Claim Missing Document
Check
Articles

ROSE AS A SYMBOL OF KNOWLEDGE IN BURNS' A RED, RED ROSE, O'REILLY'S A WHITE ROSE AND HERRICK'S HOW ROSES CAME RED ., Ni Ketut Ayu Diah Oktariani; ., Dr. Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd, M.Hu; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna kata “rose” pada tiga jenis puisi yang berjudul “A Red, Red Rose”, “A White Rose” dan “How Roses Came Red”. Makna kata “rose” pada tiga puisi tersebut disampaikan melalui figurative languages dan tone. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah textual analysis. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa makna kata “rose” pada tiga puisi tersebut adalah pengetahuan. Selain itu, ketiga puisi ini menyampaikan hal yang sama, yaitu antusiasme. Antusiasme merupakan hal yang sangat penting dalam mencapai sebuah pengetahuan. Antusiasme berperan sebagai usaha yang dilakukan oleh speaker dalam mendapatkan sebuah pengetahuan. Dalam prosesnya, speaker juga menghadapi beberapa hambatan. Semua hambatan tersebut hanya mampu dilewati dengan memiliki antusiasme. Tanpa adanya antusiasme maka sangatlah mustahil untuk bisa mendpatkan pengetahuan. Pengetahuan yang dimaksud adalah puisi. Puisi merupakan salah satu subjek yang mampu menyampaikan pengetahuan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan adalah hal yang indah, manis, abadi dan antusias. Kata Kunci : rose, symbol, puisi The purpose of this study was to identify the meaning of rose in three poems entitled “A Red, Red Rose”, “A White Rose” and “How Roses Came Red”. This study used textual analysis as the method for analyzing the meaning of rose in three poems as delivered through figurative languages and tone at each poem. The result of analysis showed the meaning of rose was knowledge. Furthermore, these poems also delivered the same point. It was passion. Passion was highly needed to get the knowledge. The passion acted as the effort of the speaker to have the knowledge. The passion directed the speaker to do something. It helped the speaker to get the knowledge easier. In the process of getting the knowledge, the speaker found some obstacles. All the obstacles could only be passed by having the passion. Without having passion, it was impossible for getting the knowledge. The knowledge meant in this study was poetry. Poetry was one of the subjects which delivered the knowledge. This study showed the knowledge was very beautiful, sweet, eternal and passion. keyword : rose, symbol, poetry
DEBATING STRATEGY TO PROMOTE SPEAKING COMPETENCE USED BY TEACHER IN ENGLISH AS FOREIGN LANGUAGE CLASS IN SMAN 1 SINGARAJA ., KETUT ARYATI UTAMI; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.453 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah dari penerapan strategi debat di dalam kelas dan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap penggunaan strategi debat di dalam kelas oleh guru bahasa inggris. Subyek penelitian ini adalah 30 orang siswa dari XI MIA 2 dan guru bahasa inggris di SMAN 1 Singaraja. Penelitian ini dilakukan dalam lima pertemuan, tiga pertemuan digunakan untuk mengamati strategi debat di dalam kelas, dua pertemuan digunakan untuk menyebarkan kuesioner kepada siswa dan melakukan wawancara kepada guru bahasa inggris dan siswa. Data diperoleh dengan 4 jenis instrumen: lembar observasi, rekaman video, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa langkah dari strategi debat yang digunakan oleh guru bahasa inggris di SMAN 1 Singaraja mengadopsi teori dari Vargo (2012). Hasil ini diperoleh dari pengamatan dan wawancara kepada guru bahasa inggris. Hasil dari kuesioner dan wawancara kepada siswa menunjukkan bahwa: 1) 60% murid setuju bahwa mereka menyukai penggunaan strategi debat karena topik dalam debat. 2) 87% siswa setuju bahwa mereka menyukai strategi debat karena anggota atau peserta debat lainnya. 3) 90% siswa setuju bahwa mereka menyukai strategi debat karena juri dalam debat. Dapat disimpulkan bahwa strategi debat dapat diterapkan di SMAN 1 Singaraja dengan mengadopsi teori dari Vargo (2012) dan siswa di SMAN 1 Singaraja khususnya kelas XI MIA 2 menyukai penggunaan strategi debat dalam pembelajaran di kelas.Kata Kunci : Kata kunci: Strategi Debat, keterampilan berbicara This study aimed at describing the steps of implementing debating strategy and reveal students’ perception toward the use of debating strategy in classroom by English teacher while teaching speaking in EFL classes. The subject of this research were 30 eleventh grade students of MIA 2 in SMAN 1 Singaraja and an English teacher. This study was conducted in 5 meetings, three meetings were used to observe the debating strategy. Two meetings were used to spread questionnaire and conduct interview with the teacher and the students. The data were obtained by using 4 kinds of instruments: an observation sheet, video recorder, an interview guide, and questionnaire. The result of this study showed that the step of debating strategy used by the teacher in SMAN 1 Singaraja is adopting the theory from Vargo (2012). This result revealed by conducting observation and interviewing the teacher. The result from the questionnaire and interview to the students showed that: 1) 60% students agree that they like the use of debating strategy in classroom because of the topic in debate. 2) 87% of students agree that they like the use of debating strategy because of the debater. 3) 90% of students agree that they like the use of debating strategy because of the judge. It can be concluded that debating strategy is applicable in SMAN 1 Singaraja by adopting theory of step in debating strategy from Vargo (2012) and the students especially in XI MIA 2 SMAN 1 Singaraja like the use of debating strategy for teaching and learning in classroom. keyword : Keywords: debating strategy, speaking
AN ANALYSIS OF MORPHOLOGICAL PROCESSES BALINESE DIALECT USED BY PEMUTERAN VILLAGERS ., Kadek Herma Ardianto Giri; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.87 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13584

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif mengenai analisis morfologi dialek Bali yang digunakan oleh warga desa Pemuteran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prefiks infleksi dan akhiran dan awalan dan akhiran derivatif dalam dialek Pemuteran. Ada tiga domain yang dipilih. Yang pertama adalah keluarga, kedua adalah pertemanan dan yang ketiga adalah lingkungan sekitar. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu teknik observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara (listening and noting). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 2 jenis awalan {ma-} dan {jenis} dan akhiran akhir {-ang} yang termasuk morfem derivatif. Selain itu, ada 2 macam awalan dalam dialek Pemuteran yaitu awalan {n-}, {dan} dan {a-} dan ada 4 macam sufiks {-ne}, {-in}, {- an}, dan { -e} yang termasuk morfem infleksi. Apalagi ada 4 item proses singkatan yang ditemukan dalam dialek Pemuteran.Kata Kunci : Proses morfologi, Dialek Bali, Pemuteran This is a qualitative research concerning the morphological analysis of Balinese dialect used by Pemuteran villagers. The study aimed at describing inflectional prefix and suffix and derivational prefix and suffix in Pemuteran dialect. There were three domains chosen. The first was family, second was friendship and third was neighborhood. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study show that there were 2 kinds of prefix {ma-} and {pe-} and 1 kind of suffix {-ang} which belong to derivational morpheme. Besides, there were 2 kinds prefix in Pemuteran dialect namely prefix {n-}, {me-} and {a-} and there were 4 kinds of suffix {-ne}, {-in},{-an}, and {-e} which belong to inflectional morpheme. Moreover, there were 4 item of abbreviation processes found in Pemuteran dialect.keyword : Morphological process, Balinese Dialect, Pemuteran Villagers.
AN ANALYSIS OF TEACHERS STRATEGIES IN TEACHING SPEAKING AT THE TENTH GRADE OF VOCATIONAL SCHOOLS IN DENPASAR ., I G A. Bella Mastika Dewi Mandala; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12390

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam mengajar berbicara di kelas 10 sekolah menengah kejuruan di Denpasar. Penelitian ini berkaitan dengan bagaimana guru merencanakan strategi mengajar berbicara dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, bagaimana guru menerapkan strategi-strategi tersebut di dalam kelas, dan apa masalah yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan strategi-strategi tersebut. Tempat penelitian ini dilaksanakan yaitu di tiga sekolah kejuruan di Denpasar pada jurusan pariwisata, yaitu: SMK Negeri 3 Denpasar, SMK Negeri 4 Denpasar, dan SMK Negeri 5 Denpasar. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang melibatkan tiga guru bahasa Inggris yang mengajar siswa kelas 10 dari tiga sekolah kejuruan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan teori strategi mengajar berbicara dari Harmer, Kelen, dan Bow. Data dikumpulkan melalui studi dokumen, daftar pengamatan, dan panduan wawancara. Hasilnya menunjukkan bahwa: (1) strategi yang digunakan oleh guru dari tiga sekolah kejuruan berbeda adalah role-play, discussion, games, reporting, picture describing, and presentation, (2) juga ditemukan bahwa kebanyakan dari ketiga guru tersebut menerapkan strategi yang sama untuk mengajarkan keterampilan berbicara, yaitu role-play dan discussion, (3) Ada beberapa masalah yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan strategi. Masalahnya adalah pengelolaan waktu, perilaku siswa, kurangnya motivasi belajar dari siswa, dan strategi yang monoton yang digunakan oleh guru. Kata Kunci : strategi guru, penggajaran beribacara, sekolah menengah kejuruan Abstract This research aimed at investigating the teachers’ strategies in teaching speaking at the tenth grade of vocational schools in Denpasar. It is concerned with how the teachers plan the strategies on lesson plan, how the teachers implement the strategies in the classroom, and what the problems encountered by teachers in implementing the strategies. The settings of this research were three vocational schools in Denpasar under the tourism department, namely: SMK Negeri 3 Denpasar, SMK Negeri 4 Denpasar, and SMK Negeri 5 Denpasar. This research was a descriptive qualitative which involves three English teachers who taught tenth grade students from three different vocational schools. This research used the theory of speaking strategies from Harmer, Kelen, and Bow. The data were collected through document study, observational checklist, and interview guide. The result revealed that: (1) the strategies used by the teachers from three different vocational schools were role-play, discussion, games, reporting, picture describing, and presentation, (2) it was also found that mostly the three teachers implemented the same strategies to teach speaking, that were role-play and discussion, (3) there were some problems encountered by teachers in implementing the strategies. They were time management, students’ behavior, lack of motivation from the students, and the monotonous strategy used by the teacher. keyword : teachers’ strategies, teaching speaking, vocational schools
An Error Analysis Applying Dulay, Burt & Krashen's Theory to the Seventh Grade Students' Writing of SMP N 2 Seririt ., Kadek Wiwik Wirayanthi; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11675

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis kesalahan apa yang dibuat oleh siswa kelas VII di SMP N 2 Seririt dalam tulisan mereka dan apa penyebab kesalahan dalam tulisan mereka. Ada 34 tulisan siswa yang dianalisis berdasarkan taksonomi strategi permukaan (surface strategy taxonomy) yang diajukan oleh Dulay et al. (1981). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan teori analisa kesalahan dari Gass & Selingker. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 253 kesalahan yang dilakukan oleh subjek penelitian ini. Kesalahan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah kesalahan pengurangan (omission) 183 (72,3%), kesalahan penambahan (addition) 25 (9,9%), kesalahan penempatan (misordering) 24 (9,5%), dan kesalahan bentuk (misformation) 21 (8,3%). Kesalahan pengurangan (omission) adalah kesalahan yang paling sering ditemukan dalam penelitian ini dan ada tiga jenis sumber kesalahan yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu transfer intralingual (intralingual transfer) (86.7%), transfer interlingual (interlingual transfer) (10.3%), dan konteks pembelajaran (context of learning) (3,0%). Kata Kunci : tulisan, kesalahan, analisis kesalahan This study was carried out to find out what types of error made by students of seventh grade of SMP N 2 Seririt in their writing and what causes of the students error in their writing. There were 34 students’ writing which analyzed based on surface strategy taxonomy proposed by Dulay et al. (1981). This study was descriptive qualitative study. The data obtained were analyzed qualitatively by using Gass & Selingker’s theory of error analysis. The result of this study showed that, there were 253 errors committed by the subject of this study. The errors found in this study were 183 (72.3%) omission errors, 25 (9.9%) addition errors, 24 (9.5%) misordering errors, and 21(8.3%) misformation errors. Omission error was the most frequent errors found in this study and there were three types of sources of errors found in this study, those were intralingual transfer (86.7%), interlingual transfer (10.3%), and context of learning (3.0%).keyword : writing, error, error analysis
AN ANALYSIS OF MORAL VALUES FOUND IN ROBERT FROST'S SELECTED POEMS ., I Wayan Rengkuh Febri Subrata; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.879 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13632

Abstract

AN ANALYSIS OF MORAL VALUES FOUND IN ROBERT FROST SELECTED POEMS By I Wayan Rengkuh Febri Subrata, NIM 1112021079 English Education Department ABSTRACT This research is entitled “An Analysis of Moral Values Found in Robert Frost Selected Poems”. This research that has been written in for analyzing the moral values point from the six selected poems namely : A Patch Of Old Snow, Dust Of Snow, Nothing Gold Can Stay, Devotion, A Question, and The Sound Of The Trees. This research use the library research method with supporting data from the internet. The Moral Values from the human behavior in good and bad. The first is A Patch Of Old Snow has a moral value to keep the kindness and love for peace and harmony. The second poem is Dust Of Snow that has a moral value of the forbidden way of the human action for killed himself. Killed himself as a part of the hell entrance or a wrong way of human choice in the new era. The third poem is A Question, that has a moral value for preventing ourself for the selfishness. Selfishness create the poverty and lack of humility. The fourth poem is devotion that has a moral value of unstoppable willpower of the human being for get the success point in their entire life. The fifth poem is Nothing Gold Can Stay that has a moral value of the beauty cannot stay in the long time. The sixth poem, The Sound Of The Trees has a moral value of the human consistency in staying in homeland because of the responsibilities and jobs. keyword : Key Words: Moral Values, A Patch Of Old Snow, Dust Of Snow, A Question, Devotion, Nothing Gold Can Stay, The Sound Of The Trees.
INVESTIGATING LEARNING MATERIALS AND STRATEGIES FOR TEACHING LISTENING FOR THE SEVENTH GRADE STUDENTS AT SMPN 2 SAWAN ., Ni Komang Dina Kristina Dewi; ., Dr. Sudirman, M.L.S; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.204 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bahan ajar dan strategi pengajaran untuk mendengarkan siswa kelas tujuh SMPN 2 Sawan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif untuk menyelidiki materi pembelajaran dan strategi untuk siswa kelas tujuh. Data dikumpulkan dengan mengamati, mewawancarai guru bahasa Inggris, dan dokumentasi untuk mengambil foto materi pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam mengajar mendengarkan dan aktivitas siswa selama kelas berlangsung. Pada akhir pendataan, ditemukan bahwa (1) ada 3 jenis materi pembelajaran yang digunakan oleh guru untuk pengajaran mendengarkan di SMPN 2 Sawan, yaitu gambar, buku, dan lembar kerja. (2) Ada beberapa strategi yang diterapkan pada bagian pendengaran yang digunakan oleh guru, yaitu: pengelompokan, pengaplikasian gambar, pengulangan, penerjemahan, pencatatan, peringkasan, perhatian, aking pertanyaan dan kerja sama dengan orang lain.Kata Kunci : Bahan Belajar, Strategi Mendengarkan This study aimed at investigating learning materials and strategies for teaching listening for the seventh-grade students at SMPN 2 Sawan. The present study used descriptive qualitative research design to investigate the learning materials and strategies for the seventh-grade students. The data were collected by observing, interviewing the English teacher, and documentation for taking photos of learning material used by the teacher in teaching listening and the activity of the students during the class. By the end of data collection, it is found that (1) there are 3 kinds of learning material used by the teacher for teaching listening at SMPN 2 Sawan, namely picture, book, and worksheet. (2) There are several strategies that implemented in listening part used by the teacher, namely: grouping, applying image, repeating, translating, note-taking, summarizing, paying attention, aking question and cooperating with others.keyword : Learning Material, Strategies for Teaching Listening
AN ANALYSIS OF THE PHONOLOGICAL AND LEXICAL CHANGES FROM TIGAWASA DIALECT TO DENCARIK DIALECT: A DESCRIPTIVE STUDY ., I Komang Bramawan; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perubahan fonologis dan leksikal dialek Tigawasa ke Dencarik. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan 3 informan dari masing masing dialek, yang dibagi atas satu orang ditunjuk sebagai informan utama, sedangkan 2 orang ditunjuk sebagai informan pendamping Data diperoleh dengan mengunakan 4 teknik, yaitu: peneliti, observasi, rekaman, dan daftar kata Swadesh dan Nothofer. Dialek di desa Tigawasa dan Dencarik unik karena situasi dan kondisi desa tersebut. Hasil menunjukkan bahwa 4 kata apocope, 4 kata syncope, 10 suku kata (haplology), 3 kata epenthesis, 3 kata prothesis, 3 kata paragoge, dan 48 kata termasuk kategori perubahan bunyi abnormal. Perubahan leksikal yang terdapat dari dialek Tigawasa ke dialek Dencarik dapat dikategorikan sebagai berikut: 10 kata termasuk penyalinan leksikal, 10 kata termasuk kata yang sudah punah, 4 kata yang di kompres, dan 4 kata yang dicampur.Kata Kunci : dialek, perubahan fonologi, perubahan leksikal This study aimed at describing the phonological and lexical changes from Tigawasa to Dencarik dialect. This research was a descriptive qualitative research. In this study, there were three informants selected for each dialect, One person was appointed as the main informant, where as two others were appointed as the secondary informants. The obtained data were collected by using these techniques, namely: the researcher, observation, recording, and Swadesh’s and Nothofer’s wordlist. The results of the data analysis show that there were four words which were categorized as deletion in the final word position (apocope), four words as deletion in the middle word position (syncope), ten words were as deletion of syllable in the word (haplology), three words as addition in the middle word position (epenthesis), three words were as addition in the initial word position (prothesis), three words were as addition in the final word position (paragoge), forty eight words as abnormal sound change. The lexical changes which occur from Tigawasa dialect to Dencarik dialect were categorized as follows: ten words were categorized as lexical copying, ten words were as lost words, four words were as compressions (initials) and four words were as blends.keyword : dialect, phonological changes, lexical changes
THE EFFECT OF RECIPROCAL QUESTIONING STRATEGY COMBINED WITH NUMBERED HEADS TOGETHER ON READING COMPREHENSION OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS IN SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., Ni Luh Ersiana Wati; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd., Ph.D.; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.572 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13606

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui keefektifan dari strategi reciprocal questioning yang dikombinasikan dengan numbered heads together pada pemahaman membaca siswa kelas delapan di SMP Negeri 2 Singaraja. Penelitian ini menggunakan pendekatan experiment dengan design post – test. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Singaraja yang dimana populasi dari penelitian ini adalah kelas delapan tahun ajaran 2017/2018 di SMP Negeri 2 Singaraja. Sample dari penelitian ini berjumlah 73 siswa yang diambil menggunakan random sampling. Data dari penelitian ini diambil dengan tes pemahaman membaca yang diberikan kepada siswa dalam bentuk objectives test. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji – T di SPSS 24. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa strategi reciprocal questioning yang dikombinasikan dengan numbered heads together efektif digunakan dalam pemahaman membaca siswa kelas delapan di SMP Negeri 2 Singaraja. Hasil dari uji – T yang dianalisis dengan menggunakan SPSS 24 menunjukan nilai signifikansi 0.027. Nilai tersebut kurang dari 0.05. Dalam uji effect size keefektifan dari strategi reciprocal questioning yang dikombinasikan dengan numbered heads together dikategorikan medium dengan nilai 0.5. Jadi dapat disimpulkan bahwa strategi reciprocal questioning yang dikombinasikan dengan numbered heads together efektif digunakan pada pemahaman membaca siswa kelas delapan yang dikategorikan medium.Kata Kunci : numbered heads together, pemahaman membaca, strategi recirpcal questioning This study was aimed at investigating whether there is a significant effect of reciprocal questioning strategy combined with numbered heads together on reading comprehension of the eighth grade students in SMP Negeri 2 Singaraja. This study was an experimental study. The design of this study was post – test only control group design. This study was conducted in SMP Negeri 2 Singaraja. The population of this study was the eighth grade students in SMP Negeri 2 Singaraja in academic year 2017/2018 with the sample of 73 students who were selected by using random sampling. The data were collected using reading comprehension test which given to the students in the form of objectives test. The data were analyzed by using independent samples test assisted with SPSS 24. The result showed that there is an effect of reciprocal questioning strategy combined with numbered heads together on reading comprehension of the eighth grade students in SMP Negeri 2 Singaraja. The result of independent samples test shows significant value was 0.027. It did not exceed 0.05. In effect size analysis, the result was 0.5. It is categorized as medium. It means that the effect of reciprocal questioning strategy combined with numbered heads together is categorized as medium.keyword : numbered heads together, reading comprehension, reciprocal questioning strategy
THE EFFECT OF ”CIRCLE THE SAGE” ON READING ACHIEVEMENT OF THE TENTH GRADE STUDENTS AT SMA N 1 SUKASADA IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Ni Made Kartika Dewi; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 3, No 3 (2016):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi apakah ada pengaruh yang signifikan dari teknik “Circle the Sage” terhadap prestasi membaca siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA N 1 Sukasada. Berdasarkan teknik pengambilan sampel secara acak, 2 kelas diambil sebagai sampel dari penelitian ini. Dua kelas tersebut ditentukan sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berdasarkan undian. Untuk memperoleh data yang diperlukan, dua kelompok tersebut diberikan perlakuan. Kelompok eksperimen diajarkan menggunakan teknik Circle the Sage, sedangkan kelompok kontrol diajarkan menggunakan teknik konvensional (teknik Three-phase). Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah skenario pembelajaran dan post-test dalam bentuk tes membaca. Data yang diperoleh kemudian dianalisa secara deskriptif dan inferensial. Dilihat dari hasil statistik inferensial, menunjukan bahwa t-observed melampaui t-critical value. Oleh karena itu, null hypothesis ditolak, yang berarti bahwa ada pengaruh yang signifikan pada prestasi membaca siswa yang diajarkan menggunakan teknik Circle the Sage.Kata Kunci : Prestasi membaca, Circle the Sage, Konvensional This study aimed at investigating whether or not there was any significant effect of Circle the Sage technique on student’s reading achievement. The population of this study was the tenth grade students in SMA N 1 Sukasada. Through random sampling technique, two classes were taken as samples in this study. They were assigned as experimental group and control group by lottery. To obtain the required data, the two groups were given treatments. The experimental group was taught by using Circle the Sage technique, meanwhile the control group was taught by using conventional technique (Three-phase technique). The instruments used in this study to collect the data were the teaching scenario and post-test in the form of reading test. The obtained data were then analyzed descriptively and inferentially. It was seen from the result of inferential statistics, showing that the t-observed exceeded the t-critical value. Hence, the null hypothesis was rejected, which means there was significant effect on students’ reading achievement who were taught by Circle the Sage.keyword : Reading Achievement, Circle the Sage, Conventional
Co-Authors ., Abdul Wahab ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Dr. Sudirman, M.L.S ., I Dewa Gde Agung Ananta Kusuma ., I Dewa Gde Agung Ananta Kusuma ., I G A. Bella Mastika Dewi Mandala ., I G A. Bella Mastika Dewi Mandala ., I Gede Made Juni Wirdana ., I Komang Bramawan ., I Komang Bramawan ., I Putu Duara ., I Putu Duara ., I Wayan Rengkuh Febri Subrata ., I Wayan Rengkuh Febri Subrata ., Kadek Eddy Prasetyawan ., Kadek Eddy Prasetyawan ., Kadek Herma Ardianto Giri ., Kadek Herma Ardianto Giri ., Kadek Wiwik Wirayanthi ., Kadek Wiwik Wirayanthi ., KETUT ARYATI UTAMI ., KETUT ARYATI UTAMI ., Made Ayu Rizky Dewanti ., Made Ayu Rizky Dewanti ., Ni Ketut Ayu Diah Oktariani ., Ni Ketut Ayu Diah Oktariani ., Ni Komang Dina Kristina Dewi ., Ni Komang Dina Kristina Dewi ., Ni Luh Ersiana Wati ., Ni Luh Ersiana Wati ., Ni Luh Wayan Verayanti ., Ni Luh Wayan Verayanti ., Ni Made Indah Sari ., Ni Made Kartika Dewi ., Ni Made Kartika Dewi ., Ni Made Pastiyari ., Ni Made Pastiyari ., Ni Made Susi Herlina Wati ., Ni Made Susi Herlina Wati ., Ni Putu Ayu Sriratna Dewipayani ., Ni Putu Ayu Sriratna Dewipayani ., Ni Wayan Widiasih ., Ni Wayan Widiasih ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha ., Siti Umayah ., Siti Umayah A A I N Marhaeni Anak Agung Gede Yudha Paramartha Anak Agung Istri Ngurah Marhaeni Arsini, Ni Wayan Widya D.P. Ramendra D.P. Ramendra, D.P. Desak Putu Parmiti Dewa Komang Tantra Dewa Putu Ramendra Dewi, N A K Dewi, Ni Putu Anjar Astriani Dhirapriyani, Kadek Drs.Gede Batan,MA . ENDANG NURHAYATI Ersianawati, NL Gunottama, I.M.A. I Gede Budasi I Komang Yogi Pratama Wedananta I Made Tegeh I Nyoman Adi Jaya Putra I Nyoman Laba Jayanta I Putu Indra Kusuma I Putu Ngurah Wage Myartawan I Wayan Suarnajaya I.A.M.I. Utami I.G.A. Lokita Purnamika Utami I.K.R. Arthana I.P.I. Kusuma IDA AYU MADE ISTRI UTAMI . Jaya Putra, I Gede Ardika K.D. Septiyaningsih Kadek Sonia Piscayanti Kadek Suardika Kadek Yunita Adriyanti Konradus Silvester Jenahut Kusuma, I. P. I. Kusuma, I. P. I. Kusuma, I.P.I. Lamri Luh Dewi Asih Luh Diah Surya Adnyani Luh Gd Rahayu Budiarta Luh Gede Eka Wahyuni M.L.S ., Dr.Sudirman, M.L.S M.Pd. S.Pd. Luh Indrayani . Made Aryawan Adijaya Made Hery Santosa Made Tantri Pratiwi Mahayanti, N. W. S. Mahayanti, N. W. S. Mahayanti, N.W.S. Margana Margana N A K Dewi N. W. S., Mahayanti N.G.P. Putra N.L.P.S. Paramitha N.W.S. Mahayanti Ni Ketut Alit Juniari Ni Komang Arie Suwastini Ni Luh Putu Eka Sulistia Dewi Ni Luh Putu Wahyumunika Ni Made Ratminingsih Ni Nyoman Ganing Ni Wayan Lestari . Ni Wayan Surya Mahayanti Nyoman Trijaya Suparyanta P.A.A.G, Suarjaya Padmadewi, NN Piscayanti, K. S. Pitaloka, Ni Putu Riza Clarita Pramilaga, Ni Made Pratama, I Putu Mega Pratama, I Putu Mega Premana, M.Y.H. Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA . Putra, IGYA Putra, Made Agus Mandala Putra, N.G.P. Putri Nida Dewi, Ni Komang Putu Adi Sumertha Putu Eka Dambayana Suputra Rismayanti, Luh Ayu Safa, Bilqis Salsabila S. Sanjaya, I Agus Rudi Santosa, MH Sepang, Kevin Marion Septiyaningsih, K.D. Setiawan, Wayan Agris Jodi Suardika, Kadek Suarimbawa, Kadek Agus Suartini, N.K.T. Suganda, Prana Isvari Sumertha, Putu Adi Trisnawati, Komang Ayu Utami, I GA Lokita Purnamika Utami, I.A.M.I. Utami, I.G.A.L.P. Wahyumunika, Ni Luh Putu Wedhanti, N.K