Jahju; Lianawati, Ayong; Sutijono
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 06 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konselor merupakan sebuah profesi profesional yang bertugas untuk membantu para siswa dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi saat ini. Salah satu layanan utama yang harus dilakukan dan menjadi bagian inti dalam tugas konselor adalah melakukan layanan konseling yang efektif. konseling adiksi adalah kegiatan konseling yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan adiktif, sehingga mewajibkan konselor untuk memiliki kemampuan dalam memahami tingkah laku, motivasi, serta mengetahui bagaimana perasaan konseli. Salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki konselor adalah kompetensi sosial. Kompetensi sosial ini memberikan pengaruh yang penting dalam pembinaan hubungan antara konselor dan konseli dalam kegiatan konseling terutama untuk mengatasi permasalahan adiktif supaya upaya pencegahan dan pengentasan dapat     dilakukan dengan baik. Berdasarkan pada pelaksanaan kegiatan pengabdian pada Masyarakat didapatkan hasil bahwa praksis konseling adiktif dapat memberikan manfaat bagi guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kompetensi sosial guru Bimbingan dan Konseling terutama dalam menunjang keefektifan untuk mengatasi permasalahan adiktif pada siswa.
Efektivitas Media Flash Card untuk meningkatkan Konsep Diri Siswa Farid, Dimas Ardika Miftah; Wirastania, Aniek; Hartanti, Jahju
Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/nor.v11i1.21889

Abstract

The objective of this study is to examine the effectiveness of flashcards in enhancing students' self-concept. Self-concept is described as an individual's ability and characteristics that influence how they think about themselves and how they wish to present themselves ideally. This research employs a pre-experimental design using a one-group pre-test and post-test design. Data collection was conducted at Junior High School (SMP) Jalan Jawa Surabaya. Based on observations and interviews, it was found that approximately 55% of students face low self-concept issues, as indicated by the completion of guidance and counseling instruments. The statistical test results showed an Asymp. Sig value of 0.036, where Asymp. Sig 0.001 < α = 0.05, leading to the rejection of Ho and acceptance of H1. The pre-test and post-test scores also demonstrated an improvement in students' self-concept after the intervention with flash cards. Therefore, it can be concluded that flashcards are effective in enhancing students' self-concept.
PEMANFAATAN MEDIA POP UP DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANAK TK B Aisyah; Jahju Hartanti; Mudhar; Magfirotul Latifah; Mutiara Adhany Widodo; Naila Fadhila; Merry WidyaNingrum; Dia Eka Wati
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 7 (2025): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 7 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas Pemanfaatan Media Pop-Up sebagai intervensi dalam meningkatkan Keterampilan Komunikasi Anak TK B. Keterampilan komunikasi merupakan aspek fundamental yang sangat krusial, mempengaruhi perkembangan sosial, emosional, dan akademik anak pada rentang usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest dan melibatkan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan menggunakan Media Pop-Up sebagai stimulus visual tiga dimensi dan interaktif, sementara kelompok kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional. Data observasi komparatif dianalisis untuk membandingkan peningkatan capaian keterampilan komunikasi, yang meliputi keterampilan Berbicara, Mendengarkan, dan Berinteraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemanfaatan Media Pop-Up efektif secara signifikan. Peningkatan tertinggi dicapai pada sub-indikator Keterampilan Berbicara (mencapai 34.38%), menunjukkan bahwa media interaktif ini berhasil mengatasi hambatan keberanian dan kelancaran anak dalam menyampaikan ide. Peningkatan yang juga signifikan terjadi pada Keterampilan Mendengarkan (31.25%) dan Keterampilan Berinteraksi (18.75%), menegaskan dampak positif media pop-up pada aspek reseptif dan sosial komunikasi. Selain itu, media ini mendorong perubahan positif pada Peran Guru dalam Memfasilitasi Pembelajaran (46.87%). Disimpulkan bahwa Media Pop-Up merupakan intervensi inovatif yang unggul dan terukur untuk meningkatkan keterampilan komunikasi holistik anak TK B, sekaligus memberikan bukti empiris atas novelty penelitian.
Pemanfaatan AI yang Berintegritas dan Bertanggung Jawab untuk Optimalisasi Pembelajaran PAUD Made Ayu Anggreni; Jahju Hartanti; Andri Kurniawan; Titah Kinasih
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5058

Abstract

Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) membuka peluang untuk meningkatkan mutu perencanaan serta penyajian pembelajaran, selama diterapkan secara berintegritas dan bertanggung jawab. Artikel ini menekankan bahwa AI perlu ditempatkan sebagai perangkat pendukung bukan pengganti fungsi pedagogis guru yang membantu mempercepat penggalian ide, perumusan teks materi, penyusunan narasi, dan perancangan skenario kegiatan yang selaras dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Penerapan AI dalam praktik pembelajaran semakin optimal ketika dipadukan dengan Canva sebagai media produksi, karena rancangan pembelajaran dapat diwujudkan menjadi media ajar yang visual, komunikatif, dan memiliki unsur animatif, seperti modul ajar, presentasi (slide/PowerPoint), lembar aktivitas, kartu kosakata, hingga poster pembelajaran. Keunggulan Canva, melalui tata letak yang terstruktur, ilustrasi yang menarik, animasi sederhana, serta dukungan audio/narasi, membantu guru mempresentasikan konsep secara lebih konkret sehingga anak lebih mudah memahami makna, lebih antusias mengikuti kegiatan, dan lebih fokus selama proses belajar. Selain meningkatkan keterlibatan anak, penggunaan AI berbantuan Canva juga berkontribusi pada penguatan kompetensi profesional guru, khususnya literasi digital, kreativitas dalam merancang media, dan efisiensi penyusunan perangkat ajar tanpa mengabaikan prinsip Developmentally Appropriate Practice (DAP). Dimensi integritas dan tanggung jawab ditegaskan melalui langkah verifikasi konten, pemilihan visual yang aman dan sesuai usia, pencegahan keluaran yang bias atau tidak akurat, serta pencantuman sumber materi maupun gambar yang relevan. Dengan demikian, integrasi AI dan Canva berpotensi menjadi strategi praktis untuk mengoptimalkan pembelajaran PAUD yang menarik, kontekstual, dan tetap berlandaskan etika pemanfaatan teknologi dalam pendidikan.
The Importance of Introducing Local Culture to Develop the Character of Early Childhood Anggreni, Made Ayu; Hartanti, Jahju; Winarno, Adi
Journal of Pedagogi Vol. 2 No. 6 (2025): Journal of Pedagogi-December
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/3f49b167

Abstract

The introduction of local culture in Early Childhood Education (ECE) is regarded as a strategic approach to fostering character development from an early age. This article outlines both theoretical foundations and recent empirical evidence regarding the role of local cultural elements such as indigenous values, regional languages, folktales, rituals, and community practices in shaping children’s core character traits, including religiosity, honesty, responsibility, discipline, empathy, cooperation, and patriotism. Through a narrative literature review and thematic synthesis of more than 40 scholarly sources, this study develops the “4L-CARE” conceptual model (Language, Lore, Local Practices, Landscape → Character, Agency, Relatedness, Empathy) that explains the linkage between local cultural experiences and character competencies in children aged 4–6 years. Furthermore, the article proposes practical strategies for implementing the Merdeka Curriculum within culturally contextual PAUD settings, including storytelling-based (masatua/folklore) activities, character assessment rubrics, and models of collaboration among teachers, parents, and local communities. The findings emphasize that authentic, repetitive, and meaningful integration of local culture supported by a safe and inclusive local language environment enhances the internalization of character values through play, storytelling, and community-based projects.
Empowering Students: How Teachers’ Autonomy Support Shapes Self-Efficacy for Self-Regulated Learning Hartanti, Jahju; Marfu’i, Lucky Nindi Riandika; Musdalifah, Ana; Charamba, Erasmos
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 31, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v31i2p%p

Abstract

Education autonomous support of teaching can promote students learning. This study collected 409 teachers survey questionnaires and applied structural equation model to measure teacher autonomy support, student self-efficacy, and student self-regulated learning. This study adopted self-determination theory (SDT), systematically explored the relationship between teachers’ autonomy support, student self-efficacy and student self-regulated learning and examined the mediating effects of students’ self-efficacy. This study found that teacher autonomy support had a significant effect on student self-regulated learning, and was mediated by self-efficacy. Teacher-directed support had a significant effect on student self-efficacy. Therefore, this study gave a fresh perspective to improve learning engagement, that is to say, teachers were encourage to improve students’ autonomy in practical teaching on the basis of giving students autonomy support.
MEDIA POP-UP SEBAGAI SARANA MENINGKATKAN INTERAKSI DAN KOMUNIKASI ANAK TK Aisyah; Mudhar; Latifah, Magfirotul; Hartanti, Jahju; Hasiana, Isabella; Dia Eka Wati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40728

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of pop-up media in improving interaction and communication skills of kindergarten B students. The problem underlying this research is the low level of children’s verbal interaction and communication skills during classroom learning activities. This study employed a quantitative experimental method using a pretest–posttest control group design. The participants were 16 kindergarten students divided into an experimental group and a control group. The experimental group was taught using pop-up media, while the control group received conventional instruction. Data were collected through observation sheets and performance tests, and were analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks Test. The results showed that the significance values were 0.012 and 0.011, which are lower than 0.05, indicating a significant difference between pretest and posttest scores. These findings demonstrate that the use of pop-up media has a significant positive effect on improving children’s interaction and communication skills. Therefore, pop-up media can be considered an effective and engaging learning medium to support language and communication development in early childhood education.